• Tidak ada hasil yang ditemukan

Implementasi API pada Aplikasi Al-Qur'an Berbasis Android dengan Metode UCD

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Implementasi API pada Aplikasi Al-Qur'an Berbasis Android dengan Metode UCD"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Implementasi API pada Aplikasi Al-Qur'an Berbasis Android dengan Metode UCD

Ira Purnama Sari1,*, Iwan Purnama2, Ali Akbar Ritonga2

1 Sains dan Teknologi, Manajemen Informatika, Universitas Labuhanbatu, Rantauprapat, Indonesia

2 Sains dan Teknologi, Teknologi Informasi, Universitas Labuhanbatu, Rantauprapat, Indonesia Email: 1,*[email protected], 2[email protected],3[email protected]

Email Penulis Korespondensi: [email protected]

Abstrak−Al-Qur’an merupakan sumber serta dalil bagi hukum Islam, ahli ilmu kalam, ahli ilmu pengetahuan dan bukan hanya sekedar kitab yang berbahasa Arab dan membacanya ibadah, namun di dalamnya juga mengandung nilai ilmiah dan menjadi pedoman hidup bagi pengembangan akal budaya manusia khususnya umat Islam. Tujuan penelitian ini adalah menginplementasikan API pada Aplikasi Al-Qur’an berbasis Android dan metode yang digunakan UCD (User Centered Design). API merupakan sekumpulan instruksi program yang digunakan untuk membangun sebuah aplikasi prangkat lunak, yaitu dengan menyediakan fungsi dan perintah dengan bahasa yang mudah dipahami programmer. UCD (User Centered Design) adalah sebuah filosofi perancangan yang menempatkan pengguna sebagai pusat dari sebuah proses pengembangan sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebuah aplikasi Al-Qur’an berbasis Android sudah sesuai dengan kebutuhan pengguna dan rata-rata hasil pengujian yang dibagikan kepada pengguna sebesar 81,25%.

Kata Kunci: Al-Qur’an; Islam; Kitab Suci; UCD; Android

Abstract−Al-Qur'an is a source and argument for Islamic law, kalam experts, science experts and not only books that speak Arabic and read worship, but also contain scientific value and become a life guide for the development of human cultural reason. especially Muslims. The purpose of this research is to implement the API in the Al-Quran application based on Android and the method used by UCD (User Centered Design). An API is a set of program instructions that are used to build a software application, by providing functions and commands in a language that is easy for the programmer to understand.

UCD (User Centered Design) is a design philosophy that places the user at the center of a systems development process. The results showed that an Android-based Al-Qur'an application was in accordance with the needs of the user and the average test results shared with users was 81.25%.

Keywords: Al-Qur'an; Islam; Holy Bible; UCD; Android

1. PENDAHULUAN

Pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang mencakup kegiatan belajar dan mengajar. Kegiatan pembelajaran yang mencakup tujuan pembelajaran, materi pembelajaran dan kegiatan pembelajaran yang mencakup metode evaluasi pembelajaran dan umpan balik pembelajaran. Mengingat masyarakat dewasa ini sangat akrab dengan smartphone serta sederetan ayat-ayat islam yang tidak diketahui pelajar, mahasiswa bahkan masyarakat umum yang kurang dalam membaca Al-Qur’an maka jika salah satu layanannya dapat menyediakan fitur Al-Qur’an sebagai sumber jawaban yang bisa menjelaskan semua isi pemahaman tersebut dengan lengkap tentunya akan sangat bermanfaat dan menarik serta diminati oleh penggunanya.Teknologi pada saat ini sudah berkembang sangat pesat, kehadiran teknologi membantu manusia untuk menyajikan kemudahan-kemudahan melalui berbagai sarana baik melalui televisi, handphone, dan internet dalam berbagai bidang. Seperti yang di terapkan pada bidang pemerintahan, pendidikan, perusahan, dan bidang lainnya [1]. Kecenderungan masyarakat Indonesia saat ini sangat bergantung pada sesuatu yang digital, paradigma ini muncul sebagai akibat kompleksitas segala aspek kehidupan yang menuntut segala proses terjadi secara cepat, tepat, akurat, efektif dan efisien.

Perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi termasuk di dalamnya pemanfaatan telepon seluler (smartphone), fungsi smartphone bukan lagi hanya melakukan komunikasi seperti telepon dan SMS (Short Message Service) saja tetapi dapat juga digunakan untuk mengakses internet, untuk memberikan layanan kepada pengguna seperti navigasi GPS, navigasi dengan web, games, dan banyak lagi [2].

Android merupakan salah satu sistem operasi yang ditanamkan di dalam sebuah Smartphone. Smartphone dengan sistem operasi Android merupakan telepon pintar yang paling banyak digunakan pada waktu ini [3].

Sistem operasi mobile device yang sedang berkembang saat ini adalah sistem operasi mobile device yang berbasis android dan didukung oleh Google Inc, sehingg a membuat aplikasi ini berkembang pesat ke seluruh dunia. Aplikasi android ini memiliki sifat kode yang terbuka (Open Source), membuat banyak orang yang tertarik untuk ikut mengembangkan sistem operasi ini dan menjadikan android sebagai sistem operasi yang menawarkan banyak variasi aplikasi[4]. Android Studio adalah sebuah IDE (Integrated Development Environment) yang digunakan untuk pengembangan aplikasi Android. Android Studio merupakan IDE resmi untuk Android. Android Studio memiliki fitur editor kode cerdas (Intelligent Code Editor) yang memiliki kemampuan penyelesaian kode, optimalisasi, dan analisis kode yang canggih. Selain itu fitur New Project Wizards membuat proses memulai proyek baru menjadi jauh lebih mudah bahkan dapat mengimpor contoh kode Google dari GitHub [5].

(2)

API merupakan sekumpulan instruksi program yang digunakan untuk membangun sebuah aplikasi prangkat lunak, yaitu dengan menyediakan fungsi dan perintah dengan bahasa yang mudah dipahami programmer [6]. API sudah dimanfaatkan untuk penilaian pada sistem absensi[7], Pengembangan Sistem Informasi Akademik[8], membangun aplikasi multiplatform untuk usaha jasa[9], dan pembangunan sistem informasi manajemen bantuan logistik[10].

UCD (User Centered Design) merupakan paradigma baru dalam pengembangan sistem berbasis web.

Perancangan berbasis pengguna UCD (User Centered Design) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan filosofi perancangan. Konsep dari UCD adalah user sebagai pusat dari proses pengembangan sistem, dan tujuan/ sifat-sifat, konteks dan lingkungan sistem semua didasarkan dari pengalaman pengguna.

UCD adalah proses yang interaktif dimana langkah perancangan dan evaluasi dibuat didalam permulaan proyek sampai implementasi. UCD (User Centered Design) adalah perancangan antarmuka yang melibatkan pengguna, antarmuka dapat digunakan untuk menarik perhatian pengguna. Aspek utama dalam UCD adalah keterlibatan pengguna pada keseluruhan proses. Pengguna juga dilibatkan dalam pengujian awal dan evaluasi serta perancangan secara iteratif. Namun bergantung pada kompleksitas sistem yang dibangun, terdapat beberapa variasi dalam pendekatannya [11]. Oleh karena itu penulis tertarik untuk membuat sebuah aplikasi edukasi Al- Qur’an yang berisi ayat-ayat islam yang dapat dijalankan di perangkat seluler kapanpun dan di manapun yang terhubung ke koneksi internet untuk mempermudah pengguna mobile device khususnya berbasis Android dalam memahami isi dari Al-Qur’an tersebut dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

2. METODOLOGI PENELITIAN

2.1 Pengumpulan Data

Tahap pengumpulan data terdiri dari indentifikasi masalah, studi pustaka dan melakukan kuisioner. Pada tahap pertama dilakukan adalah melakukan pencarian dan pengumpulan literatur melalui studi pustaka untuk mendapatkan informasi mengenai apa saja yang berhubungan dengan topik penelitian ini. Bahan dan data yang didapatkan dari studi pustaka tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan penelitian untuk mengatasi permasalahan yang terkait. Tahap selanjutnya yaitu dengan melakukan kuisioner kepada beberapa siswa, pelajar, mahasiswa dan masyarakat sekitar.

