• Tidak ada hasil yang ditemukan

JOIN - Masoem University Journal

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "JOIN - Masoem University Journal"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

ps 2837

Pengaruh Likuiditas terhadap Profitabilitas Melalui Efisiensi Operasi Bank Umum Syariah di

Indonesia

Hasbi Assidiki Mauluddi

Prodi Keuangan Syariah, Politeknik Negeri Bandung, Indonesia Email : [email protected]

Info Artikel ABSTRACT

Sejarah artikel:

Diterima 11 Februari 2021

Direvisi 23 Februari 2021 Disetujui 30 Maret 2021 Diterbitkan 31 Maret 2021

This study aimed to find out the direct influence of liquidity variables on profitability and its indirect influence through variable operating efficiency. Liquidity is proxied with FDR, profitability with ROA, while operating efficiency with BOPO. Path analysis methods are used to analyze the direct or indirect influence of the variables studied. The data used is secondary data of Sharia commercial bank statements in OJK Sharia banking statistics from 2016 to 2020.

The results showed that directly the level of liquidity has no significant effect on profitability.

Whereas indirectly, through operating efficiency, the level of liquidity has a significant effect on profitability.

Keywords : Liquidity; Operation Efficiency;

Profitability.

ABSTRAK

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh langsung variabel likuiditas terhadap profitabilitas serta pengaruh tidak langsungnya melalui variabel efisiensi operasi. Likuiditas diproksikan dengan FDR, profitabilitas dengan ROA sedangkan efisiensi operasi dengan BOPO. Metode analisis jalur digunakan untuk menganalisis pengaruh langsung maupun tidak langsung dari variabel yang diteliti. Data yang digunakan merupakan data sekunder laporan bank umum Syariah yang terdapat pada statistik perbankan Syariah OJK dari tahun 2016 sampai 2020. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara langsung tingkat likuiditas tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Sedangkan secara tidak langsung, melalui efisiensi operasi, tingkat likuiditas berpengaruh secara signifikan terhadap profitabilitas.

Kata Kunci : Efisiensi Operasi; Likuiditas; Profitabilitas.

PENDAHULUAN

Bank Umum Syariah menjadi salah satu Perbankan yang mulai diperhitungkan keberadaannya. Walaupun sudah 30 tahun semenjak bank Syariah pertama di Indonesia ada, tapi pertumbuhan market sharenya masih berjalan dengan lambat, masih jauh dibawah 10%.

(2)

Salah satu kendalanya adalah modal inti yang dimiliki oleh bank umum Syariah masih minim. Berdasarkan laporan OJK tahun 2020, hanya satu bank umum syariah yang memiliki modal ini lebih dari 5 triliun dan masuk BUKU 3, sedangkan sisanya memiliki modal dibawah 5 triliun.[1]

Penambahan modal menjadi hal yang sangat penting jika bank- bank Syariah ingin meningkatkan asetnya dalam waktu yang singkat.

Perlu banyak investor yang bersedia untuk menanamkan modalnya di bank Syariah di Indonesia. Investor akan banyak tertarik jika tingkat profitabilitas sangat baik. Investor memandang prospek sebuah perusahaan dari tingkat keuntungan yang dimiliki. Sehingga mereka akan berekspektasi untuk investasi pada perusahaan tersebut. [2]

Bank-bank umum Syariah harus menjaga tingkat profitabilitasnya dengan baik agar dapat menarik lebih banyak investor. Investor akan lebih memilih perusahaan yang memiliki tingkat profitabilitas tinggi dibanding yang rendah. Perbandingan profitabilitas perbankan di Indonesia menunjukan bahwa bank umum konvensional (BUK) masih unggul dibandingkan bank umum Syariah (BUS).

Tabel 1. Perbandingan Return on Asset Tingkat ROA

Tahun BUK BUS

2016 2,23 0,63

2017 2,46 0,63

2018 2,66 1,2

2019 2,47 1,73

2020 1,64 1,35

Sumber: OJK

Selama lima tahun terakhir return on asset (ROA) bank umum konvensional jauh diatas bank umum Syariah. Walaupun sedikit demi sedikit ROA bank umum Syariah mulai meningkat tapi tidak bisa melebihi bank umum konvensional. ROA bank umum konvensional paling tinggi sebesar 2,66 pada tahun 2018, kemudian terus menurun sampai tahun 2020 menjadi 1,64. Sedangkan ROA bank umum Syariah sempat naik mencapai 1,73 pada tahun 2019 akan tetapi menurun lagi pada tahun 2020 menjadi 1,35.

