• Tidak ada hasil yang ditemukan

israel dan palestina sejarah perampokan tanah

N/A
N/A
T4FO FF

Academic year: 2024

Membagikan "israel dan palestina sejarah perampokan tanah "

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Tak Peduli Kecaman Internasional, Israel Tetap Buldoser Rumah Warga Palestina di Tepi Barat

Bisakah kita membayangkan. Sekelompok orang datang tiba-tiba dengan buldoser, lalu menghancurkan rumah tinggal kita yang sudah didiami puluhan tahun. Kita, pemilik dan penghuni rumah itu, diusir. Dan mereka, membuat patok-patok fondasi untuk mendirikan bangunan lain yang akan mereka diami. Inilah cara perampasan hak secara terang-terangan yang terjadi di zaman modern. Itulah yang terjadi di Palestina.

Aktivis Palestina, menggelar aksi menolak perampasan tanah dan pendirian pemukiman illegal di Jerussalem. (AFP)

Beberapa waktu lalu (2/4), Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), membenarkan jika selama dua minggu terakhir telah menghancurkan 26 bangunan, hingga menyebabkan 34 warga mengungsi, termasuk 15 orang anak-anak, dan mempengaruhi sekitar 40 warga lainnya. Kementerian Urusan Luar Negeri dan Ekspatriat dari pemerintahan Palestina di Ramallah menyerukan masyarakat internasional untuk ikut melarang kejahatan penghancuran rumah dan instalasi Palestina.

Kementerian menegaskan kepada semua negara dan badan internasional, termasuk Sekjen PBB, Pimpinan DK PBB, Pimpinan Majelis Umum PBB, Dewan Hak Asasi Manusia, dan Pengadilan Kriminal Internasional. Meminta untuk memikul tanggung jawab hukum dan moral mereka terhadap kejahatan

(2)

yang sedang berlangsung, dan meminta agar para pelaku kejahatan berikut siapapun yang ada di belakang mereka mendapat hukuman.

Paska penghancuran itu, bentrok terjadi antara warga Palestina terhadap tantara pendudukan, Israel. Di daerah Nablus, bentokan itu menyebabkan sejumlah warga terluka oleh peluru logam berlapis karet yang ditembakkan tentara Israel. Warga Palestina itu melakukan pawai melawan pemukiman yang didirikan Israel di atas kampung halaman mereka. Pasukan pendudukan Israel juga menyerbu kamp pengungsi Askar, yang menyebabkan pecahnya bentrokan di daerah tersebut. Peluru tajam dan gas air mata ditembakkan untuk membubarkan massa yang menolak perampokan tanah milik warga Palestina.

Akibatnya, enam warga sipil terluka oleh peluru logam berlapis karet. Warga Palestina juga mengecam ditutupnya pintu masuk timur ke desa Al-Mughayir, timur laut Ramallah, selama 19 hari berturut-turut.

Laporan warga mengatakan, di tengah malam, sejumlah pemukim Israel, di bawah perlindungan tantara membuldoser dan memperluas jalan pertanian di daerah Al-Khamar di kota Battir, sebelah barat

Betlehem. Warga dan pemilik tanah Omar al-Qaisi menyatakan bahwa para pemukim membuldoser tanah untuk memperluas jalan pertanian yang menghubungkan tanah ini dengan panjang 100 meter dan lebar 6 meter, untuk tujuan pemukiman. Sejumlah warga sipil, termasuk dua jurnalis foto, terluka akibat meliput pawai di Kafr Qaddum, Timur Qalqilya. Saksi mata melaporkan bahwa pasukan pendudukan membubarkan pawai damai dan menembakkan peluru logam berlapis karet dan gas air mata kepada para peserta aksi hingga menyebabkan cedera juru kamera TV Palestina Bashar Nazzal dan juru kamera Abdullah Shteiwi.

Sejak Januari 2021, PBB sudah meminta Israel agar menghentikan proyek pembangunan 800 rumah baru di wilayah Tepi Barat. "Pendirian permukiman oleh Israel di wilayah Palestina yang diduduki sejak 1967, termasuk wilayah Yerusalem Timur, tidak memiliki validitas hukum dan merupakan

pelanggaran mencolok hukum internasional," ujar Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres.

Israel selama ini memang terus memperluas pendudukan di Tepi Barat meski dianggap ilegal oleh komunitas internasional.

Sampai saat ini, dikutip AFP, Israel telah membangun 450 ribu bangunan di Tepi Barat yang terletak di tengah-tengah permukiman 2,8 juta warga Palestina.

Sumber : aawsat.com, cnn.

Referensi

Dokumen terkait