NAMA : Shindy Ruth Veronica NIM : 17.04.11.6751
GRUP/SMESTER: B/VII MATA KULIAH : Missiologi
Inti dari Amanat Agung Didalam amanat agung ada 4 kata kerja yaitu:
Dalam bahasa aslinya, satu kata kerja inti (utama) dalam amanat agung ini
πορευθέντες ( adverbal participle ) : (Partisip aorsit deponet nominatif maskulin orang kedua jamak) dari kata πορεύομαι.
μαθητεύσατε : ( Imperatif aorisit aktif orang kedua jamak dari kata μαθητεύω βαπτίζοντες( adverbal participle ) : (Partisip present aktif nominatif maskulin orang kedua jamak) dari kata βαπτίζω
διδάσκοντες ( adverbal participle ) : present aktif nominatif maskulin orang kedua jamak) dari kata διδάσκω .
Amanat agung merupakan perintah untuk menjadikan semua bangsa murid-Nya dengan cara pergi, membaptis, dan mengajar. Banyak sekali dalam kehidupan ini sudah menjadi orang Kristen tetapi belum sungguh sungguh menjadi murid Tuhan (Yoh 8:31). Inilah salah satu perhatian kita sebagai gereja . banyak jemaat Tuhan dan bahkan bnayak juga orang Kirsten tidak beribadah di gereja. Itula sebabnya Amanat Agung tidak hanya mengijil keluar tetapi juga menjangkau kedalam lingkaran kristen sendidri untuk membawa orang-orang Kristen supaya hidup sebagai murid-muridNya. Ketika kekristenan menjadi gaya hidup melainkan sebagi gedung gedung gereja hidup jemaatnya tidak sungguh-sungguh menjadi hamba Tuhan .
Ajaralah merreka Baptislah
mereka Jadikalah semua bangsa jadi
muridKu Pergilah
Amanat Agung Bukan Kristtenisasi Matius 28:16-20
Amanat Agung Yesus ditafsirkan sebagian orang sebagai usaha Kristenisasi sebagai usaha peluasan gereja dimana yang dihitung adalah jumlah anggota gereja. Seringkali ayat ini yang menjadi satu satunya tafsir atas kata alkitab yang sudah kita baca tadi. Dan tafsir yang menyatakan bahawa amanata agung ini sama dengan Kristenisasi itu adalah tasir yang melepaskan teks dari pasal-pasal sebelumnya.
Ayat ini tidak bisa lepas dari konteks sebelumya, karena kitab matius sengaja memberi kata kunci pada yang mengingatkan kita pada peristiwa atau konteks sebelumnya, yaitu :
1. Kotbah Tuhan Yesus dibukit
2. Kuasa Yesus, pada saat mengutuskan murid murid-Nya yang terdapat dalam pasal 10
3. Peristiwa Baptisan didalam peristiwa baptisan Yohannes dimana kita bisa membacanya dalam Matius pasal 3.
4. Kita diingatkan kembali ketika Yesus mengatakan “Aku menyertai kamu senantiasa” jadi menyertai disini persis dengan kata kata yang ada Matius pasal 1 yaitu “Immanuel” yang artinya “Allah menyertai kita”.
Ketika kita membaca Matius 28 :16-20 ini hendaklah jangan melepaskan pasal-pasal sebelumya karena jikalau kita melepaskannya maka perintah yang tadi “Pergilah, jadikanlah semua bangsa jadi muridku, baptislah dan ajarlah” ini akan menjadi isi dari amanat agung sendiri. Tetapi jikalau kita mengaitkan dari ayat sebelumnya maka keempat inilah perintah-Nya, sedangkqn isinya itu ialah pasal-pasal sebelumya seperti kotbah dibukit , peritah kasih-Nya dan masih banayak lagi. Semua yang dilakukan Yesus kitab Matius itu semua termasuk isi dari amanat agung Yesus ini.
Kata pasilea , dalam injil Matius ini kita temukan sebanyak 50 kali, pasilea artinya “ Kerajaan Sorgawi”.
Jadi kita jangan pernah menafsir ayat alkitab ini menjadi Gereja sentris. Dengan kita memehami bahwa Yesus itu Raja, Guru, dan juga Hamba. Di kitab Matius ini kita melihat bahwa jalan kehambaan itu seperti apa yang dijalani Yesus didalam kitab Matius ini. Bagaimana Yesus melayani orang-orang yang dianggap samapah masyarakat , hina, orang-orang yang berdosa justru Yesus datang kepada mereka bukan kepad orang-orang yang baik.
Jadi inti dari amanat agung ini adalah Kasihanilah Tuhan Allah mu dan kasihilah sesama mu manusia.
Yang paling radikal dalam Matius ini bahwa kasih kepada sesama manusia dapat diartikan dua hal : 1. Mengasihi musuh-musuh kita
2. Mengasihi orang-orang yang lemah seperti orang yang tidak punya tempat tinggal, tidak makan dan lain sebagainya .
Jika kita dapat mengasihi seperti itu berarti kasih kita itu adalah kasih tanpa syarat, tanpa pamrih, dimana orang yang kita beri tidak bisa mengembalikan atau membayar hal yang kita lakukan kepadanya.
Empat perintah dalam Amanat Agung ini yaitu : 1. Pergilah...
Dalam bahsa aslinya πορευθέντες dalam bentuk Participle. Dalam bentuk participle bisa diartikan sebagai memerintah atau tidak. Kata pergilah dalam konteks ayat ini janganlah kita artikan dalam perintah karena para Rasul dari catatan Historis mereka tidak ada yang pergi keluar daerah Yerusalem tetapi mereka tetap tinggal di Yerusalem.
2. Muridkanlah ...
Jalan hamba yang menderita itulah yang kita lakukan. Sebagimana Yesus lakukan sebagi hamba yang melayani dengan kasih tanpa pamrih . kasih yang diajarkan oleh Yesus inilah kita sebarkan keseluruh dunia .
3. Baptislah...
Peristiwa sewaktu Yesus dibaptis oleh Yohannes Pembaptis (Matius 3). Dari amanat agung ini , baptis disini adalah suatu undangab masuk kedalam jalan kehambaan atau panggilan dan setalah kita dibaptis kita harus bersikap rendah hati selalu.
4. Ajarlah ....
Dalam proses pembatis itu adalah proses belajar menghayati jalan kehambaan itu. Setelah kita belajar untuk menjaddi hamba atau bagaimana pemenuhan panggilan barulah kita untuk mengajar
kepada semua orang yang percaya dan mau ikut menjadi hamba. Dalam konteks Amanat Agung Kuasa Yesus itu namapak didalam perkataan dan juga dalam perbuatan kita.
Inilah misi Allah yang paling besar yang dinyatakan dalam kehidupan sehari hari. Amanat agung yang demikianlah yang Yesus nyatakan dan itu bukanlah sama sekali kristenisasi , karna jikalau Kristenisasi ada aturan yang harus kita penuhi, ada syarat juga, dan kasihnya pamrih, kasihnya bersyarat akan tetapi amanat agung ini adalah kasihnya seperti kasih yang Yesus ajarkan itulah yang kita lakukan dan terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari .