• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jenis kegiatan yang dilakukan oleh PT. Klinik Harapan Kita

N/A
N/A
msubhan atanjung

Academic year: 2024

Membagikan "Jenis kegiatan yang dilakukan oleh PT. Klinik Harapan Kita"

Copied!
46
0
0

Teks penuh

(1)

Standar Teknis Pembuangan Air Limbah PT. Klinik Harapan Kita 1

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Identitas Pelaku Usaha

1. Nama : Chrisant Damianus Tarigan 2. Jabatan : Direktur Utama

3. Alamat : Dusun V, desa/Kelurahan Mekar Sari,

Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan Kode Pos : 20719.

4. NIK : 1209192311900001 5. NPWP : 14.203.272.1-119.000

1.2 Alamat Usaha dan/atau Kegiatan

1. Nama Perusahaan : PT. Klinik Harapan Kita 2. Nama Rencana Usaha

dan/atau Kegiatan : Klinik Harapan Kita 3. Alamat Perusahaan :

Dusun V, desa/Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan Kode Pos : 20719.

4. Alamat Rencana Usaha dan/atau Kegiatan

:

Dusun V, desa/Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan Kode Pos : 20719.

5. Nomor Induk Berusaha : 2204220051417

6. Kode KBLI 86105 – Aktifitas Klinik Swasta.

PT. Klinik Harapan Kita

7. NPWP : 65.190.8881-115.000

8. Status Penanaman Modal : PMDN 9. Nomor Telepon : (0626) 422041

10. Nomor Hp : 08126291499

11. Email : [email protected]

12. Luas Wilayah : 2.102 m2

13. Luas Bangunan : ±950 m2

(2)

Standar Teknis Pembuangan Air Limbah PT. Klinik Harapan Kita 2 1.3 Latar Belakang

Dalam membantu program Pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam bidang kesehatan dan membuka lowongan pekerjaan untuk tenaga kerja produktif yang belum bekerja dan dalam bidang-bidang lainnya maka pelayanan kesehatan yang memiliki peranan penting didunia kesehatan salah satunya adalah Klinik. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 9 Tahun 2014 tentang Klinik , Klinik adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan yang menyediakan pelayanan medis dasar dan/atau spesialistik.

Klinik Harapan Kita adalah klinik kesehatan yang melaksanakan pemeriksaan Kesehatan meliputi pelayanan medik, berupa medik dasar oleh dokter umum dan dipimpin oleh seorang dokter umum untuk penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan (Permenkes RI No.9, 2014).

PT. Klinik Harapan Kita merupakan Klinik pratama Klinik yang menyelenggarakan pelayanan medik dasar baik umum maupun khusus. Klinik Harapan Kita yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan, menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan dan ruang gawat darurat yang didirikan berdasarkan akte notaris pada tahun 2022 . Untuk operasional Klinik Pratama PT. Klinik Harapan Kita maka dibutuhkan izin lingkungan atau persetujuan lingkungan. Berdasarkan kegiatan yang dilaksanakan maka air limbah yang dihasilkan oleh kegiatan berupa air limbah domestik, air limbah domestik tersebut akan diolah menggunakan Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik. Adanya rencana pembuangan air limbah berupa air limbah domestik ke badan air permukaan yang berada di sekitar lokasi kegiatan tersebut maka PT. Klinik Harapan Kita melakukan penyusunan Standar Teknis, berupa Standar Teknis Pembuangan Air Limbah ke Badan Air Permukaan. Merujuk pada Pasal 4 Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Nomor 5. Tahun 2021 Tentang Tata Cara Penerbitan Persetujuan Teknis Dan Surat Kelayakan Operasional Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan, menyebutkan bahwa, untuk mendapatkan

(3)

Standar Teknis Pembuangan Air Limbah PT. Klinik Harapan Kita 3 Persetujuan Teknis penanggung jawab Usaha dan/atau Kegiatan pembuangan dan/atau pemanfaatan Air Limbah harus melakukan: penapisan secara mandiri; dan permohonan persetujuan teknis. Selanjutnya dalam Pasal 5 Ayat (1) disebutkan bahwa: Penapisan Secara Mandiri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf a dilakukan untuk menentukan kelengkapan permohonan Persetujuan Teknis berupa:

Kajian Teknis; atau Standar Teknis yang Ditetapkan oleh Pemerintah. Berpedoman pada ketentuan diatas tersebut, PT. Klinik Harapan Kita melakukan dan menyampaikan hasil Penapisan Secara Mandiri dalam rangka menentukan kelengkapan permohonan Persetujuan Teknis Pemenuhan Baku Mutu Air Limbah untuk Pembuangan Air Limbah ke Badan Air Permukaan dari kegiatan PT. Klinik Harapan Kita. Menurut Pasal 43 Ayat (2) pada Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup bahwa: Pengajuan dokumen AMDAL dan dokumen UKL-UPL sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dilengkapi dengan Persetujuan Teknis. Selanjutnya pada Pasal 43 Ayat (3) pada Peraturan Pemerintah tersebut dinyatakan bahwa Persetujuan Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (2) terdiri atas:

a. Pemenuhan Baku Mutu Air Limbah;

b. Pemenuhan Baku Mutu Emisi;

c. Pengelolaan Limbah B3;

Berpedoman pada ketentuan diatas tersebut, PT. Klinik Harapan Kita melakukan dan menyampaikan hasil Penapisan Secara Mandiri dalam rangka menentukan kelengkapan permohonan Persetujuan Teknis Pembuangan Air Limbah ke Badan Air Permukaan dari kegiatan PT. Klinik Harapan Kita.

1.4 Penapisan Mandiri

Penapisan mandiri dilakukan sebagai tahap awal dalam pengajuan Persetujuan Teknis untuk Pembuangan Air Limbah ke Badan Air Permukaan dengan proses penapisan seperti gambar 1.1 dibawah. Dari proses penapisan maka timbul pertanyaan , dimana pada pertayaan 1 s/d 3 maka usaha dan/kegiatan dengan KBLI 86105 Aktivitas Klinik Swasta wajib menyusun Standar Teknis (hal 34 -58 ) Sehingga

(4)

Standar Teknis Pembuangan Air Limbah PT. Klinik Harapan Kita 4 berdasarkan hal ini maka PT. Klinik Harapan Kita wajib melakukan penyusunan dokumen Standar Teknis Pembuangan Air Limbah ke Badan Air Permukaan sebagai kelengkapan dalam pengajuan persetujuan teknis pembuangan air limbah ke badan air permukaan.

Gambar 1.1 Proses Penapisan mandiri

Pembuangan air limbah yang dikaji merupakan air limbah dari aktivitas pelayanan terhadap pasien yang melakukan pemeriksaan secara rawat inap maupun rawat jalan yang merupakan bagian dari kegiatan PT. Klinik Harapan Kita. Hasil dari persetujuan teknis pembuangan air limbah ke badan air permukaan ini akan dilanjutkan untuk diverifikasi lapangan oleh instansi terkait untuk memperoleh Sertifikat Layak Operasional untuk kegiatan pengelolaan air limbah dan aman untuk dibuang ke badan air permukaan.

(5)

Standar Teknis Pembuangan Air Limbah PT. Klinik Harapan Kita 5

BAB II

DESKRIPSI KEGIATAN

2.1 Deskripsi Kegiatan dan/atau Usaha

2.1.1 Jenis dan Kapasitas Usaha dan/usaha Kegiatan

Jenis kegiatan yang dilaksanakan oleh PT. Klinik Harapan Kita merupakan fasilitas Kesehatan yang bergerak dalam bidang penyelengaraan pelayanan kesehatan yakni Klinik Swasta Pratama dengan kode KBLI 86105 . Adapun aktifitas kegiatan usaha meliputi rawat jalan, rawat inap, ruang tindakan darurat , pemeriksaan laboratorium meliputi pengechekan darah lengkap dan gol. darah, KB, pengechekan asam urat dan kolesterol, persalinan .

Adapun jenis pelayanan yang diberikan meliputi sebagai berikut : a. Pelayanan Berobat Jalan (Rawat Jalan)

Pelayanan berobat jalan yang dilakukan adalah untuk ibu hamil , pemeriksaan rutin , merawat ibu nifas , merawat bayi baru lahir , serta perawatan pasien umum.

b. Pelayanan Rawat Inap

Pelayanan rawat inap bagi pasien yang akan melahirkan , maupun pasien yang diakibatkan pelayanan Kesehatan lainya.

c. Pelayanan Persalinan

Pelayanan persalinan ini mencakup kegiatan dalam membantu ibu yang akan melahirkan secara normal.

d. Balai Pengobatan

Pelayanan Kesehatan yang memberikan pelayanan Kesehatan secara umum kepada Masyarakat.