Banyak sekali faktor yang dapat mempengaruhi tingkat profitabilitas di perbankan. Secara umum semua aktivitas yang dilakukan perusahaan akan berpengaruh terhadap ROA. Finance to deposit ratio (FDR) merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terhadap profitabilitas pada bank umum Syariah [3]–[7]. FDR merupakan salah satu jenis rasio likuiditas yang menentukan tingkat kesehatan keuangan di bank Syariah.

Demi mencari profit yang banyak, pihak Bank bisa saja melakukan pembiayaan secara besar-besaran. Memang dari segi perhitungan praktis jika bank banyak mengalokasikan dananya untuk pembiayaan maka keuntungan yang diperoleh pun makin besar. Kemungkinan diatas dapat terjadi jika semuanya berjalan dengan lancar. Walaupun demikian, ekspansi besar-besaran dalam pembiayaan dapat meningkatkan biaya operasional bank Syariah. [8], [9]

(3)

Biaya operasional pada bank Syariah dapat mengurangi pendapatan yang mengakibatkan laba juga berkurang. Bank Syariah yang efisien dalam mengelola biaya operasional dapat membuat profitabilitas semakin meningkat. Rasio BOPO (biaya operasional dibagi pendapatan operasional) biasa digunakan untuk mengukur efisiensi dari kegiatan operasi bank Syariah. Sehingga probabilitas bank Syariah tidak bisa terlepas dari pengaruh rasio BOPO. [4]–[6], [10]

Berdasarkan hal tersebut, likuiditas sangat berperan penting dalam aktivitas usaha perbankan Syariah untuk menghasilkan profit.

Walaupun demikian, profit yang dihasilkan tersebut dapat tergerus oleh biaya yang dikeluarkan bank Syariah dalam menjalankan operasi usahanya. Efisiensi tersebut memiliki peranan yang penting, apakah bank Syariah tersebut tetap mendapatkan profit atau sebaliknya merugi.[11] Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh likuiditas terhadap profitabilitas secara langsung maupun melalui variabel mediasi efisiensi operasi.

METODE

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah riset kuantitatif karena data-data yang digunakan berbentuk kuantitatif.[12]

Data diambil dari website Otoritas Jasa Keuangan, berupa publikasi tentang Perbankan Syariah dari bulan Januari tahun 2016 sampai bulan November 2020.[13] Data tersebut merupakan data sekunder karena tidak diambil langsung dari sumbernya. Data yang sudah diambil kemudian dikelompokan berdasarkan variabel yang diteliti. Berikut operasional variabel penelitian ini :

Tabel 2. Operasionalisasi Variabel

Variabel Indikator Skala

Variabel Terikat:

Profitabilita s

(ROA)

Variabel profitabilitas Bank Umum Syariah diproksikan dengan return on asset (ROA)

Rumus: [14]

ROA=Laba bersih sebelum pajak

Rataratatotal aset ×100 % (1)

Rasio

Variabel Bebas:

Likuiditas (FDR)

Variabel likuiditas Bank Umum Syariah diproksikan dengan finance to deposit ratio (FDR)

Rumus: [14]

FDR=Total Pembiayaan

Dana pihak ketiga×100 % (2)

Rasio

Variabel Mediasi:

Efisiensi Operasi (BOPO)

Variabel efisiensi operasi Bank Umum Syariah diproksikan dengan perbandingan antara biaya operasional dengan pendapatan operasional (BOPO)

Rumus: [14]

ROA= Biaya Opeerasional

Pendapatan Operasional×100 % (3)

Rasio

(4)

Sumber: Data diolah

Berdasarkan tujuan yang telah dijelaskan dalam pendahuluan, variabel-variabel tersebut dibentuk menjadi model penelitian berikut:

Gambar 1. Model Penelitian

Variabel profitabilitas dipengaruhi oleh variabel likuiditas, baik melalui variabel mediasi, efisiensi operasi, maupun secara langsung.

Penjelasan setiap koefisien analisis jalur pada diagram jalur di atas sebagai berikut:

 �1 dan �2 adalah koefisien jalur untuk pengaruh tidak langsung variabel likuiditas terhadap profitabilitas, melalui efisiensi operasi.

 �3 adalah koefisien jalur untuk pengaruh langsung variabel likuiditas terhadap profitabilitas.

Data yang sudah terkumpul kemudian di analisis menggunakan analisis jalur dengan alat SPSS 26. Untuk menghasilkan nilai koefisien jalur model penelitian diatas, maka harus dibuat dua model persamaan.

Model pertama adalah mencari pengaruh likuiditas yang diproksikan oleh FDR terhadap efisiensi operasi yang diproksikan oleh BOPO. Model pertama penelitian ini adalah:

BOPO=α+β1FDR (4)

Model kedua adalah mencari pengaruh likuiditas serta efisiensi operasi terhadap profitabilitas yang diproksikan oleh ROA. Model kedua penelitian ini adalah:

ROA=α+β1FDR+β2BOPO (5)

Langkah terakhir yang dilakukan adalah menganalisis pengaruh tidak langsung. Untuk melihat besaran koefisien pengaruh tidak langsung adalah dengan mengalikan �1 dan �2. Sedangkan untuk melihat signifikansi pengaruh tidak langsung tersebut dengan uji Sobel. Berikut rumus untuk menghitung uji Sobel:[15]

Z= a × b

(

b2× SEa2

)

+

(

a2× SEb2

)

(6) Keterangan:

Likuiditas Profitabilitas

Efisiensi Operasi

ε1

ε2 ρ3

ρ1

ρ2

(5)

a : koefisien regresi variabel independent terhadap variabel mediasi b : koefisien regresi variabel mediasi terhadap variabel independent SEa: Standar error of estimation a

SEb: Standar error of estimation b HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian

Analisis pada penelitian ini dilakukan kepada dua model penelitian. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan SPSS 26 didapatkan hasil berikut:

Tabel 3. Model Summary Model Pertama Model R R Square

Adjust ed R Squar

e

Std. Error of the Estimate 1 .564a .318 .306 1.74618 a. Predictors: (Constant), FDR

b. Dependent Variable: BOPO

Berdasarkan tabel diatas, nilai Adjusted R square yang didapatkan adalah 0,306. Hal ini menunjukan bahwa likuiditas memiliki kontribusi terhadap perubahan efisiensi operasi Bank Umum Syariah di Indonesia sebesar 30,6%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain. Hal ini menunjukan bahwa terdapat kontribusi dari pengelolaan dana pihak ketiga serta pembiayaan yang disalurkan kepada perubahan biaya serta perdapatan operasi bank umum Syariah di Indonesia.

Tabel 4. Koefisien Regresi Model Pertama Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardi zed Coefficien

ts

t Sig.

B Std. Error Beta 1

(Constan

t) 14.630 4.651 3.145 .003

FDR .687 .134 .564 5.111 .000

a. Dependent Variable: BOPO

Berdasarkan table di atas diketahui bahwa nilai signifikasi variabel likuiditas yang diproksikan oleh FDR adalah 0,000 yang berarti bahwa lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukan bahwa variabel likuiditas berpengaruh secara signifikan terhadap efisiensi operasi yang diproksikan dengan BOPO. Model yang dihasilkan dari analisis pertama adalah:

BOPO=14,63+0,687FDR

Konstanta pada model pertama adalah 14,63 dan koefisien likuiditas adalah 0,687. Nilai konstanta tersebut menunjukan bahwa walaupun variabel likuiditas memiliki nilai nol, maka variabel efisiensi

(6)

operasi tetap akan mengalami kenaikan sebesar 14,63% yang disebabkan oleh kenaikan variabel lain sebesar satu satuan dan berlaku juga sebaliknya. Konstanta bernilai positif menunjukan bahwa variabel bebas berhubungan positif dengan efisiensi operasi Bank Umum Syariah di Indonesia.

