• Tidak ada hasil yang ditemukan

internalisasi nilai–nilai keislaman dalam

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "internalisasi nilai–nilai keislaman dalam"

Copied!
100
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pendidikan agama Islam merupakan suatu sistem yang didalamnya terdapat beberapa komponen yang saling berhubungan. Untuk memudahkan internalisasi nilai-nilai Islam pada diri siswa, maka internalisasi tersebut dapat dilakukan dalam proses pembelajaran agama Islam.

Fokus Penelitian

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Definisi Istilah

Untuk mendeskripsikan hasil internalisasi nilai-nilai Islam pada Pendidikan Agama Islam di SMAN 2 Jember. Internalisasi nilai-nilai Islam dalam proses pembelajaran pendidikan agama Islam adalah proses pemahaman atau pendalaman pengendalian diri dan penentuan tingkah laku manusia yang sesuai dengan ajaran Islam dalam proses belajar mengajar antara pendidik dan peserta didik pada mata pelajaran agama yaitu pendidikan agama Islam.

Sistematika Pembahasan

Pembelajaran pendidikan agama Islam berarti proses pengembangan akhlak keagamaan, aktivitas dan kreatifitas peserta didik melalui bimbingan dan pemahaman terhadap ajaran agama Islam. Pendidikan agama Islam merupakan salah satu mata pelajaran agama di lembaga formal yang memuat ajaran Islam baik yang terkandung dalam Al-Qur’an maupun hadis. Pendidikan agama Islam adalah pendidikan yang mengajarkan, memperkenalkan dan membekali peserta didik dengan pemahaman tentang ajaran agama Islam. dan biarkan itu menjadi cara hidup.

KAJIAN KEPUSTAKAAN

Penelitian Terdahulu

Internalisasi nilai-nilai agama Islam dalam pengembangan mental melalui pembiasaan dan keteladanan yang dilakukan guru di Madresah Stanawiyah Negeri Lumajang pada tahun ajaran. 14 Mohamad Rosyid. Internalisasi nilai-nilai agama Islam dalam pengembangan mental melalui pembiasaan dan keteladanan yang dilakukan guru di Madresah Stanawiyah Negeri Lumajang Tahun Pelajaran 2013/2014.

Kajian Teori

  • Internalisasi nilai-nilai keislaman
  • Pembelajaran pendidikan agama Islam

Penelitian ini akan mendeskripsikan penyajian data berupa gambaran internalisasi nilai-nilai Islam dalam proses pembelajaran pendidikan agama Islam di SMA Negeri 2 Jember. Implementasi internalisasi nilai-nilai Islam yang dilihat peneliti dalam proses pembelajaran pendidikan agama Islam di SMA Negeri 2 Jember. Perencanaan Internalisasi Nilai-Nilai Islami Dalam Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 2 Jember.

Implementasi Internalisasi Nilai-Nilai Islami Dalam Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 2 Jember. Evaluasi internalisasi nilai-nilai Islam dalam proses pembelajaran pendidikan agama Islam di SMA Negeri 2 Jember. Guru PAI SMA Negeri 2 Jember melakukan evaluasi internalisasi nilai-nilai Islam dalam proses pendidikan agama Islam melalui tes lisan dan tertulis.

Evaluasi internalisasi nilai-nilai Islam dalam proses pembelajaran PAI di SMA Negeri 2 Jember tahun ajaran ini. Bagaimana perencanaan internalisasi nilai-nilai Islam dalam proses pembelajaran pendidikan agama Islam di SMA Negeri 2 Jember tahun ajaran 2015/2016.

