• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ilmu Ekonomi Sebagai Ilmu Sosial

N/A
N/A
Ridwan Pamong

Academic year: 2023

Membagikan "Ilmu Ekonomi Sebagai Ilmu Sosial"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

Ilmu Ekonomi Sebagai Ilmu Sosial

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas individu Mata Kuliah: Pengantar Ekonomi Makro

Dosen pengampu:

Siti Fatimah, M.E

Disusun oleh :

Muhammad Ridwan (ES.221100) Julia Rizki Amelia (ES.221130) Indah Purnama Sari (ES.201094)

PROGRAM STUDI EKONOMI SYARI’AH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI SYARI’AH AL-MUJADDID TANJUNG JABUNG TIMUR

2023

(2)

i

KATA PENGANTAR

ِِمــــــــــــــــــْسِب

ِِهللا ِ

ِِنَمْح َّرلا ِ

ِِمْي ِح َّرلا ِ

Puji syukur ke hadirat Allah S.W.T. Tuhan Yang Maha Esa. Atas rahmat dan hidayah-Nya, saya dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “Ilmu Ekonomi Sebagai Ilmu Sosial” dengan tepat waktu.

Tidak lupa pula saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Siti Fatimah, M.E selaku dosen pengampu yang membimbing saya dalam mengerjakan tugas makalah ini.

Dalam penulisan, saya menyadari makalah ini jauh dari kata sempurna.

Oleh sebab itu, saran dan kritik yang membangun diharapkan demi kesempurnaan makalah ini.

(3)

ii DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... ii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 1

BAB II PEMBAHASAN ... 2

A. Pengertian Ilmu Ekonomi ... 2

B. Istilah Ilmu Ekonomi ... 2

C. Perbedaan Ekonomi Mikro dan Makr ... 7

D. Aliran Dalam Ilmu Ekonomi ... 10

E. Berbagai Isu Dalam Ilmu Ekonomi ... 11

F. Pembangunan Ekonomi ... 13

BAB III PENUTUP ... 15

A. Kesimpulan ... 15

DAFTAR PUSTAKA ... 16

(4)

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Ekonomi adalah studi yang mempelajari bagaimana suatu manusia memenuhi kebutuhan hidupnya. Ekonomi menjadi dasar dari ilmu mengenai pengaturan-pengaturan rumah tangga baik itu rumah tangga konsumen maupun rumah tangga produsen. Ekonomi memiliki peran aktif untuk membantu manusia dalam mengelola sumber daya yang ada. Pada dasarnya, kebutuhan hidup manusia sangat tidak terbatas. Namun, alat pemuas kebutuhan yang tersedia di muka bumi ini terbatas. Inti dari permasalahan ekonomi adalah tidak seimbangnya kebutuhan manusia dengan alat pemuas kebutuhannya. Selain itu, distribusi dari alat pemuas kebutuhannya terkadang memiliki kendala.

Dalam memenuhi kebutuhannya, manusia melakukan permintaan dan penawaran yang dilakukan dalam sebuah pasar. Pasar disini merupakan tempat bertemunya proses permintaan dengan proses penawaran. Sebelum suatu produk memasuki pasar, produk tersebut akan melalui tahap produksi, kemudian akan didistribusikan ke pasar yang nantinya akan dibeli oleh konsumen dan dikonsumsi.

Dalam hal ini, ilmu ekonomi berperan untuk meminimalisir kesalahan yang dapat terjadi di suatu pasar. Dengan adanya analisis terhadap konsumen dan produsen, diharapkan kegiatan dalam pasar tidak akan terlalu terganggu dengan adanya hambatan-hambatan yang terjadi.1

B. Rumusan Masalah

1. Apa pengertian ilmu Ekonomi 2. Apa saja istilah dalam ilmu Ekonomi 3. Apa perbedaan Ekonomi Makro dan Mikro 4. Apa saja isu dalam Ekonomi Makro, Serta 5. Apa itu pembangunan Ekonomi

1 Muhammad Al-fatih, Pengantar Ilmu Ekonomi, (Banten:UNPAM, 2018), h.1

(5)

2 BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Ilmu Ekonomi

Ilmu ekonomi pengertian dari Oikonomia yaitu dari bahasa latin dari asal kata OIKOS yang berarti rumah tangga dan NOMOS yang berarti aturan. Sehingga secara sederhana Ekonomi diartikan sebagai aturan-aturan dalam rumah tangga dalam upaya memenuhi kebutuhan.

Sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan perkembangan ilmu ekonomi, aturan-aturan dalam rumah tangga mengalami penyesuaian serta pengembangan sebagai berikut (Ilmu Ekonomi menurut beberapa ahli):

1. Ilmu ekonomi secara sistematis mempelajari tingkah laku manusia dalam usahanya untuk mengalokasikan sumber – sumber daya yang terbatas guna mencapai tujuan tertentu (ADAM SMITH).

2. Ilmu ekonomi adalah ilmu atau studi yang mempelajari kehidupan manusia sehari – hari (ALFRED MARSHALL)

3. Ilmu ekonomi adalah ilmu pilihan, ilmu ini mempelajari bagaimana orang memilih menggunakan sumber produksi yang langka atau terbatas untuk memproduksi berbagai komoditi dan menyalurkannya keberbagai anggota masyarakat untuk segera dikonsumsi (PAUL A SAMUELSON)2

Inti dari pengertian yang disampaikan dari para ahli tersebut, ilmu ekonomi berperan aktif untuk menyejahterahkan manusia baik secara perorangan maupun kelompok.

B. Istilah dalam Ekonomi

Dalam istilah ekonomi tentunya juga tidak terlepas dari sistem ekonomi yang biasanya memiliki aturan, yakni permintaan meningkat maka harga akan

2 Sri Rahayu, Konsep dasar ilmu Ekonomi, (Jawa Timur: Lima Aksara, 2022), h.2

(6)

3

semakin meningkat. Begitu juga sebaliknya saat permintaan menurun, maka harga akan semakin murah.

Sebagai pengusaha harus mampu memenuhi permintaan tersebut di dalam ilmu Ekonomi, agar dapat mempertahankan usahanya dan bisa terhindar dari masalah risiko keuangan.

Pentingnya mempelajari istilah ekonomi bagi pengusaha, diharapkan pengusaha bisa terhindar dari masalah-masalah ekonomi saat ini.

Berbicara tentang ilmu ekonomi berarti berbicara tentang istilah dalam ekonomi dalam bisnis untuk mempelajari perilaku manusia. Supaya ilmu ini dapat memenuhi kebutuhan orang lain, sehingga dapat ditukar dengan nilai tertentu baik berupa uang atau alat tukar lainnya.

Adapun istilah ekonomi yang berlaku di Indonesia karena istilah ekonomi di berbagai negara itu berbeda. Berikut istilah ekonomi:

1. Konsep Ekonomi Mikro dan Makro

Konsep ekonomi biasanya terdiri dari istilah ekonomi makro dan ekonomi mikro. Dimana dalam istilah ekonomi makro merupakan kegiatan ekonomi yang mencakup keseluruhan ilmu ekonomi. Seperti pendapatan nasional, pertumbuhan ekonomi, inflasi, kebijakan ekonomi pemerintah, pendapatan per kapita, pengangguran, valuta asing dan masih banyak lagi.

Sedangkan istilah dalam ekonomi mikro merupakan cakupan dalam skala kecil seperti teori produksi, teori perilaku produsen, struktur pasar, teori konsumsi, manajemen anggaran keuangan perusahaan, konsep elastisitas dan masih banyak lagi. Dari istilah ekonomi makro dan mikro tersebut sangat berkesinambungan satu sama lain, sehingga terciptanya kemakmuran dalam suatu negara.

2. Hukum Permintaan dan Penawaran

Istilah ekonomi pada penawaran dan permintaan sangat berkaitan dengan harga pasar atau dikenal dengan istilah hukum pasar. Dimana hukum penawaran terjadi adanya meningkatnya kuantitas barang atau jasa meningkat maka berbanding positif dengan harga barang meningkat pula.

(7)

4

Begitu pula sebaliknya jika hukum permintaan terjadi meningkatnya kuantitas barang atau jasa meningkat akan tetapi berbanding negatif karena harga barang menurun pula. Kedua hukum tersebut sangat berkaitan dengan titik keseimbangan pasar atau biasa disebut titik ekuilibrium.

3. Istilah Ekonomi Suku Bunga

Mengenal istilah suku bunga pastinya para pengusaha akan selalu berhubungan dengan perantara keuangan baik itu lembaga keuangan bank maupun lembaga keuangan non-bank.

