• Tidak ada hasil yang ditemukan

implementasi peraturan kapolri no. 09 tahun

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "implementasi peraturan kapolri no. 09 tahun"

Copied!
149
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Nah, dari apa yang telah penulis jelaskan di atas, penulis memandang penting untuk mengkaji permasalahan terkait permohonan cerai dan rujuk petugas Polri di Polres Seluma. 09 Tahun 2010 Tentang Tata Cara Cerai dan Rekonsiliasi Anggota Polisi Dalam Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus Polsek Seluma).

Identifikasi Masalah

Rumusan Masalah

Maksud Dan Tujuan

Manfaat Penelitian

Penelitian Terdahulu

Tentang tata cara pengajuan izin cerai dan rujuk anggota POLRI di Polsek Seluma ditinjau dari hukum Islam. 09 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pengajuan Izin Cerai dan Rujuk Anggota POLRI di Polres Seluma Dalam Perspektif Hukum Islam.

Sistematika Penulisan

KERANGKA TEORI

Perceraian

09 Tahun 2010, anggota Polri yang ingin mengajukan pemisahan dan rekonsiliasi harus mendapat izin/rekomendasi dari pimpinan tempat kerjanya, termasuk anggota Polri yang bekerja di Polsek Seluma. 09 Tahun 2010 tentang Tata Cara Permohonan Izin Cerai dan Perdamaian Bagi Anggota POLRI di Polsek Seluma Dilihat dari sudut pandang hukum Islam.

Rujuk

Menurut Imam Syafi'i, mengandung ialah kembalinya wanita yang masih dalam iddah kepada keadaan asalnya. Menurut Imam Maliki, rujukan ialah kembalinya suami kepada isteri yang diceraikan tanpa akad baru. Menurut Imam Hambali, rujuk ialah pengembalian isteri kepada keadaan asal selepas talak raj'i dan masih dalam tempoh iddah tanpa akad baru.

Menurut Imam Hanafi, ia merujuk kepada penerusan perkahwinan dengan bekas isteri yang diceraikan raj'i dalam tempoh iddah. Menurut Jumhur Ulama', ia merujuk kepada kembalinya wanita yang diceraikan selain talak ba'in, kepada perkahwinan selagi wanita itu masih dalam tempoh iddah tanpa akad baru. Menurut mazhab Maliki, prinsip rujukan ialah niat lelaki yang menyatakan rujukannya dan wanita yang akan merujuk.

Seorang lelaki masih mempunyai hubungan yang sah dengan isterinya yang telah diceraikan selagi dia masih dalam Iddah.

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri)

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) adalah lembaga penegak hukum yang merupakan salah satu unsur sistem peradilan pidana sebagai lembaga penyidik ​​utama selain jaksa sebagai penuntut negara serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, dengan tugas: melindungi, melindungi masyarakat melindungi, mengabdi dan menegakkan hukum. Tuntutan reformasi menuju Polri yang profesional terus berlanjut dengan dikeluarkannya TAP MPR VI/MPR/2000 tentang Pemisahan Tentara Nasional Indonesia, serta TAP MPR RI Nomor VII/MPR/2002 tentang Peranan Tentara Nasional Indonesia dan mendeklarasikan Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai kepolisian nasional. Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bagian integral dari reformasi menyeluruh seluruh tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara dalam rangka mewujudkan masyarakat sipil yang adil, makmur, dan beradab berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.94.

Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia Pasal 1 ayat (1) “Kepolisian Negara adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan fungsi dan lembaga kepolisian sesuai dengan peraturan perundang-undangan”. Awaloedin Djamin, MPA, Kedudukan Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam Sistem Konstitusi Masa Lalu, Sekarang dan Masa Depan, (Jakarta: PTIK Pres, 2007), hal. Jati diri tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah dijelaskan di atas ditentukan tidak hanya oleh hakikat bentuk dan tujuan negara, tetapi juga oleh pandangan hidup, kesadaran dan cita-cita hukum serta moral. cita-cita bangsa Indonesia yang menjadi titik tolak dan sumber penentu jati diri Kepolisian Republik Indonesia.100.

