.,iiudji Astudi, MS
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
SEKOLAH PASCASARJANA
Jin. Tamansari nomor 64 Bandung 40116 Gedung CCAR It. IV, Telp.: (022) 4254006; Telp./Fax.: (022) 2511495 E-mail: [email protected]; URL: http:/!www.sps.itb.ac.id
No. : 0469/ll.B01.1/PP/2018 Lampiran : 1 (satu) Berkas
Hal : Template Hibah Riset Program Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU)
Batch IV
11 April 2018
Yang Terhormat
Para Dekan Fakultas/Sekolah
lnstitut Teknologi Bandung
Menyusul surat kami No. 0463/ll.B01.1/PP/2018 Informasi 'Call for Proposals' Hibah Riset Program Magister Menuju Doktor Sarjana Unggul (PMDSU) Batch IV, kami sampaikan dengan hormat template terkait proposal hibah tersebut untuk diteruskan dan dimanfaatkan oleh staf pengajar yang tertarik.
Kami sampaikan pula bahwa informasi lebih detail mengenai PMDSU batch 4 dapat diunduh di http://www.sps.itb.ac.id/in/pmdsu-batch-4/. Ka mi sampaikan kembali bahwa staf pengäjar yang tertarik untuk diusulkan menjadi promotor mahasiswa PMDSU mohon dapat memasukkan proposal kepada kami paling lambat tanggal 19 April 2018.
Demikin informasi
mikami sampaikan. Atas bantuan dan kerja samanya, kami mengucapkan terima kasih.
Tembusan Yth.
1. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan 2. Para Wakil Dekan SPs
3. Para Ketua Prodi Magister dan Doktor
HIBAH RISET PROGRAM DOKTOR UNTUK SARJANA UNGGUL
PMDSU BATCH IV TAHUN 2018
CALL FOR PROPOSALS
SEKOLAH PASCASARJANA
INSTITUT TEKNOLOGI BAN DUNG
APRIL, 2018
PENDAHULUAN
Pada tahun 2012 DirektoratJendra Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia telah membuka koridor baru penyelenggaraan pendidikan doktor yang dinamakan Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggut (PMDSU). Mahasiswa angkatan pertama program mi telah memulai menjalani pendidikan pada tahun ajaran 2013 dan saat mi sedang berada di penghujung semester kedua. Hash monitoring dan evaluasi (money) menunjukkan bahwa terobosan mi cukup berhasil menarik lutusan-lulusan Si unggul untuk berpartisipasi dalam program PMDSU di bawah bimbingan para Profesor handal dengan track record penelitian dan pubtikasi internasional. Tampak bahwa program PMDSU dapat meningkatkan sinergi antara pendidikan dan penelitian. Dengan cara mi maka penambahan jumtah doktor yang memitiki pengalaman menikmati atmosfer penelitian yang unggul juga dapat dipercepat. Tentu saja berbagai penyempurnaan dalam pencarian caJon mahasiswa, proses seleksi dan proses penerimaan masih perlu dilakukan. Berangkat dan pengataman penyelenggaraan PMDSU dan Batch I sampai dengan Batch Ill dan hasil Money oleh Tim Dikti, maka berbagai penyempurnaan dilakukan pada prosedur hibah mi untuk memulai Batch Keempat pada tahun 2018. Proses akan berlangsung mulai dan Maret 2018 ml sebagal persiapan.
Rasional untuk kegiatan mi adalah sebagai berikut.
1. Pembiayaan beasiswa dengan skema BPPS belum dapat menutup semua keperluan studi mahasiswa. Konsekuensinya, mahasiswa seringkali harus mencari tambahan biaya baik untuk studi dan biaya hidup, yang akhirnya memperpanjang durasi studi.
2. Kurang terintegrasinya penelitian mahasiswa pascasarjana dengan riset-riset unggulan yang dilakukan oleh para peneliti cemerlang di universitas penyelenggara. Karenanya dibutuhkan suatu slstem insentif yang mendorong sinergi antara riset unggul dengan riset mahasiswa pascasarjana. Sinergi mi pada akhirnya dapat mempercepat penyelesaian studi.
