• Tidak ada hasil yang ditemukan

Islam Dalam Wacana Kemodrenan (HAM & Isu-Isu Kontemporer)

N/A
N/A
chardo manintin Manalu

Academic year: 2024

Membagikan "Islam Dalam Wacana Kemodrenan (HAM & Isu-Isu Kontemporer)"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

Dr. Munawir Pasaribu. MA

Islam Dalam Wacana Kemodrenan

(HAM & Isu-Isu Kontemporer)

(2)

Pengertian HAM

Hak yang melekat pada diri

manusia yang bersifat kodrat dan

fundamental sebagai suatu

anugerah Tuhan yang harus

dihormati,dijaga dan dilindungi

oleh setiap individu,masyarakat

dan negara

(3)

Hak yang melekat pada tiap manusia, yang tampanya manusia mustahil dapat hidup sebagai

manusia (Jan Materson)

Hak-hak yang diberikan langsung olehTuhan sebagai hak kodrati

(John Locke)

HAM

Sifat mendasar (fundamental)

Tidak dapat dicabut oleh siapapun

Melekat dalam diri manusia

(4)

HAM tidak perlu diberikan, dibeli ataupun diwarisi. HAM adalah ;

bagian dari manusia secara otomatis

HAM berlaku untuk semua orang tanpamemandang jenis kelamin, ras, agama, etnis,pandangan politik atau asal usul sosial danbangsa

HAM tidak bisa dilanggar. Tidak seorangpunmempunyai hak untuk membatasi

ataumelanggar hak orang lain. Orang tetapmempunyai HAK meski negara

membuathukum yang tidak melindungi/melanggar HAM

(5)

HAM dalam perspektif Islam di Kawasan Asia Tenggara (Brunai Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura)

1

Umat Islam diharapkan melengkapi diri dengan ilmu dan keterampilan yang tepat melalui sumber terpercaya untuk menghadapi berbagai doktrin dan tantangan baru. Hal itu demi memastikan hak-hak yang diperjuangkan sesuai prinsip dan bebas dari unsur yang bertentangan dengan Islam

2

Perlunya memberdayakan komitmen kehidupan beragama sebagai satu cara hidup, demi memastikan setiap individu muslim mampu menyikapi realitas kehidupan saat ini yang berporos kepada prinsip dan panduan ajaran Islam

3

Mencari titik persamaan atas nilai-nilai kemanusiaan seperti martabat dan kehormatan, kemerdekaan dan kebebasan, kesetaraan dan kesamaan, serta persaudaraan sebagai dasar kesempatan untuk bekerjasama menangani isu-isu hak asasi manusia yang sejalan dengan Islam

4

Menyebarluaskan pemahaman tentang Islam sebagai satu sistem nilai dan etika, yang berkontribusi kepada kebaikan bersama.

5

Memperkuat perjuangan hak asasi manusia yang sejalan dengan tuntutan Islam, berdasarkan strategi menekankan prinsip-prinsip Islam sebagai sistem etika tentang HAM, meningkatkan pemahaman masyarakat terkait prinsip HAM sesuai etika Islam, serta meningkatkan efektivitas jaringan kerjasama antarotoritas agama di setiap negara, organisasi dan individu, demi memperkuat perjuangan isu-isu hak asasi dari perspektif Islam.

6

Siap menjalin kolaborasi program penjelasan HAM dari sudut pandang Islam melalui kerja sama strategis di antara negara anggota.

7

Forum menyepakati penulisan konsep HAM dari sudut pandang Islam yang dibentangkan dalam konferensi ini dapat diterbitkan atas nama MABIMS (Forum Menteri Agama Brunai, Indonesia, Malaysia dan Singapura) sebagai sumber informasi bagi para peneliti yang bisa dijadikan referensi di tingkat negara anggota, serta masyarakat antarbangsa
(6)

THE THINKING OF CONTEMPORARY ISSUES IN ISLAMIC WORLD

Islam Liberal Islam dan Persoalan Terorisme

Pluralisme Islam dan

Kesetaraan Gender

01 02

03 04

(7)

Islam Liberal

kebebasan tanpa batas, atau bahkan di setarakan dengan sikap permisif

(ibahiyah), yaitu sikap menolerir setiap hal tanpa mengenal batas yang pasti. Dengan cara pandang seperti itu, Islam liberal di pandang

sebagai ancaman terhadap keberagamaan yang sudah

terlembaga

01

(8)

Dalam Islam persoalan batasan antara mana yang boleh dan yang tidak boleh menempati kedudukan yang sentral.

Setiap Islam selalu peduli dengan apa yang dia kerjakan, apakah perbuatan itu boleh atau tidak. Inilah yang kemudian melahirkan suatu bidang kajian yang sangat

kaya dan meninggalkan ribuan literatur yang canggih yaitu bidang fikih. Setiap pembicaraan tentang hukum selalu saja merujuk kepada fikih. Ketika muncul diskusi

yang ramai tentang hukum Islam, maka fikih menjadi fokus perhatian, sebab dalam fikih lah sebagian besar

hukum di rumuskan

(9)

Terorisme

Teror berasal dari bahasa latin, terrere, artinya menimbulkan rasa gemetar dan cemas.

Teroisme berarti menakut-nakuti (to terrify).

