Kedua, dari segi kebanggaan, masyarakat Desa Bissoloro Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa mempunyai sikap positif terhadap bahasa Indonesia. Pertama, faktor internal meliputi adanya kontak bahasa nasional, faktor pendidikan, faktor pekerjaan, atau status ekonomi yang mempengaruhi sikap berbahasa Indonesia masyarakat Desa Bissoloro.
PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Bagi peneliti melalui penelitian ini penulis dapat mengetahui sikap terhadap bahasa Indonesia masyarakat Desa Bissoloro Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa. Dalam hal ini, kajian tentang hubungan bahasa Indonesia dengan kelompok sosial tertentu selama ini masih sedikit mendapat perhatian para peneliti.
TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Hasil Penelitian
Tinjauan Teori dan Konsep
- Sosiolinguistik
- Sikap
- Bahasa
- Sikap Bahasa
Dengan memahami prinsip-prinsip sosiolinguistik, maka setiap penutur akan menyadari betapa pentingnya memilih variasi bahasa dengan benar.Peristiwa bahasa yang dapat terjadi akibat kontak bahasa inilah yang dalam sosiolinguistik disebut komunikasi bahasa, komunitas tutur, variasi bahasa. Berbagai informasi, informasi dan pendidikan disampaikan melalui buku teks dan buku petunjuk bahasa yang merupakan salah satu contoh penggunaan bahasa sebagai alat kontrol sosial.
Kerangka Pikir
Dalam penelitian ini berdasarkan teori Garvin dan Mathiot, peneliti menganalisis sikap berbahasa masyarakat Desa Bissoloro Kecamatan Bugaya Kabupaten Gowa. Untuk lebih jelasnya lihat di bawah ini diagram kerangka konseptual pada kajian “Sikap Indonesia Masyarakat Desa Bissoloro Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa.
Kerangka Pikir Sikap bahasa Indonesia
METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian
- Lokasi dan Waktu Penelitian
- Unit Analisis dan Penentuan Informan
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui teknik wawancara dan pencatatan, setelah itu rekaman yang akan dianalisis ditranskrip dan diberi kode atau ditandai. Penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif yang dilakukan apabila data empiris yang diperoleh merupakan data kualitatif. Berdasarkan hasil transkripsi diperoleh data tertulis yang kemudian siap diidentifikasi berdasarkan rumusan masalah dari penelitian ini.
HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian
Data Lokasi Penelitian
Data Penelitian
Informan I
Informan kedua memberikan respon yang positif dikatakan positif karena sesuai dengan indikator 1 dari segi ketelitian yaitu sebagian besar menggunakan bahasa Indonesia. “Informan merasa bangga dan percaya diri jika menggunakan bahasa Indonesia. Hal ini terlihat pada kutipan di bawah ini… ya, karena jika menggunakan bahasa Indonesia maka lawan bicara akan lebih memahaminya.” Pernyataan di atas bersifat positif. kategori karena informan mengapresiasi bahasa Indonesia dan informan mempunyai pengetahuan bahasa. Indonesia penting. Termasuk dalam kategori positif karena indikator penggunaan bahasa Indonesia sudah terpenuhi 5) Jawaban informan pada pertanyaan nomor 6 adalah,.
Informan II
Dari analisa para informan di atas dapat disimpulkan bahwa informan pertama mempunyai sikap positif terhadap bahasa Indonesia dari 3 aspek yaitu: loyalitas, kebanggaan dan kesadaran. Bahasa Indonesia, karena informan merasa aman apabila dapat berbahasa Indonesia dengan orang lain yang berbeda bahasa atau berbeda suku. Hal ini masuk kategori positif karena memenuhi indikator 1 pada aspek loyalitas yaitu dominannya penggunaan bahasa Indonesia. Berdasarkan analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa para informan mempunyai sikap positif terhadap bahasa Indonesia.
Informan III
Informan mempunyai pernyataan negatif pada pertanyaan nomor 5 karena informan lebih banyak menggunakan bahasa daerah atau bahasa makassar. Berdasarkan hasil analisis terhadap informan ketiga menunjukkan bahwa informan masih mempunyai loyalitas, kebanggaan dan kesadaran terhadap bahasa Indonesia, kebanggaan terhadap suatu bahasa mampu mendorong orang-orang terhadap suatu bahasa untuk mengembangkan bahasanya dan menggunakannya sebagai bahasa. bahasa. simbol identitas dan kesatuan masyarakat.
Informan IV
Pengetahuan bahasa Indonesia yaitu mampu menggunakan bahasa Indonesia dengan sopan dan benar. Pernyataan positif masuk dalam kategori positif karena mereka senang menggunakan bahasa Indonesia. Informan mempunyai pernyataan positif yang diistilahkan positif karena memenuhi Indikator 1 pada bidang kebanggaan yaitu menjunjung tinggi bahasa Indonesia. 4) “percaya diri, seluruh warga negara paham dan memahami bahasa Indonesia”. Informan mempunyai sikap yang positif, kabarnya positif karena memenuhi indikator 2 dan 3 pada bidang kebanggaan yaitu kesadaran bahwa bahasa Indonesia itu penting dan keyakinan bahwa bahasa Indonesia bisa eksis.