Organisasi POLRI disusun secara bertahap mulai dari tingkat pusat hingga daerah.Organisasi POLRI di tingkat pusat disebut Mabes POLRI.101 Sedangkan organisasi POLRI di tingkat daerah disebut Mabes POLRI.101 Kepolisian Daerah Republik Indonesia (Polda).

Peraturan Kapolri Nomor 09 Tahun 2010 Tentang Tata Cara

Keputusan Kapolri No. 09 Tahun 2010 tentang Tata Cara Permohonan Perkawinan, Perceraian dan Rujuk Bagi Pegawai Negeri Sipil. Sebelum lahirnya peraturan ini, sebenarnya sudah ada peraturan khusus bagi anggota POLRI tentang perkawinan, perceraian dan rujuk, yaitu Petunjuk Teknis Pol nomor: JUKNIS/01/III/1981 tentang perkawinan, perceraian dan rujuk bagi anggota POLRI, yang dikeluarkan oleh Departemen. pertahanan dan keamanan. Petunjuk Teknis tersebut merupakan pelaksanaan dan penyempurnaan Keputusan MENHANKAM/PANGAB Nomor: KEP/01/I/1980 tanggal 3 Januari 1980, serta penyempurnaan Petunjuk Pelaksanaan Perceraian dan Pernikahan Damai Bagi Anggota POLRI No. POL.:.

Persidangan BP4R Bagi Anggota Polri

Sidang BP4R sendiri bisa dikatakan sebagai sebuah tawaran khususnya bagi calon istri atau suami anggota Polri yang akan melangsungkan perkawinan cerai dan rujuk, untuk mengetahui kesiapannya serta memberikan pengetahuan tentang tugas dan kewajiban anggota Polri sehingga mereka dapat saling mendukung dalam pelaksanaan tugas dan kewajiban tersebut. Tujuan diadakannya pertemuan BP4R bagi anggota Polri adalah untuk mewujudkan keluarga yang menjadi teladan bagi masyarakat, agama, dan negara. Dalam melakukan uji coba BP4R, ada dua pedoman yang digunakan dalam melakukan uji coba BP4R, yaitu Standar Operasional Prosedur (SOP) Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk Permohonan Izin Nikah, Cerai dan Rujukan, serta Panduan Tes Nikah.

Lingkungan Polri.104 Kedua pedoman ini diharapkan dapat membantu pelaksanaan uji coba BP4R agar dapat berjalan maksimal dalam prosesnya. Agar pelaksanaan tugas pokok tersebut dapat dilaksanakan secara efisien dan mencapai target yang telah ditetapkan, khususnya permohonan izin Perkawinan, Perceraian dan Rujuk, perlu disusun Prosedur Operasi Standar Permohonan Perkawinan, Perceraian dan Rujuk. Izin. Ketiga, PERPOL Nomor 6 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Kapolri Nomor 9 Tahun 2010 tentang Tata Cara Permohonan Perkawinan, Perceraian, dan Rekonsiliasi Bagi Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Objek dari prosedur ini adalah administrasi yang harus diselesaikan dan tata cara pengajuan permohonan perkawinan, perceraian dan rujuk bagi pegawai negeri sipil di lingkungan kepolisian Republik Indonesia.106.

Tata Cara Perceraian Menurut Perkap No 09 Tahun 2010

Untuk memperoleh izin cerai, anggota POLRI yang bersangkutan harus mengajukan surat permohonan kepada petugas yang berwenang memberikan izin perkawinan, perceraian, dan rujuk. Karo Binjah POLRI, bagi yang berpangkat AKBP dan pejabat Golongan IV/b ke bawah di Mabes POLRI; Kalemdiklat POLRI, Kasespim POLRI, Gubernur PTIK, Gubernur Akpol dan Kakorbrimob POLRI bagi yang berpangkat AKBP dan pejabat golongan IV/b ke bawah di lingkungannya;

