• Tidak ada hasil yang ditemukan

implementasi pendidikan karakter tanggung

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "implementasi pendidikan karakter tanggung"

Copied!
107
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Identifikasi Masalah

Batasan Masalah

Rumusan Masalah

Implementasi Pendidikan Karakter Tanggung Jawab dan Kolaborasi dalam Pembelajaran Tematik Kurikulum 2013 di SD Negeri 2 Berkoh. Kepala sekolah dan guru memahami pentingnya pendidikan karakter yang bertanggung jawab, seperti halnya para siswa. Dalam pelaksanaannya, pelaksanaan pendidikan karakter tanggung jawab tidak berjalan sesuai rencana karena terkendala beberapa masalah.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Dapat menjadi pertimbangan bagi para trainer untuk lebih meningkatkan metode pengajaran, khususnya untuk proses pembelajaran daring.

LANDASAN TEORI

Pendidikan Karakter

Menurut Elkind and Sweet, yang dikutip oleh Heri Gunawan, pendidikan karakter adalah upaya sengaja untuk membantu orang memahami dan peduli terhadap nilai-nilai moral. Pendidikan karakter dalam konteks pendidikan di Indonesia adalah pendidikan nilai, yaitu pendidikan nilai-nilai luhur yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia, dalam rangka pembinaan kepribadian. Pendidikan karakter di sekolah akan berjalan lancar jika guru memperhatikan beberapa prinsip pendidikan karakter dalam pelaksanaannya.

Pendidikan Karakter Tanggung Jawab

Orang yang bertanggung jawab adalah seseorang yang dapat dimintai pertanggungjawaban, yang dapat dipercaya dan melakukan apa yang diharapkan darinya. Pelajaran pertama anak-anak tentang tanggung jawab datang dari orang tua yang responsif terhadap kebutuhan mereka. Anak-anak yang orang tuanya memahami dan memenuhi kebutuhan mereka lebih mungkin memahami tanggung jawab mereka terhadap orang lain dan diri mereka sendiri.

Rasa tanggung jawab merupakan pelajaran yang tidak hanya harus diperkenalkan dan diajarkan, tetapi juga diterapkan kepada siswa. Siswa yang dilatih atau ditanamkan nilai-nilai tanggung jawab nantinya akan tumbuh menjadi pribadi yang bersungguh-sungguh dalam menjalankan segala aktivitasnya. Keikhlasan dan tanggung jawab inilah yang pada akhirnya dapat mengantarkannya untuk mencapai kesuksesan yang diinginkan.37 b. Tujuan Pendidikan Karakter Tanggung Jawab.

Khususnya di sekolah, nilai tanggung jawab merupakan hal yang harus dikembangkan oleh guru kepada siswanya. Meskipun aturan bagi siswa ini adalah hal yang dapat dianggap sederhana, guru harus mendorong mereka untuk menerapkannya dengan penuh tanggung jawab. Nah, disiplin waktu dan penilaian prestasi siswa merupakan bagian dari cara guru menunjukkan rasa tanggung jawab sebagai seorang pendidik.

Cara lain untuk mendorong sikap bertanggung jawab pada siswa adalah dengan mengajari mereka untuk mau menebus kesalahan ketika mereka melakukan kesalahan.

Pembelajaran Tematik Terpadu

Sedangkan tujuan pembelajaran terpadu adalah agar mahasiswa menjadi aktif.45 Di Indonesia, pembelajaran tematik terpadu untuk mata kuliah PGSD atau PGMI telah diselenggarakan di beberapa perguruan tinggi guna mencetak calon guru profesional, bukan sekedar pekerjaan profesional. Dalam lampiran Përmendiknas no.67, pembelajaran tematik terpadu merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan kompetensi yang berbeda dari mata pelajaran yang berbeda dalam topik yang berbeda. Sementara itu, Trianto menyatakan bahwa pembelajaran tematik memberikan model pembelajaran yang menjadikan kegiatan pembelajaran relevan dan bermakna bagi siswa dengan memberdayakan pengetahuan dan pengalaman siswa untuk membantu memahami dunia nyata.

Dari berbagai definisi pembelajaran tematik terpadu tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran tematik terpadu merupakan gabungan dari berbagai mata pelajaran yang digabungkan menjadi satu topik, dan pembelajaran tematik terpadu memerlukan aktivitas yang lebih besar dari siswa dalam proses pembelajaran. Pada awalnya kemunculan pembelajaran tematik sangat dipengaruhi oleh setidaknya tiga aliran filosofis yang dominan dalam dunia pendidikan, yaitu: konstruktivisme, progresivisme, dan humanisme. Upaya pemecahan potensi masalah yang muncul dalam pembelajaran berlangsung melalui proses pemilihan dan penataan kembali baik pengetahuan maupun pengalaman belajar yang dimiliki siswa.