2.2 Perancangan Sistem

Tahap perancangan sistem ini dilakukan untuk merancang sebuah sistem berdasarkan data yang telah dilakukan.

Metode User Centered Design (UCD) adalah proses mengumpulkan umpan balik atau pendapat dari pengguna untuk memperbaiki desain User Interface (UI) yang dibuat. Konsep dari UCD adalah pengguna sebagai pusat dari proses pengembangan sistem. UCD memiliki siklus hidup dalam tahapan desain, sehingga desain yang dibuat menjadi lebih baik. Desain User Interface yang dibuat berdasarkan dari pengalaman pengguna dan permintaan pengguna [12]. Proses dari Metode User Centered Design (UCD) terdapat 5 proses yaitu seperti gambar di bawah:

Gambar 1. Proses User Centered Design (ISO 13407:1999) [13]

1. Plan the human centered process

Pada tahap ini dilakukan diskusi terhadap orang-orang yang akan mengerjakan proyek, untuk mendapatkan komitmen bahwa proses pembangunan proyek adalah berpusat kepada pengguna atau user. Proyek akan memiliki waktu dan tugas untuk melibatkan pengguna atau user dalam awal dan akhir proses atau di mana mereka dibutuhkan. Dan juga orang-orang yang mengerjakan proyek harus mengetahui betul tentang metode User Centered Design (UCD) ini melalui studi literatur, pelatihan atau seminar.

2. Specify the context of use

Mengidentifikasi orang yang akan menggunakan produk. Ini akan menjelaskan untuk apa dan dalam kondisi seperti apa mereka akan menggunakan produk.

3. Specify user and organisational requirement

(3)

Mengidentifikasi kebutuhan pengguna dan kebutuhan organisasi.

4. Product design solutions

Membangun desain sebagai solusi dari produk yang sedang dianalisis.

5. Evaluate design against user requirement

Melakukan evaluasi terhadap desain yang dilakukan apakah tujuan pengguna dan organisasi telah tercapai [13].

3. HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Tahap Pengumpulan Data

Pengumpulan data dan informasi dilakukan dengan mempelajari beberapa studi literatur yang didapat dari bukubuku referensi, jurnal, ataupun data-data yang berhubungan dengan objek penelitian sebagai bahan atau dasar

pemecahan masalah.

a. Identifikasi masalah

Identifikasi masalah awal adalah kurangnya minat masyarakat, mahasiswa, pelajar dalam membaca Al- Qur’an dan memahami isi dari Al-Qur’an.

b. Studi Literatur

Studi literatur dilakukan melalui studi pustaka untuk mendapatkan informasi mengenai apa saja yang berhubungan dengan topik penelitian ini. Bahan dan data studi ini digunakan untuk menjawab dari identifikasi masalah yang ditemukan.

3.2 Tahap Perancangan

Pengumpulan data dan informasi dilakukan dengan mempelajari beberapa studi literatur yang didapat dari bukubuku referensi. Hasil tahap pengumpulan data digunakan sebagai data dan informasi dalam tahap perancangan sistem. Metode pengembangan sistem yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan melakukan tahap demi tahap pada metode User Centered Design (UCD). Metode ini fokus pada aspek pengguna, sehingga seringkali terjadi kesalahan persepsi dalam menyandingkannya dengan metode pengembangan perangkat lunak yang lain, seperti prototype, waterfall dan sebagainya. Metode ini dapat berdiri sendiri atau digunakan bersamaan dengan metode lainnya [14]. Ada 4 langkah proses dalam metode UCD yaitu : a. Memahami dan Menentukan Konteks Pengguna (Specify the Context of Use)

