Volume 2 Nomor 2, 2021
Penerapan Sistem Absensi Finger Print untuk Meningkatkan Kedisplinan Kerja Karyawan Emersia Hotel & Resort Batusangkar
1Mutia Dwi Antesa, IAIN Batusangkar
2Febria Rahim, IAIN Batusangkar Email : 1[email protected]
Email : 2[email protected]
Abstract
Emersia Hotel & Resort Batusangkar where the apprentice entrepreneur is a 4-star hotel located in Batusangkar City. Emersia Hotel & Resort Batusangkar consists of 7 floors and has 135 rooms with various types of rooms. This hotel has other facilities such as Restaurant, Lounge, Ballroom, Meetingroom, swimming pool, SPA, karaoke, Gym and other facilities. The name Emersia is a combination of the words Emerald and ASIA/Indonesia. Emerald is a gemstone that is considered precious, important, sacred and very expensive for many years. The purpose of this research is to study and discuss further about how to apply the fingerprint attendance system to improve employee work discipline at the Emersia hotel & resort Batusangkar. In this study, the approach used by the author is a qualitative approach with research methods in the form of observation or observations of employees of the Emersia hotel & resort Batusangkar. The results showed that the employees of Emersia Hotel & Resort Batusangkar apply discipline because they have implemented the Finger Print system in carrying out attendance at Emersia Hotel & Resort Batusangkar.
Keywords: Discipline, employees
Abstrak
Emersia Hotel &Resort Batusangkar tempat penulis melaksanakan magang merupakan Hotel bintang 4 yang terletak di Kota Batusangkar. Emersia Hotel & Resort Batusangkar terdiri atas 7 lantai dan memiliki 135 kamar dengan berbagai tipe kamar. Hotel ini memiliki fasilitas lain sepertia Restaurant, Louge, Ballroom, Meetingroom, swimmingpool, SPA, karaoke, Gym dan fasilitas lainnya. Nama Emersia merupakan penggabungan dari kata Emerald dan ASIA/
Indonesia.Emerald atau Zamrud adalah batu permata yang dianggap berharga, penting, suci dan sangat mahal selama ribuan tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari dan membahas lebih lanjut mengenai bagaimana penerapan sistem absensi fingerprint untuk meningkatkan kedisiplinan kerja karyawan pada Emersia hotel & resort Batusangkar. Dalam penelitian ini, pendekatan yang digunakan penulis adalah pendekatan kualitatif dengan metode penelitian berupa observasi atau pengamatan terhadap karyawan Emersia hotel & resort Batusangkar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karyawan Emersia hotel & resort Batusangkar telah menerapkan kedisplinan karena telah di terapkan nya sistem Finger Print dalam melaksanakan absensi di Emersia Hotel & Resort Batusangkar.
Kata Kunci : Kedisiplinan, karyawan
A. PENDAHULUAN Keberadaan disiplin kerja sangat diperlukan dalam suatu perusahaan karena dalam suasana disiplinlah
82
22222iyiyi7777yu0000-
0I-TOURISM,Volume 2 Nomor 2, 2021
perusahaan akan dapat melaksanakan program-program kerjanya untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan.
