• Tidak ada hasil yang ditemukan

Investasi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Investasi"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

INVESTASI

[email protected] www.pkk.uma.ac.id

pkk_uma

PERTEMUAN 13

Cara Untuk Mengembangkan Bisnis di Sektor

Keuangan dan Pembiayaan

(2)

[email protected] www.pkk.uma.ac.id pkk_uma

Step I : Sudah mengisi absen waktunya cuma 10 menit sejak jam perkuliahan dimulai.

Step II : Sudah membaca materi yang telah dibagi di e-learning.

Step III : Berdoa bareng-bareng.

SEBELUM

PERKULIAHAN

KITA MULAI!

(3)

[email protected] www.pkk.uma.ac.id pkk_uma

Pengertian Investasi Fungsi Investasi

Tujuan Investasi

Jenis-jenis Investasi Manfaat Investasi

Faktor Yang Mempengaruhi Investasi Bentuk Bentuk Investasi

Macam-Macam Investasi

Faktor-Faktor Penentu Keberhasilan Investasi

Resiko Investasi 1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

PRESENTATION

OVERVIEW

(4)

[email protected] www.pkk.uma.ac.id pkk_uma

PENGERTIAN INVESTASI

1.

Menurut seorang ahli Downes dan Goodman, investasi adalah investasi keuangan dimana seorang investor

menanamkan uangnya dalam bentuk usaha dalam waktu tertentu dari setiap orang yang ingin memperoleh laba dari keberhasilan pekerjaannya

Tandellin (2001) investasi merupakan komitmen atas sejumlah dana atau sumber dana yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa yang akan datang. Tujuan seseorang berinvestasi yaitu untuk meningkatkan nilai utility total dari suatu

produk.

Dari kedua pendapat para hali diatas, kita dapat sepakati bahwa arti investasi adalah keputusan yang dibuat oleh pemilik modal (investor) untuk menanamkan modalnya (investasi) pada waktu yang ditentukan dengan harapan di masa mendatang akan menghasilkan sebuah

peningkatan berupa valuasi modal maupun laba dari dana yang di investasikan baik dalam bentuk pekerjaan,

produksi, dan kegiatan lainnya yang menguntungkan

Pengertian Menurut Ahli

(5)

[email protected] www.pkk.uma.ac.id pkk_uma

pengeluaran-pengeluaran untuk membeli

barang modal dan sebuah peralatan produksi yang  bertujuan untuk mengganti dan

menambah suatu barang-barang modal dalam suatu perekonomian yang akan

digunakan untuk memproduksi barang dan jasa di masa depan. (sudono, 2000).

Fungsi Investasi yang kedua yaitu kurva yang menunjukkan sebuah hubungan antara

tingkat investasi dan tingkat pendapatan nasional.

2. FUNGSI

INVESTASI

(6)

[email protected] www.pkk.uma.ac.id pkk_uma

3. FUNGSI

INVESTASI

Untuk mendapatkan sebuah pendapatan yang tetap dalam setiap periode, yaitu antara lain

seperti bunga, royalti, deviden, atau uang sewa dan lain sebagainya.

Untuk membentuk suatu dana khusus, misalnya dana untuk suatu kepentingan ekspansi,

kepentingan sosial.

Untuk mengontrol atau mengendalikan suatu perusahaan lain, melalui pemilikan sebagian ekuitas suatu perusahaan tersebut.

Untuk menjamin tersedianya sebuah bahan baku dan untuk mendapatkan pasar untuk produk yang dihasilkan.

Untuk mengurangi persaingan di antara sebuah perusahaan-perusahaan yang sejenis.

Untuk menjaga hubungan antar perusahaan.

