• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jejaring Rujukan Pengobatan Pasien

N/A
N/A
F 1 KE

Academic year: 2023

Membagikan " Jejaring Rujukan Pengobatan Pasien"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

2) Jejaring Eksternal Layanan Tuberkulosis a) Jejaring Rujukan Pengobatan Pasien

Pasien TBC dalam proses diagnosis dan pengobatan dapat berpindah antar fasyankes, baik rujukan pasien pindah vertikal (FKTP-FKRTL) maupun horizontal (FKTP-FKTP atau FKRTL-FKRTL). Pasien TBC yang berpindah fasyankes harus dapat terinformasi dengan baik antar fasyankes, sehingga pasien TBC mendapatkan pengobatan TBC sesuai standar dan hingga tuntas. Secara umum, alur koordiasi pasien pindah adalah sebagai berikut:

Gambar 4. Alur Rujukan/Pindah Pasien TBC

i) Rujukan Terduga Pindah Sebelum Mulai Pengobatan

Bila terduga TBC sudah dilakukan pemeriksaan diagnostic TBC dan pasien berpindah fasyankes sebelum pengobatan, maka:

i. Fasyankes perujuk menginformasikan kepada fasyankes yang dituju serta Dinas Kesehatan dengan menyertakan hasil pemeriksaan bakteriologis TBC pada TBC 05 dan TBC 09 serta menginput data pasien di sistem informasi TBC nasional.

ii. Fasyankes perujuk memindahkan status pasien pada sistem informasi TBCnya untuk “Dirujuk ke Fasyankes” tujuan dan/atau mengirimkan TBC.09 bagian bawah. Status pasien TBC akan berubah menjadi “Belum lapor”

iii. Fasyankes penerima rujukan melakukan konfirmasi menerima pasien pada sistem informasi TBCnya. Dengan fasyankes penerima rujukan melakukan konfirmasi, status pasien TBC fasyankes perujuk akan berubah menjadi “Sudah lapor”

iv. Fasyankes penerima rujukan melanjutkan inisiasi pengobatan terduga TBC yang sudah terkonfirmasi bakteriologis TBC. Bila terduga belum

(2)

memiliki hasil pemeriksaan bakteriologis, maka fasyankes penerima melakukan pemeriksaan diagnosis TBC bagi terduga.

v. Jika pasien berpindah pengobatan keluar kabupaten/kota asal dapat menggunakan komunikasi lintas batas wilayah (antar Dinas Kesehatan Kab/Kota atau antar Dinas Kesehatan Provinsi)

ii) Rujukan Pasien Pindah Setelah Mulai Pengobatan

i. Jika Pasien yang sudah memulai pengobatan pindah berobat antar fasyankes, fasyankes tersebut menginformasikan kepada fasyankes yang dituju dan Dinas Kesehatan dengan menginput pasien pindah di SITB dan menyertakan OAT sisa, fotokopi TB 01 serta TB 09;

ii. Fasyankes yang menerima pasien pindah mengkonfirmasi ke fasyankes pengirim melalui SITB dan/atau mengirimkan TB.09 bagian bawah;

iii. Bila pengobatan pasien pindah sudah selesai, fasyankes yang menerima pasien pindah menginput hasil pengobatan pasien di sistem informasi TBC serta menginformasikan dan mengirimkan TBC.10 ke fasyankes pengirim;

iv. Jika pasien pindah pengobatan keluar kabupaten/kota asal dapat digunakan komunikasi lintas batas wilayah (antar Dinas Kesehatan Kab/Kota atau antar Dinas Kesehatan Provinsi);

v. Rujuk balik dari layanan sekunder ke layanan primer. Unit TBC DOTS RS dapat berkomunikasi secara aktif dengan poli DOTS Puskesmas.

Referensi

Dokumen terkait