PENGENALAN BUDAYA INDONESIA DI JERMAN MELALUI PAMERAN KEBUDAYAAN INDONESIAN CULTURAL EXHIBITION : BEAUTY OF THE
ARCHIPELAGO (ICEBERG 2023)
Athallah W. R., Almira A. D. L., Junior D. P. U. K., Nuraini P. S. K., Aisah H. R., Arimbi D. S. P. P., Melinda D. P. O., Dwiki H. S., Qoidah A. M., Efapras S. S., Natasha L. W., Yuni U., Yusi A. P., Qummil L., Virliana F., Fitriani M. H., Binti M., Nichiyoubi A. I., Aziiz R. H., Abdillah M. F., Gilbert
G. G., Gabriela M. I.
Universitas Jember
*e-mail:[email protected]
Abstrak
Jerman merupakan salah satu negara yang berada di benua Eropa. Jerman secara geografis terletak di Tengah benua Eropa. Jerman memiliki luas wilayah 356.957 kilometer persegi, dengan jumlah penduduk kurang lebih 82 juta. Sekitar 8% penduduk Jerman diantaranya bukan berkebangsaan Jerman. Wisatawan Jerman yang datang mengunjungi Indonesia berjumlah 128.634 jiwa. Jumlah wisatawan Jerman yang datang ke Indonesia meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. KKN Internasional UNEJ melakukan pengenalan budaya Indonesia di Jerman kepada Masyarakat di Flensburg, Jerman. Program ini dilakukan dengan melaksanakan sebuah pameran kebudayaan dengan meliputi seni, budaya, makanan dan minuman tradisional. Pameran kebudayaan memiliki tema ICEBERG 2023 “Indonesian Cultural Exhibition : Beauty of the Archipelago”. Pameran kebudayaan ini dilakukan pada tanggal 17 Agustus 2023 dan 24-25 Agustus 2023.
Kata kunci: Jerman, Budaya Indonesia, Mahasiswa KKN Internasional UNEJ Abstract
Germany is a country on the European continent. Germany is geographically located in the center of the European continent. Germany has an area of 356,957 square kilometers, with a population of approximately 82 million. Around 8% of the German population is not of German nationality. 128,634 German tourists are visiting Indonesia. The number of German tourists coming to Indonesia increased compared to the previous year. UNEJ International KKN introduced Indonesia and culture in Germany to the community in Flensburg, Germany. This program is carried out by holding a cultural exhibition covering art, culture, traditional food, and drinks. The cultural exhibition has the theme ICEBERG 2023 "Indonesian Cultural Exhibition: Beauty of the Archipelago". This cultural exhibition will be held on August 17 2023 and August 24-25 2023.
Keywords: Germany, Indonesia Cultures, UNEJ International Student Community Service Program
1. PENDAHULUAN
Jerman merupakan salah satu negara yang berada di benua Eropa. Jerman secara geografis terletak di Tengah benua Eropa. Jerman memiliki luas wilayah 356.957 kilometer persegi, dengan jumlah penduduk kurang lebih 82 juta. Sekitar 8% penduduk Jerman diantaranya bukan berkebangsaan Jerman (Muhatdi, 2008). Berdasarkan data (BPS, 2022) wisatawan Jerman yang datang mengunjungi Indonesia berjumlah 128.634 jiwa. Jumlah wisatawan Jerman yang datang ke Indonesia meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan jumlah wisatawan ini dikarenakan adanya pembatasan aktivitas sosial yang diberlakukan selama masa covid-19, sehingga jumlah wisatawan yang berkunjung mengalami peningkatan yang tajam.
Pameran atau disebut juga denganExhibitiondalam Bahasa inggris merupakan suatu kegiatan untuk menampilkan suatu karya atau pengetahuan terhadap khalayak umum. Kegiatan tersebut dapat dilakukan dengan menata rapi beberapa barang, memakai hiasan, dan beberapa properti yang berkaitan dengan kegiatan yang dilakukan. Berbagai barang dan informasi disajikan dengan sesuatu yang baru dan mudah dipahami bagi pengunjung yang datang (Mardi,2021). Pameran kebudayaan
adalah salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk memperkenalkan suatu kebudayaan kepada masyarakat khususnya dalam hal ini masyarakat yang tinggal di Jerman.