Koefisien likuiditas memiliki nilai positif sebesar 0,687. Nilai positif pada koefisien tersebut menunjukan bahwa variabel likuiditas berhubungan positif dengan efisiensi operasi. Efisiensi operasi akan mengalami kenaikan sebesar 68,75% apabila likuiditas Bank Umum Syariah yang diproksikan oleh FDR naik sebesar satu satuan dan berlaku juga sebaliknya. Hasil analisis statistik untuk model kedua adalah sebagai berikut:

Tabel 3. Model Summary Model Kedua

Model R R

Square Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .940a .883 .879 .07739

a. Predictors: (Constant), BOPO, FDR b. Dependent Variable: ROA

Berdasarkan tabel diatas, nilai Adjusted R square yang didapatkan adalah 0,879. Hal ini menunjukan bahwa likuiditas dan perubahan efisiensi operasi memiliki kontribusi terhadap perubahan profitabilitas Bank Umum Syariah di Indonesia sebesar 87,9%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain.

Tabel 4. Koefisien Regresi Model Kedua Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardi zed Coefficien

ts

t Sig.

B Std. Error Beta 1 (Consta

nt) 4.201 .224 18.788.000

FDR .008 .007 .060 1.072 .288

BOPO -.103 .006 -.972 -

17.438.000 a. Dependent Variable: L_ROA

Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa nilai signifikasi variabel likuiditas yang diproksikan oleh FDR adalah 0,288 yang berarti bahwa lebih besar dari 0,05. Hal ini menunjukan bahwa variabel likuiditas tidak berpengaruh secara signifikan terhadap profitabilitas yang diproksikan dengan ROA. Selain itu, nilai signifikasi variabel efisiensi operasi yang diproksikan oleh BOPO adalah 0,000 yang berarti bahwa lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukan bahwa variabel efisiensi operasi berpengaruh secara signifikan terhadap profitabilitas yang diproksikan dengan ROA.

Model yang dihasilkan dari analisis kedua adalah:

(7)

ROA=4,201+0,008FDR−0,103BOPO

Konstanta pada model kedua adalah 4,201 dan koefisien likuiditas adalah 0,008 serta koefisien efisiensi operasi sebesar -0,103. Nilai konstanta tersebut menunjukan bahwa walaupun variabel likuiditas memiliki nilai nol, maka variabel profitabilitas tetap akan mengalami kenaikan sebesar 4,201% yang disebabkan oleh kenaikan variabel lain sebesar satu satuan dan berlaku juga sebaliknya. Konstanta bernilai positif menunjukan bahwa variabel bebas berhubungan positif dengan profitabilitas Bank Umum Syariah di Indonesia.

Koefisien likuiditas memiliki nilai positif sebesar 0,008. Nilai positif pada koefisien tersebut menunjukan bahwa variabel likuiditas berhubungan positif dengan profitabilitas. Profitabilitas akan mengalami kenaikan sebesar 0,8% apabila likuiditas Bank Umum Syariah yang diproksikan oleh FDR naik sebesar satu satuan dan berlaku juga sebaliknya.

Koefisien efisiensi operasi memiliki nilai negatif sebesar 0,103.

Nilai negatif pada koefisien tersebut menunjukan bahwa variabel efisiensi operasi berhubungan negatif dengan profitabilitas. Profitabilitas akan mengalami kenaikan sebesar 10,3% apabila efisiensi operasi Bank Umum Syariah yang diproksikan oleh BOPO turun sebesar satu satuan dan berlaku juga sebaliknya.

Berdasarkan hasil diatas dapat digambarkan model analisis jalur untuk penelitian ini adalah sebagai berikut:

(8)

Gambar 2. Hasil Analisis Jalur

Pengaruh Likuiditas terhadap Profitabilitas Secara langsung Variabel likuiditas yang diproksikan dengan FDR memiliki pengaruh yang positif dan tidak signifikan terhadap profitabilitas yang diproksikan dengan ROA. Hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi sebesar 0,288 > 0,05. Hasil tersebut ditunjang dengan nilai koefisien variabel likuiditas yang kecil hanya sebesar 0,06.

Hasil penelitian ini bertolak belakang dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa FDR berpengaruh terhadap ROA.