Kapolda, bagi yang berpangkat AKBP dan PNS golongan IV/b sampai dengan inspektur dan PNS golongan III di wilayahnya. Badan Pendidikan dan Pelatihan Kepolisian Nasional sebagaimana dimaksud pada ayat pertama huruf d dapat melimpahkan kewenangannya kepada kepala sekolah dan kepala pusat pendidikan di bawah pangkatnya untuk pangkat inspektur dan pegawai negeri sipil golongan III ke bawah. 09 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pengajuan Perkawinan, Perceraian dan Rujuk Bagi Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Polri. . dengan pangkat AKBP dan PNS Golongan IV/b kepada Inspektur dan PNS Golongan III oleh Kapolda dan bagi yang berpangkat Brigjen dan PNS Golongan II kebawah oleh Karopers.

Jadi, terlihat bahwa Peraturan Kapolri Nomor 9 Tahun 2010 tentang Tata Cara Izin Nikah, Cerai, dan Rujuk Bagi Anggota POLRI tidak lepas dari hukum agama yang dianut oleh anggota POLRI yang akan mengajukan izin cerai dan peraturan perundang-undangan. terpaksa. tentang perceraian yaitu UU No. 1 Tahun 1974, Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam.

Tata Cara Rujuk Menurut Perkap No. 09 Tahun 2010

Persyaratan untuk mengajukan permohonan izin atau usulan cerai bagi Pejabat Kepolisian Negara Republik Indonesia adalah sebagai berikut: 111. Pegawai Kepolisian Negara Republik Indonesia atau Pejabat Polri yang akan mengajukan permohonan pemungutan suara harus mengisi formulir yang telah ditentukan. persyaratan dan menyerahkannya ke departemen HR. Setiap pejabat Polri yang ingin melakukan penyelesaian harus menyerahkan surat permohonan izin penyelesaian kepada Kasatker dengan.

Melakukan konsiliasi bagi anggota Polri pada hakikatnya hampir sama dengan memperoleh surat nikah dan cerai, anggota Polri yang bersangkutan harus mengajukan surat permintaan perdamaian kepada pejabat yang berwenang. Izin rujuk diberikan kepada PNS di Polri yang beragama Islam jika masih dalam masa Idul Fitri. Pegawai Negeri Sipil Kepolisian Negara yang telah selesai melakukan rekonsiliasi menyerahkan fotokopi sertifikat rekonsiliasi dari KUA kepada petugas personalia di unit kerjanya.

Bagi PNS di lingkungan Polri yang beragama Islam, apabila setelah selesai bercerai, berniat melangsungkan perkawinan kembali dengan mantan istrinya, sedangkan masa iddahnya telah habis, maka berlaku ketentuan pengajuan lamaran nikah. Polri yang menganut agama selain Islam apabila setelah selesai bercerai berniat melanjutkan kembali rumah tangganya.

METODE PENELITIAN

Jenis dan Pendekatan Penelitian

Waktu dan Lokasi Penelitian

Sumber Data

Juklan/Juknis Nomor: Juklak/07/III/1988 Tanggal 18 Maret 1988 Tentang Petunjuk Penyelenggaraan Perkawinan, Perceraian dan Rujuk Bagi Anggota Polri dan Persip Polri. Peraturan Kapolri Nomor 09 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pengajuan Perkawinan, Cerai dan Rujuk Bagi Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Informan Penelitian

KEPALA SDM POLRES SELUMA, AKP DARWIN TAMPUBOLON, selaku pejabat yang bertanggung jawab atas administrasi lengkap personel Polres Seluma. AIPDA DS, AIPDA PHS, BRIPKA RS, BRIGPOL RS, BRIPTU BA, IPTU ES selaku staf yang menyampaikan persetujuan/rekomendasi perceraian.

Teknik Pengumpulan Data

Observasi atau observasi adalah suatu metode pengumpulan data yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian melalui observasi dan persepsi. 124 Metode observasi adalah metode ilmiah yang biasanya diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena yang diselidiki. 125 Observasi terapan adalah observasi yang dilakukan oleh partisipan. secara terstruktur. , yaitu dirancang tentang apa yang akan diamati, kapan dan dimana. Metode observasi ini peneliti gunakan untuk memperoleh data pelaksanaan talak dan rujuk di Polsek Seluma yang diamati secara langsung. Wawancara terstruktur berisi pertanyaan-pertanyaan yang telah dipersiapkan sebelumnya mengenai penerapan aturan dan pelaksanaan permohonan surat cerai serta rujukan anggota POLRI di Polres Seluma.

