• Tidak ada hasil yang ditemukan

i/ universitas - ADOC.PUB

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "i/ universitas - ADOC.PUB"

Copied!
75
0
0

Teks penuh

Permasalahan penelitian yang dibahas dalam penelitian ini adalah : Bagaimana proses registrasi Standar Nasional Indonesia (SNI) barang dan jasa. Akibat Hukum Tidak Terdaftarnya Standar Nasional Indonesia Produk Barang dan Jasa Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014.

Permasalahan dan Ruang Lingkup Penelitian

Permasalahan Penelitian

Standar Nasional Indonesia diatur oleh Undang-Undang Perdagangan Nomor 7 Tahun 2014 yang mulai berlaku pada tanggal 13 Maret 2014. Akibat hukum tidak didaftarkannya Standar Nasional Barang dan Jasa Indonesia berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014.

Tujuan dan Kegunaan Penelitian

Tujuan Penelitian

Kegunaan Penelitian a. Kegunaan Teoritis

Berdasarkan uraian latar belakang masalah penelitian di atas, maka ruang lingkup penelitian yang dibahas dalam penelitian ini. Akibat hukum tidak didaftarkannya standar nasional barang dan jasa Indonesia berdasarkan UU No. 7 Tahun 2014. 5 Standar Nasional Indonesia Barang dan Jasa berdasarkan UU No. 7 Tahun 2014.b.

Kerangka Pemikiran

7 Dalam Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan mengatur ruang lingkup pengaturan perdagangan antara lain; Selain itu, pemerintah mengatur kegiatan perdagangan dalam negeri pada Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Metode Penelitian

  • Pendekatan Masalah
  • Pengertian Perdagangan
  • Azas Kebijakan Perdagangan
  • Hubungan Hukum Perdata dengan Hukum Dagang
  • Pengertian Jual Beli
  • Persyaratan Jual Beli

Hukum dagang adalah hukum yang mengatur hubungan dagang, yaitu hubungan yang timbul karena tingkah laku manusia dalam berdagang.22. Hukum Dagang merupakan bagian dari hukum perdata pada umumnya yang mengatur tentang perjanjian dan kewajiban yang diatur dalam Buku III KUHPerdata. Dengan kata lain, hukum dagang adalah kumpulan peraturan yang mengatur seseorang dan orang lain dalam kegiatan usaha, yang terutama terdapat dalam kodifikasi Kitab Undang-undang Hukum Dagang dan Kitab Undang-undang Hukum Perdata.

Van Kan berpendapat bahwa hukum dagang merupakan tambahan dari hukum perdata, yaitu tambahan yang mengatur hal-hal tertentu. Dalam hubungan antara hukum dagang dan hukum perdata juga dapat dibandingkan dengan sistem hukum yang bersangkutan di Swiss.

Pengembangan Produk

Pengembangan produk merupakan kegiatan produsen barang dan perantara yang bermaksud mengadaptasi barang yang diproduksi/ditawarkan untuk dijual atas permintaan pelanggan. Selain itu, pengembangan dan desain produk harus menjamin: kualitas barang baik; Desain barangnya bagus; Anda dapat menambahkan elemen baru sesuai kebutuhan; Elemen sekarang dapat diperkecil sesuai kebutuhan;. Standar berasal dari bahasa Perancis Kuno yang berarti tempat berkumpul, dan dalam bahasa Inggris Kuno merupakan gabungan dari kata standan yang berarti berdiri, dan atau (juga Inggris Kuno) yang berarti titik. Merriam-Webster, 2000) kemudian diadopsi ke dalam bahasa Inggris sebagai kata standar (Introduction to standardization, 2009).

Standar adalah spesifikasi teknis atau sesuatu yang dibakukan, termasuk tata cara dan cara, yang disusun berdasarkan kesepakatan semua pihak yang terlibat, dengan memperhatikan persyaratan keselamatan, keamanan, kesehatan, lingkungan hidup, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pengalaman, masa kini dan masa kini. perkembangan masa depan, untuk memperoleh manfaat sebesar-besarnya (peraturan pemerintah. 28 teknologi serta pengalaman, perkembangan saat ini dan masa depan untuk memperoleh manfaat sebesar-besarnya.

