• Tidak ada hasil yang ditemukan

implementasi media video call whatsapp

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "implementasi media video call whatsapp"

Copied!
91
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Bagaimana penerapan media video call Whatsapp terhadap hasil belajar mata pelajaran bahasa Indonesia kelas I SD Negeri 102 Kabupaten Bengkulu Selatan?.

LANDASAN TEORI

Media Pembelajaran

Pemanfaatan media pembelajaran mempunyai fungsi untuk dapat memenuhi kebutuhan individu yang mempunyai minat dan gaya belajar yang berbeda-beda. 13 Rizqi Ilyasa Aghni, Ungsi dan Jenis Media Pembelajaran dalam Pembelajaran Akuntansi Fungsi dan Jenis Media Pembelajaran dalam Pembelajaran Akuntansi, Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, Vol. 20 Widya Genitri, WhatsApp Group Sebagai Media Pembelajaran (WhatsApp Group As Learning Media), Jurnal Ilmiah Pendidikan Hindu, Agama dan Kebudayaan P-ISSN Volume 10 Nomor 2, 201, hal.55.

24 Widya Genitri, WhatsApp Group Sebagai Media Pembelajaran, (Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Hindu, Agama dan Kebudayaan P-ISSN Volume 10 Nomor 2 Tahun 2019), hal. 26Muhammad Awin Alaby, Media Sosial Whatsapp Sebagai Media Pembelajaran Jarak Jauh Ilmu Sosial Budaya Dasar (ISBD), Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, Vol.

Hasil Belajar

Pada dasarnya hasil belajar merupakan keterampilan yang berupa keterampilan dan perilaku baru yang dihasilkan dari pelatihan atau pengalaman yang diperoleh. Dalam hal ini Gagne dan Brigss mengartikan hasil belajar sebagai keterampilan yang diperoleh seseorang setelah mengikuti proses pembelajaran. Lebih lanjut mengenai hasil belajar, Gagne dan Brigs mengemukakan bahwa ada lima keterampilan yang diperoleh seseorang sebagai hasil belajar, yaitu keterampilan intelektual, strategi, keterampilan kognitif, informasi verbal, keterampilan motorik, dan sikap.

Hamalik menjelaskan dalam Kurnandar bahwa hasil belajar adalah pola, tindakan, nilai, gagasan, sikap dan kemampuan siswa. Selain itu, Sudjana berpendapat bahwa hasil belajar adalah keterampilan yang dimiliki siswa setelah memperoleh pengalaman.30. Hasil belajar sebagaimana diuraikan di atas meliputi pemahaman konsep (aspek kognitif), keterampilan memproses (aspek psikomotorik), dan sikap siswa (aspek afektif).

Pembelajaran Bahasa Indonesia

Faktor lingkungan sosial meliputi lingkungan sosial yaitu sekolah (guru dan teman sekelas), lingkungan sosial masyarakat (kondisi lingkungan tempat tinggal siswa akan mempengaruhi belajar siswa), lingkungan sosial keluarga (lingkungan ini sangat mempengaruhi kegiatan belajar). Pembelajaran bahasa Indonesia merupakan salah satu pembelajaran yang wajib dilakukan dalam pendidikan di Indonesia untuk mempelajari bahasa Indonesia yang mempunyai empat keterampilan yaitu mendengarkan, menulis, berbicara dan membaca36. Pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar dapat memberikan keterampilan dasar berbahasa yang diperlukan untuk melanjutkan pendidikan di sekolah menengah, serta menyerap ilmu yang dipelajari melalui bahasa tersebut.

Selain itu, pembelajaran bahasa Indonesia juga dapat membentuk sikap berbahasa yang positif dan memberikan landasan untuk menikmati dan mengapresiasi sastra Indonesia. Dalam pembelajaran bahasa Indonesia perlu memperhatikan pelestarian dan pengembangan nilai-nilai luhur bangsa, serta peningkatan rasa persatuan dan kesatuan bangsa.

Kajian Pustaka

SDN 102 Kabupaten Bengkulu Selatan terletak di Jalan Raya Tanjung Eran Dusun Mandi Angin Kecamatan Pino Kabupaten Bengkulu Selatan. Untuk mengetahui kapan penerapan media video call WhatsApp dilakukan di SDN 102 Kabupaten Bengkulu Selatan. Bagaimana sistem metode pembelajaran daring yang digunakan pada mata pelajaran bahasa Indonesia di SDN 102 Kabupaten Bengkulu Selatan?