Khususnya lembaga keuangan bank pastinya akan selalu bersedia meminjamkan uang atau dana segar kepada para pengusaha dan bank tersebut akan menetapkan suku bunga atas pinjaman kredit dalam jangka waktu yang sudah ditentukan.

Jika akan memberikan kredit pinjaman sesuai dengan kemampuan membayar angsuran debitur, biasanya pihak bank akan menilai kemampuan membayar angsuran debitur dengan meminta dan membaca laporan keuangan usaha calon debitur tersebut.

4. Inflasi dan Deflasi

Mempelajari ilmu ekonomi Anda harus mengetahui penyebab terjadi inflasi di suatu negara, karena inflasi ini merupakan masalah yang cukup serius bagi para pengusaha.

Dalam menjalankan bisnis, Anda harus mencari cara agar tetap bisa bertahan walaupun dengan kondisi inflasi, dimana semua harga keseluruhan akan meningkat sehingga daya beli masyarakat akan menurun.

Begitu pula dengan deflasi adalah bertolak-belakang dengan inflasi yakni, adanya penurunan tingkat harga secara keseluruhan dan meningkatnya tingkat daya beli masyarakat.

5. Marginal Utility

(8)

5

Pada dasarnya marginal utility dapat diartikan sebagai tingkat kepuasan yang diperoleh ketika mengkonsumsi atau menggunakan suatu barang atau jasa. Dengan begitu semakin banyak barang yang dikonsumsi maka semakin akan mengurangi tingkat kepuasan terhadap barang tersebut.

Marginal utility sering digunakan oleh perusahaan karena dapat menentukan harga dan memperkiraan kemungkinan pasar dimasa yang akan datang.

6. Opportunity Coasts (Biaya Peluang)

Biaya peluang atau opportunity cost biasanya sangat dieratkan dengan kondisi seseorang yang harus mampu membaca peluang, atau membuat keputusan lebih baik dengan mengorbankan pekerjaan yang ditekuni saat ini.

Biaya peluang ini sangat mempengaruhi prinsip ekonomi dalam diri seseorang dalam menentukan keputusan yang akan diambil. Misalnya sebagai seorang manager yang memiliki gaji hampir 20 juta/bulan akan tetapi dia harus bekerja sebanyak 8-12 jam dalam sehari.

Dengan biaya peluang manager tersebut memutuskan untuk resign dari pekerjaannya dan lebih memilih menjadi pengusaha. Bahkan meneruskan usaha rumah makan dengan jam kerja cukup 5-6 jam dalam sehari, dan memiliki peluang untuk bisa berpenghasilan lebih dari 20 juta/bulan dengan membuka cabang barunya.

7. Jenis-jenis Pasar

Dalam mempelajari ilmu ekonomi anda akan disajikan dengan tiga jenis pasar yaitu pasar barang dan jasa, pasar tenaga kerja dan pasar keuangan.

Dari ketiga jenis pasar tersebut memiliki kesamaaan yaitu pasti akan bertemunya antara penjual dan pembeli dalam suatu tempat untuk dapat bisa memenuhi kebutuhan masing-masing.Seperti di pihak pembeli mencari barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhannya maupun di pihak penjual

(9)

6

membutuhkan dana atau alat tukar berupa uang untuk bisa mempertahankan usahanya.

8. Istilah Ekonomi Kebijakan Fiskal

Merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mempengaruhi perekonomian dalam suatu negara. Dimana kebijakan fiskal ini menetapkan adanya penghematan belanja pemerintah, dengan meningkatkan tingkat pajak sehingga akan mempengaruhi kegiatan ekonomi suatu negara.

Seperti contoh di era presiden Jokowi tepatnya tahun 2014 hingga 2018, pemerintah menetapkan tax holiday, pengurangan BBM, pajak amnesti untuk UMKM.

9. Siklus Ekonomi Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter ini difungsikan untuk menjaga kestabilan ekonomi dalam suatu negara. Kebijakan ini merupakan pencapaian dari tujuan ekonomi makro, dengan bank sentral menetapkan kebijakan suku bunga kredit agar perekonomian tetap stabil.

Selain suku bunga kredit, peningkatan suku bunga deposito juga merupakan contoh dari kebijakan moneter.

