PENDAHULUAN
Identifikasi Masalah
Batasan Masalah
Bagaimana model bimbingan rohani Islam dan disiplin belajar siswa di SMPN 4 Kota Bengkulu. Model Bimbingan dan Disiplin Spiritual Islam dalam Pembelajaran Siswa di SMPN 4 Kota Bengkulu.
Rumusan Maslah
Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui upaya guru dalam menghindari hukuman di SMP Negeri 4 Kota Bengkulu. Untuk mengetahui dan mendeskripsikan pola bimbingan spiritual Islam dan disiplin belajar siswa di SMPN 4 Kota Bengkulu.
Manfaat Penelitian
Bagi penulis untuk menjadi masukan tentang pentingnya penanaman/menerapkan aturan dengan baik untuk menghindari pengenaan hukuman. Bagi guru/pendidik agar memberikan wawasan pengetahuan tentang upaya menghindari hukuman dan melaksanakan tanggung jawab dengan baik.
LANDASAN TEORI
Upaya Guru Menghindari Pemberian Hukuman
Dengan memahami hal-hal tersebut, maka guru akan dengan mudah memahami kesulitan dan kemudahan siswa dalam belajar dan mengembangkan diri. Pendidikan yang menyangkut perkembangan anak didik tidak dapat dilakukan begitu saja, melainkan harus direncanakan, dikembangkan dan dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Ibnu Khaldun menentang siswa dihukum dalam bentuk hukuman lisan menurutnya: “Barangsiapa yang terbiasa dibesarkan dengan kekerasan, termasuk siswa atau pembantu dan pembantu, akan selalu terkena kekerasan, akan selalu merasa sempit atau aktivitas kerja yang kurang dan malas akan menyebabkan mereka berbohong dan melakukan hal yang sama.
Kalaupun kesalahan tidak dilakukan, itu bukan karena mereka didorong oleh kesadaran diri, melainkan karena mereka takut akan hukuman yang akan mengancam mereka. Hukuman yang diterima siswa merupakan pengalaman bagi siswa yang dapat dijadikan pelajaran berharga. Dari pengalaman hukuman yang diterima anak, anak merasa bahwa menerima hukuman merupakan pengalaman yang tidak menyenangkan, sehingga anak bertekad untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama dan akhirnya timbul dorongan untuk berperilaku sewajarnya yaitu perilaku yang diinginkan dan dapat diterima oleh anak. orang. kelompok.
Bimbingan Kerohanian Islam
Informan utama dalam penelitian ini adalah guru dan siswa SMPN 4 Kota Bengkulu. Informan dalam penelitian ini adalah mereka yang mewakili dan mengadaptasi perannya dalam menghindari hukuman di SMP Negeri 4 Kota Bengkulu. Pada bagian ini peneliti akan memaparkan hasil penelitian berupa informasi tentang upaya guru menghindari hukuman melalui pola bimbingan rohani Islam di SMPN 4 Kota Bengkulu.
Semua informan yang dipilih adalah mereka yang mengetahui tentang kegiatan di SMPN 4 Kota Bengkulu. Berikut hasil wawancara peneliti dengan guru dan siswa yang mengikuti kegiatan di SMPN 4 Kota Bengkulu. Upaya menghindari hukuman di SMPN 4 Kota Bengkulu yaitu penjelasan tata tertib sekolah, arahan dan peringatan kepada siswa.
Dengan bimbingan rohani Islam di SMPN 4 Kota Bengkulu siswa dimotivasi oleh keinginan untuk belajar. Sedangkan dengan Bimbingan Kerohanian Islam di SMPN 4 Kota Bengkulu siswa lebih termotivasi oleh keinginan untuk belajar.
Kedisiplinan Belajar
Penelitian Relevan
Kerangka Berpikir
Siswa yang melanggar umumnya diberikan hukuman yang mencegah mereka mengulangi kesalahan lagi, tetapi tidak memiliki unsur pendidikan secara fisik dan psikis. Siswa hanya tidak ingin mengulangi kesalahan, tetapi tidak ada efek pendidikan yang tersisa dari sudut pandang spiritual. Penerapan hukuman berupa tuntunan spiritual Islam dilakukan ketika ada santri yang melanggar tata tertib, hal ini dikarenakan tuntunan spritual santri memudar.
Jadi setelah para murid dihukum dengan bantuan bimbingan rohani, setelah mereka dihukum, selain tidak mengulanginya lagi, para murid juga memiliki ingatan tambahan akibat pelanggaran yang dilakukan.
Jenis Penelitian
Penelitian deskriptif kualitatif adalah suatu metode penelitian yang tujuannya untuk menggambarkan secara komprehensif dan mendalam tentang realitas sosial dan berbagai fenomena yang terjadi di masyarakat dan menjadi objek penelitian, dengan cara menggambarkan ciri-ciri, sifat-sifat, sifat-sifat dan model-model dari fenomena tersebut. Bentuk penelitian perspektif kualitatif ini dapat dilihat dari fenomena dilakukannya penelitian dalam bentuk studi kasus. Penelitian studi kasus deskriptif berusaha untuk memperoleh gambaran yang lengkap dan terperinci tentang fenomena tertentu pada suatu objek dan objek yang memiliki karakteristik yang unik.
Dengan demikian, penerapan penelitian dengan metode studi kasus adalah menggali informasi sebanyak-banyaknya kemudian mendeskripsikannya dalam bentuk naratif guna memberikan gambaran yang utuh tentang fenomena yang terjadi.
Setting Penelitian
Subjek dan Informan
Informan kunci (key informan), yaitu mereka yang mengetahui dan memiliki berbagai informasi dasar yang diperlukan dalam penelitian47. Informan tambahan, yaitu mereka yang dapat memberikan informasi meskipun tidak terlibat langsung dalam interaksi sosial yang diselidiki. Berdasarkan uraian di atas, informan ditentukan dengan menggunakan teknik purposeful, yaitu penentuan informan tidak berdasarkan pedoman atau berdasarkan perwakilan populasi, tetapi berdasarkan kedalaman informasi yang diperlukan, yaitu dengan mencari key informan yang kemudian akan menjadi informan. ditindaklanjuti dengan informan lainnya. dengan tujuan untuk mengembangkan dan mencari informasi sebanyak-banyaknya yang berkaitan dengan masalah penelitian.
Instrumen Penelitian
Kemampuan ini juga harus dibentuk oleh anak itu sendiri, mengarahkan diri sendiri sangat penting untuk dibentuk. Mereka dapat menyadari dirinya terhadap orang lain dan kegiatan yang sudah ada di sekolah. Guru harus mendampingi mereka dalam pembentukan realisasi diri mereka sehingga apa yang mereka lakukan adalah karya nyata.
Ketaatan Merupakan manfaat yang dapat dirasakan oleh siswa ketika mereka disiplin dalam belajar maka akan timbul ketaatan dalam beribadah.
Teknik Pengumpulan Data
Prosedur pengamatan dimaksudkan untuk memperoleh data yang lengkap dan terperinci melalui pengamatan yang cermat dengan mengamati dan berpartisipasi dalam lingkungan yang diteliti. Keterlibatan peneliti dalam observasi dilakukan dengan kegiatan proses pembelajaran yang melihat pola hukuman di SMP Negeri 4 Kota Bengkulu, terkait metode hukuman di lembaga dan keterbatasan di lapangan selama kegiatan pembelajaran, sehingga peneliti dapat memperoleh data yang akurat. Wawancara adalah percakapan yang dilakukan antara orang-orang dengan tujuan untuk memperoleh data yang diperlukan, baik satu orang atau lebih dengan peneliti sebagai pihak yang mengarahkan arah pembicaraan pada masalah yang dituju.
Dokumen yang berbentuk tulisan, misalnya catatan harian, riwayat hidup, cerita, biografi, peraturan, kebijakan. Dokumentasi berupa karya seperti karya seni rupa, yang dapat berupa patung, film dan lain-lain. Dokumentasi juga merupakan bukti kebenaran dalam melakukan penelitian atau sebagai gambaran penjelasan kasus dalam penelitian agar pembaca dapat memahami (mendeskripsikan) apa yang penulis sampaikan dalam penelitiannya.
Teknik Keabsahan Data
Teknik triangulasi artinya peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda untuk memperoleh data dari sumber yang sama. Peneliti secara simultan menggunakan observasi partisipatif, wawancara mendalam dan dokumentasi untuk sumber data yang sama. Triangulasi sumber berarti memperoleh data dari sumber yang berbeda dengan menggunakan teknik yang sama.
Bandingkan apa yang dikatakan orang dalam situasi penelitian dengan apa yang dikatakan sepanjang waktu.
Teknik Analisis Data
Dengan demikian, data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang jelas sehingga memudahkan peneliti untuk mengumpulkan data selanjutnya. Kami mencatat data yang diperoleh dengan cermat dan detail, sehingga diperlukan analisis data segera dengan reduksi data. Kemudian mereduksi yang dikumpulkan, memilih hal-hal yang utama, fokus pada hal-hal yang utama, mencari tema dan pola, dan membuang yang tidak perlu, agar data yang dikumpulkan disederhanakan sehingga lebih mudah untuk mengolahnya.
Dengan menyajikan data ini, akan lebih mudah untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan pekerjaan selanjutnya berdasarkan pemahaman tersebut. Dalam penelitian kualitatif, data dapat disajikan dalam bentuk deskripsi singkat, bagan, hubungan antar kategori aliran dan sejenisnya, yang dalam penelitian kuantitatif paling sering digunakan untuk penyajian dengan teks naratif. Kesimpulan pertama yang telah ditarik masih bersifat tentatif dan akan berubah kecuali ditemukan bukti yang kuat untuk mendukung tahap selanjutnya.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Namun bedanya, penulis lebih menitikberatkan pada budaya agama untuk menghindari hukuman melalui pola tuntunan spritual Islami dalam meningkatkan kedisiplinan. Terdapat peraturan akademik yang ada di SMPN 4 Kota Bengkulu yang letaknya di tembok sekolah, dan pada awal masuk sekolah biasanya guru bimbingan dan konseling menyebutkan poin-poin dalam menegakkan peraturan, agar siswa mengetahui apa saja peraturan tersebut. berada di SMPN 4 Kota Bengkulu. . Hal ini sesuai dengan data yang diperoleh dan diungkapkan oleh Ibu Elpa selaku guru kelas VIII.
Bimbingan kerohanian Islam belum memiliki aturan yang jelas bagi siswa yang melanggarnya, artinya pemberian bimbingan kerohanian Islam bersifat spontan. Bimbingan spiritual Islam yang diberikan kepada santri berupa bacaan istighfar dan hadits 40 membangun perubahan bagi santri. Hal ini juga sejalan dengan apa yang diungkapkan Ibu Ainazur selaku guru PAI kelas VIII dan IX.
Pola bimbingan rohani Islam dalam mendisiplinkan siswa melalui bimbingan rohani Islam merupakan pilihan yang tepat karena menjadi penyeimbang lingkungan orang tua sebagai pekerja kantoran yang kurang memperhatikan anak. Bimbingan spiritual Islam memberikan hasil pendisiplinan yang cukup baik, meskipun masih ada yang mengulang kesalahan di lain waktu.
Pembahasan
Dengan adanya hukuman atau sanksi oleh tuntunan spritual Islam, para siswa SMPN 4 Kota Bengkulu tidak merasa sanksi tersebut sebagai beban, tetapi juga tidak diharapkan. Bimbingan spritual seperti ini bertujuan untuk membangun perubahan bagi peserta didik agar memiliki kesadaran dalam diri untuk menjadi lebih baik dan tidak mengulangi pelanggaran. Bimbingan Kerohanian Islam yang diterapkan di SMPN 4 Kota Bengkulu menghasilkan hasil kedisiplinan yang cukup baik, karena siswa tidak mengulangi kesalahannya setelah mendapat bimbingan kerohanian Islam.
Bimbingan spritual Islami diberikan dalam bentuk istighfar dan hafalan hadits 40 bagi santri dan lain-lain dalam tuntunan spritual Islami. Bimbingan spiritual Islam ini bertujuan untuk membangun perubahan pada diri siswa agar memiliki kesadaran dari dalam diri sendiri untuk menjadi lebih baik dan tidak mengulangi pelanggaran. Dan dengan Bimbingan Kerohanian Islam di SMPN 4 Kota Bengkulu siswa lebih termotivasi oleh keinginan untuk belajar dan memberikan hasil kedisiplinan yang baik karena siswa tidak mengulangi kesalahannya.
PENUTUP
Saran
Kepada guru, untuk memeriahkan suasana pembelajaran di kelas, selalu memberikan arahan, peringatan dan bimbingan untuk meminimalisir pelanggaran yang terjadi. Siswa harus dapat mengikuti semua kegiatan program dan peraturan sekolah yang dirancang untuk menanamkan dan mempromosikan disiplin. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menggali lebih dalam sumber dan referensi terkait serta lebih siap dalam proses pengambilan atau pengumpulan data dan segala sesuatunya agar penelitian dapat dilakukan dengan lebih baik.