Memahami dan Menentukan Konteks Pengguna (Specify the Context of Use) merupakan langkah atau proses utama dalam metode UCD. Mengingat masyarakat dewasa ini sangat akrab dengan Smartphone serta sederetan surah-surah Al-Qur’an yang tidak diketahui pelajar, mahasiswa bahkan masyarakat umum maka jika salah satu layanannya dapat menyediakan fitur Al-Qur’an sebagai sumber jawaban yang bisa menjelaskan semua surah tersebut dengan lengkap tentunya akan sangat bermanfaat dan menarik serta diminati oleh penggunanya. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk membuat sebuah Al-Qur’an Terjemahan berbasis Smartphone Android dengan metode User Centered Design (UCD) yang berisi surah-surah Al- Qur’an yang dapat dijalankan di perangkat seluler kapanpun dan dimanapun untuk mempermudah pengguna dalam mencari surah Al-Qur’an yang ditemui di kehidupan sehari-hari. Adapun skenario Al-Qur’an Terjemahan berbasis Smartphone Android dengan metode User Centered Design (UCD) yang akan dibuat adalah sebagai berikut :

1. Pengguna Smartphone Android akan berinteraksi dengan sistem melalui aplikasi yang telah terinstal pada Handphone yang mendukung Operating System yang berbasis Android.

2. Aplikasi yang telah terinstal pada Mobile akan menampilkan informasi surah-surah Al-Qur’an.

Gambar 2. Skema Proses Al-Qur’an Terjemahan Berbasis Android

b. Seting Menentukan Kebutuhan Pengguna dan Organisasi (Specify User and Organitional Requirements)

Menentukan Kebutuhan Pengguna dan Organisasi (Specify User and Organitional Requirements) merupakan proses kedua dalam metode UCD. Dimana pada tahap ini jelaskan kebutuhan-kebutuhan yang dimaksud.

c. Kebutuhan Pengguna (User)

Selanjutnya dilakukan analisis kebutuhan pengguna (User) untuk membangun Aplikasi Al-Qur’an Terjemahan berbasis Smartphone Android. Dalam analisis kebutuhan Pengguna (User) dilakukan penyebaran

Pengguna Aplikasi Al-Qur’an

(4)

kuesioner. Penyebaran kuesioner dilakukan pada 2 fase yaitu, sebelum perancangan aplikasi dan setelah aplikasi telah selesai. Kuesioner pada tahap ini disebar dengan jumlah responden sebanyak 30 orang dengan latar belakang pendidikan dan pekerjaan yang berbeda yaitu pelajar SMP, SMK, SMA, Mahasiswa dan Wiraswasta dengan tujuan untuk mengetahui apa kebutuhan User perancangan pada Aplikasi Al-Qur’an Terjemahan yang akan dirancang. Hasil dari penyebaran kuesioner analisis kebutuhan pengguna untuk tahap pertama Perancangan Aplikasi Al-Qur’an terjemahan berbasis Smartphone Android dengan Metode User Centered Design (UCD) seperti tabel berikut ini:

Tabel 1. Kuisioner Analisis Kebutuhan Pengguna (User)

No Pertanyaan

Jawaban Jumlah

(Ya)

Jumlah (Tidak) 1 Apakah warna aplikasi yang akan dibuat bewarna islam

seperti warna hijau? 29 1

2 Apakah anda setuju dengan data yang akan dibuat pada

aplikasi yaitu sebagai contoh Daftar Surah dan Artinya? 24 6 3 Apakah ukuran tulisan pada menu utama perlu dengan ukuran

yang besar, agar mudah dilihat dan jelas ? 23 7

4 Apakah anda setuju dengan tampilan sederhana pada aplikasi

agar mudah digunakan ? 28 2

5 Apakah anda setuju background daftar istilah bewarna Hijau? 18 12

Dari tabel 1 tentang kuesioner analisis kebutuhan pengguna tahap pertama ini maka hasil yang didapat dari pertanyaan yang telah dijawab oleh responden/pengguna Aplikasi Aplikasi Al-Qur’an Terjemahan dengan jawaban yang terbanyak adalah Ya. Setelah melakukan penyebaran kuesioner tahap pertama, dilakukan lagi penyebaran kuesioner tahap kedua disebar dengan jumlah responden sebanyak 35 orang dengan latar belakang pendidikan dan pekerjaan yang berbeda yaitu pelajar SMP, SMK, SMA, Mahasiswa dan Wiraswasta dengan tujuan untuk dan diharapkan dengan penyebaran kuesioner kedua ini data lebih akurat dan bisa memberikan kepastian proses selanjutnya dalam menerapkan metode User Centered Design (UCD) pada Aplikasi Al-Qur’an Terjemahan yang akan dibuat. Berikut hasil dari penyebaran kuesioner analisis kebutuhan pengguna untuk tahap kedua Perancangan Al-Qur’an Terjemahan berbasis Smartphone Android dengan Metode User Centered Design (UCD) seperti tabel 2.