10. Siklus Bisnis

Perekenomian akan mengalami bergantian siklus bisnis yang memiliki beberapa fase utama, di antaranya:

a. Siklus ekspansi, dalam fase ini Anda akan mencoba berbagai cara untuk ekspansi bisnis Anda.

b. Siklus puncak, dimana dalam fase ini perusahaan melakukan inovasi dengan memproduksi barang atau jasa diluar dari lini bisnis yang ada.

c. Siklus resesi, dalam fase ini terjadi penurunan aktivitas ekonomi secara signifikan sehingga dapat mempengaruhi ekonomi perusahaan.

(10)

7

d. Siklus depresi, fase ini merupakan bagian dari titik terendah dalam bisnis.3

C. Pebedaan Ekonomi Mikro dan Makro

Secara garis besar ilmu ekonomi dapat dipisahkan menjadi dua yaitu ilmu ekonomi mikro dan ilmu ekonomi makro. Dibawah ini Perbedaan dari Ekonomi Mikro dan ekonomi Makro.

1. Ekonomi Makro

Ilmu ekonomi makro mempelajari variabel-variabel ekonomi secara agregat (keseluruhan). Variabel-variabel tersebut antara lain: pendapatan nasional, kesempatan kerja dan atau pengangguran, jumlah uang beredar, laju inflasi, pertumbuhan ekonomi, maupun neraca pembayaran internasional.

Ilmu ekonomi makro mempelajari masalah-masalah ekonomi utama sebagai berikut :

a. Sejauh mana berbagai sumber daya telah dimanfaatkan di dalam kegiatan ekonomi. Apabila seluruh sumber daya telah dimanfaatkan keadaan ini disebut full employment. Sebaliknya bila masih ada sumber daya yang belum dimanfaatkan berarti perekonomian dalam keadaanunder employment atau terdapat pengangguran/belum berada pada posisi kesempatan kerja penuh.

b. Sejauh mana perekonomian dalam keadaan stabil khususnya stabilitas di bidang moneter. Apabila nilai uang cenderung menurun dalam jangka panjang berarti terjadi inflasi. Sebaliknya terjadi deflasi.

c. Sejauh mana perekonomian mengalami pertumbuhan dan pertumbuhan tersebut disertai dengan distribusi pendapatan yang membaik antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan dalam distribusi pendapatan terdapat trade off maksudnya bila yang satumembaik yang lainnya cenderung memburuk.

Ekonomi Makro merupakan kegiatan perekonomian yang mempelajari secara keseluruhan, artinya dalam cabang ilmu ekonomi makro menjelaskan

3 Fina Pratiwi, “10 Istilah Ekonomi yang perlu anda ketahui sebagai pengusaha”, Di akses pada tanggal 28 September, 2023. Dari https://www.harmony.co.id/blog/istilah-ekonomi/

(11)

8

perubahan ekonomi yang memengaruhi banyak masyarakat, perusahaan, dan pasar. Dalam perkembangan Ekonomi Makro berkaitan dengan masalah ekonomi publik (negara). Aspek analisis dalam Ekonomi Makro adalah sebagai berikut:

a. Pendapatan Nasional b. Investasi

c. Kesempatan Kerja d. Inflasi

e. Neraca Pembayaran 2. Ekonomi Mikro

Sementara ilmu ekonomi mikro mempelajari variabel-variabel ekonomi dalam lingkup kecil misalnya perusahaan, rumah tangga. Dalam ekonomi mikro ini dipelajari tentang bagaimana individu menggunakan sumber daya yang dimilikinya sehingga tercapai tingkat kepuasan yang optimum. Secara teori, tiap individu yang melakukan kombinasi konsumsi atau produksi yang optimum bersama dengan individu-individu lain akan menciptakan keseimbangan dalam skala makro dengan asumsi ceteris paribus.

