• Tidak ada hasil yang ditemukan

Review Buku Diplomasi Untuk Palestina Ca

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Review Buku Diplomasi Untuk Palestina Ca"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Review Buku Diplomasi Untuk Palestina Catatan Pelopor

Khusus Perserikatan Bangsa - Bangsa

Ranadya Kartika Nadhila Putri

Email : [email protected]

DATA BUKU :

Judul buku : DIPLOMASI UNTUK PALESTINA – Catatan Pelopor Khusus

Perserikatan Bangsa-Bangsa Pengarang : Makarim Wibisono

Penerbit : Jakarta Pustaka LP3ES (Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan

Penerangan Ekonomi dan Sosial) Tahun Terbit : 2017

Kota Penerbit : Jakarta

Bahasa Buku : Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris Jumlah Halaman : 221 halaman

ISBN Buku : 978 – 602 – 7984 – 28 – 8

DISKUSI /PEMBAHASAH REVIEW : Buku ini di tulis oleh

Prof. Dr. Makarim Wibisono, beliau merupakan Guru Besar FISIP Airalngga, Surabaya dan Dosen Tetap Di Universitas Pertahanan Indonesia. Beliau pernah menjabat beberapa jabatan baik di tingkat regional, nasional maupun internasional.

(2)

Pelapor Khusus PBB. Sebagai Pelapor Khusus PBB, Penulis bertemu dengan Duta Besar Evitar Manor selaku Wakil Tetap Israel untuk PBB di Jenewa. Kementrian Luar Negeri RI juga memberikan izin kepada penulis untuk berkomunikasi dengan wakil Pemerintah Israel. Terpilihnya sebagai Pelapor Khusus PBB bertepatan dengan meningkatanya ketegangan di wilayah Gaza. Selanjutnya surat resmi segera disampaikan kepada Kantor Misi Palestina, Israel, Mesir, dan Jordania di Jenawa guna menyampaikan rencana kunjungan Penulis ke Palestina. Karena keadaan semakin kritis, saya memutuskan untuk berkunjung ke Timur Tengah untuk dapat merekam secara cermat masalah-masalah yang berkembang akibat konflik bersenjata di Gaza.

Pada pemerintahan baru Mesir di bawah Jenderal Abdul Fatah Assisi sudah berhasil mengendalikan keamanan di sebagian besar wilayah Mesir, terkecuali di Jazirah Sinai. Menurut informasi PBB banyak pasukan yang loyal kepada Ikhwanul Muslimin masih beroperasi secara menyebar di Sinai, dan kerap kali menyerang pasukan Pemerintah dan menimbulkan banyak korban. Direktur Urusan Palestina Kementrian Luar Negeri mengatakan bahwa dikabulkan untuk berkunjung di Palestina. Kepala UNDP selaku Koordinator Kantor-kantor PBB di Mesir selanjutnya menjelaskan bahwa saya sebagai Pelapor Khusus PBB merupakan target yang memilik nilai politik yang tinggi. Kalau hal buruk ini terjadi maka akan dapat mempengaruhi misi PBB di masa depan. Akhirnya saya diizinkan untuk berangkat ke Gaza menggunakan helikopter.

Informasi yang di dapat menjelaskan bahwa keadaan yang dialami Penduduk Palestina di Gaza sangat memprihatinkan, baik dari segi kesehatan, fasilitas sekolah, dan infrastruktur umum, maupun yang lainnya. Tiga tuntunan rakyat : kebutuhan untuk mendapatkan akuntabilitas pada apa yang terjadi di wilayah penduduk; mengakhiri blokade; mengakhiri pendudukan militer Israel di Palestina. Saya mendesak agar blokade segera dicabut. Pemerintah Israel telah mengajukan ke Parlemen Israel rencana pemindahan enam pemukiman suku Badui dari Yerusalem Timur dan Lembah Yordan ke Tepi Barat. Hal ini bertentangan dengan hukum hak asasi internasional, khususnya mengenai hak budaya suku Badui yang bisa hidup nomaden bersama dengan ternak – ternaknya.

Masalah Yerusalem adalah salah satu titik permasalahan pokok dalam sengketa antara Israel dengan Palestina. Perdamaian di Yerusalem sebenarnya menyangkut prinsip hidup saling berdampingan secara damai antara Yerusalem timur dan barat yang merupakan bagian penyelesaian antara Israel dan Palestina. Hukum humaniter internasional menyatakan secara jelas bahwa penduduk yang tinggal di daerah pendudukan harus dilindungi oleh otoritas pendudukan. Pelanggaran HAM dan hukum humaniter telah terjadi yang menunjukkan tidak adanya perlindungan.

