• Tidak ada hasil yang ditemukan

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) METRO 1440 H

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) METRO 1440 H"

Copied!
141
0
0

Teks penuh

MENGGUNAKAN MEDIA BILANGAN SATE UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SISWA DI 02 CEMAKA NUBAN 02 CEMAKA NUBAN PERHITUNGAN KETERAMPILAN OPERASI GANDA OPERASI. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah penggunaan media numerik sate dapat meningkatkan keterampilan operasi hitung perkalian siswa kelas II. kelas di SD Negeri 02 Cempaka Nuban tahun ajaran 2018/2019?

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Berdasarkan data tersebut terlihat bahwa rata-rata siswa Kelas II yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) diketahui sebanyak siswa dari 23 siswa yang ada, dan jumlah tersebut masih jauh dari yang diharapkan. 6 Dokumen: Hasil ulangan harian diperoleh saat studi kelayakan di SDN 02 Cempaka Nuba, 20 September 2018.

Identifikasi Masalah

Banyak siswa yang beranggapan bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit, sehingga anak malas untuk belajar matematika, bahkan banyak yang merasa bosan saat belajar karena sulit memahami materi yang diberikan oleh guru. Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan yang diinginkan, guru membutuhkan perangkat atau media pembelajaran matematika yang dapat memfasilitasi penerimaan dan pemahaman konsep matematika siswa.

Batasan Masalah

Rumusan Masalah

  • Manfaat Penelitian

Bagi guru, untuk menambah wawasan guru dalam meningkatkan pembelajaran di kelas dan berperan aktif dalam peningkatan profesi itu sendiri.

Penelitian yang Relevan

Skripsi Windi anisa dalam penelitian berjudul “Upaya peningkatan minat dan hasil belajar menggunakan alat peraga di kelas V matematika SD Negeri 03 Sari Bakti Kecamatan Seputih tahun pelajaran 2015/2016”. 8Windi Anisa, “Upaya Peningkatan Minat dan Hasil Belajar Siswa dengan Penggunaan Alat Peraga Matematika Kelas V di SD Negeri 03 Seputih Raman Tahun Seputih Banyaknya: IAIN Metro, 2015, hal.101.

Kemampuan Operasi Hitung Perkalian 1. Kemampuan

  • Operasi Hitung (Perkalian)
  • Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kemampuan Operasi Hitung Perkalian Perkalian

Faktor internal yang mempengaruhi operasi hitung siswa dapat berupa motivasi, kemampuan intelektual, minat, bakat, dan sebagainya. Faktor eksternal yang mempengaruhi operasi hitung siswa antara lain kondisi lingkungan, keluarga, teman guru, sumber belajar, dan sebagainya.

Media Pembelajaran

  • Pengertian Media Pembelajaran
  • Tujuan Penggunaan Media Pembelajaran
  • Fungsi Media Pembelajaran
  • Jenis-jenis Media Pembelajaran
  • Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran

19 Mahnun Nunu, “Media Pembelajaran (Kajian Langkah-Langkah Pemilihan dan Implementasi Media dalam Pembelajaran), Jurnal Pemikiran Islam;, (UIN Suska. Penggunaan media pembelajaran dapat memperjelas materi pembelajaran dan dapat membangkitkan motivasi dan minat mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran .

Matematika

  • Pengertian Matematika
  • Tujuan Pembelajaran Matematika

Dalam proses pembelajaran matematika, siswa diharapkan untuk melatih kemampuannya dengan memberikan banyak soal latihan untuk dikerjakan siswa, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, matematika memudahkan siswa dalam memecahkan suatu masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

Hipotesis Tindakan

Sate Bilangan diterapkan dalam pembelajaran sehingga dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam operasi perkalian hitung pada bidang perkalian bilangan, sehingga menghasilkan bilangan dua digit. SD Negri 02 Cempaka Nuban tahun pelajaran.

Definisi Operasional Variabel

  • Media Sate Bilangan
  • Kemampuan Operasi Hitung Perkalian

Kemudian siswa menghitung jumlah semua potongan styrofoam yang ditusukkan pada tusuk sate bernomor. Ranah Psikomotor mengacu pada keterampilan dan kemampuan bertindak secara individu, kemampuan menjelaskan cara penyelesaian masalah dengan menggunakan media yang digunakan secara benar, tanpa ragu-ragu (ranah Psikomotor).

Setting Penelitian

Suyek Penelitian

Prosedur Penelitian

Siswa mendengarkan dan mengikuti petunjuk guru dengan menggunakan media nomor yang berhubungan dengan materi yang disampaikan. Guru memberikan hadiah kepada kelompok yang mampu menyelesaikan tugas dengan baik dan benar. i) Guru bertanya kepada siswa tentang hal-hal yang kurang jelas. j) Kemudian guru mengevaluasi siswa untuk pekerjaan individu.

Teknik Pengumpulan Data

  • Observasi
  • Dokumentasi

Instrumen Penilaian

Analisis Data

  • Teknik Anakisis data Kuantitatif

Indikator Keberhasilan

Hasil Penelitian

  • Deskripsi Lokasi Penelitian
  • NPSN/NSS : 10806347/101120414479 4) Alamat Sekolah : Jalan Dahlia Desa Cempaka
  • Deskripsi Data Hasil Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan operasi hitung siswa kelas II. siswa kelas SD Negeri 02 Cempaka Nuban dalam pembelajaran matematika menggunakan media sate bilangan. Guru mengkondisikan siswa untuk siap belajar atau mengerjakan soal post test yang akan diberikan, pada sesi ketiga siswa mengerjakan soal dengan menggunakan media sate angka (Gambar 7). Oleh karena itu, sebelum mengerjakan soal, guru memberikan penjelasan dan petunjuk cara menggunakan media sate angka untuk mengerjakan soal yang diajukan guru secara individu dan menggunakan media pembelajaran secara berkelompok.

Memang kemampuan operasi hitung siswa sudah menunjukkan adanya peningkatan ketuntasan belajar siswa dari sebelum dan sesudah melakukan operasi, dengan menggunakan alat bantu pembelajaran matematika yaitu Media Bilangan Sate. Guru bertanya kepada siswa apakah menggunakan media angka sate lebih mudah berhitung atau bertanya dan menyenangkan? Banyak siswa yang menjawab bahwa mereka senang belajar matematika menggunakan media sate angka dan mudah menghitung perkalian.

Hasil observasi mengenai aktivitas guru selama proses pembelajaran matematika di kelas II. kelas menggunakan media sate angka dengan jumlah siswa 23 orang. Ketuntasan kemampuan operasional siswa berhitung dengan angka Media Sate Pre test dan post test siklus II.

Pembahasan

  • Kegiatan / Aktivitas Guru
  • Kemampuan Operasi Hitung Siswa

Tiga indikator keterampilan berhitung meliputi pengertian dan sifat perkalian, perkalian dengan 1 dan bilangan dua digit, penyelesaian soal sehari-hari yang bersifat. Terdapat 3 siswa yang mampu menjawab soal dari indikator pentingnya perkalian pada pretest siklus I dengan persentase sebesar 13,04%, dan sebanyak 15 siswa mengalami nilai posttest siklus I dengan persentase sebesar 65,21%. . Proporsi siswa sebelum dan sesudah tes yang mampu menjawab soal Pada indikator kedua siklus I terdapat 9 siswa dengan persentase 39,13%, dan pada level 18 siswa dengan persentase 78,26%. Saya memiliki hasil setelah tes.

Pada siklus II kemampuan berhitung berdasarkan indikator yang ada di kurikulum, siswa yang mampu menjawab pertanyaan tentang indikator pertama yaitu sifat mengalikan 0 siswa dengan persentase 0%, mengalami peningkatan hasil post test. pada siklus I dari 13 siswa dengan persentase 56,52. Sedangkan siswa yang mampu menjawab soal indikator kedua menyelesaikan soal (soal sejarah) yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari (perkalian bilangan yang menghasilkan bilangan dua digit) siklus II dilakukan pretest sebanyak 9 siswa dengan persentase 39,13%. , kemampuan operasi hitung perkalian siswa berdasarkan indikator siklus II terjadi peningkatan hasil postes sebanyak 18 siswa dengan persentase 78,26. Data keterampilan operasi hitung perkalian siswa pada pretes dan postes siklus I dan siklus II dapat dilihat pada tabel 10-11.

Rata-rata kemampuan menghitung operasi perkalian siswa dengan bilangan medial Siklus I dan Siklus II.

Pada Siklus II rata-rata skor pretes adalah 76,39% dan rata-rata skor postes adalah 83,73%, dengan tingkat ketuntasan 82,60%. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata hasil postes Siklus I sampai dengan Siklus II meningkat sebesar 13,04%. Kesulitan yang peneliti alami adalah mengkondisikan siswa yang sangat hiperaktif dan suka berkelahi dengan teman sebayanya. Dikarenakan penggunaan alat peraga matematika yang belum pernah diterapkan, maka peneliti perlu ekstra sabar dan teliti dalam mengajar pelajaran dengan menggunakan alat peraga matematika agar siswa mampu memahami operasi hitung perkalian dengan jelas, baik dan benar serta tidak luput dari kesalahan. tujuan penggunaan media sate angka itu sendiri yaitu untuk menjelaskan penggunaan media sate angka dalam meningkatkan kemampuan berhitung aritmatika siswa di SD Negeri 02 Cempaka Nuban.

Dan hal yang menunjang pembelajaran berjalan dengan baik dalam meningkatkan kemampuan mengoperasikan perkalian aritmatika yaitu kerjasama atau kerjasama antara peneliti dan guru kelas II SD Negeri 02 Cempaka Nuban. Hal ini telah dibuktikan bahwa dengan menggunakan media pembelajaran matematika yaitu talsatay dapat meningkatkan keterampilan operasi hitung matematika siswa kelas II SD Negeri 02 Cempaka Nuban.

PENUTUP

Saran

Nuari laila fatika dan Indra Prahmana Rulli Charista, Kemampuan Operasional Hitung Perkalian dan Pembagian Siswa Kelas 2 SD, “Jurnal Of Songke Math”:,(Universitas Ahmad Dahlan) Vol.1 No.1/2018. Umi Khasanah, “Pemanfaatan Alat Peraga Nailboard Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika SD Negeri 01 Bumi Kencana Bumi Kencana Tahun Siswa : IAIN Metro, 2015. Windi Anisa, “Upaya Peningkatan Minat dan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Alat Peraga Matematika Kelas V Di SD Negeri 03 Seputih Raman Putih sebanyak mungkin: IAIN Metro, 2015 Fatmawati Nia, “Meningkatkan Numerasi Melalui Pendekatan Realistis.

Widiyawati Sri, “Meningkatkan Kemampuan Berhitung dan Pengoperasiannya di Kelas III Sekolah Dasar Melalui Kegiatan Bermain Aturan” Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini;, (Surabaya: UNS) Vol.7.No.1/2013 . Setiyowati Rina, “Meningkatkan Kemampuan Menghitung Operasi Perkalian Menggunakan Media Permainan Congklak pada Siswa Kelas II SD Negeri 182/I Hutan Lindung,” diunduh dari repository.unj.ac.id pada 20 November 2018. Ugi La Eru, dkk al.“Analisis Kesalahan Siswa Dalam Operasi Menghitung Bilangan Bulat Campuran dan Alternatif Solusinya, Journal of Mathematical Power:, (Universitas Negeri Makassar), Vol.4.No.1/2016.

Putri Ayuk Rismayana, Irul, »Penerapan Realistic Mathematics Education (RME) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika SD Negeri Salatiga 12«, JPSD:, (Universitas Kristen Satya Wacana), Vol.1, No.2/2019. Almira Amir, “Pembelajaran Matematika SD Menggunakan Media Manipulatif”, Jurnal Foruta Pedagogie, vol.VI, No.1/2014.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Standar Kompetensi

Tujuan Pembelajaran

Kemampuan Prasyarat

  • Langkah- langkah pembelajaran

Penilaian

Ajak siswa berdoa bersama sesuai agama dan kepercayaan masing-masing, melengkapi daftar kelas, menyiapkan bahan ajar, sebelum pelajaran dimulai. Guru memberikan materi kepada siswa tentang pemahaman operasi hitung perkalian dan perkalian serta membahas soal ulangan gratis dari hari pertama yang diberikan kepada siswa. Guru meminta beberapa siswa maju ke depan kelas untuk berlatih menghitung perkalian menggunakan media sate angka dengan soal yang berbeda.

Guru memberikan ulasan materi tentang pengertian perkalian dan operasi hitung perkalian kepada siswa yang telah diberikan pada pertemuan kedua. Guru memberikan soal post test kepada siswa untuk dikerjakan secara berkelompok dengan menggunakan media talsatay. Guru menanyakan kepada siswa apakah penggunaan media talsatay memudahkan pengerjaan soal.

Siswa dapat menghitung perkalian bilangan yang hasilnya dua digit dengan menggunakan median bilangan tersebut. Siswa mampu menyelesaikan soal perkalian kata yang berkaitan dengan masalah sehari-hari dengan menggunakan media sate angka E.

Alokasi Waktu

Inti  Guru memberikan soal tes gratis untuk dikerjakan siswa tanpa memberikan materi terlebih dahulu tentang sifat perkalian. Inti  Guru memberikan materi tentang sifat perkalian dan operasi hitung perkalian kepada siswa serta mendiskusikan soal ulangan gratis dari hari pertama yang telah diberikan kepada siswa. Guru menjelaskan dan memberikan contoh penggunaan media sate bernomor bagi siswa untuk menyelesaikan soal cerita.

Guru meminta beberapa siswa maju ke depan kelas dan berlatih menghitung perkalian menggunakan media bilangan sate dengan soal cerita yang berbeda. Guru menghargai siswa yang mau maju dalam menyelesaikan soal-soal yang diajukan guru. Siswa mampu menyelesaikan soal perkalian cerita yang berkaitan dengan soal sehari-hari dengan menggunakan media sate angka.

Penyampaian materi menggunakan media tal sate  9 Membimbing siswa memahami materi  11 Membimbing siswa mendiskusikan pemecahan masalah yang sedang. Penyampaian materi menggunakan media tal sate  9 Membimbing siswa memahami materi  10 Membimbing siswa mendiskusikan pemecahan masalah yang sedang.

Foto Kegiatan Belajar Mengajar di SD Negeri 02 Cempaka Nuban
Foto Kegiatan Belajar Mengajar di SD Negeri 02 Cempaka Nuban

Gambar

Foto Kegiatan Belajar Mengajar di SD Negeri 02 Cempaka Nuban

Referensi

Dokumen terkait

Q.S.. knowledge namun perubahan sikap, baik ucapan maupun tindakan. Kecenderungan siswa meniru apa yang ia lihat. Maka keteladaanan memiliki pengaruh yang besar

Pasal 3, Perusahaan Pembiayaan dilarang melakukan penarikan benda jaminan fidusia berupa kendaraan bermotor apabila Kantor Pendaftaran Fidusia belum menerbitkan

Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan minat adalah suatu ketertarikan dari dalam diri seseorang yang menimbulkan dorongan untuk memiliki dan apabila terpenuhi

Deposito menurut undang-undang perbankan syariah no.21 tahun 2008 adalah investasi dana berdasarkan akad mudharabah atau akad lain yang tidak bertentangan dengan

KKB BRISyariah iB merupakan produk jual-beli yang menggunakan sistem murabahah, dengan akad jual beli barang dengan menyatakan harga perolehan dan keuntungan

Selanjutnya setelah dibuat akta ikrar wakafnya, pejabat pembuat akta ikrar wakaf (PPAIW) berkewajiban untuk mendaftarkan tanah pertahanan nasional setempat untuk

Bandar Lampung terbilang cukup baik, hal tersebut dibuktikan dengan adanya peningkatan nasabah funding (penyimpan) yang meningkat di setiap tahunnya. Dan Terdapat beberapa faktor

Dari hasil penelitian, orangtua di desa Pempen Kecamatan Gunung Pelindung Kabupaten Lampung Timur telah melaksanakan tanggung jawab dan kewajiban untuk mendidik