(6)

Standar Teknis Pembuangan Air Limbah PT. Klinik Harapan Kita 6 e. Apotik

Fasilitas ini disediakan untuk membantu Masyarakat dalam mendapatkan obat – obatan yang dibutuhkan dalam proses pengobatan

f. Pelayanan Ruang Gawat Darurat

Fungsi ruang gawat darurat adalah sebagai tempat untuk melayani pasien yang berada dalam keadaan gawat darurat yang membutuhkan pertolongan secepatnya.

Adapun rencana pengunaan lahan sebagai sarana dan prasarana PT. Klinik Harapan Kita terlampir pada tabel dibawah ini :

Tabel 2.1. Penggunaan Lahan Rencana Usaha dan/atau Kegiatan Klinik PT. Klinik Harapan Kita

Sumber : PT. Klinik Harapan Kita, 2023

Dalam operasionalnya rencana usaha dan/atau kegiatan Klinik Harapan Kita akan didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai. Adapun sarana dan prasarana kegiatan Klinik Harapan Kita dapat dilihat pada Tabel 2.4 dan 2.5.

Tabel 2.2. Sarana dan Prasarana pada PT. Klinik Harapan Kita

No Jenis Penggunaan Luas Lahan

(m2)

Persentase Luas Lahan

(%)

1 Bangunan Klinik (eksisting) 950 45,18

2 Halaman Depan 1.115 53,01

4 Unit IPAL 12 0,56

5 TPS Limbah B3 9 0,42

6 Gudang Genset 6 0,27

7 Pagar 10 0,56

Total 2.102 100

(7)

Standar Teknis Pembuangan Air Limbah PT. Klinik Harapan Kita 7 Tabel 2.3. Prasarana Rencana Usaha dan/atau Kegiatan Klinik Harapan Kita

No Nama Barang Jumlah

1 Kursi tunggu 4 unit

2 Meja front office 1 unit

3 Meja dokter/kantor 4 unit

4 Kursi front office/dokter/kantor 3 unit

5 Kursi (biru) 15 unit

6 TV 2 unit

7 AC 1 unit

8 Remote TV 2 unit

9 Remote AC 1 unit

10 Tong sampah 11 unit

11 Dispenser air minum 8 unit

12 Kloset duduk 8 unit

13 Gantungan handuk 1 unit

14 Kulkas 1 unit

15 Lemari box 3 unit

16 Komputer 1 unit

17 Autocalev 1 unit

18 D-Dimer 1 unit

19 Alat Timer 1 unit

20 Alat Darah 1 unit

21 Inkubator 1 unit

22 Freezer 1 unit

23 Printer 1 unit

24 Keyboard + mouse 1 set

25 Kipas angin gantung 10 unit

26 Lemari kabinet 8 unit

(8)

Standar Teknis Pembuangan Air Limbah PT. Klinik Harapan Kita 8

27 Wifi rounter 2 unit

28 Gayung 10 unit

29 Ember 10 unit

30 Ambulance 1 unit

30 APAR 2 unit

31 Troli 1 unit

32 Kursi roda 2 unit

33 Lemari gantung 7 unit

PT. Klinik Harapan Kita untuk mendukung kegiatan pelayanan Kesehatan pada Masyarakat memiliki Tenaga Medis dan Non Medis seperti tabel dibawah ini .

Tabel 2.4 Jumlah Tenaga Kerja (Jumlah Maksimal)

No. Tenaga Jumlah/ Orang

1. Dokter 1

2. Perawat 2

3. Bidan 5

4. Petugas Gizi 1

5. Petugas Kebersihan 2

Jumlah 11

Sumber: PT.Klinik Harapan Kita, 2023

(9)

Standar Teknis Pembuangan Air Limbah PT. Klinik Harapan Kita 9 Gambar 2.1 Lay out Klinik PT. Klinik Harapan Kita

I P A L

L B 3

(10)

Standar Teknis Pembuangan Air Limbah PT. Klinik Harapan Kita 10 2.1.2 Jenis dan Jumlah Bahan Baku dan/atau Bahan Penolong yang

Digunakan

PT. Klinik Harapan Kita menunjang kegiatan aktivitas pelayanan kesehatan mengunakan air bersih yang berasal dari air sumur. Air bersih hanya digunakan untuk kegiatan domestik (MCK, ibadah dan housekeeping) karyawan dan pasien serta penyiraman Ruang Terbuka Hijau dan jalan. Air bersih untuk keperluan konsumsi pekerja dan tamu dilokasi kegiatan berasal dari penyuplai air minum lokal yang dipesan sesuai kebutuhan dan diantar dalam kemasan galon setiap 2-3 hari sekali.

Rincian perkiraan penggunaan air bersih non konsumsi dapat dilihat pada Tabel 2.5 , sedangkan neraca penggunaan air harian pada tahap operasi dapat dilihat pada Gambar 2.4.

Tabel 2.5. Penggunaan Air Bersih Operasional Rencana Usaha dan/atau Kegiatan No Peruntukan Jumlah

Orang

Penggunaan Air (L/Hari)

Total Penggunaan

(m3/hari)

Terpakai 20%

(m3/Hari)

Limbah Cair 80%(m3/hari) 1 Kegiatan

Domestik 3.150 3,15 0.63 2,52

2

Penyiraman RTH dan Jalan

- 200 0.2 0.2 0

Jumlah 3.35 0,83 2,52

Sumber : PT. Klinik Harapan Kita, 2023

Catatan : Tenaga kerja : 11 orang dan jumah Pasien/ bad 7 orang

Rata – rata pemakaian air bawah tanah berdasarkan neraca massa pemakaian air bersih 3.35 m3/hari, pada gambar dibawah ini :

Gambar 2.4. Neraca Penggunaan Air Rencana Usaha dan/atau Kegiatan Klinik Harapan Kita

Penyiraman

Meresap ke Tanah

(11)

Standar Teknis Pembuangan Air Limbah PT. Klinik Harapan Kita 11 Dari kegiatan operasional rencana dan/atau kegiatan Klinik Harapan Kita pada penggunaan air bersih dari air sumur, diperkirakan dapat menimbulkan dampak limbah cair. Dimana pihak pemrakarsa akan melakakukan pengelolaan limbah cair tersebut dengan IPAL . Untuk memastikan bahwa kegiatan Klinik dari Klinik Harapan Kita tidak mencemari kualitas air di sekitar kegiatan, maka dilakukan pengukuran kualitas air permukaan pada Outlet Klinik yang terdekat dengan lokasi klinik. Adapun pengambilan sampel kualitas air permukaan dilakukan pada tanggal 17 April 2023 pada koordinat di bawah ini: 2°43'10.9"N ; 99°36'48.5"E.

Tabel 2.6 . Hasil Uji Kualitas Outlet Klinik

No Parameter Satuan Hasil Acuan Metode

1 pH - 6,47 SNI 6989.112019

2 BOD mg/L 24,16 SNI 6989.72:2009

3 COD mg/L 71,19 SNI 6989.2:2019

4 TSS mg/L 7 SNI 6989.3:2019

5 Amoniak mg/L 0,101 SNI 06-6989.30-2005

6 Minyak/lemak mg/L 3,79 SNI 698.10:2011

7 Total Coliform CFU/100ml 18 APHA 23nd Ed. 9222 J, 2017 Sumber : Survei Primer; Hasil analisis dan diolah oleh PT. Radar Akurasi Laboratorium

Berdasarkan aktifitas yang dilakukan di PT. Klinik Harapan Kita maka karakteristik air limbah yang dihasilkan adalah air domestik menurut Permen KLHK No. P68 Tahun 2016 mengenai air limbah domestik .

