• Tidak ada hasil yang ditemukan

IPTEK BAGI MASYARAKAT (IbM)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "IPTEK BAGI MASYARAKAT (IbM)"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN AKHIR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT IPTEK BAGI MASYARAKAT (IbM)

MEMBANGUN PERILAKU BARU DALAM MENGHADAPI PANDEMI:

NEW NORMAL & NEW BEHAVIOR

TIM PENGUSUL

Ketua : Dr. Anil Dawan S.Th, M.Th/40401753

Anggota 1 : Dr. Dr. Rachman Sjarief, Dipl.-Ing.,MM.,MH.,ELT /0427115903 Anggota 2 : Dr. Edi Purwanto SE, MM /0403077502

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN JAYA JANUARI 2021

Kode/Nama Rumpun Ilmu* : 611/ Ilmu Kesejahteraan Sosial Bidang Fokus : Kesejahteraan Sosial

(2)

ii HALAMAN PENGESAHAN

Judul Pengabdian : MEMBANGUN PERILAKU BARU DALAM MENGHADAPI PANDEMI:

NEW NORMAL & NEW BEHAVIOR a. Nama Lengkap : Dr. Anil Dawan S.Th, M.Th

b. Perguruan Tinggi : Universitas Pembangunan Jaya (UPJ)

b. NIDN : 40401753

c. Jabatan Fungsional : Dosen d. Program Studi : Manajemen

e. Nomor HP : 081553122728

f. Alamat surel (e-mail) : anil_dawan@upj.

Anggota (1)

a. Nama Lengkap : Dr. Rachman Sjarief

b. NIDN : 0427115903

c. Perguruan Tinggi : Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) Anggota (2)

a. Nama Lengkap : Dr. Edi Purwanto

b. NIDN : 0403077502

c. Perguruan Tinggi : Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) Institusi Mitra (Jika ada)

Nama Instutusi Mitra : LPM Lentera

Alamat :

Penanggung Jawab : Ruth One Indirasari Tahun Pelaksanaan : 2020

Biaya Tahun Berjalan : - Biaya Keseluruhan : Mandiri

Mengetahui,

Kota Tangerang Selatan, 2 Januari 2020

Dekan Fakultas Humaniora & Bisnis Ketua,

(Dr. Hendy Tannady) (Dr. Anil Dawan S.Th, M.Th) NIP/NIK : 08.0719.018 NIP/NIK : 08.0720.013

Menyetujui, Kepala Lembaga P2M

(Dr. Edi Purwanto, S.Th., SE, MM, M.Th., MMIS) NIP/NIK : 08.0720.014

(3)

iii

RINGKASAN

Masa pandemi Virus Corona yang sedang terjadi saat ini, UPJ dan LPM Lentera bekerjasama dalam mengadakan pengabdian masyarakat dengan mengadakan pencerahan dan persiapan bagi Karyawan, Dokter dan Volunteer dalam menyongsong era new normal. Dengan Tema “Membangun perilaku baru dalam menghadapi pandemi" (New normal and New behavior) dengan menggunakan protocol kesehatan menggunakan masker dan psysical distancing juga cuci tangan.

Tujuannya adalah Membangun new normal sebagai titik balik membangun adaptasi perilaku dan kebiasaan baru di tengah pelayanan LPM Lentera dibidang kesehatan kepada masyarakat.

Belajar ketrampilan baru juga new normal, beradaptasi hingga menjadi habituasi/kebiasan/pembiasan baru. Setiap hari adalah new normal dalam kehidupan kita kalau kita ingin melihatnya sebagai sesuatu yang baru, terus belajar untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik.

Tidak ada yang pasti, hanya perubahanlah yang pasti.

Melalui Pengabdian Masyarakat ini UPJ memberikan pengembangan kapasitas adalah kunci adaptasi perilaku organisasi di masa pandemic dari berbagai aspek pengetahuan dan keterampilan terkait protocol kesehatan, leadership style, perubahan organisasi dan budaya organisasi supaya bisa bertahan dan beradaptasi.

(4)

iv

PRAKATA

Puji Syukur kami naikkan kepada Tuhan Allah Pencipta Semesta yang telah mengaruniakan kesehatan dan kekuatan kepada kita semua dan menolong kami untuk membuat laporan akhir Pengabdian kepada Masyarakat UPJ dan kerjasama dengan LPM Lentera. Kerjasama ini adalah bagian dari leverage partnership dan mengukuhkan UPJ sebagai lembaga perguruan tinggi yang selalu melakukan tugas pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat.

Kerjasama UPJ dan LPM Lentera ini dimulai dari niat baik dan kesehatian dalam visi dan misi untuk mencipatakan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Kita ketahui bersama bahwa Indonesia adalah salah satu dari 215 negara yang dilanda pandemic.

Sejak bulan Maret 2020 peningkatan kasus terkonfirmasi positif Covid 19 di Indonesia makin meningkat dari hari ke hari. Pandemi tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, namun juga semua kehidupan masyarakat dari aspek psikologis, ekonomi, sosial dan hingga adaptasi kebiasaan baru untuk bisa memutus mata rantai penyebaran COVID 19.

Organisasi juga mengalami dampak dan mau tidak mau harus berani berubah, belajar dan berubah. Perubahan menjadi keniscayaan dalam tata kelola dan pola kepemimpinan yang lebih transformasional dan melayani. Sambil terus mencipatakan budaya organisasi dan perubahan organisasi yang agile atau lentur perlu dibangun tahapan-tahapan pengembangan kapasitas bagi pimpinan dan staf sebuah organisasi untuk tetap survive dan mampu melayani masyarakat dengan lebih efektif dan professional dan hati yang berbelas kasih.

Kirannya laporan akhir ini bisa dijadikan suatu bentuk pertanggung jawaban kami sebagai pelaksana kegiatan dan narasumber. Tak ada gading yang tak retak, tak laut yang tak berombak. Pastilah disana-sini ada kekurangan dari laporan ini. Koreksi dan revisi, masukan kita semua sangat diharapkan untuk perbaikan-perbaikannya. Akhirnya kami sampaikan terima kasih untuk perhatian, dukungan dan kerjasama kita semua untuk membuat hidup ini lebih baik melalui karya-karya kita bersama.

Tangerang Selatan, 2 Januari 2021

Dr. Anil Dawan S.Th, M.Th

(5)

v DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN ... ii

RINGKASAN ... iii

PRAKATA ... iv

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR TABEL ... vi

DAFTAR GAMBAR ... vii

DAFTAR LAMPIRAN ... 1

BAB I PENDAHULUAN ... 2

BAB 2 TARGET DAN LUARAN ... 3

BAB 3 METODE PELAKSANAAN ... 4

BAB 4 KELAYAKAN PERGURUAN TINGGI ... 6

BAB 5 HASIL DAN LUARAN YANG DICAPAI ... 7

BAB 6 RENCANA TAHAPAN BERIKUTNYA ... 10

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN ... 11

DAFTAR PUSTAKA ... 12

LAMPIRAN ... 13

Lampiran 1. Artikel Ilmiah (draft, status submission atau reprint), dll ... 13

Lampiran 2. Surat Undangan ... 14

Lampiran 3. Surat Tugas ... 15

(6)

vi DAFTAR TABEL

Table 3.1. Pemateri PKM……….. 4

(7)

vii DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Peserta Acara……… 8

Gambar 2: Pelaksanaan Acara……… 8

Gambar 3: Pemaparan Materi……… 9

Gambar 4: Foto Bersama……… 9

(8)

1 DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Artikel Ilmiah……….. 13 Lampiran 2. Surat Undangan………... 14 Lampiran 3. Surat Tugas………. 15

(9)

2 BAB I

PENDAHULUAN

Pandemi COVID-19 bukanlah krisis normal, dan untuk mengendalikan penyebaran virus ini perlu diambil berbagai tindakan termasuk penguncian total dan kemudian penutupan Sebagian (Mehta et al, 2020). Ini adalah peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan sungguh memiliki dampak yang luar biasa pada kehidupan kita sehari-hari. Seberapa terbuka kita untuk menanggapi perubahan ini akan bergantung pada kemampuan beradaptasi kita, kemampuan untuk mengelola stres dan ketidakpastian, fleksibilitas dan ketahanan, dan seberapa mendukungnya lingkungan untuk mempromosikan (tidak hanya memaksa) kita membuat perubahan yang diperlukan (Reupert, 2020).

