• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambaran Objek Penelitian

Dalam dokumen implementasi hak memilih bagi penyandang (Halaman 87-95)

BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

A. Gambaran Objek Penelitian

KPU yang pertama diangkat oleh Presiden BJ Habibie. KPU yang kedua (2001-2007) dibentuk dengan Keputusan Presiden No.

Oktober 2001 dan beranggotakan 11 orang dari lembaga akademik dan LSM yang ditunjuk Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) melantik KPU kedua pada 11 April 2001. KPU ketiga (2007-2012) yang dibentuk dengan KEPPRES Nomer 101/P/2007 dan memiliki anggota 7 orang KPU provinsi, akademisi, ilmuwan dan pejabat, dilantik pada 23 Oktober 2007 tanpa Syamsulbahri, yang tidak diangkat oleh Presiden penyebabnya alasan hukum.87

Pada saat tiga tahun pemilihan umum pada tahun 2004 telah berakhir, pemerintah dan DPRK mempertimbangkan untuk menambah kualitas pemilihan umum, termasuk penyelenggara pemilu. KPU harus independen dan tidak memihak. Oleh karena itu, atas prakarsa DPR- RI, UU No. 22 Tahun 2007 Tentang Penyelenggaraan Pemilu disahkan oleh pemerintah. Adanya penyelenggara pemilu tertuang dalam Pasal 22-E UUD 1945, dan penyelenggaraan pemilu DPR, DPD, dan DPRD tahun 2003 tercantum dalam UU No. 12, dan UU No. 23 tahun 2003

87 https://kab-lumajang.kpu.go.id/page/read/32/sejarah-kpu diakses Pada Tanggal 3 Mei 2023, Pukul 11.36.

76

tentang pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Karakter negara sebagai cerminan kenyataan ruang lingkup dan tugas daerah wilayah NKRI. KPU telah menunjukkan ketangguhannya yang merupakan sebuah organisasi yang tetap menjalani fungsinya, meski mandatnya terbatas. Independen menegaskan KPU tidak terpengaruh oleh pihak manapun dalam penyelenggaraan pemilu.88

Penyelenggara pemilu mengikuti pedoman berikut:

kemerdekaan; Jujur; adil; keamanan hukum; penyelenggara pemilu yang sesuai; keuntungan masyarakat; pembukaan; proporsionalitas;

profesionalisme; tanggung jawab; efisiensi dan kinerja. Tata cara pemilihan calon anggota KPU berdasarkan UU No. 22 Tahun 2007 Tentang Penyelenggaraan Pemilu adalah Presiden membentuk dewan untuk memilih calon anggota KPU tanggal 25 Mei 2007 yang terdiri lima anggota yang akan membantu Presiden dalam pemilihan umum, menentukan calon anggota KPU tetap, lalu dikirim ke DPR untuk pemeriksaan kelayakan. Pada 9 Juli 2007, berdasarkan Pasal 13(3) UU Penyelenggaraan Pemilu Nomor 22 Tahun 2007, Badan Seleksi Komisioner KPU menerima 545 calon yang minat menjadi Komisioner KPU. Dari 545 pelamar, 270 lulus ujian seleksi eksekutif tertulis. Dari 270 calon yang lulus ujian administrasi, 45 lulus ujian tertulis dan diumumkan pada 31 Juli 2007.

88https://bit.ly/3B6Wvjv diakses Pada Tanggal 3 Mei 2023, Pukul 11.42.

KPU Kabupaten Lumajang terletak di Jl. Veteran No.70, Kepuharjo, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur 67316. KPU Kabupaten Lumajang terdiri dari beberapa bagian struktur organisasi yang terdiri dari 29 orang yang meliputi ketua, anggota divisi teknis penyelenggara, divisi perancanaan, data dan informasi, divisi hukum dan pengawasan, divisi sosdiklih, parmas, dan SDM, kepala sub bagian keuangan umum dan logistik, kepala sub bagian penyelengaraan pemilu, parmas dan hupmas, kepala sub bagian pranata keuangan APBN penyella, serta kepala sub bagian hukum dan SDM.89

89 https://kab-lumajang.kpu.go.id/page/read/34/struktur-organisasi diakses Pada Tanggal 3 Mei 2023, Pukul 11.46.

