PENDAHULUAN
Latar Belakang
Bantuan untuk Pelaku Usaha Mikro (BPUM) merupakan salah satu bentuk program PEN yang bertujuan untuk membantu pelaku usaha mikro bertahan dari dampak pandemi Covid-19 (Kemenkopukm, 2021). Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah mengatakan UMKM terdampak Covid-19 di Kabupaten Moro.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Berkaitan dengan hal tersebut, sejauh mana pemahaman aparatur di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Karimun mengenai penerapan BPUM. Peraturan Menteri Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia No. 6 Tahun 2020 tentang Pedoman Umum Penyaluran Bantuan Pemerintah Bagi Pengusaha Mikro.
KAJIAN PUSTAKA
Tinjauan Pustaka
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, faktor penghambat strategi pengembangan UKM berbasis kuliner adalah modal, bahan baku, peralatan, sumber daya manusia, dan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan UKM di Kabupaten Malang secara umum berkaitan dengan kelemahan permodalan, pemasaran, manajemen dan sumber daya manusia.
Kerangka Teori
Usaha Mikro adalah usaha produktif yang dimiliki oleh perseorangan atau badan usaha perseorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Ada beberapa pengertian usaha mikro menurut para ahli atau pihak-pihak yang berhubungan langsung dengan usaha mikro antara lain. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah berbunyi: “Usaha Mikro adalah usaha produktif milik perseorangan dan/atau badan usaha perseorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini.”
Usaha mikro merupakan kegiatan ekonomi kecil rakyat yang bersifat tradisional dan informal dalam arti tidak terdaftar, tidak tercatat dan belum mempunyai badan hukum. Usaha mikro adalah usaha produktif yang dimiliki oleh keluarga atau perseorangan warga negara Indonesia dan mempunyai hasil penjualan tidak lebih dari Rp. Berdasarkan Pasal 1 angka (1) UU No. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah mengatur: Usaha Mikro Usaha mikro adalah usaha produktif yang dimiliki oleh perseorangan dan/atau badan usaha perseorangan yang memenuhi kriteria usaha mikro sebagaimana diatur dalam undang-undang.
Tohar mengatakan, usaha mikro merupakan kegiatan ekonomi masyarakat yang berskala kecil dan memenuhi kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan yang diatur dalam undang-undang.
Kerangka pemikiran
Dalam melakukan penelitian ini, peneliti menganalisis implementasi program BPUM dalam pengembangan UMKM di Kecamatan Moro Kabupaten Karimun dengan mengacu pada model pengaruh yang dikemukakan oleh Edward III. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana implementasi program BPUM dalam pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah di Kecamatan Moro Kabupaten Karimun. Penelitian ini merupakan penelitian yang membahas tentang implementasi program BPUM dalam pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah di Kecamatan Moro Kabupaten Karimun.
Pemilihan informan dalam penelitian dilakukan dengan menggunakan purposive sampling yaitu sampling subjektif dengan tujuan untuk mengetahui pelaksanaan program BPUM dalam pengembangan usaha mikro kecil menengah di Kecamatan Moro Kabupaten Karimun. Tujuan penelitian yang dilakukan peneliti adalah proses implementasi terkait program BPUM di Kecamatan Moro Kabupaten Karimun. Penelitian yang dilakukan adalah mengenai implementasi program BPUM dalam pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah di kabupaten Moro.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terkait Implementasi program BPUM dalam Pengembangan UMKM di Kecamatan Moro Kabupaten Karimun, penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut.
Definisi Konsep
METODE PENELITIAN
Pendekatan Penelitian
Menurut Sugiyono (2016:9) penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan filsafat post-positivis, digunakan untuk menyelidiki kondisi benda-benda alam, dimana peneliti sebagai instrumen kuncinya, teknik pengumpulan data dilakukan secara segitiga (gabungan), data analisis bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi.