Berkenaan dengan masa pandemi Virus Corona yang sedang terjadi saat ini, LPM Lentera mengadakan pencerahan dan persiapan bagi Karyawan, Dokter dan Volunteer dalam menyongsong era new normal, yang direncanakan pelaksanaannya pada: Hari/Tanggal: Jumat, 21 Agustus 2020. Namun karena tanggal tersebut adalah bertepatan dengan hari cuti libur bersama pemerintah, akhirnya pelaksanaan digeser ke tanggal 4 September. Pukul, : 12.30 wib, Tempat pelaksanaan kegiatan di Halaman parkir Klinik Lentera, Tema: “Membangun perilaku baru dalam menghadapi pandemi" (New normal and New behavior) dengan menggunakan protocol kesehatan menggunakan masker dan psysical distancing juga cuci tangan. Dalam kegiatan ini kami tetap memperhatikan dan memberlakukan protokol kesehatan. Dresscode: bebas rapih, wajib memakai masker dan face shield.

Karena yakin dengan kemampuan dan kualitas para dosen Universitas Pembangunan Jaya, LPM Lentera mengundang tiga dosen Manajemen, yaitu Dr.

Anil Dawan, Dr. Rachman Sjarief, dan Dr. Edi Purwanto untuk menjadi pembicara dalam penyuluhan kepada karyawan LPM Lentera menurut keahlian masing- masing pembicara dan pengaitan antara keahlian tentang proses membangun perilaku baru dalam menghadapi pandemic dan New Normal.

(10)

3 BAB 2

TARGET DAN LUARAN

 Terwujudnya kerjasama Pengabdian Masyarakat antara UPJ dan LPM Lentera

 Terlaksananya Kegiatan Gathering dan Pengambangan Kapasitas

 Tercapainya pengetahuan, skill dan peningkatan pengetahuan sehingga bisa diprakttekan dalam tatanan new normal

 Tersedia Laporan akhir Kegiatan

(11)

4 BAB 3

METODE PELAKSANAAN

Profile LPM Lentera adalah Lembaga Pelayanan Masyarakat dibawah GKI Pamulang, yang melayani masyarakat dalam bidang kesehatan melalui poliklinik.

Melayani pelayanan dibidang kesehatan untuk masyarakat di poli umum, gigi, psikologi dan bekerjasama dengan BPJS. Dalam acara ini hadir peserta sejumlah 37 orang yang terdiri dari pengurus, dokter, perawat, staf, karyawan dan volunteer.

Dalam masa pandemik Virus Corona yang sedang terjadi saat ini, LPM Lentera mengadakan Acara Pencerahan dan Persiapan New Normal LPM Lentera 2020 bagi Karyawan, Dokter dan Volunteer LPM Lentera. Acara ini dilaksanakan pada hari Jumat, 4 September 2020 pkl. 12.30 - 16.00 wib dengan Beberapa Nara Sumber:

Table 3.1. Pemateri PKM

Nara Sumber Kantor/Kampus Materi

dr. Apriliana Krisliana, MKM

Kepala Seksi P2PM Dinkes Kota Tangerang SeIatan

Mengenal Untuk Mencegah "Corona Virus Disease (COVID-19)"

DR. Anil Dawan Universitas Pembangunan Jaya

New Normal, New Behaviour Dalam Perspektif Pengembangan Budaya Organisasi DR. Rachman Sjarief Universitas Pembangunan

Jaya

Becoming A Servant Leader in New Normal Era.