Selanjutnya peneliti juga melakukan wawancara kepada guru bahasa Indonesia siswa kelas I SDN 102 Kabupaten Bengkulu Selatan untuk mengetahui implementasi aplikasi media WhatsApp untuk video call dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia. Bagaimana pelaksanaan proses pembelajaran mata pelajaran bahasa Indonesia di SDN 102 Kabupaten Bengkulu Selatan menggunakan media video call WhatsApp.

Kerangka Berfikir

METODE PENELITIAN

  • Tempat Penelitian
  • Sumber Data
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Uji Keabsahan Data
  • Teknik Analisis Data

Penelitian ini dilakukan di SDN 102 Kecamatan Pino Kabupaten Bengkulu Selatan lebih tepatnya di Desa Mandi Angin. Siswa SDN 102 Kabupaten Bengkulu Selatan berjumlah 177 orang dengan rincian putra 109 orang dan sarjana 109 orang. Dengan menggunakan media video call WhatsApp membawa perubahan bagi siswa, mereka menjadi lebih aktif, tidak suka bercanda lagi dengan temannya ketika proses pembelajaran dimulai.

Setelah itu peneliti juga mewawancarai siswa berikut ini. Berikut hasil wawancara peneliti kepada siswa SDN 102 Kabupaten Bengkulu Selatan mengenai apakah siswa menyukai pembelajaran menggunakan media video call WhatsApp. Disini peneliti melakukan wawancara kepada siswa dengan didampingi oleh orang tua siswa. Dalam hal ini penilaian pembelajaran daring mata pelajaran bahasa Indonesia kelas I SDN 102 Kabupaten Bengkulu Selatan dilakukan pada saat proses pembelajaran dan pemberian tugas dan juga pada pertengahan semester dalam pembelajaran.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Struktur Organisasi Sekolah

Situasi dan Kondisi Sekolah

Fasilitas yang tersedia di SDN 102 Kabupaten Bengkulu Selatan yaitu lapangan sepak bola/futsal dan lapangan upacara SDN 102 Kabupaten Bengkulu Selatan cukup lengkap sehingga kebersihan lingkungan tetap dapat terkoordinasi dengan baik. Demi kebersihan lingkungan sekolah, selain dilakukan oleh siswa, juga dilakukan oleh penjaga sekolah, guru dan staf, agar kebersihan lingkungan dan sekolah selalu terjaga. Halaman SDN 102 Kabupaten Bengkulu Selatan cukup luas ditumbuhi pepohonan dan tanaman peneduh yang terletak di depan ruang kelas SDN 102 Kabupaten Bengkulu Selatan. Lahan SDN 102 Kabupaten Bengkulu Selatan cukup cocok untuk kegiatan belajar mengajar di luar kelas seperti kegiatan olah raga. oleh siswa dan penjaga sekolah dengan melaksanakan pembersihan sehari-hari, pembersihan juga ditunjang dengan fasilitas seperti : ember, sapu, tempat sampah, sapu dan alat pel.

SD Negeri 102 mempunyai perpustakaan yang sistem prosesnya cukup terolah dengan baik, sehingga memberikan pelayanan yang baik kepada guru dan siswa yang ingin meminjam buku pelajaran yang diperlukan serta dapat memberikan seluas-luasnya kegiatan membaca buku di perpustakaan. Tiga meja bundar beserta kursi yang digunakan siswa untuk membaca dan berdiskusi, 12 kursi.

Prosedur penggunaan dan pemeliharaan fasilitas sekolah

Media juga memegang peranan penting dalam keberhasilan belajar siswa, dengan menggunakan media pembelajaran akan mendorong keterlibatan siswa dalam memahami materi yang dipelajari. Sehingga materi yang disampaikan guru harus divisualisasikan dalam bentuk yang lebih nyata/konkret, penggunaan media dalam proses pembelajaran dapat memberikan pengalaman yang bermakna bagi siswa. Hasil akhir evaluasi diperoleh dari seluruh evaluasi proses pembelajaran mahasiswa selama mengikuti pembelajaran daring seperti mengerjakan tugas, ulangan harian dan tengah semester serta UAS.42.

