• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jenis dan Pola Perumahan

N/A
N/A
Vinna Yasin

Academic year: 2024

Membagikan "Jenis dan Pola Perumahan"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

TIPE DAN POLA PERUMAHAN (1)

MKP. DESAIN DAN TEKNOLOGI PERUMAHAN Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik

Universitas Sebelas Maret

(2)

UU NO. 1 TAHUN 2011 TENTANG

PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN

 Rumah adalah bangunan gedung yang berfungsi sebagai tempat tinggal yang layak huni, sarana pembinaan keluarga, cerminan harkat dan martabat penghuninya, serta asset bagi pemiliknya.

 Rumah komersial adalah rumah yang diselenggarakan dengan tujuan mendapatkan keuntungan.

 Rumah swadaya adalah rumah yang dibangun atas prakarsa dan upaya masyarakat.

 Rumah umum adalah rumah yang diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

 Rumah khusus adalah rumah yang diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan khusus.

 Rumah Negara adalah rumah yang dimiliki Negara dan berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana pembinaan keluarga serta penunjang pelaksanaan tugas pejabat dan/atau pegawai negeri

 Perumahan adalah kumpulan rumah sebagai bagian dari permukiman, baik perkotaan maupun perdesaan, yang dilengkapi dengan prasarana, sarana, dan utilitas umum sebagai hasil upaya pemenuhan rumah yang layak huni.

(3)

HIERARKI MASLOW

KEBUTUHAN

RUMAH

(4)

TYPES OF HOUSING

(5)

DETACHED HOUSE

(SINGLE HOUSE/RUMAH TUNGGAL)

(6)

• Bangunan rumah tunggal berdiri sendiri dan terpisah dari

bangunan di sampingnya

• Memiliki jarak tertentu terhadap bangunan di sampingnya dan jalan umum

• Memiliki halaman pada sisi-sisi rumah

• Merupakan bangunan hunian dengan tingkat kepadatan rendah, karena umumnya

dihuni oleh satu keluarga (single- family housing)

CONTOH ILUSTRASI RUMAH TUNGGAL KARAKTERISTIK:

(7)

SEMI-DETACHED HOUSE (RUMAH KOPEL)

(8)

CONTOH ILUSTRASI SEMI-DETACHED HOUSE KARAKTERISTIK:

• Bangunan satu atap yang terdiri dari dua unit rumah, dibatasi oleh dinding bersama

• Merupakan bangunan hunian dengan tingkat kepadatan sedang/rendah

• Umumnya memiliki halaman di bagian depan dan belakang bangunan

(9)
(10)

ROW HOUSES (RUMAH DERET)

• Bangunan dengan struktur tunggal tetapi memiliki bagian unit

• Hanya dibatasi dengan dinding pemisah

(11)

CONTOH ILUSTRASI ROW HOUSE KARAKTERISTIK:

• Bangunan dengan struktur tunggal tetapi memiliki bagian unit untuk ditinggali oleh penghuni yang berbeda-beda

• Merupakan bangunan hunian dengan tingkat kepadatan tinggi

(12)

TIPE ROW HOUSES

Court-Plan Row House

Parallel Row Plan

(13)

MAISONETTE

• “Maisonette” berasal dari bahasa Perancis, bangunan dua lantai yang dapat sekaligus memuat segala

kebutuhan dari mulai kamar tidur, kamar mandi, ruang makan, dapur, ruang

keluarga, hingga balkon dalam satu hunian.

• Hunian ini diperuntukkan daerah-daerah yang memiliki lahan sempit namun

menginginkan hunian yang lengkap untuk rumah tangga.

• Dalam satu bangunan terdiri dari beberapa blok

(14)

K

ETENTUAN PEMBANGUNAN

Amplop Bangunan (Building Envelope)

a: Daerah Milik Jalan (Damija)

b: Garis Sempadan Bangunan (GSB depan) c: Kedalaman Persil

d: Jarak Bebas Belakang (GSB belakang) e: Jarak Bebas Samping (GSB samping) f : Muka Persil

g: Ketinggian Bangunan

h: Koefisian Dasar Bangunan (KDB)

a b

f

g

c

e

d h

(15)

Perumahan di Kota

Asumsi penduduk padat  efisiensi lahan dan sarana

Perumahan di Desa

Kepadatan rendah, jarak rumah cukup jauh antara

satu dengan yang lain, sarana tidak efisien.