Tabel 2. Kuisioner Analisis Kebutuhan Pengguna (User)

No Pertanyaan

Jawaban Jumlah

(Ya)

Jumlah (Tidak) 1 Apakah warna aplikasi yang akan dibuat bewarna islam seperti

warna hijau? 29 1

2 Apakah anda setuju dengan data yang akan dibuat pada aplikasi

yaitu sebagai contoh Daftar Surah dan Artinya? 24 6

3 Apakah ukuran tulisan pada menu utama perlu dengan ukuran

yang besar, agar mudah dilihat dan jelas ? 23 7

4 Apakah anda setuju dengan tampilan sederhana pada aplikasi

agar mudah digunakan ? 28 2

5 Apakah anda setuju background daftar istilah bewarna Hijau? 18 12

Dari tabel 2 tentang kuesioner analisis kebutuhan penggunaan tahap kedua ini maka hasil yang didapat dari pertanyaan yang telah dijawab oleh responden dengan jawaban yang terbanyak adalah Ya. Dari hasil kuesioner pada tahap sebelum perancangan aplikasi ini maka dapat dapat di lanjutkan ke proses UCD selanjutnya yaitu Solusi Perancangan yang Dihasilkan (Produce Design Solutions).

d. Solusi Perancangan yang Dihasilkan (Produce Design Solutions) 1. Perancangan Proses

Solusi Perancangan yang Dihasilkan (Produce Design Solutions) merupakan langkah keempat dalam proses User Centered Design (UCD). Perancangan proses digunakan untuk menggambarkan sejumlah proses terstruktur dalam sistem, berorientasikan pada aliran proses yang terjadi. Adapun struktur pada aliran proses Aplikasi Al-Qur’an Terjemahan berbasis Smartphone Android dengan metode User Centered Design (UCD) terdiri dari :

a. Use Case diagram adalah deskripsi fungsi dari sebuah sistem dari prespektif pengguna. Use case bekerja dengan cara mendeskripsikan tipikal interaksi antara user (pengguna) sebuah sistem dengan sistemnya sendiri melalui cerita bagaimana sebuah system dipakai [15].

(5)

Gambar 3. Use Case Diagram User Apliksi Al-Qur’an

Merujuk aturan konsistensi aturan UML, maka terdapat keterkaitan penjelasan dan fungsi antara use case scenario, activity diagram, dan sequence diagram. Pada use case skenario, dibuat berdasarkan setiap use case yang terdapat pada use case diagram. Demikian pula untuk setiap activity diagram, yang dibuat berdasarkan setiap use case. Keterkaitan untuk sequence diagram, adalah setiap use case skenario tersebut dibuat berdasarkan sequence diagram. Dengan demikian, untuk penamaan komponen pada ketiga diagram tersebut, sebaiknya memiliki keterkaitan nama yang sama sebagai identifikasi setiap diagramnya [16].

b. Activity diagram menggambarkan aliran proses yang terdapat dalam sistem mulai aktivitas start sampai aktivitas berhenti. Activity diagram mendeskripsikan aksi-aksi dan hasilnya [17].

User Sistem

Gambar 4. Activity Diagram Menampilakan Menu Utama User

Gambar 5. Activity Diagram Menampilkan Surah dan Arti

c. Class diagram merupakan gambaran struktur sistem dari segi pendefinisian kelas-kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem. Class diagram terdiri dari atribut dan operasi dengan tujuan pembuat program dapat membuat hubungan antara dokumentasi perancangan dan perangkat lunak sesuai [18].