Pengenalan budaya Indonesia didasarkan dengan adanya daya ketertarikan masyarakat Jerman terhadap budaya Indonesia. Indonesia merupakan negara yang memiliki berbagai macam suku, ras, kepercayaan, agama, seni dan budaya daerah. Kekayaan dan keragaman ini merupakan salah satu faktor yang menarik bagi wisata mancanegara untuk berkunjung. Hal ini membuat Indonesia menjadi salah satu negara tujuan wisatawan. Indonesia juga memiliki berbagai pilihan objek wisata yang menarik untuk dikunjungi karena kondisi geografis Indonesia berada di dua lingkar cincin api sehingga memberikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung. Pengenalan budaya ini juga akan memberikan pengalaman baru bagi masyarakat yang tinggal di Jerman untuk mendapatkan ilmu pengetahuan terkait dengan budaya.
Menyadari adanya potensi tersebut, tim KKN Internasional UNEJ melakukan pengenalan budaya Indonesia di Jerman kepada Masyarakat di Flensburg, Jerman. Program ini dilakukan dengan melaksanakan sebuah pameran kebudayaan dengan meliputi seni, budaya, makanan dan minuman tradisional. Pameran kebudayaan memiliki tema ICEBERG 2023 “Indonesian Cultural Exhibition : Beauty of the Archipelago”. Pameran kebudayaan mengusung tema tersebut karena Indonesia merupakan negara yang dikenal beragam keindahan pulau-pulaunya. Beberapa hal yang berkaitan dengan keindahan alam disajikan dalam berbagai macam bidang yang ada pada KKN ini.
Selain memperkenalkan budaya Indonesia, dalam kegiatan ini KKN Internasional UNEJ melakukan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk memperkenalkan beberapa makanan olahan hasil Kerjasama dengan beberapa UMKM yang berada di Jember. Tujuan dari adanya memperkenalkan produk ini dilakukan untuk mendukung industri kreatif khususnya dibidang industri makanan ringan.
2. METODE PELAKSANAAN
Pelaksanaan kegiatan KKN Internasional UNEJ dilakukan dengan empat tahapan, yaitu perencanaan kegiatan, kegiatan di Jember, persiapan kegiatan di Jerman, dan kegiatan utama.
Adapun tahapan pengenalan kebudayaan Indonesia dan UMKM oleh mahasiswa KKN Internasional UNEJ, meliputi:
1. Perencanaan Kegiatan
Gambar 2.1 Koordinasi dengan Dosen Pembimbing dan Fasilitator
Perencanaan kegiatan dilakukan dengan penyusunan proposal kegiatan KKN Internasional UNEJ dengan melibatkan bantuan dari Dosen Pembimbing Lapang. Penyusunan proposal kegiatan dilakukan selama kurang lebih satu bulan dengan berkoordinasi dengan tim KKN Internasional UNEJ dan pihak fasilitator kegiatan selama di Jerman. Perencanaan kegiatan ini dilakukan agar kegiatan yang akan dilakukan dapat berjalan dengan lancar.
2. Penyusunan Tema
Penyusunan tema dilakukan dengan diskusi bersama antara mahasiswa dan DPL KKN. Indonesia, dengan keberagaman suku, ras, kepercayaan, agama, seni, dan budaya regionalnya, menjadi magnet bagi wisatawan internasional. Kekayaan ini tidak hanya menarik minat mereka, tetapi juga menjadikan Indonesia sebagai salah satu destinasi favorit. Selain itu, beragam objek wisata menarik Indonesia menonjol karena letak geografisnya di dua lingkar
cincin api, menciptakan daya tarik unik bagi para pengunjung. Pengenalan akan keberagaman budaya ini juga memberikan kesempatan bagi masyarakat Jerman untuk memperluas pengetahuan mereka tentang budaya yang berbeda, memberikan pengalaman yang tak ternilai.