[3]–[6] Akan tetapi penelitian ini menguatkan penelitian sebelumnya yang menyatakan FDR tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA.[15], [16] Perbedaan hasil penelitian ini dimungkinkan karena perbedaan dalam pengambilan variabel yang digunakan bersama dengan FDR.

Pengaruh Likuiditas terhadap Profitabilitas melalui Efisiensi Operasi

Analisis pengaruh tidak langsung variabel likuiditas terhadap profitabilitas dilakukan dengan cara mengalikan koefisien jalur �1 dan �2

untuk mengetahui besaran koefisien pengaruh tidak langsung. Selain itu dilakukan uji sobel untuk mengetahui tingkat signifikansi pengaruh tidak langsung tersebut. Koefisien pengaruh likuiditas terhadap profitabilitas secara tidak langsung adalah sebesar 0,564 x 0,972 = 0,548. Pengaruh total likuiditas terhadap profitabilitas adalah 0,548 + 0,06 = 0,608. Dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa pengaruh likuiditas melalui efisiensi operasi jauh lebih besar dibandingkan dengan pengaruh secara langsung terhadap profitabilitas.

Uji sobel dilakukan untuk mengetahui tingkat signifikansi pengaruh tidak langsung likuiditas terhadap profitabilitas. Hasil perhitungan uji sobel menghasilkan nilai -4.912 dimana lebih kecil dari t- tabel yaitu 2,004 (n: 58, k: 3, e:0,05). Hasil tersebut menunjukan bahwa secara tidak langsung variabel likuiditas berpengaruh secara signifikan terhadap profitabilitas Bank Umum Syariah di Indonesia

Pengaruh tidak langsung yang ditunjukan oleh hasil analisis diatas memberikan pesan bahwa efisiensi operasi di Bank Umum Syariah memiliki peran mediasi yang sangat penting pada pengaruh likuiditas terhadap profitabilitas. Hal ini sesuai dengan praktik di perbankan dimana biaya operasional akan selalu ada dan akan menjadi pengurang, baik perbankan tersebut menghasilkan keuntungan ataupun tidak.

Sedangkan pengelolaan likuiditas yang dijalankan Bank Umum Syariah sangat tergantung kepada kebijakan manajemen. Satu sisi pihak manajemen menginginkan kegiatan operasional dapat menghasilkan

Likuiditas Profitabilitas

Efisiensi Operasi

0,826

0,342 0,06

0,564 0,972

(9)

keuntungan yang besar dengan cara meningkatkan penyaluran pembiayaan. Di sisi yang lain tingkat likuiditas tetap harus dijaga sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh regulator.

Peningkatan efisiensi dalam operasional menjadi sangat penting dalam menunjang kenaikan laba Bank Umum Syariah. Hal ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa BOPO berpengaruh signifikan terhadap ROA.[4]–[6], [10] Oleh karena itu, peningkatan pendapatan dibarengi dengan penurunan biaya operasional menunjukan tingkat efisiensi yang semakin baik serta dapat meningkatkan profitabilitas Bank Umum Syariah.

PENUTUP

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa variabel likuiditas yang diproksikan dengan FDR tidak memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap profitabilitas Bank Umum Syariah yang diproksikan dengan ROA. Adapun pengaruh variabel likuiditas terhadap profitabilitas melalui efisiensi operasi yang diproksikan dengan BOPO berpengaruh secara signifikan. Mediasi variabel efisiensi operasi pada Bank Umum Syariah berperan sangat besar sehingga membuat variabel likuiditas menjadi berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas Bank Umum Syariah di Indonesia.

Bank Umum Syariah dalam rangka meningkatkan profitabilitas hendaknya selalu menjaga semua aktifitas operasinya agar efisien. Hal tersebut harus menjadi prioritas karena sebesar apapun pendapatan yang dimiliki belum tentu menjadi laba bagi bank syariah tersebut jika tidak efisien. Selain itu bagi penelitian selanjutnya bisa menambahkan variabel lain yang diperkirakan berpengaruh terhadap profitabilitas.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Tim OJK, “Statistik Perbankan Indonesia,” Jakarta, 2020.

[2] S. Haryanto, “Identifikasi Ekspektasi Investor Melalui Kebijakan Struktur Modal, Profitabilitas, Ukuran Perusahaan dan GCPI,” J. Din.

