• Tidak ada hasil yang ditemukan

interaksi dprd dan pemerintah daerah dalam kebijakan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "interaksi dprd dan pemerintah daerah dalam kebijakan"

Copied!
107
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Bagaimana interaksi DPRD dan pemerintah daerah dalam politik penyusunan restrukturisasi anggaran pada masa pandemi di Kabupaten Gowa? Apa saja faktor pendukung dan penghambat pemerintah daerah dan DPRD dalam kebijakan penyusunan restrukturisasi anggaran pada masa pandemi di Kabupaten Gowa? Untuk mengetahui bagaimana interaksi DPRD dan pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan restrukturisasi anggaran di masa pandemi.

Untuk mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat strategi pemerintah daerah dan DPRD dalam perumusan kebijakan restrukturisasi anggaran. Ada beberapa teori yang penulis gunakan dalam interaksi DPRD dan pemerintah daerah dalam perumusan kebijakan refocusing anggaran di masa pandemi Covid-19. Yang dimaksud dalam penelitian ini adalah proses pengambilan kebijakan prioritas yang dibahas dalam forum DPRD dan pemerintah daerah dalam perumusan kebijakan restrukturisasi anggaran di masa pandemi Covid-19.

Interaksi DPRD dan pemerintah daerah dalam perumusan kebijakan penataan kembali anggaran pada masa pandemi di Kabupaten Gowa. Fasilitator dan Penghambat Interaksi Pemerintah Daerah-DPRD dalam Perumusan Kebijakan Restrukturisasi Anggaran pada Masa Pandemi di Kabupaten Gowa.

Tabel 2.1. Penelitian Terdahulu
Tabel 2.1. Penelitian Terdahulu

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pemerintah daerah dan DPRD sebagai upaya bersama untuk mencapai tujuan bersama dalam perumusan kebijakan refocusing anggaran pada masa pandemi Covid-19. Data primer merupakan data yang penulis peroleh melalui wawancara mengenai interaksi DPRD dan pemerintah daerah dalam perumusan kebijakan refocusing anggaran Covid-19 di Kabupaten Gowa. Kunjungi langsung kantor DPRD dan pemerintah daerah Kabupaten Gowa untuk melihat bagaimana interaksi DPRD dan pemerintah daerah dalam hal refocusing anggaran.

Cara yang dilakukan adalah dengan mengunjungi kantor DPRD dan kantor pemerintah daerah Kabupaten Gowa untuk memperoleh data mengenai interaksi DPRD dengan pemerintah daerah dalam perumusan kebijakan refocusing anggaran pada masa pandemi Covid 19 di Kabupaten Gowa. Artinya, perdebatan antar aktor dalam proses kebijakan refocusing anggaran pada awalnya masih didominasi oleh lembaga pemerintah daerah. Perdebatan kontroversial antar aktor kebijakan refocusing anggaran sangat didominasi oleh pemerintah daerah mengenai persoalan anggaran atau nilai nominal yang diberikan.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, faktor pendukung interaksi pemerintah daerah dan DPRD dalam perumusan kebijakan pengalihan anggaran pada masa pandemi di kabupaten Gowa adalah sebagai berikut. Perdebatan kontroversial di kalangan pelaku kebijakan pengalihan anggaran sebagian besar didominasi oleh pemerintah daerah mengenai permasalahan anggaran atau nilai nominal yang ditawarkan.

TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan Teori Dan Konsep

Kajian ini merupakan kajian analisis kebijakan publik dengan penekanan pada perumusan kebijakan dalam UU Kekarantinaan Kesehatan dan implementasinya (Pratiwi, 2021). Oleh karena itu, pengambil kebijakan perlu lebih berhati-hati dalam merumuskan kebijakan publik tersebut. Yang juga harus diingat adalah formulasi kebijakan publik yang baik adalah formulasi kebijakan publik yang berorientasi pada implementasi dan evaluasi.

Faktanya, formulasi kebijakan publik yang baik adalah gambaran dari pembacaan realitas yang matang, namun juga merupakan solusi alternatif yang layak terhadap realitas tersebut. Dengan demikian dapat dipahami bahwa makna aktor dalam kaitannya dengan kebijakan publik selalu berkaitan dengan para aktor dan determinan kebijakan yang berinteraksi dan saling berkaitan pada setiap tahapan proses kebijakan publik. Dengan demikian dapat dipahami bahwa makna interaksi antar aktor dalam kaitannya dengan kebijakan publik selalu berkaitan dengan aktor dan determinan kebijakan yang saling berinteraksi dan berhubungan pada setiap tahapan proses kebijakan publik.

Sebagaimana disampaikan Widodo (2021) kebijakan publik merupakan bagian penting dalam proses politik.” Interaksi antara pemerintah daerah dan DPRD dalam perumusan kebijakan publik, khususnya dalam hal ini APBD, dapat mencerminkan proses interaksional dalam bentuk asosiatif dan disosiatif. yang mempunyai dinamikanya sesuai dengan karakteristik lokal sebagai wujud realisasi otonomi daerah.