2.1.3 Proses Usaha dan/atau Kegiatan

Proses utama dan proses penunjang usaha dan kegiatan Klinik Harapan Kita dalam pelayanan mengunakan air yang berasal dari sumur bor yang digunakan untuk aktifitas sehari – hari oleh pasien rawat jalan maupun rawat inap, karyawan maupun pengunjung, yang menghasilkan air limbah domestik yang berasal dari WC , kamar mandi, laundry, dapur, laboratorium serta buangan wastafel. Adapun alur proses kegiatan utama pada PT. Klinik Harapan Kita tertera pada gambar dibawah ini , dimana pada gambar dibawah menerangkan aktivitas kegiatan PT. Klinik Harapan Kita yang menghasilkan air limbah . Air limbah yang dihasilkan dipisahkan dalam dua kriteria air

(12)

Standar Teknis Pembuangan Air Limbah PT. Klinik Harapan Kita 12 limbah balck water yang berasal dari WC di alirkan ke Septik Tank sedangkan limpasan air dialirkan ke IPAL , dimana air limbah yang ke IPAL merupakan air dari aktifitas kamar mandi , laundry , dapur . Untuk buangan air dari laboratorium diperhitungkan tidak ada dikarenakan proses kegiatan laboratorium dilakukan analisa terhadap pihak luar , dimana Klinik Harapan Kita hanya melakukan pengambilan sample uji seperti darah dan uren. Adapun kegiatan aktifitas utama dan penujang pada Klinik harapan kita dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

(13)

Standar Teknis Pembuangan Air Limbah PT. Klinik Harapan Kita 13 A. Proses Utama

Proses utama yang menghasilkan limbah cair pada proses a) Proses pelayanan rawat jalan

Gambar 2.5. Bagan Alir Penerimaan dan Perawatan Pasien Rawat Jalan Limbah Padat

FARMASI

PULANG

Potensi Limbah Cair/Padat

PENYELESAIAN ADMINISTRASI

Persyaratan ADM : Membawa KTP/KK bagi pasien baru maupun pasien lama PINTU MASUK

POLI UMUM /IGD MEDICAL RECORD

PEMERIKSAAN MEDIS Limbah Cair

Limbah Cair Limbah Padat

RUANG PERIKSA

Limbah Padat

PENANGANAN MEDIS

(14)

Standar Teknis Pembuangan Air Limbah PT. Klinik Harapan Kita 14 PASIEN SEHAT

PASIEN MENINGGAL

PULANG

RAWAT INAP Limbah Cair

Limbah Padat b) Proses Pelayanan Rawat Inap

Gambar 2.6. Bagan Alir Penerimaan dan Perawatan Pasien Rawat Inap DOKTER

Limbah Cair Limbah Padat

OPNAME

Limbah Cair Limbah Padat Limbah Cair Limbah Padat

IGD

PENANGANAN

Limbah Cair Limbah Padat

MEDICAL RECORD RECEPTIONIS

(15)

Standar Teknis Pembuangan Air Limbah PT. Klinik Harapan Kita 15 B. Proses Penunjang

a) Pendistribusian Makanan Pasien

Gambar 2.7 Bagan Alir Proses Pengolahan Makanan PERENCANAAN BAHAN MAKANAN

PENYIMPANAN BAHAN MAKANAN

BAHAN KERING BAHAN BASAH

PENCUCIAN

PERACIKAN

PEWADAHAAN

PENGOLAHAN

PENYAJIAN

PENCUCIAN PERALATAN

LIMBAH CAIR SAMPAH

RAWAT INAP

PENGERINGAN PERALATAN

PENYIMPANAN PERALATAN

IPAL

(16)

Standar Teknis Pembuangan Air Limbah PT. Klinik Harapan Kita 16 b) Proses Pencucian Laundry

Gambar 2.8 Bagan Alir Kegiatan Laund

PENGUTIPAN PAKAIAN KOTOR DARI RUANGAN

NON INFEKSIUS INFEKSIUS

PERENDAMAN DETERJEN

PENCUCIAN

PEMBILASAN

PERENDAMAN DETERJEN

PENCUCIAN

PEMBILASAN

PENJEMURAN

PENYETERIKAAN

PENYIMPANAN PAKAIAN BERSIH OLEH PETUGAS

IPAL

AIR LIMBAH AIR LIMBAH

(17)

Standar Teknis Pembuangan Air Limbah PT. Klinik Harapan Kita 17 2.1.4 Neraca air

Adapun asumsi pemakaian air bersih diperhitungkan berdasarkan jumlah bed dan jumlah pegawai adalah sebagai berikut

Tabel 2.7. Penggunaan Air Bersih Operasional Rencana Usaha dan/atau Kegiatan Klinik Harapan Kita

Sumber : PT. Klinik Harapan Kita, 2023

Sumber : PT. Klinik Harapan Kita, 2023

Gambar 2.6. Neraca Penggunaan Air Rencana Usaha dan/atau Kegiatan Klinik Harapan Kita

2.1.5 Fluktuasi atau Kontinuitas Produksi Air Limbah

Jumlah air limbah domestik yang dihasilkan memiliki fluktuasi dan kontinuitas sesuai dengan jumlah penggunaan air bersih yang dihasilkan dari aktifitas karyawan dan pasien pada PT. Klinik Harapan Kita. Dalam operasionalnya rencana usaha dan/atau Klinik Harapan Kita akan memberikan pelayanan setiap hari senin – minggu selama 24 jam,

No Peruntukan

Jumlah Orang

Penggunaan Air (L/Hari)

Total Penggunaan

(m3/hari)

Terpakai 20%

(m3/Hari)

Limbah Cair 80%

(m3/hari) 1 Kegiatan

Domestik 18 3.150 3,15 0.63 2,52

2

Penyiraman RTH

dan Jalan

- 200 0.2 0.2 0

Jumlah 3.35 0,83 2,52

Penyiraman

Meresap ke Tanah

(18)

Standar Teknis Pembuangan Air Limbah PT. Klinik Harapan Kita 18 untuk waktu istirahat siang jam 12.00-13.00 dan khusus hari jumat 11.00-13.00, sedangkan istirahat sore jam 17.30-18.30 dengan rincian jadwal dapat dilihat pada Tabel 2.8.

Tabel 2.8. Jadwal Layanan Rencana Usaha dan/atau Kegiatan Klinik Harapan Kita

No Shif Jam Masuk (WIB) Jam Keluar (WIB)

Jadwal Klinik

1 Pagi 08.00 16.00

2 Siang 15.00 23.00

3 Malam 23.00 07.00

Jadwal Laboartorium Klinik

1 Pagi 07.00 15.00

2 Siang 14.00 22.00

Sumber : PT. Klinik Harapan Kita, 2023

Kontinuitas pemakaian air bersih berdasarkan jumlah pasien yang dirawat di klinik , dimana saat ini rata – rata kapasitas BOR (Bed Occupancy Ratio) 40 % dari jumlah bed yang ada, sehingga air limbah yang dihasilkan masih memenuhi kapasitas olah IPAL.

Untuk mengetahui debit pengunaan air limbah tersebut klinik mengunakan alat pengukur debit pada buangan akhir air limbah yang dilakukan pencatatan setiap harinya oleh petugas kesling untuk mengetahui kontinuitas dari air limbah yang diolah setiap harinya , dengan titik penaatan 2°43'10.9"N 99°36'48.5"E .

(19)

Standar Teknis Pembuangan Air Limbah PT. Klinik Harapan Kita 19 2.1.6 Layout IPAL Klinik Harapan Kita

Gambar 2.7 Layout Proses IPAL Klinik Harapan Kita

(20)

Standar Teknis Pembuangan Air Limbah PT. Klinik Harapan Kita 20 Gambar 2.8 Unit IPAL Klinik Harapan Kita

(21)

Standar Teknis Pembuangan Air Limbah PT. Klinik Harapan Kita 21 BAB III

BAKU MUTU AIR LIMBAH

3.1 Baku Mutu Air Limbah

Berdasarkan karakteristik air limbah yang dihasilkan maka baku mutu air limbah berasal dari dari aktifitas domestik, air limbah yang dihasilkan dari aktifitas domestik berupa air limbah dari WC , kamar mandi, laundry, dapur dan kamar mandi umum. Untuk aktifitas laboratorium Klinik PT. Klinik Harapan Kita mengunakan pihak kedua untuk melakukan analisa lab Kesehatan , sehingga air limbah yang berasal dari kegiatan tersebut terkategori air limbah domestik . Berdasarkan hal tersebut maka Klinik Harapan Kita menggunakan Permen LHK NO.P.68/Menlhk/Setjen/Kum.1/8/2016 tentang baku mutu air limbah domestik yang berasal dari kegiatan Fasilitas Kesehatan. Seperti Tabel 3.1 dibawah ini .

