IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN PERCAYA DIRI PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI KOMUNIKASI POSITIF DI RA MIFTAHUL HUDA GINTUNG RANJENG SEKITAR CIWARING. IMPLEMENTASI PEMBANGUNAN PERCAYA DIRI PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DENGAN KOMUNIKASI POSITIF DI RA MIFTAHUL HUDA KECAMATAN CIWARINGIN KABUPATEN CIREBON.
PENDAHULUAN
LANDASAN TEORI
METODOLOGI PENELITIAN
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
SIMPULAN DAN SARAAN
Latar Belakang
Untuk berhasil dalam mengembangkan potensi yang ada pada anak, seorang pendidik atau orang tua harus mampu membangun rasa percaya diri anak. Dan kata kata lain yang mengandung motivasi untuk anak, agar mau maju dan mau melatih rasa percaya dirinya.
Fokus Penelitian
Selain itu, kata-kata positif guru dapat membangun pola pikir anak, sehingga anak merasa disayang dan diterima oleh guru, kata-kata positif juga dapat memperindah hubungan antara siswa dan guru, serta suasana belajar akan lebih menyenangkan. .
Rumusan Masalah
Bagaimana cara mengembangkan rasa percaya diri anak RA Miftahul Huda Gintung Ranjeng Kecamatan Ciwaringin Kabupaten Cirebon. Bagaimana cara mengembangkan rasa percaya diri anak melalui komunikasi positif yang dilakukan di RA Miftahul Huda Gintung Ranjeng, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon.
Tujuan Penelitian
Apakah komunikasi positif yang diterapkan di RA Miftahul Huda Miftahul Huda Gintung Ranjeng Kecamatan Ciwaringin Kabupaten Cirebon sesuai dengan ciri-ciri komunikasi positif pada anak. Gintung Ranjeng Kecamatan Ciwaringin Kabupaten Cirebon dengan kualitas komunikasi yang positif dapat mengembangkan harga diri anak.
Kegunaan Penelitian
Penelitian ini dapat menambah koleksi literatur penelitian di perpustakaan IAI Bunga Bunga Bangsa Cirebon khususnya yang berkaitan dengan kepercayaan diri dan komunikasi positif.
Deskripsi Teori
- Perkembangan Sosial Emosional Anak
- Percaya Diri
- Pendekatan Pembelajaran
- Komunikasi positif (Positive Comunication) a. Pengertian
- Anak Usia Dini a. Pengertian
Faktor-faktor yang mempengaruhi harga diri menurut Santrock menyatakan bahwa orang tua dan teman sebaya mempengaruhi harga diri anak. Kepercayaan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yang diklasifikasikan menjadi dua yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
Hasil Penelitian Yang Relevan
Penelitian relevan selanjutnya dilakukan oleh Nurlis yang melakukan penelitian tentang kepercayaan diri berjudul Pengaruh Pelatihan Kepercayaan Diri Terhadap Kepercayaan Diri Remaja Kelurahan Sindang Barang Kota Bogor yang menyatakan bahwa hasil penelitiannya menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan. perbedaannya adalah peningkatan kepercayaan diri sebelum dan sesudah intervensi pada ketiga kelompok. Kepercayaan diri remaja yang dibimbing, dilatih dan dibimbing meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan kedua metode lainnya.
Kerangka Pemikiran/Konseptual
Dan dengan iman setiap anak akan berusaha berlomba-lomba menunjukkan kelebihan yang dimilikinya dan dengan iman anak akan dengan mudah mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya. Langkah pertama yang dapat dilakukan Indonesia untuk meningkatkan sumber daya manusia yang ada adalah dengan menumbuhkan karakter serta rasa percaya diri sejak dini.
Desain Penelitian
Tempat Dan Waktu Penelitian 1. Tempat penelitian
- Waktu Penelitian
Data Dan Sumber Data
Teknik Pengumpulan Data
Mengenai data sekunder yaitu data yang diperoleh dari dokumen grafis, foto, film rekaman, dll. Sumber data dalam penelitian ini adalah tampilan berupa kata-kata yang diucapkan atau ditulis oleh peneliti dan objek yang diamati secara detail sehingga dapat ditangkap makna yang tersirat dalam dokumen atau objek tersebut. Menurut Husaini Usman dan Purnomo Setiady Akbar, tujuan wawancara adalah: 1) mendapatkan data dari tangan pertama, 2) melengkapi teknik pengumpulan data lainnya, 3) menguji hasil pengumpulan data lainnya.
Setiap pertanyaan diarahkan pada penggunaan komunikasi positif dalam mengembangkan harga diri pada RA Miftahul Huda. Pengumpulan data melalui observasi dan wawancara kemudian diperkuat dengan banyak fakta dan data tersimpan dalam bentuk dokumentasi. Berbagai dokumen yang dapat dijadikan sumber data antara lain surat, catatan harian, arsip foto, hasil rapat, memorabilia, log aktivitas, dll.