Bagian yang tidak terpisahkan dari penelitian adalah dokumentasi, yaitu suatu teknik pengumpulan data yang diperuntukkan bagi peneliti. Dokumen dapat berupa catatan pribadi, surat pribadi, catatan harian, laporan kerja, risalah rapat, catatan kasus, dll. 127. Dengan metode dokumentasi ini, penulis melengkapi data yang diperoleh dari berbagai sumber, yaitu: wawancara mendalam , observasi partisipatif, yang dicatat dalam catatan lapangan, dokumen tertulis, dll.

Teknik Analisis Data

Di Polsek Seluma dilakukan 3 (tiga) tahap mediasi terhadap anggota terdampak dengan agenda berbeda pada setiap tahapnya. Anggota Polsek Seluma yang ingin mengajukan gugatan cerai harus memenuhi persyaratan yang ditentukan dan menyerahkannya ke Bagian SDM. Sidang rujuk di Polsek Seluma digelar bagi pasangan yang masih dalam masa iddah dan juga bagi pasangan yang sudah lama bercerai (bukan dalam masa iddah).

Revisi Syariat Islam Tentang Penerapan Peraturan Kapolri Nomor 09 Tahun 2010 Tentang Tata Cara Cerai dan Rujuk Di Polsek Seluma. Alasan permohonan izin pisah anggota Polsek Seluma ini karena adanya permasalahan dalam rumah tangga anggota tersebut karena permasalahan seperti: kepemimpinan yang dibuat dan tidak memerlukan waktu yang lama.

Tata cara perceraian di Polsek Seluma Pertama, dibimbing oleh atasan langsung; Kedua, mediasi; sidang perceraian ketiga dan izin cerai pun dikeluarkan. Sementara itu, kajian hukum Islam terhadap prosedur izin rekonsiliasi di Polsek Seluma dipercepat dengan tujuan untuk menjaga kemaslahatan agama dan keturunan.

Tabel 2. Pelaksanaan sidang rujuk (BP4R)
Tabel 2. Pelaksanaan sidang rujuk (BP4R)

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Gambaran Umum Polres Seluma

  • Sejarah Singkat Berdirinya Polres Seluma
  • Struktur Organisasi Polres Seluma
  • Visi dan Misi Polres Seluma

Implementasi Perkap No. 09 Tahun 2010 Terhadap Tata Cara

  • Prosedur Perceraian Anggota Polri di Polres Seluma
  • Prosedur Rujuk Anggota Polri di Polres Seluma

Tinjauan Hukum Islam Terhadap Implementasi Perkap No. 09 Tahun

PENUTUP

Kesimpulan

Dalam kasus perselingkuhan, kekerasan dalam rumah tangga dan pemborosan, proses perceraian dipercepat, sedangkan dalam perselisihan biasa, proses perceraian tertunda; Sedangkan proses rekonsiliasi di Polsek Seluma merupakan tahap pertama; apabila masih dalam masa iddah setelah persyaratan diperkenalkan, maka proses rekonsiliasi akan segera dipercepat/dipercepat; kedua, syarat perkawinan diberlakukan bagi pasangan yang telah habis masa iddahnya, yang setelah itu ditetapkan jadwal sidang rujuk sebelum dikeluarkannya izin rujuk. Menurut hukum Islam, proses permohonan cerai yang ditunda ini bertujuan untuk menjaga kemaslahatan agama dan keturunan.

Saran

Gambar

Tabel 2. Pelaksanaan sidang rujuk (BP4R)

Referensi

Dokumen terkait

For and on behalf of the First Party, sell, transfer / transfer and / or release the rights to the Land and Building to the Second Party itself, at the

PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dipaparkan dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran ekspositori dengan bantuan advance organizer dengan