PENDAHULUAN
Latar Belakang
Bank syariah adalah bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah dan menurut jenisnya terdiri dari Bank Umum Syariah (BUS), Unit Usaha Syariah (UUS) dan Bank Keuangan Rakyat Syariah (BPRS). Sesuai dengan namanya, jual beli dengan akad murabahah merupakan akad yang digunakan bank syariah untuk produk pembiayaan konsumen BSI Griya Hasanah dimana bank a.
Rumusan Masalah
Tujuan dan Manfaat Penelitian
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
BSI KCP Praya Sudirman 2 : hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan terkait pelaksanaan akad murabahah pembiayaan BSI griya hasanah di PT. BSI KCP Praya Sudirman 2. 2) Bagi nasabah/masyarakat umum: hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang akad murabahah dalam pembiayaan BSI griya hasanah.
Ruang Lingkup dan Setting Penelitian
- Ruang Lingkup Penelitianp
- Setting Penelitian
Berdasarkan hasil observasi awal peneliti, alasan utama dilakukannya penelitian di lokasi ini antara lain dalam pelaksanaan akad murabahah khususnya pada pembiayaan BSI griya hasanah. Oleh karena itu peneliti tertarik dengan penelitian “Implementasi Akad Murabahah Pada Pembiayaan BSI Griya Hasanah”.
Telaah Pustaka
Persamaan dan perbedaan dengan penelitian ini adalah persamaan keduanya terletak pada penelitian penerapan akad murabahah dalam pembiayaan BSI griya hasanah. Persamaan dan perbedaan dengan penelitian ini adalah persamaan keduanya terletak pada pembahasan pelaksanaan akad murabahah.
Kerangka Teori
- Konsep Umum Tentang Akad Murabahah dan
- Konsep Pembiayaan Bank Syariah
Dapat diartikan bahwa murabahah adalah perjanjian antara bank dengan nasabah dalam bentuk pembiayaan pembelian suatu barang yang dibutuhkan nasabah. Yaitu pihak yang ingin menerima barang yang diharapkan dengan membayar sejumlah uang tertentu kepada penjual. Bank menyediakan barang yang dibutuhkan nasabah dengan cara membeli barang dari pemasok, kemudian menjualnya kepada nasabah dengan harga yang lebih tinggi dari harga beli yang dilakukan oleh bank syariah.
Sehubungan dengan itu, bank harus secara jujur memberitahukan kepada nasabah tentang harga pokok barang berikut biaya yang dikeluarkan. g) Pelanggan membayar harga barang yang disepakati dalam jangka waktu yang disepakati. h) Untuk mencegah penyalahgunaan atau kerusakan kontrak, bank dapat mengadakan kontrak khusus dengan nasabah. 21Sutan Remy Sjahdeini, produk dan aspek hukum perbankan syariah, cet. i) Jika bank ingin mewakili nasabah dalam pembelian barang dari pihak ketiga, akad jual beli murabahah harus dibuat setelah barang tersebut secara prinsip menjadi milik bank. Hukum berlaku untuk "Saya mewakili Anda untuk pengiriman barang". meskipun al-deputi tidak tahu komoditas atau barang apa yang akan dikirim. Analisis pendanaan merupakan proses analisis yang dilakukan oleh bank syariah untuk menilai suatu permohonan pendanaan yang diajukan oleh calon nasabah.
Analisis pembiayaan adalah proses analisis yang dilakukan oleh bank syariah untuk mengevaluasi permohonan pendanaan yang telah diajukan oleh calon nasabah.
Metode penelitian
- Pendekatan Penelitian
- Kehadiran Peneliti
- Lokasi Penelitian
- Jenis dan Sumber Data
- Tehnik Pengumpulan Data
- Tehnik Analisis data
- Keabsahan Data/Validitas Data
Terlebih lagi dari segi informasi yang akurat, dimana peneliti bertindak sebagai pencari data langsung ke lapangan, dan juga peneliti sangat membutuhkan untuk mendapatkan data yang real mengenai pelaksanaan akad murabahah pembiayaan griya hasanah BSI di PT. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif.Data kualitatif adalah data yang digunakan oleh peneliti dalam pengumpulan data dimana pengumpulan data itu sendiri. Data primer adalah data yang diambil dari sumber data pertama di lapangan tempat dihasilkannya suatu data.