Karyawan yang disiplin dan tertib menaati semua peraturan yang berlaku dalam perusahaan akan dapat meningkatkan efisiensi, efektifitas, produktifitas serta kinerja yang baik. Disiplin merupakan tindakan manajemen untuk mendorong para karyawan mematuhi tuntutan berbagai ketentuan tersebut dengan kata lain pendisiplinan karyawan adalah suatu bentuk pelatihan yang berusaha memperbaiki dan membentuk pengetahuan sikap dan perilaku para karyawan sehingga karyawan tersebut secara suka rela kooperatif dengan karyawan yang lain meningkatkan prestasi kerja. Disiplin diartikan sebagai sistem yang berisi kebijakan peraturan, prosedur yang mengatur perilaku baik secara individu maupun kelompok dalam sistem organisasi (Meilany, 2015: 2) Karyawan yang disiplin merupakan karyawan yang senantiasa hadir tepat waktu sesuai dengan jam kerja dan jadwal yang telah ditetapkan oleh suatu perusahaan atau instansi. Untuk mengetahui karyawan datang tepat waktu atau tidak diperlukan adanya pencatatan absensi. Absensi merupakan kegiatan rutinitas yang dilakukan oleh pegawai untuk membuktikan bahwa dirinya hadir atau tidak hadir. Pencatatan absensi karyawan merupakan salah satu faktor penting dalam pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM). Karena dengan absensi seorang Human Resources Manager dapat mengetahui informasi yang mendalam mengenai kehadiran seorang karyawan sehingga dapat menentukan prestasi kerja karyawan, gaji atau upah, produktivitas, dan kinerja karyawan. Pencatatan absensi
secara manual menimbulkan banyak kendala atau kecurangan yang sering terjadi disuatu perusahaan atau instansi salah satunya adalah bentuk manipulasi data kehadiran. Seiring dengan perkembangan teknologi yang canggih pencatatan absensi secara 2 manual berganti menjadi absensi elektronik yaitu dengan menggunakan alat yang bernama fingerprint. Fingerprint adalah teknologi yang menunjang untuk keperluan absensi, yang didalamnya mencakup pemasukan, penyimpanan data jam masuk dan jam pulang, memproses data tersebut menjadi sebuah laporan yang nantinya dapat dipergunakan untuk pengambilan kebijakankebijakan yang dilakukan oleh pemimpin (Fadila, 2019: 55). Absensi fingerprint merupakan salah satu alat yang membantu seorang human resources manager dalam mengontrol kehadiran karyawan karena dengan alat tersebut karyawan tidak dapat lagi memanipulasi data kehadiran baik jam masuk ataupun jam pulangnya.
B. BAHAN DAN METODE
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang digunakan untuk meneliti masalah manusia dan sosial.
Dimana peneliti akan melaporkan dari hasil penelitian berdasarkan laporan pandangan data dan analisis yang di dapatkan di lapangan, kemudian di deskripsikan dalam laporan penelitian secara rinci. ( Creswell, J.W )
Pada penelitian ini, analisis data yang digunakan dalam menerapkan kedisiplinan karyawan pada Emersia Hotel
& Resort Batusangkar yakni dengan melakukan observasi dan pengamatan.
C. HASIL DAN PEMBAHASAN
Emersia Hotel &Resort Batusangkar tempat penulis melaksanakan magang merupakan Hotel bintang 4 yang terletak di Kota Batusangkar. Hotel ini diresmikan pada 23 Oktober 2017. Emersia Hotel di bawah bendera PT. ECA dimana Bapak Erdy Muluk sebagai Pimpinan.Emersia Hotel & Resort Batusangkar terdiri atas 7 lantai dan memiliki 135 kamar dengan berbagai tipe kamar. Hotel ini memiliki fasilitas lain sepertia Restaurant, Louge, Ballroom, Meetingroom, swimmingpool, SPA, karaoke, Gym dan fasilitas lainnya.
Nama Emersia merupakan penggabungan dari kata Emerald dan ASIA/ Indonesia.Emerald atau Zamrud adalah batu permata yang dianggap berharga, penting, suci dan sangat mahal selama ribuan tahun.Zamrud adalah salah satu dari batu permata yang paling berharga di dunia.Penggambaran dari karakteristik zamrud yang membuatnya sangat diinginkan adalah warnanya "An Inspiring Emerald Green". Simbologi dan 18 makna dari zamrud salah satunya adalah kearifan, memberikan kemampuan untuk membuat pilihan yang tepat, yang akan membawa keharmonisan, tindakan dan kemajuan. Zamrud sudah dianggap sakral dan berharga selamakurang lebih 4000 tahun. Mereka telah digunakan oleh para penguasa dan raja-raja Mesir maupun Yunani kuno. Zamrud dipercaya dapat membantu agar berbicara dengan lancar dan dapat melihat kebenaran bahkan dalam keadaan emosional yang muram. Emersia Hospitality Management
memiliki 5 (lima) property di 3 (tiga) lokasi, yaitu :
1. Emersia Hotel & Resort Bandar Lampung yang merupakan hotel bintang 4 (empat) dan berlokasi di Jl. Wolter Monginsidi No.70, Pengajaran, Kec. Tlk.
Betung Utara, Kota Bandar Lampung, Lampung.
2. Emersia Hotels & Resorts Batusangkar yang merupakan hotel bintang 4 (empat) dan berlokasi di Parak Juar, Jl. Hamka No.41 Nagari Baringin, Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.