Menampilkan Surah

Memilih Surah

Menampilkan Surah dan Arti

Menampilkan Surah dan Arti

Membuka Aplikasi Menampilkan Surah

(6)

Gambar 6. Class Diagram Aplikasi Al-Qur’an

d. Sequence diagram Diagram ini bersifat dinamis. Diagram sequence merupakan diagram interaksi yang menekankan pada pengiriman pesan (message) dalam suatu waktu tertentu[19]. Gambaran sequence diagram dibuat minimal sebanyak pendefinisan use case yang memiliki proses sendiri atau yang penting semua use case yang telah didefinisikan interaksi jalannya pesan sudah dicakup pada sequence diagram sehingga semakin banyak use case yang didefinisikan, maka sequence diagram yang harus dibuat juga semakin banyak.

Gambar 7. Sequence Diagram 2. Perancangan Antarmuka (User Interface)

Adapun perancangan tampilan ini akan ditampilkan rancangan Interface dari awal eksekusi program hingga menampilkan hasil Output yang dicari. Adapun rancangan tampilan pada aplikasi ini adalah sebagai berikut :

a. Rancangan Halaman Menu Utama

Halaman Menu Utama adalah halaman yang akan tampil ketika User menjalankan aplikasi Al-Qur’an Smartphone berbasis Android. Perancangan halaman Menu Utama dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

Gambar 8. Halaman Menu Utama User

+aplikasi +view()

Sistem +nama_surah +arti

+jumlah_surah +jumlah_ayat

+delete() +view() +update() +edit()

Menu Utama Cari Surah Detail

1:Mencari Istilah

2:Mencari Surah

3:Membali Memilih Surah

(7)

b. Rancangan Halaman Arti dan Surah

Halaman Arti dan Surah adalah halaman yang akan tampil ketika User melilih surah yang akan dilihat.

Perancangan Arti dan Surah dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

Gambar 8. Halaman Menu Arti dan Istilah 3. Hasil

a. Halaman Menu Utama

Halaman utama menunjukkan hasil desain final halaman Utama Al-Qur’an yang sudah dievaluasi dan disetujui pengguna yang berisi daftar surah.

Gambar 9. Hasil Halaman Menu Utama b. Halaman Arti dan Surah

Halaman arti dan surah menunjukkan hasil desain halaman surah dan arti Al-Qur’an yang sudah dievaluasi dan disetujui pengguna yang berisi ayat dan arti.

Gambar 10. Hasil Halaman Menu Arti dan Surah

(8)

4. Pengujian Alpha

Pengujian alpha dilakukan dengan cara menguji tiap-tiap fungsi yang ada pada aplikasi, apakah sudah berjalan dengan baik atau belum. Proses dinyatakan berhasil jika perintah yang dikerjakan pengguna sesuai dengan output yang diharapkan. Halaman utama berjalan dengan baik. Tabel 3 menunjukkan hasil pengujian alpha.

Tabel 3. Hasil Pengujian Alpha

Deskripsi Hasil

Aplikasi dapat diinstal Valid

Aplikasi Dapat dibuka Valid

Load data API Al-Qur’an tampil Valid Data Surah dapat dibuka Valid

Data Ayat Dapat dibuka Valid

5. Pengujian Beta

Pengujian beta dilakukan dengan cara mencoba aplikasi dan setelah itu pengguna diminta untuk memberikan tanggapannya dengan mengisi kuisioner. Tujuan dari uji coba beta ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna terhadap desain aplikasi. Hasil Kuisioner kemudian dihitung dengan rumus Skala Likert.

Tabel 4 menunjukkan hasil kuesioner.

Tabel 4. Hasil Kuisioner

No Pertanyaan

Keterangan Jawaban Sangat

Setuju Setuju Cukup Tidak

setuju Jumlah 1 Apakah antarmuka aplikasi ini secara

keseluruhan menarik ?

0 10 0 0 10

2

Apakah desain aplikasi ini mewakili kemudahan pengguna

untuk menggunakan dengan baik?

2 7 1 0 10

3

Apakah setuju dengan tampilan sederhana pada aplikasi agar mudah digunakan ?

10 0 0 0 10

4 Apakah dapat melakukan pencarian Surah dengan efisien dan mudah?

2 6 2 0 10

Hasil kuesioner pada tabel 4 dilakukan proses perhitungan dengan menggunakan rumus Skala Likert. Hasil perhitungan pengujian beta dapat dilihat pada Tabel 5.