Selain itu, kami juga mengajak beberapa UMKM yang ada di Jember agar produk mereka dapat diperkenalkan ke masyarakat yang ada di Jerman. Hal tersebut tentu akan menambah eksposur produk mereka yang awalnya mungkin hanya dikenal oleh warga Jember, menjadi dikenal pula oleh warga Jerman dan warga Internasional. Oleh karena itu, tema yang kami pilih untuk kegiatan ini yaitu ICEBERG 2023 “Indonesian Cultural Exhibition : Beauty of the Archipelago”.
3. Pelaksanaan
Pengenalan budaya Indonesia dan beragam produk UMKM Jember dilakukan melalui interaksi langsung dengan warga Jerman. Dalam pendekatan ini, contoh fisik dari kekayaan budaya Indonesia seperti pembatas buku dengan bentuk wayang, gantungan kunci angklung, serta lainnya dan produk UMKM dibawa langsung untuk memberikan pengalaman langsung kepada mereka. Selanjutnya, momentum penting seperti perayaan HUT RI yang ke-78 dijadikan kesempatan emas untuk mengenalkan lebih dalam akan budaya Indonesia, sekaligus memperkenalkan makanan khas Indonesia seperti nasi kuning, rendang, kering tempe, kerupuk, dan sebagainya. Selain itu, acara tersebut menjadi momen bersama untuk memperkenalkan beragam produk UMKM berupa makanan ringan yang unik dan berkualitas dari Jember. Di akhir kegiatan, sebuah pameran kebudayaan digelar untuk menyajikan secara komprehensif semua yang telah dipelajari dan dijelaskan sebelumnya, menciptakan kesan yang kuat dan menyeluruh tentang keberagaman budaya dan kualitas produk UMKM Indonesia, khususnya dari Jember.
4. Evaluasi
Evaluasi mendalam terhadap kegiatan tersebut dilakukan secara kolaboratif bersama dosen pembimbing lapangan dan fasilitator yang berasal dari pihak DAAD. Tujuan utamanya adalah untuk mengevaluasi aspek-aspek krusial dari pelaksanaan kegiatan tersebut. Dalam evaluasi ini, kami mengevaluasi berbagai aspek, mulai dari logistik, interaksi dengan warga Jerman, hingga penyajian materi mengenai budaya Indonesia dan produk UMKM Jember.
Hasil evaluasi ini menjadi landasan penting untuk meningkatkan kualitas dan kelancaran kegiatan serupa di masa mendatang. Dengan kerja sama yang erat antara semua pihak terlibat, kami berharap lahir inovasi dan ide baru yang bisa diterapkan, menjadikan kegiatan di tahun-tahun berikutnya lebih efisien, lebih lancar, dan lebih memikat bagi warga Jerman.
5. Kegiatan yang dilakukan di Jember
Gambar 2.2 Rapat mingguan untuk memaparkan progres persiapan di Jerman
Rapat mingguan merupakan kegiatan penting agar menjaga kelancaran jalannya suatu kegiatan. Dalam konteks ini, rapat rutin diadakan bersama tim KKN Internasional dan dosen pembimbing lapangan yang bertujuan untuk memastikan koordinasi yang baik dan pemahaman yang mendalam tentang setiap tahapan kegiatan. Melalui rapat ini, berbagai aspek dari persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan diperinci dengan cermat. Diskusi terbuka dan evaluasi proaktif dilakukan guna mengidentifikasi potensi masalah dan
menemukan solusi sebelum masalah tersebut muncul. Hal ini memastikan bahwa semua anggota tim memiliki pemahaman yang seragam dan kesamaan visi, yang pada gilirannya akan memastikan bahwa kegiatan berjalan dengan efisien dan lancar.