Jalan untuk menghentikan siklus kekerasan adalah menempatkan HAM sebagai fokus pertimbangan dalam merumuskan kebijakan publik. Apabila masyarakat internasional menutup mata pada pelanggaran HAM yang terjadi, sama halnya dengan melestarikab kezaliman dan pelanggaran HAM di abad 21. Pentingnya masalah kuntabilitas karena akan berperan pada penyelesaian masalah pelanggaran HAM di masa lalu dan pencegahan pelangaran HAM di masa yang akan datang.

(3)

mungkin dan mengumpulkan data yang akurat menegenai pelanggaran HAM di Palestina. Setelah data terkumpul akan memobilisasi untuk menuntut akuntabilitas. Kebijakan pendudukan Israel sudah melewati batas pengendalian wilayah, tetapi juga berpengaruh pada semua aspek kehidupan. Yang lebih memprihantikan adalah keterampilan otoritas pendudukan Israel mempermainkan kekuasaan untuk menguasai wilayah dan air di Palestina dengan manuver untuk memperluas pemukiman Yahudi. Yang lebih menyedihkan sudah siap untuk menhancurkan rumah, sekolah, peternakan untuk perluasan pembangunan proyek pemukiman yang ilegal.

Banyak terjadi penangkapan penduduk Palestina tanpa alasab hukum yang jelas. penangkapan semacam ini bisa diperpanjang berulang kali sehingga menimbulkan kekecawaan yang mendalam bagi para tahanan. Untuk melampiaskan kekecewaan, para tahanan melakukan mogok makan sehingga mempermalukan otoritas Israel di Palestina. Untuk mengatasi masalah ini Israel tidak berusaha membuka dialog dengan para tahanan tetapi melakukan pemaksaan makan yang sangat menyakitkan dan melanggar hukum hak asasi manusia internasional. Para dokter menentang usaha pemaksaan makan dari pemogok makan karena bertentangan dengan kode etik kedokteran.

Dalam menghadapi kasus serius di lapanga, Pelapor Khusus PBB memiliki beberapa cara untuk mendapatkan perhatian masyarakat internasional dan memperoleh pemecahan masalahnya. Pertama, menulis surang langsung kepada Duta Besar Eviatar Manor dan meminta agar Pemerintah Israel memberikan penjelasan dan klarifikasi atas kasus-kasus. Kedua, mengemukakan masalah tersebut ke media massa secara rinci dengan didukung data yang akurat. Ketiga, memasukkan kasus termaksud dalam laporan berkala, baik ayang disampaikan di Sidang Dewan HAM PBB di Jenawa maupun Sidang majelis Umum PBB di New York. Keempat, menyampaikan komunikasi resmi kepada negara yang bersangkutan yang wajib dijawab oleh Pemerintah yang bersangkutan dalm waktu tertentu.

Rakyat Palestina terutama generasi muda Palestina yang lahir dalam pendudukan militer Israel yang penuh konflik, membutuhkan harapan di masa depan. Israel sebagai penguasa yang menduduki wilayah Palestina harus menyadari bahwa perdamaian abadi, baik yang akan dinikmati oleh rakyat Yahudi dan Palestina, harus dimulai dengan menghormati hak-hak asasi manusia.

Masyarakat dunia melalui perwakilan mereka di PBB mengutuk kebijakan dan tindakan yang kerap melanggar HAM rakyat Palestina. Kondisi tersebut sangat tidak konsisten dengan penerapan standar HAM internasional. Seharusnya orang-orang yang dicurigai melakukan tindak kenjahatan memiliki hak untuk mempertahankan diri dan mendapatakan proses hukum yang transparan dan akuntabel. Untuk ini, Pelapor Khusus telah mendesak Pemerintah Israel harus segera mengadili mereka atau melepaskan semua tahanan administratif yang ada.

(4)

tematik mengenai kasus pembunuhan warga sipil selama demonstrasi damai berlangsung di Tepi Barat pada Juli 2014 termasuk pembunuhan Hashem Khader Abu Maria yang bekerja sebagai koordinator Defence for Children International dan dua orang lainnya. Dalam tanggapannya, Pemerintah Israel menyatakan bahwa warga sipil telah tewas dalam bentrokan antara warga Palestina dengan pasukan keamanan Israel. Pemerintah Israel menambahkan bahwa penyelidikan telah dilakukan atas insiden tersebut, namun Departemen Investigasi Kejahatan tidak dapat menyampaikan informasi mengenai hasil investigasi tersebut kepada publik dengan alasan integritas penyelidikan dan sesuai dengan hukum yang berlaku.

UNRWA nmenegaskan bahwa serangan ini telah menghancurkan kondisi kesehatan mental anak pengungsi Palestina di Tepi Barat. UNRWA menyediakan layanan konseling psikososial kepada anak-anak. Pembenaran yang dibuat oleh otoritas Israel untuk menghancurkan perumahan warga Palestina adalah bahwa penghancuran berfungsi sebagai upaya pencegahan terhadap potensi serangan “Teroris” dimasa yang akan datang. Kebijakan penghancuran tersebut merupakan kebijakan pencegahan teroris masa depan yang “efektif”. Intinya, hukuman penghancuran perumahan merupakan tindakan hukuman kolektif yang bertentangan hukum internasional.

