• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Indonesia 2 2 PB

N/A
N/A
Tin F

Academic year: 2023

Membagikan "Jurnal Indonesia 2 2 PB"

Copied!
110
0
0

Teks penuh

The idea and participation of Indonesia in the Maritime Silk Road (MSR) is one of the steps taken by President Joko Widodo in overcoming the problems occurring in Indonesia's maritime sector. On the other hand, China also uses the Maritime Silk Road (MSR) as a step towards realizing the new security concept, which was planned and presented at the ASEAN Regional Forum (ARF) in the 1990s.

China New Security Concept

This ambition ultimately influenced Indonesia's policy direction in strengthening its identity as an archipelago and as a maritime nation in the eyes of the world. Not only does China want to invest in the ASEAN region, but the other goal of Maritime Silk Road (MSR) is also to encourage companies in ASEAN to cooperate and do business with China (Caballero, 2015).

Conclusion

Therefore, the strengthening of the strategic cooperation undertaken by China and Indonesia through the framework of Maritime Silk Road and Global Maritime Fulcrum will be more about the cooperation between economic nature and infrastructure. Morning Post: http://www.scmp.com/news/asia/article/1746628/widodo-aims-use-china-visit-boost-ties-and-seek-details-maritime-silk-road.

Pendahuluan

Pembangunan jalan tol Trans Sumatera juga merupakan bagian dari program Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) (Lembaga Jasa Konstruksi, 2013). Pembangunan tol Trans Sumatera melibatkan beberapa perusahaan pelat merah, seperti PT Adi Karya, PT Waskita Karya, PT Wijaya Karya, dan PT Pembagunan Perumahan.

Politik Luar Negeri

Ruas Tol Trans Sumatera terbagi menjadi tiga jalur yaitu jalan lalu lintas utama, jalan penghubung, dan jalan lalu lintas non-Sumatera. Untuk membiayai pembangunan Tol Trans Sumatera, PT Hutama Karya telah menandatangani perjanjian pinjaman dengan PT Sarana Multi Infrastruktu (SMI).

Politik Luar Negeri Indonesia dan Asian Highway Network

Dalam hal ini, keberhasilan Indonesia dalam mewujudkan jalan tol Asia bergantung pada peluang dan tantangan yang dimiliki Indonesia, terutama dari sisi eksternal dan internal. Dari perspektif liberalisme, kerja sama merupakan asumsi dasar yang seharusnya dimiliki oleh masyarakat sebagai suatu kualitas alami.

Kepentingan Nasional Indonesia

Komitmen masing-masing negara menjadi lebih kredibel karena adanya komunikasi yang intensif dan adanya kesepakatan antara negara-negara Asia dan Eropa dalam kerjasama dengan The Asian Highway Network ini. Kepentingan ketiga adalah agar komitmen masing-masing negara menjadi lebih kredibel karena adanya komunikasi yang intensif dan adanya kesepakatan antara negara-negara Asia dan Eropa dalam kerjasama dengan The Asian Highway Network ini.

Introduction

Tulisan ini membahas tentang peran MTV International Network sebagai aktor non-negara melalui MTV Staying Alive dalam advokasi Kesehatan Global, khususnya dalam kampanye bahaya HIV-AIDS. Selama ini pengobatan terhadap penderita HIV-AIDS hanya bertujuan untuk memperpanjang umur penderitanya. Setidaknya terdapat berbagai bentuk Advokasi untuk masalah kesehatan global, khususnya HIV/AIDS.

The MTV Staying Alive Campaign has become one of several non-state actors advocating Global Health by campaigning for HIV-AIDS International.

Transnational Activism, Framming Issues, Concept and Role

MTV as a TNC uses its MTV International Network to advocate for the MTV Staying Alive campaign to advocate for HIV/AIDS prevention. All channels are used as a campaign tool by MTV Staying Alive in dealing with HIV-AIDS International. From the above explanation, it can be said that the MTV Staying Alive Campaign is a form of transnational advocacy in the international HIV-AIDS response.

The MTV Staying Alive campaign successfully uses networks of groups and communities in the treatment of HIV-AIDS.

Conclusion

Artikel ini akan mencoba menjelaskan bagaimana media Barat menggambarkan aksi 212. Penulis menggunakan teori framing untuk menjelaskan aksi 212 dari media Barat. Dalam sejumlah literatur, opini publik diartikan sebagai suatu bentuk kegiatan untuk mengungkapkan atau menyampaikan apa yang diyakini, dihargai, dan diharapkan masyarakat dari suatu situasi tertentu, oleh seseorang atau kelompok untuk kepentingan tertentu. Di Amerika, sejumlah pejabat pemerintah menyatakan bahwa opini masyarakat tentang Islam sangat berpengaruh dalam proses perumusan kebijakan pemerintah (Gerges, 2002: 65).