Tabel 3.1 Karakteristik Air Domestik Berdasarkan Permen LHK P68 Tahun 2016

Parameter Satuan Kadar maksimum

pH - "7-9

BOD mg/L 30

COD mg/L 100

TSS mg/L 30

Minyak & Lemak mg/L 5

Amoniak mg/L 10

Total Coliform Jumlah/100 ml 3000

Debit L/Orang/hari 100

a. Debit Air Limbah Bulanan Tabel 3.2 Debit Air Limbah Harian

No Jenis Air Limbah Debit Buangan Air Limbah m3/hari m3/jam

1 Air Limbah Domestik 2.4 0.24

(22)

Standar Teknis Pembuangan Air Limbah PT. Klinik Harapan Kita 22

BAB IV

RENCANA PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN

4.1 Rencana Pengelolaan Lingkungan

Untuk mendapatkan baku mutu air limbah yang telah dipersyaratkan berdasarkan Permen LHK No. P.68/Menlhk/Setjen/Kum.1/8/2016 maka Klinik Harapan Kita telah membuat Instalasi pengolahan air limbah berdasarkan standar teknologi yang telah ditetapkan oleh Kementrian Kesehatan RI Direktorat Jendral Bina Upaya Kesehatan Direktorat Bina Pelayanan Penunjang Medik & Sarana Kesehatan tahun 2011 yakni Pedoman Teknis Instalasi Pengolahan Air Limbah Dengan Sistim Biofilter Anaerob - Aerob pada fasilitas pelayanan kesehatan. Untuk mengetahui kondisi unit pengolahan air limbah maka dilakukan pemantauan terhadap air limbah yang masuk ke IPAL dan hasil air limbah setelah melewati proses di IPAL, adapun data yang dipantau adalah :

Tabel 4.1. Sumber, Parameter dan Frekwensi Pemantauan

No Sumber Parameter dipantau Frekwensi

01 Inlet IPAL pH Swapantau

Setiap hari (internal ) 02 Out Let Ipal pH, COD , BOD , Amoniak , Oil

& Grease , TSS , E.Coli

Pemantauan 1 bulan sekali ( Lab terakreditasi )

4.1.1 Kapasitas Pengolahan Air Limbah

Instalasi Pengolahan Air Limbah Klinik Harapan Kita memiliki kapasitas pengolahan air limbah (IPAL ) 3 m3/hari, dengan mengunakan sistim pengolahan fisika dan biologi anaerob dan aerob.

4.1.2 Teknologi sistim pengolahan air limbah

Berdasarkan karakteristik air limbah fasilitas kesehatan dan berdasarkan Permen LHK No. P.68/Menlhk/Setjen/Kum.1/8/2016, pemilihan teknologi pengolahan air limbah didasarkan pada kelompok pencemaran pada masing - masing jenis limbah

(23)

Standar Teknis Pembuangan Air Limbah PT. Klinik Harapan Kita 23 Berdasarkan parameter utama ( sesuai dengan baku mutu air limbah ) kelompok pencemaran pada air limbah terdiri dari :

1. Kelompok organik terurai , terdiri dari berbagai senyawa organik yang dapat diuraikan oleh mikroba berupa karbohidrat , protein , sukrosa , glukosa dan lemak , senyawa organik ini dapat menimbulkan pembusukan badan air sehingga dapat mengakibatkan warna hitam dan berbau , parameter nya adalah BOD.

2. Kelompok organik sulit terurai , terdiri dari berbagai senyawa organik yang sulit diuraikan oleh mikroba seperti deterjen, oli , minyak dan lain - lain . Senyawa organik yang sulit terurai ini tidak menmbulkan dampak pembusukan akan tetapi beberapa jenis bersifat toksik bagi makluk hidup/mikroba, parameter COD.

3. Kelompok Padatan Tersuspensi , terdiri dari jenis padatan yang tidak cukup besar dan berat untuk mengendap dengan sendirinya yang menyebabkan kekeruhan , parameter TSS.

4. Kelompok Nutrien , berupa unsur kimia yang dibutuhkan tumbuhan seperti nitrogen dan fhospat, menimbulkan dampak spesifik seperti eutrofikasi atau alga dibadan air , parameter amoniak

5. Kelompok apungan (floaatable material , terdiri dari berbagai jenis cairan atau padatan yang berat jenisnya lebih rendah dari air sehingga mengambang pada permukaan air , yang dapat menghalagi laju cahaya dan laju deoksingenasi , parameter minyak dan lemak

6. Kelompok asam basa memiliki kesamaan prinsip reaksi yang mempengaruhi nilai pH air limbah , berupa senyawa asam atau basa.

Dengan teridentifikasinya kelompok pencemar dan parameternya maka dapat ditentukan pilihan teknologi pengolahan air limbah yang sesuai yang akan digunakan , adalah sebagai berikut :

(24)

Standar Teknis Pembuangan Air Limbah PT. Klinik Harapan Kita 24 Tabel 4.2 Pemilihan Teknologi Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah

No Air Limbah

Kelompok Pencemaran

Parameter Air Limbah

Teknologi Pengolahan

1

Air Limbah Proses Utama dan Penunjang

Organik Terurai BOD

Proses

Biologi Anaerob – Aerob

Organik Sulit

Terurai COD

Kombinasi Fisika , Kimia dan

Biologi

Sedimentasi , filtrasi , Koagulasi ,

Flokulasi, Anaerob –

aerob

Padatan

Tersuspensi TSS

Pros es Fisik

a

Sedimentasi , filtrasi , Koagulasi ,

Flokulasi, Anaerob – aerob

Asam dan Basa pH

Proses

Kimia Netralisasi

Padatan

Tersuspensi TSS

Pros es Fisik

a

Sedimentasi , filtrasi , Koagulasi ,

Flokulasi, Anaerob –

aerob

Asam dan Basa pH

Proses

Kimia Netralisasi

Nutrien Amoniak

Proses

Biologi Aerasi

Apungan

Minyak dan lemak

Prose s Fisika

- Kimia

Flotasi gravitasi

Pantogen

Bakteri dan Virus

Proses

Kimia Oksidasi

(25)

Standar Teknis Pembuangan Air Limbah PT. Klinik Harapan Kita 25 4.1.3 Unit Proses dan Unit Operasi

IPAL Klinik Harapan Kita mengunakan sistim pengolahan biofilter anaerob dan aerob terdiri dari beberapa bak yakni :

1. Bak Kontrol

Bak ini berfungsi untuk menyaring benda besar yang terikut aliran air limbah seperti sampah plastik dll.

2. Bak Sedimentasi Awal

Bak sedimentasi ini berfungsi untuk proses pengendapan awal secara gravitasi untuk mengurangi Suspend Solid pada air limbah.

3. Bak Equalisasi

Bak Equalisasi berfungsi untuk menghomogenkan debit air limbah serta kosentrasi air limbah.

4. Bak Anaerob

Bak ini berfungsi untuk menurunkan kandungan organic terurai dalam air limbah dengan bantuan mikroorganisme anaerobic, pada proses ini mampu menurunkan kandungan senyawa nitrogen dan padatan tersuspensi, pada bak ini juga dilengkapi dengan honey comb yang berfungis sebagai media melekat pada proses pengolahan air limbah..

5. Bak Aerob

Bak ini berfungsi untuk menurunkan kandungan organic terurai dalam air limbah dengan bantuan mikroba aerobic dan kedalam proses ini dialirkan udara untuk menyuplai oksigen serta penambahan nutrisi bakteri untuk menunjang kinerja dari mikroorganime dalam mengurai BOD , amoniak . 6. Bak Sedimentasi Akhir

Bak ini berfungsi untuk mengendapkan suspended solid yang masih terikut dalam oulet proses aerasi sebelum dialirkan secara over flow ke bak indicator.