(16)
(17)
(18)

POLA PERUMAHAN DI PERKOTAAN

• Perumahan terencana

• Membentuk struktur ruang dan hierarki yang jelas

• Aksesbilitas ke setiap rumah baik

• Pembangunan utilitas mudah

• Harga lahan antar persil relatif setara

Geometris Teratur

• Terdapat pada perumahan spontan, incremental, atau squatter

• Struktur dan hierarki ruang sulit diidentifikasi

• Aksesbilitas sangat terbatas

• Sulit membangun infrastruktur

• Terdapat perbedaan harga lahan yang mencolok antar persil

Organik Tak Teratur

(19)

DASAR IDENTIFIKASI POLA PERUMAHAN

 Ditentukan oleh jaringan yang menghubungkan antar rumah dalam blok permukiman dan dengan jaringan jalan lainnya

 Ditentukan oleh fisik dasar

 Ditentukan oleh tipe dan luasan rumah serta fasilitas sosial yang disediakan

 Ditentukan oleh rencana struktur blok permukiman tersebut

Sumber: Perumahan dan Permukiman (Agam Marsoyo)

(20)

POLA LINIER

 Pola ini umumnya memanjang dan hanya ada satu jalan di antara rumah yang

berhadapan

(21)

POLA GRID

 Pola ini membentuk grid yang berjarak relatif sama satu sama lain dan saling membentuk garis yang tegak lurus.

 Menimbulkan frekuensi lalu lintas yang relatif tinggi karena

merupakan jalan tembus.

(22)
(23)

POLA SQUARE

 Merupakan pengembangan dari pola grid, yang di dalamnya terdapat ruang terbuka.

 Pola jalan ini sangat cocok untuk membentuk landscape ruang luar di dalam suatu kawasan permukiman yang sudah

terencana

 Pola ini dibuat untuk menandakan suatu area di dalam

jaringan grid dari jalan-jalan lingkungan untuk membentuk

suatu komunal space yang sangat bermanfaat bagi penduduk

sekitar

(24)
(25)

POLA CUL DE SACS

 Cul De Sacs adalah tipe jalan pada suatu lingkungan permukiman dengan hanya

ada satu jalan masuk atau keluar

 Umumnya, Cul De Sac digunakan untuk megurangi kemacetan

 Tingkat privasi tinggi

 Lalu lintas yang rendah dapat dicapai

(26)
(27)

POLA LOOPS

 Memiliki banyak tikungan

 Fungsi utama untuk mengurangi kemacetan lalu lintas

 Menyediakan privasi, keamanan

 Bentuk jalan buntu yang ekonomis tanpa kesulitan untuk berputar

kembali

(28)

POLA GABUNGAN

 Merupakan gabungan dari berbagai pola (linear, grid, loops, cul de sacs) karena

berbagai

pertimbangan.

(29)

Menghindari jalan langsung ke perumahan

Menyesuaikan dengan kontur

(30)

Menyesuaikan kontur (organis), menghindari lahan beresiko

(rawan)

Mengoptimalkan view,

mempermudah akses,

menyediakan greenary

(31)

Membuat variasi, membagi lahan secara optimal,

menghindari tapak

memanjang ke belakang

Mengurangi persimpangan,

membuat hirarki

(32)

Menghadapkan rumah ke arah fasos / fasum

Mengoptimalkan view, aspek keamanan dan kenyamanan

lingkungan

(33)

Referensi

Dokumen terkait

Faktor-faktor penghambat proses Implementasi Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2011 Tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman Dalam Menciptakan Rumah

lem baga kan sistem pembiayaan pe­ rumahan, baik di tingkat pusat maupun daerah. Sesuai amanat pasal 121 Undang­ undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukim

bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 18 huruf b Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman serta untuk

Sedangkan penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman sesuai dengan ketentuan Pasal 1 angka 6 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan

berjudul “ Tinjauan Atas Undang-Undang No.20 Tahun 2011 Tentang Rumah Susun Dalam Penyediaan Perumahan dan Permukiman yang Layak Huni Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah ”

Rumah Perumahan Permukiman Kumpulan rumah + PSU Kumpulan Perumahan + Fungsi kegiatan lain Definisi Rumah UU 1/2011 Perumahan Rumah Permukiman Bagian dari lingkungan hunian

Pengawasan dan pengendalian terhadap pelaksanaan amanat Undang- Undang nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman Pasal 34 ayat 4 yang menyebutkan bahwa Dalam hal

Tentang Definisi Variable Independen dan Variable Dependen Undang - Undang No 24 tahun 2011 tentang BPJS Kesehatan, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 No.116, Jakarta