Jurnal Ringkasan: Kekurangan Kalsium pada Remaja Putra 1. Judul Jurnal
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Asupan Kalsium pada Remaja di Kota Bandung Penulis: Winda Novianti, Ayu Yulianita, Sri Sumarmi
Sumber: Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia, 2018
2. Tujuan Penelitian
Mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi tingkat asupan kalsium remaja (usia 13-19 tahun), termasuk kebiasaan konsumsi susu, olahraga, dan makanan sumber kalsium lain.
3. Metode
Desain: Cross-sectional
Jumlah sampel: 1.254 siswa SMA
Instrumen: Kuesioner semi-kuantitatif frekuensi makanan (SQ-FFQ)
Analisis: Regresi logistik untuk mengetahui faktor signifikan yang memengaruhi asupan kalsium
4. Hasil Kajian
- 76,1% remaja tidak mencapai asupan kalsium sesuai AKG (830 mg/hari).
- Rata-rata asupan kalsium hanya mencapai 56,2% dari AKG.
- 62% responden jarang minum susu (kurang dari 3x seminggu).
- Sayuran hijau rendah dikonsumsi karena tidak disukai atau dianggap pahit.
- Aktivitas fisik tinggi meningkatkan kebutuhan kalsium.
- Risiko kram, nyeri otot, dan gangguan pertumbuhan jika kekurangan kalsium.
5. Simpulan
Remaja dengan pola makan yang minim susu dan sayuran hijau berisiko tinggi mengalami defisiensi kalsium, terutama jika mereka aktif secara fisik. Intervensi gizi diperlukan agar remaja-terutama laki-laki-memahami pentingnya asupan kalsium untuk mendukung pertumbuhan dan aktivitasnya.
6. Daftar Pustaka (Pilihan)
Jurnal Ringkasan: Kekurangan Kalsium pada Remaja Putra
1. Almatsier, S. (2009). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.2. Depkes RI. (2014). Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan bagi Bangsa Indonesia. Jakarta: Kemenkes.
3. Gibson, R. S. (2005). Principles of Nutritional Assessment. New York: Oxford University Press.
4. Lichtenstein, A. H., et al. (2006). Diet and Lifestyle Recommendations. American Heart Association.
5. Supariasa, I. D. N., et al. (2012). Penilaian Status Gizi. Jakarta: EGC.