3. Masih besarnya kapasitas guru besar yang belum memiliki kesempatan untuk membimbing mahasiswa program doktor, karena tidak adanya program S3 di perguruan tinggi yang bersangkutan. Data EPSBED menyatakan bahwa, hanya 19,17% guru besar terlibat dalam pembimbingan program doktor.
4. Adanya tulusan-lulusan Si unggul yang dapat dimatangkan Iebih lanjut sehingga dapat lulus program doktor Iebih cepat. Kepmendikbud pasal 5 ayat 2 butir a membuka pet uang seorang sarjana Iangsung masuk program doktor sepanjang ha! mi dimungkinkan oleh aturan akademik dan perguruan tinggi penyelenggara.
5. Kekurangan tenaga dosen dengan kualifikasi doktor belum dapat dittutupi oleh program pendidikan doktor yang adas selama ml; sehinga diperikan adanya terobosan untuk dapat menghasilkan tenaga doktor yang unggul yang akan engabdi sebagai dosen di berbagal perguruan tinggi di Indonesia
Skerna Hibah PMDSU dirancang untuk mensinergikan riset dan pendidikan doktor, sehingga semua pihak yang terlibat di datamnya, yaitu tim pembimbing, mahasiswa dan institusi penye!enggara mendapat insentif yang menanik. Untuk tim promotor hibah ml memberikan suatu kesempatan pendanaan untuk keberlangsungan program riset. Keuntungan yang relatif besar akan diterima mahasiswa. Mereka
mendapat jaminan kepastlan pelaksanaan program doktor dengan calon pembimbing yang memiliki program riset yang balk. Termasuk di dalamnya adalah biaya hidup dan biaya riset.
Tujuan program ml adalah memberikan kesempatan bagi perguruan tinggi untuk mengeksplorasi dan merealisasjkan peluang untuk mematangkan sarjana yang unggul sehingga yang bersangkutan dapat menyelesailcan program doktor dengan lebih cepat. Kegiatan ml dilakukan dengan model pembelajaran program pendidikan doktoryang kreatif sehingga secara bersamaan menghasilkan lulusan bermutu tinggi dengan waktu yan optimal.
Untuk rincian program in dapat dilihat dokumen Program Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul dan DIKTI yang dapat diunduh di tautan Sekolah Pasca Sarjana ITB.
Institut Teknologi Bandung mulal melaksanakan program serupa melalul skema Program Doktor Unggulan (yang kemudian disebut Program Magister Doktor Terpadu- PMDP) di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam sejaktahun 2009. Program Doktor Unggulan FMIPA ITB merupakan program doktor empat tahun yang diperuntukkan bagi lulusan Si bidang MIPA yang sangat berbakat, memiliki kemampuan akademik yang tinggi, kreatif, dan memiliki motivasi kerja sains yang balk, serta kemampuan komunikasi yang baik pula. Program ml dilakukan melalul immersion peserta ke dalam kelompok-kelompok riset keahilan yang sudah berjalan secara aktif dengan jejaring riset yang balk.
Secara ringkas, tahapan yang berlangsung dalam PMDP dl FMIPA ml adalah (lihat Gambar 1):
1. Tahap persiapan dan kualifikasi di tahun pertama. Dalam tahap ml mahàsiswa mengikuti kuliah dan melakukan riset pendahuluan. Evaluasi dilakukan pada akhirtahun pertama ml untuk melihat kelayakan melanjutkan ke riset doktor (kualifikasi doktor). Bila seseorang dmnyatakan tidak layak, maka Ia akan diarahkan untuk menyelesaikan Program Magister.
2. Tahap riset doktor selama tiga tahun. Dalam tahap mi mahasiswa melanjutkan riset yang lebih mendalam, melakukan presentasi di pertemuan ilmiah, publikasi (secara berjenjang dan tingkat nasional sampal dengan internasional), kunjungan riset ke institusi mitra (sandwich).
