• Tidak ada hasil yang ditemukan

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ( IAIN ) BENGKULU

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ( IAIN ) BENGKULU "

Copied!
95
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Identifikasi Masalah

Perlu adanya media pembelajaran yang menarik dan efektif untuk meningkatkan minat belajar siswa khususnya IPA.

Batasan Masalah

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat penelitian

Sistematika Penulisan

LANDASAN TEORI

  • Pengertian Multimedia
  • Pengertian Multimedia Interaktif
  • Animasi
  • Mata Pelajaran IPA
  • Minat Belajar Peserta Didik
  • Penelitian Terdahulu
  • Kerangka Berpikir

Menurut Suryani et al., media interaktif adalah media yang memungkinkan siswa berinteraksi dengan media dengan melatih keterampilannya dan menerima umpan balik atas materi yang disajikan. Dimana partisipasi siswa akan lebih besar sehingga dapat mempelajari materi secara mendalam yang sesuai dengan paradigma konstruktivis, mendukung individualisasi gaya belajar masing-masing siswa, fleksibilitas yang lebih memadai sehingga lebih fleksibel terhadap keadaan siswa, mampu mensimulasikan suatu objek yang tidak dapat dipresentasikan di kelas. Berdasarkan pandangan di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa media interaktif adalah suatu alat perantara yang dirancang dengan menggunakan komputer dengan menggunakan unsur-unsur seperti suara (audio), gambar (visual) dan teks untuk menyampaikan pesan yang dapat melibatkan pengguna secara keseluruhan dalam menerima dan memberikan umpan balik dikendalikan oleh sistem, yang dirancang khusus dan memberikan respon pembelajar aktif.

Media animasi adalah alat yang dapat digunakan sebagai pendamping dalam proses belajar mengajar, dapat merangsang pikiran, perasaan, motivasi siswa melalui ilustrasi gambar bergerak yang disertai narasi, dan berfungsi untuk memperjelas makna pesan. disampaikan, sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang lebih baik dan lebih utuh. Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa media interaktif animasi merupakan media pembelajaran yang membuat siswa lebih aktif, karena sistem pembelajaran ini berbasis multimedia yang terdiri dari gabungan berbagai aspek media, termasuk animasi. Aspek psikologis adalah aspek diri peserta didik yang terdiri dari kecerdasan, bakat, sikap terhadap peserta didik, minat dan motivasi.

Faktor pendekatan pembelajaran adalah segala cara atau strategi yang digunakan siswa untuk menunjang efektifitas dan efisiensi proses pembelajaran materi tertentu. Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya minat belajar siswa di SD Negeri 2 Palapa Bandar Lampung. Populasi penelitian ini adalah 162 siswa dan sampelnya adalah 80 siswa dengan 40 siswa di kelas eksperimen dan 40 siswa di kelas kontrol.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh penggunaan media animasi interaktif terhadap minat belajar matematika siswa kelas V SD Negeri 2 Palapa Bandar Lampung tahun ajaran 2018/2019. Selain membuat materi yang sulit dipahami menjadi lebih mudah dipahami, media animasi juga dapat meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa.

METODE PENELITIAN

Tempat dan Waktu

Jadi variabel terikat dalam penelitian ini adalah minat belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri 124 Kota Agung Bengkulu Utara. Untuk mengukur aktivitas X dan Y serta mendemonstrasikan hasil penelitian tentang pengaruh media interaktif animasi terhadap minat belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri 124 Kota Agung Bengkulu Utara. Ho diterima yang berarti data minat belajar pada mata pelajaran IPA siswa IV. kelas di SD Negeri 124 Kota Agung Bengkulu Utara, kelas kontrol (tanpa media) berdistribusi normal.

Data minat belajar mata pelajaran IPA siswa kelas IV SD Negeri 124 Kota Agung Bengkulu Utara kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah sebagai berikut. Data minat belajar mata pelajaran IPA siswa kelas IV SD Negeri 124 Bengkulu Utara, Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol. Data minat belajar mata pelajaran IPA Kelas IV SD Negeri 124 Bengkulu Utara, Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol.

Karena nilai t hitung = 3,072 > t tabel = 2,015 maka terdapat perbedaan minat belajar siswa kelas eksperimen dan kontrol pada mata pelajaran IPA kelas IV SD Negeri 124 Kota Agung Bengkulu Utara atau dengan kata lain ada adalah pengaruh media animasi interaktif terhadap minat belajar mata pelajaran IPA siswa kelas IV SD Negeri 124 Kota Agung Bengkulu Utara. Untuk membuktikan apakah media interaktif animasi berpengaruh terhadap minat belajar IPA siswa kelas IV. kelas SD Negeri 124 Kota Agung Bengkulu Utara atau tidak dilakukan uji hipotesis (uji t), dari uji hipotesis (uji t) t diperoleh nilai tabel 2,015. , karena nilai t-hitung = 3,072 > t-tabel = 2,015. Jadi terdapat perbedaan minat belajar siswa kelas eksperimen dan kontrol pada mata pelajaran IPA di Kelas IV SD Negeri 124 Kota Agung Bengkulu Utara.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan media animasi interaktif dan tidak adanya penggunaan media animasi interaktif terhadap minat belajar siswa kelas IV SD Negeri 124 Kota Agung Bengkulu. Utara. Karena nilai t-hitung = 3,072 < t-tabel = 2,015 maka terdapat perbedaan minat belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol pada mata pelajaran IPA siswa kelas IV SD Negeri 124 Kota Agung Bengkulu Utara atau dengan kata lain Terdapat pengaruh media animasi interaktif terhadap minat belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri 124 Kota Agung Bengkulu Utara.

Tabel 3.1  Populasi dan Sampel
Tabel 3.1 Populasi dan Sampel

Populasi dan Sampel

Definisi Variabel

Teknik Pengumpulan Data

Instrumen yang digunakan dalam proses penelitian ini adalah membuat pernyataan terkait minat belajar PBM. Pengujian validitas angket media interaktif animasi nomor 1. Berdasarkan tabel di atas dapat dicari validitas minat belajar angket nomor 1 dengan menggunakan rumus korelasi product moment sebagai berikut:. Bagian ini memaparkan dan menganalisis hasil minat belajar IPA siswa di Kelas IV yang diberikan kepada siswa pada saat penelitian dilakukan di Kelas IV.

Dari tabel di atas dapat dihitung mean (rata-rata) dan varians untuk masing-masing variabel minat belajar pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Maka setelah peneliti melakukan observasi penelitian selama beberapa hari di kelas IVA dan IVB, peneliti menyebarkan angket tentang minat belajar siswa di kelas IV dan IVB dengan jumlah pernyataan angket sebanyak 25 pernyataan dan 23 siswa sebagai responden. kelas kontrol) terdapat 4 siswa atas/tinggi, sedang/sedang, siswa bawah/bawah (21,7%) dan kelas IVB (kelas eksperimen) terdapat 3 siswa menengah atas/menengah tinggi/rendah/rendah (8,7%). 36. Pengertian minat belajar adalah keadaan psikologis yang dialami siswa untuk menerima atau melakukan suatu kegiatan belajar.

Perbedaan data minat belajar siswa pada kelas eksperimen dan kontrol menunjukkan adanya perbedaan antara minat belajar siswa menggunakan media animasi interaktif dan minat belajar menggunakan media gambar. Berdasarkan data yang dianalisis dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan penggunaan media animasi interaktif dengan yang tidak menggunakan media animasi interaktif terkait minat belajar siswa. Suatu proses pembelajaran yang membuat semua siswa merasa senang akan membuat siswa lebih tertarik untuk belajar dan tidak bosan, sehingga minat belajar yang didapat akan memuaskan, karena dari pembahasan di atas dapat dibuktikan bahwa media yang digunakan guru digunakan, siswa belajar mempengaruhi minat.

Faktor sekolah, salah satunya yang mempengaruhi minat belajar siswa adalah media yang digunakan oleh guru. Media yang menarik perhatian siswa dan merangsang semangat belajarnya akan menimbulkan minat belajar siswa yang memuaskan.

