• Tidak ada hasil yang ditemukan

implementasi peraturan daerah daerah istimewa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "implementasi peraturan daerah daerah istimewa"

Copied!
113
0
0

Teks penuh

Untuk menjaga keseimbangan dan kelestarian sumber daya alam (SDA), pemerintah daerah Provinsi DI Yogyakarta menetapkan peraturan yaitu Peraturan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta No. 1 Tahun 2018 tentang Mineral Logam, Mineral Bukan Logam, dan Pertambangan Batuan yang wajib taat kepada seluruh masyarakat daerah, wilayah Provinsi DI Yogyakarta pada umumnya dan masyarakat Kabupaten Sleman pada khususnya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan hukum empiris yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengacu pada Peraturan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta No. 1 Tahun 2018 tentang Pertambangan Mineral Logam, Mineral Bukan Logam, dan Batuan serta penelitian dilakukan langsung di Dinas PUP-ESDM Provinsi DI Yogyakarta dan lokasi penambangan di kabupaten Sleman.

Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi kepada para penambang pasir dan batu di kabupaten Sleman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peraturan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 1 Tahun 2018 tentang Pertambangan Mineral Logam, Mineral Bukan Logam, dan Batuan di Kabupaten Sleman belum dilaksanakan dengan baik, hal ini ditunjukkan dengan masih banyaknya penambang yang melakukan kegiatan tanpa izin resmi, padahal dalam penambangannya sesuai dengan tata cara yang diatur dalam peraturan daerah. Judul Topik: Pemberlakuan Peraturan Daerah Khusus Nomor 1 Tahun 2018 tentang Pengusahaan Mineral Logam, Mineral Bukan Logam, dan Batuan di Kabupaten Sleman.

Dapat diajukan ke Program Studi Hukum Tata Negara/Siyasah Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana Hukum Islam. Tugas Akhir berjudul: Pemberlakuan Peraturan Daerah Khusus Nomor 1 Tahun 2018 tentang Pertambangan Mineral Logam, Mineral Bukan Logam, dan Batuan di Kabupaten Sleman.

Vokal Pendek ﹷ

Vokal Panjang

Vokal Rangkap 1

Vokal Pendek Yang Berurutan Dalam Satu Kata

Kata Sandang Alf+L m

Huruf Besar

Penulisan Kata-kata Dalam Rangkaian Kalimat

Pengecualian

Judul buku yang menggunakan perkataan Arab tetapi telah dilatinkan oleh penerbit seperti judul kitab al-hijab. Nama pengarang yang menggunakan nama Arab tetapi berasal dari negara yang menggunakan huruf Latin, contohnya Kuraish Shihab, Ahmad Syukri Sholeh. Sebagai Ketua Program Pengajian Undang-undang Perlembagaan/Politik dan sebagai Pensyarah Penasihat Akademik serta pembimbing yang telah memberikan bimbingan dan tunjuk ajar dengan sepenuh hati.

Kedua orang tuaku tercinta, Bapak Abd Syukur Lamabawa A.Ma dan Ibu Ermawati Hasan, yang doanya selalu penulis harapkan. Yang selalu mendukung penulis dalam menyelesaikan studinya di program studi Hukum Tata Negara/Siyasah Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Hum yang selalu mendukung penulis dengan sepenuh hati dan selalu mendukung baik moril maupun materiil.

Sahabatku yang selalu setia menyemangatiku disaat susah dan selalu bersama disetiap keadaan. Semoga amal baik yang telah diberikan semua pihak kepada penulis mendapat balasan yang baik dari Allah SWT.

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Upaya apa saja yang dilakukan Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta dalam menertibkan penambangan liar dan apa saja faktor penghambatnya.

Tujuan dan Manfaat Penelitian

  • Tujuan Penelitian yaitu

Dengan kegunaan praktis, penelitian ini dapat memberikan kontribusi kepada Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya lembaga pemerintah terkait.

Tinjauan Pustaka

Misyanto, dalam tesisnya yang berjudul “Implementasi Otonomi Daerah dalam Perizinan Pertambangan Mineral C di Kabupaten Batang Jawa Tengah” menjelaskan bahwa kesimpulan dari hasil penelitian adalah bahwa implementasi perizinan perusahaan pertambangan pasir batu di Kabupaten Batang tidak berjalan dengan baik. sepenuhnya sesuai dengan Peraturan Daerah No. Tesis Elok Rahmawati (2010) berjudul Tradisi Penambangan Pasir dan Dampaknya Terhadap Lingkungan di Desa Ngares Kecamatan Gedeg Kabupaten Mojokerto Dalam Perspektif Syariat Islam dan. 7Misyanto “Penerapan Otonomi Daerah dalam Perizinan Perusahaan Tambang Kelompok C di Kabupaten Batang Jawa Tengah”, Skripsi, Fakultas Syariah dan Hukum, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta 2014.

