• Tidak ada hasil yang ditemukan

Cara Mengoptimumkan Efisiensi PLTU

N/A
N/A
Adila Syifa Prayogi 02-G5

Academic year: 2024

Membagikan "Cara Mengoptimumkan Efisiensi PLTU"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

LEMBAR JAWABAN

JURUSAN TEKNIK MESIN POLITEKNIK NEGERI JAKARTA UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL 2023/2024

NAMA : Adila Syifa Prayogi KELAS : EN-5B

NIM : HARI/TGL : Selasa, 23 Januari 2023

1.

A. Jelaskan bagaimana Langkah mengoptimumkan PLTU

Untuk mengoptimumkan efisiensi PLTU ada beberapa hal yang perlu dipahami dan diperhatikan.

Beberapa diantaranya adalah.

• Peninjauan dan Menganalisis rugi-rugi pada sistem dan sumber daya PLTU untuk mengetahui dimana adanya loses yang berdampak apada penurunan efisiensi PLTU

• Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi efisiensi PLTU adalah;

➢ Bahan Bakar

➢ Sistem Operasi

➢ Sumberdaya Manusia

➢ KondisiAlam

➢ Umur Peralatan yang digunakan

• Setelah menemukan faktor yang menurunkan efisiensi PLTU, maka dapat dirancang program untuk mengoptimalkan kembali efisiensi yang terbuang, terdapat beberapa program dilihat dari jangka waktunya, yaitu;

➢ Program jangka pendek

➢ Program jangka menengah

➢ Program jangka panjang

• Pada jenis kegiatan yang dilakukan, terdapat beberapa jenis cara untuk menaikkan efisiensi, yaitu

➢ Optimalisasi pada pola operasi

➢ Manajemen energi primer yang digunakan

➢ Pengendalian pemakaian sendiri

➢ Menghilangkan derating

➢ Dan upgrade pada sistem teknologi

(2)

B. Bagaimana cara mengoptimalisasikan efisiensi PLTU dari sisi bahan bakar (fuel) yang digunakan?

Untuk mengoptimalisasi efisiensi PLTU dari segi bahan bakar atau fuel dapat dilakukan

• Yaitu dengan menggunakan dan mengoperasikan bahan bakar gas sebagai cofiring, dengan menggunakan bahan bakar gas, nantinya juga akan berampak pada penurunan biaya operasi, salah satu contohnya dapat memangkas biaya peanganan abu terbang dan abu endapan, dilain sisi juga dapat menurunkan biaya untuk menangani polutan udara.

• Lalu dapat dilakukan pengendalian dari Bahan bakar atau energi primer, mulai dari pengendalian kualitas bahan bakar dan banyaknya volume yang digunakan dalam PLTU tersebut

C. Jelaskan apa tujuan pembuatan FMEA pada konsep pemeliharaan

FMEA sendiri merupakan singkatan dari Failure Mode and Effect Analysis yang mempunyai penjelasan yaitu, metode sistematis untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengelola risiko potensial atau kegagalan dalam suatu proses atau sistem. Dalam konteks proses dan pengkonsepan maintenance, tujuan FMEA adalah untuk meningkatkan keandalan, ketersediaan, dan kinerja peralatan atau sistem melalui identifikasi dan mitigasi potensi kegagalan atau risiko yang dapat terjadi selama operasi dan pemeliharaan.

Dalam konsep pemeliharaan FMEA dapat membantu kesiapan pemeliharaan, yaitu;

• Membantu mengidentifikasi potensi atau resiko kegagalan

• Membantu menilai dampak kegagalan

• Menentukan probabilitas kegagalan

• Mengembangkan strategi risk management

• Mendesain rencana pemeliharaan

• Meningkatkan analisis manajeman waktu

D. Jelaskan apa tujuan dan ruang lingkup dari Manajemen Overhoul

Pada pemeliharaan dan Manajemn overhoul, terdapat beberapa jenis ruang lingkup. Ruang lingkup sendiri dideskripsikan sebagai batasan apa saja yang harus dirawat dan harus dioverhoul dalam jangka waktu tertentu, ini diperlukan untuk meningkatkan efektifitas dari overhoul itu sendiri, beberapa sebutan ruang lingkup yang biasa digunakan pada manajemen overhoul adalah

• Simple inspection yang dapat disetarakan dengan Type A Inspection

• Medium inspection yang dapat disetarakan dengan Type B Inspection

(3)

• Seriosu inspection yang dapat disetarakan dengan Type C Inspection

Ini digunakan untuk membagi manajemen overhoul, biasanya jenis jenis inspeksi tersebut dibedakan pada lamanya PLTU tersebut berkerja atau biasa disebut Working Hours.

2.

A. Dalam Turnaround Management pemeliharaaan sistem pembangkit, manajemen apa saja yang dibutuhkan agar proses bisa berjalan dengan baik? Jelaskan apa dampaknya jika tidak ada?

Turnaround manajemen sendiri merupakan serangkaian tindakan dan strategi yang diimplementasikan oleh manajemen perusahaan untuk mengubah arah bisnis yang sedang mengalami kesulitan atau krisis ke arah yang lebih baik. Tujuan dari turnaround manajemen adalah untuk memperbaiki kinerja perusahaan yang buruk, mengatasi masalah keuangan, dan mengembalikan keuntungan.