Tabel 5. Hasil Perhitungan Pengujian Beta

Respon Nilai Pertanyaan

1 2 3 4

Sangat Setuju 4 0 2 10 2

Setuju 3 10 7 0 6

Cukup 2 0 1 0 2

Tidak Setuju 1 0 0 0 0

Jumlah nilai Responden 30 30 40 30

Nilai Tertinggi 40 40 40 40

Nilai Terendah 10 10 10 10

Persentasi Per Soal (100%) 75% 75% 100

%

75%

Berdasarkan perhitungan pada tabel 5 dapat disimpulkan bahwa aplikasi Al-Qur’an berbasis android dari kepuasan sudah memenuhi tujuan pembuatan aplikasi ini.

4. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dari proses pengumpulan data sampai proses pengembangan sistem menggunakan metode User Centered Design (UCD), aplikasi Al-Qur’an berbasi Android ini sangat membantu berbagai kalangan, dari pelajar, mahasiswa dan masyarakat sekitar. Dengan tampilannya yang tidak berlebihan dan mudah dipahami. Aplikasi Al-Qur’an berbasis Android ini dapat mempermudah para membacanya dalam membaca A-Qur’an dan memahami isi dalam Al-Qur’an tersebut. Saran untuk penelitian

(9)

selanjutnya adalah aplikasi ini bisa dipakai tanpa terhubung koneksi internet serta menambahkan suara (sound) pada aplikasi agar pengguna dapat lebih memahami tajwid-tajwid yang ada didalam Al-Qur’an.

REFERENCES

[1] H. Sulastri, A. Rahmatulloh, and A. Kurniawan, “Implementasi Application Programming Interface (API) Google Calendar Sebagai Reminder Informasi Kegiatan Pondok Pesantren,” JST (Jurnal Sains dan Teknol., vol. 8, no. 1, p. 73, 2019, doi: 10.23887/jst-undiksha.v8i1.17506.

[2] K. Y. Palilingan, A. J. Santoso, and F. L. S. Rahayu, “Perancangan Aplikasi Pencarian Tempat Wisata Berbasis Lokasi Menggunakan Metode User Centered Design ( UCD ) ( Studi Kasus : Kabupaten Minahasa ),” pp. 577–583, 2014.

[3] P. Teknologi et al., “Pendetaksian Lokasi Rawan Kriminalitas Berbasis Android Kecamatan Praya Timur , Kabupaten Lombok Tengah,” JIRE (Jurnal Inform. Rekayasa Elektron., vol. 2, no. 1, pp. 52–59, 2019.

[4] M. Iqbal, G. I. Marthasari, and I. Nuryasin, “Penerapan Metode UCD (User Centered Design) pada Perancangan aplikasi Darurat Berbasis Android,” J. Repos., vol. 2, no. 2, p. 201, 2020, doi: 10.22219/repositor.v2i2.221.

[5] D. E. Palupi, M. A. Akbar, and A. H. Brata, “Pengembangan Aplikasi Traffic Light E-Tilang Menggunakan Google Geofencing API Berbasis Android,” J. Pengemb. Teknol. Inf. dan Ilmu Komput. Univ. Brawijaya, vol. 2, no. 2, pp.

6982–6988, 2018, [Online]. Available: http://j-ptiik.ub.ac.id/index.php/j-ptiik/article/view/3823.

[6] I. A. & W. H. N. P. I Gede Merta Ariantara, “Penerapan REST API dalam Pengembangan Aplikasi Pemesanan RentalMobil berbasis Web dan Mobile (Studi Kasus: CV. Dwi Cipta Rent Car),” J. Pengemb. Teknol. Inf. dan Ilmu Komput., vol. 4, no. 8, pp. 2569–2576, 2020, [Online]. Available: http://j-ptiik.ub.ac.id/index.php/j- ptiik/article/download/7713/3638/.

[7] U. Rahardja, Q. Aini, and N. P. L. Santoso, “Pengintegrasian YII Framework Berbasis API pada Sistem Penilaian Absensi,” Sisfotenika, vol. 8, no. 2, p. 140, 2018, doi: 10.30700/jst.v8i2.403.