Lebih lanjut skripsi yang ditulis oleh Inarni Nur Dyahwanti (2007) berjudul “Studi Dampak Lingkungan Kegiatan Penambangan Pasir di Kawasan Jalur Hijau Gunung Sumbing Kabupaten Temanggung” dalam skripsi ini Inarni menjelaskan dampak penambangan pasir baik dari sisi positif maupun negatif. . 1 Tahun 2005 Tentang Penambangan Pasir Bengawan Solo Di Desa Kedungrejo Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro” menyimpulkan bahwa praktek penambangan pasir sungai banyak dilakukan di Desa Kadungrejo Kecamatan Baureno. 9Rahmawati, Elok, “Tradisi Penambangan Pasir dan Dampaknya terhadap Lingkungan di Desa Ngares , Kecamatan Gedek, Kabupaten Mojokerto Dalam Perspektif Hukum Islam dan Peraturan Daerah No. 1 Pekan Timur 2005."

10 Dyahwanti, Inarni Nur, miljøpåvirkningsundersøgelse af sandmineaktiviteter i Sabuj Hijau-området i Mount Sumbing i Temanggung Regency‛, afhandling- Diponegoro University, 2007 11 Asyirof Yahya Prayoga "Analyse af Maslahah Murlahah Regional Regulation No East Java Regional Regulation. Bengawan Solo Sand Mining i Kedungrejo Village, Baureno District, Bojonegoro Regency" afhandling, Fakultet for Sharia og Jura, Sunan Ampel State Islamic University, Surabaya 2019.

Kerangka Teori

  • Teori Maslahah Mursalah
  • Dasar Hukum Maslahah Mursalah
  • Macam-macam Maslahah Mursalah

Sedangkan yang dimaksud dengan Maslahah Mursalah adalah maslahah yang secara eksplisit tidak mempunyai satu dalilpun yang mengakui atau menolaknya, tetapi keberadaannya selalu berjalan sesuai dengan syariat. Inilah sebabnya maslahah mursalah itu dinamakan mutlak kerana tidak ada dalil yang mengatakan betul atau salah. Manakala nas hadis yang dijadikan asas penetapan hukum dengan kaedah maslahah mursalah ialah hadis Nabi Muhammad saw.

Oleh itu, dalam menetapkan sesuatu hukum, para sahabat menggunakan ijtihad, salah satunya menggunakan kaedah maslahah mursalah. Ketiga, ulama berpendapat jika kita tidak menggunakan maslahah mursalah di tempat yang sepatutnya digunakan, akan berlaku penipuan dalam agama. Maslahah hajiyah ialah kemaslahatan yang mana tahap keperluan hidup manusia tidak berada pada tahap dharuri.

Maslahah al-Muthaghayyirah, yaitu manfaat yang berubah-ubah tergantung perubahan tempat, waktu dan subjek hukum. Dalam penelitian ini peneliti ingin menggunakan teori maslahah murlah untuk melihat sejauh mana Peraturan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta No.

Metode Penelitian

Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Perusahaan Pertambangan Mineral Logam, Bukan Logam, dan Batuan mempunyai peranan penting dalam memberikan kemaslahatan bagi seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bahan Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum empiris, yaitu suatu cara pendekatan terhadap permasalahan yang dikaji berdasarkan peraturan hukum, praktek peradilan dan kaidah-kaidah serta dalil-dalil hukum Islam lainnya yang sah. Data ini diperoleh dari penelitian kepustakaan seperti membaca buku, surat kabar, media internet dan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan penelitian ini.

Teknik Pengumpulan Data

  • Analisis Data

Dalam penelitian ini data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif yaitu suatu metode analisis data yang mengelompokkan dan memilih data yang diperoleh dari penelitian lapangan menurut kualitas dan kebenarannya 20 Kemudian dihubungkan dengan teori, asas, unsur dan kaidah hukum yang diperoleh tersebut. dari studi literatur sehingga diperoleh jawaban atas permasalahan yang dirumuskan.