Informan V
Pernyataan informan ini termasuk dalam kategori positif karena informan memenuhi indikator 1 pada aspek loyalitas yaitu dominannya penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hasil analisis di atas, para informan menunjukkan sikap yang positif dengan aspek: kesetiaan, kebanggaan dan kesadaran terhadap bahasa Indonesia. Hal ini terlihat dari sikap informan yang suka, merasa percaya diri jika menggunakan bahasa Indonesia dan menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan situasi yang ada.
Informan VI
Hal ini terlihat dari sikap informan yang suka, merasa nyaman menggunakan bahasa Indonesia dan menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan situasi yang ada. menjaga bahasa Indonesia. Setelah melihat hasil analisis data di atas maka dapat disimpulkan bahwa informan masuk dalam aspek loyalitas, mempunyai rasa suka dan sering menggunakan bahasa Indonesia (positif). Namun informan menggunakan bahasa Indonesia sesuai situasi yang artinya positif dalam arti ramah dan sopan.
Informan VII
Dalam pernyataan tersebut, informan mempunyai pernyataan yang positif karena informan lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. 4) “Ya, karena saya menggunakan bahasa Indonesia kemanapun saya pergi dan itu adalah bahasa pertama saya.” Informan mempunyai sikap positif terhadap bahasa Indonesia, kabarnya positif karena memenuhi indikator loyalitas yaitu senang menggunakan bahasa Indonesia.
Informan VIII
Berdasarkan analisis di atas dapat disimpulkan bahwa informan menunjukkan sikap positif terhadap pertanyaan 1, 3.4 dan 6. Hal ini terlihat dari informan yang suka, bangga, dan tidak malu berbicara bahasa Indonesia dan menyesuaikan diri dengan situasi. bila menggunakan bahasa Indonesia. Hal ini terlihat dari jawaban informan yang jarang menggunakan bahasa Indonesia yang berarti informan kurang fasih berbahasa Indonesia.
Informan IX
Berdasarkan analisis di atas dapat disimpulkan bahwa informan menunjukkan sikap positif terhadap pertanyaan 1, 3.4 dan 6. Hal ini terlihat dari informan yang suka, bangga, dan tidak malu berbicara bahasa Indonesia dan menyesuaikan diri dengan situasi. bila menggunakan bahasa Indonesia. Hal ini terlihat dari jawaban informan yang jarang menggunakan bahasa Indonesia sehingga informan kurang fasih berbahasa Indonesia. Pernyataan informan masuk dalam kategori positif, dikatakan positif karena adanya kesadaran bahwa bahasa Indonesia itu penting. 5) “lancar, karena saya suka dan sering menggunakan bahasa Indonesia” Informan mempunyai sikap yang positif, dilaporkan positif karena dominan dan suka menggunakan bahasa Indonesia.
Informan X
Menurut pernyataan informan yang bertanda positif dikatakan positif karena adanya kesadaran bahwa bahasa Indonesia itu penting dan informan menganjurkan bahasa Indonesia. Setelah menganalisis data informan ke-10, dapat disimpulkan bahwa informan mempunyai sikap positif terhadap bahasa Indonesia. Kedua, petugas intelijen tidak lagi merasa malu menggunakan bahasa Indonesia dan sadar menggunakan bahasa Indonesia.
Informan XI
Artinya informan mempunyai sikap yang positif, harusnya positif karena pernyataan informan sesuai dengan indikator 1 dari segi loyalitas yaitu dominan menggunakan bahasa Indonesia. 6) “Ya, karena tidak semua orang bisa menggunakan bahasa Indonesia dengan baik.” Informan mempunyai jawaban positif yang seharusnya positif karena memperhatikan konteks situasi dalam proses komunikasi. Dan informan mempunyai sikap positif terhadap penggunaan bahasa Indonesia yang baik karena pertama kali melihat keadaan berarti aspek kesadaran terpenuhi.
Informan XII
Berdasarkan pernyataan informan yang tergolong positif dikatakan positif karena adanya kesadaran bahwa bahasa Indonesia itu penting. 5) “Ya, karena bahasa Indonesia termasuk dalam mata pelajaran”. Informan yang mempunyai respon positif dikatakan positif karena memenuhi indikator aspek loyalitas yaitu kesadaran bahwa bahasa Indonesia itu penting, informan suka menggunakan bahasa Indonesia. Informan tidak sombong dan pandai berbahasa Indonesia, artinya informan mempunyai sikap positif terhadap bahasa Indonesia.
Informan XIII
Berdasarkan hasil analisis di atas dapat disimpulkan bahwa informan mempunyai sikap positif pada aspek: loyalitas, kebanggaan dan kesadaran dalam penggunaan bahasa Indonesia. Hal ini terlihat dari jawaban informan yang mempunyai passion atau dorongan untuk menggunakan bahasa Indonesia. Informan bangga dengan penggunaan bahasa Indonesia dan sadar akan penggunaan bahasa Indonesia dalam artian menggunakan bahasa Indonesia dengan sopan dan baik.