Selain data yang diperoleh melalui observasi dan wawancara, dokumentasi tidak dapat dipisahkan Metode dokumentasi adalah metode pengumpulan data kualitatif dengan cara melihat atau menganalisis dokumen Dokumen adalah catatan peristiwa masa lalu. Proses analisis yang dilakukan peneliti dalam hal ini adalah terlebih dahulu harus mereduksi data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi terkait pelaksanaan akad murabahah pembiayaan griya hasanah BSI oleh peneliti kemudian mengklasifikasikannya. Dengan adanya validitas merupakan bagian yang sangat penting dalam suatu penelitian karena data yang dihasilkan harus dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan fakta yang ada.
Dalam hal ini peneliti menggunakan metode triangulasi sumber, karena praktik triangulasi digambarkan dengan kegiatan peneliti yang bertanya kepada informan A dan mengklarifikasinya dengan informan B dan mendalaminya dengan informan C, sehingga dalam hal ini peneliti mendapatkan data yang benar-benar akurat tentang pelaksanaan akad murabahah pada pembiayaan griya hasanah BSI Swedia BSI KCP2dir.
Sistematika Pembahasan
Yang relevan dengan temuan dalam penelitian adalah pelaksanaan akad murabahah untuk pembiayaan BSI griya hasanah. Ketepatan referensi merupakan salah satu cara yang dilakukan peneliti dalam teknik pengumpulan data sebanyak-banyaknya, baik yang berasal dari sumber selain orang yaitu sumber lapangan atau buku dan media lain yang tujuannya untuk menjelaskan dan mempermudah sebagai acuan penyajian data. Bab ini berisi pembahasan penelitian yang meliputi proses analisis penelitian lapangan berdasarkan temuan-temuan yang telah dijelaskan pada bab II.
Bab ini berisi kesimpulan yang berisi kesimpulan dan saran dari pembahasan yang menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dituangkan dalam fokus penelitian.
AKAD MURABAHAH PADA PEMBIAYAAN BSI
Gambaran Umum Lokasi Penelitian
- Sejarah Berdirinya PT. BSI KCP Praya Sudirman 2
- Letak Geogrefis PT. BSI KCP Praya Sudirman
- Struktur Pengurus pada PT. BSI KCP Praya
- Visi dan Misi
- Situasi dan Kondisi Fisik
- Produk Pembiayaan Pada PT. BSI KCP Praya
Pembiayaan griya hasanah BSI merupakan fasilitas pembiayaan konsumen yang diberikan kepada anggota masyarakat untuk melakukan pembelian, Dari hasil wawancara dan analisis data yang dilakukan peneliti terhadap pelaksanaan akad murabahah pada pembiayaan griya hasanah BSI di PT. Sesuai dengan hasil analisis yang diperoleh peneliti terhadap pelaksanaan akad murabahah pembiayaan griya hasanah BSI pada PT.
BSI KCP Praya Sudirman 2 pada produk pembiayaan BSI griya hasanah menunjukkan bahwa pelaksanaan akad murabahah dilakukan dengan dua model masing-masing. Berdasarkan uraian pembahasan yang telah peneliti uraikan pada bab sebelumnya mengenai pelaksanaan akad murabahah untuk pembiayaan BSI griya hasanah di PT. Pada produk pembiayaan BSI griya hasanah menunjukkan bahwa pelaksanaan akad murabahah dilakukan dengan dua model yaitu.
Setelah penulis memaparkan hal-hal mengenai pelaksanaan akad murabahah pada pembiayaan griya hasanah BSI di PT. Kendala apa saja yang dihadapi bank dalam pembiayaan BSI Griya Hasanah di BSI KCP Praya Sudirman 2. Berapa uang muka yang dikeluarkan nasabah untuk membiayai BSI Griya Hasanah di BSI KCP Praya Sudirman 2.
Mekanisme Pembiayaan BSI Griya Hasanah Pada PT
Penerapan Akad pada Produk Pembiayaan BSI Griya
Dalam praktiknya, dalam sistem murabahah BSI griya hasanah, tidak seluruhnya bank yang membeli rumah tersebut, tetapi ada skema dimana pembelian rumah diserahkan kepada nasabah sebagai perwakilan bank, yang sebelumnya mengadakan akad wakalah antara bank dan nasabah. Pembiayaan pemilikan rumah biasa disebut dengan BSI griya hasanah yaitu pembiayaan konsumen untuk pembelian, pembangunan dan renovasi rumah. Saat ini nasabah yang menggunakan pembiayaan griya hasanah BSI sebanyak 65% yaitu 39 nasabah dan 35% yaitu 21 nasabah lainnya menggunakan akad tambahan wakalah yang disebut murabahah bil wakalah.
Pembiayaan pemilikan rumah/pembiayaan konsumen disebut BSI griya hasanah yaitu pembiayaan jangka pendek, menengah dan panjang untuk membiayai pembelian atau renovasi rumah. Keunggulan pembiayaan griya hasanah BSI adalah tingkat cicilan tetap, harga terendah dengan syarat untuk karyawan atau pengusaha yang gajinya di atas 5 juta. Dalam pembiayaan griya hasanah BSI tentunya tidak lepas dari risiko yang akan dihadapi, adapun kasus yang dihadapi bank antara lain:
Contoh nasabah yang mengalami kesulitan dalam pembiayaan BSI griya hasanaha adalah nasabah (mantan) yang diberikan pilihan pembiayaan sebesar 700 juta dengan jangka waktu 10 tahun, namun karena faktor alam usaha nasabah mengalami penurunan, akibatnya nasabah tidak dapat melakukan pembayaran kepada bank, dimana dalam penyelesaiannya dilakukan oleh bank, mereka memantau nasabah dan mengurangi angsuran kepada nasabah, namun apabila nasabah tidak mampu dan tidak mau maka bank akan melakukan pelelangan atas nasabah tersebut. asuransi.
Analisis Akad Murabahah Pada Pembiayaan BSI Griya
Mekanisme Pembiayaan BSI Griya Hasanah
Persamaan dan perbedaan dengan penelitian ini adalah kesamaan terletak pada penggunaan produk pembiayaan griya hasanah BSI. Sedangkan penelitian ini berfokus pada penerapan akad murabahah dan mekanisme pembiayaan BSI griya iB hasanah di PT. Dalam wawancara ini peneliti mewawancarai informan yang berada di lokasi penelitian yaitu staf bagian pembiayaan mengenai pelaksanaan akad murabahah pembiayaan griya hasanah BSI di PT.
Dokumen merupakan pelengkap penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif. Kendala Produk Pembiayaan Griya Hasanah BSI Dalam pelaksanaan pembiayaan BSI griya hasanah terdapat beberapa kendala bagi BSI KCP Praya Sudirman 2 yaitu: 79.
PENUTUP
Kesimpulan
BSI KCP Praya Sudirman 2 yaitu pendataan lead, audit BI, verifikasi dan investigasi, pelaksanaan akad pembiayaan dan originasi pembiayaan. Jadi pengaturannya pengembang menawarkan rumahnya kepada bank, jika bank setuju, bank membelinya secara tunai, dalam hal ini bank tidak ada lagi hubungan dengan pengembang karena rumah tersebut sepenuhnya milik bank. Dalam jual beli ini, bank mewakilkan pembelian kepada nasabah, dimana nasabah mendapatkan surat kuasa atau surat wakalah dimana akad pertama adalah akad wakalah setelah akad wakalah berakhir, yang ditandai dengan penyerahan bukti pembelian/kuitansi dari nasabah kepada bank, kemudian bank menerbitkan akad murabahah.
Saran-Saran
Ahmad Kamil dan M Fauzan, 2007, Buku Perbankan Islam dan Hukum Ekonomi, Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Andri Soemitra, 2016, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah, Bekasi: Kencana Andrianto dan Anang Firmansyah, 2019, Manajemen Perbankan Syariah (Implementasi. Teori dan Praktek) cet. Baiq El Badriati, Kritik Pelaksanaan Akad Murabahah di Lembaga Keuangan Syariah (Studi Kasus Bank Umum Syariah Kota Mataram), Iqtishaduna, Volume VIII, Nomor 2 Desember 2017.
Firqi Fauzi Ariswan, "Risk Management Analysis of Griya iB hasanah Financing at BNI Syariah Bank West Jakarta Branch", Thesis: UIN Syarif Hidayatullah, 2019. Opal Sekar Randesta, "Analysis of Murabahah Financing at Ib Griya Bank Jateng Syariah Semarang Branch Office", Thesis: UIN Walisongo Semarang, 2016. Sugiono, 2010, Understanding Kwalitatief onderzoek, cet, 6e, Bandung: CV Alfabeta Sugiono, 2007, Methoden voor onderwijsonderzoek, kwantitatief, kwalitatief onderzoek.
Yenti afrida, Analisis Pembiayaan Murabahah pada Perbankan Syariah, Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam, jilid 1, nomor 2, juli-desember 2016.