PERKERASAN JALAN MODERN
PERKERASAN
JALAN MODERN
SEJARAH PERKERASAN JALAN
SEJARAH PERKERASAN JALAN
JALAN
awalnya hanya berupa jejak manusia yang mencari kebutuhan hidup/sumber air
Setelah manusia hidup berkelompok, jejak berubah menjadi jalan setapak
Sejak digunakannya hewan sebagai kendaraan, jalan dibuat rata
Perkerasan jalan dibuat pada awal Masehi.
Pertama kali di temukan di Mesopotania
Konstruksi perkerasan jalan berkembang pesat pada zaman keemasan Romawi. Pada saat itu telah mulai dibangun jalan – jalan yang terdiri dari beberapa lapis
perkerasan. Perkembangan konstruksi jalan seakan terhenti dengan mundurnya kekuasaan Romawi sampai
awal abad ke-18.
Perkerasan jalan dengan menggunakan aspal sebagai bahan pengikat telah ditemukan pertama kali di Babylon pada 625
tahun sebelum Masehi, tetapi perkerasan jenis ini tidak berkembang sampai ditemukannya kendaraan bermotor bensin oleh Gottlieb Daimler dan Karl Benz pada tahun 1880.
Mulaitahun 1920 sampai sekarang teknologi konstruksi perkerasan dengan menggunakan aspal sebagai bahan
pengikat maju pesat.
Konstruksi perkerasan menggunakan semen sebagai bahan pengikat telah ditemukan pada tahun 1828 di
London, tetapi sama halnya dengan perkerasan menggunakan aspal, perkerasan ini mulai berkembang
pesat sejak awal tahun 1900 an
Pierre Marie Jerome Tresaguet (1716-1796) (Perancis)
Mengembangkan system lapisan batu pecah yang dilengkapi dengan drainase, kemiringan melintang serta
mulai menggunakan pondasi dari batu.
John Louden Mac Adam (1756-1836) (Skotlandia)
Memperkenalkan konstruksi perkerasan yang terdiri dari batu pecah atau batu kali, pori – pori diatasnya ditutup dengan batu yang lebih kecil/halus.
Untuk memberkan lapisan yang kedap air, maka di atas lapisan makadamdiberilapisan aus yang menggunakan aspal sebagai bahan pengikat dan ditaburi pasir kasar
Gambar 1.1. Struktur Jalan Mac Adam Sumber : Arthur et al (2003:4)
Thomas Telford (1757-1834) Skotlandia
Konstruksi perkerasannya terdiri dari batu pecah berukuran 15 / 20 sampai 25 / 30 yang disusun tegak. Batu – batu kecil diletakkan di atasnya untuk menutup pori – pori yang ada dan memberikan permukaan yang rata.
Gambar 1.1. Struktur Jalan Telford Sumber : Arthur et al (2003:4)
Catatan tentang jalan di Indonesia tak dapat banyak
ditemukan. Pembangunan jalan yang tercatat dalam sejarah bangsa Indonesia adalah pembangunan jalan pos pada jaman
pemerintahan Daendels, yang dibangun dari Anyer di Banten sampai Banyuwangi di JawaTimur, membentang sepanjang pulau Jawa. Pembangunan tersebut dilakukan dengan kerja
paksa pada akhir abad ke-18.
Awal tahun 1970 Indonesia mulai membangun jalan – jalan dengan klasifikasi yang lebih baik, hal ini ditandai dengan diresmikannya jalan tol pertama pada tanggal 9 Maret 1978 sepanjang 53 km, yang
menghubungkan kota Jakrta – Bogor – Ciawi dan terkenal dengan nama Jalan Tol Jagorawi.
PERKERASAN LENTUR
PERKERASAN LENTUR
PERANCANGAN TEBAL PERKERASAN PERANCANGAN TEBAL PERKERASAN
– Konsep kerusakan pada perkerasan karena kelelahan akibat beban berulang
1. Faktor beban
2. Faktor daya dukung tanah 3. Umur rencana
4. Kondisi lingkungan
5. Material untuk perkerasan JENIS PERKERASAN JALAN
Berdasarkan bahan pengikatnya
1. Perkerasan Lentur (flexible pavement) aspal sebagai bahan pengikat
2. Perkerasan kaku (rigid pavement) : sement (portland cement) sebagai bahan pengikat
3. Perkerasan komposit : kombinasi antara perkerasan lentur dan perkerasan kaku
Perkerasan Lentur
Perkerasan Kaku
– Bahan Pengikat – Aspal – Semen
٭ Repetisi Beban ٭ Rutting (lendutan pada jalur roda)
٭ Retak-retak (pada permukaan)
Penurunan Tanah Dasar
Jalan
bergelombang mengikuti tanah dasar
Balok di atas perletakan
O Perubahan
Temperatur O Modulus keka
kuan berubah Timbul tegangan dalam kecil
O Modulus kekakuan tidak berubah Timbul tegangan dalam besar
Perbedaan antara perkerasan lentur dan perkerasan kaku
Kriteria Konstruksi Perkerasan Lentur
1. a. Permukaan rata, tidak bergelombang, tidak melendut dan Syarat Berlalu Lintas berlubang
b. Permukaan cukup kaku, tidak berubah akibat beban c. Permukaan cukup kesat tidak slip
d. Permukaan tidak mengkilat atau silau 2. Syarat Kekuatan/Struktural
a. Ketebalan cukup, menyebarkan beban ketanah dasar b. Kedap air, air tidak mudah meresap ke lapisan bawah c. Permukaan miring untuk pengaliran air
d. Kekakuan cukup sehingga deformasi kecil
1. Perencanaan tebal masing-masing lapisan perkerasan
2. Analisa campuran bahan
3. Pengawasan pelaksanaan pekerjaan
Untuk dapat memenuhi hal-hal tersebut diatas, perencanan dan pelaksanaan konstruksi
perkerasan lentur jalan harus mencakup :
Jenis dan fungsi Lapisan Perkerasan
1. Lapisan Permukaan (surface course)
penahan beban roda, stabilitas tinggi untuk menahan beban, kedap air sehingga air tidak meresap kebawahnya, lapis aus yang menahan gesekan akibat rem, dan menyebarkan beban kebawahnya.
