Dr. Munawir Pasaribu. MA
Islam Dalam Wacana Kemodrenan
(HAM & Isu-Isu Kontemporer)
Pengertian HAM
Hak yang melekat pada diri
manusia yang bersifat kodrat dan
fundamental sebagai suatu
anugerah Tuhan yang harus
dihormati,dijaga dan dilindungi
oleh setiap individu,masyarakat
dan negara
Hak yang melekat pada tiap manusia, yang tampanya manusia mustahil dapat hidup sebagai
manusia (Jan Materson)
Hak-hak yang diberikan langsung olehTuhan sebagai hak kodrati
(John Locke)
HAM
Sifat mendasar (fundamental)
Tidak dapat dicabut oleh siapapun
Melekat dalam diri manusia
HAM tidak perlu diberikan, dibeli ataupun diwarisi. HAM adalah ;
bagian dari manusia secara otomatis
HAM berlaku untuk semua orang tanpamemandang jenis kelamin, ras, agama, etnis,pandangan politik atau asal usul sosial danbangsa
HAM tidak bisa dilanggar. Tidak seorangpunmempunyai hak untuk membatasi
ataumelanggar hak orang lain. Orang tetapmempunyai HAK meski negara
membuathukum yang tidak melindungi/melanggar HAM
HAM dalam perspektif Islam di Kawasan Asia Tenggara (Brunai Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura)
1
Umat Islam diharapkan melengkapi diri dengan ilmu dan keterampilan yang tepat melalui sumber terpercaya untuk menghadapi berbagai doktrin dan tantangan baru. Hal itu demi memastikan hak-hak yang diperjuangkan sesuai prinsip dan bebas dari unsur yang bertentangan dengan Islam2
Perlunya memberdayakan komitmen kehidupan beragama sebagai satu cara hidup, demi memastikan setiap individu muslim mampu menyikapi realitas kehidupan saat ini yang berporos kepada prinsip dan panduan ajaran Islam3
Mencari titik persamaan atas nilai-nilai kemanusiaan seperti martabat dan kehormatan, kemerdekaan dan kebebasan, kesetaraan dan kesamaan, serta persaudaraan sebagai dasar kesempatan untuk bekerjasama menangani isu-isu hak asasi manusia yang sejalan dengan Islam4
Menyebarluaskan pemahaman tentang Islam sebagai satu sistem nilai dan etika, yang berkontribusi kepada kebaikan bersama.5
Memperkuat perjuangan hak asasi manusia yang sejalan dengan tuntutan Islam, berdasarkan strategi menekankan prinsip-prinsip Islam sebagai sistem etika tentang HAM, meningkatkan pemahaman masyarakat terkait prinsip HAM sesuai etika Islam, serta meningkatkan efektivitas jaringan kerjasama antarotoritas agama di setiap negara, organisasi dan individu, demi memperkuat perjuangan isu-isu hak asasi dari perspektif Islam.6
Siap menjalin kolaborasi program penjelasan HAM dari sudut pandang Islam melalui kerja sama strategis di antara negara anggota.7
Forum menyepakati penulisan konsep HAM dari sudut pandang Islam yang dibentangkan dalam konferensi ini dapat diterbitkan atas nama MABIMS (Forum Menteri Agama Brunai, Indonesia, Malaysia dan Singapura) sebagai sumber informasi bagi para peneliti yang bisa dijadikan referensi di tingkat negara anggota, serta masyarakat antarbangsaTHE THINKING OF CONTEMPORARY ISSUES IN ISLAMIC WORLD
Islam Liberal Islam dan Persoalan Terorisme
Pluralisme Islam dan
Kesetaraan Gender
01 02
03 04
Islam Liberal
kebebasan tanpa batas, atau bahkan di setarakan dengan sikap permisif
(ibahiyah), yaitu sikap menolerir setiap hal tanpa mengenal batas yang pasti. Dengan cara pandang seperti itu, Islam liberal di pandang
sebagai ancaman terhadap keberagamaan yang sudah
terlembaga
01
Dalam Islam persoalan batasan antara mana yang boleh dan yang tidak boleh menempati kedudukan yang sentral.
Setiap Islam selalu peduli dengan apa yang dia kerjakan, apakah perbuatan itu boleh atau tidak. Inilah yang kemudian melahirkan suatu bidang kajian yang sangat
kaya dan meninggalkan ribuan literatur yang canggih yaitu bidang fikih. Setiap pembicaraan tentang hukum selalu saja merujuk kepada fikih. Ketika muncul diskusi
yang ramai tentang hukum Islam, maka fikih menjadi fokus perhatian, sebab dalam fikih lah sebagian besar
hukum di rumuskan
Terorisme
Teror berasal dari bahasa latin, terrere, artinya menimbulkan rasa gemetar dan cemas.
Teroisme berarti menakut-nakuti (to terrify).
Kata ini secara umum digunakan dalam
pengertian politik, sebagai suatu serangan terhadap tatanan sipil, semasa Pemerintah Teror Revolusi Perancis akhir abad ke-18.