Pada saat yang sama, mahasiswa dilibatkan dalam berbagai proses akademik, seperti menjadi asisten kuliah/lab, koordmnator asisten, kegiatan menulis proposal riset, pengelolaan niset, dan hal-hal yang terkait; sehingga selepas PMDP, lulusan mendapat pengalaman yang cukup lengkap di dunia akademik untuk menekuni profesi sebagai saintis muda dengan masa produktif yang panjang.
Program ml menuntut masukan yang terbaik dalam bidangnya, untuk itu perlu dilakukan rekrutmen yang selektif. Proses ni berawal darm talent scouting ke universitas-universitas dan penjuru Indonesia dengan memberikan informasi yang cukup lengkap tentang bidang-bidang yang dapat menjadi kancah riset.
Proses kemudian dilanjutkan dengan kontak antara calon mahasiswa dengan calon pembimbing;
komunikasi ml yang menjadi dasar bagi penulisan proposal riset doktor. Kelayakan proposal riset, rekam jejak calon, wawancara dan tes tertulis menjadi acuan bagi seleksi masuk ke dalam PMDP.
• Kuliahterkait Penguasaan metoda penelitian
• Studiustaka
• Proposal pen elitian
• Penelitian
pendahuluan
Kuali- fi ka si
Penelitian doktoral
• Pertemuanilmiah Publikasi
• Sandwich
• Disertasi doktor
Program riset satu tahun menuju gelar magister
1ahunI Tahun2-4
tidak luluS
Gambar 1. Skema PMDP
Setelah masuk ke PMDP, evaluasi tahunan dilakukan untuk menilai kelayakan seseorang dalam program In'.
Secara institusional ITB telah mengadopsi PMDP ml dan berpartisipasi dalam PMDSU DlKTl Batch I sampai degan Batch III yang dimulai pada tahun 2012. Saat mi (per April 2018) di ITB ada 47 promotor dengan timnya yang membimbing 70 mahasiswa PMDSU. Sembilan mahasiswa telah lulus program doktor lewat PMDSU ml. Untuk Batch IV yang prosesnya akan dimulai pada tahun 2018, ITB mengundang keikutsertaan (Tim) Pembimbing Program Doktor yang berminat dan berkomitmen, untuk mengajukan proposalnya.
ELIGIBIITAS
Pengusul utama adalah Guru Besar aktif dengan road map penelitian yang cukup luas dengan rekam jejak riset dan mahasiswa 53 (lulusan maupun yang sedang berjalan) yang balk. Untuk indikator rekam jejak dan sitasi, Pengusul Utama harus memiliki h-index paling sedikit 4 (paling sedikit 4 publikasi internasional, dengan masing-masing publikasi tersebut memiliki sitasi SCOPUS paling sedikit 4). Pengusul didukung oleh tim kopembimbing dan kolaborator.
Pengusul Utama dapat menyampaikan sampal dengan tiga program dalam proposal riset, dengan tim kopembimbing yang mungkin berbeda-beda. Seseorang menjadi pembimbing utama mahasiswa PMDSU, pada setiap saat hanya boleh memiliki sebanyak-banyaknya tiga mahasiswa dan berbagai batch. Apabila Pengusul Utama sudah memiliki mahasiswa PMDSU dan batch sebelumnya, banyaknya mahasiswa PMDSU mi termasuk dan angka tiga tersebut.
Program Studi Doktoryang nantinya menaungi mahasiswa PMDSU haruslah memilki akreditasi dan Badan Akreditasi Nasional dengan nilal B atau lebih baik.
PROSES SELEKSI
Proses seleksi dilakukan secara objektif berdasarkan seperangkat kriteria yang disesuaikan dengan karakteristik kegiatan mi. Seleksi dilakukan berdasarkan sekelompok kriteria, yang masing-masing memiliki bobot tersendiri sebagal berikut.