Informan XIV
Hal ini terlihat dari jawaban informan yang semangat menggunakan bahasa Indonesia, tidak malu dan menggunakan bahasa Indonesia dengan baik.
Informan XV
Hal ini sesuai dengan kriteria kesadaran norma berbahasa, yaitu memperhatikan konteks situasi dalam proses komunikasi. Dari pernyataan informan di atas dapat disimpulkan bahwa informan mempunyai sikap yang positif pada aspek: kesetiaan, kebanggaan dan kesadaran terhadap bahasa Indonesia.
Informan XVI
Pernyataan informan tergolong positif, dikatakan positif karena informan menjunjung tinggi bahasa Indonesia yang terdapat pada indikator 1 pada aspek kebanggaan. Hal ini akan berdampak negatif karena informan tidak menggunakan bahasa Indonesia dalam konteks komunikasi karena ia tidak menyadari bahwa bahasa Indonesia itu penting. 6) “Iya, kalau kita berkomunikasi dengan lawan bicara yang tidak paham bahasa Makassar sebaiknya menggunakan bahasa Indonesia.”
Informan XVII
Hal ini terdapat pada pertanyaan ke 6 yang artinya tidak sepenuhnya negatif dan tidak sepenuhnya positif. menggunakan bahasa Indonesia. Hal ini menjadi positif karena informan menjunjung tinggi bahasa Indonesia dan bisa eksis di era globalisasi. Pernyataan informan masuk dalam kategori negatif. Hal ini dikatakan negatif karena informan tidak menyadari bahwa menggunakan bahasa Indonesia yang baik itu penting.
Informan XVIII
Namun pernyataan negatif pada soal 5 tidak sepenuhnya bertentangan dengan bahasa Indonesia...termasuk dalam kategori positif. dikatakan positif karena memenuhi indikator 1 dan 2 pada aspek kebanggaan yaitu menjaga bahasa Indonesia dan menggunakan bahasa Indonesia dalam konteks komunikasi karena mempunyai kesadaran bahwa bahasa Indonesia itu penting. Terlihat pernyataan informan berada pada kategori positif, dikatakan positif karena memenuhi indikator 1 pada aspek loyalitas yaitu dominan menggunakan bahasa Indonesia. 6) “Saya tidak bisa memaksakan diri untuk menggunakan bahasa Indonesia apabila lawan bicara saya tidak bisa berbahasa Indonesia, dalam artian lingkungan saya atau lawan bicara saya hanya bisa menggunakan bahasa daerah (Makassar). "
Informan XIX
Jawaban informan negatif, dikatakan negatif karena meskipun informan suka menggunakan bahasa Indonesia, namun informan lebih banyak menggunakan bahasa daerah. Respon yang diberikan informan bersifat negatif, hal ini dikatakan negatif karena meskipun informan bangga menggunakan bahasa Indonesia, namun informan lebih banyak menggunakan bahasa daerah. menggunakan bahasa daerah saya yaitu Makassar.” Hal ini dikatakan negatif karena sebagian besar informan menggunakan bahasa daerah. 6) “Ya, saya hanya menggunakan bahasa Indonesia ketika bertemu dengan orang asing dan di forum resmi.”
Informan XX
Pada tabel di atas, informan menyukai dan percaya diri menggunakan bahasa Indonesia (pertanyaan 1 dan 4).
Informan XVII
2 “Iya, karena sebagian besar penduduknya belajar bahasa Indonesia sehingga memudahkan dalam berinteraksi dengan orang lain.” 6" Iya, karena saya tidak bisa memaksa orang yang saya ajak bicara untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan orang yang tidak bisa. 1 "Saya menyukainya, karena bahasa Indonesia adalah bahasa yang banyak digunakan di Indonesia, padahal Indonesia terdiri dari suku yang berbeda ."
Pembahasan
- Sikap Bahasa Indonesia Masyarakat Desa Bissoloro
- Faktor Sikap Bahasa Indonesia Masyarakat Desa Bissoloro a. Faktor Internal
- Pemakaian Bahasa Daerah
- Ikatan dengan Budaya Tradisi
Dalam hal ini, mereka yang mempunyai sikap negatif terhadap sikap berbahasa Indonesia komunitas Bissoloro mempunyai tingkat loyalitas yang lebih rendah. Berdasarkan analisis di atas dapat disimpulkan bahwa masyarakat Desa Bissoloro Kecamatan Bugaya Kabupaten Gowa mempunyai sikap positif terhadap penggunaan bahasa Indonesia ditinjau dari loyalitas. Berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa masyarakat Desa Bissoloro Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa mempunyai sikap positif terhadap bahasa Indonesia dalam hal kebanggaan.
SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan
Saran
DAFTAR PUSTAKA
Kesantunan dalam bentuk tuturan direktif di lingkungan Sma Negeri 1 Surakarta (kajian sosiopragmatik) Skripsi (tidak diterbitkan) Surakarta: Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret. Sikap Bahasa Remaja Kota Serang dan Kabupaten Serang Bahasa Jawa (Jaseng) terhadap Kebudayaan Indonesia.