Kata ini secara umum digunakan dalam

pengertian politik, sebagai suatu serangan terhadap tatanan sipil, semasa Pemerintah Teror Revolusi Perancis akhir abad ke-18.

02

(10)

Menurut bahasa: “terorisme adalah melakukan sesuatu yang menyebabkan orang menjadi panik, takut gelisah, tidak aman dan menimbulkan

gangguan dalam bidang kehidupan dan interaksi manusia”. Sedangkan menurut syari’at: “terorisme adalah segala sesuatu yang menyebabkan goncangan keamanaan, pertumpahan darah, kerusakan harta

atau pelampauan batas dengan berbagai bentuknya”

(11)

Bentuk Terorisme

Terorisme

Fisik

Idiologi (pemiki ran )

Peristiwa yang sekarang terjadi puncak sorotan masyarakat,berupa peledakan, penculikan, bom bunuh diri, pembajakan dan seterusnya

Menjelaskan segala pemikiran

menyinpang dan menyempal dari

tuntunan Islam yang benar. Sebas

ideologi tersebut merupakan cikal

bakal munculnya terorisme fisik dan

apabila tidak di berantas akan

ssenantiasa menjadi ancaman serius

di masa yang akan datang

(12)

Pluralisme

berasal dari kata “plural” yang bermakna “banyak” atau “lebih dari

satu”. Dalam kajian filosofis, pluralisme diberi makna sebagai doktrin, bahwa subtansi hakiki itu tidklah satu (monisme),tidak pula dua

(dualisme), melainkan banyak (jamak).

03

(13)

Di antara ciri-ciri utama pluralisme iala sifat menerima perbedaan yang ada, menghargai kekurangan dan kelebihan masing-masing pihak, dan kesediaan mengambil dan memanfaatkan yang

terbaik. Ini bermakna bahwa sejak awal, pluralisme merupakan satu sifat yang telah ada dalam ajaran islam. Dan

tentunya, orang islam yang mengamalkan

ajaran islam ini, seharusnya memiliki sifat

pluralisme ini.

(14)

Kesetaraan Gender

Manusia yang diciptakan oleh Allah dibagi

menjadi beberapa kreteria, sebagaimana yang terdapat dalam Al-Quran. Ada mereka yang taat kepada Allah, mengerjakan amal saleh

(inilah yang disebut dengan beriman) dan ada juga mereka yang ingkar kepada Allah Swt.

04

(15)

Gender jika dilihat dari Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah Jenis kelamin (Poerwadarminta, 1995). Jika

dilihat dari pengertiannya maka gender juga bisa

disebut dengan sex. Kata gender berasal dari Bahasa

Inggris, gender, berarti “jenis kelamin”. (Echols, John

M. dan shadity, 1998). Dalam Webster’s New World

Dictionary, gender diartikan sebagai “peradaban yang

tampak antara laki-laki dan perempuan dilihat dari segi

nilai dan tingkah laku”

(16)

Women’s studies Encyclopedia dijelaskan bahwa gender adalah suatu konsep

kultural yang berupaya membuat

perbedaan (distinction) dalam hal peran, perilaku, mentalitas dan karakteristik

emosional antara laki-laki dan

perempuan yang berkembang dalam

masyarakat

(17)

Gender secara umum digunakan untuk mengidentifikasi perbedaan laki-laki dan

perempuan dari segi sosial budaya, sedangkan sex lebih mengarah pada perbedaan antara kedua insan tersebut

dilihat dari aspek anatomi biologi

(18)

Dalam bahasa Arab sebagai bahasa al-Qur’an tidak disebutkan kata yang sama dengan kata gender, namun terdapat kata al-dzakar dan untsa, dengan kata al-rijal dan al-nisa’ yang biasa digunakan untuk menunjuk pada laki-laki dan perempuan. Dalam tradisi bahasa Arab kata al-dzakar berarti mengisi, menuangkan, menyebutkan, mengingat. Al-dzakirah

berarti mempelajari al-dzikru jama’nya al-dzukur bermakna laki-laki atau jantan. Al-dzakar berkonotasi pada persoalan biologis (seks). Kata al-

untsa berarti lemas, lembek, halus. Lafadh untsa pada umumnya

menunjukkan jenis perempuan dan aspek biologis (seks)nya. Dengan demikian lafadh al-dzakaru dan al-untsa dipergunakan untuk

menunjukkan laki-laki dan perempuan dari aspek biologis (seks)nya

(19)

.

Jenis kategori Laki-laki Perempuan

Sifat Maskulin, contohnya kuat, berwibawa, gagah, melindungi, tegar, tidak boleh menangis, keras, rasional, dll.

Feminim Contohnya, lemah, lembut, ringkih,penyayang suka

menangis/cengeng, emosional, dll

Ranah aktivitas/ domain Publik Domestik

Pekerjaan Produktif Reproduktif

Makna Kerja Profesi, Keahlian Sukarela, kewajiban

Penghargaan terhadap Kerja Mendapatkan Upah Tidak mendapatkan upah/diupah rendah

Contoh Pekerjaan Politisi, Pengacara, hakim, Jaksa, Birokrat, Dokter, Pemuka Agama, dll.

Perawat, bidan, guru (TK), pramugari,

sekretaris, dll.

Referensi

Dokumen terkait