Dengan kata lain, kebijakan pemerintah AS terhadap Islam sangat dipengaruhi oleh opini publik yang berkembang di masyarakat.

Framing Media Barat Terhadap Islam

Dalam hal ini, media Barat khususnya telah menjadi sarana yang sangat penting dalam menggambarkan dan membangun persepsi masyarakat Barat tentang Islam di Indonesia. Salah satu bentuk dukungan tersebut terlihat pada upaya media Barat membentuk opini publik mengenai perang di Irak, yang digambarkan sebagai perang melawan tirani pemilik senjata pemusnah massal yang didukung oleh kelompok militan Islam Al Qaeda, yang dianggap teroris (Daulay, 2009 :6). Konstruksi media mengenai perang Amerika di Irak sebagai perang yang sah melawan terorisme.

Fakta-fakta ini menunjukkan bagaimana media Barat menyeleksi, menekan, dan menampilkan realitas yang muncul.

Aksi 212 dalam Frame Barat

Frame Reuters: Aksi 212 Agenda FPI

Berbeda dengan CNN yang tidak menyebutkan secara jelas siapa yang dimaksud dengan Islam garis keras, Reuters lebih jelas mendefinisikan FPI sebagai Islam garis keras yang sangat berkepentingan dengan aksi tersebut. Menurut Reuters, FPI menjadikan isu penodaan agama sebagai dorongan bagi masyarakat dan puncak perlawanan FPI terhadap Ahok. Menurut Reuters, FPI diduga menggunakan "skandal penodaan agama" untuk menggalang demonstran turun ke jalan untuk memprotes Ahok.

Dengan kata lain, aksi 212 dimaknai Reuters sebagai agenda FPI yang dilakukan melalui intervensi isu penodaan agama.

Efek Framing

Dalam pemberitaannya, CNN dan Reuters memihak Islam garis keras, dan oposisi dari Islam garis keras memihak kita, dalam hal ini Ahok. Mengangkat isu Islam garis keras dapat memberikan legitimasi bagi Barat untuk menekan pemerintah Indonesia agar melakukan upaya preventif dalam memerangi terorisme. Hal yang paling mungkin dilakukan adalah menindak kelompok Islam garis keras atau menindak tegas pergerakan ormas yang dianggap mengancam dan berpotensi melakukan upaya teroris.

Berita tentang Islam garis keras menjadi topik yang sangat populer di pasaran setelah topik ISIS muncul di Timur Tengah.

Kesimpulan

The existing political ideology of left, center and right ideology is a modern development that is still emerging today. The political ideology of the left or more commonly known as the "leftist movement" is a revolutionary movement that once had its place in Indonesian history. The ideology of Islamic socialism in its development and history has existed since the Bolshevik revolution of 1917 and continues to spread in India, Pakistan, the Middle East and Indonesia.

The thought or ideology of Islamic socialism is not just a philosophy, but has turned into a political ideology.

Ideologi Politik

Dalam perkembangan ilmu politik juga diikuti dengan perkembangan dan munculnya ideologi politik lain selain Islam, sosialis, fasis, liberal, dan komunis. Dan ideologi politik dapat ditandai dengan bagaimana individu, kelompok, golongan atau partai menentukan tujuan dan cita-citanya dalam berpolitik. Membedakan ideologi politik kiri, tengah, dan kanan sebenarnya merupakan penjelasan mengenai kontinum ideologi.

Hal ini tidak bisa dihindari karena suatu ideologi mungkin memiliki kesamaan nilai dan asumsi dengan ideologi lain, baik sayap kiri maupun kanan.

Wacana Gerakan Kiri

Menjelang rezim revolusi mental, gerakan kiri perlahan mulai dikenal, dan harus diperkenalkan kembali ke masyarakat dengan bukti sejarah. Jika kita berbicara tentang gerakan sayap kiri, maka selalu diasosiasikan dengan komunisme, namun tidak semua gerakan sayap kiri adalah komunis, padahal komunisme adalah gerakan sayap kiri. Berbicara mengenai komunisme sebenarnya kita patut bersyukur karena ia masuk ke Indonesia lebih awal yaitu pada tahun 1914, dibandingkan dengan ideologi fasis atau fasisme yang muncul pada tahun 1931, dimana sejarah fasisme muncul di Indonesia yang hampir tidak tercatat dalam sejarah Indonesia. .