Perlakuan buruk terhadap anak-anak Palestina yang dilakukan oleh pasukan keamanan Israel sejak saat penangkapan hingga penahanan di fasilitas militer Israel di rekomendasikan oleh PBB. Kondisi anak-anak Palestina di tahanan Israel ini juga menyedot perhatian PBB. Akibat tekanan yang diberikan oleh masyarakat internasional, Israel akhirnya menerima beberapa rekomendasi yang dibuat oleh UNICEF dan mulai mencoba melakukan perbaikan. Salah satunya dengan melakukan penyesuaian prosedural. Dari kasus-kasus tersebut, hanya 6 kasus dimana orang tua di bolehkan hadir di seluruh proses intograsi. Terdapat fakta yang sangat miris, bahwa sebagian besar keluarga Palestina tidak mengajukan keluhan kepada pemerintah Israel atas penganiayaan tersebut.

Meskipun Pemerintah Israel mengklaim bahwa masyarakat Badui menginginkan perbaikan kondisi hidup dan tidak keberatan dengan kebijakan relokasi, namun informasi yang diberikan oleh masyarakat Badui kepada organisasi non-pemerintah adalah sebaliknya. Hukum Internasional melarang pemindahan massal paksa atau penggusuran paksa di wilayah yang diduduki kecuali dalam keadaan yang luar biasa. Israel sebagai negara penjajah, memiliki kewajiban untuk melindungi penduduk sipil di wilayah yang didudukiny dan mengelolanya untuk kepentingan masyarakat.

Fenomena kekerasan yang dilakukan oleh para pemukim ilegal Israel adalah faktor yang turut mendorong terjadinya perpindahan paksa warga Palestina. Terjadilah ketegangan dan perselisihan antara pemukiman ilegal dan warga Palestina yang akhirnya memicu terjadinya tindak kekerasan. Warga Palestina yang kerap terkena dampak kekerasan adalah mereka yang tinggal di pengungsian yang berdekatan dengan pemukiman ilegal Israel dan tinggal di dekat dinding pemisah yang merupakan daerah dengan pengamanan maksimum. Aksi okupansi dan tindakan sewenang-wenang Israel telah menyebabkan terjadinya gangguan mental dan kemanusiaan warga Palestina. Penggunaan kekuatan yang berlebihan oleh pasukan Israel, pembuat dinding pembatas, pembatsan pergerakan warga dan penutupan akses terhadap fasilitas pendidikan, pekerjaan, tanah dan air.

(5)

perlakuan terhadap tahanan Palestina dan tahanan yang ditahan oleh Israel menggarisbawahi bahwa larangan penyiksaan atau perlakuan kejam, tidak manusiawi atau merendahan dan mengacu pada tindakan pemukulan, kurrungan dan kurang tidur adalah bentuk pelanggaran terhadap hukum istenasional. Kasus ini telah berdampak terhadap prospek akuntabilitas keseluruhan atas penyelidikan yang dilakukan sendiri oleh Israel. Demikian pula dengan penengakan akuntabilitas tidak ditemukan pada kasus-kasus penggunaan kekuatan yang berlebihan.

UNRWA mencatat bahwa pembatasan impor dan ekspor juga menyebabkan pemenuhan hak pembangunan ekonomi untuk warga Palestina di Gaza terabaikan. Pada puncak kekerasan, diperkirakan terdapat 500.000 orang pengungsi berlindung di sekolah-sekolah UNRWA dan sekolah lain yang dikelola pemerintah. Berkenan dengan kasus korban sipil Palestina hampir semua keluarga yang termasuk di dalam daftar kasus tersebut kehilangan satu atau lebih bayi atau anak-anak mereka karena tewas dalam seranga di rumah mereka. Kondisi kesehatan warga Palestina juga sangat dipengaruhi oleh kebijakan blokade atas aktivitas perekonomian dan keberadaan infrastruktur penting di Gaza. The Education Cluster bertujuan memastikan populasi yang terkena dampak krisis kemanusiaan populasi yang terkena dampak krisis kemanusiaan mendapatkan pendidikan yang adil dan baik. Konflik yang berkepanjangan juga telah membuat para murid mengalami depresi dan trauma.

Lambatnya kemajuan rekonstruksi Gaza, telah menjadi tantangan tersendiri. Ratusan sekolah yang dikelola UNRWA serta fasilitas pendidikan tinggi dan taman kanak-kanak juga terkena dampak. Untuk itu diperlukan berkelanjutan proses perbaikan dan rekonstruksi terhadap ratusan bangunan pendidikan. Blokade beretentangan dengan hukum internasional dan memperparah kondisi kemanusiaan di Gaza. Untuk itu kebijakan blokade seharusnya segera diakhiri.

