• Tidak ada hasil yang ditemukan

implementasi prinsip-prinsip montessori dalam

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "implementasi prinsip-prinsip montessori dalam"

Copied!
114
0
0

Teks penuh

Durrotun Mumtazah, Implementasi Prinsip Montessori dalam Pembelajaran di Kelompok Bermain PAUD Islam Safa Sorosutan Umbulharjo Yogyakarta. Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Agama Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakata 2018. Penyusunan skripsi ini berupa kajian singkat penerapan prinsip Montessori dalam pembelajaran di Kelompok Bermain PAUD Safa Islam Yogyakarta.

Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk memenuhi syarat memperoleh gelar Sarjana pada Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah dan Pendidikan Guru Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Model pembelajaran ada beberapa, gagasan Montessori merupakan salah satu metode yang digunakan untuk anak usia dini. Kelompok Bermain (KB) PAUD Islam Safa di Sorosutan Umbulharjo Yogyakarta merupakan PAUD di Yogyakarta yang mengusung kurikulum nasional dan diperkaya dengan prinsip Montessori.

Misalnya saja pada Kelompok Bermain (KB) PAUD Islam Safa Sorosutan Umbulharjo Yogyakarta, sekolah ini menggunakan prinsip Montessori dalam pengajarannya sebagai salah satu cara untuk mewujudkan visi dan misi sekolah dalam membentuk karakter anak. Oleh karena itu, penelitian ini fokus pada penerapan prinsip Montessori dalam pembelajaran di kelompok bermain PAUD Safa Islam Sorosutan Umbulharjo Yogyakarta (KB), karena tingkat keberhasilan guru dalam mengajar tergantung pada metode yang digunakan.

Rumusan Masalah

KB Safa Islamic Preschool meyakini pembelajaran dengan menggunakan ide-ide penemuan Montessori merupakan cara yang tepat untuk diterapkan pada anak usia dini, serta dapat menjadikan kelas lebih aktif, interaktif dan lebih beragam, melibatkan seluruh panca indera anak, sehingga segala informasi dapat diperoleh. yang diberikan oleh guru dapat diterima oleh anak maksimal 12 tahun. Oleh karena itu gaya belajar merupakan jembatan bagi anak menuju pendidikan yang baik, sedangkan pendidikan yang baik pada masa kanak-kanak adalah kunci keberhasilan anak untuk tumbuh menjadi anak yang berkualitas. Untuk mengetahui implementasi prinsip Montessori dalam pembelajaran di PAUD KB Safa Sorosutan Umbulharjo Yogyakarta.

Untuk mengetahui faktor apa saja yang mendukung dan menghambat penerapan prinsip Montessori dalam pembelajaran di PAUD KB Safa Sorosutan Umbulharjo Yogyakarta.

Telaah Pustaka

Kedua, hasil penelitian Indah Wahyuningsih menunjukkan bahwa model pendidikan Montessori di SDN Jati Asih III Bekasi memberikan dampak positif terhadap hasil belajar siswa. Oleh karena itu model pendidikan Montessori dapat menjadi salah satu alternatif untuk memvariasikan proses pembelajaran.14 Penelitian dilakukan oleh Indah Wahyuningsih dengan objek penelitian pada tingkat sekolah dasar khususnya bidang pendidikan matematika. Perbedaan penelitian yang dilakukan penulis dengan objek penelitiannya dalam bidang pendidikan anak usia dini terletak pada tataran play group, pada saat pembelajaran berlangsung.

Ketiga, hasil tesis Feni Meiliana menunjukkan bahwa metode Montessori yang diterapkan dapat mengembangkan spiritualitas anak usia dini, yaitu: mampu mencintai ciptaan Tuhan, terbiasa berperilaku sopan dan menghargai satu sama lain, rasa memiliki empati, menikmati keindahan alam. , mempunyai rasa aman.15 Penelitian ini mempunyai persamaan dengan penelitian yang dilakukan peneliti yaitu pada bidang anak usia dini. Namun penelitian ini memiliki fokus yang berbeda dan melihat pada perkembangan spiritualitas, sedangkan yang akan dilakukan peneliti dalam penelitian ini lebih fokus pada penerapan prinsip Montessori dalam pembelajaran. Keempat, penelitian Muhammad Ansori dalam disertasinya menghasilkan penerapan metode Montessori efektif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa khususnya pada materi pecahan.