METODE PENELITIAN

Pendekatan dan Jenis Penelitian

Penelitian kualitatif bertujuan untuk memahami fenomena sosial dari sudut pandang atau sudut pandang partisipan. Partisipan adalah orang-orang yang diwawancarai, diamati, diminta memberikan data, pendapat, pemikiran dan persepsi. Pendekatan penelitian merupakan suatu keharusan dalam suatu penelitian karena hal ini akan mempengaruhi untuk menentukan data. metode pengumpulan dan analisis berdasarkan temuan penelitian. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian lapangan dengan tipe fenomenologis.Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan karena penelitian yang akan dilakukan berupaya mendeskripsikan internalisasi nilai-nilai Islam dan proses pembelajaran di SMA Negeri 2 Jember. Sedangkan penelitian lapangan digunakan karena penelitian yang dilakukan dilakukan di lapangan, bukan berdasarkan cerita atau teori.

Lokasi Penelitian

Dan juga SMAN 2 Jember menjadi sekolah dasar pertama yang mendapat predikat sekolah kebudayaan islam nasional peringkat 2. Penelitian ini dilakukan atas dasar rasa ingin tahu dan ingin meniru jejak pihak sekolah, sehingga memberikan gambaran kepada peneliti untuk tidak menganggap bahwa sekolah negeri adalah sekolah yang kurang memiliki pendidikan agama Islam, dan mengajak peneliti untuk lebih memahami pentingnya menanamkan pendidikan agama Islam pada warga sekolah. .

Subyek Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Menerapkan internalisasi nilai-nilai Islam dalam pengajaran PAI yaitu menyanyikan Asma'ul Husna dan membaca surah pendek Al-Qur'an sebelum pembelajaran dimulai, membiasakan jujur ​​dalam kegiatan pembelajaran, menggunakan hijab dan bernyanyi pada masa agama Islam. Jam mengajar, di luar jam tersebut jilbab dan jilbab dapat dilepas, penggunaan metode pengajaran, media, sumber dan penilaian yang mendukung kegiatan pembelajaran agama Islam di kelas. Penilaian perolehan nilai-nilai Islam pada pembelajaran PAI dilakukan dengan memberikan penilaian sebelum dan sesudah dimulainya pembelajaran dengan pembiasaan jujur ​​tanpa mencontoh materi yang telah diajarkan sebelumnya. Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data jika peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk mengetahui permasalahan yang perlu diteliti, dan juga jika peneliti ingin mengetahui sesuatu dari responden secara lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit. .55 Berdasarkan prosedurnya, wawancara atau wawancara terdiri dari tiga jenis yaitu: wawancara bebas, wawancara terpimpin, dan wawancara terpimpin gratis. 56 Jenis wawancara yang digunakan peneliti adalah wawancara bebas terpimpin. Wawancara bebas terpimpin merupakan gabungan antara wawancara bebas dan terpimpin.

Dalam melaksanakan pembelajaran: menyediakan bahan, sumber, metode dan media pembelajaran yang mengandung nilai-nilai Islam. Dokumen perangkat pembelajaran yaitu perencanaan pembelajaran PAI, pelaksanaan pembelajaran PAI dan evaluasi pembelajaran PAI. Dokumen Foto kegiatan internalisasi nilai-nilai Islam pada siswa dalam kegiatan di dalam kelas dan di luar kelas.

Analisis Data

Setelah data direduksi, langkah selanjutnya adalah menampilkan data.Dalam penelitian kualitatif, penyajian data dapat berupa uraian singkat, diagram, hubungan antar kategori, flowchart dan sejenisnya.Dalam hal ini Miles dan Huberman menyatakan yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian. Kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif.60. Kesimpulan awal yang diambil masih bersifat sementara dan akan berubah apabila tidak ditemukan bukti pendukung yang kuat pada tahap pengumpulan data berikutnya. Namun apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten pada saat peneliti kembali ke lapangan untuk mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan tersebut merupakan kesimpulan yang kredibel.61.

Keabsahan Data

Strategi dalam triangulasi metodologi ada dua, yaitu: pengecekan tingkat kepercayaan terhadap temuan hasil penelitian dari beberapa teknik pengumpulan data dan pengecekan tingkat kepercayaan beberapa sumber data dengan menggunakan metode yang sama.