3. Emersia Malioboro Hotel yang merupakan hotel bintang 3 (tiga) dan berlokasi di Jl. Gowongan Kidul No.34, Gowongan, Kec. Jetis, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.
4. Emer One Hotel yang merupakan hotel bintang 2 (dua) dengan jumlah 40 kamar dan berlokasi di Jl. Sungayang No.30, Nagari Baringin, Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.
5. Emersia Wonderland (Waterpark) yang berlokasi di Jl. Sungayang No.30, Baringin, Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.
Sehubungan dengan laporan penulis selama pelaksanaan magang yaitu mengangkat tema “Penerapan Sistem Absensi Finger Print Untuk Meningkatkan Kedisiplinan Kerja Karyawan Emersia Hotel & Resort Batusangkar”,maka perlu diketahui beberapa hal yang terkait erat dengan tema tersebut yaitu :
84
22222iyiyi7777yu0000-
0I-TOURISM,Volume 2 Nomor 2, 2021
1. Absensi Absensi adalah suatu kegiatan atau rutinitas yang dilakukan oleh karyawan untuk membuktikan dirinya hadir atau tidak hadir dalam bekerja 36 di suatu perusahaan. Absensi ini berkaitan dengan penerapan disiplin yang ditentukan oleh masing-masing perusahaan atau institusi. Menurut Heriawanto (2004), pelaksanaan pengisian daftar hadir atau absensi secara manual (hanya berupa buku daftar hadir), akan menjadikan penghambat bagi organisasi untuk memantau kedisplinan karyawan dalam hal ketepatan waktu kedatangan dan jam pulang setiap hari.
Hal tersebut di khawatirkan akan membuat komitmen karyawan terhadap pekerjaan dan organisasi menjadi berkurang. Berkurangnya komitmen karyawan dalam bekerja akan berdampak pada motivasi dan kinerja karyawan yang semakin menurun. Cahyana (2005), menyatakan bahwa pencatatan absensi karyawan merupakan salah satu faktor penting dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM atau Human Resources Management). Informasi yang mendalam dan terperinci mengenai kehadiran seorang karyawan dapat menentukan prestasi kerja seseorang, gaji/upah, produktivitas, dan kemajuan instansi/lembaga secara umum.
2. Mesin Sidik Jari (Finger Print)
Teknologi diera globlalisasi khususnya teknologi komputer telah menghasilkan informasi yang lebih cepat, akurat, dan lebih relevan. Hal ini diwujudkan melalui penggunaan sistem absensi biometrik sidik jari (finger print).
Tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi informasi telah menjadi kebutuhan sekaligus persyaratan bagi sebuah organisasi dalam rangka mencapai tujuan yang diinginkan.Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi informasi, agar berkesinambungan harus didukung oleh sumber daya manusia yang memiliki prakarsa dan daya 37 kreasi untuk memajukan diri. Karena memiliki karyawan yang mempunyai produktivitas tinggi merupakan impian dari setiap perusahaan Mesin absensi sidik jari di EMERSIA Hotel & Resort Batusangkar juga memiliki kelebihan dan kekurangannya.
a. Kelebihan mesin absensi sidik jari 1) Menghindari kecurangan Pihak hotel menggunakan mesin absensi sidik jari (finger print), maka para karyawan tidak dapat memalsukan dan menitip absen karena mereka sendiri yang harus melakukan proses verifikasi dengan menggunakan sidik jari mereka masing- masing.
2) Produktivitas karyawan meningkat Dengan digunakan mesin finger print di hotel dapat mendisiplinkan karyawan secara tidak langsung dan lebih bijak dalam menghargai waktu untuk bekerja karena mereka dituntut untuk datang tepat waktu karena data kehadiran karyawan langsung terekam dalam mesin finger print sehingga keterlambatan dapat mempengaruhi penilaian terhadap karyawan.
3) Pengelolaan data karyawan lebih mudah Mesin finger print dapat mempermudah kerja HRD di hotel untuk mengolah data sidik jari yang telah
terkumpul karena software dari mesin sudah terhubung dengan computer sehingga laporan data dibuat dengan mudah.
b. Kelemahan mesin absensi sidik jari 1) Membutuhkan perawatan yang rutin Perwatan yang rutin dibutuhkan oleh pihak hotel agar mesin absensi dapat bekerja secara maksimal. Hal ini bertujuan untuk menjaga agar bagian scanner berfungsi secara baik dan agar scanner tetap bersih.