Manaj., vol. 5, no. 2, 2014, doi: 10.15294/jdm.v5i2.3660.

[3] A. M. A’la and I. Mawardi, “Pengaruh Financing To Deposit Ratio (FDR) Terhadap Return On Asset (ROA) Dengan Variabel Intervening Penempatan Dana Pada Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS) Pada Bank Syariah di Indonesia,” J. Ekon. Syariah Teor. dan Terap., vol. 1, no. 8, 2015, doi:

10.20473/vol1iss20148pp592-609.

[4] M. Y. Wibisono and S. Wahyuni, “Pengaruh CAR,N PF, BOPO, FDR, Terhadap Roa yang Dimediasi Oleh NOM,” J. Bisnis Manaj., vol. 17, no. 1, 2017.

[5] R. C. Suwarno and A. M. Muthohar, “Analisis Pengaruh NPF, FDR, BOPO, CAR, dan GCG terhadap Kinerja Keuangan Bank Umum Syariah di Indonesia Periode 2013-2017,” BISNIS J. Bisnis dan Manaj. Islam, vol. 6, no. 1, 2018, doi: 10.21043/bisnis.v6i1.3699.

[6] N. F. Yundi and H. Sudarsono, “Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Return on Asset (ROA) Bank Syariah di Indonesia,” Al- Amwal J. Ekon. dan Perbank. Syari’ah, vol. 10, no. 1, 2018, doi:

(10)

10.24235/amwal.v10i1.2759.

[7] M. Yusuf and S. Surjaatmadja, “Analysis of Financial Performance on Profitability with Non Performance Financing as Variable Moderation (Study at Sharia Commercial Bank in Indonesia Period 2012 – 2016),” Int. J. Econ. Financ. Issues, vol. 8, no. 4, 2018.

[8] Imronudin and A. A. Ningrum, “Pengaruh Pembiayaan dan Biaya Operasional Terhadap Profitabilitas Perbankan Syariah,” 2017.

[9] S. Deti, S. Samin, A. Amiruddin, and K. Salenda, “Kontribusi Perbankan Syariah terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Sambas,” J. Diskurs. Islam, vol. 5, no. 2, pp. 261–282, Aug. 2017, doi: 10.24252/jdi.v5i2.7046.

[10] T. Tamimah, “Faktor yang Mempengaruhi Profitabilitas Perbankan Syariah di Indonesia,” J. SYARIKAH J. Ekon. Islam, vol. 6, no. 1, p.

104, Jun. 2020, doi: 10.30997/jsei.v6i1.2175.

[11] N. Ichsan, “Pengelolaan Likuiditas Bank Syariah,” Al-Iqtishad J.

Islam. Econ., vol. 6, no. 1, 2014, doi: 10.15408/ijies.v6i1.1371.

[12] Sugiyono, “Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi dan R&DSugiyono. (2017). Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi dan R&D). In Metodelogi Penelitian.),” in Metodelogi Penelitian, 2017.

[13] Tim OJK, “Statistik Perbankan Syariah,” Jakarta, 2020.

[14] A. F. Hayes, Introduction to Mediation, Moderation, and Conditional Process Analysis, Second Edition: A Regression-Based Approach, vol. 46, no. 3. 2018.

[15] L. Syafina, “Faktor-faktor yang Mempengaruhi Bank Umum Syariah di Indonesia dengan BOPO sebagai Variabel Moderating,” J. Ris.

Akunt. dan Bisnis, vol. 19, no. 1, pp. 105–117, Mar. 2019, doi:

10.30596/jrab.v19i1.4381.

[16] I. Gunawan, E. D. Purnamasari, and B. Setiawan, “Pengaruh CAR, NPF, FDR, dan BOPO terhadap Profitabilitas (ROA) pada Bank Syariah Bukopin Periode 2012-2018,” J. Manaj. SDM Pemasaran, dan Keuang., vol. 01, no. 01, 2020.

Referensi

Dokumen terkait

Pegaruh Pangsa Pasar LKBB Terhadap Profitabilitas Bank Umum Dari hasil penelitian yang dilakukan variabel pangsa pasar LKBB berpengaruh secara signifikan dan memiliki hubungan arah