PENDAHULUAN
Konteks Penelitian
9 Henny Andriani, Feri Ansori, “Hak Pilih Penyandang Disabilitas pada Pemilu 2019 di Sumatera Barat,” Jurnal Konstitusi Vol. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum Parlemen, yang menjelaskan bahwa penyandang disabilitas mempunyai hak politik, yaitu hak untuk dipilih dan memilih. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum Parlemen menyatakan bahwa penyandang disabilitas mempunyai persamaan hak, kesempatan, kewajiban, perlindungan, pemenuhan dan aksesibilitas, khususnya dalam pemilihan parlemen.
Implementasi hak pilih bagi penyandang disabilitas berdasarkan undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang pemilihan umum dalam pemilihan umum (studi kasus pemilu tahun 2019 di Kabupaten Lumajang).
Fokus Penelitian
Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui faktor-faktor penghambat pelaksanaan hak pemilih bagi penyandang disabilitas berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum pada Pemilu Tahun 2019 di Kabupaten Lumajang.
Manfaat Penelitian
Diharapkan penelitian ini dapat menambah dan mengembangkan wawasan, serta memberikan pengetahuan baru mengenai implementasi hak pilih bagi penyandang disabilitas berdasarkan UU No. Bagi Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember diharapkan dapat membantu untuk menjadi rujukan pengembangan penelitian lebih lanjut demi kepentingan mahasiswa S1 dan S2 dalam menyelesaikan karya tulisnya, serta berkontribusi dalam memberikan khazanah keilmuan bagi perpustakaan UIN Khas Jember khususnya bidang Hukum Tata Negara. Diharapkan mampu memberikan dan memberi manfaat bagi masyarakat umum, sehingga menambah wawasan dan pengetahuan.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada pemerintah Kabupaten Lumajang dalam implementasi aturan dan kebijakan terkait hak politik khususnya terkait hak pilih bagi penyandang disabilitas.
Definisi Istilah
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah implementasi secara umum berarti pelaksanaan atau penerapan.22 Implementasi merupakan suatu kegiatan adaptif. Hak untuk memilih juga dapat diartikan sebagai hak rakyat suatu negara untuk memilih calon wakil pemerintah dalam suatu lembaga perwakilan, yang masing-masing berhak memenuhi berbagai persyaratan yang ditetapkan melalui hak pilih universal yang demokratis. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), disabilitas berarti seseorang yang menderita karena sesuatu atau menjadi cacat.26 Sedangkan menurut KBBI, disabilitas diartikan sebagai suatu keadaan (seperti penyakit atau cedera) yang merusak atau membatasi mental seseorang. kemampuan. dan kemampuan fisik.27 Sedangkan Disability berasal dari bahasa Inggris yaitu handicap yang berarti ketidakmampuan seseorang untuk melakukan aktivitas atau aktivitas secara normal.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pemilu adalah pemilu yang dilaksanakan secara serentak oleh seluruh rakyat suatu negara (untuk memilih wakil rakyat, dan lain-lain)28 Pemilu adalah suatu jalan kedaulatan rakyat untuk memilih anggota DPR yang dipilih, anggota Dewan Perwakilan Daerah, Presiden, dan Wakil Presiden, serta pemilihan anggota Dewan Rakyat Daerah, yang berlangsung secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil dalam negara kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Sistematika Pembahasan
KAJIAN PUSTAKA
Penelitian Terdahulu
Tesis diploma berjudul “Hak Politik Penyandang Gangguan Jiwa dalam Pemilihan Umum Dalam Perspektif Hukum Tata Negara Islam (Studi Kasus di KPU Gowa)”. Hak Politik Penyandang Disabilitas pada Pemilu 2019 (Studi Pemenuhan Hak Pilih Penyandang Disabilitas Mental pada Pemilu 2019 di Kabupaten Enrekang). 30 Indah Rahayu, “Hak Politik Penyandang Disabilitas pada Pemilu 2019 (Studi Pemenuhan Hak Pilih Penyandang Disabilitas Mental pada Pemilu 2019 di Kabupaten Enrekang)” (Skripsi, Universitas Hasanuddin.
Penelitian terdahulu dan penelitian terkini membahas tentang hak politik penyandang disabilitas dalam pemilu.
Kajian Teori
Dalam negara demokrasi, setiap warga negara bebas menikmati hak-hak asasinya, antara lain hak untuk menyatakan pendapat (freedom of speaking), hak untuk berkumpul dan berserikat (freedom of assembly), dan hak atas kebebasan pers (freedom of the publicity). tekan). Pejabat publik yang dipilih oleh warga negara diharapkan mampu menjelaskan kebijakan yang diinginkan dan telah dilaksanakan; 45 Mugi Riskiana Halalia, “Pemenuhan Hak Politik Penyandang Disabilitas Sesuai Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas Oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta,” Jurnal Supremasi Hukum, Vol.