Penilaian yang digunakan dalam aplikasi online ini adalah melalui penilaian kesiapan siswa, proses pembelajaran, dan hasil belajar siswa secara keseluruhan. SDN 102 Kabupaten Bengkulu Selatan menentukan kondisi pembelajaran, pihak sekolah menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal atau KKM, pada awal pelaksanaan penilaian proses pembelajaran dan penilaian hasil belajar dengan memperhatikan tingkat kerumitan, kapasitas dan tingkat awal. dari kemampuan siswa. Diharapkan kepada kepala sekolah dan guru SDN 102 Kabupaten Bengkulu Selatan untuk selalu menjaga ketrampilannya dalam memilih media pembelajaran yang kreatif, inovatif dan menyenangkan bagi siswa agar tujuan pendidikan tercapai sesuai dengan yang diharapkan.

Siswa diharapkan menggunakan media dalam proses belajar mengajar untuk meningkatkan minat belajar siswa.

Jumlah Guru Dan Petugas Lainnya

Data Siswa SD N 102 Kabupaten Bengkulu Selatan

Sistem metode pembelajaran daring di SDN 102 Kabupaten Bengkulu Selatan menggunakan WhatsApp, pelaksanaan pembelajarannya guru terlebih dahulu memberikan instruksi ke grup whatsapp, kemudian beberapa menit kemudian guru memantau kembali melalui grup whatsapp dan menanyakan apakah ada yang benar. siap belajar setelah guru melakukan video call kelompok setelah itu untuk mengecek kesiapan siswa belajar, kemudian guru menjelaskan mata pelajaran, memberikan tugas yang harus dikerjakan kemudian guru menyuruh siswa mengumpulkan tugas di rumah guru”2. Pada awalnya pendidik dan peserta didik belum terbiasa dengan pembelajaran daring yang dikembangkan, terkadang masih terdapat kendala pada saat mengajar seperti jaringan atau rasa bosan selama pembelajaran daring. Pendidik juga perlu mempersiapkan pembelajaran agar peserta didik tidak mudah bosan jika mengikuti pembelajaran daring. diberikan video tutorial 3.

Sebelum pandemi, pembelajaran dilakukan karena siswa pada umumnya diberikan tugas membaca. Selama pembelajaran berlangsung, guru memantau kondisi siswa. Jika ada siswa yang tidak fokus atau bermain-main dengan adik atau kakaknya, guru akan menegurnya dan memerintahkannya untuk kembali fokus belajar. Kemudian guru akan mengajukan pertanyaan. dan jawaban terkait pembelajaran yang telah dilakukan, akhirnya guru memberikan pekerjaan rumah kepada siswa, akhirnya guru menyuruh siswa untuk mengambil tugas di rumah guru, pelaksanaan pembelajaran online menggunakan whatsapp dengan menggunakan media video call berjalan dengan cukup baik. nah SDN 102 Kabupaten Bengkulu Selatan karena WhatsApp merupakan salah satu media terpopuler yang banyak digunakan oleh para guru dalam proses pembelajaran pada saat pembelajaran online karena WhatsApp sangat membantu para guru pada saat pembelajaran. Di balik kelebihan penggunaan WhatsApp dengan menggunakan media video call, terdapat juga kekurangan yang dirasa sebagai salah satu kelemahannya: pembelajaran jarak jauh dilakukan tanpa adanya interaksi, guru tidak dapat langsung mengikuti proses pembelajaran dan terbatasnya kemungkinan menerima materi secara online dengan instan. aplikasi perpesanan seperti media whatsapp dan juga guru kesulitan mengetahui keseriusan siswa saat belajar.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti di SDN 102 Kabupaten Bengkulu Selatan tentang bagaimana penerapan media video call whatsapp terhadap hasil belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas I SD Negeri 102 Kabupaten Bengkulu Selatan, bahwa pembelajaran dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 102 Kabupaten Bengkulu. Selatan melalui penggunaan media video call whatsapp berjalan dengan baik dan melalui penggunaan media whatsapp sangat bermanfaat dalam proses pembelajaran yang berlangsung apalagi di masa pandemi saat ini dan juga hasil belajar yang dicapai siswa berangsur-angsur meningkat, dilihat dari proses keaktifan, kesiapan dan sikap siswa selama mengikuti pembelajaran berkelanjutan dan juga dilihat dari nilai ulangan harian, tugas dan nilai tengah semester yang rata-rata nilainya diatas KKM.