Psikologi perkembangan sangat diperlukan untuk menentukan isi/materi ajar tematik yang diberikan kepada siswa agar tingkat keluasan dan kedalamannya sesuai dengan tahapan perkembangan siswa. Psikologi pembelajaran memberikan kontribusi dalam kaitannya dengan bagaimana isi/materi ajar tematik disampaikan kepada siswa dan bagaimana siswa harus mempelajarinya.56 3) Landasan hukum. Pembelajaran tematik terkait dengan berbagai kebijakan atau peraturan yang mendukung pelaksanaan pembelajaran tematik di sekolah dasar.

Guru hendaknya merancang pembelajaran tematik dengan memperhatikan keterkaitan antar mata pelajaran yang berbeda yang tersebar pada beberapa mata pelajaran.

Pandemi Covid-19

Infeksi virus Corona disebut COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) dan pertama kali ditemukan pada akhir Desember 2019 di kota Wuhan, China. Hal ini menyebabkan beberapa negara memperkenalkan kebijakan untuk memperkenalkan pembatasan untuk mencegah penyebaran virus Corona. Namun, dengan hadirnya wabah Covid-19 secara tiba-tiba, dunia pendidikan Indonesia harus menempuh jalan yang dapat membantu kondisi sekolah dalam keadaan darurat.

Begitu juga dengan siswa yang istilahnya hampir sama dengan guru, apa yang dimaksud dengan pengertian penggunaan teknologi. Kesejahteraan guru dan siswa membuat mereka tidak bisa sepenuhnya menikmati sarana dan prasarana teknologi informasi yang sangat dibutuhkan dalam konteks bencana Covid-19. Biaya juga menjadi kendala karena aspek kesejahteraan guru dan siswa masih jauh dari harapan.

Alokasi anggaran yang diputuskan melalui Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020 tentang refocusing kegiatan, pergerakan anggaran, dan pengadaan barang dan jasa dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 harus segera dilaksanakan. Namun demikian, dukungan dari guru di sekolah harus tersedia dari pintu ke pintu untuk semua siswa. Program pendidikan sekolah sangat perlu dikomunikasikan kepada siswa terutama dengan media online, namun sekolah sangat perlu memperhatikan etika sebagai lembaga pendidikan.

Penekanan pembelajaran di rumah untuk pelajar harus benar-benar dikawal agar guru yang mengajar melalui media yang jelas kekal lancar dan bijak dalam menyampaikan pengajaran yang perlu difahami oleh pelajar.

Penelitian Terdahulu Yang Relevan

Rifa Pramasanti, Dhi Bramasta dan Subuh Anggoro, Implementasi Pendidikan Karakter Bertanggung Jawab dan Kolaboratif dalam Pembelajaran Tematik Kurikulum 2013 di SD Negeri 2 Barokh. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan judul Implementasi Pendidikan Karakter Bertanggung Jawab dalam Pembelajaran Tematik Terpadu Bagi Siswa Pada Masa Pandemi Covid-19 di SDN 76 Kota Bengkulu. Dari penerapan metode tersebut digunakan untuk mengamati dan mengumpulkan data secara langsung pelaksanaan pendidikan karakter tanggung jawab dalam pembelajaran tematik terpadu siswa pada masa pandemi covid-19 di SD Negeri 76 Kota Bengkulu.

Metode ini digunakan untuk mencari data terkait pelaksanaan pendidikan karakter tanggung jawab dalam pembelajaran tematik terpadu siswa pada masa pandemi Covid-19 di SD Negeri 76 Kota Bengkulu. Pemahaman kepala sekolah, guru dan siswa tentang pentingnya pendidikan akuntabilitas dan pentingnya pendidikan akuntabilitas serta implementasinya dalam pembelajaran daring tematik terpadu. Hal ini diungkapkan kepala sekolah ketika peneliti menanyakan tentang pentingnya pendidikan tanggung jawab dan alasannya.

Selain itu, pernyataan tersebut didukung oleh pernyataan guru mata pelajaran tentang pentingnya pendidikan karakter yang bertanggung jawab. Selain itu, siswa juga menyadari pentingnya pendidikan karakter dan tanggung jawab, serta mampu membentuknya. Kendala dan Upaya Dalam Proses Pelaksanaan Tanggung Jawab Dalam Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Daring Tematik Terpadu Tanggung Jawab Dalam Pembelajaran Daring Tematik Terpadu.

Sehingga dalam pelaksanaannya pelaksanaan pelatihan karakter tanggung jawab tidak sesuai dengan rencana karena terhambat oleh beberapa permasalahan.

Tabel 2.2  Penelitian Relevan
Tabel 2.2 Penelitian Relevan

Kerangka Berfikir

METODE PENELITIAN

  • Setting Penelitian
  • Sumber Data
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Keabsahan Data
  • Teknik Analisis Data
  • Deskripsi Wilayah Penelitian
    • Sejarah SD Negeri 76 Kota Bengkulu
    • Profil SD Negeri 76 Kota Bengkulu
    • Visi, Misi dan Tujuan
    • Kondisi Fisik, Fasilitas dan Pemeliharaan Lingkungan Sekolah
    • Pelaksanan Tugas Guru/Pendidik
    • Struktur Organisasi SD Negeri 76 Kota Bengkulu
  • Deskripsi Hasil Penelitian
    • Pemahaman Kepala Sekolah, Guru dan Peserta Didik Tentang
    • Kendala dan Upaya dalam Proses Implementasi Pendidikan
  • Pembahasan Hasil Penelitian
  • Keterbatasan Penelitian