Fasisme muncul di Indonesia dan tidak berdaya menaklukkan Indonesia karena ketakutan Adolf Hitler terhadap munculnya Partai Komunis Indonesia (PKI) secara laten.

Perkembangan Faham Sosialisme Islam

Nama-nama dan istilah-istilah tersebut ditempatkan dalam satu payung definisi, yaitu sosialisme Islam. Ulama lain pada masa itu yang juga menggunakan tulisan Iqbal tentang Islam dan Al-Qur'an untuk merumuskan sosialisme Islam di Asia Selatan adalah Dr. Parvez menyatakan dengan cukup jelas bahwa masyarakat sosialis Islam yang menjalankan hukum dan ekonomi berdasarkan penafsiran rasional terhadap Al-Qur'an dan ilmu pengetahuan modern pada dasarnya akan bertanggung jawab, taat hukum, menjunjung kesetaraan dan pencerahan, serta tidak membutuhkan negara.

Michel Aflaq, seorang filsuf Kristen Suriah dan nasionalis Arab, adalah salah satu orang yang tercatat dalam sejarah sebagai perumus sosialisme Islam versi Timur Tengah, yang menjelma menjadi sosialisme Arab dan sosialisme Ba'athis.

Faham Sosialisme Islam di Indonesia

Cabang-cabang SI yang dipengaruhi oleh Marxisme, khususnya SI Semarang, tidak hanya menerapkan analisis kelas tetapi juga mendasarkan diri pada gerakan perjuangan kelas. Sosialisme Islam yang dikembangkan HOS Tjokroaminoto jelas berbeda dengan pemikiran Marxisme dan komunisme yang dianut banyak tokoh SI merah. Pandangannya kemudian tidak hanya disampaikan kepada para pemimpin SI kulit putih, tetapi juga disampaikan kepada mereka.

Pecahnya berbagai gerakan, kudeta dan revolusi yang terkait dengan berbagai versi sosialisme Islam di Asia, Afrika dan Timur Tengah menimbulkan kekhawatiran besar tidak hanya di kalangan monarki Arab tetapi juga di kalangan imperialis Amerika.

Kesimpulan

Hal ini menunjukkan bahwa permasalahan kebersihan di Indonesia khususnya di Kabupaten Pringsewu masih belum cukup baik dan tentunya perlu ditangani secara serius. Berkaitan dengan hal tersebut, permasalahan sanitasi yang buruk menjadi landasan terciptanya salah satu tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu “tujuan air bersih dan sanitasi untuk semua”. Menetapkan sanitasi sebagai salah satu tujuan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan berarti bahwa semua aktor mempunyai tanggung jawab yang sama untuk memecahkan masalah sanitasi dan kebersihan yang buruk sambil memastikan akses terhadap sanitasi yang memadai untuk semua.

Sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan sanitasi dan menciptakan sanitasi yang layak untuk semua, SNV membuat program yang kemudian disebut dengan.

Peran SNV dalam Penerapan SSH4A di Kabupaten Pringsewu

Dalam program ini, SNV memiliki komponen program yang mendorong masyarakat untuk menciptakan kegiatan usaha berdasarkan peluang yang muncul akibat masalah sanitasi dan kebersihan. Model bisnis seperti ini akan mendukung pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan, dimana pembangunan tersebut benar-benar memecahkan masalah sanitasi dan kebersihan. Tujuannya adalah untuk menyelaraskan program SNV dengan prioritas pemerintah untuk mewujudkan akses universal terhadap sanitasi dan kebersihan.

Oleh karena itu, SNV menyelenggarakan pelatihan teknis dan kapasitas bagi masyarakat untuk meningkatkan kapasitas dan kapasitas dalam upaya mencapai tujuan keenam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, yaitu akses universal terhadap sanitasi dan kebersihan.

Pembentukan Jejaring

Keterlibatan instansi pemerintah ini juga memudahkan SNV dalam mengumpulkan data dan informasi masyarakat di Kabupaten Pringsewu, terkait sanitasi dan kebersihan. Dalam hal ini, upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sanitasi dan kebersihan serta menciptakan peluang yang ada dari sudut pandang ekonomi menjadi fokus dan permasalahan yang ingin diatasi oleh SNV. Dengan adanya proses mobilisasi informasi kepada seluruh pihak terkait, diharapkan penerapan manajemen sanitasi dan higiene kedepannya akan lebih memperhatikan aspek-aspek tersebut.

SNV dalam pelaksanaan program SSH4A di Kabupaten Pringsewu menghadapi beberapa kendala, seperti kurangnya kesadaran sebagian besar masyarakat untuk bergerak dan mengubah bentuk atau cara menghadapi sanitasi dan higienitas.

Hambatan dan Solusi dalam Penerapan SSH4A

Sedangkan untuk kebiasaan masyarakat buang air besar, hasil analisis menunjukkan masyarakat sadar bahwa hal tersebut berbahaya dan tidak baik. Menurut Suparlan, pembangunan fasilitas sanitasi beserta fasilitas pengelolaan limbah feses setidaknya menelan biaya +850.000 hingga Rp. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kapasitas masyarakat bukanlah faktor utama yang menghambat pelaksanaan program SSH4A, namun kurangnya kesadaran dan kebiasaan buruk yang mereka anggap benar membuat masyarakat berpendapatan menengah berpikir dua kali untuk membangun fasilitas sanitasi tersebut.

Membangun jaringan kerja sama dengan mitra lembaga keuangan non-bank sebagai solusi bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan finansial untuk pembangunan sarana sanitasi dan kebersihan.

Keberhasilan Penerapan SSH4A

Berbagai solusi yang dilakukan SNV menyisakan pertanyaan apakah upaya penerapan program SSH4A di Kabupaten Pringsewu mampu mengubah kebiasaan dan pola pikir masyarakat mengenai pentingnya masalah sanitasi dan higienitas. Terpenuhinya hal tersebut karena telah mampu menyelesaikan salah satu permasalahan lingkungan hidup yang dalam hal ini berkaitan dengan sanitasi dan higienitas. Lingkungan Hidup a) Derajat kualitas lingkungan hidup semakin meningkat seiring dengan semakin besarnya kesadaran masyarakat untuk mengubah pola pikir dan kebiasaannya mengenai pengelolaan sanitasi dan higiene.

Perekonomian Peningkatan pendapatan masyarakat melalui pembangunan sarana sanitasi dan septic tank yang diperoleh melalui pelatihan oleh SNV.

Tabel 1.2. Aspek - Aspek Keberhasilan Penerapan Sustainable Sanitation and  Hygiene for All (SSH4A) in Small Towns Programme
Tabel 1.2. Aspek - Aspek Keberhasilan Penerapan Sustainable Sanitation and Hygiene for All (SSH4A) in Small Towns Programme

Gambar

Tabel 1.2. Aspek - Aspek Keberhasilan Penerapan Sustainable Sanitation and  Hygiene for All (SSH4A) in Small Towns Programme

Referensi

Dokumen terkait

Perlakuan 3: diberi diberi timbal 200 mg/Kg berat badan secara intraperitoneal yang dilarutkan dalam 0,5 ml aquades dan esktrak etanol kulit manggis 70% 750 mg/Kg berat badan secara

Dalam meta-analisis lain yang mengevaluasi 9 penelitian pada 452 anak-anak alergi tungau yang berusia 3-18 tahun dengan asma yang diobati dengan SLIT, menunjukkan perbaikan pada gejala

2014 menyatakan bahwa tidak adanya hubungan bermakna antara usia dengan kejadian abortus disebabkan karena kurangnya jumlah sampel yang diteliti, sehingga hasil yang didapatkan bisa

Tanaman ini tumbuh di daerah yang bersuhu 10-23oC dengan ketinggian 100-1200 m dpl.17 Spesies kayu manis lainya seperti Cinnamomum aromaticum, Cinnamomum verum, Cinnamomum zeylanicum

Vitamin C berperan dalam menurunkan pH saluran pencernaan, bila pH saluran pencernaan turun, maka derajat ionisasi zink sulfat akan menurun sebab zink sulfat mempunyai derajat keasaman

Kedua hal ini menyebabkan kemungkinan yang cukup besar untuk ternak yang ada di Bandar Lampung terinfeksi Toxoplasma gondii.15 Hal ini menunjukan bahwa Toxoplasma gondii pada kambing

Masyarakat Indonesia secara umum menyukai makanan yang kurang matang, yang merupakan sumber infeksi toksoplasmosis.19 Adapun tindakan pencegahan infeksi yang dapat dilakukan adalah,

Kelompok perlakuan 1 P1 yang diberipuree tomat dosis 1,85 g dan zink dosis 0,54 mg yang dilarutkan dalam aquades 100 ml dan dipaparkan gelombang elektromagnetik ponsel SAR 1,56 W/kg