Tahap-Tahap Penelitian

Dari situlah saya mulai melakukan internalisasi nilai-nilai Islam di kalangan siswa SMA Negeri 2 Jember dalam proses pembelajaran PAI.”71. Dari berbagai pendapat yang dikemukakan para informan dan dihasilkan dari wawancara dan observasi di lapangan mengenai pelaksanaan internalisasi nilai-nilai Islam. nilai-nilai dalam proses pembelajaran pendidikan agama Islam di SMA Negeri 2 Jember Berdasarkan data yang diperoleh peneliti, maka pembahasan kali ini akan mengungkap internalisasi nilai-nilai Islam dalam proses pembelajaran pendidikan agama Islam di SMA Negeri 2 Jember.

Dari beberapa langkah penyusunan RPP, guru pendidikan agama Islam SMA Negeri 2 Jember juga menerapkannya. Implementasi internalisasi nilai-nilai Islam yang digunakan guru PAI dalam proses pembelajaran pendidikan agama Islam di SMA Negeri 2 Jember adalah dengan melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada kurikulum yang digunakan. Saat melaksanakan pembelajaran pendidikan agama Islam di SMA Negeri 2 Jember, model pembelajarannya berpusat pada siswa dan guru PAI melakukan emansipasi siswa.

Evaluasi internalisasi nilai-nilai Islam yang digunakan guru PAI dalam proses pembelajaran pendidikan agama Islam di SMA Negeri 2 Jember bertujuan untuk memantau keberhasilan guru dalam menjelaskan dan memberikan pengetahuan nilai-nilai Islam yang mendalam. Perencanaan internalisasi nilai-nilai Islam dalam proses pembelajaran PAI di SMA Negeri 2 Jember pada tahun ajaran, termasuk menyusun silabus pembelajaran dan RPP pembelajaran pendidikan agama Islam.

ANALISIS DATA

Gambaran Obyek Penelitian

Penyajian Data dan Analisis

Dari beberapa pendapat yang telah diungkapkan oleh para informan dan merupakan hasil wawancara dan observasi di lapangan mengenai perencanaan internalisasi nilai-nilai Islam dalam proses pengajaran pendidikan agama Islam di SMA Negeri 2 Jember, dapat dipahami bahwa dalam proses pengajaran Anda harus memiliki rencana A. Jadi siswa tidak hanya belajar melalui teori saja, tetapi juga praktik langsung dalam penerapannya.” 84 Menurut Pak. Abdus Syukur sebagai guru pendidikan agama Islam di SMA Negeri 2 Jember. Penilaian tersebut digunakan untuk memperoleh data tingkat keberhasilan siswa dalam belajar dan keberhasilan pendidik dalam mengajar.Di sini guru mengetahui keberhasilannya dalam memberikan nilai-nilai Islam kepada siswa dalam proses pembelajaran pendidikan agama Islam di SMA Negeri 2 Jember .

Senada dengan Pak Abdus Syukur, ujar Pak Hafi Ansori selaku guru agama Islam di SMA Negeri 2 Jember. Dari beberapa pendapat yang dikemukakan informan dan merupakan hasil wawancara dan observasi di lapangan mengenai evaluasi internalisasi nilai-nilai Islam dalam proses pembelajaran pendidikan agama Islam di SMA Negeri 2 Jember, dapat dipahami bahwa evaluasi pembelajaran di SMA Negeri 2 Jember menggunakan dua jenis evaluasi pembelajaran, yaitu evaluasi formatif dan evaluasi sumatif. Dalam melakukan evaluasi, guru PAI SMA Negeri 2 Jember memperhatikan tiga aspek, yaitu aspek kognitif (pengetahuan), afektif (sikap), psikomotor (praktik) siswa.

