PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Tela’ah Pustaka
Kerangka Berfikir
Sistematika Pembahasan
STRATEGI PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING
- Pengertian Strategi Pembelajaran
- Pandangan Para Ahli Tentang Strategi Pembelajaran…,, 12
- Kriteria Pemilihan Strategi Pembelajaran
- Strategi Cooperative Learning
- Pengertian strategi cooperative learning
- Alasan perlunya cooperative learning
- Tipologi Coperative Learning
- Ketrampilan Berfikir
- Pengertian Ketrampilan Berfikir
- Karakteristik Berfikir Kritis
- Lokasi penelitian
- Subyek penelitian dan Obyek Penelitian
- Teknik pengumpulan data
- Analisis Data
- Uji Keabsahan Data
Kozna (1989) secara umum menjelaskan bahwa strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai setiap kegiatan yang dipilih, yaitu yang dapat memberikan kemudahan atau bantuan kepada siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Karena setiap tujuan dan metode pembelajaran berbeda satu sama lain, jenis kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan oleh siswa memerlukan persyaratan yang berbeda. Memperhatikan beberapa pengertian strategi pembelajaran di atas, maka dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran adalah cara-cara yang akan dipilih dan digunakan oleh seorang guru untuk menyampaikan materi pembelajaran sehingga akan memudahkan siswa dalam menerima dan memahami materi pembelajaran, yang pada Pada akhir kegiatan tujuan pembelajaran dapat dikuasai.
Kriteria lain yang harus diperhatikan dalam memilih strategi pembelajaran adalah kemampuan siswa, cakupan materi, tingkat keterlibatan siswa dan tujuan pembelajaran (Wina Sanjaya. Jika materi pelajaran dipelajari secara individual oleh siswa menurut kemampuannya). Pembelajaran kooperatif masing-masing adalah model dimana dalam sistem pembelajaran dan dalam kelompok kecil yang terdiri dari 4-6 orang bekerja sama, sehingga dapat merangsang siswa untuk lebih bersemangat dalam belajar (Tukiran Tanredja.
Menurut Heri Gunawan, pembelajaran kooperatif atau pembelajaran kooperatif adalah strategi pembelajaran yang menggunakan kelompok kecil dalam pembelajaran yang memungkinkan siswa bekerja sama untuk memaksimalkan belajar mereka dan belajar anggota lain dalam kelompok (Heri Gunawan. Menurut Sri Anitah W. , Pembelajaran kooperatif untuk belajar adalah belajar dengan menggunakan kelompok kecil sehingga siswa bekerja sama untuk memaksimalkan kegiatan belajar mereka sendiri dan anggota lain Menurut Sugandi, seperti dikutip Tukiran Taniredja dkk, pembelajaran kooperatif (cooperative learning) adalah sistem pendidikan yang memberikan kesempatan kepada siswa berkolaborasi dengan sesama siswa dalam tugas terstruktur.
Dari berbagai definisi pembelajaran kooperatif di atas, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran kooperatif adalah seperangkat kegiatan pembelajaran yang dilakukan siswa secara berkelompok dan bekerja sama untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Dengan demikian, Arend sependapat dengan para ahli lainnya bahwa pembelajaran kooperatif merupakan strategi yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa secara holistik. Diupayakan dalam setiap kelompok untuk mengikutsertakan siswa dari suku, ras, budaya dan jenis kelamin yang berbeda.
Pertanyaan yang efektif akan membuat siswa berpikir tentang sesuatu yang telah ditanyakan guru dan merumuskan jawaban. Salah satu cara terbaik untuk mendorong siswa memberikan umpan balik atau jawaban yang baik adalah dengan memberi mereka cukup waktu untuk merespons. Dalam hal ini yang dianggap berkualitas di lembaga sekolah adalah kepala sekolah, guru kelompok PAI dan siswa.
Informasi diperoleh dari siswa mengenai pelaksanaan pembelajaran kooperatif, khususnya mengenai respon siswa ketika mengikuti pendidikan agama Islam yang lebih antusias dan berdampak pada perkembangan berpikir dan peningkatan prestasi akademik.