Berdasarkan teknologi sistim pengolahan air limbah yang akan digunakan , jenis unit proses atau unit operasi pada instalasi pengolahan air limbah proses utama (produksi) dan proses penunjang ( domestik) p a d a t a b e l 4 . 3 adalah sebagai berikut :

(26)

Standar Teknis Pembuangan Air Limbah PT. Klinik Harapan Kita 26 Tabel 4.3 Unit Proses IPAL

No Air Limbah Unit Operasi Tipe Teknologi

1

Air Limbah Proses Utama dan

Penunjang

1 Unit Pra Sedimentasi Bak Sumpit ( Fisika ) 2 Unit Grease trap Bak grease trap ( Fisika)

3 Equalisasi Bak Equalisasi ( Biologi / Fisika )

4 Unit Sedimentasi

Bak Sedimentasi (Biologi & Fisika)

5 Unit Biologi aerob Aerasi ( Biologi & Fisika )

6

Unit sedimentasi

akhir Proses Fisika

7 Desinfektan Klorin

4.1.4 Kriteria Desain Setiap Unit Proses

Berdasarkan karakteristik air limbah dan air limbah yang dihasilkan maka IPAL Klinik Harapan Kita memiliki kriteria desain sebagai berikut :

Tabel 4.4. Desain IPAL

No Nama Tanki/Tanki/Reaktor Dimensi ( mm) Volume HRT

D L T liter Jam

1 Tanki Kontrol (Penampung

Awal) 105 - 1350 1000 3.5

2 Tanki Anaerob 850 - 1105 550 2

3 Bioreaktor Aerob 850 - 1105 550 2

4 Bak Sedimentasi Akhir 850 - 1105 550 2

Total Volume 2650 9.5

Volume air limbah /hari 3000 Volume air limbah /jam 250

(27)

Standar Teknis Pembuangan Air Limbah PT. Klinik Harapan Kita 27 1. Peralatan :

• Pompa Blower 2 unit Kap 60 Lpm/menit

• Pompa Sirkulasi 2 unit 6 m3/jam

• Klorinator

• Filter FRP 1054 kap 3.5 m3/jam

• Flow Meter inlet dan out let 2. Bahan Pendukung :

• BioStart/Bioenzim mikroorganisme pengurai air limbah anaerob dan aerob.

• KL 60 berfungsi menurunkan T. Coli 3. Fungsi perlengkapan dan tanki :

a. Tanki Kontrol

Merupakan tanki kap 1000 liter berfungsi untuk menghomogenkan debit , ph dan suhu air limbah. Tanki ini memiliki waktu tinggal selama 3.5 jam.

Pada tanki ini berkala ditambahkan bakteri pengurai sebanyak 1 kg/ 5 m3 air limbah atau perminggu .

b. Tanki Anaerob

Merupakan tanki dengan volume 500 liter yang berfungsi untuk proses sedimentasi air limbah dengan waktu tinggal 2 jam, terjadi proses perombakan COD, BOD , TSS , lemak dan minyak dapat tereduksi 70 – 80

% dengan proses anaerob.

- Tanki aerob

Merupakan tanki volume 500 liter dengan waktu tinggal 2 jam , memproses air limbah secara biologi dengan sistim aerasi , menggunakan 2 unit blower kap 60 lpm/jam, yang hidup secara bergantian untuk mensuplai udara secara terus menerus. Pada tanki ini juga terdapat honey comb dan diffuser.

- Tanki Sedimentasi akhir

Merupakan tanki dengan volume 500 liter pada tanki ini terjadi proses sedimentasi secara fisika waktu tinggal 2 jam, dimana diharapkan polutan tersuspensi sehingga TSS dapat berkurang.

(28)

Standar Teknis Pembuangan Air Limbah PT. Klinik Harapan Kita 28 - Blower

Merupakan alat untuk menghasilkan udara sebagai sumber oksigen untuk proses aerasi dengan kapasitas 140 liter/menit

- Polising Filter

Merupakan proses filtrasi terhadap air limbah yng telah melewati beberapa tahap proses dimana pada proses ini warna , bau dan TSS akan di filter oleh media yang ada didalam filter.

- Klorinator

Merupakan proses untuk menbunuh bakteri E. Coli yang masih terikut pada air limbah , pada proses ini air dilewatkan pada alat klorinator . - Flow meter in dan out

Merupakan alat untuk mengukur debit air limbah sebelum diolah dan sesudah diolah di instalasi pengolahan air limbah .

4.1.5 Pengelolaan Lumpur dan/atau Gas yang Dihasilkan

Lumpur yang dihasilkan pada unit anaerob – aerob digunakan kembali sebagai bakteri pada proses berikutnya, sehingga tidak ada lumpur yang terbuang pada proses tersebut. Selanjutnya Lumpur yang dihasilkan pada setiap proses pengolahan Instalasi Pengolahan Air Limbah dapat menyebabkan tergangungnya kinerja sehingga tidak lagi optimal seperti biasanya. Berikut ini adalah anjuran standar penyedotan untuk proses penyedotan sebagai bentuk pengelolaan lumpur.

4.2 Rencana Pemantauan Lingkungan

4.2.1 Titik Penataan Ke Badan Air Permukaan

Air limbah yang telah mengalami proses pengolahan dibuang ke badab air permukaan / drainase kota dimana titik oulet buangan akhir air limbah tertera pada gambar 4.1 dibawah ini .

(29)

Standar Teknis Pembuangan Air Limbah PT. Klinik Harapan Kita 29 Gambar 4.1 Titik Koordinat IPAL Outlet

Titik Koordinat Outlet : 2°43’10.9” N 99°36’48.5” E

(30)

Standar Teknis Pembuangan Air Limbah PT. Klinik Harapan Kita 30 4.2.2 Baku Mutu Pemantauan Air Limbah

Baku mutu air limbah yang dipantau merupakan baku mutu terbaru berdasarkan hasil perhitungan beban pencemar . Baku mutu air limbah domestik yang ditetapkan pada tabel 4.5, Berdasarkan Permen LHK No. P68 tahun 2016 Mengenai Air limbah Domestik sebagai berikut:

Tabel 4.5 Usulan Baku Mutu Air Limbah Domestik PT. Klinik Harapan Kita

Parameter Satuan Kadar maksimum

pH - "7-9

BOD mg/L 30

COD mg/L 100

TSS mg/L 30

Minyak & Lemak mg/L 5

Amoniak mg/L 10

Total Coliform Jumlah/100 ml 3000

Debit L/Orang/hari 100

a. Baku Mutu Air Permukaan

Berdasarkan lampiran VI Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup untuk kualitas air permukaan yang digunakan Kelas 2 untuk daerah yang belum memiliki Baku Mutu Air Limbah Umum dan Spesifik adalah sebagai berikut.

Tabel 4.6 Baku Mutu Air Ke Badan Air /Drainase

No Parameter Satuan

Baku Mutu Air Kelas II

Kelas II Fisika

1 Residu Tersuspensi (TSS)** mg/L 50

Kimia

2 pH** - 6 –9

3 BOD** mg/L 3

4 COD** mg/L 25

5 Amonia (NH3-N)** mg/L 0.2

Mikrobiologi

6 Total Coliform jml/100 mL 5

Kimia Organik

7 Minyak dan Lemak** µg/L 1

(31)

Standar Teknis Pembuangan Air Limbah PT. Klinik Harapan Kita 31 4.2.3 Frekuensi Pemantauan

Waktu pemantauan kualitas air limbah dilaksanakan selama kegiatan usaha berlangsung, dengan frekuensi swapantau 1 bulan sekali dan juga dilakukan pelaporan monitoring lingkungan dengan frekuensi per 6 bulan.

4.3 Sistem Penanggulangan Keadaan Darurat

Pada proses pemantauan sistim pengolahan air limbah diberikan tangung jawab terhadap petugas IPAL, dimana petugas IPAL melakukan pemantauan setiap harinya mengenai kondisi IPAL meliputi pengecekan dan pencatatan debit air limbah, pH air limbah, penambahan nutrisi pada bak aerasi, penambahan bakteri pada bak anaerob. Petugas IPAL selain mencatat hal – hal tersebut diatas juga melaporkan hasil pemantauan secara berkala kepada pimpinan PT. Klinik Harapan Kita berkaitan dengan hasil pemantauan ataupun kendala dilapangan. Sistim Tangap darurat s eperti Standar Operasional Prosedure dibawah ini.