Syarat Teknis Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI)

29 dibubuhi tanda SNI atau tanda kesesuaian sepanjang dibuktikan dengan sertifikat produk yang menggunakan tanda SNI atau sertifikat kesesuaian. Pelaku usaha yang memperdagangkan barang yang telah diberlakukan SNI atau persyaratan teknis secara wajib, namun tidak membubuhkan tanda SNI, tanda kesesuaian, atau tidak melengkapi sertifikat kesesuaian, dikenakan Sanksi Administratif berupa: Penarikan Barang dari Pihak Distribusi barang yang diperdagangkan. Menurut Pasal 59 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, standar atau penilaian kesesuaian yang ditetapkan oleh negara lain diakui oleh Pemerintah berdasarkan perjanjian saling pengakuan antar negara.

Lebih lanjut, Pasal 60 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan menyatakan bahwa: (1) Penyedia Jasa dilarang memperdagangkan Jasa di dalam negara yang tidak melakukannya. memenuhi SNI, persyaratan teknis atau kualifikasi yang telah diterapkan secara wajib. 30 Kemudian, standar, persyaratan teknis atau kualifikasi yang ditetapkan oleh negara lain diakui oleh pemerintah berdasarkan perjanjian saling pengakuan antara 30 negara tersebut.

Proses Pendaftaran Dan Penggunaan Tanda Standar Nasional Indonesia Pada Produk Barang Dan Jasa

Proses Pendaftaran Standar Nasional Indonesia Pada Produk Barang Dan Jasa

Lembaga sertifikasi di satu daerah merupakan lembaga independen yang melakukan evaluasi sistem mutu perusahaan dan mutu produk untuk memperoleh sertifikasi produk dalam skala nasional. Mengajukan keberatan, keluhan dan menyelesaikan perselisihan di Lembaga Sertifikasi dan Standardisasi Industri regional. Membayar biaya pendaftaran, audit, supervisi, pengujian produk dan biaya-biaya lainnya yang ditetapkan oleh Lembaga Sertifikasi dan Standardisasi Industri Bandar Lampung sehubungan dengan kegiatan proses sertifikasi produk.

Tidak menggunakan sertifikasi produk sedemikian rupa sehingga dapat merugikan Lembaga Sertifikasi dan Standardisasi Industri Bandar Lampung. Biaya sertifikasi produk Penggunaan tanda SNI bagi lembaga sertifikasi dan standardisasi industri suatu daerah berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 47.

Dalam Negeri

Kepemilikan dan Pengoperasian Tanda Kesesuaian, yaitu

Pemberian hak penerbitan/lisensi tanda kesesuaian harus diatur dengan kesepakatan penerbitan tanda kesesuaian antara KAN dan lembaga sertifikasi. Perjanjian penerbitan tanda kesesuaian harus memuat kewajiban dan . hak lembaga sertifikasi serta kewajiban dan hak CAN. F. Pemberian hak penggunaan/lisensi tanda kesesuaian harus diatur dengan kesepakatan penggunaan tanda kesesuaian antara lembaga sertifikasi dan pelaku usaha. G.

Perjanjian penggunaan tanda kesesuaian harus memuat kewajiban dan hak lembaga sertifikasi serta kewajiban dan hak badan usaha. H. Catatan: PSN 307-2006 memberikan panduan bagi lembaga sertifikasi untuk mengambil tindakan perbaikan atas penyalahgunaan tanda kesesuaian atau untuk produk yang ditandai kesesuaian tetapi ternyata tidak aman.