Perencanaan yang dilakukan pihak sekolah adalah memasukkan pendidikan karakter ini ke dalam kurikulum kemudian mensosialisasikannya baik kepada orang tua siswa maupun siswa itu sendiri agar mengetahui bahwa sekolah melaksanakan pendidikan karakter yang bertanggung jawab. Untuk kelas online, saya menggunakan aplikasi grup WhatsApp, jadi untuk pendidikan karakter, tanggung jawab siswa dipantau dari aktivitas mereka selama kelas online dan bagaimana mereka mengumpulkan tugas.”76. Kemudian dimonitor tanggung jawab siswa dari aktivitas mereka selama kelas daring dan bagaimana mereka mengumpulkan tugas.”78.

Dari segi pendidikan karakter tanggung jawab, terkadang mereka tidak mengumpulkan tugas atau mengikuti kuliah daring. Berdasarkan pengertian kepala sekolah tentang arti sifat tanggung jawab, tanggung jawab adalah kesadaran akan pelaksanaan kewajiban. Pelaksanaan pendidikan disiplin dan tanggung jawab di SD Negeri 76 Kota Bengkulu mendapat dukungan dari berbagai pihak yaitu orang tua, pemerintah dan puskesmas.

Pada penelitian berjudul “Implementasi Pendidikan Karakter Tanggung Jawab Dalam Pembelajaran Tematik Terpadu Bagi Siswa Pada Masa Pandemi Covid-19 Di SDN 76 Kota Bengkulu” masih terdapat kekurangan karena keterbatasan peneliti dan faktor eksternal. Perbedaan sistem pembelajaran tematik terpadu online dan tatap muka sangat berbeda antara guru dan siswa. Dari segi karakter tanggung jawab adalah siswa yang sering terlambat atau bahkan tidak menyerahkan tugas.

Guru di SD Negeri 76 Kota Bengkulu hendaknya terus mengingatkan siswa akan sifat tanggung jawab yang harus selalu mereka terapkan baik sebagai siswa maupun dalam masyarakat.

Gambar 3.1 Komponen dalam analisis data (interactive model)
Gambar 3.1 Komponen dalam analisis data (interactive model)

PENUTUP

Saran

Namun, guru tetap berupaya memantau siswa selama pembelajaran tematik daring. Apalagi di masa pandemi ini harus menggunakan kelas daring, sehingga para guru mencari cara agar siswa tetap bisa menunaikan kewajiban dan memperkuat karakter tanggung jawabnya. Komunikasi ini sangat penting, mengingat pada masa pandemi ini siswa banyak menghabiskan waktu di rumah.

Perbedaan sistem pembelajaran online dan tatap muka sangat dirasakan oleh guru, mereka merasa pembelajaran dan penyerapan materi oleh siswa kurang efisien. Mereka lebih menyukai pembelajaran tatap muka, karena dengan cara ini guru dapat langsung mengamati bagaimana siswa belajar, mengerjakan tugasnya secara mandiri. Aspek tersebut tidak hanya dilihat dari sisi pendidik atau pengajar, bagaimana siswa selama mengikuti kelas daring juga menentukan apakah karakter tanggung jawabnya berkembang atau tidak.

Adapun siswa yang terbatas karena hanya memiliki satu ponsel, bahkan jika itu milik kerabat, mereka terlambat masuk kelas. Perbedaan cara pemberian dan pengumpulan tugas siswa sangat berbeda dengan sistem tatap muka. Guru hanya berusaha mengingatkan setiap siswa untuk mengerjakan tugas dan sedapat mungkin tidak terlambat.

Dalam melaksanakan tugas banyak siswa yang melakukannya sendiri, namun tidak jarang mereka meminta bantuan orang tua, saudara atau anggota keluarga lainnya. Jika siswa tidak memiliki ponsel, mereka mencoba melakukannya, menumpang dengan teman, atau datang langsung ke sekolah untuk memberikan tugas dan mengumpulkan tugas. Pemahaman kepala sekolah, guru dan siswa tentang pentingnya karakter tanggung jawab tidak berbeda jauh dengan pendapat Mohamad Mustari yang mengatakan bahwa tanggung jawab adalah sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagaimana mestinya. , terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan, negara dan Tuhan 106.

Gambar 4.1 Struktur Organisasi SDN 76 Kota Bengkulu Perpustakaan
Gambar 4.1 Struktur Organisasi SDN 76 Kota Bengkulu Perpustakaan

Gambar

Tabel 2.2  Penelitian Relevan
Gambar 2.1 Alur Kerangka Berpikir Penelitian Pedoman Sekolah
Gambar 3.1 Komponen dalam analisis data (interactive model)
Gambar 4.1 Struktur Organisasi SDN 76 Kota Bengkulu Perpustakaan

Referensi

Dokumen terkait

damper circuit numbers a,f,k armature, field and damper respectively b,r bar and ring respectively d,q direct and quadrature-axis respectively h harmonic I leakage Superscripts s