Teknik Pengolahan Data
Dalam hal ini peneliti mereduksi data dengan cara memilah dan memilih, mengkategorikan dan membuat abstraksi dan catatan lapangan, wawancara dan dokumentasi. Bentuk penyajian data dalam penelitian kualitatif berupa teks naratif yang telah direduksi dan dirangkum yang diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis dan disajikan dalam bentuk CW (catatan wawancara), CL (catatan lapangan), CD (catatan dokumentasi). . Setelah data direduksi dan disajikan, peneliti menarik kesimpulan yang didukung dengan bukti-bukti yang kuat pada tahap pengumpulan data.
Pemeriksaan Keabsahan Data
Dalam penelitian ini uji validitas data hanya ditekankan pada validitas data, uji reliabilitas data, karena dalam penelitian kualitatif kriteria utama data penelitian adalah valid, reliabel dan objektif. Moeloeng menjelaskan teknik validasi data adalah:46 1) perluasan partisipasi, 2) ketekunan pengamatan, 3) triangulasi, 4) verifikasi rekan, 5) kecukupan referensial, 6) pemeriksaan anggota, 7) studi kasus negatif. Teknik validasi data dalam penelitian ini hanya menggunakan tiga teknik yaitu: perpanjangan partisipasi, ketekunan pengamatan dan triangulasi.
Deskripsi Lokasi Penelitian
- Sejarah singkat RA Miftahul Huda Gintung Ranjeng Ciwaringin
- Letak Geografis RA Miftahul Huda dan Batas Wilayah
- Visi, Misi RA Miftahul Huda Gintung Ranjeng Ciwaringin Cirebon Berdasarkan hasil wawancara pada tanggal 19Maret 2019 yang
Tempat penelitian adalah RA Miftahul Huda yang beralamat di Jalan Ki Aris Blok Pesantren Desa Gintung Ranjeng Kecamatan Ciwaringin Kabupaten Cirebon dengan kode pos 45167 yang termasuk dalam kategori dataran rendah. Setiap lembaga memiliki struktur organisasi yang harus dimiliki agar suatu lembaga dapat dikelola dengan baik seperti halnya di RA Miftahul Huda. Untuk memahami setiap tugas dalam komunitas sekolah, lihat struktur organisasi RA Miftahul Huda.
JABATAN
Keadaan Guru dan Karyawan
Total pendidik dan tenaga kependidikan di lembaga ini berjumlah 12 orang yang terdiri dari 1 kepala sekolah, 9 guru, 1 pegawai TU dan 1 pegawai yang bertanggung jawab menangani kebersihan RA.
Keadaan Siswa
Pengembangan Kepercayaan Diri Anak Di RA Miftahul Huda
Baik dalam kegiatan pembukaan, kegiatan inti maupun kegiatan penutup karena menurutnya rasa percaya diri dikembangkan sebagai titik tolak agar anak mudah menunjukkan apa yang bisa dilakukannya.'86. Data perkembangan rasa percaya diri anak Kelompok B dibuktikan dengan dokumentasi dan catatan lapangan kegiatan rutin di RA Mifthaul Huda, mulai dari anak datang ke sekolah hingga dijemput oleh orang tuanya. Dalam perkembangan rasa percaya diri anak yang dilakukan di RA Miftahul Huda, seperti yang diungkapkan Ibu Nunung dan Ibu Yeni saat wawancara menjelaskan bentuk rasa percaya diri yang harus dimiliki anak sesuai dengan indikator kinerja perkembangan anak.
Bahwa bentuk rasa percaya diri anak adalah anak mau menceritakan pekerjaannya kepada guru atau teman sebayanya dan mau berbicara dengan orang baru. Selanjutnya peningkatan perkembangan rasa percaya diri anak sebelum dan sesudah di RA Miftahul Huda juga dilakukan oleh Ibu. Muhaya merasa sebagai wali kelas untuk kelas B1. Berdasarkan data tersebut dikatakan bahwa pembinaan yang dilakukan di RA Miftahul Huda Gintung Ranjeng Kecamatan Ciwaringin Kabupaten Cirebon terlaksana dengan baik dan dapat meningkatkan perkembangan rasa percaya diri pada anak khususnya pada anak usia 5-6 tahun yang termasuk dalam kelompok B.
CaraMengembangkan kepercayaan diri anak melalui komunikasi di RA Mifttahul Huda
Pendapat tentang komunikasi positif dan pentingnya komunikasi positif dalam perkembangan rasa percaya diri pada anak juga disampaikan oleh Ibu Muhaya. Komunikasi positif adalah komunikasi guru dengan anak yang di dalamnya terdapat kata-kata motivasi dan mengandung kata-kata yang mengandung tanda-tanda penerimaan terhadap kehadiran anak didik tersebut, seperti tidak membanding-bandingkan anak yang satu dengan yang lainnya. Dan metode komunikasi positif yang digunakan untuk mengembangkan rasa percaya diri anak seperti "Wow, gambarnya sangat indah, gambar apa ini?". dengan kata-kata tersebut anak akan lebih semangat dan percaya diri dan pada akhirnya dia akan bercerita tentang pekerjaannya.Komunikasi yang positif juga dilakukan setiap saat bahkan saat hari libur.
