PENDAHULUAN
Identifikasi Masalah
6Bekti Mulatsih, Penerapan Aplikasi Google Classroom, Google Form dan Quizizz pada Pembelajaran Kimia di Masa Pandemi Covid-19, Jurnal Karya Ilmiah Guru, Vol.
Batasan Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Bagi guru pendidikan agama Islam di sekolah sebagai tambahan ilmu dalam meningkatkan metode pengajaran melalui media pembelajaran online di era new normal dan dampaknya terhadap hasil belajar pendidikan agama Islam kelas XI SMA 1 Kota Bengkulu. Bagi siswa, peneliti berharap proses pembelajaran pendidikan agama Islam menggunakan media pembelajaran online di era new normal akan memudahkan siswa untuk dapat meningkatkan hasil belajar.
Sistematika Penulisan
- Media Pembelajaran
- Media Pembelajaran Online
- Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
- Hasil Belajar
Standar kompetensi mata pelajaran pendidikan agama Islam memuat seperangkat kompetensi inti yang harus dikuasai peserta didik pada jenjang pendidikan tertentu. Pengaruh penggunaan tools Google Classroom pada pembelajaran berbasis proyek, model pembelajaran terhadap hasil belajar siswa. Muhammad Ali Ridho 2019, UIN Sunan Ampel Surabaya, Dampak Media Pembelajaran Audiovisual Sparkol Videoscribe Terhadap Hasil Belajar dan Sikap Mahasiswa Pai Angkatan 2014 Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN.
Tesis Muhammad Ali Ridha tahun 2019 serupa dengan tesis peneliti yang sama-sama membahas tentang dampak media pembelajaran terhadap hasil belajar pendidikan agama Islam. Pada penelitian Muhammad Ali Ridha, videoscribe sparkol lebih menekankan media pembelajaran audiovisual terhadap hasil belajar pendidikan agama Islam. Sedangkan dalam skripsinya peneliti menekankan pengaruh media pembelajaran pendidikan agama Islam di era new normal terhadap hasil belajar siswa kelas XI. kelas pendidikan agama Islam.
Dengan demikian terdapat pengaruh yang signifikan penerapan media pembelajaran audiovisual pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam terhadap hasil belajar. Penelitian Eka Fitri Aprilia mempunyai persamaan dengan disertasi peneliti yaitu sama-sama membahas tentang pengaruh media pembelajaran terhadap hasil belajar pendidikan agama Islam, namun disertasi Eka Fitri Aprilia mengkaji tentang pengaruh media audiovisual terhadap hasil belajar membahas pendidikan agama Islam. . Penelitian yang dilakukan Fahmi mempunyai kesamaan dengan tesis peneliti yaitu sama-sama membahas tentang pengaruh WhatsApp, namun dalam tesis Fahmi lebih pada pengaruh penggunaan WhatsApp terhadap etos kerja para penyuluh agama di Kabupaten Pinrang, sedangkan peneliti dalam skripsi tersebut membahas tentang pengaruh WhatsApp. media pembelajaran era new normal terhadap hasil belajar pendidikan agama islam.
Kerangka Teoritik
Setelah dikonsultasikan menunjukkan bahwa angka t (4,311) lebih besar dari t tabel (2,051) yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan dengan whatsapp etos kerja penyuluh agama Islam di Kabupaten Pinrang.
Hipotesis Penelitian
METODE PENELITIAN
Tempat dan Waktu Penelitian
Populasi dan Sampel Penelitian
Sampel ditentukan oleh peneliti berdasarkan pertimbangan masalah, tujuan, hipotesis, metode dan alat penelitian.55 Mencakup sejumlah anggota yang dipilih dari populasi. Dengan menggunakan teknik simple random sampling yaitu teknik pengambilan anggota sampel dari populasi yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi. 57 Cara pengambilan sampelnya adalah.
Teknik Pengumpulan Data
Ho : Secara parsial tidak ada pengaruh media pembelajaran online (google classroom) terhadap hasil belajar pendidikan agama Islam di era new normal (studi kasus Kelas XI SMAN 1 Kota Bengkulu). Ha: Terdapat pengaruh secara parsial media pembelajaran daring (google classroom) terhadap hasil belajar pendidikan agama Islam di era new normal (studi kasus kelas XI SMAN 1 kota Bengkulu). Ho : Secara parsial tidak ada pengaruh media pembelajaran online (whatsapp) terhadap hasil belajar pendidikan agama Islam di era new normal (studi kasus kelas XI SMAN 1 kota Bengkulu).
