PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Bagaimana pandangan syiasah Idariyah terhadap izin usaha penyimpanan air minum di kecamatan Selebar kota Bengkulu.
Batasan Masalah
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
Penelitian Terdahulu
Pada penelitian sebelumnya telah dibahas tentang tanggung jawab pelaku korporasi depo isi ulang dalam menerapkan standar mutu air minum isi ulang di kota Banda Aceh, jenis kerugian yang dialami konsumen, dan upaya pelayanan kesehatan dalam melindungi hak-hak konsumen. . Sedangkan pada penelitian yang dilakukan peneliti, bagaimana izin usaha depo air minum dilihat dari sudut maslahah dan siyasah dusturiyah, tempat dan tahun penelitiannya juga berbeda. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2020 di Kecamatan Selebar Kota Bengkulu. Penerapan standar mutu air minum isi ulang dikaitkan dengan perlindungan konsumen di kota Banda Aceh” (Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala Banda Aceh 2017).
Revisi syariat Islam tentang perlindungan konsumen depo air minum isi ulang di kota semarang”. Dalam penelitian ini pengambil masalah mendalami bagaimana cara pengajuan izin usaha depo air minum di kecamatan selebar kota bengkulu, dari sudut pandang maslahah dan siyasah dusturiyah.Chairunisa pada tahun 2015 dengan judul tesis “Perlindungan hukum konsumen air minum di depo isi ulang ‘toca’ di wilayah tersebut.
12 Latifah Anggraini, “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Perlindungan Konsumen Pada Depot Air Minum Isi Ulang Di Kota Semarang,” (Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, 2015). Dalam penelitian ini permasalahan dan hasil kesimpulannya berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh penulis, karena dalam penelitian ini penulis mengambil permasalahan yaitu bagaimana cara mengajukan izin usaha depo air minum di kecamatan Selebar, kota Bengkulu. dari sudut pandang maslahah dan siyasah idariyah.
Metode Penelitia
Pesanggrahan.” 13 Penelitian ini membahas tentang apa saja perlindungan hukum bagi konsumen air minum Depo isi ulang Toca di kawasan Pasanggrahan, faktor-faktor yang membuat masyarakat lebih memilih air minum depot isi ulang toca di kawasan Pasanggrahan dibandingkan dengan air kemasan, dan bagaimana cara penyelesaian sengketa di wilayah Pasanggrahan. bisnis depo. isi dengan air minum. Populasi adalah keseluruhan populasi yang akan diteliti dan sejumlah masalah yang benar-benar diteliti.14 Sedangkan menurut Sugiyon, populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang mempunyai sifat dan ciri tertentu yang digunakan peneliti untuk mempelajarinya. lalu ditarik kesimpulannya 15 Populasi Dalam penelitian ini terdapat 51 (lima puluh satu) orang pemilik usaha penyimpanan air minum di Kecamatan Selebar kota Bengkulu. Sampel adalah bagian terkecil dari populasi.16 Sudjana juga menyatakan hal yang sama, yaitu sampel adalah sebagian yang diambil dari populasi.17 Peneliti menggunakan teknik non-random sampling dalam penelitiannya, yaitu sampling. 18 Teknik pengambilan sampel non-random yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu metode pengambilan sampel dengan mengidentifikasi karakteristik yang sesuai dengan tujuan.
Objek utama dalam penelitian lapangan ini adalah para pemilik usaha depo air minum di Kecamatan Selebar Kota Bengkulu. Lokasi penelitian berada di Kecamatan Selebar Kota Bengkulu sedangkan penelitian akan dilakukan pada bulan Desember 2020 sampai dengan Januari 2021. Sumber data dalam penelitian adalah subjek dari mana data tersebut diperoleh.20 Sumber data disebut informan. , yaitu orang yang menanggapi atau menjawab pertanyaan peneliti, baik pertanyaan tertulis maupun lisan berdasarkan observasi.
Yaitu data yang diperoleh dari wawancara dengan pemilik usaha depo air minum di Kecamatan Selebar. Pemerintah Kota Bengkulu bersama dengan para pelaku usaha yang berperan sebagai subjek atau informan penelitian adalah orang-orang yang digunakan untuk memberikan informasi mengenai situasi penelitian 21 b Yaitu Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bengkulu, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pelayanan, Puskesmas Basuki Rahmad Selebar Kota Bengkulu, Kantor Kecamatan Selebar Kota Bengkulu, serta dokumen lainnya seperti buku, jurnal, peraturan menteri dan berita tentang peraturan tersebut 22.
Observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang terdiri dari beberapa proses biologis dan psikologis.23 Menurut Singaribun, observasi adalah suatu cara atau cara menganalisis tingkah laku dan membuat pencatatan tingkah laku secara sistematik dengan cara melihat langsung pada kelompok atau melakukan observasi. 24 Teknik ini digunakan untuk mendapatkan gambaran umum mengenai permasalahan yang diteliti di daerah penelitian dengan cara peneliti mengamati secara langsung bagaimana penerapan izin usaha depo air minum di Kecamatan Selebar Kota Bengkulu. Peneliti akan mewawancarai pihak-pihak yang terkait dengan penelitian ini antara lain: pemilik usaha depo air minum yang dianggap mewakili, pegawai dan Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bengkulu, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Puskesmas Basuki Rahmad sebagai seluas kota Bengkulu, dan Camat seluas kota Bengkulu. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif yaitu analisis terhadap data yang telah dikumpulkan kemudian dideskripsikan kemudian disimpulkan dengan metode atau cara berpikir induktif yaitu penarikan kesimpulan dan fakta yang kemudian diambil kesimpulan umum. .
Dalam hal ini menyangkut fakta umum mengenai penggunaan izin untuk melakukan kegiatan penyimpanan air minum, ketertiban umum, dan perlindungan konsumen. Kemudian untuk mengevaluasi, penulis menggunakan cara berpikir deduktif yaitu menarik kesimpulan yang menyimpang dari fakta yang bersifat umum, kemudian mengambil kesimpulan yang bersifat khusus.
Sistematika Penulisan
Dalam hal ini akan dikemukakan beberapa teori atau ketentuan umum yang berlaku menurut sudut pandang maslahah dan sijasa dusturiya pada bagian akhir, kemudian penulis mencoba menganalisis dan merumuskan lebih konkrit menuju tujuan pembahasan. Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia no.651/mpp/kep/10/2004 tentang persyaratan teknis gudang no.651/mpp/kep/10/2004 tentang persyaratan teknis gudang dan air minum perdagangan. Maksud dari Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia Nomor 651/mpp/kep/10/2004 tentang Persyaratan Teknis Tempat Penampungan Air Minum dan Perdagangan.
Data Penyimpanan Air Minum di Kabupaten Selebar BAB IV : Hasil Penelitian dan Pembahasan BAB IV : Hasil Penelitian dan Pembahasan.
KAJIAN TEORI
- Pengertian Usaha
- Pengertian Depot Air Minum dan Air Minum
- Dokumen Perizinan
- Keputusan Mentri Perindustrian dan Perdagangan RI
- Ketentuan Perizinan Depot Air Minum Isi Ulang
- Ketentuan Penjualan dan Penggunaan Wadah Galon Air Minum
- Fiqh Siyasah Idariyah
- Maslahah dalam Perspektid Hukum Islam
32 Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. 651/mpk/kep/10/2004 tentang Persyaratan Teknis Tempat Penyimpanan Air Minum dan Tata Niaganya. 34Andis Kapati, “Tinjauan Hukum Izin Pengoperasian Tempat Penyimpanan Air Minum Di Kota Makassar”, (Fakultas Hukum dan Universitas Hasanuddin Makassar, 2017), h. Khusus untuk tempat penyimpanan air minum dijelaskan dalam Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia no.
35 Kapati, “Tinjauan Yuridis Izin Usaha Depo Air Minum di Kota Makassar”, (Fakultas Hukum dan Universitas Hasanuddin Makassar, 2017), h. Depo air minum harus memiliki tanda daftar industri (TDI) dan tanda daftar usaha perdagangan (TDUP) dengan total investasi perusahaan mencapai Rp. Depot air minum harus mempunyai surat jaminan penyediaan air baku dari PDAM atau perusahaan yang mempunyai izin pengambilan air dari instansi yang berwenang.
Depot air minum wajib memiliki laporan hasil pengujian air minum yang dihasilkan dari laboratorium pemeriksaan kualitas air yang ditunjuk oleh pemerintah kabupaten/kota atau yang terakreditasi. Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia No.651/mpp/kep/10/2004 tentang Persyaratan Teknis Depo Air Minum dan Tata Niaganya. Tujuan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia No.651/mpp/kep/10/2004 tentang Persyaratan Teknis Depo Air Minum dan Perdagangan.
Demi tercapainya pengisian air minum isi ulang yang berkualitas dan pencegahan peredaran usaha penyimpanan air minum ilegal, pemerintah melalui Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia menerbitkan Keputusan No. Persyaratan Penyimpanan Air Minum dan Komersial. Tempat penampungan air minum wajib memiliki Tanda Daftar Industri (TDI) dan Tanda Daftar Usaha Komersial (TDUP) yang mempunyai nilai. Tangki air minum harus mempunyai Surat Jaminan Penyediaan Air Baku dari PDAM atau perusahaan yang mempunyai Izin Pengambilan Air dari instansi yang berwenang.
Depo Pengisian Air Minum hanya boleh menjual langsung produknya kepada konsumen di depo dengan mengisi wadah yang dibawa konsumen atau disediakan oleh depo. Depo pengisian air minum dilarang mempunyai “stok” produk air minum dalam wadah yang siap dijual. Pengisian depo air minum wajib dilakukan pengecekan wadah yang dibawa konsumen, dan dilarang mengisi wadah yang tidak layak pakai.
38 Pasal 2 ayat 39Bab IV Memuat Pasal 7 ayat (1-7), Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia Nomor 651/mpp/kep/10/2004 tentang Persyaratan Teknis Pengisian Tempat Penampung Air Minum dan Perdagangan.
GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN
Profil Singkat Kecamatan Selebar
- Letak dan Batas Wilayah
- Visi dan Misi Kecamatn Selebar
- Potensi kecamatan
- Penduduk
- Mata Pencaharian
- Data Depot Air Minum di Kecamatan Selebar Kota Bengkulu 46
- Mekanisme Penerbitan Izin
- Izin Usaha
Tinjauan Maslahah Terhadap Izin Usaha Depot Air Minum di
Dalam penelitian ini peneliti membahas tentang tantangan izin usaha penyimpanan air minum di Kecamatan Selebar Kota Bengkulu dari sudut pandang maslahah dan siyasah dusturiyah. Namun kenyataannya masih banyak tempat penampungan air minum yang tidak mempunyai izin. 67 Wawancara Kepala Seksi Penyimpanan Air Minum Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bengkulu, 13 Januari 2021 pukul 09:19 WIB.
Selain kendala utama yang disebutkan di atas, beberapa pemilik tempat penyimpanan air minum tidak memiliki surat keterangan sehat dari dinas kesehatan. Dari hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa benar jumlah sarana penampungan air minum yang ada di kecamatan Selebar kota Bengkulu berjumlah 70 buah. Berbeda dengan pernyataan pemilik sarana penampungan air minum yaitu Pengelola, bahwa ia belum mempunyai izin kesehatan atau izin yang sesuai untuk melakukan kegiatan.
Pada tahap ini sangat diperlukan dimana sebagian pemilik usaha depo air minum belum memahami pentingnya izin dalam berusaha. Penerapan izin usaha depo air minum di Kecamatan Selebar Kota Bengkulu belum terlaksana secara maksimal. Oleh karena itu, disarankan agar pemilik depo air minum mematuhi peraturan yang dibuat oleh negara.
Hal ini dilakukan untuk melindungi konsumen dari kerugian, serta perlindungan hukum bagi pemilik usaha penyimpanan air minum. Andis Kapatis, “Ruridis Review Izin Usaha Depo Air Minum Di Kota Makassar” (Fakultas Hukum dan Universitas Hasanuddin Makassar, 2017). Kapati Andis, “Tinjauan Hukum Izin Usaha Depo Air Minum Di Kota Makassar”, Fakultas Hukum dan Universitas Hasanuddin Makassar, 2017.