ANALISIS IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN
Penerapan Strategi Cooperative Learning dalam
Strategi pembelajaran kooperatif yang diterapkan oleh MA A-Ikhsan Beji Kedungbanteng Banyumas memiliki filosofi dasar yaitu mengembangkan kelangsungan lingkungan sosial di dalam kelas pada khususnya dan rasa demokratis sekolah pada umumnya, karena manusia sebagai individu juga merupakan bagian dari masyarakat. hidup yang selalu membutuhkan orang lain dalam hidupnya. Dengan adanya pembelajaran kooperatif di MA Al-Ikhsan Beji Kedungbanteng Banyumas yang termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, diharapkan hubungan siswa dan guru akan terasa harmonis dan dapat memahami apa yang menjadi tujuan akhir dalam Pendidikan Agama Islam. Penerapan strategi pembelajaran kooperatif di MA Al-Ikhsan Beji Kedungbanteng Banyumas dilakukan dengan model yang berbeda.
Berdasarkan hasil observasi penulis dapat diketahui bahwa model pembelajaran kooperatif yang diterapkan oleh guru PAI kelas X dan kelas XI MA adalah Al-Ikhsan Beji Kedungbanteng Banyumas. Pada kegiatan inti, guru menjelaskan nama-nama hari kiamat lainnya beserta artinya, kemudian memberi kesempatan kepada siswa untuk menghafalkan nama-nama hari kiamat lainnya beserta artinya bersama kelompoknya. Kemudian guru membagikan kartu dengan nama hari kiamat (yaumul jaza, yaumul ba'ts, yaumut tanad, dll) beserta artinya (hari pembalasan, hari kebangkitan, hari pemanggilan, dll) kepada satu kelompok dan bertanya agar siswa yang mendapat kartu bertuliskan nama hari kiamat maju ke depan, dan siswa yang mendapat kartu bertuliskan nama hari kiamat untuk mencari pasangannya.
Pada kegiatan inti, guru menjelaskan tentang tokoh yang menghambat dakwah yaitu Abu Lahab dan Abu Jahal. Setiap kelompok diberi tugas untuk melakukan diskusi, kelompok I dan III membahas Abu Lahab sedangkan kelompok II dan IV membahas Abu Jahal (dalam diskusi setiap kelompok diberi tugas untuk mencari nama aslinya, hubungannya dengan Nabi Muhammad, contoh-contoh bentuk perlawanan terhadap Nabi Muhammad, kematiannya). Model snowball di MA Al-Ikhsan Beji Kedungbanteng Banyumas diamati peneliti dalam proses pembelajaran di kelas X oleh bapak. Aman, S.Pd.I di :.
Yang dilakukan guru dalam pembelajaran ini adalah: 1. Di awal pembelajaran, guru mencatat kehadiran siswa dan menyampaikan kompetensi yang akan dipelajari. Kemudian sang guru menjelaskan bahwa akhlak tercela harus dibuang dari dalam diri kita seperti halnya akhlak Abu Lahab dan Abu Jahl yang terputus. Kemudian guru meminta seluruh siswa untuk membacakan hasil diskusi bersama-sama, kemudian guru menjelaskan bahwa akhlak yang tercela harus dihilangkan dari dalam diri kita seperti akhlak Abu Lahab dan Abu Jahal yang terputus.
Diantara berbagai penerapan Cooperative Learning dengan berbagai jenis yang telah disebutkan di atas, dalam bidang akademik dapat mendorong sikap analitis-kritis siswa. Oleh karena itu, jika pembelajaran kooperatif dibudayakan sambil belajar, maka siswa akan semakin pintar setiap harinya.
Analisis Penerapan Strategi Cooperative Learning
Sikap kritis analitis siswa dapat dilihat dari keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran, berdialog, berargumentasi, mengemukakan pendapat, menyanggah dan mengolah pendapat orang lain serta mengemukakan ide-ide baru terkait tema pembelajaran yang ditawarkan. Guru mempersilahkan siswa untuk mengingat nama-nama lain hari kiamat dan artinya bersama kelompoknya. Dengan menerapkan model make a match ini, penulis menganalisis bahwa model ini cocok digunakan oleh guru pendidikan agama Islam untuk mempelajari materi Hari Kiamat dan maknanya.
Karena dengan cara demikian merangsang minat belajar dan hafalan siswa, sehingga tujuan pembelajaran tercapai secara optimal, sekaligus mendorong kerjasama antar siswa, mendorong kreativitas dan pemikiran siswa yang lebih besar, serta meningkatkan rasa solidaritas dan kerukunan. di kalangan siswa. Dalam implementasi model ini, tidak semua proses sama persis dengan proses teoritis, karena kartu dengan nama lain untuk Hari Kiamat dan kartu dengan artinya dibagi menjadi 1 kelompok. Hal ini dikarenakan ada kebiasaan tidak memperbolehkan laki-laki dan perempuan untuk menjodohkan, dan siswa memiliki kesempatan untuk menghafal, sehingga bisa jadi kemampuan siswa dalam menguasai materi bukan hasil dari model make a match yang digunakan. tetapi dari kesempatan yang diberikan oleh guru untuk mengingat.