DR. Edi Purwanto Universitas Pembangunan Java

Perubahan cara Untuk Bertahan Hidup

Beberapa pemateri dan materi yang disampaikan secara bergantian adalah sebagai berikut: Dr. Anil Dawan, Dr. Rachman Syarief dan Dr Edi Purwanto:

Menyampaikan tentang New Normal dan New Behavior dari Perspektif Budaya Organisasi, Servant Leadership dan Perubahan Organisasi. Inti penyampaian adalah bahwa New normal adalah hidup sesuai protokol kesehatan untuk mencegah virus corona (Covid-19). Karena itu, jaga jarak hingga menggunakan masker akan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. New normal tak hanya sebatas pada semua yang kasat mata, atau yang lebih bermakna substansial dari sekedar yang bisa ditangkap secara visual. Membangun new normal sebagai titik balik membangun adaptasi perilaku dan kebiasaan baru di tengah pelayanan lentera dibidang kesehatan kepada masyarakat. Pendek kata belajar ketrampilan baru juga

(12)

5

new normal, beradaptasi hingga menjadi habituasi/kebiasan/pembiasan baru. Setiap hari adalah new normal dalam kehidupan kita kalau kita ingin melihatnya sebagai sesuatu yang baru, terus belajar untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik. Tidak ada yang pasti, hanya perubahanlah yang pasti.

(13)

6 BAB 4

KELAYAKAN PERGURUAN TINGGI

Universitas Pembangunan Jaya telah mengalokasikan dana hibah internal melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) yang cukup menjadi parameter Kelayakan Perguruan Tinggi dalam mendukung kegiatan-kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh para dosen Universitas Pembangunan Jaya.

Banyak kegiatan PKM yang telah dilaksanakan oleh para dosen dengan dukungan Universitas di sejumlah RPTR, sekolah-sekolah, pedesaan dan sejumlah komunitas dalam masyarakat. Semua itu bukti kelayakan perguruan tinggi dalam mendukung kegiatan PKM.

(14)

7 BAB 5

HASIL DAN LUARAN YANG DICAPAI

5.1. Hasil Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat

Dengan diadakannya Pengabdian pada Masyarakat peserta memperoleh wawasan tentang bagaimana harus bertindak dan beraktivitas di era New Normal.

New Normal dalam konteks pandemic memiliki tantangannya sendiri pada masing- masing profesi, tak terkecuali petugas kesehatan. Pandemi Covid 19 berdampak buruk bagi kesehatan mental tenaga kesehatan. Berdasarkan survei terhadap perawat dari Aceh sampai Papua yang dilakukan antara bulan April-Mei oleh Peneliti Departemen Keperawatan Jiwa, Fakultas Ilmu Keperawatan UI bekerjasama dengan divisi penelitian Ikatan perawat Kesehatan Jiwa Indonesia (IPKJI) kepada 2.132 perawat di seluruh Indonesia di Puskesmas dan Rumah sakit yang menangani Covid 19 dengan menggunakan alat self reporting questionere menemukan: 55% atau 1.172 perawat mengalami kecemasan dan depresi. Gejala yang dominan di antaranya kehilangan nafsu makan 87%. Sedangkan yang merasa cemas, tegang dan kwatir 70%, sakit kepala 68%, tidak bisa tidur nyenyak 57% dan ketakutan 55%. Bahkan ada 1,4% persen responden yang berpikir untuk mengakhiri hidup. Dalam kondisi yang membutuhkan adaptasi sekaligus menghadapi tekanan karena stigmatisasi tersebut, maka dalam perspekti budaya organisasi perlu dilakukan sebagai berikut yaitu: Mengartikulasikan budaya organisasi dan menerjemahkan kedalam perilaku terkini yang sesuai dengan perkembangan serta dapat diobservasi. Budaya lentera adalah melayani dengan HATI (Humanis), (Adil), (Transparan) dan (Inisiatif).

Budaya ini perlu diimplementasikan dalam kondisi new normal dengan lebih intens.Kenali perubahan perilaku dokter, staf, karyawan dan volunteer yang kontra produktif dengan budaya organisasi dan new normal. Bicarakan hal itu dengan hati ke hati. Perhatikan kebutuhan dan mood para dokter, staf, karyawan dan volunteer, khususnya dalam work life balance. Dalam masa pandemic memperhatikan bagian ini penting ditengah tekanan situasi dan stigmatisasi petugas kesehatan. Membuat ritual-ritual baru seperti membangun kebersamaan seperti melalui online, maupun offline sehingga jalinan emosi bisa tetap terbangun.