Berbagai tinjauan literatur di atas menunjukkan bahwa tidak terdapat kesamaan tujuan penelitian yang peneliti lakukan. Peneliti menerapkan prinsip Montessori dalam pembelajaran di Kelompok Bermain PAUD Safa Islam untuk mengetahui bagaimana pembelajaran Montessori berlangsung.

Kajian Teori

Berikut filosofi Montessori yang disampaikan oleh Vidya Dwina, seorang guru dan praktisi prinsip Montessori. Sifat pikiran anak yang mudah diserap, Montessori meyakini bahwa materi yang ada di tangan anak harus berkualitas autentik dan harus benar-benar mewakili dunia nyata. Materi disusun secara berurutan mulai dari kanan ke kiri atau dari atas ke bawah. 31 Memberikan kegiatan sederhana yang disesuaikan dengan tahap perkembangan dan kemampuan anak merupakan hal yang paling penting untuk diperhatikan oleh guru, karena suatu kegiatan yang bersifat yang dianggap sederhana oleh guru, belum tentu mudah dilaksanakan oleh anak yang merupakan pembelajar konkrit.

Di sini, anak-anak tidak memandang guru sebagai satu-satunya sumber informasi di kelas.34 Montessori tidak hanya mempersiapkan anak untuk sukses secara akademis, namun dengan interaksi nyata di kehidupan masa depan anak-anak dengan perbedaan usia, belajar bersosialisasi tidak hanya untuk anak-anak saja. Anak-anak yang lebih besar dapat menjadi panutan bagi anak-anak yang lebih muda, dan anak-anak yang lebih besar juga dapat mengasah keterampilan kepemimpinan mereka. Prinsip pembelajaran Montessori diterapkan melalui lima bidang model pembelajaran Montessori, yaitu bidang sensorik, bidang matematika, bidang ilmu pengetahuan dan budaya, bidang bahasa, dan bidang kecakapan hidup.

Faktor Pendukung dan Penghambat Penerapan Prinsip Montessori Dalam Pembelajaran di PAUD Islam KB Safa Umbulharjo Yogyakarta. Dampak prinsip Montessori dalam pembelajaran di PAUD KB Safa terhadap tumbuh kembang anak adalah dapat berinteraksi sosial dengan baik satu sama lain, lebih mandiri dan kritis.

Saran

Penutup

Ahmad, Rithaudin, Adaptasi Prinsip Montessori sebagai Prinsip Pembelajaran Pendidikan Jasmani di TK dan SD, artikel, (http://staffnew.uny.ac.id/upload/132319841/penelitian/Adaptasi+Prinsip +montessori.pdf) . Pedoman Pengelolaan Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini dan Masyarakat. Efektivitas prinsip Montessori dalam meningkatkan pemahaman anak pada materi pecahan di kelas V MI Al-Huda Joho 2 Kalidawir Tulungagung tahun ajaran http://repo.iain-tulungagung.ac.id/).

Prinsip Montessori dan relevansinya dengan tujuan pendidikan agama Islam pada jenjang pendidikan anak usia dini. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini. Pandensolang dkk, Balai Pendidikan Anak Usia Dini Manado: Manifestasi Prinsip Montessori dalam Arsitektur, e-journal diakses dari (https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/daseng/article/view/13024) pada 13 Maret 2018.

Bagaimana pendapat kepala sekolah tentang prinsip Montessori yang diterapkan di PAUD Islam KB Safa. Faktor apa saja yang mendukung penerapan prinsip Montessori dalam pembelajaran di PAUD KB Safa?

Dokumentasi

Kemudian Bunda Yeni bertanya kepada anak-anak apakah ada di antara mereka yang mau menjadi pemimpin. Ibu Wening mengantar anak-anak ke ruang kelas dan sebelumnya mulai berdoa dengan membawakan beberapa lagu. Jumlah anak di KB 1 sebanyak lima belas orang, dan saat itu datang sebanyak 10 anak.