Namun, tujuan pembelajaran dicapai dengan paling-paling dibuktikan dengan penetapan nama lain untuk hari kiamat dan artinya tidak ada yang salah. Secara umum materi yang disampaikan juga terkait dengan standar kompetensi, kompetensi inti dan indikator yang ingin dicapai. Menurut peneliti, materi yang diberikan guru sudah sesuai dengan standar kompetensi, kompetensi inti dan indikator.
Sedangkan yang terjadi berdasarkan hasil observasi dalam kegiatan pembelajaran pendidikan agama Islam tidak terjadi seperti teori yaitu dari tugas individu menjadi kelompok kecil yang terdiri dari dua orang dan tidak berlangsung terus menerus, sudah terjadi proses kerjasama antar siswa. dan yang diterapkan, mendekati teori efek bola salju, yaitu. Keaktifan siswa dibuktikan dengan semangat mereka yang sangat tinggi untuk selalu berpartisipasi dan memberikan kontribusi bagi keberhasilan kelompoknya, dengan semangat yang tinggi siswa terpacu untuk berkreasi dan kemampuan nalar dan komunikasinya meningkat. Komunikasi yang meningkat akan mendorong siswa untuk terus belajar dan berkreasi, yang pada akhirnya meningkatkan kemampuan berpikir siswa.
Selain itu, pembelajaran kooperatif mendorong rasa solidaritas antar siswa dalam belajar, rasa sosial dan solidaritas ini merupakan hasil penting dalam dunia pendidikan. Pembelajaran kooperatif sebagai model pembelajaran yang diarahkan pada aktivitas siswa merupakan salah satu model yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir siswa dengan berdiskusi dan bernalar secara kritis sehingga diharapkan kemampuan berpikir siswa akan muncul dengan sendirinya.
Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat
Berdasarkan pernyataan beberapa tokoh di atas, dapat disimpulkan bahwa berpikir kritis adalah proses berpikir reflektif yang memerlukan pengambilan keputusan yang cermat melalui serangkaian prosedur untuk menganalisis, menguji, dan mengevaluasi bukti dan dilakukan secara sadar. Adanya hubungan yang harmonis antara guru, siswa, manajer dan karyawan, sehingga memungkinkan penerapan model pembelajaran kooperatif dengan tepat. Strategi pembelajaran kooperatif juga digunakan dalam pembelajaran lain agar siswa terbiasa dan guru PAI tidak mengalami kesulitan dalam mengimplementasikan strategi yang akan digunakan.
Faktor Lingkungan Madrasah berbasis pesantren, namun sebagian kecil siswa lebih memilih mengaji dan belajar bahasa daripada mengikuti kelas formal. Strategi pembelajaran kooperatif yang diterapkan di MA Al-IKhsan Beji Kedungbanteng Banyumas bervariasi dan sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai, meskipun penerapannya tidak sempurna pada beberapa model. Keaktifan siswa dibuktikan dengan semangat mereka yang sangat tinggi untuk selalu berpartisipasi dan memberikan kontribusi bagi keberhasilan kelompoknya, dengan semangat yang tinggi mendorong siswa untuk berkreasi dan kemampuan nalar dan komunikasinya meningkat.
Faktor yang mendukung keberhasilan implementasi strategi pembelajaran kooperatif dalam pembelajaran pendidikan agama Islam adalah kreativitas guru pendidikan agama Islam dalam memilih dan menentukan strategi yang akan digunakan serta semangat dan rasa ingin tahu siswa yang besar. Untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, sebaiknya guru lebih sering melatih siswa dengan mencari permasalahan di sekitar siswa untuk mencari solusinya, dimana siswa nantinya dapat menemukan pengetahuan baru dan memecahkan masalah yang dihadapinya. Guru lebih detail dalam memilih model, keterampilan dan media yang tepat untuk digunakan selama pembelajaran.
Strategi pembelajaran kooperatif merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan keterampilan berpikir dan keterampilan berpikir kritis sehingga siswa mendapatkan hasil yang lebih meningkat. Untuk mendapatkan respon yang baik dari siswa, guru dalam pembelajaran sebaiknya menggunakan pembelajaran kooperatif dan berpikir kritis untuk meningkatkan motivasi belajar yang baik bagi siswa.
PENUTUP
Saran-Saran
Using constructivist ideas to teach science teachers about constructivist ideas or teachers are learners too.