Penerbitan dan Pembubuhan Tanda Kesesuaian, yaitu

Lembaga sertifikasi yang menerbitkan tanda kesesuaian harus memelihara dan memperbarui catatan yang berkaitan dengan sertifikasi dan pemeriksaan produk yang diberi tanda tersebut; dalam hal ini lembaga sertifikasi bertanggung jawab menjaga kerahasiaan pendaftaran dan seluruh informasi yang diperoleh dalam pelaksanaan kegiatan penilaian kesesuaian. Sublisensi atas penggunaan dan pembubuhan tanda kesesuaian hanya dapat diberikan setelah pelaku usaha menandatangani perjanjian sublisensi. Tanda kesesuaian harus ditempatkan di tempat yang terlihat jelas dan dalam ukuran yang proporsional, sehingga tanda kesesuaian dan informasi terkait mudah terbaca.

Tanda kesesuaian yang dicantumkan pada produk harus tidak dapat diubah dan tetap dapat dikenali selama penggunaan produk. Penempatan tanda kesesuaian pada produk secara wajib harus sesuai dengan peraturan penandaan yang ditetapkan oleh instansi teknis.

Pengawasan dan Pengendalian, yaitu

Melalui pengawasan secara berkala atau tidak terjadwal, lembaga sertifikasi hendaknya memantau kemampuan pelaku usaha dalam menjaga kesesuaian produk yang telah menggunakan tanda kesesuaian DNI dan/atau persyaratan lain yang ditetapkan. Ketika lembaga sertifikasi menerima laporan penyalahgunaan tanda kesesuaian atau bahaya yang timbul dari produk yang menggunakan tanda kesesuaian, maka lembaga sertifikasi harus melakukan penyelidikan untuk menentukan keabsahan laporan tersebut. Jika laporannya benar, lembaga sertifikasi harus menginformasikan kepada otoritas teknis terkait dan mengambil langkah-langkah untuk memastikan pelaku usaha mengambil tindakan perbaikan.

Dalam keadaan tersebut di atas, lembaga sertifikasi berhak membatalkan sublisensi dengan mengirimkan pemberitahuan tertulis kepada pelaku usaha. KAN harus memantau dan mengawasi lembaga sertifikasi yang telah memperoleh lisensi Tanda Kesesuaian untuk memastikan bahwa lembaga sertifikasi terus melakukan hal tersebut.

Akibat Hukum Tidak Didaftarkannya Standar Nasional Indonesia Pada Produk Barang dan Jasa Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014

Barang dan/atau jasa yang dilarang atau dibatasi perdagangannya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Keputusan Presiden. 45 Setiap pelaku usaha dilarang memperdagangkan barang dan/atau jasa yang diperuntukkan sebagai barang dan/atau jasa yang dilarang untuk diperdagangkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 ayat. Pemberian tanda pengaman dan pengamanan barang bukti sehubungan dengan dugaan tindak pidana di bidang perdagangan;

Memotret dan/atau merekam melalui media audio visual terhadap orang, barang, alat pengangkut, atau benda lain yang dapat dijadikan bukti adanya dugaan tindak pidana perdagangan; Dinas Niaga Provinsi Lampung sebagai lembaga pengawas distribusi produk dan/atau jasa dalam pelaksanaan sanksinya harus benar-benar independen sesuai dengan ketentuan Pasal 106, Pasal 109, Pasal 113, dan Pasal 114 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2018. 14 Tahun 2014 tentang Perdagangan, agar usaha para pelaku benar-benar tepat dan sesuai dengan aturan yang ada dalam pelaksanaan kegiatan sektor peningkatan mutu SNI.

Kesimpulan

Saran

BUKU-BUKU

UNDANG-UNDANG DAN PERATURAN LAINNYA : Undang-Undang Dasar 1945 (Amandemen)

SUMBER LAIN

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

RIWAYAT PENDIDIKAN

PENGALAMAN KERJA

Mata kuliah yang diajarkan di Magister Hukum (S2) Universitas Bandar Lampung : Sistem Badan Hukum dan Hukum Perdagangan Internasional. Mata kuliah yang diajarkan pada Semester (S1) Fakultas Hukum Universitas Bandar Lampung: Hukum Perbankan dan Penulisan Hukum serta Metodologi Penelitian (MPPH) dan Hukum Alternatif Penyelesaian Sengketa. Mata kuliah yang diajarkan di Fakultas Hukum (S1) Universitas Bandar Lampung Semester Genap: Pengantar Hukum Bisnis dan Hukum Perdagangan Internasional.