Kerangka Pikir

Nomor S-629/MK.02/2021 Tentang Pengalihan dan Redistribusi Belanja Kementerian/Lembaga Tahun Anggaran 2021 Tahap IV dan Surat Edaran Bersama (SEB) Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan Nomor 903/4253.A/ SJ dan menerbitkan SE-2/MK .07/2021 tentang percepatan pelaksanaan reorientasi dan redistribusi APBD tahun 2021 dalam rangka pembiayaan penanggulangan pandemi COVID-19 (Syahputri, 2021).

Fokus Penelitian

Deskripsi Fokus Penelitian

Interaksi pada tahap ini antara pemerintah daerah dan DPRD yaitu merumuskan rencana prioritas dan. Pembahasan PPAS dilakukan oleh tim anggaran pemerintah daerah dan badan anggaran DPRD untuk menyepakati prioritas dan pagu anggaran (PPA). Posisi DPRD yang kurang kondusif pada akhirnya memberikan peluang bagi pemerintah daerah untuk menerapkan cara-cara kooperatif dalam berbagi informasi.

Posisi DPRD kurang menguntungkan. Hal ini pada akhirnya memberikan peluang bagi pemerintah daerah untuk menerapkan cara kooptasi dan sebaliknya akomodasi yang dilakukan oleh badan anggaran DPRD bersifat memaksa. Kerja sama yang dilakukan pemerintah daerah terhadap DPRD dan dewan anggaran DPRD bisa saja terjadi karena kurang mampunya Banggar DPRD bekerja mempertajam secara maksimal program-program yang diajukan oleh eksekutif dalam perumusan kebijakan refocusing anggaran. Berdasarkan hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa penguasaan informasi yang dimiliki Pemerintah Daerah mendominasi proses refocusing APBD Kabupaten Gowa dalam interaksi dengan DPRD.

Posisi DPRD yang kurang menguntungkan pada akhirnya memberikan peluang bagi pemerintah daerah untuk menerapkan cara kooptasi dan sebaliknya akomodasi yang dilakukan oleh Banggar DPRD bersifat memaksa. Kerja sama yang dilakukan pemerintah daerah DPRD dan Banggar DPRD dapat terjadi karena kurang mampunya Banggar DPRD bekerja mengintensifkan secara maksimal program-program yang diusulkan oleh eksekutif dalam perumusan kebijakan refocusing anggaran. Pemerintah daerah yang kreatif akan menghasilkan skenario pemulihan yang efektif (tepat sasaran, mencapai capaian terukur dan relevan dengan kondisi pandemi).

Interaksi antara pemerintah daerah dan DPRD dalam kebijakan restrukturisasi dilihat dari kerangka proses yang sedang berjalan menunjukkan adanya proses kerjasama dan persetujuan yang dilakukan oleh pemerintah daerah dan sebaliknya dilakukan oleh badan anggaran DPRD. . Posisi DPRD yang tidak kondusif pada akhirnya membiarkan pemerintah daerah menerapkan cara kooperatif, dan sebaliknya penyesuaian yang dilakukan badan anggaran DPRD bersifat memaksa. Umumnya, jika menyangkut usulan program yang ditawarkan oleh pemerintah daerah, hal ini tidak terjadi.

Interaksi antara pemerintah daerah dan DPRD dalam kebijakan perumusan refocusing anggaran pada masa pandemi di Kabupaten Gowa terlihat dari kerjasama perumusan kebijakan refocusing yang termasuk dalam kategori keputusan terprogram karena perumusan tersebut bersifat juga berdasarkan Instruksi Presiden nomor 4 Tahun 2020 tentang refocusing yang diatur dan disesuaikan dengan visi dan misi Kabupaten Gowa. Dan perdebatan aktor-aktor yang bertentangan dalam kebijakan refocusing anggaran sangat didominasi oleh pemerintah daerah pada permasalahan anggaran atau nilai nominal yang disajikan. Faktor yang mempengaruhi interaksi pemerintah daerah dengan DPRD dalam kebijakan penyusunan refocus anggaran pada masa pandemi di Kabupaten Gowa, Faktor Pendukung yaitu adanya dukungan pemerintah.

METODE PENELITIAN

Jenis dan Tipe Penelitian

Jenis penelitian ini menjelaskan prosedur investigasi yang menggunakan data deskriptif berupa kata-kata, kata-kata tertulis dan lisan dari pelaku yang dapat diamati. Jenis penelitian yang digunakan adalah fenomenologi, yaitu penelitian yang dilakukan melalui pemaparan dan pengalaman para informan dengan didukung oleh data kualitatif, dimana peneliti berusaha mengungkapkan fakta-fakta tertentu dan memberikan pandangan objektif terhadap keadaan dan permasalahan yang dihadapinya.