2) Sering terjadi kesalahan dalam proses identifikasi Ketika mesin scanner kotor atau terdapat banyak sidik jari yang menempel sebelumnya serta basah karena sering terkena keringat maka hal ini membuat karyawan sulit untuk melakukan absensi. 38
3) Disiplin Pegawai Menurut Hasibuan kedisplinan merupakan fungsi operatif MSDM yang terpenting karena semakin baik disiplin karyawan, semakin tinggi prestasi kerja yang dapat dicapainya.Tanpa disiplin karyawan baik, sulit bagi organisasi perusahaan mencapai hasil yang optimal. Disiplin yang baik mencerminkan besarnya rasa tanggung jawab seseorang terhadap tugas-tugas yang diberikan kepadanya.
Hal ini mendorong gairah kerja, semangat kerja, dan terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat. Oleh karena itu, setiap manajer selalu berusaha agar para bawahannya mempunyai disiplin yang baik. Seorang manajer dikatakan efekif dalam kepemimpinannya, jika para bawahannya berdisiplin baik. Untuk memelihara dan meningkatkan kedisplinan yang baik adalah hal yang
sulit, karena banyak faktor yang mempengaruhinya. Kedisplinan adalah kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku.
Kedisplinan diartikan bilamana karyawan selalu datang dan pulang pada waktunya, mengerjakan semua pekerjaannya dengan baik, mematuhi semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku.Dalam suatu kedisplinan perlu adanya peraturan dan hukuman. Karena peraturan itu sangat diperlukan untuk memberikan bimbingan dan penyuluhan bagi karyawan, dalam menciptakan tata tertib yang baik dalam perusahaan.
Sedangkan hukuman diperlukan dalam meningkatkan kedisplinan, karena untuk mendidik para karyawan, supaya berperilaku mentaati semua peraturan perusahaan. Disiplin yang progresif menunjukkan bahwa diperlukan usaha melakukan rehabilitasi. Berikut biasanya urutan hukuman yang progresif yang diberikan oleh EMERSIA Hotel & Resort Batusangkar adalah seperti berikut : a.
Peringatan dengan lisan Bila seseorang tidak mampu mempertahankan standar atau melanggar peraturan, baginya tepat diberikan peringatan lisan bahwa peristiwa seperti itu terulang lagi akan diberi sanksi.
Peringatan lisan merupakan bentuk tindakan koreksi. 39 b. Peringatan Tertulis Peringatan tertulis secara psikologis tidak berbeda dari peringatan lisan, akan tetapi peringatan tertulis sudah merupakan bagian dari catatan. Peringatan tertulis itu diberikan apabila peringatan lisan tidak diabaikan oleh kaaryawan, sebagai bukti bila kemudian perusahaan akan memberikan hukuman yang lebih berat. c.
Skorsing Skorsing merupakan pemberhentian kerja sementara, biasanya
86
22222iyiyi7777yu0000-
0I-TOURISM,Volume 2 Nomor 2, 2021
untuk beberapa hari atau minggu, tetapi tidak melebihi satu bulan. d. Pembebasan kerja Pembebasan kerja merupakan hukuman pamungkas, tetapi jarang diberikan. Mengingat biaya pendidikan dan latihan seseorang pegawai sangat mahal sehingga hilangnya seseorang pekerja ahli akan membuat kerugian besar bagi perusahaan. Disiplin membantu para karyawan mempelajari syarat-syarat pekerjaan mereka, dan jika disiplin dikenakan secara tidak mengenai pribadi, tanpa rasa permusuhan pribadi, ini dapat menambah hormat bawahan terhadap masalahnya. Sebaliknya walaupun takut akan hukuman dapat memberikan motivasi banyak orang untuk mematuhi peraturan, hukuman benar-benar hampir selalu menimbulkan kebencian dan mengurangi motivasi pada orang yang dikenakan disiplin. Jadi, sistem disiplin yang paling efektif ialah suatu sistem di mana peraturan dan hukumannya sudah demikian diterima, sehingga disiplin hampir tidak pernah dikenakan. Karena memiliki karyawan yang