Ha : Secara parsial terdapat pengaruh media pembelajaran online (whatsapp) terhadap hasil belajar pendidikan agama Islam di era new normal (studi kasus kelas XI SMAN 1 Kota Bengkulu). Ho: Sementara itu, tidak terdapat pengaruh media pembelajaran online (google class dan whatsapp) terhadap hasil belajar pendidikan agama Islam di era new normal (studi kasus kelas XI SMAN 1 Kota Bengkulu). Ha: Sekaligus terdapat pengaruh media pembelajaran online (google class dan whatsapp) terhadap hasil belajar pendidikan agama Islam di era new normal (studi kasus kelas XI SMAN 1 Kota Bengkulu).
Dari penelitian ini terlihat adanya pengaruh media pembelajaran online (google class dan whatsapp) terhadap hasil belajar pendidikan.
Definisi Operasional Variabel
Instrumen Penelitian
Pada bagian ini peneliti akan memaparkan hasil penelitian terkait media pembelajaran online (googleclassroom) untuk kelas XI SMA 1 Kota Bengkulu. Koefisiennya bernilai positif yang berarti terdapat hubungan positif antara media pembelajaran online melalui WhatsApp dengan hasil belajar. Apakah variasi variabel independen yang digunakan pada media pembelajaran online (google class dan WhatsApp) dapat menjelaskan 14,3% variasi variabel dependen (hasil belajar).
Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh antara media pembelajaran online (googleclassroom) terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Islam di era new normal (studi kasus kelas XI SMAN 1 Kota Bengkulu). Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara media pembelajaran online (whatsapp) terhadap hasil belajar pendidikan agama Islam di era new normal (studi kasus kelas XI SMAN 1 Kota Bengkulu). Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh media pembelajaran online (google class dan whatsapp) terhadap hasil belajar pendidikan agama Islam.
Untuk media pembelajaran daring melalui Google Classroom sebaiknya diperbaiki lagi sehingga dapat mempengaruhi hasil pembelajaran.
Teknik Analisa Data
Hipotesis Penelitian
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Deskripsi Data Penelitian
Median adalah nilai yang membagi sebaran data menjadi dua bagian sama besar atau nilai yang membagi 50% frekuensi nilai atas dan 50% frekuensi nilai bawah, pada variabel media pembelajaran online melalui Google Classroom adalah 34.00 agar frekuensi di atas sama dengan frekuensi yang ditetapkan di bawah. Berdasarkan tabel kategori TSR diatas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran online (googleclassroom) berada pada kategori sedang dengan frekuensi 49 sampel atau responden dengan persentase 73%. Pada bagian ini peneliti akan memaparkan hasil penelitian mengenai media pembelajaran online (whatsapp) kelas XI SMA 1 Kota Bengkulu.
Berdasarkan tabel kategori TSR diatas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran online (whatsapp) masuk dalam kategori sedang dengan frekuensi 44 dengan persentase 66%. Pada bagian ini peneliti memaparkan hasil penelitian terkait hasil belajar MID Pendidikan Agama Islam Semester Ganjil kelas XI SMA 1 Kota Bengkulu Tahun Pelajaran 2020/2021. Data ini diperoleh dari hasil belajar Pendidikan Agama Islam kelas XI SMA 1 Kota Bengkulu berupa nilai tengah semester yang dilaksanakan pada masa Covid-19.
Distribusi Frekuensi Kuesioner Hasil Belajar MID Semester Ganjil Kelas XI SMA 1 Kota Bengkulu Tahun Pelajaran 2020/2021.
Teknik Analisis Data
Tujuan dari uji multikolinearitas adalah untuk memeriksa apakah model regresi menemukan adanya korelasi antar variabel independen. Jika terdapat korelasi yang tinggi antar variabel independen, maka hubungan antara variabel independen dan variabel dependen menjadi terganggu. Berdasarkan Tabel 4.15 uji multikolinearitas menunjukkan nilai toleransi Google Classroom dan WhatsApp sebesar 0,908 kurang dari 0,10.
Heteroskedastisitas adalah ketidaksamaan variasi variabel pada seluruh pengamatan dan kesalahan yang timbul dengan menunjukkan hubungan yang sistematis menurut besarnya satu atau lebih variabel bebas, sehingga kesalahan tersebut tidak bersifat acak. Pada uji heteroskedastisitas dengan rumus Gleiser jika nilai probabilitas 0,05 maka tidak terdapat indikasi heteroskedastisitas, jika nilai probabilitas 0,05 maka terdapat indikasi heteroskedastisitas. Berdasarkan tabel 4.16 pada uji heteroskedastisitas diketahui nilai signifikansi Google Classroom sebesar 0,978 dan WhatsApp sebesar 0,075. Jadi dapat disimpulkan tidak terdapat indikasi heteroskedastisitas.
Pengujian Hipotesis
Konstanta sebesar 70,677; Artinya jika tidak ada media pembelajaran online Google Classroom dan WhatsApp atau nilainya 0 maka hasil belajarnya adalah 70,677. Koefisien regresi variabel media pembelajaran online Google Classroom sebesar -0,453; yang artinya apabila variabel bebas yang lain mempunyai nilai tetap dan media pembelajaran online melalui Google Classroom meningkat atau meningkat sebesar 1%, maka hasil belajar (Y) mengalami peningkatan sebesar 0,453. Jika media pembelajaran online melalui Google Classroom meningkat maka hasil belajar menurun, sebaliknya jika media pembelajaran online Google Classroom menurun maka hasil belajar meningkat.
Koefisien regresi variabel media pembelajaran online melalui whatsapp sebesar 0,971; yang artinya jika variabel bebas yang lain mempunyai nilai tetap dan media pembelajaran online melalui whatsapp dinaikkan atau ditingkatkan sebesar 1%, maka hasil belajar (Y) akan meningkat sebesar 0,971. Karena nilai t skor ˂ t tabel dan nilai sig ˃ 0,05 maka Ha ditolak yang berarti secara parsial tidak ada pengaruh yang signifikan antara pengaruh media pembelajaran online (google classroom) terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Islam di new normal era (studi kasus kelas XI SMAN 1 Kota Bengkulu). Karena nilai t skor ˃ t tabel dan nilai sig ˂ 0,05 maka Ha diterima yang berarti terdapat pengaruh secara parsial media pembelajaran online (whatsapp) terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Islam di era new normal (studi kasus kelas XI SMAN 1 Kota Bengkulu).
Karena F hitung ˃ F tabel dan nilai sig ˂ 0,05 maka Ho ditolak yang berarti terdapat pengaruh media pembelajaran online (google class dan WhatsApp) secara bersama-sama terhadap hasil belajar pendidikan agama Islam di era new normal (Kelas Studi Kasus XI SMAN 1 Kota Bengkulu), sehingga dapat disimpulkan bahwa Google Classroom dan.
Pembahasan Hasil Penelitian
Hal ini ditunjukkan dengan nilai t hitung ˃ t tabel dan sig ˂ 0,05 yaitu Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara media pembelajaran online (whatsapp) terhadap hasil belajar pendidikan agama Islam di kelas baru. era normal (studi kasus kelas XI SMAN 1 Kota Bengkulu). Hal ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Azhar Rasyid bahwa media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan informasi untuk mempercepat dan meningkatkan proses dan hasil pembelajaran. Berdasarkan temuan penelitian, WhatsApp digunakan sebagai media pembelajaran di SMAN 1 Kota Bengkulu untuk pelaksanaan pembelajaran jarak jauh pada masa pandemi Covid-19.
Menurut beberapa siswa, media pembelajaran online melalui WhatsApp memudahkan proses pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Hal ini ditunjukkan dengan nilai F ˃ F tabel dan nilai sig maka Ho ditolak yang berarti dapat disimpulkan terdapat pengaruh media pembelajaran online (google class dan whatsapp) secara bersama-sama terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Islam. di era new normal (studi kasus kelas XI SMAN 1 Kota Bengkulu). Hal ini ditunjukkan dengan nilai t hitung ˂ t tabel dan sig ˃ 0,05 yaitu Ha ditolak yang berarti secara parsial tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara media pembelajaran daring (google classroom) terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Islam di era new normal. (studi kasus kelas XI SMAN 1 Kota Bengkulu).
Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan informasi dan referensi untuk penelitian selanjutnya terkait pengaruh media pembelajaran online terhadap hasil belajar siswa dan diharapkan bagi peneliti selanjutnya di seluruh kelas baik kelas X, XI maupun.