PERBEDAAN BEDAH KURETASE DAN BEDAH FLAP 1. Bedah Kuretase
Bedah kuretase adalah suatu perawatan bedah periodontal dengan cara mengerok atau membuang dinding poket (dinding jaringan lunak poket/dinding lateral poket) yang mengalami granulasi/fibroblastik dan terinflamasi. Kuretase dilakukan untuk membuang jaringan granulasi yang mengalami inflamasi kronis pada dinding jaringan lunak poket karena jaringan tersebut mengandung koloni bakteri, kalkulus subgingiva, epitel poket yang rusak, dan perlekatan epitel yang rusak.
Eliminasi poket dengan kuret akan mendapatkan efek pengkerutan/eliminasi inflamasi serta new attachment/re-epitelisasi. Tujuan dari bedah kuretase yaitu untuk membersihkan jaringan granulasi, membersihkan jaringan inflamasi, mengurangi kedalaman poket, serta mengambil papilla interdental yang rusak
Indikasi bedah kuretase :
• Poket dangkal-sedang (3-5 mm)
• Oedematuous, inlamasi, non fibrotic
• Kontur gingiva relative baik
• Terdapat kontraindikasi bedah perio lanjut
• Pasien dapat mematuhi recall visit untuk mencegah poket yang rekuren Kontraindikasi :
• Dinding poket fibrotik
• Poket yang dalam
• Keterlibatan furkasi
• Aksesibilitas sulit Prosedur yang dilakukan : Kuretase Tertutup
Teknik kuretase tertutup/closed method/blind method adalah kuretase yang tidak menggunakan teknik eksisi/pengirisan gingiva.
Gambar 1 Bedah Kuretase Tertutup.1
• Scaling dan root planing dilakukan pada kunjungan pertama
• Melakukan anestesi lokal
• Kuret dimasukan sejajar dengan sumbu panjang gigi sampai dasar poket, sisi tajam alat kuret dihadapkan pada epitel sulkuler (dinding jaringan lunak/dinding lateral poket)
• Dilakukan pengerokan (kuretase) beberapa kali dengan memberikan fiksasi pada dinding luar gingiva menggunakan jari hingga terjadi pendarahan baru
• Dilakukan irigasi dengan larutan saline atau H2O2 3%
• Daerah operasi ditekan selama 3-5 menit
• Dilakukan penjahitan bila diperlukan
• Daerah operasi ditutup dengan periodontal dressing/periodontal pack
• Instruksi pasca operasi dan pemberian resep antibiotik dan analgesik
• Pasien diminta untuk kontrol 1 minggu
• Pelepasan periodontal pack pada saat control.
2. Bedah Flap
Modification Wildman Flap merupakan prosedur standar untuk terapi periodontitis secara terbuka. Tujuan bedah flap terutama untuk menyediakan akses visual yang lebih baik ke jaringan yang terlibat secara periodontal. Metode ini ditandai dengan insisi yang tepat, partial flap reflection, dan prosedur atraumatik, yang tujuannya tidak harus menghilangkan poket tetapi “penyembuhan” (regenerasi
atau long junctional epthelium) dari poket periodontal dengan kehilangan jaringan yang minimal. Karena tulang alveolar hanya terbuka Sebagian sehingga nyeri dan pembengkakan paska operasi jarang terjadi. Tujuan utama dari prosedur ini meliputi root planing subgingival mekanis yang optimal dan “dekontaminasi” dengan visibilitas langsung. Adapun keuntungan bedah periodontal dengan teknik ini yaitu dapat dilakukannya pembersihan akar dengan penglihatan langsung, kehilangan jaringan yang minimal, bersifat reparatif, resorpsi tulang crestal minimal, serta ketidaknyamanan paska operasi dapat diminimalisir.
Indikasi
• MWF diindikasikan untuk pengobatan semua jenis periodontitis, tetapi sangat efektif dengan kedalaman poket 5-7 mm.
• Bergantung pada situasi patomorfologis pada masing-masing gigi, MWF dapat dikombinasikan dengan flap yang lebih besar dan fully reflected (metode resektif) dan prosedur khusus seperti eksisi baji, reseksi akar, hemiseksi, implantasi tulang, dll.
Kontraindikasi
Ada beberapa kontraindikasi untuk MWF:
• Kurangnya atau sangat tipisnya attached gingiva dan sempit dapat membuat teknik menjadi sulit, karena band yang sempit dari attached gingiva tidak memungkinkan dilakukannya insisi scalloped awal (internal gingivectomy).
Dalam situasi seperti itu, mungkin diperlukan untuk menggunakan insisi marginal konvensional atau bahkan insisi intrasulkular.
• MWF dikontraindikasikan untuk prosedur bedah tulang (osteoplasti atau ostektomi ekspansif) dengan defek tulang yang sangat dalam dan kehilangan tulang yang tidak teratur di bagian wajah dan mulut.
• Kurangnya ketidaknyamanan pasca operasi
Prinsip Prosedur Modified Wildman Flap—Teknik Ramfjord
1. Insisi awal dilanjutkan insisi berkelanjutan dengan insisi “scalloping” di area paramarginal (intragingival). Insisi pertama membedah epitel poket dan bagian dari infiltrasi subepitel. Insisi ini secara efektif menipiskan marginal gingiva, memastikan reposisi flap yang ideal paska operasi. Insisi ini menentukan bentuk flap dan dilakukan baik secara fasial maupun oral menggunakan pisau bedah 12B. Insisi ini adalah sayatan bevel terbalik, meluas ke puncak alveolar. Jarak insisi dari margin gingiva bervariasi tergantung pada lebar ruang interdental yang harus ditutup (0,5 hingga 1,5 mm). Sayatan menjadi intrasulkular di daerah interdental.
Gambar 2 Initial Incision flap.2
2. Mobilisasi parsial dari mucoperiosteal flap (full thickness flap baik secara fasial maupun oral) di dalam gingiva yang menempel pada alveolar crest. Pada tahap ini dilakukan refleksi gingiva menggunakan elevator, tetapi hanya sejauh puncak alveolar untuk memungkinkan visualisasi langsung dari permukaan akar dan puncak alveolar
Gambar 3 Flap Reflection. 2
3. Insisi kedua—insisi sulkular
Sayatan kedua adalah sulkular/intrasulkular di sekitar setiap gigi. Dilakukan diantara struktur jaringan keras dan gingiva yang akan memisahkan epitel saku dan epitel junctional dari permukaan akar, dan meluas apikal epitel poket.
Gambar 4 Second Incision flap. 2
4. Insisi ketiga—insisi horizontal dan interdental; pengangkatan jaringan yang tergambar dan semua jaringan granulasi sehingga memisahkan jaringan poket supracrestal dari jaringan pendukungnya di bawahnya terutama di area interdental.
Gambar 5 Third Incision flap. 2
5. Pembersihan dan root planing dengan penglihatan langsung
Kuret digunakan di kedalaman kawah interdental untuk membuang sisa-sisa epitel poket dan jaringan granulasi. Root planing secara sistematis dilakukan dengan
irigasi berulang (NaCl 0,9%) dan evakuasi oleh asisten gigi, dengan penglihatan langsung.
Gambar 6 Root cleaning and planing with direct vision. 2
6. Adaptasi flap, penutupan area interdental
Flap dikedua sisi diadaptasi secara ketat di atas tulang dan di antara gigi melalui interrupted interdental sutures. Karena “papila baru” dibuat dengan insisi scalloping awal, biasanya cacat tulang interdental dapat tertutup seluruhnya.
Gambar 7 Flap adaptation, complete coverage interdentally. 2