mempunyai produktivitas tinggi merupakan impian dari setiap perusahaan. Sistem absensi biometrik yang berbentuk sidik jari (finger print) ini telah lama diterapkan oleh Emersia Hotel & Resort Batusangkar untuk mengetahui tingkat kedisplinan karyawan dalam bekerja. Karyawan bisa dinilai disiplin apabila karyawan melakukan sesuai dengan aturan yang sudah ditentukan oleh hotel .Begitu pula sebaliknya jika tidak sesuai dengan aturan maka dinilai tidak disiplin. Rumusan masalah dalam laporan ini adalah apakah absensi sidik jari (finger print) dan motivasi kerja berpengaruh terhadap 40 peningkatan kedisplinan karyawan. Dan laporan ini bertujuan untuk mengetahui :
sejauh mana hubungan antara absensi sidik jari (finger print) dan motivasi kerja terhadap peningkatan kedisplinan karyawan. Dari pengamatan penulis penerapan absensi dengan finger print sangat berpengaruh terhadap disiplin pegawai, karena dari hasil rekapan figer print akan diketahui kehadiran karyawan, jam berapa karyawan hadir dihotel sehingga karyawan akan malu dan takut datang terlambat. Karyawan berusaha untuk datang lebih awal dan tidak terlambat. Dengan datang tepat waktu tentu kedisiplinan karyawan akan meningkat dan tentu kinerja dari karyawan dan hasil pekerjaannya juga akan meningkat Untuk meningkatkan kedisplinan karyawan melalui absensi sidik jari (finger print) hendaknya pihak hotel selalu meninjau, memantau, dan memperbaiki sistem pelaksanaansistem absensi sidik jari (finger print) yang sudah ada.Tujuannya untuk mengurangi sikap karyawan yang tidak begitu termotivasi dengan sistem absensi sidik jari (finger print) yang sudah ada. Pihak hotel seharusnya lebih memperketat sistem pelaksanaanabsensi sidik jari (finger print). Karena diterapkannya absensi sidik jari (finger print) bukan sekedar untuk mengukur karyawan datang terlambat maupun tidak terlambat dan bukan sekedar untuk menyusun kebijakan atau peraturan hotel, tetapi semua itu memerlukan kerja keras yang didasari dengan perubahan yang sungguh- sungguh dari seorang karyawan, sehingga penerapan absensi sidik jari (finger print) lebih efektif dan efisien. Motivasi kerja juga harus diperhatikan, untuk memelihara dan atau meningkatkan kegairahan kerja karyawan dalam menyelesaikan tugastugasnya dengan tepat dan baik.
Dengan motivasi diharapkan setiap individu karyawan mau bekerja keras dan antusias untuk mencapai produktivitas kerja yang tinggi.
D. KESIMPULAN
Emersia Hotel &Resort Batusangkar merupakan Hotel bintang 4 yang terletak di Kota Batusangkar. Hotel ini diresmikan pada 23 Oktober 2017. Emersia Hotel di bawah bendera PT. ECA dimana Bapak Erdy Muluk sebagai Pimpinan.Emersia Hotel & Resort Batusangkar terdiri atas 7 lantai dan memiliki 135 kamar dengan berbagai tipe kamar. Hotel ini memiliki fasilitas lain sepertia Restaurant, Louge, Ballroom, Meetingroom, swimmingpool, SPA, karaoke, Gym dan fasilitas lainnya.
Memiliki karyawan yang mempunyai produktivitas tinggi merupakan impian dari setiap perusahaan. Sistem absensi biometrik yang berbentuk sidik jari (finger print) telah diterapkan oleh Emersia Hotel
& Resort Batusangkar untuk mengetahui tingkat kedisplinan karyawan dalam bekerja. Karyawan bisa dinilai disiplin apabila karyawan melakukan sesuai dengan aturan yang sudah ditentukan oleh hotel .Begitu pula sebaliknya jika tidak sesuai dengan aturan maka dinilai tidak disiplin.
Absensi dengan finger print sangat berpengaruh terhadap disiplin pegawai, karena dari hasil rekapan figer print akan diketahui kehadiran karyawan, jam berapa karyawan hadir dihotel sehingga karyawan akan malu dan takut datang terlambat.