Saat istirahat terjadi komunikasi positif antara guru dan anak, misalnya jika anak sedang mengalami kesulitan. Komunikasi positif adalah bagaimana guru berkomunikasi dengan anak menggunakan kata-kata positif dengan tujuan memberikan label positif seperti “anak pintar, anak hebat dan sebagainya” agar mereka semakin merasa percaya diri bahwa dirinya pintar dan hebat. Dengan komunikasi yang positif ini juga dapat kita lihat bahwa ketika guru memberikan kata-kata yang positif terhadap perilaku anak, maka ia akan merasa lebih percaya diri dan semangat untuk mengembangkan kemampuan yang ada pada dirinya.
Relevansi Penerapan Komunikasi Positif di RA miftahul Huda dengan Karakteristik Komunikasi Positif
Empati adalah salah satu cara kita dapat berkomunikasi dengan baik dengan anak karena sebagai pendidik dengan empati kita belajar memahami apa yang sedang dirasakan anak. Menggambarkan keadaan guru di kelas yang berkomunikasi dengan mencoba merasakan apa yang dirasakan anak. Komunikasi yang baik yang dapat memberikan rasa percaya diri anak merupakan respon positif dari pendidik kepada anaknya. Respon yang positif dapat meningkatkan semangat siswa sehingga mereka merasa apa yang dilakukannya dihargai oleh guru.
Komunikasi yang tidak menghakimi dapat membuat anak merasa diterima karena guru tidak secara langsung menuduh mereka atas apa yang mereka katakan. Komunikasi yang dilakukan oleh guru dengan siswanya tidak boleh menghakimi, tetapi guru harus menjadi pendengar dan menanggapi secara positif apa yang siswa komunikasikan, bukan malah menuduh atau menyela perkataan mereka. Dan kemudian guru bertanya kepada siswanya apa arti gambar itu.
Hasil Imlementasi Pengembangan Kepercayaan Diri Pada Anak usia 5- 6 tahun melalui Komunikasi Positif di RA Miftahul Huda Gintiung
Keterbatasan Penelitian
SIMPULAN
Penggunaan komunikasi yang positif sangat berpengaruh terhadap kepercayaan diri anak, karena dengan memotivasi dan tidak membanding-bandingkan maka anak akan merasa mampu. Waktu untuk menggunakan komunikasi positif tidak hanya pada saat pembelajaran berlangsung, tetapi dapat digunakan pada saat istirahat atau pada saat percakapan yang berlangsung pada saat menunggu orang tua menjemputnya. Terdapat kesesuaian penggunaan komunikasi positif yang dilakukan di RA Miftahul Huda dengan karakteristik komunikasi positif yang meliputi pesan empati, responsif, positif, percaya dan komunikasi terbuka, mendengarkan aktif, pesan optimis, sikap proporsional, tidak menghakimi.
Efektifitas penggunaan komunikasi positif dalam pengembangan rasa percaya diri anak di RA Miftahul Huda Kecamatan Ciwaringin Kabupaten Cirebon dibuktikan dengan semakin tingginya tingkat kecaman yang ada di kalangan anak-anak, sehingga mereka tidak segan untuk selalu bertanya kepada guru dan anak. yang berani berkomunikasi dengan anak muda dan anak-anak yang ingin mengajak teman saat pergi bermain.
SARAN
Bagaimana pendapat anda tentang komunikasi positif pada anak dan apakah komunikasi positif penting dalam meningkatkan harga diri anak. Apakah komunikasi positif membutuhkan keterbukaan dan rasa saling percaya antara guru dan anak dan mengapa? Penggunaan komunikasi positif juga dilakukan secara luwes, sehingga tidak hanya dalam kegiatan pembelajaran yang sedang berlangsung.
Bagaimana pendapat anda tentang komunikasi positif pada anak, dan apakah komunikasi positif penting untuk meningkatkan rasa percaya diri anak. Cara mengembangkan rasa percaya diri melalui komunikasi positif dapat dilakukan dengan cara berkomunikasi dengan anak didiknya yang berisi nasehat-nasehat positif untuk anak. Kegiatan bercerita dimana komunikasi positif terjalin saat guru memberikan respon positif saat anak mengutarakan pendapatnya.
Komunikasi positif terjalin ketika ada anak yang merasa tidak bisa, kemudian guru mendekatinya dan meyakinkan bahwa dia bisa. Komunikasi positif yang terjadi saat jam istirahat, guru menjadi pendengar aktif dan merespon dengan baik cerita yang dituturkan anak.