Bagan 4.1

Struktur Organisasin KPU Kabupaten Lumajang

Sumber: Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lumajang KETUA

YUYUN BAHARITA ANGGOTA

NUR ISMANDIANA│ SOHUDI │ SITI MUDAWIYAH │ YUSUF ADI PAMUNGKAS

SEKRETARIS ANDI TRI PRANOWO

KASUBAG Plt. KEUANGAN

UMUM DAN LOGISTIK

Dian Tria Rahayu STAFF

Arif Satrio Nugroho M. Ryan Arfiansyah Mustari

Anggi Attasya Mahfiro Siswanto Gito

Ach. Zainul Fuad Faidah

Prima Adewangga Siswanto

KASUBAG Plt. TEKNIS PENYELENGARAA

N PEMILU, PARMAS, &

HUPMAS Ida Nur Farida STAFF

Kemas Didik Abdillah Yanuar Ayu

Kumaningtyas

KASUBAG Plt. PRANATA

KEUANGAN APBN PENYELLA

R. Indra Irawan

KASUBAG Plt.

PERENCANAAN, DATA DAN INFORMASI Wedarini Kartisari STAFF

Bagus Prasetyawan Gahar

Sunarwi

KASUBAG Plt. HUKUM DAN

SDM Nita Cristina STAFF

Atika Septi Lukmawati Aditia Afif Arfiansyah

2. Visi dan Misi KPU Kabupaten Lumajang a) Visi KPU Kabupaten Lumajang

Terwujudnya Komisi Pemilihan Umum sebagai penyelenggara Pemilihan Umum yang memiliki integritas, profesional, mandiri, transparan, dan akuntabel, demi terciptanya demokrasi Indonesia yang berkualitas berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

b) Misi KPU Kabupaten Lumajang

1. Membangun lembaga penyelenggara Pemilihan Umum yang memiliki kompetensi, kredibilitas dan kapabilitas dalam menyelenggarakan Pemilihan Umum;

2. Menyelenggarakan Pemilihan Umum untuk memilih Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Presiden dan Wakil Presiden serta Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil, akuntabel, edukatif dan beradab;

3. Meningkatkan kualitas penyelenggaraan Pemilihan Umum yang bersih, efisien dan efektif;

4. Melayani dan memperlakukan setiap peserta Pemilihan Umum secara adil dan setara, serta menegakkan peraturan Pemilihan Umum secara konsisten sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku;

5. Meningkatkan kesadaran politik rakyat untuk berpartisipasi aktif dalam Pemilihan Umum demi terwujudnya cita-cita masyarakat Indonesia yang demokratis.

3. Kondisi Umum Penyandang Disabilitas Kabupaten Lumajang Kabupaten Lumajang adalah kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Timur dan juga termasuk dalam lokasi terselenggaranya pemilu serentak tahun 2019 yang memiliki luas wilayah mencapai 1.790,90 km2 yang diterdiri dari 21 kecamatan, 198 desa, dan 7 kelurahan.1 Jumlah DPT pemilu tahun 2019 berjumlah 1.863.478 jiwa yang ditetapkan komisi pemilihan umum (KPU) dalam rapat pleno terbuka Kabupaten Lumajang yang mana terdiri dari 415.783 laki-laki dan 435.964 perempuan sebagai pemilih. Berdasarkan data dari KPU Kabupaten Lumajang bahwasannya pada pemilu tahun 2019 terdapat pemilih disabilitas dengan jumlah sebanyak 806 jiwa dengan rincian yakni 510 pemilih laki-laki dan 306 pemilih perempuan.2

Tabel 4.2

Data Pemilih Penyandang Disabilitas pada Kabupaten Lumajang Tahun 2019

NO. KECAMATAN DPT TOTAL

PENYANDANG DISABILITAS

LK PR JML LK PR JML

1. TEMPURSARI 13.266 13.465 26.731 1 6 7 2. PRONOJIWO 14.129 14.176 28.305 3 8 11 3. CANDIPURO 27.236 27.892 55.128 5 8 13

1https://bit.ly/3Lj28kP diakses pada tanggal 14 Maret 2023 Pukul 16.00

2 https://lumajangkabppid.kpu.go.id/info-berkala?page=4 diakses pada tanggal 13 Maret 2023

NO. KECAMATAN DPT TOTAL PENYANDANG

DISABILITAS

LK PR JML LK PR JML

4. PASIRIAN 33.329 34.801 68.130 14 5 19 5. TEMPEH 32.248 33.697 65.945 55 52 107

6. KUNIR 20.781 22.207 42.988 17 18 35

7 YOSOWILANGUN 23.597 24.783 48.380 19 22 41 8. ROWOKANGKUNG 14.383 14.940 29.323 17 10 27 9. TEKUNG 13.132 13.877 27.009 14 19 33 10. LUMAJANG 31.544 33.264 64.808 24 27 51 11. PASRUJAMBE 16.145 16.330 32.475 6 4 10

12. SENDURO 18.907 19.362 38.269 5 3 8

13. GUCIALIT 9.589 10.430 20.019 9 12 21

14. PADANG 14.236 15.126 29.362 2 1 3

15. SUKODONO 20.706 21.505 42.211 28 19 47 16. KEDUNGJAJANG 17.123 18.575 35.698 219 8 227 17. JATIROTO 18.496 19.568 38.064 29 32 61 18. RANDUAGUNG 24.911 26.439 51.350 1 1 2 19. KLAKAH 20.367 21.730 42.097 38 43 81 20. RANUYOSO 17.666 19.207 36.873 0 0 0 21. SUMBERSUKO 13.992 14.590 28.582 4 8 12

JUMLAH 415.783 435.964 851.747 510 306 816 Sumber: Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lumajang

Tabel 4.3

Data Penyandang Disabilitas Tahun 2019 Kabupaten Lumajang

NO. KECAMATAN TOTAL PENYANDANG

DISABILITAS

LK PR JML

1. TEMPURSARI 3 9 12

2. PRONOJIWO 5 11 16

3. CANDIPURO 5 8 13

4. PASIRIAN 18 7 25

5. TEMPEH 58 55 113

6. KUNIR 18 19 37

7 YOSOWILANGUN 19 22 41

8. ROWOKANGKUNG 11 8 19

9. TEKUNG 14 19 33

10. LUMAJANG 21 22 43

11. PASRUJAMBE 6 4 10

12. SENDURO 5 3 8

13. GUCIALIT 9 12 21

14. PADANG 1 1 2

NO. KECAMATAN TOTAL PENYANDANG DISABILITAS

LK PR JML

15. SUKODONO 28 19 47

16. KEDUNGJAJANG 224 8 232

17. JATIROTO 31 36 67

18. RANDUAGUNG 1 1 2

19. KLAKAH 40 43 83

20. RANUYOSO 2 1 3

21. SUMBERSUKO 4 8 12

JUMLAH 523 316 839

Sumber: Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak

Tabel di atas terlihat bahwa jumlah penyandang disabilitas di Kabupaten Lumajang cukup tinggi. Meski jumlah penyandang disabilitas cukup tinggi, namun pemerintah kota dan masyarakat masih kurang memperhatikan masyarakat yang menyandang disabilitas. Aksebilitas seperti akses transportasi, gedung atau lainnya masih dianggap belum inklusif, hal ini dianggap menjadi hambatan bagi penyandang disabilitas.3

Sampai saat ini penyandang disabilitas dianggap masih kurang penting dalam bermasyarakat karena kondisi fisiknya dan mentalnya.

Memandang masyarakat disabilitas sebagai kelompok minoritas dan sekunder dalam masyarakat merupakan bentuk diskriminasi dan stigmatisasi yang kurang mempedulikan kelompok ini. Mengingat banyaknya masyarakat disabilitas di negeri ini, terkhusus di Kabupaten Lumajang, maka fasilitas atau mobilitas umum yang ada harus terpenuhi sesuai dengan kriteria kebutuhan masyarakat disabilitas. Namun faktanya, banyak penyandang disabilitas yang

3 Wawancara dengan Bapak Ali Muslimin Orang Penyandang Disabilitas Tuna Daksa Kabupaten Lumajang pada tanggal 14 April 2023

masih merasa kesulitan menjangkau ruang publik. Contohnya, lembaga kesehatan, transportasi, pendidikan, ketenagakerjaan, jalan umum, dan lain-lain.

Penyandang disabilitas masih menghadapi adanya beberapa kesulitan dan tantangan di kehidupan sosial. Selain itu, keterbatasan fisik, penyandang disabilitas masih sering mengalami diskriminasi atau sikap saling membedakan di segala bidang kehidupan.

Diskriminasi ini terjadi karena keluarga menolak karir penyandang disabilitas karena rasa malu dan ejekan sosial, yang menyebabkan rasa bersalah dan keraguan diri penyandang disabilitas. Bukan hanya itu, kecacatan dianggap sebagai penyakit bahkan dianggap sebagai nasib sial yang diberikan oleh Tuhan kepada manusia dan harus dihindari.

Mindset yang berkembang dalam masyarakat mempengaruhi semua aktivitas masyarakat, sehingga memasukkan kelompok ini ke dalam kelompok yang kurang beruntung dan terpinggirkan.

Maka dari itu, dalam penelitian ini bukan hanya terfokus pada pengkajian data untuk menghasilkan hasil yang maksimal, namun juga menarik perhatian agar kelompok disabilitas mendapat perhatian khusus dari pemerintah Kabupaten Lumajang.

Dalam dokumen implementasi hak memilih bagi penyandang (Halaman 87-95)

Dokumen terkait