02
Menurut bahasa: “terorisme adalah melakukan sesuatu yang menyebabkan orang menjadi panik, takut gelisah, tidak aman dan menimbulkan
gangguan dalam bidang kehidupan dan interaksi manusia”. Sedangkan menurut syari’at: “terorisme adalah segala sesuatu yang menyebabkan goncangan keamanaan, pertumpahan darah, kerusakan harta
atau pelampauan batas dengan berbagai bentuknya”
Bentuk Terorisme
Terorisme
Fisik
Idiologi (pemiki ran )
Peristiwa yang sekarang terjadi puncak sorotan masyarakat,berupa peledakan, penculikan, bom bunuh diri, pembajakan dan seterusnya
Menjelaskan segala pemikiran
menyinpang dan menyempal dari
tuntunan Islam yang benar. Sebas
ideologi tersebut merupakan cikal
bakal munculnya terorisme fisik dan
apabila tidak di berantas akan
ssenantiasa menjadi ancaman serius
di masa yang akan datang
Pluralisme
berasal dari kata “plural” yang bermakna “banyak” atau “lebih dari
satu”. Dalam kajian filosofis, pluralisme diberi makna sebagai doktrin, bahwa subtansi hakiki itu tidklah satu (monisme),tidak pula dua
(dualisme), melainkan banyak (jamak).
03
Di antara ciri-ciri utama pluralisme iala sifat menerima perbedaan yang ada, menghargai kekurangan dan kelebihan masing-masing pihak, dan kesediaan mengambil dan memanfaatkan yang
terbaik. Ini bermakna bahwa sejak awal, pluralisme merupakan satu sifat yang telah ada dalam ajaran islam. Dan
tentunya, orang islam yang mengamalkan
ajaran islam ini, seharusnya memiliki sifat
pluralisme ini.
Kesetaraan Gender
Manusia yang diciptakan oleh Allah dibagi
menjadi beberapa kreteria, sebagaimana yang terdapat dalam Al-Quran. Ada mereka yang taat kepada Allah, mengerjakan amal saleh
(inilah yang disebut dengan beriman) dan ada juga mereka yang ingkar kepada Allah Swt.
04
Gender jika dilihat dari Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah Jenis kelamin (Poerwadarminta, 1995). Jika
dilihat dari pengertiannya maka gender juga bisa
disebut dengan sex. Kata gender berasal dari Bahasa
Inggris, gender, berarti “jenis kelamin”. (Echols, John
M. dan shadity, 1998). Dalam Webster’s New World
Dictionary, gender diartikan sebagai “peradaban yang
tampak antara laki-laki dan perempuan dilihat dari segi
nilai dan tingkah laku”
Women’s studies Encyclopedia dijelaskan bahwa gender adalah suatu konsep
kultural yang berupaya membuat
perbedaan (distinction) dalam hal peran, perilaku, mentalitas dan karakteristik
emosional antara laki-laki dan
perempuan yang berkembang dalam
masyarakat
Gender secara umum digunakan untuk mengidentifikasi perbedaan laki-laki dan
perempuan dari segi sosial budaya, sedangkan sex lebih mengarah pada perbedaan antara kedua insan tersebut
dilihat dari aspek anatomi biologi
Dalam bahasa Arab sebagai bahasa al-Qur’an tidak disebutkan kata yang sama dengan kata gender, namun terdapat kata al-dzakar dan untsa, dengan kata al-rijal dan al-nisa’ yang biasa digunakan untuk menunjuk pada laki-laki dan perempuan. Dalam tradisi bahasa Arab kata al-dzakar berarti mengisi, menuangkan, menyebutkan, mengingat. Al-dzakirah
berarti mempelajari al-dzikru jama’nya al-dzukur bermakna laki-laki atau jantan. Al-dzakar berkonotasi pada persoalan biologis (seks). Kata al-
untsa berarti lemas, lembek, halus. Lafadh untsa pada umumnya
menunjukkan jenis perempuan dan aspek biologis (seks)nya. Dengan demikian lafadh al-dzakaru dan al-untsa dipergunakan untuk
menunjukkan laki-laki dan perempuan dari aspek biologis (seks)nya
.
Jenis kategori Laki-laki Perempuan
Sifat Maskulin, contohnya kuat, berwibawa, gagah, melindungi, tegar, tidak boleh menangis, keras, rasional, dll.
Feminim Contohnya, lemah, lembut, ringkih,penyayang suka
menangis/cengeng, emosional, dll
Ranah aktivitas/ domain Publik Domestik
Pekerjaan Produktif Reproduktif
Makna Kerja Profesi, Keahlian Sukarela, kewajiban
Penghargaan terhadap Kerja Mendapatkan Upah Tidak mendapatkan upah/diupah rendah
Contoh Pekerjaan Politisi, Pengacara, hakim, Jaksa, Birokrat, Dokter, Pemuka Agama, dll.
Perawat, bidan, guru (TK), pramugari,
sekretaris, dll.