• Tidak ada hasil yang ditemukan

INSTRUMEN KONSELING INDIVIDUAL

N/A
N/A
Azmatun Sholikha

Academic year: 2024

Membagikan "INSTRUMEN KONSELING INDIVIDUAL"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

INSTRUMEN KONSELING INDIVIDUAL

Disusun Oleh Kelompok 1 : Thalia Endang Wulandhani (2284130111) Azmatun Sholikha (2284130116) Rajwa Satrio Haqi (228413012 )

KELAS BKI 4 D

JURUSAN BIMBINGAN KONSELING ISLAM (BKI) FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURJATI CIREBON

TAHUN 1445 H / 2024 M

(2)

A. PENDAHULUAN

Dalam rangka memenuhi tugas terstruktur Mata Kuliah Psikologi Konseling yang diberikan oleh Bapak Herman Beni M.A, peneliti yang beranggotakan Thalia Endang Wulandhani, Azmatun Sholikha dan Rajwa Satrio Haqi akan melakukan latihan praktik konseling individual terhadap Wanita Tuna Susila di UPTD.

Konseling individual merupakan suatu proses pemberian bantuan yang dilakukan secara tatap muka langsung oleh konselor kepada konseli yang membahas serta mengentaskan permasalahan yang dihadapi konseli secara optimal. Sehingga konseli tersebut dapat hidup lebih produktif dan dapat mengembangkan pribadinya menjadi lebih baik. Konseling individual yang akan dilakukan oleh peneliti menerapkan asas-asas konseling secara umum. Asas-asas tersebut berupa: Asas Kerahasiaan, asas kesukarelaan, asas keterbukaan, asas kegiatan, asas kemandirian, asas kekinian, asas kedinamisan, asas keterpaduan, asas kenormatifan, asas keahlian, asas alih tangan kasus dan asas tut wuri handayani. Tujuan dari penerapan asas-asas ini adalah untuk memperlancar proses yang ada di dalam layanan konseling individu serta saling mengenal satu sama lain dan memperoleh chemistry.

Latihan praktik konseling akan dilakukan dengan melalui tiga tahapan. Rincian dari tahapan tersebut adalah sebagai berikut:

Tabel 1.1 Tahapan Konseling Individual

No. Tahapan Konseling

Keterampilan Konseling Kualitas Pribadi Konselor 1. Tahap Awal  Attending

 Membuka percakapan

 Mengidentifikasi perasaan(responding)

 Membuat paraphrasing

 Membuat kontrak

 Merefleksikan perasaan

 Leading

 Pertanyaan terbuka dan tertutup

Agamis, hangat, ramah, bersahabat, sopan, sabar, jujur, peka, empati, altruistik, disiplin, perhatian, genuine.

2. Tahap Kerja  Pertanyaan terbuka dan tertutup

 Konfrontasi

 Mengarahkan

 Memfokuskan masalah (personalizing)

Empati, tegas, perhatian, menyenangkan, arif, dapat dipercaya, kompeten, strength, pendengar yang baik, bebas.

3. Tahap Tindakan  Mengarahkan

 Pertanyaan tertutu dan terbuka

 Merangkum

 Menutup proses konseling

Kompeten, sungguh- sungguh, peduli, optimis, kreatif, inovatif.

(3)

B. DAFTAR PERTANYAAN 1. Tahap Awal

 Bisa perkenalkan nama dan usia?

 Bagaimana kabar ibu pada hari ini?

 Jika boleh, bisa diceritakan ibu ini orangnya seperti apa? (karakter, sifat, kepribadian, cara memandang diri)

 Kegiatan apa saja yang ibu lakukan beberapa hari belakangan?

 Apakah ibu merasa senang dengan kegiatan-kegiatan tersebut? Bisa diceritakan alasannya?

 Apakah ada beberapa hal yang membuat ibu merasa tidak nyaman? Bisa diceritakan seperti apa?

 Untuk tinggal di lingkungan baru mungkin rasanya tidak mudah, bisa diceritakan bagaimana cara ibu untuk membiasakan diri tinggal di lingkungan baru?

 Jika berkenan, apakah ibu bersedia untuk menerima layanan konseling? Jika iya, kami akan membacakan kontrak konseling yang telah kami buat. Jika ibu keberatan ibu bisa menolak beberapa poin yang membuat ibu merasa tidak nyaman.