2. Lapisan Pondasi Atas (base course)
bagian perkerasan yang menahan gaya lintang dari beban roda dan menyebarkan beban ke bawahnya, lapisan
peresapan untuk pondasi bawah, dan bantalan lapisan
permukaan
Jenis dan fungsi Lapisan Perkerasan
3. Lapisan Pondasi Bawah (subbase course)
bagian yang menyebarkan beban ketanah dasar, efisiensi penggunaan material (lebih murah dari lapisan atas),
lapisan agar pekerjaan lancar, mencegah partikel halus tanah naik keatas
4. Lapisan tanah dasar (subgrade)
lapisan tanah ini dapat terdiri dari tanah asli, galian dan
timbunan
1. Distribusi Beban
• Permukaan yang tidak rata mengakibatkan kelelahan pada struktur perkerasan dan
memperpendek umur perkerasan
• Tiap lapisan harus dibentuk dan dipadatkan
seakurat mungkin sehingga lapis permukaan
dibentuk seakurat dan serata mungkin
2.Perancangan Struktural
Prinsip metode perancangan perkerasan adalah pengawasan kinerja perkerasan dengan
berbagai ketebalan, dalam berbagai kondisi
tanah tanah dasar dan beban lalu lintas. Agar
kinerja perkerasan dapat diawasi dengan baik,
diperlukan sebuah prodesur yang berdasarkan
pada faktor-factor yang mempengaruhi
KONSEP MENYELURUH PERANCANGAN PERKERASAAN
1. Umur Rencana Perkerasan
2. Pertumbuhan Lalu Lintas Tahunan
3. Jumlah Kendaraan Komersial Tiap Arah
4. Jumlah Total Kendaraan Komersial Selama Umur Rencana
5. Jenis dan Kekuatan Lapis Tanah Dasar
6. Pemilihan Material dan Ketebalan Tiap Lapisan Perkerasaan
7. Pengamatan Umum
1. Umur Rencana Perkerasan
Tahap pertama perancangan didasarkan pada prediksi lalu lintas selama 20 tahun pertama, kemudian diikuti dengan pembuatan lapis
tambahan atau rekonstruksi parsial saat
dibutuhkan
2. Pertumbuhan Lalu Lintas Tahunan
Pertumbuhan lalu lintas bervariasi antara 2- 6%, tergantung pada data sensus nasional tetapi nilainya dapat jauh lebih besar untuk jalan tertentu, seperti pada lokasi dimana ada pengembangan wilayah
3. Jumlah Kendaraan Komersial Tiap Arah
Pada saat merancang sebuah jalan jumlah
kendaraan penumpang diabaikan, dan
hanya jumlah kendaraan komersial yang
diprediksi. Jumlah kendaraan komersial
ditentukan berdasarkan survei lalu lintas
atau dari angka yang tercantum.
4. Jumlah Total Kendaraan Komersial Selama Umur Rencana
Setelah ditentukan umur rencana, pertumbuhan lalu lintas, dan jumlah kendaraan komersial
maka perhitungan jumlah kendaraan perlu
dikonversikan menjadi satuan standar. Selama umur rencana perkerasaan, jumlah sumbu
standar dihitung dalam satuan jutaan
5. Jenis dan Kekuatan Lapis Tanah Dasar
Dari penyelidikan tanah dilapangan seperti
pengambila sampel tanah dapat diketahui dan
nilai CBR tanah tersebut dapat diperoleh
6. Pemilihan Material dan Ketebalan Tiap Lapisan Perkerasaan
Pemilihan ini dirancang berdasarkan referensi
Design Manual for Roads and Bridges
7. Pengamatan Umum
Sangat jarang terjadi perkerasaan lentur dapat tahan akibat beban lalu lintas dan cuaca selama 20 tahun pertamanya tanpa diperlukannya surface treatment.
Lalu lintas mengakibatkan permukaan jalan menjadi
aus, kehilangan kekesatannya, mengalami deformasi
minor atau berkurang kerataan permukaannya
Perkerasan Kaku
Perkerasan kaku memiliki kelebihan yaitu tidak mengalami lentur pada saat
ada kendaraan yang lewat
Terdapat beberapa lapisan pada perkerasan