Dalam Turnaround Management pemeliharaaan sistem pembangkit, dibutuhkan beberapa manajemen yang harus dilakukan, yaitu;

• Project Scopes Management

• Project Time Management

• Project Cost Management

• Project Quality Management

• Project Human Resource Management

• Project Communication Management

• Project Risk Management

Jika Turnaround Management tidak dilakukan dengan baik atau bahkan tidak ada, ini akan mempengaruhi

• Kondisi keuangan memburuk, ini dikarenakan pengeluaran yang tidak terkontrol dikarenakan banyak loses yang diciptakan disegala scopes

• Resiko tidak terkendali, menjadikan reliabilty unit menurun

• Waktu maintenance dan overhoul tidak terkontrol

• Menurunya efisiensi unit

B. Jelaskan proses dari Manajemen Waktu? Jelaskan maksud dari masing-masing proses tersebut?

(4)

Dalam penyusunan manajemen waktu pada sebuah project, terdapat beberapa proses yang dapat dilakukan, yitu;

• Mendefinisi aktivitas: identifikasi aktivitas khusus yang harus dilakukan oleh anggota tim proyek dan stakeholder untuk menghasilkan deliverables, ini penting dilakukan untuk menganalisis bentuk tantangan dan menghitung estimasi waktu.

• Pengurutan aktivitas (activity sequencing): identifikasi dan dokumentasi keterkaitan antar aktivitas proyek. Mengurutkan aktifitas dalam proses sebuah proyek dapat membantu meningkatkan efisiensi pada project tersebut, karena aktivitas berjalan dengan berurutan dan baik

• Estimasi sumberdaya untuk setiap aktivitas : penting untuk memperkirakan sumberdaya yang diperlukan pada setiap aktifitas project agar tingkat kesiapan project lebih baik dan akan memangkas waktu tunggu jika sumberdaya harus dicari atau pre order

• Estimasi durasi aktivitas : Mengestimasikan durasi aktivitas dapat membentuk tanggung jawab tiap scopes dan dapat meningkatkan efisiensi waktu.

• Pembuatan jadwal: analisis urutan aktivitas, analisis estimasi sumberdaya utk setiap aktivitas, dan analisis durasi aktivitas utk membuat jadwal proyek

• Pengendalian jadwal: pengendalian dan pengaturan perubahan jadwal proyek

C. Tuliskan 4 tahapan dari Manajemen Resiko? Jelaskan maksud dari masing-masing tahapan tersebut?

• Risk identification : mengidentifikasi risiko-risiko yang mungkin mempengaruhi pencapaian tujuan. Ini melibatkan identifikasi dan analisis semua kemungkinan risiko yang mungkin muncul dalam kegiatan operasional, proyek, atau lingkungan bisnis. Identifikasi risiko dapat melibatkan pihak-pihak terkait dan penggunaan alat seperti analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) atau teknik brainstorming.

• Analysis of probability and consequences : langkah berikutnya adalah mengevaluasi dan menganalisis risiko-risiko tersebut. Ini mencakup penentuan probabilitas terjadinya risiko dan dampaknya jika terjadi.

• Risk mitigation strategies : Setelah risiko-risiko diidentifikasi dan dievaluasi, langkah selanjutnya adalah mengembangkan strategi untuk mengelola risiko-risiko tersebut. Ini melibatkan pengambilan keputusan tentang cara mengurangi, mentransfer, menerima, atau menghindari risiko.

• Control and documentation : Tahap terakhir dalam siklus manajemen risiko adalah pemantauan dan pengawasan terus-menerus terhadap risiko-risiko yang telah diidentifikasi dan dikelola. Perubahan dalam lingkungan bisnis atau proyek dapat menyebabkan perubahan dalam tingkat risiko, sehingga perlu untuk terus memantau dan mengevaluasi efektivitas strategi manajemen risiko. Ini dapat diterapkan dengan 5W1H.

(5)

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk: a) Mengetahui penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja listrik berdasarkan jenis pekerjaan pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU

2.1 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Prinsip kerja PLTU hampir sama dengan yang pembangkit yang lain yaitu energi yang dipakai untuk memutar generator untuk

Penelitian ini bertujuan untuk: a) Mengetahui penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja listrik berdasarkan jenis pekerjaan pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU

ANALISIS BEBAN GENERATOR PROTOTIPE PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP PLTU Yogi Pratama1, Radhiah2, Fauzan3 1,2,3 Program Studi Teknologi Rekayasa Pembangkit Energi Jurusan Teknik

Pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) PT.PLN Persero Sektor Pembangkitan Belawan, turbin uap digunakan untuk membangkitkan energi listrik dengan cara mengubah energi panas

Berikut akan saya berikan contoh cara perhitungan progress proyek PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) untuk paket steam generator (boiler).. Sebagaimana praktek yang

6. PLTU menghasilkan limbah yang dapat mencemari perairan di sekitar pembangkit.. 8) PLTU adalah pembangkit yang menggunakan uap untuk memutar turbinnya yang akan menggerakkan

Siklus ini merupakan salah satu metode untuk meningkatkan efisiensi thermal dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yaitu dengan cara meningkatkan temperatur