Siapapun penyandang disabilitas atau disebut penyandang disabilitas mempunyai hak yang sama dalam segala bidang kehidupan. Hak untuk memilih adalah hak yang dimiliki atau dimiliki oleh rakyat suatu negara untuk memilih, melalui pemilihan umum, orang-orang yang mengendalikan kebijakan dan kekuasaan di negaranya. 51 Henny Andriani, Feri Ansori, “Hak Pilih Penyandang Disabilitas pada Pemilu 2019 di Sumatera Barat,” Jurnal Konstitusi Vol.
Hak politik adalah hak warga negara yang diberikan oleh negara untuk memperoleh dan mempunyai kedudukan, kekuasaan, dan kekayaan untuk kepentingan dirinya sendiri. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas mengatur pada Pasal 5 bahwa penyandang disabilitas mempunyai hak sebagai berikut: 65. Pemilihan umum merupakan instrumen penting dalam negara demokrasi yang menerapkan sistem perwakilan.
Pemilihan umum di Indonesia menganut asas limpahan yang artinya langsung, umum, bebas, dan rahasia. Mengenai implikasi asas pembelotan dan keadilan dalam pemilihan umum berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, asas pemilu tersebut antara lain: 70.
METODE PENELITIAN
- Pendekatan dan jenis penelitian
- Lokasi Penelitian
- Subyek Penelitian
- Sumber Data Dan Bahan Hukum Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Analisis Data
- Keabsahan Data
- Tahapan-tahapan Penelitian
Implementasi hak pilih bagi penyandang disabilitas berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum pada Pemilu Tahun 2019 di Kabupaten Lumajang. Implementasi hak pilih bagi penyandang disabilitas berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum pada Pemilu Tahun 2019 di Kabupaten Lumajang. Implementasi hak pilih penyandang disabilitas pada pemilu tahun 2019 di Kabupaten Lumajang sudah sesuai dengan UU No.
Bagaimana implementasi hak politik khususnya hak pilih bagi penyandang disabilitas pada pemilu tahun 2019 di Kabupaten Lumajang. Faktor apa saja yang menghambat pemenuhan hak pilih penyandang disabilitas pada pemilu tahun 2019 di Kabupaten Lumajang? Apakah KPU sudah menyelenggarakan kampanye pemilu bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Lumajang?
Fasilitas apa saja yang diberikan KPU Kabupaten Lumajang bagi penyandang disabilitas pada pemilu? Implementasi hak pilih bagi penyandang disabilitas berdasarkan undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang pemilihan umum (Studi kasus pemilu tahun 2019 di Kabupaten Lumajang)”. Memilih Penyandang Disabilitas Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum (Studi Kasus Pemilihan Umum Tahun 2019 di Kabupaten Lumajang.
Apa saja faktor penghambat implementasi hak pilih bagi penyandang disabilitas berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum pada Pemilu Tahun 2019 di Kabupaten Lumajang. Untuk mengetahui faktor-faktor penghambat pelaksanaan hak pilih bagi penyandang disabilitas berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum pada Pemilu Tahun 2019 di Kabupaten Lumajang.
PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
Gambaran Objek Penelitian
KPU Kabupaten Lumajang berlokasi di Jl. Veteran No.70, Kepuharjo, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur 67316. KPU Kabupaten Lumajang terdiri dari beberapa bagian struktur organisasi yang terdiri dari 29 orang antara lain ketua, anggota bagian teknis penyelenggara, perencanaan, tanggal dan bagian penerangan, bagian hukum dan pengawasan, bagian pendidikan sosial, politik dan sumber daya manusia, kepala sub bagian keuangan umum dan logistik, kepala bagian penyelenggaraan pemilu, sub bagian masyarakat dan hupmas, kepala sub bagian lembaga keuangan pelaksana APBN, serta kepala bagian hukum dan SDM.89. Syarat dan Ketentuan Penyandang Disabilitas di Kabupaten Lumajang Kabupaten Lumajang merupakan sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur dan juga termasuk dalam lokasi penyelenggaraan pemilu serentak tahun 2019. Memiliki luas wilayah 1.790,90 km2 dan terdiri dari 21 kecamatan. 198 desa dan 7 kelurahan.1 Total DPT Pemilu 2019 berjumlah 1.863.478 orang, yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam rapat pleno terbuka di Kabupaten Lumajang, terdiri dari 415.783 orang laki-laki dan 435.964 orang perempuan sebagai pemilih.
Berdasarkan data KPU Kabupaten Lumajang, pada pemilu 2019 terdapat 806 pemilih penyandang disabilitas, dengan rincian 510 pemilih laki-laki dan 306 pemilih perempuan. Meski jumlah penyandang disabilitas cukup tinggi, namun perhatian pemerintah kota dan masyarakat terhadap penyandang disabilitas masih kurang. Aksesibilitas seperti akses terhadap transportasi, gedung atau hal lainnya masih dianggap belum inklusif, hal ini dianggap menjadi penghambat bagi penyandang disabilitas.3.
Hingga saat ini penyandang disabilitas masih dianggap kurang penting di masyarakat karena kondisi fisik dan mentalnya. 3 Wawancara dengan Bpk. Ali Muslimin, penyandang disabilitas Kabupaten Lumajang pada 14 April 2023. Selain keterbatasan fisik, penyandang disabilitas masih sering mengalami diskriminasi atau diskriminasi di segala bidang kehidupan.