Tujuan investasi dapat kita pahami sebagai berikut :

(7)

[email protected] www.pkk.uma.ac.id pkk_uma

4. JENIS-JENIS INVESTASI

Real aset yaitu investasi yang berwujud seperti gedung- gedung, kendaraan dan lain-lain

Financial Aset

Financial aset yaitu dokumen (surat-surat) klaim tidak

langsung dari pemegangnya terhadap sebuah aktivitas riil pihak yang menerbitkan sekuritas tersebut

A. Jenis investasi yang berdasarkan asetnya

yaitu penggolongan investasi dari segi aspek modal atau kekayaan. Investasi berdasarkan asetnya terbagi lagi

menjadi dua jenis, yaitu sebagai berikut

Real Aset

(8)

[email protected] www.pkk.uma.ac.id pkk_uma

B. Jenis Investasi

berdasarkan Pengaruhnya

Jenis investasi menurut pengaruhnya

yaitu investasi yang didasarkan pada suatu faktor- faktor yang memengaruhi atau tidak berpengaruh dari suatu kegiatan investasi

Investasi Autonomus

yaitu investasi yang tidak dipengaruhi pada tingkat pendapatan, yang sifatnya spekulatif.

Contohnya seperti pembelian surat-surat berharga

yaitu investasi yang dipengaruhi oleh kenaikan permintaan akan barang dan jasa dan dalam tingkat pendapatan. Contoh investasi ini yaitu penghasilan transitori, yakni suatu penghasilan yang diperoleh selain dari bekerja, seperti bunga dan sebagainya

Investasi Induced

(9)

[email protected] www.pkk.uma.ac.id pkk_uma

C. Jenis Investasi

berdasarkan Sumber Pembiayaannya

Jenis investasi berdasarkan sumber pembiayaannya ini merupakan investasi yang

didasarkan pada sebuah asal-usul investasi yang diperoleh. Jenis

investasi ini bisa dibagi lagi menjadi dua macam, yakni investasi yang

bersumber dari modal asing dan

investasi yang bersumber dari

modal dalam negeri

(10)

[email protected] www.pkk.uma.ac.id pkk_uma

D. Jenis Investasi

berdasarkan bentuknya

Jenis investasi yang berdasarkan

bentuknya merupakan investasi yang

didasarkan pada suatu cara menanamkan investasinya

yaitu dilakukan melalui pasar modal dengan instrumen surat berharga, contohnya

seperti pada saham dan obligasi

yaitu bentuk investasi yang dilakukan dengan membangun, membeli total, atau mengakuisi sebuah perusahaan

Investasi Portopolio

Investasi langsung

(11)

[email protected] www.pkk.uma.ac.id pkk_uma

E. MANFAAT INVESTASI

Dengan manfaat yang begitu banyak, tentu perlu dan mesti kita pertimbangkan sebelum akhirnya kita

menginvestasikan dana kita, karena disamping manfaat yang banyak juga terdapat resiko yang perlu kita

pertimbangkan

Bisa menjadi Potensi penghasilan jangka panjang Bisa Mengungguli inflasi

Bisa memberikan sebuah penghasilan yang tetap

Dapat menyesuaikan dengan suatu perubahan kebutuhan Dapat berinvestasi sesuai dengan suatu keadaan

keuangan kita

Manfaat investasi antara lain :

(12)

[email protected] www.pkk.uma.ac.id pkk_uma

PERTANYAAN YANG SERING MUNCUL PADA SAAT INGIN BERINVESTASI

Untuk kehidupan yang lebih layak di masa datang.

Mengurangi tekanan inflasi.

Dorongan untuk menghemat pajak.

Jawab:

Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa datang.Tujuan investasi:

1.

2.

3.

Jelaskan pengertian investasi dan tujuan seseorang melakukan investasi!

Jawab:

Dasar keputusan investasi terdiri dari tingkat return harapan, tingkat risiko serta

hubungan antara return dan risiko. Return adalah keuntungan yang akan didapatkan oleh seorang investor, dibedakan antara return harapan dan return aktual. Risiko adalah kemungkinan realisasi return aktual lebih rendah dari return minimum yang diharapkan. Hubungan tingkat risiko dan return harapan bersifat searah dan linier.

Artinya semakin besar risiko suatu aset, semakin besar pula return harapan atas aset tersebut, demikian sebaliknya.

Jelaskan secara singkat mengenai dasar-dasar keputusan investasi!

Jawab : Return harapan (expected return) tidak sama dengan return yang terjadi (realized return. Return harapan adalah tingkat return yang diantisipasi investor di masa datang. Sedangkan return aktual/ return yang terjadi adalah tingkat return yang telah diperoleh investor.

Apakah return harapan (expected return) sama dengan return yang terjadi (realized return)? Jelaskan.