Objek dan Lokasi Penelitian
Fokus penelitian
Sumber Data
Data sekunder merupakan sumber data yang tidak langsung menyediakan data untuk pengumpulan data, misalnya melalui orang lain atau melalui dokumen. Sumber data sekunder digunakan untuk mendukung informasi yang diperoleh dari sumber data primer yaitu laporan, dokumen dan peraturan, hasil penelitian terdahulu. , buku-buku yang mendukung penelitian ini.
Teknik Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data dengan menggunakan wawancara lebih umum digunakan dalam penelitian kualitatif dibandingkan penelitian kuantitatif. Kelebihan metode wawancara adalah peneliti dapat menggali lebih dalam informasi mengenai topik penelitian dan mengungkapkan hal-hal yang tidak terpikirkan oleh peneliti sendiri. Namun metode wawancara memerlukan lebih banyak percakapan dari peneliti dibandingkan pengumpulan data dengan metode lain.
Dokumentasi adalah pengumpulan data yang diperoleh melalui pencatatan data, pengumpulan data dari dokumen, foto dan arsip yang relevan dengan objek yang diteliti.
Informan
Teknik Analisa Data
Lokasi penelitian ini berada di Kecamatan Moro Kabupaten Karimun yang aksesnya dapat ditempuh dengan kapal darat dan laut. Dari tabel di atas terlihat bahwa jumlah tempat ibadah terbanyak di Kecamatan Moro adalah masjid. Program BPUM ini bersifat nasional karena dirancang langsung oleh pemerintah pusat untuk disalurkan ke seluruh Indonesia, termasuk Kabupaten Moro.
Program BPUM ini bersifat nasional karena dirancang langsung oleh pemerintah pusat untuk disalurkan ke seluruh Indonesia, termasuk Kabupaten Moro. Menyampaikan pemberitaan menggunakan program BPUM dengan memberikan arahan kepada RT untuk melakukan pendataan dan sosialisasi di kabupaten Moro. Pemerintah dalam hal ini Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Karimun mempunyai beberapa program kerja yang dilaksanakan dalam beberapa tahun terakhir, seperti pendampingan kepada pengusaha mikro serta pelatihan dan pembinaan kepada pelaku usaha.
Disposisi atau sikap para pelaksana akan menimbulkan hambatan yang nyata terhadap implementasi kebijakan jika staf yang ada tidak melaksanakan kebijakan yang diinginkan oleh pejabat senior dalam hal administrasi dan disposisi persuratan, serta sikap terhadap implementasi kebijakan program BPUM di Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Karimun khususnya di Kecamatan Moro. Implementasi program BPUM dalam pengembangan UMKM di kabupaten Moro merupakan salah satu program pemulihan ekonomi nasional dari pemerintah yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat kabupaten tersebut dan mampu mengelola sumber daya lokal yang ada untuk meningkatkan perekonomian rumah tangganya. Mengenai saran yang dapat peneliti berikan yaitu mengenai implementasi program BPUM dalam pengembangan UMKM di Kecamatan Moro Kabupaten Karimun, maka peneliti akan menyampaikan saran sebagai berikut.
Jadwal Penelitian
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Deskripsi Objek Lokasi Penelitian
Hasil Penelitian
Kemudian hasil wawancara yang saya lakukan dengan salah satu pelaku usaha yaitu EV dengan komunikasi mengatakan demikian. Kemudian hasil wawancara yang saya lakukan dengan salah satu pelaku usaha yaitu SM dengan pesan berbunyi demikian. “Untuk informasi yang saya dapat mengenai program BPUM, saya langsung mendatangi kecamatan dan menanyakan persyaratan serta cara mendaftar sebagai penerima bantuan wirausaha mikro.”
Hasil wawancara di atas menunjukkan bahwa pemerintah dalam hal ini Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Karimun sering menjalin kontak dengan para pelaku usaha. Hasil wawancara BT selaku kepala bagian pengembangan UKM, terkait pemberian permodalan dan promosi kepada pelaku usaha. Peraturan Menteri Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pedoman Umum Penyaluran Dukungan Pemerintah kepada Pelaku Usaha Mikro telah dilaksanakan. Misalnya Kementerian Koperasi dan UKM sebagai pengusul Calon Penerima BPUM, menyampaikan informasi dari Kementerian Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Menengah sehingga memudahkan pelaku usaha mikro yang ingin mendaftar menjadi penerima BPUM.
Pemerintah pusat bisa menambah program bantuan tidak hanya pada usaha mikro saja, tapi juga usaha kecil, karena tentunya semakin banyak pelaku usaha kecil yang terdampak pandemi ini.
PENUTUP
Kesimpulan
Komunikasi, pemerintah selalu melakukan sosialisasi sejauh-jauhnya terhadap informasi-informasi yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat dan dunia usaha, meskipun tentu saja tidak semua orang mempunyai kesempatan untuk mendapatkan sosialisasi, namun hal ini semakin diminati oleh masyarakat misalnya. masyarakat untuk mulai memasuki dunia usaha. Meski mayoritas pelaku usaha belum mencapai kualitas yang disyaratkan saat ini, pemerintah tidak pernah putus asa dalam memberikan pelatihan dan pengembangan bagi pelaku usaha. Sumber Daya, pentingnya pengembangan dan peningkatan sumber daya baik dari segi permodalan, peningkatan teknologi dan juga promosi setiap pelaku usaha merupakan hal terpenting yang terus dimaksimalkan oleh pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian daerah. .
Meski tidak semua orang merasakan hal tersebut, namun hal ini juga disebabkan oleh beberapa faktor seperti kurangnya minat dari pelaku usaha itu sendiri, kurangnya sumber daya manusia dalam pelayanan dan jangkauan layanan itu sendiri. Disposisi, berkaitan dengan sikap para pelaksana yang akan melaksanakan kebijakan terkait pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah di Kecamatan Moro dalam hal ini seperti pendataan administrasi dan persuratan, termasuk izin usaha dan usulan pengembangan. kualitas usaha, permodalan berupa peningkatan teknologi, pelatihan dan pembinaan serta promosi produk atau jasa usaha. Dalam hal ini yang dimaksud adalah sikap para pelaksana dalam melaksanakan kebijakan tersebut, agar tidak lagi menimbulkan hambatan yang besar di kemudian hari.
Pengusaha juga sangat terbantu dengan adanya program BPUM yang dijalankan oleh Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Karimun berupa pengembangan dan perbaikan teknologi, namun ketidaktahuan pengusaha terhadap cara kerja sistem program menimbulkan keraguan dan menghambat perkembangannya. dunia usaha, juga dalam hal pendataan yang masih berjalan, menggunakan sistem lama yaitu pendataan yang dulunya hanya dilakukan di departemen resmi, padahal saat ini media elektronik seharusnya sangat berguna dalam segala kesempatan.
Saran
Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah (UKM) Bantuan Dinas Perdagangan Kota Surabaya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan Kota Surabaya. Peran Pemerintah Dalam Memajukan Usaha Kecil Menengah Di Kabupaten Enrekang", Jurnal Administrasi Negara Vol 3 No. 1 April 2017. Peran Pemerintah Daerah Dalam Penguatan Usaha Kecil Menengah Di Desa Suka Mulya Kecamatan Banyumas Kabupaten Pringsewu, Islam Perspektif Ekonomi.
Peningkatan sumber daya masyarakat desa melalui pemberdayaan UKM di Desa Kiara Pandak, Kecamatan Suka Jaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Implementasi Program Bantuan Pemerintah Dalam Upaya Pengembangan Entrepreneur Start-up di Lingkungan Kementerian Koperasi dan UKM (Studi di Kabupaten Lombok Tengah). Adakah kegiatan seperti sosialisasi yang dilakukan dalam pengembangan UMKM sesuai dengan manfaatnya?
Bagaimana Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Karimun melakukan kegiatan sosialisasi untuk program sosialisasi masyarakat. Lampiran 9 : Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pedoman Umum Penyaluran bantuan pemerintah bagi pelaku usaha mikro untuk mendukung pemulihan perekonomian nasional dalam menghadapi ancaman berbahaya terhadap perekonomian nasional dan penyelamatan perekonomian nasional pada masa pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) 2019.