Visi dan Misi Sekolah

Hasil Penelitian

Peneliti melakukan penelitian di SDN 102 Kabupaten Bengkulu Selatan pada bulan Maret sampai April 2021. Penelitian yang dilakukan berkaitan dengan penerapan media video call WhatsApp terhadap hasil belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas I Sekolah Dasar Negeri 102 Kabupaten Bengkulu Selatan situasi, kondisi, pelaksanaan dan pembelajaran dapat dilihat oleh guru Bahasa Indonesia siswa kelas I menggunakan media video call WhatsApp. Bagaimana proses melakukan evaluasi pembelajaran pada metode pembelajaran online menggunakan media video call WhatsApp? Menurut Ibu Resmawati, apa kelebihan dan kekurangan metode pembelajaran online dengan menggunakan media video call.

Untuk pertanyaannya apakah guru bahasa Indonesia anda menjelaskan terlebih dahulu bagaimana sistem penerapan media video call whatsapp pada saat proses pembelajaran? Dan juga peneliti melakukan wawancara kepada siswa kelas satu untuk menanyakan pertanyaan: apakah anda lebih menyukai penerapan media video call WhatsApp dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia atau tidak?

Pembahasan

Keterampilan seorang guru dalam memilih media pembelajaran sangat berpengaruh terhadap minat siswa dalam belajar dengan menggunakan media kreatif dapat meningkatkan minat belajar khususnya pada pelajaran bahasa Indonesia, karena pembelajaran bahasa Indonesia membosankan bagi sebagian siswa, penggunaan media pembelajaran yang kreatif juga akan mempengaruhi hasil. diperoleh siswa 37. Dalam proses pelaksanaan pembelajaran menggunakan media whatsapp dengan menggunakan video call, guru terlebih dahulu menyiapkan RPP, materi dan hal-hal lain yang menunjang pembelajaran, pada saat proses mengajar guru memberikan petunjuk terlebih dahulu melalui grub whatsapp, dimulai dari pengumuman hari ini beliau akan mengajar bahasa indonesia kepada siswa yang dijadwalkan masuk pada pagi hari, mohon segera aktifkan grubnya dan informasikan juga materi yang akan dibahas nanti setelah 5 menit, guru akan memantau kesiapan siswa untuk belajar lagi, jika semuanya sudah siap dan semua aktif maka guru akan melakukan video call untuk memberikan materi pembelajaran. Sebab, pembelajaran jarak jauh masih dinilai tidak lebih baik dibandingkan pembelajaran tatap muka konvensional, siswa tidak bisa bertanya langsung kepada guru jika ada materi yang belum dipahami melalui penjelasan virtual.

Dengan mengamati prosesnya, guru memperhatikan sikap siswa pada saat proses pembelajaran, mulai dari keaktifan siswa, kesiapan siswa dari mengisi kekosongan hingga ketepatan waktu masuk ke grup WhatsApp, dan sikap terhadap siswa selama proses pembelajaran. Selain itu untuk mengetahui tingkat keberhasilan pemahaman siswa dalam belajar, guru juga mengevaluasi hasil belajar dengan melakukan tanya jawab pada saat pembelajaran, guru memberikan pekerjaan rumah, ulangan harian dan juga melihat rata-rata hasil belajar. siswa.

PENUTUP

Saran

Media Sosial Whatsapp Sebagai Media Pembelajaran Jarak Jauh Mata Kuliah Dasar Ilmu Sosial Budaya (ISBD), Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, Vol. Dedi, Irawan, Muhammad, Implementasi e-Archives pada Program Studi Teknik Informatika, Jurnal Teknologi Informasi, Vol.2, No.1. WhatsApp Sebagai Media Pembelajaran (WhatsApp.. Media Pembelajaran), Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Hindu, Agama dan Kebudayaan P-ISSN Volume 10 Nomor 2.

Ungsidan Jenis Media Pembelajaran dalam Pembelajaran Akuntansi Fungsi dan Jenis Media Pembelajaran dalam Pembelajaran Akuntansi, Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, Vol. Pemanfaatan Grup Whatsapp Sebagai Media Informasi Pembelajaran Anak di Kb Permata Bunda, Jurnal.iaialhikmahtuban, SSN (P ISSN (E VOL.

Gambar

Gambar 2.1: cara menggunakan whatsapp  4.  Hasil Belajar

Referensi

Dokumen terkait

Training on How to Make an Online Store in the Marketplace Conclusion The 2021 Stimulus Community Partnership Program PKM entitled "Increasing Creative Economy through Utilizing