Jawab : Investor yang termasuk pada kelompok Risk Averter Adalah investor ini cenderung untuk menghindari risiko dan berinvestasi pada assets yang

memberikan pendapatan tetap seperti deposito, obligasi atau saham yang tergolong blue chips. Investor ini menyadari tidak mengharapkan keuntungan investasi yang optimal. Biasanya kalangan investor mayoritas kalangan

pensiunan dengan keinginan mendapatkan keuntungan walaupun sedikit namun pasti.

Bagaimanakah sikap investor yang risk averse dalam menentukan alternatif investasi yang akan dilakukan?

(13)

F. FAKTOR

YANG MEMPENGARUHI INVESTASI

K A RIR H IT Z JA M A N N O W !! E N TR EP RE N EU RS H IP

(14)

Pengaruh

Nilai Tukar;

Secara teoritis dampak perubahan tingkat / nilai tukar dengan investasi bersifat uncertainty (tidak pasti). Shikawa (1994), mengatakan pengaruh tingkat kurs yang berubah pada investasi dapat langsung lewat beberapa saluran, perubahan kurs tersebut akan berpengaruh pada dua saluran, sisi permintaan dan sisi penawaran domestik. Dalam jangka pendek,

penurunan tingkat nilai tukar akan mengurangi investasi melalui pengaruh negatifnya pada absorbsi domestik atau yang dikenal

dengan expenditure reducing effect. Karena penurunan tingkat kurs ini akan menyebabkan nilai riil aset masyarakat yang disebabkan kenaikan tingkat harga-harga secara umum dan selanjutnya akan menurunkan permintaan domestik masyarakat. Gejala diatas pada tingkat perusahaan akan direspon dengan penurunan pada pengeluaran / alokasi modal pada investasi. Pada sisi penawaran, pengaruh aspek pengalihan pengeluaran (expenditure switching) akan perubahan tingkat kurs pada investasi

relatif tidak menentu. Penurunan nilai tukar mata uang domestik akan menaikkan produk-produk impor yang diukur dengan mata uang

domestik dan dengan demikian akan meningkatkan harga barang-barang yang diperdagangkan / barang-barang ekspor (traded goods) relatif

terhadap barang-barang yang tidak diperdagangkan (non traded goods), sehingga didapatkan kenyataan nilai tukar mata uang domestik akan

mendorong ekspansi investasi pada barang-barang perdagangan tersebut.

(15)

M cD ow ell Dig ita l M ed ia, Inc . | 20 2)

Pengaruh Tingkat Suku Bunga;

Tingkat bunga mempunyai pengaruh yang signifikan pada dorongan untuk berinvestasi. Pada kegiatan produksi,

pengolahan barang-barang modal atau bahan baku produksi memerlukan modal (input) lain untuk menghasilkan output / barang final.

Pengaruh Tingkat Inflasi;

Tingkat inflasi berpengaruh negatif pada tingkat investasi hal ini disebabkan karena tingkat inflasi yang tinggi akan

meningkatkan resiko proyek-proyek investasi dan dalam

jangka panjang inflasi yang tinggi dapat mengurangi rata-rata masa jatuh pinjam modal serta menimbulkan distrosi informasi tentang harga-harga relatif. Disamping itu menurut Greene dan Pillanueva (1991), tingkat inflasi yang tinggi sering dinyatakan sebagai ukuran ketidakstabilan roda ekonomi makro dan suatu ketidakmampuan pemerintah dalam mengendalikan kebijakan ekonomi makro. Di Indonesia kenaikan tingkat inflasi yang

cukup besar biasanya akan diikuti dengan kenaikan tingkat suku bunga perbankan. Dapat dipahami, dalam upayanya menurunkan tingkat  inflasi yang membumbung, pemerintah sering menggunakan kebijakan moneter uang ketat (tigh

money policy). Dengan demikian tingkat inflasi domestik juga berpengaruh pada investasi secara tidak langsung melalui

pengaruhnya pada tingkat bunga domestik.