Pandangan Wakil Pemerintah, negara yang ikut serta : Afrika Selatan, Bangladesh, Brasil, Ghana, Iran, Irlandia, Maladewa, Namibia, Pakistan, Selandia Baru, Tunisia, Turki, Uganda, Zimbabwe. Pandangan Masyarakat Sipil, dari beberapa pandangan : Adalah dan Al-Mezan, Al-Haq, Amuta, Badil Resource Center, Cairo Institute for Human Rights Studies, Human Rights Now, International Lawyers Organization, Israeli Commite against House Demolitions, Khiam Rehabilitation Center, Micah Lakin Avni, Palestinian Independent Commision for Human Rights, The Arab Association for Human Rights, The Children Founation, The International Organization for the Elimination of All Forms or Racial Discrimination, The Organization for Defending Victims of Violence, The Palestine Return Center, World Jewish Association.

(6)

baru-baru ini yang terjalin antara Israel dengan Pelapor Khusus untuk Perumahan yang layak.

KEKURANGAN DAN KELEBIHAN

Pada buku Diplomasi Untuk Palestian – Catatan Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa- Bangsa, banyak informasi yang dapat kita dapat, karena penulis banyak menceritakan informasi mengenai keadaan di Palestina. Penulis juga menjelaskan keadaan tersebut secara rinci. Buku ini juga di lampiri gambar serta penjelasan sehingga memudahkan pembaca untuk memahaminya. Untuk membantu pembaca memahami penejelasan buku ini dengan jernih mengenai masalah Palestina, penulis berusaha menyampaikan tulisan-tulisan pokok dan tulisan tambahan berupa dua books. Penulis juga mencantumkan indeks, dengan adanya indeks akan memudahkan pembaca ketika ingin mencari informasi secara cepat. Tak hanya melampirkan gambar, penulis juga melampirkan surat ketika melakukan penelitian di Palestina. Selain kelebihan, pada buku ini juga terdapat kekurangan, salah satu ada beberapa bahasa maupun penyampaian yang sulit untuk dipahami.

SARAN

Alangkah lebih baiknya jika penulis menggunakan bahasa yang mudah di pahami, sehingga buku ini dapat di terima oleh khalayak secara umum. Ketika penulis menceritakan sebuah keadaan yang ada di Palestina, lebih baiknya jika penulis menyertakan gambar, dengan begitu pembaca akan semakin penasaran dan akan lebih antusias pada buku ini.

KESIMPULAN

Kegagalan akuntabilitas atas pelanggaran HAM masa lalu dan pelanggaran terhadap hukum humaniter internasional di wilayah Palestina yang diduduki Israel telah menopang menjamurnya ketidakadilan. Tidak terhitung berapa resolusi dan laporan PBB yang menggambarkan dan membuktikan kondisi mencengangkan tersebut yang disambut dengan pengabaian oleh Israel atas penerapan hukum internasional termasuk hukum HAM. Kelanjutan atas pedihnya kenyataan ini tidak layak untuk diwariskan kepada generasi Palestina selanjutnya.

PENUTUP

Referensi

Dokumen terkait

Ketepatan pelayanan fisioterapi pasien peserta jaminan kesehatan nasional di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Jatinom Klaten Sebagian besar tingkat ketepatan pelayanan

Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat pengaruh dari kesegeraan feedback bias implisit terhadap stigma ekplisit dan tidak ditemukan korelasi yang

berpengaruh secara signifikan dan secara simultan pada PT Bank Persero di Indonesia , dan Secara parsial , Dana Pihak Ketiga (DPK) berpengaruh positif

Pada tahap pembinaan pinjaman ini seperti melihat domisili anggota apakah benar atau tidak, melihat bagaimana kesejahteraan dari anggota tersebut dan mencarikan solusi

mendengar keduanya dan setelah jelas mendengar keduanya dan setelah jelas semua permasalahan, ia menunjukkan semua permasalahan, ia menunjukkan kepada Robi’ah yang

Pada tanggal 22 Juni 2004, PT Bank Pan Indonesia Tbk (BP), pemegang saham, melakukan transaksi penjualan saham Perusahaan melalui PT Bursa Efek Jakarta sebanyak 16.000.000

Populasi dalam penelitian ini yaitu pemilih pemula yang berstatus sebagai siswa kelas XII SLTA di Kabupaten Cianjur yang meliputi SMA Negeri, MA Negeri, dan SMK Negeri

Semakin besar sudut belok yang diberikan maka kecepatan skid dan guling kendaraan akan semakin menurun, dimana berdasarkan analisa skid dapat disimpulkan bahwa Panser Anoa 6x6 APC