Setelah anak-anak masuk ke dalam kelas, Ibu Wening mengajak anak-anak untuk mulai berdoa dengan menyanyikan sebuah lagu kesepakatan bersama di dalam kelas. Ada anak yang ingat dan ada pula yang tidak, setelah itu Ibu Galuh mengeluarkan 1 buah bola berwarna APE beserta lubang berwarna pada setiap bolanya. Ibu Galuh memberi contoh dengan menunjukkan cara memainkannya, kemudian anak-anak mencobanya satu per satu secara bergantian.

Setelah kegiatan tersebut selesai, anak-anak melanjutkan ke kegiatan tematik yang dipimpin oleh Bunda Wening. Kegiatan Montessori Sensory Area dengan klasifikasi warna merupakan pengulangan materi sebelumnya pada anak yang sudah menjalani KB 2 tahun yang merupakan hal biasa. Sedangkan Bunda Galuh perlu mengulanginya kepada anak-anak yang baru datang ke kelas KB, dan penyampaiannya juga perlu pengulangan agar anak-anak baru dapat memahaminya.

Bunda Laras dibantu Bunda Titis menyuruh anak-anak melihat cara membuat angka satu sampai tiga di nampan. Setelah memperlihatkan cara melukis angka di nampan, anak-anak mulai berbaris untuk melukis angka. Pembelajaran Montessori ini bertujuan untuk mengenalkan simbol bilangan 1-5 kepada anak usia dua sampai empat tahun, namun pada praktiknya anak usia dua tahun dan ada pula anak usia tiga tahun yang hanya menggambarkan angka satu sampai tiga.

Sambil menunggu anak-anak yang belum datang, mereka bermain seperti sebelumnya dengan APE yang ada di dalam kamar dan diletakkan di rak yang jauh dari jangkauan anak-anak. Ibu Galuh menjelaskan kepada anak-anaknya: “Nak, coba lihat baskom air ini. Yang paling bawah disebut Te-ngge-lam dan yang di atasnya disebut Menga-pung.” Alasannya karena prinsip Montessori bahwa anak bisa bebas namun terbimbing, dan anak juga bisa berkembang berdasarkan tahap perkembangannya, tugas perkembangannya. Anak juga dapat memilih apa yang sesuai dengan bakatnya, minatnya, dan menjadi apa.

Sebenarnya kalau penyampaian di tiap daerah mengikuti kegiatan yang akan kita bawakan ke anak-anak. Banyak pertanyaan yang muncul dari anak usia tiga tahun hingga empat tahun, Kak. Bidang ini untuk mengembangkan keterampilan berbicara, mendengarkan, menulis dan membaca anak dengan menggunakan prinsip fonetik.

Namun bahasa Jawa dan Inggris dikenalkan kepada anak sejak dini seperti sapaan, kata benda, huruf/angka, warna dan percakapan sederhana.

Latar Belakang Pendidikan

Pengalaman Organisasi

Referensi

Dokumen terkait

Hal tersebut menjadi alasan yang mendasari rumusan masalah, yaitu (1) Bagaimana kondisi objektif kemampuan menulis anak usia dini pada kelompok A TK Trisula Perwari Kecamatan

Oleh sebab itu metode Montessori dalam mengembangkan fisik motorik anak usia dini di RA Al Hasanah Medan Denai dilakukan dengan baik dan sesuai dengan teori yang ada,

Dengan mengacuh pada pendekatan tersebut, maka ciri Arsitektur Ekspresionis, yaitu; Menggunakan makna dari simbol dan ide ruang yang diterapkan dalam bangunan Menggunakan bentuk

Implementasi pembelajaran nilai-nilai karakter pada anak usia dini di Anak Kita Preschool meliputi pendidikan karakter ; (1) Religius, (2) Jujur, (3) Disiplin,

Berdasarkan temuan-temuan penelitian di atas yang menunjukkan bahwa model PT-PKJL memiliki relevansi dengan karakteristik anak usia dini, dapat diterapkan oleh

Dengan mengacuh pada pendekatan tersebut, maka ciri Arsitektur Ekspresionis, yaitu; Menggunakan makna dari simbol dan ide ruang yang diterapkan dalam bangunan Menggunakan bentuk

“startegi dalam menerapkan metode Montessori dalam meningkatkan kemampuan matematika dilakukan sesuai dengan rencana pembelajaran yang sudah kita susun bersama

Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model Montessori dalam pembelajaran matematika pada anak usia 5-6 tahun anak sudah mampu mengenal bilangan 1-10 sampai operasi bilangan