 Situasi seperti apa yang membuat ibu merasa nyaman? (dalam kontes konseling) 2. Tahap Kerja

Tujuan Konseling :

 menjelajahi dan mengeksplorasi masalah, isu dan kepedulian klien lebih jauh.

Konselor berusaha agar klien mempunyai perspektif dan alternatif baru terhadap masalahnya. Konselor mengadakan reassessment dengan melibatkan klien, artinya masalah itu dinilai bersama-sama.

 menjaga agar hubungan konseling selalu terpelihara. Hal ini bisa terjadi jika:

pertama, klien merasa senang terlibat dalam pembicaraan atau wawancara konseling, serta menampakkan kebutuhan untuk mengembangkan potensi diri dan memecahkan masalahnya. Kedua, konselor berupaya kreatif dengan keterampilan yang bervariasi, serta memelihara keramahan, empati, kejujuran, keikhlasan dalam memberi bantuan.

3. Tahap Akhir

(4)

LAMPIRAN

RPL LAYANAN KONSELING

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL

TAHUN 2024

1. Nama Konseli : E

2. Kelas/Semester/Usia : 39 Tahun

3. Hari, Tanggal : Kamis, 30 Mei 2024

4. Pertemuan Ke- : 2

5. Waktu : 1 x 45 Menit

6. Tempat :

7. Gejala yang Nampak/Keluhan :

Cirebon, 17 Mei 2024 Konselor

Keterangan:

Dokumen ini bersifat rahasia

(5)

KONTRAK KONSELING

1. Saya bersedia mengikuti seluruh sesi dalam Konseling Individual dari sesi pertama sampai terakhir dan bersedia untuk melakukan perubahan ke arah yang positif di dalam setiap sesi maupun di luar sesi.

2. Saya bersedia menaati jadwal pertemuan dan hadir tepat pada waktunya.

3. Saya bersedia untuk aktif berbagi pengalaman yang bermakna.

4. Saya bersedia memberikan umpan balik secara aktif terhadap pengungkapan pikiran dan perasaan serta pengalaman.

5. Saya bersedia menyelesaikan konflik yang terjadi dalam sesi konseling dan tidak akan melanjutkan konflik tersebut di luar sesi konseling.

6. Saya bersedia menjaga kerahasiaan apapun yang berlangsung dalam setiap sesi konseling.

7. Saya menyetujui dan berjanji akan memenuhi semua butir komitmen tersebut di atas.

Cirebon, Mei 2024

No. Nama Peran (Konselor/ Konseli)

1. Thalia Endang Wulandhani Konselor

2. Azmatun Sholikha Konselor

3. Rajwa Satrio Haqi Konselor

4. Konseli

Cirebon, Mei 2024 Konseli

………

Konselor

………..

Referensi

Dokumen terkait

Asas keterbukaan, yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran layanan/kegiatan bersifat terbuka dan tidak berpura-pura,

Terdapat 12 azas bimbingan dan konseling, diantaranya yaitu: 1) Azas Kerahasiaan (confidential), yaitu asas yang menuntut dirahasiakannya segenap data dan keterangan

Dalam perkembangan kelompok, tahapan kegiatan merupakan kekuatan therapeutik seperti keterbukaan terhadap diri sendiri dan orang lain dan munculnya ide-ide baru yang

Dalam penelitian ini, tahap evaluasi yang dilakukan ialah berupa kuesioner untuk mengukur peningkatan keterbukaan diri siswa, (6) Tahap refleksi merupakan upaya untuk

Akan tetapi mengingat ketentuan yang mengatur tentang asas keterbukaan ini tidak diatur secara spesifik terutama dalam bagian penyampaian laporan kegiatan penanaman modal

Asas kerahasiaan ini memegang peranan penting dalam konseling kelompok karena masalah yang dibahas dalam konseling kelompok bersifat pribadi, maka setiap anggota

Jabatan : NO KEGIATAN HASIL SUPERVISI CATATAN TIDAK ADA KURANG LENGKAP LENGKAP A PERENCANAAN DAN KELENGKAPAN 1 Menyusun perencanaan layanan individu dan kelompok 2 Menyusun

Asas Kegiatan Yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar peserta didik konseli yang menjadi sasaran layanan berpartisipasi secara aktif didalam penyelenggaraan layanan