Mata kuliah yang diajarkan di Fakultas Ekonomi (S1) Universitas Bandar Lampung Program Studi Akuntansi Semester mandiri: Hukum Bisnis.

PEMBICARA/NARASUMBER SEMINAR ILMIAH, PENATARAN DAN PELATIHAN

Dosen/pidato berjudul: “Membangun Kesadaran Perempuan untuk Berpolitik” yang disampaikan pada Seminar Nasional Sehari “Perempuan dan Partisipasi dalam Kegiatan Politik di Indonesia” yang diselenggarakan oleh Pusat Ilmu Humaniora bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Persatuan Bangsa dan Politik, Kementerian Negara. Dalam Negeri Republik Indonesia, Bandar Lampung, 2013. NADA SUARA ABADI (NAV KAROKE Cabang Bandar Lampung), di Kepolisian Daerah Provinsi Lampung, Bandar Lampung, 2014. Makalah dipresentasikan pada Third International Interdisciplinary Conference on Social Sciences yang diadakan oleh Universitas Bandar Lampung, 5-7 Juni 2015.

Saksi ahli hukum perbankan dalam kasus tindak pidana perbankan berupa pemberian kredit melebihi batas, di Polda Lampung, Bandar Lampung, 2015. Saksi ahli hukum bisnis dalam kasus di bidang sistem budidaya tanaman, di Polda Lampung , BandarLampung, 2015.

PEMATERI DALAM KUSRSUS ADVOKAT

Pendidikan Khusus Profesi Hukum (Materi: Organisasi Perusahaan termasuk Merger dan Akuisisi II), DPC Peradi - Bandar Lampung, 9 Juni 2012, sebagai pembicara. Pendidikan Khusus Profesi Hukum (Materi: Organisasi Perusahaan termasuk Merger dan Akuisisi II), DPC Peradi - Bandar Lampung, 8 Juni 2013, sebagai pembicara. Pendidikan Khusus Profesi Hukum (Materi: Organisasi Perusahaan termasuk Merger dan Akuisisi II), DPC Peradi - Bandar Lampung, 29 Mei 2015, sebagai pembicara.

Pendidikan Khusus Profesi Hukum (Materi: Organisasi Bisnis Termasuk Merger dan Akuisisi II), DPC Peradi – Bandar Lampung, 17 April 2016, sebagai pembicara. Pendidikan Khusus Profesi Hukum (Materi: Organisasi Bisnis Termasuk Merger dan Akuisisi II), DPC Peradi – Bandar Lampung, 8 Oktober 2016, sebagai pembicara.

PUBLIKASI ILMIAH

Publikasi dalam Jurnal Ilmiah Lembaga Hukum dengan judul: “Perbandingan Aspek Hukum Perbankan Konvensional dan Perbankan Berdasarkan Prinsip Syariah dalam Kegiatan Operasional Lembaga Perbankan di Indonesia”; Penerbit Jurnal Ilmu Hukum Universitas Bandar Lampung; Jilid II 2 Juli 2007; ISSN Penerbit Jurnal Ilmu Hukum Universitas Bandar Lampung; Jilid VI 2 Juli 2011; ISSN Vol.III 1 Maret 2012; ISSN.

Objava v Jurnal Ilmiah Lembaga Hukum z naslovom: “Integrasi Sistem Keuangan di Asia Timur dan Implikasinya Bagi Indonesia Terkait Regulasi Perbankan”; Založnik revije Jurnal Ilmu Hukum, Univerza Bandar Lampung; Vol.VII 2 Juli 2012; ISSN

PUBLIKASI BUKU TEKS

Referensi

Dokumen terkait

vii KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesempatan dan hidayahNya sehingga dapat menyelesaikan penulisan Karya Tulis Ilmiah dengan

vi KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur senantiasa penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan