• Tidak ada hasil yang ditemukan

jenis perkerasan jalan - Spada UNS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "jenis perkerasan jalan - Spada UNS"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

PERKERASAN JALAN MODERN

PERKERASAN

JALAN MODERN

(2)

SEJARAH PERKERASAN JALAN

SEJARAH PERKERASAN JALAN

(3)

JALAN

awalnya hanya berupa jejak manusia yang mencari kebutuhan hidup/sumber air

Setelah manusia hidup berkelompok, jejak berubah menjadi jalan setapak

Sejak digunakannya hewan sebagai kendaraan, jalan dibuat rata

Perkerasan jalan dibuat pada awal Masehi.

Pertama kali di temukan di Mesopotania

(4)

Konstruksi perkerasan jalan berkembang pesat pada zaman keemasan Romawi. Pada saat itu telah mulai dibangun jalan – jalan yang terdiri dari beberapa lapis

perkerasan. Perkembangan konstruksi jalan seakan terhenti dengan mundurnya kekuasaan Romawi sampai

awal abad ke-18.

(5)

Perkerasan jalan dengan menggunakan aspal sebagai bahan pengikat telah ditemukan pertama kali di Babylon pada 625

tahun sebelum Masehi, tetapi perkerasan jenis ini tidak berkembang sampai ditemukannya kendaraan bermotor bensin oleh Gottlieb Daimler dan Karl Benz pada tahun 1880.

Mulaitahun 1920 sampai sekarang teknologi konstruksi perkerasan dengan menggunakan aspal sebagai bahan

pengikat maju pesat.

(6)

Konstruksi perkerasan menggunakan semen sebagai bahan pengikat telah ditemukan pada tahun 1828 di

London, tetapi sama halnya dengan perkerasan menggunakan aspal, perkerasan ini mulai berkembang

pesat sejak awal tahun 1900 an

(7)

Pierre Marie Jerome Tresaguet (1716-1796) (Perancis)

Mengembangkan system lapisan batu pecah yang dilengkapi dengan drainase, kemiringan melintang serta

mulai menggunakan pondasi dari batu.

(8)

John Louden Mac Adam (1756-1836) (Skotlandia)

Memperkenalkan konstruksi perkerasan yang terdiri dari batu pecah atau batu kali, pori – pori diatasnya ditutup dengan batu yang lebih kecil/halus.

Untuk memberkan lapisan yang kedap air, maka di atas lapisan makadamdiberilapisan aus yang menggunakan aspal sebagai bahan pengikat dan ditaburi pasir kasar

Gambar 1.1. Struktur Jalan Mac Adam Sumber : Arthur et al (2003:4)

(9)

Thomas Telford (1757-1834) Skotlandia

Konstruksi perkerasannya terdiri dari batu pecah berukuran 15 / 20 sampai 25 / 30 yang disusun tegak. Batu – batu kecil diletakkan di atasnya untuk menutup pori – pori yang ada dan memberikan permukaan yang rata.

Gambar 1.1. Struktur Jalan Telford Sumber : Arthur et al (2003:4)

(10)

Catatan tentang jalan di Indonesia tak dapat banyak

ditemukan. Pembangunan jalan yang tercatat dalam sejarah bangsa Indonesia adalah pembangunan jalan pos pada jaman

pemerintahan Daendels, yang dibangun dari Anyer di Banten sampai Banyuwangi di JawaTimur, membentang sepanjang pulau Jawa. Pembangunan tersebut dilakukan dengan kerja

paksa pada akhir abad ke-18.

(11)

Awal tahun 1970 Indonesia mulai membangun jalan – jalan dengan klasifikasi yang lebih baik, hal ini ditandai dengan diresmikannya jalan tol pertama pada tanggal 9 Maret 1978 sepanjang 53 km, yang

menghubungkan kota Jakrta – Bogor – Ciawi dan terkenal dengan nama Jalan Tol Jagorawi.