Ekonomi mikro merupakan kegiatan perekonomian yang mempelajari hanya pada bagian kecilnya, artinya bagian kecilnya yaitu seperti perilaku konsumen dan perusahaan serta penentuan harga-harga pasar dan kuantitas faktor input, barang, dan jasa yang diperjualbelikan. Dalam perkembangan ekonomi mikro yang kini telah melahirkan beragam teori dan konsep mengenai ekonomi regional, ekonomi manajerial, ekonomi lingkungan, dan ekonomi sumber daya alam. Dalam aspek analisis Ekonomi Mikro adalah sebagai berikut:

a. Anilisis biaya dan manfaat b. Teori permintaan dan penawaran c. Elastisitas

d. Model-model pasar e. Industri

(12)

9

f. Teori Produksi g. Teori Harga

Ekonomi makro dan ekonomi mikro saling terkait menurut Gregory Mankew, karena perubahan ekonomi yang secara makro (menyeluruh), tentu saja dampak/hasilnya pada perubahan ada pada individu-individu yang berjuta-juta akan merasakan dan melakukan kegiatan ekonomi, Dengan demikian, perubahan yang ada pada ekonomi makro, merupakan hasil dari perubahan yang terjadi dalam ekonomi mikro.4

Perbedaan Ekonomi Mikro dan Makro

Dilihat Dari Ekonomi Mikro Ekonomi Makro Harga Harga ialah nilai dari suatu

komoditas (barang tertentu saja)

Harga adalah nilai dari komoditas secara agregat (keseluruhan)

Unit Analisis

Pembahasan tentang kegiatan ekonomi secara individual.

Contohnya permintaan dan dan penawaran, perilaku konsumen, perilaku

produsen, pasar, penerimaan, biaya dan laba atau rugi perusahaan

Pembahasan tentang kegiatan Ekonomi secara keseluruhan.

Contohnya pendapatan nasional, pertumbuhan ekonomi, inflasi, pengangguran, investasi dan kebijakan ekonomi.

Tujuan Analisis

Lebih memfokuskan pada analisis tentang cara

mengalokasikan sumber daya agar dapat dicapai kombinasi yang tepat.

Lebih memfokuskan pada analisis tentang pengaruh kegiatan ekonomi terhadap perekonomian secara keseluruhan

4 Avita meliia Sugiono, Perbedaan Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro, (Jawa Timur:

Universitas Brawijaya, 2016), h.1

(13)

10

D. Aliran Dalam Ilmu Ekonomi

Aliran pemikiran ekonomi atau mazhab pemikiran ekonomi adalah beragam pendekatan dalam sejarah pemikiran ekonomi yang cukup penting untuk dikelompokkan sebagai aliran pemikiran. Meskipun para ekonom tidak selalu tergabung dalam aliran tertentu, terutama pada era modern, pengelompokan ekonomi ke dalam sejumlah aliran pemikiran umum terjadi dalam ilmu ekonomi.

Pemikiran ekonomi dapat dibagi menjadi tiga tahap, yakni pramodern (Yunani- Romawi, India, Persia, Arab, dan Tiongkok), modern awal (merkantilisme, fisiokrat), dan modern (dimulai dengan pemikiran Adam Smith dan ekonomi klasik pada akhir abad ke-18). Teori ekonomi yang sistematis telah berkembang sejak awal era modern.

Saat ini, sebagian besar ekonom mengikuti pendekatan yang disebut dengan ekonomi arus utama (atau 'ekonomi ortodoks'). Ekonomi arus utama terbagi menjadi dua aliran, yakni aliran 'air asin' (terkait dengan Berkeley, Harvard, MIT, Pennsylvania, Princeton, dan Yale), dan pemikiran laissez-faire dari aliran 'air tawar' (terkait dengan Universitas Carnegie Mellon, Rochester, Minnesota, dan Eropa). Kedua aliran pemikiran ini dikenal dengan sintesis neoklasik.

Beberapa pendekatan yang berpengaruh pada masa lalu, seperti aliran sejarah ekonomi dan ekonomi institusional, tidak lagi berlaku atau berkurang pengaruhnya, dan saat ini dianggap sebagai pendekatan heterodoks. Pemikiran heterodoks terkini termasuk feminis, ekonomi hijau, ekonomi pascaautistik, dan termoekonomi. Aliran pemikiran ekonomi atau mazhab pemikiran ekonomi adalah beragam pendekatan dalam sejarah pemikiran ekonomi yang cukup penting untuk dikelompokkan sebagai aliran pemikiran. Meskipun paran ekonomi tidak selalu tergabung dalam aliran tertentu, terutama pada era modern, pengelompokan ekonom ke dalam sejumlah aliran pemikiran umum terjadi dalam ilmu ekonomi.

Pemikiran ekonomi dapat dibagi menjadi tiga tahap, yakni pramodern (Yunani- Romawi, India, Persia, Arab, dan Tiongkok), modern awal (merkantilisme, fisiokrat), dan modern (dimulai dengan pemikiran Adam Smith dan ekonomi klasik pada akhir abad ke-18). Teori ekonomi yang sistematis telah berkembang sejak awal era modern.

(14)

11

Saat ini, sebagian besar ekonomi mengikuti pendekatan yang disebut dengan ekonomi arus utama (atau 'ekonomi ortodoks'). Ekonomi arus utama terbagi menjadi dua aliran, yakni aliran 'air asin' (terkait dengan Berkeley, Harvard, MIT, Pennsylvania, Princeton, dan Yale), dan pemikiran laissez-faire dari aliran 'air tawar' (terkait dengan Universitas Carnegie Mellon, Rochester, Minnesota, dan Eropa). Kedua aliran pemikiran ini dikenal dengan sintesis neoklasik.

Beberapa pendekatan yang berpengaruh pada masa lalu, seperti aliran sejarah ekonomi dan ekonomi institusional, tidak lagi berlaku atau berkurang pengaruhnya, dan saat ini dianggap sebagai pendekatan heterodoks. Pemikiran heterodoks terkini termasuk feminis, ekonomi hijau, ekonomi pascaautistik, dan termoekonomi.5

E. Berbagai Isu dalam Ekonomi Makro

Indonesia merupakan salah satu negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Namun, seperti negara lainnya, Indonesia juga mengalami permasalahan dalam bidang ekonomi makro. Permasalahan tersebut bisa berdampak pada kestabilan ekonomi negara dan kesejahteraan masyarakat.

Apa saja yang menjadi permasalahan ekonomi makro di indonesia, Berikut ulasannya:

1. Inflasi

Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dalam jangka waktu tertentu. Inflasi yang tinggi bisa berdampak pada daya beli masyarakat yang menurun, sehingga mereka sulit memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penyebab inflasi di Indonesia antara lain kenaikan harga bahan bakar minyak, kenaikan harga pangan, serta tingginya biaya produksi.

2. Devisit Neraca Perdagangan

Defisit neraca perdagangan terjadi ketika nilai impor suatu negara lebih tinggi daripada nilai ekspornya. Hal ini bisa terjadi karena kurangnya produksi dalam negeri, ketergantungan terhadap impor, serta kenaikan

5 WikiPedia, “Aliran pemikiran Ekonomi”, Diakses pada tanggal 29 September 2023, Dari https://id.wikipedia.org/wiki/Aliran_pemikiran_ekonomi

(15)

12

harga barang impor. Defisit neraca perdagangan yang tinggi bisa berdampak pada melemahnya nilai tukar rupiah dan merosotnya kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.

3. Tingginya tingkat Pengangguran

Tingkat pengangguran yang tinggi bisa menjadi indikasi kurangnya lapangan kerja yang tersedia di suatu negara. Hal ini bisa disebabkan oleh lambatnya pertumbuhan ekonomi, rendahnya investasi, serta kurangnya keterampilan yang dimiliki oleh tenaga kerja. Tingginya tingkat pengangguran bisa berdampak pada meningkatnya kemiskinan dan ketimpangan sosial.

4. Pertumbuhan Ekonomi yang Rendah

Pertumbuhan ekonomi yang rendah bisa menjadi indikasi bahwa perekonomian suatu negara tidak berkembang dengan optimal. Hal ini bisa disebabkan oleh faktor-faktor seperti kurangnya investasi, rendahnya produktivitas, serta perlambatan pertumbuhan ekonomi di negara-negara mitra dagang. Pertumbuhan ekonomi yang rendah bisa berdampak pada turunnya lapangan kerja, naiknya tingkat kemiskinan, serta menurunnya daya beli masyarakat.

5. Ketergantungan terhadap sumber daya alam

Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, seperti minyak bumi, gas alam, dan batu bara. Namun, ketergantungan terhadap sumber daya alam ini bisa menjadi masalah jika tidak diimbangi dengan diversifikasi ekonomi. Ketika harga komoditas sumber daya alam menurun, perekonomian Indonesia bisa terdampak secara signifikan.

6. Kesenjangan sosial dan ekonomi

Kesenjangan sosial dan ekonomi di Indonesia masih menjadi masalah yang belum terselesaikan. Terdapat kesenjangan antara kaya dan miskin, antara wilayah urban dan rural, serta antara kelompok etnis. Kesenjangan sosial dan ekonomi bisa berdampak pada ketidakadilan dalam distribusi pendapatan dan kesempatan, serta meningkatkan risiko konflik sosial.

7. Korupsi

(16)

13

Korupsi adalah salah satu permasalahan utama di Indonesia yang berdampak pada ekonomi makro. Korupsi bisa mengakibatkan pemborosan anggaran, memperlambat pembangunan, serta merusak kepercayaan investor. Korupsi juga bisa menjadi penghambat bagi reformasi ekonomi dan perbaikan tata kelola pemerintahan.

8. Tingginya hutang luar negeri

Tingkat hutang luar negeri yang tinggi bisa menjadi beban yang cukup besar bagi perekonomian Indonesia. Hal ini bisa berdampak pada peningkatan risiko krisis keuangan, penurunan nilai tukar rupiah, serta pembatasan kebijakan fiskal dan moneter. Tingkat hutang luar negeri yang tinggi juga bisa mengurangi kemampuan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.6

F. Pembangunan Ekonomi

Berbicara tentang ekonomi pembangunan, tidak ada salahnya jika kita perlu memberikan penjelasan mengenai arti penggunaan istilah tersebut. Karena Ekonomi Pembangunan tidak selalu identik dengan pertumbuhan ekonomi dan juga pendapatan per kapita, dimana frasa ini menggabungkan beberapa hal, yaitu pertumbuhan mandiri yang berkelanjutan, perubahan struktural dalam pola produksi, peningkatan teknologi, modernisasi sosial, politik dan kelembagaan, hingga peningkatan dan perbaikan kesejahteraan manusia. Salah satu ahli, Kuznets, identik dengan kata "pembangunan" karena mewakili tiga elemen, yaitu sebagai sejarawan pembangunan, ahli teori pembangunan institusional, dan ahli ekonomi pembangunan neoklasik tahun delapan puluhan. Kuznets telah menambahkan lingkup dan peran pasar dalam pengambilan keputusan ekonomi (melalui ide modernisasi kelembagaan), yang kelak dikenal dengan pembangunan Kuznetsian.

Para ahli teori modernisasi juga telah menambahkan faktor politik dan sosial kedalam transformasi definisi ekonomi pembangunan, yang mana pembangunan perlu melibatkan kewirausahaan kedalam evolusi sosial budaya sebagai bagian dari

6 Sonara.id, “Permasalahan Ekonomi Makro di Indonesia beserta Penyebab dan Dampaknya”. Diakses pada tanggal 29 September 2023. Dari

https://www.sonora.id/read/423738339/permasalahan-ekonomi-makro-di-indonesia-beserta- penyebab-dan-dampaknya?page=2

(17)

14

aspek pembangunan. Selain itu, kesenjangan dari proses pertumbuhan selama dua dekade pertama telah menarik minat developmentalist untuk semakin peduli terhadap kesejahteraan masyarakat miskin, yang tentu saja hal ini mendorong peningkatan kesejahteraan nasional yang secara eksplisit menjadi bagian dari karakteristik ekonomi pembangunan sehingga menjadi pembeda dari hanya sekadar pertumbuhan ekonomi dan juga pendapatan perkapita.

Jika ekonomi pembangunan adalah sekumpulan pemikiran yang bertujuan membantu negara-negara mengejar ketertinggalannya, terutama dalam pendapatan per kapita, maka cabang ilmu ini telah menjadi salah satu yang tertua dalam ilmu ekonomi. Diawali dari industrialisasi di Inggris hingga restorasi Meiji di Jepang.

Sebagai sebuah sub disiplin ilmu, ekonomi pembangunan telah menjadi cabang ilmu yang mapan sejak pertengahan tahun 40-an dan awal 50-an, terus berlanjut hingga periode berikutnya hingga sekarang. Selama periode tersebut, para ahli ekonomi pembangunan telah menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi dapat berhasil, karena ada beberapa negara yang dianggap mampu mencapai tahap tinggal landas sebagai pijakan menuju pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, juga adanya fakta bahwa ekonomi pembangunan memiliki peran yang menentukan untuk memberikan garansi keberhasilan pembangunan ekonomi berkelanjutan. Saat ini, ekonomi pembangunan menjadi jauh lebih komprehensif dan analitis dibandingkan sebelumnya.7

7 Arif Rahman Hakim, Ekonomi Pembangunan, (Jakarta: Universitas Airlangga, 2019), h.4

(18)

15 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan

Ekonomi adalah studi yang mempelajari bagaimana suatu manusia memenuhi kebutuhan hidupnya. Ekonomi menjadi dasar dari ilmu mengenai pengaturan- pengaturan rumah tangga baik itu rumah tangga konsumen maupun rumah tangga produsen.

Ilmu ekonomi pengertian dari Oikonomia yaitu dari bahasa latin dari asal kata OIKOS yang berarti rumah tangga dan NOMOS yang berarti aturan. Sehingga secara sederhana Ekonomi diartikan sebagai aturan-aturan dalam rumah tangga dalam upaya memenuhi kebutuhan.

Ilmu ekonomi makro mempelajari variabel-variabel ekonomi secara agregat (keseluruhan). Variabel-variabel tersebut antara lain: pendapatan nasional, kesempatan kerja dan atau pengangguran, jumlah uang beredar, laju inflasi, pertumbuhan ekonomi, maupun neraca pembayaran internasional.

Sementara ilmu ekonomi mikro mempelajari variabel-variabel ekonomi dalam lingkup kecil misalnya perusahaan, rumah tangga. Dalam ekonomi mikro ini dipelajari tentang bagaimana individu menggunakan sumber daya yang dimilikinya sehingga tercapai tingkat kepuasan yang optimum.

(19)

16

DAFTAR PUSTAKA

Al-fatih, Muhammad. Pengantar Ilmu Ekonomi, (Banten:UNPAM, 2018).

Rahayu, Sri. Konsep dasar ilmu Ekonomi, (Jawa Timur: Lima Aksara, 2022).

Pratiwi, Fina. “10 Istilah Ekonomi yang perlu anda ketahui sebagai pengusaha”, Di akses pada tanggal 28 September, 2023. Dari https://www.harmony.co.id/blog/istilah-ekonomi/

meliia Sugiono, Avita. Perbedaan Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro, (Jawa Timur: Universitas Brawijaya, 2016).

WikiPedia, “Aliran pemikiran Ekonomi”, Diakses pada tanggal 29 September 2023, Dari https://id.wikipedia.org/wiki/Aliran_pemikiran_ekonomi Sonara.id, “Permasalahan Ekonomi Makro di Indonesia beserta Penyebab dan

Dampaknya”. Diakses pada tanggal 29 September 2023. Dari https://www.sonora.id/read/423738339/permasalahan-ekonomi-makro-di- indonesia-beserta-penyebab-dan-dampaknya?page=2

Rahman Hakim, Arif. Ekonomi Pembangunan, (Jakarta: Universitas Airlangga, 2019).

Referensi

Dokumen terkait

Perubahan perilaku kesehatan masyarakat erat kaitannya dengan ilmu sosial seperti psikologi, demografi,dan lain-lain karena pada masyarakat faktor-faktor tersebut berperan

Secara garis besar, perkembangan aliran pemikiran dalam ilmu ekonomi diawali oleh apa yang disebut sebagai aliran klasik.. Aliran yang

Para ahli ilmu-ilmu sosial telah memerinci sekitar 8 disiplin ilmu sosial yang mendukung untuk pengembangan program social studies yang meliputi: antropologi, ekonomi,

Mengingat konsep Ilmu Ekonomi sebagai tolak ukur kajian pertumbuhan ekonomi yang sudah terlanjur diyakini serta diterapkan secara luas, maka kita tidak boleh ketinggalan dan mau

 Ilmu ekonomi berperan dalam rasionalisasi pemilihan dan pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan, terutama yang menyangkut

 Ekonomi kelembagaan menjadi bagian dari ilmu ekonomi yang berperan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan sosial, humaniora, ekonomi, budaya dan terutama ekonomi politik.

Faktor-faktor ekologi atau lingkungan seperti, sosial budaya, agama, politik, ekonomi, hukum, dan pertahanan keamanan memang sangat berperan dalam sistem

Mata kuliah ini mengajarkan berbagai konsep dasar dan teori-teori ilmu sosial terutama yang terkait dengan perspektif sosiologi, antropologi, politik, ekonomi, psikologi sosial,