[8] F. Amalia, I. W. A. Arimbawa, and R. Afwani, “Implementasi Restful Api Pada Pengembangan Aplikasi If-Ku Berbasis Android,” J. Inform. dan Rekayasa Elektron., vol. 2, no. 1, p. 38, 2019, doi: 10.36595/jire.v2i1.88.

[9] R. Choirudin and A. Adil, “Implementasi Rest Api Web Service dalam Membangun Aplikasi Multiplatform untuk Usaha Jasa,” MATRIK J. Manajemen, Tek. Inform. dan Rekayasa Komput., vol. 18, no. 2, pp. 284–293, 2019, doi:

10.30812/matrik.v18i2.407.

[10] P. Soepomo, “PEMANFAATAN GOOGLE MAPS API UNTUK PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN BANTUAN LOGISTIK PASCA BENCANA ALAM BERBASIS MOBILE WEB ( Studi Kasus : Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Yogyakarta ),” J. Sarj. Tek. Inform., vol. 1, no. 1, pp. 162–171, 2013, doi: 10.12928/jstie.v1i1.2521.

[11] O. Yuliani and J. Prasojo, “Rancang Bangun Sistem Informasi Obyek Wisata Berbasis Web Menggunakan Metode User Centered Design (Ucd),” Angkasa J. Ilm. Bid. Teknol., vol. 7, no. 2, p. 149, 2017, doi:

10.28989/angkasa.v7i2.158.

[12] T. Vani, R. Hidayat, A. Yansen, and F. Danar, “Rancang Bangun Mobile Commerce di Lamandau Store Berbasis Android berdasarkan User Centered Design ( UCD ),” vol. 5, pp. 287–296, 2021, doi: 10.30865/mib.v5i1.2544.

[13] I. Purnama, “Perancangan Kamus Muslim Berbasis Smartphone Android Dengan Metode User Centered Design (Ucd),” J. Inform., vol. 5, no. 3, pp. 1–14, 2019, doi: 10.36987/informatika.v5i3.730.

[14] E. Ali, “SATIN – Sains dan Teknologi Informasi Metode User Centered Design ( UCD ) dalam Membangun Aplikasi Layanan,” Sains dan Teknol. Inf., vol. 2, no. 2, pp. 1–6, 2016, [Online]. Available: http://jurnal.stmik-amik- riau.ac.id/index.php/satin/article/view/177/pdf.

[15] A. Valfells, “Economics of Upgrading Geothermal Steam By Adiabatic Compression,” vol. v, no. 6, pp. 2827–2839, 1978.

[16] R. Rundupandang and Y. Priyadi, “Perancangan UML Sebagai Rekomendasi Proses Bisnis Berdasarkan BMC Di Geoff Max Bandung,” J. Wacana Ekon., vol. 18, no. 1, pp. 13–21, 2018, [Online]. Available: www.jurnal-uniga.ac.id.

[17] Y. Rahardja, J. Presstiliano, and N. P. Astuti, “Analisis dan Perancangan Mobile-Banking dengan Menggunakan UML,” J. Teknol. Informasi-Aiti, vol. 5, no. 2, pp. 101–200, 2008, [Online]. Available:

http://ftiuksw.org/ejournal/assets/pdf/2f393f54cad52b811acb8c8ab9030827.pdf.

[18] D. W. T. Putra and R. Andriani, “Unified Modelling Language (UML) dalam Perancangan Sistem Informasi Permohonan Pembayaran Restitusi SPPD,” J. TeknoIf, vol. 7, no. 1, p. 32, 2019, doi: 10.21063/jtif.2019.v7.1.32-39.

[19] P. Sulistyorini, “Pemodelan Visual dengan Menggunakan UML dan Rational Rose,” J. Teknol. Inf. Din. Vol., vol. XIV, no. 1, pp. 23–29, 2009.

Referensi

Dokumen terkait

Seseorang dengan emotional intelligence yang tinggi tahu bagaimana untuk tetap termotivasi di bawah tekanan, memotivasi orang lain dan menjaga hubungan

In sum, this research delineated the four independent variables, which are work overload, role conflict, work-family conflict and career development and presented each of their