(12)

PERKERASAN LENTUR

PERKERASAN LENTUR

(13)

PERANCANGAN TEBAL PERKERASAN PERANCANGAN TEBAL PERKERASAN

– Konsep kerusakan pada perkerasan karena kelelahan akibat beban berulang

1. Faktor beban

2. Faktor daya dukung tanah 3. Umur rencana

4. Kondisi lingkungan

5. Material untuk perkerasan JENIS PERKERASAN JALAN

Berdasarkan bahan pengikatnya

1. Perkerasan Lentur (flexible pavement) aspal sebagai bahan pengikat

2. Perkerasan kaku (rigid pavement) : sement (portland cement) sebagai bahan pengikat

3. Perkerasan komposit : kombinasi antara perkerasan lentur dan perkerasan kaku

(14)

Perkerasan Lentur

Perkerasan Kaku

Bahan Pengikat – Aspal – Semen

٭ Repetisi Beban ٭ Rutting (lendutan pada jalur roda)

٭ Retak-retak (pada permukaan)

Penurunan Tanah Dasar

Jalan

bergelombang mengikuti tanah dasar

Balok di atas perletakan

O Perubahan

Temperatur O Modulus keka

kuan berubah Timbul tegangan dalam kecil

O Modulus kekakuan tidak berubah Timbul tegangan dalam besar

Perbedaan antara perkerasan lentur dan perkerasan kaku

(15)

Kriteria Konstruksi Perkerasan Lentur

1. a. Permukaan rata, tidak bergelombang, tidak melendut dan Syarat Berlalu Lintas berlubang

b. Permukaan cukup kaku, tidak berubah akibat beban c. Permukaan cukup kesat tidak slip

d. Permukaan tidak mengkilat atau silau 2. Syarat Kekuatan/Struktural

a. Ketebalan cukup, menyebarkan beban ketanah dasar b. Kedap air, air tidak mudah meresap ke lapisan bawah c. Permukaan miring untuk pengaliran air

d. Kekakuan cukup sehingga deformasi kecil

(16)

1. Perencanaan tebal masing-masing lapisan perkerasan

2. Analisa campuran bahan

3. Pengawasan pelaksanaan pekerjaan

Untuk dapat memenuhi hal-hal tersebut diatas, perencanan dan pelaksanaan konstruksi

perkerasan lentur jalan harus mencakup :

(17)

Jenis dan fungsi Lapisan Perkerasan

1. Lapisan Permukaan (surface course)

penahan beban roda, stabilitas tinggi untuk menahan beban, kedap air sehingga air tidak meresap kebawahnya, lapis aus yang menahan gesekan akibat rem, dan menyebarkan beban kebawahnya.

2. Lapisan Pondasi Atas (base course)

bagian perkerasan yang menahan gaya lintang dari beban roda dan menyebarkan beban ke bawahnya, lapisan

peresapan untuk pondasi bawah, dan bantalan lapisan

permukaan

(18)

Jenis dan fungsi Lapisan Perkerasan

3. Lapisan Pondasi Bawah (subbase course)

bagian yang menyebarkan beban ketanah dasar, efisiensi penggunaan material (lebih murah dari lapisan atas),

lapisan agar pekerjaan lancar, mencegah partikel halus tanah naik keatas

4. Lapisan tanah dasar (subgrade)

lapisan tanah ini dapat terdiri dari tanah asli, galian dan

timbunan

(19)

1. Distribusi Beban

(20)

• Permukaan yang tidak rata mengakibatkan kelelahan pada struktur perkerasan dan

memperpendek umur perkerasan

• Tiap lapisan harus dibentuk dan dipadatkan

seakurat mungkin sehingga lapis permukaan

dibentuk seakurat dan serata mungkin

(21)

2.Perancangan Struktural

(22)

Prinsip metode perancangan perkerasan adalah pengawasan kinerja perkerasan dengan

berbagai ketebalan, dalam berbagai kondisi

tanah tanah dasar dan beban lalu lintas. Agar

kinerja perkerasan dapat diawasi dengan baik,

diperlukan sebuah prodesur yang berdasarkan

pada faktor-factor yang mempengaruhi

(23)

KONSEP MENYELURUH PERANCANGAN PERKERASAAN

1. Umur Rencana Perkerasan

2. Pertumbuhan Lalu Lintas Tahunan

3. Jumlah Kendaraan Komersial Tiap Arah

4. Jumlah Total Kendaraan Komersial Selama Umur Rencana

5. Jenis dan Kekuatan Lapis Tanah Dasar

6. Pemilihan Material dan Ketebalan Tiap Lapisan Perkerasaan

7. Pengamatan Umum

(24)

1. Umur Rencana Perkerasan

Tahap pertama perancangan didasarkan pada prediksi lalu lintas selama 20 tahun pertama, kemudian diikuti dengan pembuatan lapis

tambahan atau rekonstruksi parsial saat

dibutuhkan

(25)

2. Pertumbuhan Lalu Lintas Tahunan

Pertumbuhan lalu lintas bervariasi antara 2- 6%, tergantung pada data sensus nasional tetapi nilainya dapat jauh lebih besar untuk jalan tertentu, seperti pada lokasi dimana ada pengembangan wilayah

(26)

3. Jumlah Kendaraan Komersial Tiap Arah

Pada saat merancang sebuah jalan jumlah

kendaraan penumpang diabaikan, dan

hanya jumlah kendaraan komersial yang

diprediksi. Jumlah kendaraan komersial

ditentukan berdasarkan survei lalu lintas

atau dari angka yang tercantum.

(27)

4. Jumlah Total Kendaraan Komersial Selama Umur Rencana

Setelah ditentukan umur rencana, pertumbuhan lalu lintas, dan jumlah kendaraan komersial

maka perhitungan jumlah kendaraan perlu

dikonversikan menjadi satuan standar. Selama umur rencana perkerasaan, jumlah sumbu

standar dihitung dalam satuan jutaan

(28)

5. Jenis dan Kekuatan Lapis Tanah Dasar

Dari penyelidikan tanah dilapangan seperti

pengambila sampel tanah dapat diketahui dan

nilai CBR tanah tersebut dapat diperoleh

(29)

6. Pemilihan Material dan Ketebalan Tiap Lapisan Perkerasaan

Pemilihan ini dirancang berdasarkan referensi

Design Manual for Roads and Bridges

(30)

7. Pengamatan Umum

Sangat jarang terjadi perkerasaan lentur dapat tahan akibat beban lalu lintas dan cuaca selama 20 tahun pertamanya tanpa diperlukannya surface treatment.

Lalu lintas mengakibatkan permukaan jalan menjadi

aus, kehilangan kekesatannya, mengalami deformasi

minor atau berkurang kerataan permukaannya

(31)

Perkerasan Kaku

Perkerasan kaku memiliki kelebihan yaitu tidak mengalami lentur pada saat

ada kendaraan yang lewat

(32)

Terdapat beberapa lapisan pada perkerasan

kaku yaitu lapisan aus, lapisan permukaan

Gambar

Gambar 1.1. Struktur Jalan Mac Adam Sumber : Arthur et al (2003:4)
Gambar 1.1. Struktur Jalan Telford Sumber : Arthur et al (2003:4)

Referensi

Dokumen terkait

Bagaimana menganalisa perbandingan biaya perkerasan lentur ( Flexible Pavement) dengan perkerasan Kaku (Rigid Pavement) pada proyek peningkatan jalan Bade –

Tugas Akhir ini akan membahas perhitungan perencanaan tebal konstruksi perkerasan lentur menggunakan metode Bina Marga (Analisis Komponen) dan konstruksi perkerasan kaku

Tebal lapis tambah perkerasan lentur metode lendutan yang diperoleh untuk masing-masing seksi terhadap umur rencana, dipengaruhi oleh besarnya lendutan wakil, lendutan rencana,

Tugas Akhir yang berjudul “Perencanaan Jalan Raya Dengan Perkerasan Lentur dan Perkerasan Kaku Menggunakan Metode AASHTO 1993 Pada Jalan Olahbebaya STA 0+000 – STA

Tugas Akhir ini akan membahas perhitungan perencanaan tebal konstruksi perkerasan lentur menggunakan metode Bina Marga (Analisis Komponen) dan konstruksi perkerasan kaku

Penelitian ini adalah membandingkan perkerasan lentur dan perkerasan kaku pada ruas jalan Balong-Plosokerep melalui pendekatan biaya selama siklus hidup, sehingga penelitian ini

M4 Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan Mekanisme kerusakan jalan pada perkerasan lentur dan perkerasan kaku M5 Mahasiswa mampu melakukan Blending Agregat untuk Material

Korelasi CBR dan DDT Analisa Tebal Perkerasan Lentur Dari tabel Faktor Regional Petunjuk perencanaan tebal perkerasan lentur dengan metode lendutan di dapat nilai FR = 2,0 Indeks