(16)

Pengaruh Infrastruktur;

Seperti dilakukan banyak negara di dunia, pemerintah mengundang investor guna berpartisipasi menanamkan modalnya di sektor-sektor infrastruktur, seperti jalan tol, sumber energi listrik, sumber daya air, pelabuhan, dan lain-lain. Partisipasi tersebut dapat berupa

pembiayaan dalam mata uang rupiah atau mata uang asing. Melihat perkembangan makro-ekonomi saat ini, terutama memperhatikan kecenderungan penurunan tingkat bunga. Pembangunan kembali infrastruktur tampaknya menjadi satu alternatif pilihan yang dapat diambil oleh pemerintah dalam rangka menanggulangi krisis.

Pembangunan infrastruktur akan menyerap banyak tenaga kerja yang selanjutnya akan berpengaruh pada meningkatnya gairah ekonomi

masyarakat. Dengan infrastruktur yang memadai, efisiensi yang

dicapai oleh dunia usaha akan makin besar dan investasi yang

didapat semakin meningkat.

(17)

N U M BE R O N E M IL LE N IA LS C A RE ER

G. Bentuk-Bentuk Investasi

www.pkk.uma.ac.id

(18)

Investasi tanah diharapkan dengan

bertambahnya populasi dan penggunaan

tanah; harga tanah akan meningkat di masa Investasi pendidikan dengan bertambahnya pengetahuan dan keahlian, diharapkan

pencarian kerja dan pendapatan lebih Investasi

saham diharapkan perusahaan mendapatka n keuntungan dari

hasil kerja atau penelitian.

W W W .PK K.U M A .A C.ID

(19)

H. Macam-Macam

Investasi

(20)

Property;

Untuk properti misalnya, kita bisa lihat bahwa harga dari properti dari tahun ke tahun terus menerus naik, tetapi untuk investasi di bidang ini tidaklah mudah, karena

membutuhkan modal yang cukup besar, dan tentu saja kita harus punya banyak pengetahuan mengenai properti. Kita harus bisa melihat, dimana tempat yang

strategis, dan bagaimana kemungkinan di masa depan, dan juga bagaimana kita harus menjaga properti tersebut, sampai pada saatnya nanti akan kita jual kembali untuk mendapatkan hasilnya.

Emas Batangan;

Kemudian untuk emas, rasa investasi bidang satu ini cukup aman, tetapi keuntungan yang di dapat juga tidak begitu besar, karena perubahan harga emas saat ini relatif kecil, karena perekonomian yang sudah mulai stabil.

Asuransi;

Walaupun hasil yang di dapatkan nantinya mungkin tidak begitu besar dan

memerlukan waktu yang panjang, namun, selama kita memegang polis asuransi, selain kita investasi, kita mempunyai jaminan untuk kalau kalau terjadi sesuatu terhadap

kita. Misalnya, kita sakit, kecelakaan dan sebagainya. Jadi asuransi ini fungsi utama

nya sih sebenarnya untuk perlindungan.

(21)

Saham;

Di saham ini, investasi yang dananya bisa beraneka ragam, tergantung dari kita. Dan dalam investasi saham ini, ada banyak hal yang harus di perhatikan.

Kita bisa untung besar, ataupun rugi besar dalam waktu yang relatif singkat.

Untuk berinvestasi di bidang saham ini kita harus mempunyai kemampuan untuk melakukan analisa terhadap saham, bagaimana keadaan suatu

perusahaan, apakah akan mengalami kerugian, atau perusahaan dapat terus

berjalan semua ini sangat di perlukan untuk Investasi di bidang saham ini.

(22)

I. Faktor-Faktor Penentu Keberhasilan Investasi

W W W .P KK .U M A .A C. ID

(23)

Perkiraan Keadaan Perekonomian; Perkiraan keadaan perekonomian merupaka alasan yang dipertimbangkan oleh investor. Bila dari perkiraan tersebut kondisi

perekonomian menunjukkan kondisi yang lebih baik, investor tentu mau menanamkan modalnya. Selain itu, keamanan

mempengaruhi perekonomian. Jika

keamanan baik investor mau berinvestasi, dan kebalikannya jika keadaan tidak baik investor yidak mau menanamkan modalnya.

Perkembangan Teknologi; Alat-alat produksi mengalami perkembangan teknologi,

misalnya mesin cetak uang yang lama dengan yang modern. Akibatnya, mesin cetak harus diganti dengan yang baru.

