Nama : Ika Nabila Santika NIM : 1912000056
1-2 SDM adalah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat menjadi maksimal. Hubungan antara menejemen sdm dengan poses menejemen.
- Perencanaan : menentukan sasaran dan standar standar
- Perorganisasian : memberikan tugas spesifik kepada setiap bawahan 1-3 a. melakukan analisis pekerjaan
b. merencanakan kebutuhan tenaga kerja c. memilih seorang calon karyawan
d. mengorientasikan dan melatih karyawan – karyawan baru e. mengatur upah dan gaji
f. memberikan insentif dan keuntungan 1-4 1. Perekrutan dan seleksi
a. Lini (penyedia departemen ) membantu analisis jabatan dengan mendaftarkan tugas-tugas spesifik dan tanggung jawab dari jabatan yang mau di isi. Mewawancarai para calon dan mengambil keputusan seleksi final
b. Staf ( specialis personalia) mengembangkan rencana personalia yang memperlihatkan karyawan yang dapat di promosikan. Melakukan wawancara penyaringan awal dan mengajukan calon calon yang mungkin kepada penyedia departemen.
2. pelatihan dan pengembangan
a. Lini ( penyedia departemen ) memberikan orientasi kepada karyawan sehubungan dengan perusahaan dan jabatan serta menginstuksikan dan melatih karyawan baru.
b. staf ( specialis personalia) menggembangkan alat alat penilaian kinerja dan mempertahankan catatan catatan penilaian.
3. Kompensasi
a. Lini (penyedia departemen ) memutuskan tentang sifat dan jumlah insentif yang dibayarkan kepada bawahan .
b. Staf ( specialis personalia) melakukan survey gaji untuk menentukan bagaimana perusahaan perusahaan lain membayar posisi yang sama dan serupa melayani sebagai sumberdaya dalam menasihatkan menejemen lini sehubungan dengan insentif keuangan dan alternative rencana pembayaran.
1-5 - Meneger lini bertanggung jawab untuk mengarah aktivitas karyawan dalam devinisinya sendiri dan area pelayanan yang terkait
- Menegerstaf mertanggung jawab untuk membantu dan memberikan saran kepada para meneger lini dalam mencapai sasaran didalam menejemen sdm itu sendiri
2-3 Kasus yang diperiksa oleh pengadilan tinggi, yang di dalam nya penggugat mengemukakan bawa persyaratan coll henler harus tamatan SMU adalah diskriminasi yang tidak adil. Dalam keputusan memenangkan penggugat, pengadilan memutuskan bahwa diskriminasi tidak perlu jelas utuk dianggap tidak sah, bahwa praktik employment harus dikatakan dengan pelaksanaan pekerjaan dan bahwa buktu bukti yang di ajukan kepada majiakan memperlihatkan standart pemberian kerja itu berkaitan dengan jabatan.
2-4 Dampak merugikan adalah keseluruhan dapak dari praktik majikan yang mengakibatkan presentase yang sangat tinggi dari anggota kelompok minoritas dan lainnya yang ditolak untuk dipekerjakan, ditempatkan, atau dipromosikan satu tes dari dampak yang merugikan dimana dapat ditunjukan bahwa ada ketidak cocokan antara tingkat penolakan anggota dari suatu kelompok yang dilindungi dan kelompok lainnya.
2-5 Pelecehan seksual ialah merendahkan harga diri secara keasusilaan cara penanganan pelecehan seksual yaitu dengan membuat peraturan perusahaan yang jelas mengatur devinisi pelecehan sosial dan menetapkan sanksi yang keras dan tegas.
2-6 Perlakuan berbeda : salah satu jenis diskriminasi yang melanggar hukum dalam undang undang ketenagakerjaan.
Dampak berbeda : dalam undang undang keternagakerjaan mengacu pada praktik dalam pekerjaan, perumahaan, dan area lain yang secara merugikan mempengaruhi satu kelompok orang dengan karakteristik yang dilindungi lebih dari yang lain, meskipun aturan yang diterapkan oleh pemberi kerja atau tuan tanah secara formal netral.
Jawab :
Kaitan latar belakang abad 21
Abad 21 merupakan era digital yang di tandai dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi. Perkembangan teknologi dan informasi ini mempengaruhi segala aspek kehidupan, tak terkecuali bidang Pendidikan, dimana teknologi menjadi bagian yang integral dengan kehidupan pembelajar. Pesatnya perkembngan zaman ini juga berbanding lurus dengan perkembangan masalah masalah yang dihadapi, dimana masalah masalah yang timbul menjadi semaki kompleks dan di perlukan sumber daya manusia yang mampu menghadapi masalah tersebut. Oleh karena itu, Pendidikan pada abad ini menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas unggul yang mampu menghadapi tantangan global abad 21.