Pembahasan Temuan

Guru di SMA Negeri 2 Jember mempersiapkan dan mengembangkan kurikulum sesuai dengan peraturan kurikulum yang berlaku dan juga menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Proses pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Islam di SMA Negeri 2 Jember berjalan sesuai dengan peraturan Permendikbud 81 A Tahun 2013, yang dalam pelaksanaannya menjalankan prinsip-prinsip pelaksanaan pembelajaran yang tercantum di atas. Agar pembelajaran efektif terlaksana, guru pendidikan agama Islam di SMA Negeri 2 Jember melaksanakan pembelajaran dengan memenuhi beberapa hal di atas seperti: Bahan ajar dibuat setiap hari.

Namun dari beberapa metode yang digunakan guru PAI paling sering menggunakan metode ceramah, karena metode ini dirasa lebih mudah dalam menyampaikan beberapa ajaran agama Islam.Metode ceramah ekonomis dan efektif untuk menyampaikan informasi dan pemahaman.110 Jadi, dengan Dengan metode ini guru PAI dapat dengan mudah memperoleh nilai-nilai keislaman dalam proses pembelajaran pendidikan agama Islam di SMA Negeri 2 Jember. Implementasi perolehan nilai-nilai Islam dalam proses pengajaran PAI di SMA Negeri 2 Jember pada tahun ajaran yang meliputi pemilihan bahan ajar, pemilihan metode pembelajaran yang interaktif dan beragam serta mengandung internalisasi nilai-nilai Islam , pemilihan media dan sumber pembelajaran yang sesuai dengan materi yang diajarkan dan kondisi sekolah serta mencakup internalisasi nilai-nilai Islam. Setelah melakukan penelitian yang akhirnya dituangkan dalam bentuk tesis, pada akhir tulisan ini kami selaku penulis ingin memberikan beberapa saran yang dapat dijadikan bahan pertimbangan lebih lanjut dalam rangka mengembangkan internalitas nilai-nilai Islam. dalam proses pengajaran PAI di SMA Negeri 2 Jember pada tahun ajaran dan pada umumnya di seluruh lembaga pendidikan.

PENUTUP

Kesimpulan

Saran-saran

Diharapkan kepala sekolah dapat memberikan fasilitas yang lebih menunjang untuk meningkatkan minat belajar siswa sehingga siswa dapat nyaman melakukan kegiatan keislaman. Diharapkan kepada para guru untuk senantiasa dan senantiasa memikirkan pelaksanaan internalisasi nilai-nilai Islam di sekolah.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan latar belakang tersebut penelitian ini bertujuan untuk memahami Peran Ranting Aisyiyah dalam Internalisasi Nilai-nilai Kemuhammadiyahan di Karangasem

Nilai Tauhid pada Kisah Nabi Ibrahim AS di dalam al- Qur‟an. Pada

Dapat disimpulkan bahwa cara yang dilakukan guru dalam pembiasaan membaca surah pendek dan artinya dalam mengenalkan pendidikan Agama Islam pada anak usia 5-6 tahun di

Pada pembelajaran yang menekankan kepada kemampuan membaca surah-surah pendek, sebagian siswa belum dapat membaca ayat-ayat Alquran yang tersusun dalam bentuk

Penulis memahami isi kandungan dalam Hadist atau sering disebut dengan teknik library reseach sebagai teknik dalam pengumpulan data-datanya, mengkaji surah

Upaya-upaya guru dalam meningkatkan kemampuan membaca dan menulis surah-surah pendek melalui pembelajaran BTQ di Madrasah Ibtidaiyah Irsyadul Salam , terlebih

Pendidikan agama Islam adalah suatu usaha menanamkan akhlak yang mulia didalam jiwa anak dalam masa pertumbuhan dan menyiraminya dengan air petunjuk nasehat sehingga akhlak

KOMPONEN INTI Capaian Pembelajaran Fase C Pada akhir Fase C, pada elemen Al-Qur’an Hadits peserta didik mampu membaca, menghafal, menulis, dan memahami pesan pokok surah-surah pendek