No. Kriteria Bobot (%)
1. Kelayakan Pembimbing/Tim Pembimbing 40
2. Kejelasan Roadmap Riset 20
3. Indikator Kinerja 10
4. Jejaring dengan PT/lembaga lain 10
5 Manajemen Program 20
1. Kelayakan Pembimbing(40%)
Kriteria mi dinilai berdasarkan rekam jejak (tim) pembimbing. Rekam jejak pembimbing dilihat berdasarkan konsistensi pada pengembangan keilmuannya berdasarkan publikasi yang dihasilkannya, jumlah doktor yang telah diluluskan dalam bidang ilmunya baik sebagai pembimbing maupun ko pembimbing, jumlah publikasi yang dilahirkan oleh mahasiswa yang dibimbingnya, jumlah mahasiswa program doktor yang sedang dibimbingnya, konsistensi tema penelitian mahasiswa bimbingannya dan lain-lain kinerja akademik yang relevan.
2. Kejelasan Roadmap Riset (20%)
Kriteria mi dinilai berdasarkan kesesualan antara roadmap riset (tim) pembimbing dengan tema-tema penelitian yang akan dilaksanakan oleh mahasiswa (road map mahasiswa program doktor) dalam kurun waktu pelaksanaan program.
3. Kecukupan Indikator Klnerja (10%)
Untuk menyatakan tingkat keberhasilan Program Percepatan Pendidikan Doktor yang diselenggarakan, pengusul harus menetapkan indikator kinerja yang relevan. Indikator kinerja tersebut menjadi ukuran keberhasilan pelaksanaan program setiap tahunnya. Jenis dan besaran indikator kinerja agar dibuat wajar namun atraktif.
4. Jejaring dengan PT/lembaga lain (10%)
Kriteria mi dinilai berdasarkan adanya kerjasama dengan PT/lembaga lain. Pengusul seyogyanya dapat menunjukkan argumentasi yang balk bahwa mereka dapat membangun dan memanfaatkan jejaring yang ada dalam melaksanakan program mi, terutama untuk membangkitkan mobilitas antara PT di Indonesia dan juga antara PT dengan institusi riset balk di dalam maupun luar negeri. Nilai Iebih akan diberikan jika pengusul melibatkan guru besar di PT mitra dalam negeri yang selama mi belum terlibat dalam pembimbingan mahasiswa S3.
5. Manajemen Program (20%)
Kriteria mi dikenakan terhadap institusi pengusul, mencakup aspek-aspek kesiapan institusi tersebut umtuk menjalankan program S3 secara mum dan khususnya program percepatan S3 seperti PMDSU. ITB telah melaksanakan program serupa sebagai Pilot Project sejak tahun 2009, dan juga telah mengadopsi dan memperluas skema mi.
Penilaian Kritena
Untuk setiap kriteria pada kedua kategori kegiatan tersebut di atas, akan diberikan nilai dengan skala 1, 2, 3, 5, 6 dan 7 sesuai dengan kualitas uraian dan tingkat pemenuhannya. Selanjutnya nilai yang didapat dikalikan dengan bobot untuk menghasilkan nilai terbobot untuk setiap kriteria. Selanjutnya dilakukan penjumlahan nilai terbobot dan setiap kriteria, sebagai nilai akhir.
PEMBIAYAAN PROGRAM
Sumberdana program ml adalah DIPA Ditjen Dikti dengan melakukan sinergi berbagal jenis anggaran yang terdapat di berbagal Direktorat di Iingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Jenis kegiatan dan kornponen pembiayaan yang dapat digunakan disajikan pada tabel berikut.