Sumber Data

Informan Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Studi kepustakaan adalah pengumpulan data yang diperoleh melalui buku-buku ilmiah, tulisan, artikel ilmiah yang berkaitan dengan penelitian.

Teknik Analisis Data

Secara skematis, proses dan mekanisme interaksi antara pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Gowa dalam penyusunan KUA dan PPA secara umum tidak lepas dari mekanisme APBD yang berlaku di Kota Makassar sesuai peraturan yang berlaku. Bentuk interaksi yang terpenting adalah kerjasama antara pemerintah daerah dan DPRD sebagai upaya bersama untuk mencapai tujuan bersama. Terbatasnya penguasaan sumber daya Banggar DPRD untuk mendukung penggunaan kewenangannya mendorong lembaga politik lokal mengakomodasi tawaran pemerintah daerah sebagaimana tertuang dalam rumusan kebijakan baru.

Dalam penyusunan Prioritas dan Pagu Anggaran Sementara, peran pemerintah daerah lebih besar dalam penjabaran Kebijakan Umum Anggaran yang telah disepakati bersama dengan DZHRB. “DPPD tidak melibatkan DPRD dalam penyusunan PPAS karena itu bagian tugas kami atau tugas pemerintah daerah.” (Hasil wawancara dengan SU pada 27 Desember 2021). Bentuk asimilasi yang disebutkan dalam penelitian ini adalah proses sosial pada tingkat lanjut yang ditandai dengan upaya untuk mengurangi perbedaan-perbedaan yang ada antara pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Gowa dalam perumusan refocusing anggaran dan juga mencakup upaya untuk melakukan refocusing anggaran. meningkatkan kesatuan tindakan, sikap dan proses proses mental dengan memperhatikan kepentingan dan tujuan bersama.

Kontroversi jenis ini muncul antara bentuk persaingan dan konflik atau perselisihan, yang ditandai dengan sikap atau perilaku permusuhan tersembunyi terhadap individu atau kelompok. namun tidak menimbulkan konflik, atau kalaupun terjadi cenderung tertutup. Yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pemerintah daerah dan DPRD kabupaten Gowa dalam implementasi kebijakan penyusunan restrukturisasi anggaran pada masa pandemi di kabupaten Gowa. Selain itu, interaksi antara pemerintah daerah dan DPRD pada tahap pembahasan RAPBD juga menunjukkan adanya perbedaan persepsi yang tajam di kalangan DPRD, yang tentunya menghambat kinerja Banggar. Perdebatan mengenai kebijakan realignment anggaran antara DPRD dan pemerintah Kabupaten Gowa menunjukkan bahwa dalam pembahasan tersebut terdapat kontradiksi yang sangat nyata mengenai kepentingan berbagai aktor. misalnya. diakomodasinya program-program yang ditawarkan pemerintah daerah sesuai dengan hasil reses anggota dewan).

Secara umum, usulan program yang ditawarkan oleh pemerintah daerah tidak terlalu dibahas di kalangan aktor yang berkepentingan. Namun setelah masuk pada area angka yang ditawarkan, anggota dewan yang terkait dengan permasalahan APBD lebih dominan” (Hasil wawancara dengan SU pada 27 Desember 2021). Pandemi COVID-19 memerlukan tindakan yang tepat dan terukur dari pemerintah daerah di seluruh Indonesia, termasuk dari sudut pandang keuangan.

Kesamaan esensi antara lembaga filantropi dan pemerintah daerah dalam konteks jaring pengaman sosial menjadi alasan dibangunnya jaringan kemitraan. Bentuk asimilasi yang disebutkan dalam penelitian ini adalah proses sosial pada tingkat lanjut yang ditandai dengan upaya untuk mengurangi perbedaan-perbedaan yang ada antara pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Gowa dalam perumusan refocusing anggaran dan juga mencakup upaya untuk melakukan refocusing anggaran. meningkatkan kesatuan tindakan, sikap dan proses proses mental dengan memperhatikan kepentingan dan tujuan bersama. Dalam melaksanakan kebijakan pengelolaan anggaran Pemerintah Daerah harus mengacu pada keputusan atau peraturan Pemerintah Pusat.

Gambar 4.1 : Peta Administrasi Kabupaten Gowa
Gambar 4.1 : Peta Administrasi Kabupaten Gowa

Keabsahan Data

Gambar

Tabel 2.1. Penelitian Terdahulu
Gambar 2  Kerangka Pikir  D.  Fokus Penelitian
Tabel 3.1.  Daftar Informan
Gambar 4.1 : Peta Administrasi Kabupaten Gowa
+6

Referensi

Dokumen terkait

Faktor Pendukung Adapun beberapa faktor pendukung dalam penerapan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian di Badan Kepegawaian Daerah, Pendidikan dan Pelatihan Kota