(32)

Standar Teknis Pembuangan Air Limbah PT. Klinik Harapan Kita 32 4.3.1 Standar Operasional Prosedur Pengolahan Air Limbah

Tabel 4.7 Standar Operasional Prosedur Pengolahan Air Limbah

Tujuan Sebagai pedoman dalam dalam menangani atau mengelola limbah cair melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di PT. Klinik Harapan Kita

Ruang Lingkup

1 Alur Proses Pengolahan Air Limbah

2 Prosedur Pengoperasian dan Perawatan IPAL 3 Prosedur Pengawasan Mutu Air Limbah Domestik 4 Penanganan Kondisi Darurat IPAL

Referensi

1 PP No. 50 tahun 2012 (Penerapan Sistem Manajemen K3) 2 ISO 14001 : 2015 (Environmental Management System)

3 Permen LH Nomor 05 Tahun 2014 (Baku Mutu Air Limbah Industri) 4 Permen LHKNomor 68 Tahun 2016 (Baku Mutu Air Limbah Domestik)

5 PP No. 22 Tahun 2021 Penyelenggaraan, Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

6 Permen LHK No. 5 Tahun 2021 Tata cara penerbitan persetujuan teknis & surat kelayakan operasional bidang pengendalian pencemaran lingkungan

Alur Proses

A Alur proses air limbah

1 Air dari pabrik dialirkan ke bak saringan, untuk menyaring benda padat yang tersuspensi

2 Dari bak saringan pertama air mengalir ke bak saringan kedua, tiga dan empat untuk pemisahan minyak dan lemak,kemudian air masuk ke Bak equalisasi

3 Air limbah di bak Equalisasi dilakukan proses netralisasi ph air dengan penambahan NaOH/ HCl bila diperlukan . 4 Selanjutnya air dari pH control di alirkan ke bak sedimentasi awal dimana air lama akan bercampur dengan air baru

Prosedur Kerja A Prosedur Pengoperasian

1 Prosedur pengoperasian IPAL mengacu pada WI (Intruksi Kerja ) Pengoperasian Instalasi Pengolahan Air Limbah.

2 Pengolahan air limbah dilakukan melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah yang dioperasikanselama 24 jam.

3 Pengoperasian IPAL dilakukan oleh Operator IPAL. Monitoring IPAL Domestik yang dilakukan Operator direkam dalam Form Laporan Harian Operator IPAL

4 Analisa mutu air limbah dilakukan oleh petugas secara harian dan bulanan. Khusus analisa bulanan dilakukan oleh laboratorium eksternal yang terakreditasi KAN. Prosedur analisa mengacu pada Prosedur Pengawasan Mutu Air Limbah. Baku mutu air limbah

(33)

Standar Teknis Pembuangan Air Limbah PT. Klinik Harapan Kita 33

yang dilepas ke badan air permukaan mengacu pada Permen Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Baku Mutu Air Limbah

B Prosedur Perawatan

1 Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Domestik dilakukan perawatan untuk menjamin proses pengolahan air limbah tetap berjalan dengan baik.

2 Jadwal pemeliharaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Domestik dibuat untuk jangka waktu satu tahun dandituangkan dalam Form Jadwal Pemeliharaan IPAL.

3 Hasil pengolahan air limbah harus memenuhi persyaratan baku mutu limbah cair

Persyaratan Instalasi Pengolahan Air Limbah Produksi

Dan Domestik

1 Lokasi IPAL dekat dengan saluran air drainase atau badan air permukaan yang ada disekitar klinik.

2 Lingkungan di sekitar IPAL harus terjaga kebersihannya.

3 IPAL harus dilengkapi dengan penyaringan sehingga air limbah yang masuk tidak terdapat sampah atau benda padatan lainnya.

4 Sisa endapan pada bak pemisahan minyak tidak boleh penuh.

5 Pengoperasian IPAL harus berjalan 24 jam tidak berhenti dan airlimbah tidak berbau.

Hal - Hal Yang HarusDiperhatikan

1 Pengoperasian pengolahan air limbah produksi mewajibkan melakukan pencatatan penunjukan flow meter in dan out.

2 Pengoperasian pengolahan air limbah domestik mewajibkan melakukan pencatatan penunjukan flow.

3 Lakukan serah terima alat dan peralatan dengan shift sebelumnya.

4 Pastikan peralatankerja dankeselamatan kerja dalamkeadaan baik.

5 Pastikan pengukuran internal dilaksanakan secara rutin setiap hari oleh petugas.

6 Pastikan pengukuran eksternal dilaksanakan secara berkala sesuai ketentuan peraturan perundang undangan yg berlaku sesuai dengan PermenLHK No 68 Tahun 2016 untuk limbah cair domestik

Penanganan

Kondisi Darurat

1 Apabila hasil analisa air limbah melebihi Standard Baku Mutu:

. Periksa air limbah influent yang masuk ke IPAL. Lakukan penanganan sesuai penyimpangan yang ditemukan.

. Periksa proses yang berlangsung di IPAL. Lakukan penanganan sesuai penyimpangan yang ditemukan.

. Periksa seluruh mesin dan peralatan IPAL. Lakukan penanganan sesuai penyimpangan yang ditemukan.

. Melakukan penutupan outlet saluran IPAL.

(34)

Standar Teknis Pembuangan Air Limbah PT. Klinik Harapan Kita 34 . Melakukan penghentian sementara proses produksi.

2 Apabila aliran listrik utama di IPAL padam lebih dari 2 jam petugas IPAL menghubungi pimpinan terkait untuk menghidupkan genset.

3 Apabila terjadi kebocoran / keretakan bak atau kolam di IPAL ( akibat gempa bumi, dll ) : Proses IPAL dihentikan sementara. Selanjutnya melakukan pemeriksaan dan perbaikan setelah kondisi dinilai aman.

4 Apabila terjadi kecelakaan tercebur ke kolam/bak di IPAL : Diberi pertolongan pertama di tempat kejadian, selanjutnya segera dilakukan pertolongan medis lanjutan.

Masalah Dan Pemecahan

1 Apabila ada kendala teknis pada salah satu bagian IPAL sehingga proses pengolahan berhenti maka menghubungi pihak teknik untuk dilakukan perbaikan.

2 Operator IPAL tidak masuk kerja maka informasikan pada pihak pimpinan untuk mencari penganti untuk mengoperasikan IPAL 3 Blower rusak /operasional blower tidak normal segera informasikan ke bagian teknik agar segera diperbaiki

4 Kondisi dan debit air influet tidak normal informasikan ke atasan terkait agar segera ditindak lanjuti.

Pelaporan 1

E. Sertifikat hasil pengujian bulanan air outlet limbah pabrik dari laboratorium eksternal dilaporkan setiap 3 bulan sekali ke instansi Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten/provinsi

Penanggung

Jawab 2 F. Penanggung jawab terhadap pelaksanaan SOP ini adalah pihak HRD

(35)

Standar Teknis Pembuangan Air Limbah PT. Klinik Harapan Kita 35 4.3.2 Standar Operasional Prosedur Tanggap Darurat

Tabel 4.8 Standar Operasional Prosedur Tanggap Darurat

PENGERTIAN Keadaaan darurat adalah suatu kejadian, kondisi, atau peristiwa yang akan membahayakan kesehatan/ keselamatan karyawan, dan/atau menganggu keberlangsungan operasional kerja, dimana bila terjadi keadaan tersebut harus dilakukan tindakan pengendalian dan penanggulangan sesegera mungkin.

TUJUAN Prosedur ini digunakan untuk mengatur tata cara melaksanakan kesiagaan dan tanggapan dalam mencegah, mengendalikan, menanggulangi, dan mengevaluasi jika terjadi suatu keadaan darurat yang dapat menyebabkan dampak penting terhadap lingkungan, kesehatan/keselamatan pekerja, dan/atau kelansungan pekerjaan.

KEBIJAKAN Mencegah terjadinya suatu keadaan darurat yang dapat menyebabkan terganggunya keberlangsungan operasional kerja dan kesehatan/keselamatan pekerja.

PROSEDUR . Apabila hasil analisa air limbah melebihi standard baku mutu : Periksa proses yang berlangsung di IPAL, lakukan penanganan sesuai penyimpangan yang ditemukan.

Periksa seluruh mesin dan peralatan IPAL, lakukan penanganan sesuai penyimpangan yang ditemukan.

. Apabila aliran listrik utama di IPAL padam lebih dari 1 jam, segera menghubungi bagian teknik untuk menghidupkan genset.

. Apabila terjadi kebocoran/keretakan bak atau kolam di IPAL (akibat gempa bumi, dll)

: Proses IPAL dihentikan sementara, selanjutnya melakukan pemeriksaan dan perbaikan setelah kondisi dinilai aman.

. Apabila terjadi kecelakaan kerja di IPAL diberi pertolongan pertama di tempat kejadian, selanjutnya segera dilakukan pertolongan medis lanjutan.

(36)

Standar Teknis Pembuangan Air Limbah PT. Klinik Harapan Kita 36 ]4.4 Internalisasi Biaya Lingkungan

Bagian ini menjelaskan prosentase biaya rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan terutama pengendalian Pencemaran Air terhadap investasi Usaha dan/atau Kegiatan. Biaya tersebut, antara lain: biaya pembangunan, pengoperasian, pemeliharaan, tanggap darurat, pengembangan teknologi dan pengembangan sumberdaya manusia. Berikut adalah rincian internalisasi biayalingkungan PT. Klinik Harapan Kita terhadap biaya lingkungan.

