• Tidak ada hasil yang ditemukan

INDEKS KUALITAS AIR (IKA)

N/A
N/A
Said Ali Akbar

Academic year: 2023

Membagikan " INDEKS KUALITAS AIR (IKA)"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

INDEKS KUALITAS AIR (IKA)

(2)

Metode Indeks Pencemaran (Pollution Index)

• Metode Indeks Pencemaran (IP) (Nemerow dan Sumitomo, 1970) digunakan untuk

menentukan tingkat pencemaran relatif

terhadap parameter kualitas air yang diijinkan.

• IP ditentukan dari resultante nilai maksimum dan nilai rerata rasio konsentrasi per-

paramater terhadap nilai baku mutunya.

(3)

Metode Indeks Pencemaran (Pollution Index)

PIj = indeks pencemaran bagi peruntukan j,

Ci = konsentrasi parameter kualitas air i(diukur),

Lij = konsentrasi parameter kualitas air i yang tercantum dalam baku peruntukan air j,

M = maksimum, R = rerata.

(4)

• Untuk satu target peruntukan/pemanfaatan air, semua nilai relatif pencemaran tidak diberi bobot,

• Pembobotan dilakukan saat menghitung IP

dari n jumlah pemanfatan air (misal kelompok human/direct contact untuk air minum dan

lainnya, kelompok remote contact untuk

navigasi dan lainnya, kelompok indirect contact untuk pertanian dan lainnya).

Metode Indeks Pencemaran

(Pollution Index)

(5)

Wj = bobot masing-masing jenis penggunaan air.

Kelas indeks IP ada 4 dengan skor:

1) 0≤ IP ≤1,0 = memenuhi baku mutu (good)

2) 1,0< IP ≤5,0 = tercemar ringan (slightly polluted);

3) 5,0< IP ≤10 = tercemar sedang (fairly polluted), 4) IP >10,0 = tercemar berat (heavily polluted).

(6)

Prosedur Penggunaan

1) Jika Lij menyatakan konsentrasi parameter

kualitas air yang dicantumkan dalam Baku Mutu suatu Peruntukan Air (j),

2) dan Ci menyatakan konsentrasi parameter

kualitas air (i) yang diperoleh dari hasil analisis cuplikan air pada suatu lokasi pengambilan

cuplikan dari suatu alur sungai,

3) maka PIj adalah Indeks Pencemaran bagi

peruntukan (j) yang merupakan fungsi dari Ci/Lij.

(7)

Harga Pij ini dapat ditentukan dengan cara :

4a) Jika nilai konsentrasi parameter yang menurun

menyatakan tingkat pencemaran meningkat, misal DO.

Tentukan nilai teoritik atau nilai maksimum Cim (misal untuk DO, maka Cim merupakan nilai DO jenuh, biasa nya Cim = 7 untuk suhu 25oC).

Dalam kasus ini nilai Ci/Lij hasil pengukuran

digantikan oleh nilai Ci/Lij hasil perhitungan, yaitu :

(8)

Harga Pij ini dapat ditentukan dengan cara :

4b) Jika nilai baku Lij memiliki rentang

(9)

Harga Pij ini dapat ditentukan dengan cara :

4c ) Keraguan timbul jika dua nilai (Ci/Lij) berdekatan dengan nilai acuan 1,0, misal C1/L1j = 0,9 dan C2/L2j = 1,1 atau

perbedaan yang sangat besar, misal C3/L3j = 5,0 dan C4/L4j = 10,0.

Dalam contoh ini tingkat kerusakan badan air sulit ditentukan. Cara untuk mengatasi

kesulitan ini adalah :

(10)

Harga Pij ini dapat ditentukan dengan cara :

Penggunaan nilai (Ci/Lij)hasil pengukuran kalau nilai ini lebih kecil dari 1,0.

Penggunaan nilai (Ci/Lij)baru jika nilai (Ci/Lij)hasil pengukuran

lebih besar dari 1,0.

(Ci/Lij)baru = 1,0 + P.log (Ci/Lij)hasil pengukuran

P : konstanta dan nilainya ditentukan dengan bebas dan disesuaikan dengan hasil pengamatan lingkungan dan atau persyaratan yang

dikehendaki untuk suatu peruntukan (biasanya digunakan nilai 5).

(11)

5) Tentukan nilai rata-rata dan nilai maksimum dari keseluruhan Ci/Lij ((Ci/Lij)R dan (Ci/Lij)M).

6) Tentukan harga PIj

Harga Pij ini dapat ditentukan

dengan cara :

(12)

Contoh

• Berikut adalah data untuk suatu sampel sungai yang akan ditentukan indeks pencemarannya (IP).

• Hasil pengukuran sampel diberikan pada

kolom 2 (Ci) dan baku mutu perairan tersebut diberikan pada kolom 3 (LiX).

(13)

Contoh penentuan IP untuk baku mutu x

No Parameter Ci Lij Ci/Lij Ci/Lij Baru

1 TSS 100 50 2 2,5

2 DO (rumus khusus) 2 6 5 4,5

3 pH (rumus khusus) 8 6-9 0,33 0,33

4 Fecal Coliform 2000 1000 2 2,5

5 BOD 8 2 4 4

6 Se (Seleneium) 0,07 0,01 7 5,25

Jika Ci/Lij nilai nya 1 atau lebih

kecil dari 1, sama nilai nya Jumlah 19,08 Rata-rata

(R) 19,08/6 = 3,18 Nilai maks

(M) 5,25

Pij 4,33 (ringan)

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk me- ngetahui konsentrasi Amonia, Nitrat dan Ortoposfat serta parameter lainnya yang tertera pada baku mutu air laut untuk biota laut dan

Sehingga status mutu air di Waduk Sutami adalah tercemar sedang atau cukup baik untuk peruntukan kelas 2 sesuai baku mutu air PP RI No' 82 Tahun 2001' Analisa

Kelas I, air yang peruntukannya dapat digunakan untuk air baku air minum, dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut.. Kelas II, air

Kualitas air Danau Paniai berdasarkan nilai parameter fisika, parameter kimia, dan parameter mikrobiologis masih memenuhi standar baku mutu air Kelas II, namun terdapat tiga

Pengujian terhadap sampel air bersih yang berasal dari mata air Sembir menunjukkan hasil bahwa sampel air memenuhi standar baku mutu air yang meliputi parameter

Berdasarkan hasil analisis air di perairan di Situ Gede yang dilakukan pada 8 titik sampling menunjukan parameter-parameter yang melebihi baku mutu air Kelas II

Grafik parameter total coliform untuk air baku dan air produksi dapat dilihat pada Gambar 6 Gambar 6 menggambarkan jumlah total coliform air produksi masih di atas baku mutu yaitu 10

Hasil penelitian menyatakan bahwa index pencemar dipegaruhi oleh jumlah parameternya ada beberapa parameter yang tak memenuhi baku mutu serta tidak cukup sensitif dalam membedakan kelas