Karyawan berusaha untuk datang lebih awal dan tidak terlambat. Dengan datang tepat waktu tentu kedisiplinan karyawan
akan meningkat dan tentu kinerja dari karyawan dan hasil pekerjaannya juga akan meningkat Untuk meningkatkan kedisplinan karyawan melalui absensi sidik jari (finger print) hendaknya pihak hotel selalu meninjau, memantau, dan memperbaiki sistem pelaksanaansistem absensi sidik jari (finger print) yang sudah ada.Tujuannya untuk mengurangi sikap karyawan yang tidak begitu termotivasi dengan sistem absensi sidik jari (finger print) yang sudah ada. Pihak hotel seharusnya lebih memperketat sistem pelaksanaanabsensi sidik jari (finger print). Karena diterapkannya absensi sidik jari (finger print) bukan sekedar untuk mengukur karyawan datang terlambat maupun tidak terlambat dan bukan sekedar untuk menyusun kebijakan atau peraturan hotel, tetapi semua itu memerlukan kerja keras yang didasari dengan perubahan yang sungguh- sungguh dari seorang karyawan, sehingga penerapan absensi sidik jari (finger print) lebih efektif dan efisien. Motivasi kerja juga harus diperhatikan, untuk memelihara dan atau meningkatkan kegairahan kerja karyawan dalam menyelesaikan tugastugasnya dengan tepat dan baik.
Dengan motivasi diharapkan setiap individu karyawan mau bekerja keras dan antusias untuk mencapai produktivitas kerja yang tinggi.
UCAPAN TERIMA KASIH
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya laporan magang yang berjudul ’’Penerapan Sistem Absensi Finger Print Untuk Meningkatkan Kedisiplinan Kerja Karyawan Emersia Hotel & Resort Batusangkar”. dapat
88
22222iyiyi7777yu0000-
0I-TOURISM,Volume 2 Nomor 2, 2021
diselesaikan dengan baik. Tujuan dari penulisan laporan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam berkomunikasi secara tertulis dan sistematis serta mahasiswa mampu untuk memahami bagaimana melayani atau memberikan pelayanan secara baik dan ini termasuk kedalam salah satu komponen evaluasi dalam penilaian mata kuliah Magang. Laporan ini tidak dapat diselesaikan sesuai dengan yang diharapkan tanpa bantuan dan dukungan dari berbagai pihakselama penulis mengikuti pelaksanaan Magang. Oleh karena itu penulis mengucapkan terimakasih banyak kepada Ibu Febria Rahim, M.E selaku Dosen Pembimbing Lapangan dari Institut Agama Islam Negeri Batusangkar yang telah memberikan banyak arahan dan nasehat kepada penulis.
Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak Emersia Hotel &
Resort Batusangkar yang telah memberikan izin untuk melakukan penelitian dan memberikan informasi mengenai hotel. Penulis menyadari masih banyak kekurangan pada tulisan ini. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca.
REFERENCES
Agus, Sulastiyono. 2011. Manajemen Penyelenggaraan Hotel. Bandung :Alfabeta
Ardana,I Komang,et all. Manajemen Sumber Daya Manusia, Yogyakarta:
Graha Ilmu, 2012.
Endar, Sugiarto dan Sri Sulartiningrum.1996. Pengantar Industri Akomodasi dan Restoran.
Jakarta :GramediaPustaka Utama.
Fadila, Risfa dan Septiana, Maryani. 2019.
Pengaruh Penerapan Sistem Absensi Finger Print Terhadap Disiplin Pegawai Pada Markas Komando Direktorat Pengaman Badan Pengusahaan Batam. Journal of Business Administration Vol. 3, No. 1
Hasibuan,Malayu SP,Manajemen Sumber Daya Manusia Dasar dan Kunci Keberhasilan,Jakarta:PT Midas Surya Gravindo, 1994.
Meilany, Prastika dan Ibrahim, Mariaty.
2015. Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan (Kasus Bagian Operasional PT. Indah Logistik Cargo Cabang Pekanbaru).
Jom FISIP Vol. 2, No. 2
Sihite, Richard. 2000. Hotel Management.Surabaya : SIC.
SK Menteri Pariwisata No. KM 37/PW.340/MPPT-86 (2011)
Internet Source
https://departmen-
hotel.blogspot.com/2019/01/human -resource-departmen-hrd.di-
hotel.html
https://www.jogloabang.com/pustaka/uu- 10-2009-
kepariwisataan#:~:text=Dasar%20 hukum%20Undang%2DUndang%2 0Nomor,Negara%20Republik%20I ndonesia%20Tahun%201945 https://www.seputarpengetahuan.co.id/20
15/12/20-pengertian-
pariwisata%20menurut-para-ahli- terlengkap.html