Diskriminasi ini terjadi karena keluarga menolak karir bagi penyandang disabilitas karena rasa malu dan ejekan sosial, sehingga menimbulkan perasaan bersalah dan ragu pada diri penyandang disabilitas. Oleh karena itu, penelitian ini tidak hanya terfokus pada pengkajian data untuk mencapai hasil yang maksimal, namun juga untuk menarik perhatian agar kelompok penyandang disabilitas mendapat perhatian khusus dari pemerintah Kabupaten Lumajang.
Penyajian Data dan Analisis
Oleh karena itu, peneliti melakukan wawancara kepada Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lumajang, Komisioner KPU Kabupaten Lumajang Bidang Sosialisasi, Edukasi Pemilih dan Pengabdian Masyarakat serta PWD Kabupaten Lumajang. Hal ini juga dijelaskan oleh Bapak. Yusuf Adi Pamungkas, S.T.P., selaku Komisioner Pendidikan Pemilih, Sosialisasi dan Pengabdian Masyarakat KPU Kabupaten Lumajang tentang pentingnya menggunakan hak politik khususnya hak pilih bagi penyandang disabilitas. Menurut para penyandang disabilitas sendiri, hak politik, khususnya hak untuk memilih, sangat penting bagi mereka.
Penyandang disabilitas pada pemilu di Kabupaten Lumajang mendapat perhatian khusus, KPU memfasilitasi pemilih penyandang disabilitas. Implementasi sosialisasi terkait pemilu terhadap penyandang disabilitas juga dijelaskan oleh Ibu. Yuyun Baharita, S.Pd., selaku Ketua KPU Kabupaten Lumajang. Sehingga penyandang disabilitas dapat menggunakan dan menyalurkan hak pilihnya dengan baik pada pemilu.
Lebih detailnya, kami memperhatikan peran KPU bagi penyandang disabilitas dalam rangka mewujudkan hak politik, khususnya hak pilih, mulai dari persiapan hingga pelaksanaannya. Aksesibilitas yang layak dan baik bagi penyandang disabilitas harus dipastikan sejak awal perencanaan hingga pelaksanaan pemilihan umum. KPU Kabupaten Lumajang telah melakukan terobosan dalam membantu penyandang disabilitas untuk memberikan dan menggunakan hak politiknya, khususnya hak pilih pada pemilu tahun 2019.
“Namun hal tersebut tidak mengurangi peran dan kewajiban KPU Kabupaten Lumajang untuk menyediakan fasilitas yang dapat diakses oleh penyandang disabilitas pada Pemilu 2019.”23. Kurangnya sinkronisasi antara KPU sebagai penyelenggara pemilu dan penyandang disabilitas sebagai penerima hak politik, khususnya hak pilih.
Pembahasan Temuan
PENUTUP
Simpulan
Saran-saran
- Tabel Persamaan dan Perbeadaan
- Tabel Struktur Organisasi
- Tabel DPT Pemilu Tahun 2019 Kab.Lumajang
- Tabel Data Penyandang Disabilitas Tahun 2019 Kab. Lumajang
KPU diharapkan menyampaikan surat edaran resmi ke seluruh TPS di Kabupaten Lumajang mengenai pemberian layanan kepada penyandang disabilitas pada pemilu. “Hak Politik Penyandang Disabilitas Mental dalam Pemilu Dalam Perspektif Hukum Tata Negara Islam (Studi Kasus di KPU Gowa).” Skripsi, UIN Alauddin Makassar, 2019. 34; Hak Politik Penyandang Disabilitas pada Pemilu 2019 (Menelusuri Pemenuhan Hak Pilih Penyandang Disabilitas Mental pada Pemilu DPRD Tahun 2019 di Kabupaten Enrekang.” Disertasi, Universitas Hasanuddin, 2020.
“Hak Politik Penyandang Disabilitas pada Pilkada Surabaya Tahun 2020.” Skripsi, UIN Sunan Ampel, 2021. Hak Pilih Penyandang Disabilitas pada Pemilihan Umum Tahun 2019 di Sumatera Barat." Jurnal Konstitusi Vol. "Pemenuhan hak politik penyandang disabilitas sesuai dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU Kota Yogyakarta).” Jurnal Negara Hukum, vol.
Implementasi Hak Politik Pemilih Penyandang Disabilitas pada Pemilu Serentak Tahun 2019 di Kabupaten Tanah Datar Menurut UU Disabilitas dan Fiqih Siyasah Dusturiyah.” “Hak Memilih Penyandang Disabilitas Mental Menimbang Perspektif Hak Asasi Manusia.” Jurnal Hak Asasi Manusia. Penelitian, vol Apakah hak-hak politik termasuk dalam pilihan ini, apakah sudah terpenuhi sepenuhnya bagi penyandang disabilitas?
Peran KPU Kabupaten Lumajang sebagai penyelenggara pemilu sangat penting dalam mewujudkan hak pilih bagi penyandang disabilitas. Apakah penyandang disabilitas di Kabupaten Lumajang puas dengan kinerja masyarakat KPU Lumajang?