Tabel 4.9 Internalisasi Biaya Lingkungan

No Jenis

Biaya

Nilai Investasi

1 Biaya Pembangunan IPAL 50 Juta

2 Biaya Pengoperasian IPAL 2 Juta / Bulan

3 Biaya Pemeliharaan IPAL 2 Juta / Semester

4 Biaya Tanggap Darurat 5 Juta

5 Biaya Pengembangan Teknologi 5 Juta / Tahun

6 Biaya Pengembangan SDM 10 Juta

4.5 Periode Waktu Uji Coba

Waktu uji coba pengolahan air limbah dilaksanakan pada Bulan Januari 2023 – Januari 2024.

(37)

Standar Teknis Pembuangan Air Limbah PT. Klinik Harapan Kita 37

BAB V

STANDAR KOMPETENSI MANUSIA

5.1 Struktur Organisasi

Struktur organisasi perusahaan adalah sebuah garis hirarki atau bertingkat yang mendeskripsikan komponen yang menyusun perusahaan. Dimana setiap individu atau Sumber Daya Manusia (SDM) yang berada pada lingkup perusahaan memiliki posisi dan fungsinya masing-masing. Struktur organisasi perusahaan akan mengikuti kebutuhan organisasi untuk menghadapi tantangan kedepan. Dalam pengolaan air limbah, telah ditetapkan struktur organisasi tanggap darurat pengendalian pencemaran air ditunjukkan pada gambar 5.1.

Gambar 5.1 Struktur Organisasi PT. Klinik Harapan Kita

(38)

Standar Teknis Pembuangan Air Limbah PT. Klinik Harapan Kita 38 5.2 Sumber Daya Manusia

Sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 5 Tahun 2021, PT.

Klinik Harapan Kita telah memenuhi sumber daya manusia yang bertugas untuk pengendalian Pencemaran Air dengan susunan sebagai berikut:

a. Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Air b. Penanggung Jawab Operasional Operator

Direktur KESLING

Penangung Jawab Operasional Pengolahan Air

Limbah

Gambar 5.2 Stuktur Organisasi Pengendalian Pencemaran Air Limbah

(39)

Standar Teknis Pembuangan Air Limbah PT. Klinik Harapan Kita 39

BAB VI

SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN

6.1 Tujuan

Manual Sistem Manajemen Lingkungan ini disusun sebagai panduan pelaksanaan sistem manajemen lingkungan dan kebijakan - kebijakan dalam menjalankan pengelolaan dan pengendalian lingkungan PT. Klinik Harapan Kita Sejalan dengan Kebijakan Lingkungan, hasil yang dimaksudkan dari pelaksanaan sistem manajemen lingkungan adalah:

a. Peningkatan kinerja lingkungan b. Pemenuhan kewajiban penaatan c. Pencapaian sasaran lingkungan

Prosedur, WI dan form-form yang berkaitan dengan pengelolaan Sistem Manajemen Lingkungan ditetapkan secara terpisah dan atau diintegrasikan dengan prosedur- prosedur Sistem Manajemen lainnya yang telah ada,

6.2 Perencanaan 6.2.1 Resiko dan Peluang

a. Umum

Perusahaan menetapkan resiko dan peluang yang perlu dikelola melalui hasil identifikasi aspek - dampak lingkungan dan pemenuhan kewajiban Resiko merupakan ancaman yang berdampak kepada perusahaan dan lingkungan, sedangkan peluang merupakan manfaat yang diperoleh perusahaan serta lingkungan sebagai hasil dari pengelolaan aspek lingkungan dan pemenuhan kewajiban.

b. Aspek Lingkungan

Aspek lingkungan perusahaan disusun dengan mempertimbangkan life cycle perspective, perencanaan atau pengembangan baru, abnormal atau emergency sesuai SOP Analisa Pengendalian Aspek dan Dampak Lingkungan c. Pemenuhan Kewajiban

(40)

Standar Teknis Pembuangan Air Limbah PT. Klinik Harapan Kita 40 Upaya memenuhi peraturan perundang-undangan dan persyaratan lain terkait lingkungan Upaya memenuhi peraturan perundang-undangan dan persyaratan lain terkait lingkungan diwujudkan dengan melakukan identifikasi dan peninjauan secara berkala terhadap kesesuaian pelaksanaan dari peraturan perundang- undangan dan persyaratan lain yang berlaku, sesuai dengan SOP Identifikasi, evaluasi pemenuhan peraturan perundang undangan, persyaratan lain K3L dan energi.

d. Tindakan Perencanaan

Perusahaan menetapkan tindakan perencanaan dengan mempertimbangkan aspek dan dampak penting lingkungan, pemenuhan kewajiban serta identifikasi peluang pemanfaatan. Tindakan perencanaan ditetapkan sebagai satu kesatuan dalam implementasi sistem manajemen.

6.2.2 Sasaran Lingkungan dan Perencanaan Pencapaiannya a. Sasaran Lingkungan

Sasaran lingkungan ditetapkan dengan mempertimbangkan aspek penting lingkungan, pemenuhan kewajiban, serta konsisten terhadap kebijakan lingkungan. Sasaran lingkungan dapat ditetapkan untuk masing - masing bagian / departemen.

b. Tindakan Perencanaan untuk Mencapai Sasaran Lingkungan

Program lingkungan yang terintegrasi dengan bisnis proses ditetapkan untuk mencapai sasaran lingkungan. Program lingkungan mencakup:

1. Penetapan penanggung jawab di masing-masing departemen

2. Uraian nama program, metode yang dipakai, sumber daya yang diperlukan dan target penyelesaian

Monitoring pencapaian program lingkungan dilakukan secara periodik setiap bulan dan evaluasi. Monitoring pencapaian program lingkungan dilakukan secara periodik setiap bulan dan evaluasi pencapaian program secara keseluruhan dilakukan 1 x setahun dalam rapat Tinjauan Manajemen

(41)

Standar Teknis Pembuangan Air Limbah PT. Klinik Harapan Kita 41 6.3 Pendukung

6.3.1 Sumber Daya

Perusahaan berkomitmen untuk menyediakan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan, memelihara dan perbaikan sistem manajemen lingkungan secara Sumber daya meliputi sumber daya manusia, infrastruktur / fasilitas pengelolaan lingkungan, teknologi dan anggaran biaya.

6.3.2 Kompetensi

Perusahaan menerapkan program pelatihan untuk meningkatkan kompetensi karyawan dalam mendukung implementasi sistem manajemen lingkungan dengan cara menyusun rencana kebutuhan pelatihan di bidang lingkungan secara terpadu dengan program pelatihan lainnya. Prosedur pelatihan dan peningkatan kompetensi karyawan mengacu pada dokumen SOP Pelatihan dan SOP Penerimaan & Penempatan Tenaga Kerja.

6.3.3 Kepedulian

Selain menerapkan program pelatihan, perusahaan juga melakukan sosialisasi kepada karyawan untuk meningkatkan kepedulian dan peran serta dalam mendukung sistem manajemen lingkungan yang meliputi sosialisasi Kebijakan Lingkungan, aspek lingkungan penting pada area kerja masing - masing, kontribusi karyawan dalam pencapaian kinerja lingkungan dan resiko apabila tidak memenuhi kewajiban peraturan lingkungan.

6.3.4 Komunikasi a. Umum

Implementasi dari komunikasi yang meliputi materi yang dikomunikasikan (mempertimbangkan pemenuhan kewajiban), jadwal, obyek dan cara komunikasi mengacu pada SOP Komunikasi & Konsultasi dan SOP Penanganan Keluhan.

b. Komunikasi Internal

Bentuk komunikasi internal yaitu komunikasi melalui forum meeting mingguan / bulanan, meeting bipartit, surat / memorandum dan pengumuman –

(42)

Standar Teknis Pembuangan Air Limbah PT. Klinik Harapan Kita 42 pengumuman dengan tetap memastikan bahwa tujuan komunikasi dapat dicapai dengan baik di semua level dan fungsi karyawan.

c. Komunikasi Eksternal

Bentuk komunikasi eksternal melalui forum Factory Visit, baik dari kelompok masyarakat, organisasi sosial, institusi pemerintah, institusi pendidikan dan komunikasi pada saat menerima keluhan dari eksternal baik yang disampaikan secara langsung maupun melalui telepon, faksimil, email, atau media massa.

