PENDAHULUAN
Identifikasi Masalah
Banyaknya tindakan penyimpangan dikalangan siswa disebabkan kurangnya pemahaman dan pengamalan nilai-nilai dalam pendidikan agama Islam. Siswa dibekali dengan nilai-nilai yang bersifat kebangsaan dan keagamaan, namun belum mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Batasan Masalah
Penggunaan teknologi yang tidak bijak dan lingkungan yang tidak kondusif akan berdampak negatif bagi perkembangan karakter siswa.
Rumusan Masalah
Bagaimana solusi dalam mengatasi hambatan dalam pemerolehan nilai karakter bangsa melalui mata pelajaran PAI.
Tujuan Penelitian
3 Solusi mengatasi faktor penghambat dalam internalisasi nilai-nilai karakter bangsa melalui mata pelajaran PAI. Internalisasi nilai-nilai karakter bangsa melalui kursus pie di eks SMA RSBI Pekalongan.
Manfaat Penelitian
Sistematika Penulisan
LANDASAN TEORI
Internalisasi
Menurut Chabib Thoha, internalisasi nilai adalah suatu teknik dalam pendidikan nilai yang tujuannya untuk memperoleh nilai-nilai yang menyatu dengan kepribadian siswa. Nilai yang telah terinternalisasi dalam diri seseorang sebenarnya dapat diketahui dari ciri-ciri perilakunya.
Karakter
Fatchul Mu’in dalam bukunya Character Education: Theoretical Construction and Practice menjelaskan tentang karakter, yaitu: 23. Pendidikan karakter menurut Lickona mengandung tiga unsur utama, yaitu mengetahui yang baik (knowing the good), menginginkan yang baik (loving good). dan berbuat baik (berbuat baik). Di sisi lain, pendidikan karakter harus mampu menjauhkan peserta didik dari sikap dan perilaku yang memalukan.
Pendidikan karakter tidak sekedar mengajarkan kepada anak mana yang benar dan mana yang salah, tetapi lebih dari itu pendidikan karakter menanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik agar siswa paham, mampu merasakan, dan mau berbuat baik. Pendidikan karakter adalah usaha sadar untuk membantu seseorang memahami, memelihara, dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai budi pekerti luhur. Karakter jujur, disiplin, kerja keras, tanggung jawab dan toleran terhadap perbedaan merupakan karakter yang dimiliki oleh negara-negara maju.27 Oleh karena itu, munculnya kesadaran penguatan pendidikan karakter merupakan peneguhan dari apa yang dilakukan oleh para founding fathers bangsa).
Sementara itu, pedoman pengembangan karakter menjelaskan bahwa karakter damai adalah sikap, perkataan, dan tindakan yang membuat orang lain merasa senang dan aman di hadapannya. Indikator karakter damai adalah indikator keberhasilan pendidikan karakter damai yaitu terciptanya suasana sekolah atau kelas yang damai, pembiasaan anak sekolah terhadap perilaku anti kekerasan, pembelajaran yang tidak bias gender dan kekeluargaan antar siswa.
Pendidikan Agama Islam
Tayar Yusuf mendefinisikan Pendidikan Agama Islam sebagai upaya sadar generasi tua untuk mentransfer pengalaman, pengetahuan, keterampilan dan kemampuan kepada generasi baru untuk menjadi. Sedangkan menurut Zuhairini, Pendidikan Agama Islam adalah upaya sadar untuk membimbing pembentukan kepribadian siswa secara sistematis dan pragmatis, agar mereka hidup sesuai dengan ajaran Islam, agar ada kebahagiaan di akhirat. Jadi, pengertian Pendidikan Agama Islam berdasarkan rumusan di atas adalah pembentukan perubahan sikap dan perilaku yang sesuai dengan petunjuk ajaran Islam.
Landasan operasional ini merupakan landasan yang secara langsung melandasi pelaksanaan pendidikan agama di sekolah-sekolah di Indonesia. Tujuan pendidikan agama Islam adalah mewujudkan individu yang menjadi “umat” yang berpola taqwa insan kamil, yang berarti manusia utuh rohaninya dan dapat hidup serta berkembang secara wajar dan wajar karena takwanya kepada Allah SWT. Selama proses pembelajaran, pendidik dan peserta didik berperan aktif dengan menanamkan nilai-nilai karakter dalam mata pelajaran pendidikan agama Islam.
Dengan demikian, penanaman nilai-nilai karakter bangsa pada mata pelajaran agama Islam di kelas IX pada materi tersebut. Hal tersebut dapat berlangsung sesuai dengan harapan, sehingga tercapai tujuan pendidikan agama Islam yaitu terwujudnya manusia.