Tabel 3.7  Koefisien Alfa
Tabel 3.7 Koefisien Alfa

Instrumen Penilaian

Teknik Analisis Data

Sebelum peneliti membagikan angket minat belajar IPA pada siswa, peneliti melakukan observasi di kelas IVA dan IVB yang akan diteliti, disini peneliti menemukan berbagai jenis permasalahan pada siswa, salah satunya adalah siswa dalam dan di luar kelas, saat guru sedang menjelaskan materi. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri siswa dan mempengaruhi kemampuan belajarnya, sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri siswa dan mempengaruhi minat belajar yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Kemudian juga didukung dengan hasil observasi/pengamatan yang dilakukan selama pembelajaran, yang menunjukkan bahwa siswa pada kelas eksperimen lebih antusias mengikuti pembelajaran dibandingkan dengan siswa pada kelas kontrol yang tidak menggunakan media animasi interaktif dan dari hasil rata-rata atau rata-rata minat belajar pada kelas eksperimen lebih besar dari pada kelas kontrol yaitu pada kelas kontrol 8.16 dan pada kelas eksperimen 12.17, maka hal ini menunjukkan bahwa media interaktif animasi memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap minat belajar.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Data

Dari analisis di atas dapat disimpulkan bahwa pada kelas IV terdapat 4 siswa pada kelompok tinggi tinggi, siswa pada kelompok sedang sedang (60,9%) dan 5 siswa pada kelompok rendah rendah (21,7%). Dari analisis di atas dapat disimpulkan bahwa di kelas 4 terdapat 3 siswa pada kelompok tinggi-tinggi, siswa pada kelompok sedang-rendah (78,3%) dan 2 siswa pada kelompok rendah-rendah (8,7%).

Analisis Data

  • Uji Normalitas
  • Uji Homogenitas
  • Uji Independent Samples t-tes

Cari perbezaan utama kelas selang dengan menolak nilai 0-Z tepi bawah daripada tepi atas. Cari perbezaan lebar antara kelas selang dengan menolak nilai 0-Z tepi bawah daripada tepi atas. Cari kekerapan jangkaan (fh) dengan mendarab beza luas setiap selang dengan bilangan responden (n=23).

Temukan selisih luas setiap interval kelas dengan mengurangkan nilai 0-Z dari tepi bawah dan tepi atas. Dari tabel di atas, nilai varians masing-masing variabel hasil belajar siswa kelas kontrol dan kelas eksperimen dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut. Karena nilai F-score = 2,23 < F-tabel = 4,32 maka data hasil belajar siswa kelas kontrol dan kelas eksperimen dikatakan HOMOGEN.

Tabel 4.10  Kelas Interval  No  Kelas Interval  Frekuensi (f i  =
Tabel 4.10 Kelas Interval No Kelas Interval Frekuensi (f i =

Pembahasan Hasil Penelitian

Media interaktif animasi merupakan media pembelajaran yang membuat siswa lebih aktif karena sistem pembelajaran ini berbasis multimedia yang terdiri dari perpaduan berbagai aspek media. Membutuhkan kreativitas dan keterampilan yang cukup untuk merancang animasi yang dapat digunakan secara efektif sebagai media pembelajaran. Hal ini terlihat dengan media interaktif animasi, siswa lebih aktif, antusias mengikuti pembelajaran dan berani maju ke depan kelas untuk mengerjakan soal ketika ditanya oleh guru.

Sedangkan tanpa penggunaan media animasi interaktif siswa kurang antusias dan masih ada beberapa siswa yang masih bingung menerima pelajaran yang diberikan guru. Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk memberikan rangsangan agar terjadi interaksi belajar mengajar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Sedangkan menurut Arif, media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyampaikan pesan, dapat merangsang pikiran, perasaan dan kepercayaan diri siswa, sehingga mendorong terciptanya proses-proses dalam dirinya.

38 Nunuk Suryani, Achmad Setiawan, Aditin Putria, Media Pembelajaran Inovatif dan Pengembangannya, (Bandung:PT Remaja Rosdakarya, 2018), h. Bagi guru diharapkan penggunaan media interaktif animasi ini lebih efektif dan benar-benar profesional dengan mempertimbangkan beberapa aspek diantaranya kesesuaian dengan langkah-langkah penggunaan media. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, perlu dilakukan penelitian secara terus menerus dengan mengembangkan media pembelajaran yang inovatif dan kreatif untuk mendukung perkembangan zaman dan ilmu pengetahuan.

PENUTUP

Saran

Bentuk Paradigma Penelitian Eksperimen

Gambar

Tabel 3.1  Populasi dan Sampel
Tabel 3.7  Koefisien Alfa
Tabel 3.8  Koefisien Alfa
Tabel 4.10  Kelas Interval  No  Kelas Interval  Frekuensi (f i  =
+2

Referensi

Dokumen terkait

mengerjakan soal tes.. Data observasi pada tabel 4.1, menunjukkan bahwa dari keseluruhan siswa kelas V tertib dan rapi pada saat mengikuti pelajaran yang diberikan peneliti