Mengembangkan pola melahirkan dan pengembangan kapasitas pemimpin baru, maka coaching dan mentoring tiada henti. Dukung komunikasi antar individu dan terlibat dalam situasi-situasi informal sambil melakukan monitoring.

Berkomunikasi secara teratur dan positif sehingga pernyataan menarik dan menyemangati. Berpikir positif terhadap situasi untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan yang lebih baik. Memaksimalkan dua kali materi CB dan Gathering tentang materi (komunikasi, sense of belonging dan building trust) serta seven habits (Be Proactive, begin the end in mind, put first things first) perlu dipraktekkan dengan ukuran-ukuran yang bisa dievaluasi. Kepemimpinan yang melayani

(15)

8

(servant leadership) merupakan model kepemimpinan yang tepat dalam masa new normal karena memakai prinsip SLIM yaitu service before self interest (melayani lebih dari kepentingan pribadi), Listen (mendengarkan), Interest (Tertarik dan memberi perhatian), dan make people success (membuat orang lain sukses dan berhasil).

Berikut adalah dukumentasi dari kegiatan PKM:

Gambar 1, Peserta Acara

Gambar 2: Pelaksanaan Acara

(16)

9 Gambar 3: Pemaparan Materi

Fot of ot o

Gambar 4: Foto bersama

5.2 Luaran Kegiatan Yang Dicapai

Luaran kegiatan yang dicapai dalam pelaksanaan kegiatan PKM ini di antaranya adalah:

1. Peserta memiliki wawasan baru tentang bagaimana menyikapi perubahan dan hidup di era New Normal.

2. Laporan Pengabdian Masyarakat

(17)

10 BAB 6

RENCANA TAHAPAN BERIKUTNYA

Tim PKM telah menghubungkan antara manajemen LPM Lentera dengan Kaprodi Manajemen Universitas Pembangunan Jaya dan jajarannya untuk menjajaki kemungkinan Kerjasama antara LPM Lentera dan Prodi Manajemen Universitas Pembangunan Jaya dalam menyelenggarakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

Pertemuan antara pengelola LPM Lentera Pamulang dengan Kaprodi dan para dosen prodi Manajemen Universitas Pembangunan Jaya telah terlaksana dan telah dibicarakan mekanisme Kerjasama termasuk Kerjasama magang mahasiswa di LPM Lentera dan Kerjasama dalam program-program Pengabdian Masyarakat Bersama antara Prodi Manajemen Universitas Pembangunan Jaya dan LPM Lentera.

(18)

11 BAB 7

KESIMPULAN DAN SARAN

7.1. Kesimpulan

Berdasarkan pelaksanaan PKM di LPM Lentera dan dari pengamatan semangat para peserta dalam mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir dapat disimpulkan bahwa:

1. Peserta melihat pentingnya kegiatan ini untuk diri mereka

2. Peserta mendapatkan wawasan tentang bagaimana membangun perilaku baru dalam menghadai pandemic dan hidup di era kenormalan baru.

7.2. Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas dan fakta bahwa pandemic belum berakhir, maka disarankan agar kegiatan-kegiatan pengabdian pada masyarakat yang mempersiapkan masyarakat untuk menyesuaikan diri dalam kenormalan baru pada masa dan pasca Covid- 19 sangat diperlukan.

(19)

12 DAFTAR PUSTAKA

Mehta, S., Saxena, T. and Purohit, N. (2020). The New Consumer Behaviour Paradigm amid COVID-19: Permanent or Transient? Journal of Health Management 22(2) 291–301.

Reupert, A. (2020). Change and (the need for) adaptability: the new normal, Advances in Mental Health, 18:2, 91-93

(20)

13 LAMPIRAN

Lampiran 1. Draft Artikel Ilmiah

(21)

14 Lampiran 2. Surat Undangan

(22)

15 Lampiran 3. Surat Tugas

Referensi

Dokumen terkait

Cho M tác dụng với dung dịch NaOH vừa đủ, đun nóng, sau khi các phản ứng xảy ra hoàn toàn thu được dung dịch chỉ gồm: một muối của axit cacboxylic Z, một muối của amino axit T và một