Penelitian Relevan
Internalisasi Nilai Karakter Islami Siswa melalui Program Imtaq di SMPN 16 Kota Bengkulu,” (Skripsi S1 Fakultas Tarbiyah dan Tadris, IAIN Bengkulu, 2019). Penelitian ini diharapkan dapat menemukan data yang luas dan utuh terkait internalisasi nilai karakter bangsa melalui mata pelajaran PAI di kelas IX SMPN 13 Kota Bengkulu 1 Apa faktor penghambat yang dihadapi guru dalam menginternalisasi nilai karakter bangsa melalui pie section.
Pada bagian ini peneliti akan memaparkan hasil penelitian berupa informasi tentang internalisasi nilai-nilai karakter bangsa melalui mata pelajaran PAI kelas IX SMPN 13 Kota Bengkulu. Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa dalam proses internalisasi nilai-nilai karakter bangsa, guru menggunakan metode perumpamaan. 2 Faktor penghambat yang dihadapi guru ketika menginternalisasikan nilai-nilai karakter bangsa melalui mata pelajaran PAI.
Orang tua hendaknya dapat meningkatkan kerjasama dengan para guru SMPN 13 Kota Bengkulu dalam proses pemerolehan nilai-nilai karakter bangsa. Sejauh mana peran mata pelajaran pai dalam memperkenalkan nilai-nilai karakter, khususnya nilai-nilai karakter bangsa.
Kerangka Berpikir
METODE PENELITIAN
- Setting Penelitian
- Subyek dan Informan
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Keabsahan Data
- Teknik Analisis Data
Berdasarkan hasil wawancara dan observasi di atas dapat disimpulkan bahwa dalam proses internalisasi nilai-nilai karakter bangsa, guru menggunakan metode Hiwar atau percakapan. Berdasarkan hasil wawancara dan diperkuat dengan hasil observasi di atas dapat disimpulkan bahwa dalam proses internalisasi nilai-nilai karakter bangsa guru menggunakan metode qishah/cerita. Berdasarkan hasil wawancara dan didukung hasil observasi di atas, dapat disimpulkan bahwa dalam proses internalisasi nilai-nilai karakter bangsa, guru menggunakan metode keteladanan.
Dalam menginternalisasi nilai-nilai karakter bangsa melalui mata pelajaran PAI, guru menghadapi berbagai macam faktor penghambat yang mendorong proses internalisasi nilai-nilai karakter bangsa. Berdasarkan hasil wawancara dan hasil observasi di atas dapat disimpulkan bahwa faktor penghambat yang dihadapi guru dalam menginternalisasi nilai-nilai karakter bangsa melalui mata pelajaran PAI di SMPN 13 Kota Bengkulu dipengaruhi oleh faktor keluarga. Sebagaimana kita ketahui, dalam proses internalisasi nilai-nilai karakter bangsa terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi proses internalisasi nilai-nilai karakter bangsa.
Upaya apa yang telah dilakukan sekolah untuk mendukung penggunaan nilai-nilai karakter di sekolah. Bagaimana guru menilai perubahan kebiasaan dan sikap murid. memperkenalkan nilai-nilai karakter bangsa.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Hal ini sesuai dengan pengamatan peneliti bahwa nilai-nilai karakter bangsa sama dengan nilai-nilai karakter lainnya yang terdapat dalam kurikulum, silabus dan RPP. Menurut saya, nilai-nilai karakter bangsa adalah contoh toleransi, saling menghormati, cinta tanah air, cinta damai, demokrasi dan sebagainya.”93. Jenis siswa yang sudah menerapkan nilai-nilai karakter cinta tanah air, cinta damai dan sebagainya, yaitu jika siswa sudah menerapkan karakter cinta damai dalam dirinya, maka siswa tersebut akan.
Berdasarkan hasil wawancara dan diperkuat dengan hasil observasi di atas, dapat disimpulkan bahwa ada 18 nilai karakter yang ditanamkan di sekolah yaitu religius, jujur, toleran, disiplin, tangguh, kreatif, mandiri, demokratis. , rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah, air, pencapaian nilai, berkomunikasi/. Sebagai titik tolak, siswa sudah memiliki nilai-nilai karakter kebangsaan, namun belum dikembangkan dan perlu digali lebih jauh. Untuk menjelaskan bagaimana penerapan metode atau metode yang diberikan oleh guru peneliti melakukan wawancara tentang proses internalisasi nilai-nilai karakter bangsa.
Faktor-faktor yang menghambat guru dalam menginternalisasi nilai-nilai karakter bangsa melalui pie section menjadi tantangan bagi guru untuk mencari solusi agar faktor-faktor penghambat tersebut dapat diatasi dengan baik. Berdasarkan hasil wawancara dan dipadukan dengan hasil observasi di atas, dapat disimpulkan bahwa solusi untuk mengatasi faktor penghambat internalisasi nilai-nilai karakter bangsa melalui topik kue SMPN 13 Kota Bengkulu adalah melalui penanaman nilai-nilai karakter bangsa melalui mata pelajaran PAI, mengadakan kegiatan sekolah seperti kegiatan ekstrakurikuler, menegakkan tata tertib sekolah dan guru menjadi panutan di sekolah yang dapat mengubah karakter siswa agar siswa memiliki sikap nasionalisme dan juga sikap orang tua dukungan memegang peranan yang sangat penting dalam membentuk karakter siswa.
Analisis Hasil Penelitian
Penanaman nilai karakter pada siswa tentunya ada prosesnya dan tidak akan terjadi secara instan. Proses internalisasi nilai-nilai karakter bangsa yang dilakukan guru dilakukan dengan menggunakan strategi-strategi seperti Hiwar/metode percakapan, Qishah/cerita, metode Amtsal/perumpamaan, metode Uswah/contoh, metode kutipan, metode Ibrah atau Mauidah dan metode Targhib dan Tarhib. Berdasarkan hasil penelitian faktor penghambat dalam proses internalisasi nilai-nilai karakter bangsa di kalangan siswa SMPN 13 Kota Bengkulu dipengaruhi oleh faktor keluarga yang tidak menanamkan nilai-nilai karakter kebangsaan pada anak, orang tua yang terlalu sibuk. dengan pekerjaan sehingga siswa kurang perhatian dan faktor lingkungan siswa yang kurang baik disekitarnya, salah memilih teman, media yang buruk.
Solusi untuk mengatasi faktor penghambat dalam pemerolehan nilai-nilai karakter bangsa melalui mata pelajaran PAI adalah penanaman nilai-nilai karakter bangsa melalui mata pelajaran PAI, mengadakan kegiatan di sekolah sebagai ekstrakurikuler, melaksanakan tata tertib sekolah dan peraturan dan guru menjadi panutan. di sekolah yang dapat merubah karakter siswa sehingga siswa memiliki sikap nasionalis dan juga dukungan dari orang tua sangat berperan dalam pembentukan karakter siswa. Agar siswa mampu memperoleh nilai-nilai karakter bangsa dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat. Betapa pentingnya menanamkan nilai-nilai karakter bangsa pada siswa. cinta damai, demokrasi, semangat kebangsaan, cinta tanah air dan toleransi) 6. Dari sudut sekolah, tujuan apa yang ingin dicapai dengan menerapkan nilai-nilai-.
Betapa pentingnya menanamkan nilai-nilai karakter bangsa pada siswa. cinta damai, demokrasi, semangat kebangsaan, cinta tanah air dan toleransi) 6. Bagaimana Anda menanamkan nilai karakter bangsa di mata Anda. Bagaimana cara memperkenalkan nilai-nilai karakteristik cinta damai, demokratis, semangat kebangsaan, cinta tanah air dan toleransi.
PENUTUP
Saran
Kepada guru agar selalu dapat membimbing dan memotivasi siswa, agar mereka semakin memahami pentingnya menanamkan karakter bangsa pada diri mereka, sehingga mereka memiliki kepribadian yang berkarakter bangsa. Internalisasi nilai-nilai pendidikan agama Islam melalui kegiatan ekstrakurikuler kerohanian Islam (Rohis) untuk pembentukan kepribadian muslim siswa SMA Negeri 1 Banjarnegara. Internalisasi nilai-nilai agama dalam pembelajaran PAI dan dampaknya terhadap sikap sosial siswa SMA.
Internalisasi nilai-nilai pendidikan agama Islam melalui ekstrakurikuler keagamaan untuk menumbuhkan karakter Islami di SMK Negeri 51 Jakarta. Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam Dalam Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Mahasiswa Studi Kasus Mts Sunan Kalijogo Malang, Skripsi S1 Fakultas Tarbiyah dan Tadris. Menurut Adek, apakah guru termasuk dalam menyampaikan materi pembelajaran untuk menanamkan nilai-nilai karakter di dalamnya? cinta damai, demokrasi, semangat kebangsaan, cinta tanah air dan toleransi).