No. Kegiatan Komponen Biaya Keterangan
1. Riset di kelompok peneliti/
pembimbing
Hibah Tim Pascasarjana dan Hibah Doktor
Maks Rp. 60juta / mhs / tahun (selama 3 tahun) 2. Outsourcing fasilitas riset di Dalam
Negeni maupun Luar Negeri
Sandwich untuk mahasiswa Sesuai ketentuan PKPI
4. Peningkatan jejaring riset internasional (untuk promotor- kopromotor)
SAME-PMDSU sesuai ketentuan SAME- PMDSU
5. Biaya pendidikan SPP Sesuai ketetapan PT
6. Biaya Hidup dan Tunjangan Mahasiswa BPPDN Sesuai standar
FORMAT USULAN
1. Halaman muka dan lembar identitas proposal
2. CV Pembimbing yang dilengkapi dengan data terkait niset dan program doktor dan h-index.
3. Deskripsi singkat dan roadmap riset program doktor (untuk 4 tahun, lihat skema di Pendahuluan) untuk setiap calon yang akan direkrut, beserta indikator keberhasilannya. Sentakan juga nama- nama anggota tim kopembimbing dan kolaborator dan institusi lain.
4. CVanggotatim.
5. Pernyataan komitmen untuk merekrut calon mahasiswa yang memenuhi kriteria yang ditentukan.
6. Jilid dengan cover warna kuning (3 kopi), softcopy dalam bentuk Word (MS-Word atau pun Open Source)
KRITERIA CALON MAHASISWA
1. "Recent graduate" program sarjana yang sejalur (linear) dengan program studi doktor (yang dimaksud dengan recent graduate adalah lulusan sampai dengan tiga tahun terahir), dengan usia tidak melebihi 27 tahun saat mulai PMDSU.
2. Memenuhi syarat pendaftaran peserta Pascasarjana, SPS ITB (Bahasa lnggris, TPA, IP Mm) 3. Lulus seleksi tertulis dan wawancara
4. Sudah memiliki kontak yang balk dengan calon pembimbing/tim pembimbing
TANGGAL- TANGGAL PENTING
1. Batas waktu pengumpulan proposal oleh pengusul utama di SPS: Kamis 19Apr11 2018, Jam 24:00 2. Proses seleksi internal ITB dan penyusunan proposal ITB di SPS: Jumat 20 April 2018
3. Submisi proposal dan lTB ke Kemenristekdikti: Senin 23 April
4. Site Visit dan penetapan Promotor, PT Penyelenggara PMDSU: Mel 2018
5. Rekrutmen calon peserta PMDSU oleh calon promotor: mulai dan sekarang, bulan Mei, sampai saat pendaftaran online peserta PMDSU Juni 2018.
6. Penetapan beasiswa PMDSU: Juli-Agustus 2018 Catatan:
Jadwal selengkapnya menyangkut pihak DlKTl dan aktivitas kelanjutannya dapat dilihat Pedoman Hibah PMDSU Batch IV Kemenristekdikti 2018
Format Proposal Program Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul 2018
PROPOSAL
PROGRAM DOKTOR UNTUK SARJANA UNGGUL 2018
Ketua Tim Peneliti:
KK
FakuJtas/Seko!ah
INSTITUT TEKNOLOGI BAN DUNG
APRIL, 2018
1
IDENTITAS PROPOSAL
1. Tim Riset 2.1 Ketua Tim
a. Nama Lengkap
b. Jabatan FungsionaI/Goongan c. NIP
d. FakuItas/Sekoah e. Kelompok Keahlian
f. Alamat Kantor/Telp/Fax/E-ma ii g. Alamat Rumah/Telp/Fax/HP/E-mail:
2.2 Anggota Tim Riset/Inovasi:
No Nama dan Gelar
Akademik Bidang Keahlian Unit Kerija/
Lembaga 1.
2.
2. Target output (keluaran) Riset
No. Nama/Jenis output Jumlah
1.
2.
Bandung, Mengetahui,
Ketua Tim Pembimbing Ketua Kelompok Keahlian
Dekan
NIP. NIP. NIP.
3
CURRICULUM VITAE
CV memuat hal-hal yang baku (data personal, pendidikan), namun khusus untuk hibah i, informasi seperti pada tabel berikut mutlak diperlukan)
Hibah riset dalam Jima tahun terakhir
No Judul Riset Sumber Dana Riset Tahun
Publikasi dalam Jima tahun terakhir (cantumkan h-index secara keseluruhan)
No Tahun
Presentasi konferensi/seminar dalam Jima tahun terakhir
No Judul Presentasi Oral/Poster Lokasi Seminar Tahun
Paten dalam Jima tahun terakhir
No Judul dan Nomor Paten Negara Penerbit Paten Tahun
Mahasiswa Program Doktor Jima tahun terakhir (sebagai Pembimbing maupun ko-iembimbincl vana sesuai bidana keilmuannva
No Nama Mahasiswa PT Asal Si Tahun Masuk Tahun Lulus Predikat Lulus # publikasi terkait set doktor
Saya menyatakan bahwa informasi di atas adalah benar.
April 2018 tandatangan
5
JudulArkel Nama Jumal
Contoh Roadmap untuk tiga /empat tahun ke depan (Tahap riset 2019-2021) Road Map Penelitian
Tahun Pertama
(2015)
Tahun Kedua (2016)
Tahun Ketiga (2017)
lahaphdir/Tahap
7
Kegiatan 14 Kai3 Keg1thn 12
Ta hap
Pengembangan
Tahap Inisiasi
Kegiatarir
- Kegiathn1O
j
Kegiatan 9 Kgiatan 8 Kegiatan;7
Kegiatan&
..
. I
, Kegiatan 3 '-'atan kegiãtan I Ketera nga n:
Kegiatan 1. Optimasi sistem pemintalan elektrik multi-nozzel dengan kolektor drum sehirigga system yang telah ada dapat menghasilkan membran serat nano dengan sifat-sifat fisis yang sesuai untuk aplikasi filter u da ra
Kegiatan 2. Sintesis membran nanoserat dan bahan material yang murah dan melimpah seperti Styrofoam, Selulosa, dli
Kegiatan 3. Sintesis dan optimasi berbagal bentuk dan ukuran nanoserat seperti serat murni, serat dengan manik-manik (beaded fiber) maupun partikel
Kegiatan 4. Kajian teoritis terkait fenomena pengendalian bentuk dan ukuran serat Kegiatan 5. Perancangan dan pembuatan sistem pengujian kualitas filter
Kegiatan 6. Karakterisasi nanoserat menggunakan SEM (morfologi, ukuran diameter dan kerapatan) Kegiatan 7. Uji kinerja membran filter dengan powder yang telah diketahui ukurannya
Kegiatan 8. Optimasi lebih lanjut terkait parameter sintesis dan parameter fisik pemintalan eiektrik, yang meliputi: suhu larutan, diameter nozel, dan jarak antara nozel dan kolektor sehingga ukuran serat dan ketebalan membran optimal dapat diperoleh yang dapat digunakan sebagal media filter udara Kegiatan 9. Penyempurnaan dan optimasi alat sehingga dapat memproduksi membran serat nano dengan lebih
optimal
Kegiatan 10. Karakterisasi nanoserat (morfologi, ukuran diameter dan kerapatan) dengan menggunakan SEM dan uji kekuatan mekanik.
Kegiatan 11. Pengujian membran dengan menggunakan sumber polutan berupa asap rokok, obat nyamuk baker dan alat spray dan diukur kinerja filtrasinya
Kegiatan 12. Modifikasi dan optimasi struktur membran misalnya dengan penyusunan lapis demi lapis dena n morpologi/ukuran serat nano yang berbeda untuk memperoleh membran filter generasi lanjut yg berkualitas tinggi dengan harga terjangkau
Kegiatan 13. Karakterisasi nanoserat (morfologi, ukuran diameter dan kerapatan) dengan menggunakan SEM dan uji kekuatan mekanik.
Kegiatan 14. Pengujian membran dengan menggunakan sumber polutan berupa simulasi kebakaran hutan, debu/asap dan batubara dan asap kendaraan bermotor dan diukur kinerja filtrasinya.
7