Keluhan diterima dan dicatat di dalam log book oleh Humas /HRD departemen disampaikan ke Pimpinan untuk ditindaklanjuti dengan mengacu kepada SOP Penanganan Keluhan.

6.4 Informasi Terdokumentasi 6.4.1 Umum

Penerapan informasi terdokumentasi dengan menggunakan istilah pengendalian dokumen dan data (catatan). Dokumen meliputi Manual, Prosedur (SOP/SOM), WI dan form - form terkait. Data (catatan) berupa laporan / form - form yang sudah diisi, berita acara atau dalam bentuk foto / video sebagai bukti penerapan Sistem Manajemen Lingkungan. Dokumen dan data disimpan dan dipelihara dengan baik.

6.4.2 Pembuatan dan Pembaharuan

Pembuatan dan pembaharuan informasi terdokumentasi mengacu pada SOP Pembuatan Dokumen.

6.4.3 Pengendalian Informasi Terdokumentasi

Pengendalian informasi terdokumentasi mengacu pada SOP Pengendalian Dokumen & Data. Perusahaan mengembangkan dan menjaga catatan yang di perlukan, untuk mendemonstrasikan kesesuaian dengan persyaratan SML serta hasil yang dicapai. Prosedur pengendalian catatan mencakup identifikasi, penyimpanan, perlindungan catatan dan pemusnahan. Catatan tersebut mudah di cari, teridentifikasi dan tertelusur. Pengendalian catatan mengacu ke SOP Pengendalian Catatan .

(43)

Standar Teknis Pembuangan Air Limbah PT. Klinik Harapan Kita 43 6.5 Operasional

6.5.1 Perencanaan dan Pengendalian Operasional

Perencanaan dan pengendalian operasional dengan mempertimbangkan life cycle perspective diatur melalui SOP/SOM masing-masing departemen yang terkait dengan aspek lingkungan. Hirarki pengendalian (eliminasi, substitusi, rekayasa &

administrasi ) diterapkan pada pengendalian aspek lingkungan sesuai dengan SOP Analisa Pengendalian Aspek dan Dampak Lingkungan.

6.5.2 Kesiapsiagaan dan Tanggap Darurat

Prosedur tanggap darurat dievaluasi secara berkala melalui kegiatan simulasi dan ditinjau ulang, serta direvisi apabila berdasarkan uji coba simulasi ditemukan ketidaksesuaian pada alur proses. Prosedur kesiapsiagaan dan tanggap darurat mengacu pada SOP Tanggap Darurat.

6.6 Evaluasi Kinerja

6.6.1 Pemantauan, Pengukuran, Analisa dan Evaluasi a. Umum

Prosedur untuk melakukan pemantauan dan pengukuran kinerja SML secara berkala tertuang dalam SOP Pemantauan & Pengukuran meliputi:

1. Pengukuran Parameter Proses dan kinerja Proses.

2. Melakukan pengawasan terhadap pencapaian target Objektif SML . b. Melakukan pengawasan terhadap efektivitas tindakan pengendalian SML.

Peralatan yang digunakan untuk memantau dan mengukur kinerja SML harus terkalibrasi. Prosedur kalibrasi mengacu ke SOP Kalibrasi Alat Ukur Laboratorium dan SOP Kalibrasi Alat Ukur Proses Produksi dan SOP Kalibrasi Alat Ukur Proses Produksi.

c. Evaluasi Penaatan

Evaluasi kesesuaian / penaatan dilakukan dalam bentuk:

1. Evaluasi terhadap pemenuhan persyaratan peraturan perundang - undangan yang berlaku, secara berkala.

(44)

Standar Teknis Pembuangan Air Limbah PT. Klinik Harapan Kita 44 2. Evaluasi terhadap pemenuhan persyaratan lain yang ditetapkan Perusahaan

Hasil evaluasi secara periodik tersebut dicatat dan didokumentasikan. Prosedur evaluasi penaatan men gacu pada SOP Identifikasi, evaluasi pemenuhan peraturan perundang undangan, persyaratan lain K3L dan energi .

6.6.2 Internal Audit a. Umum

Internal audit SML dilaksanakan 1 tahun sekali untuk memastikan:

1. Implementasi memenuhi persyaratan SML yang telah ditetapkan perusahaan dan standar internasional ISO 14001 : 2015

2. Efektivitas pelaksanaan SML.

b. Program Internal Audit

Perusahaan menyimpan dokumentasi informasi sebagai bukti implementasi dari program audit. Tahapan dan mekanisme pelaksanaan audit internal SML mengacu ke SOP Internal Audit .

6.6.3 Tinjauan Manajemen

Tinjauan Manajemen dilakukan untuk memastikan efektivitas, kecukupan dan kesesuaian terhadap pelaksanaan Sistem Manajemen Lingkungan. Pelaksanaan kegiatan tinjauan manajemen mengacu pada SOP Management Review.

6.7 Evaluasi Kinerja 6.7.1 Umum

Perusahaan menetapkan peluang perbaikan berdasarkan hasil pemantauan, pengukuran, analisa dan evaluasi (termasuk evaluasi penaatan), internal audit dan Management Review

6.7.2 Ketidaksesuaian dan Tindakan Perbaikan

Ketidaksesuaian dan tindakan perbaikan mengacu pada SOP Corrective Action and Preventive Action.

(45)

Standar Teknis Pembuangan Air Limbah PT. Klinik Harapan Kita 45 6.7.3 Perbaikan Berkelanjutan

Perusahaan berkomitmen melakukan perbaikan berkelanjutan terhadap kesesuaian, kecukupan dan efektivitas penerapan SML untuk meningkatkan kinerja lingkungan sesuai kebijakan lingkungan yang meliputi:

1. Pengurangan emisi

2. Penurunan beban pencemaran air limbah 3. Penurunan jumlah limbah B3

(46)

Standar Teknis Pembuangan Air Limbah PT. Klinik Harapan Kita 46

BAB VII PENUTUP

Dokumen pengelolaan lingkungan ini dibuat berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2021 Tentang Tata Cara Penerbitan Persetujuan Teknis dan Surat Kelayakan Operasional Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan, sehingga diharapkan mampu untuk memberikan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan bagi kegiatan PT. Klinik Harapan Kita.

Gambar

Gambar 1.1 Proses Penapisan mandiri
Tabel 2.2. Sarana dan Prasarana pada PT. Klinik Harapan Kita
Tabel 2.4 Jumlah Tenaga Kerja (Jumlah Maksimal)
Gambar 2.4. Neraca Penggunaan Air Rencana Usaha dan/atau Kegiatan Klinik Harapan Kita
+7

Referensi

Dokumen terkait

Apabila dibandingkan kadar parameter limbah hasil analisa dengan parameter baku mutu limbah cair yang ditetapkan oleh Menteri Lingkungan Hidup, maka air limbah yang di

* Baku Mutu sesuai Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 112 Tahun 2003 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik atau Peraturan Gubernur yang berlaku. Lampirkan data

15. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 16 Tahun 2008 tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Industri Keramik... Peraturan Menteri Negara

TENTANG BAKU MUTU AIR LIMBAH BAGI KEGIATAN PERTAMBANGAN BATUBARA, INDUSTRI, PELAYANAN KESEHATAN, DAN JASA PARIWISATA.. BAKU MUTU AIR LIMBAH KEGIATAN PERTAMBANGAN BATUBARA

Gambar 1 Grafik Kadar COD Limbah Cair di Outlet KPPL PT.PIM Grafik tersebut menunjukkan bahwa kadar COD limbah cair pada outlet KPPL telah memenuhi persyaratan baku mutu air

PERSYARATAN ADMINISTRASI PERMOHONAN PERSETUJUAN TEKNIS BERUPA STANDAR TEKNIS PEMENUHAN BAKU MUTU AIR LIMBAH Kegiatan Pembuangan Air Limbah ke Badan Air Permukaan No Persyaratan

Peraturan Menteri Lingkugan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.68/Menlhk/Setjen/Kum.1/8/2016 Tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik.. Menteri Lingkungan

Debit air limbah pengolahan kopi di unit pengolahan kopi rakyat Ketakasi Sidomulyo Parameter Nilai Kuantitas Air Limbah sesuai Baku Mutu Permen LH No 5 Tahun 2014 30 m3/ton