Sistematika Pembahasan

Pada bab ketiga tentang pelaksanaan penambangan pasir dan batu di kabupaten Sleman yang terdiri dari tiga subbab, subbab pertama adalah letak geografis lokasi penelitian dan profil Kabupaten Sleman serta Departemen Pekerjaan Umum, Perumahan dan Sumber Daya Mineral Energi, subbab kedua adalah pertambangan berdasarkan peraturan daerah, dan subbab ketiga adalah kasus-kasus di daerah. Pada bab keempat, analisis Maslahah Murlah terhadap pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Usaha Pertambangan Mineral Logam, Mineral Bukan Logam, dan Batu serta Upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah serta apa yang menjadi kendala dalam pelaksanaannya. dari peraturan daerah tersebut.

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

Pemegang Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 ayat (1) dapat melaksanakan kegiatan operasi produksi pada sebagian atau seluruh WIUP Operasi Produksi sesuai dengan luas rencana pemulihan dan setelah rencana pemulihan. penambang dijamin selama 5 (lima) tahun pertama.

AKSES TAMBANG

Pemegang IUP atau IUP Rakyat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 97 yang telah memenuhi kewajibannya terhadap bidang-bidang tanah yang dipersyaratkan, dapat memperoleh hak atas tanah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dalam hal Pemegang Izin Usaha Pertambangan tidak mempunyai persetujuan pembangunan jalan akses tambang, tidak mendapat rekomendasi penggunaan jalan kabupaten atau provinsi untuk pengangkutan tambang yang melebihi standar beban jalan kabupaten atau provinsi. , tidak meningkatkan kualitas, pemeliharaan dan perbaikan jalan kota dan jalan baru, tidak memberikan kontribusi, atau memonopoli akses pertambangan, pemerintah kota, OPD Pekerjaan Umum dan/atau OPD Perhubungan berwenang mengeluarkan peringatan dan/atau menutup akses penambangan. Pemerintah daerah mendorong, melaksanakan dan/atau memfasilitasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan mineral dan/atau batuan.

KERJA SAMA

Sumber daya dan/atau cadangan mineral logam, mineral bukan logam, dan batuan; keseimbangan sumber daya mineral logam, mineral bukan logam, dan batuan; usaha pertambangan mineral logam, mineral bukan logam, dan batuan; produksi mineral logam, mineral bukan logam, dan batuan;. sarana dan prasarana yang menunjang operasional produksi; meningkatkan nilai tambah mineral logam, mineral bukan logam, dan batuan; daur ulang dan pascatambang; dan saya. 3) Dalam penetapan dan penerbitan WIUP dan WIUP Rakyat, sistem informasi pertambangan menggunakan sistem koordinat dan peta dasar yang terintegrasi secara nasional.

PENDANAAN

Semua Permit Perniagaan Perlombongan yang telah disediakan sebelum Peraturan Daerah ini berkuat kuasa kekal sah sehingga tempoh permit tamat.

KETENTUAN PENUTUP

Data Pribadi

Riwayat Pendidikan

Pengalaman Organisasi

Gambar

Gambar 1: wawancara dengan bapak Raharjo
Gambar 3: Wawancara dengan Pak Eri
Gambar 5: Proses Penambangan Pasir dan Batu

Referensi

Dokumen terkait

Penerbitan IUP mineral bukan logam dan batuan dalam rangka penanaman modal dalam negeri pada wilayah izin usaha pertambangan Daerah yang berada dalam 1 (satu)

Surat penolakan permohonan Wilayah Izin Usaha Pertambangan Mineral bukan logam, Wilayah Izin Usaha Pertambangan Mineral bukan logam jenis tertentu, dan Wilayah Izin

Surat penolakan permohonan Wilayah Izin Usaha Pertambangan Mineral bukan logam, Wilayah Izin Usaha Pertambangan Mineral bukan logam jenis tertentu, dan Wilayah Izin

(1) Setiap pemegang IUP Eksplorasi mineral logam, batubara, mineral bukan logam dan/atau batuan dijamin untuk memperoleh IUP Operasi Produksi sebagai kelanjutan usaha

Wilayah Izin Usaha Pertambangan mineral bukan logam dan/atau Wilayah Izin Usaha Pertambangan batuan yang telah ditentukan oleh gubernur dan/atau bupati/walikota

Wilayah Izin Usaha Pertambangan mineral bukan logam dan/atau Wilayah Izin Usaha Pertambangan batuan yang telah ditentukan oleh gubernur dan/atau bupati/walikota

Penyampaian salinan izin usaha pertambangan operasi produksi untuk penjualan dalam rangka penanaman modal dalam negeri yang komoditas tambangnya bersala dari 1 (satu) daerah

Penyampaian salinan izin usaha pertambangan operasi produksi untuk penjualan dalam rangka penanaman modal dalam negeri yang komoditas tambangnya bersala dari 1 (satu) daerah