Semakin banyak perkembangan teknologi, alat- alat produksi yang lama semakin

tertinggal sehingga investasi pun perlu diperbanyak.

Keuntungan yang Diperoleh

Pengusaha/Perusahaan; Keuntungan bisa mendorong investasi yang lebih banyak.

Jika keuntungan sedikit, investasi

cenderung sedikit karena ketersediaan dana yang hanya bisa diperoleh dar pinjaman yang jumlahnya tentu saja terbatas. Namun, bila keuntungan

perusahaan banyak, ditambah pula dengan pinjaman, tentu investasi juga akan banyak.

Pendapatan Nasional; Pendapatan nasional yang tinggi merupakan  indikasi bahwa pendapatan masyarakat juga tinggi.

pendapatan masyarakat yang tinggi

membuat mereka cenderng mengkonsumsi barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan sehingga keuntungan perusahaan juga

meningkat. Karena keuntungan yang

meningkat perusahaan yang berinvestasi semakin banyak.

w w w .p kk .um a.a c.id

(24)

J. Resiko Investasi

M cD ow ell Dig ita l M ed ia, Inc . | 20 2)

Risiko adalah kemungkinan dari investasi yang di lakukan oleh investor mengalami kegagalan dalam memenuhi tingkat

pengembalian yang investor harapkan.

(25)

Resiko

Investasi

Adapun jenis-jenis resiko yang mungkin di hadapi oleh para investor dalam melakukan kegiatan

investasi di kemukakan oleh Reilly (2003:15), di

antaranya:

Business Risk; Kemungkinan kerugian yang di derita perusahaan karena

keuntungan yang di peroleh lebih kecil dari keuntungan yang di harapkan.

Financial Risk; Risiko yang di timbulkan dari cara perusahaan membiayai

kegiatannya misalnya, penggunaan utang dalam membiayai aset

perusahaan.

Liquidity Risk; Adanya ketidak pastian yang timbul pada saat sekuritas berada di pasar sekunder.

Exchange Risk; Risiko ini berkaitan

dengan fluktuasi nilai tukar mata uang domestic dengan nilai mata uang

negaranya.

Country Risk; Risiko ini berkaitan

dengan kestabilan politik serta kondisi lingkungan perekonomian di suatu

Negara.

(26)

Risiko Suku Bunga Risiko Pasar

Risiko Inflasi Risiko Bisnin

Risiko Financial Risiko Likuiditas

Risiko Nilai Tukar Mata Uang Risiko Negara

Tandelilin (2001:50), menyebutkan beberapa sumber risiko yang dapat mempengaruhi

besarnya risiko atas surat investasi, antara lain

adalah:

(27)

resiko yang harus dihadapi dalam setiap keputusan

investasi mengharuskan

investor untuk berhati-hati dan melakukan analisa serta

pertimbangan yang matang

(28)

diskusi

+ tanya

jawab

Referensi

Dokumen terkait

bagi investor baik asing maupun dalam negeri yang ingin menanamkan investasi di bidang. infrastruktur di

Apakah usaha tersebut layak atau tidak layak untuk investor menanamkan modalnya dengan menggunakan Payback Period, Net Present Value, Internal Rate of Return

Profil investasi industri minyak goreng kelapa sawit ini merupakan salah satu jawaban untuk menarik investor menanamkan modalnya di sektor ini dengan memberikan

Pada setiap bentuk investasi pasti memiliki resiko yang berbeda.Ketika investor menanamkan modalnya dengan membeli saham perusahaan yang sudah listing di bursa efek

Bank yang memiliki kecukupan modal yang baik akan meningkatkan kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya sehingga harga saham meningkat, namun penelitian

1) Pihak investor. Jika hasil studi menyatakan layak untuk dilaksanakan, maka dapat dimulai dengan mencari investor guna menanamkan modalnya pada usaha ini. Modal

PENGARUH MODAL MINIMAL INVESTASI, MOTIVASI INVESTASI, DAN RETURN TERHADAP MINAT INVESTASI MASYARAKAT KOTA PALEMBANG DI PASAR MODAL SKRIPSI Dibuat Untuk Memenuhi Syarat

Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan investasi, pengalaman investasi dan literasi keuangan terhadap keputusan investasi investor di pasar