Gambar 2.3 Survei UMKM
Rencana kegiatan yang sudah disusun terbagi menjadi dua jenis kegiatan yaitu kegiatan yang dilakukan selama di Jember dan di Jerman. Kegiatan yang dilakukan di Jember dilakukan mulai tanggal 12 Juli 2023 dengan pembagian jobdesk masing-masing divisi.
Kegiatan ini dilakukan untuk mempersiapkan pengenalan kebudayaan di Jerman. Beberapa kegiatan yang dilakukan diantaranya seperti, rapat mingguan, survei UMKM yang ada di Jember, pembuatan video pengenalan budaya Indonesia, pembuatan makanan dan minuman tradisional, sertabrainstormingedukasi yang akan diberikan saat di Jerman.
6. Persiapan Kegiatan di Jerman
Gambar 2.3 Publikasi dan pengenalan kebudayaan
Persiapan kegiatan di Jerman dilakukan mulai tanggal 6 Agustus 2023. Tim KKN Internasional UNEJ melakukan publikasi kegiatan Independence Day dan pameran kebudayaan serta memperkenalkan secara singkat beberapa budaya Indonesia seperti batik dan wayang kepada warga Jerman dan turis yang berkunjung di Jerman.
7. Pelaksanaan Kegiatan selama di Jerman
Gambar 2.4 Upacara bendera peringatan hari kemerdekaan Indonesia
Gambar 2.5 Perayaan hari kemerdekaan dengan budaya tumpengan
Gambar 2.6 Pemaparan edukasi tentang sejarah kerajaan di Indonesia
Gambar 2.7 Pengenalan Budaya Indonesia dan praktik tari tradisional gandrung dari Banyuwangi
Gambar 2.8 Pengenalan makanan dan minuman tradisional Indonesia
Acara utama dilakukan pada tanggal 17 Agustus 2023 dan 24-25 Agustus 2023.
Kegiatan yang dilakukan pada 17 Agustus 2023 dilakukan untuk memperingati hari Kemerdekaan Indonesia. Kegiatan pada tanggal tersebut dibuka dengan aktivitas upacara
bendera yang dilakukan di halaman depan Flensburg University of Applied Sciences yang kemudian dilanjutkan dengan acara pengenalan berbagai kuliner dari Indonesia dan makan Bersama. Kegiatan kedua yang dilakukan adalah pameran kebudayaan dengan tema
“ICEBERG 2023: Indonesian Cultural Exhibition : Beauty of the Archipelago”. Kegiatan pameran tersebut dilakukan selama dua hari yang berisi pengenalan budaya Indonesia meliputi tarian tradisional, bahasa daerah, pakaian adat, rumah adat, lagu daerah, kerajaan Indonesia, makanan dan minuman tradisional. Pameran tersebut juga memperkenalkan Universitas Jember, destinasi wisata Jember, dan UMKM yang ada di Jember.
3. HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1 Hasil
Gambar 3.1 Pengenalan Seni dan Budaya Khas Indonesia
TimCulture and Artspada pameran kebudayaan yang diselenggarakan 24-25 agustus 2023 ini bermaksud untuk mengenalkan identitas Indonesia melalui warisan budaya nasional kepada masyarakat luar negeri dengan cara mengenalkan dan memberikan edukasi mengenai keanekaragaman seni dan budaya Indonesia. Pameran budaya yang dilakukan menampilkan cinderamata khas Indonesia seperti gantungan kunci motif batik dan miniatur alat musik angklung, pembatas buku bentuk wayang, kipas khas Bali, kain batik khas Banyuwangi. Tim Culture and Artsjuga mengenalkan salah satu seni Indonesia berupa tari tradisional asli Banyuwangi, yaitu Tari Gandrung Gurit Mangir yang ditampilkan melalui video dan secara langsung. Pengunjung juga diberi kesempatan untuk mempraktekan tarian tersebut yang dibantu dengan tim. Tim Culture and Arts juga menayangkan video kompilasi lagu daerah dan beberapa pakaian adat yang dipakai oleh tim. Pengunjung tampak antusias selama acara berlangsung yang dibuktikan dengan ketertarikan mereka terhadap bentuk cinderamata unik khas Indonesia, menikmati tampilan tari Gandrung Gurit Mangir, video kompilasi lagu, dan video pakaian adat yang ditayangkan. Antusiasme pengunjung juga dapat dilihat saat beberapa pengunjung mencoba memakai blangkon dan kain tradisional Indonesia, serta mencoba praktik beberapa gerakan dasar dalam tari Gandrung tersebut.
Gambar 3.2 Pengenalan Makanan dan Minuman Tradisional Indonesia
TimFood and Beverage mengenalkan dan memberikan edukasi makanan dan minuman khas Indonesia seperti wedang uwuh, sinom, abon, pecel, dan nasi kuning yang dilaksanakan selama dua
hari yaitu 24-25 Agustus 2023. Edukasi ini meliputi pengenalan dan sejarah singkat terkait nama makanan, rempah-rempah yang digunakan, proses pembuatan, dan khasiat masing-masing makanan dan minuman melalui diskusi secara langsung dan menggunakan media seperti pamflet, video, dan standing banner. Pengunjung tampak antusias dalam mengikuti serangkaian kegiatan. Tujuan kegiatan ini adalah memperkenalkan warisan budaya Indonesia sebagai identitas nasional kepada masyarakat luar negeri.
Gambar 3.3 Pengenalan sejarah dan kekayaan alam yang dimiliki Indonesia
Tim Video & Education menjelaskan kepada pengunjung yang berasal dari berbagai negara mengenai sejarah Indonesia yang berfokus pada kerajaan-kerajaan Indonesia yang pernah berdiri di masa lampau, macam-macam destinasi wisata Indonesia yang sangat memukau dan harus mereka kunjungi di masa yang akan datang, keragaman flora dan fauna otentik yang hanya dapat ditemukan di Indonesia, mengenalkan pagelaran Jember Fashion Carnaval yang merupakan salah satu karnaval terbaik di Indonesia, serta mengenalkan kampus Universitas Jember mulai dari lingkungan hijaunya, riset yang telah berhasil dilakukan, dan prestasi yang berhasil ditorehkan oleh Universitas Jember.
Gambar 3.4 Pengenalan produk UMKM Jember kepada pengunjung mancanegara
Tim KKN Internasional UNEJ mengenalkan beberapa produk UMKM yang berada di daerah Jember khususnya di industrI makanan ringan lokal. Pengenalan dilakukan dengan menampilkan produk yang bekerjasama dengan tim KKN Internasional UNEJ dalam kegiatan Independence Day dan pameran kebudayaan di Flensburg, Jerman. Produk yang dikenalkan diantaranya mulai dari keripik, kue kering, minuman tradisional, hingga produk tekstil seperti kain dan tas dengan motif batik. Peluang ini merupakan salah satu bentuk bakti mahasiswa KKN Internasional UNEJ untuk memajukan UMKM khususnya yang berada di lingkungan sekitar Jember.
3.2 Pembahasan
Acara utama yang dilakukan oleh KKN Internasional UNEJ dilakukan bertepatan dengan hari kemerdekaan Indonesia yaitu tanggal 17 Agustus 2023 dan dua hari lainnya dilakukan pada tanggal 24 dan 25 Agustus 2023. Kegiatan exhibition yang dilakukan oleh tim KKN Internasional UNEJ diawali dengan serangkaian kegiatan di tanggal 17 Agustus 2023. Tanggal tersebut merupakan peringatan kemerdekaan Indonesia yang ke-78. Kegiatan dimulai dengan rangkaian upacara bendera di lapangan yang terletak di depan gedung H,Flensburg University of Applied Sciences (FUAS). Acara dilanjutkan dengan kegiatan pengenalan kuliner dan makan bersama di gedung H202 yang dihadiri oleh beberapa mahasiswa dan pengajar yang berada di FUAS.
Kegiatan upacara dilakukan oleh tim KKN Internasional UNEJ sebagai petugas dan beberapa lainnya berperan sebagai peserta upacara. Upacara dilakukan dengan didampingi oleh pembina upacara yaitu Wakil Rektor II Universitas Jember. Selama kegiatan upacara dilaksanakan, semua peserta mengenakan pakaian batik untuk memperkenalkan salah satu budaya dari Indonesia dan sebagai makna simbolik selama kegiatan berlangsung. Beberapa mahasiswa dan pengajar di FUAS juga turut menyaksikan upacara yang berlangsung sehingga mendapatkan wawasan baru terkait kebiasaan dan kebudayaan yang ada di Indonesia saat memperingati hari kemerdekaan.. Mahasiswa dan pengajar yang menyaksikan memiliki antusiasme yang tinggi terkait dengan mekanisme upacara bendera yang dilakukan pada hari tersebut. Upacara dilakukan dengan menggunakan bahasa Indonesia, untuk memperkenalkan juga bahasa Indonesia kepada penduduk Jerman yang menghadiri kegiatan upacara tersebut.
Kegiatan yang dilakukan selanjutnya yaitu pengenalan kuliner yang berasal dari Indonesia dan makan bersama. Kegiatan pengenalan makanan dan minuman khas Indonesia ini dilakukan oleh mahasiswa KKN Internasional UNEJ dan didampingi oleh dosen pendamping KKN Internasional UNEJ. Makanan yang disajikan antara lain nasi tumpeng, pecel, beberapa macam gorengan dan lain-lain. Minuman khas yang disajikan yaitu wedang uwuh. Selama kegiatan pengenalan dilakukan dengan menggunakan masing-masing menu dan mana dari setiap menu yang disajikan selama kegiatan berlangsung. Pengunjung yang datang tampak antusias dengan masing-masing makanan dan makna yang disampaikan oleh mahasiswa KKN Internasional UNEJ dan dosen pendamping, beberapa juga bertanya lebih lanjut terkait dengan pemaknaan pada masing-masing makanan yang disajikan.
Selama kegiatan ini, ditampilkan juga lagu daerah dan lagu nasional yang sudah direkam oleh tim KKN Internasional UNEJ untuk memperkenalkan lagu daerah dan lagu nasional yang ada di Indonesia. Kedua kegiatan yang dilakukan di tanggal 17 Agustus 2023, menjadi pembuka hangat dan sebuah perkenalan bagi tim KKN Internasional UNEJ untuk lebih mengenalkan budaya yang ada di Indonesia. Kegiatan awal ini memberikan kesan yang kuat kepada mahasiswa dan pengajar FUAS yang mengikuti serangkaian acara pada hari tersebut. Selama kegiatan ini, mahasiswa KKN Internasional UNEJ juga mempublikasi kegiatan puncak yang dilaksanakan pada tanggal 24-25 Agustus 2023.
1. Pengenalan budaya tradisional khas Indonesia.
a. Tari Gandrung Gurit Mangir
Gandrung merupakan salah satu kesenian tari tradisional yang berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia. Kesenian Gandrung adalah salah satu lambang dan bukti dari sisa perkembangan seni budaya dari kehidupan zaman kerajaan Blambangan, masa penjajahan sampai dengan sekarang (Dariharto.,2009 dalam Santi et al.,2018). Gandrung pertama kali diciptakan oleh seorang laki-laki, Marsan pada tahun 1890 sebagai sarana komunikasi dan pusat informasi untuk mengetahui kekuatan musuh pada masa perjuangan atau disebut mata-mata dengan cara ‘Nandak’ atau ‘Ngamen’ disetiap markas-markas penjajah menggunakan busana Gandrung. Oleh sebab itu, Gandrung memiliki arti “terpesona”
(Anoegrajekti, 2015). Seiring berjalannya waktu dan faktor-faktor tertentu membuat tradisi tari Gandrung yang harusnya ditarikan oleh laki-laki dan bersifat sakral mulai berubah menjadi tarian ini yang ditarikan oleh perempuan dan tariannya sebagian besar mulai ditujukan sebagai wujud tontonan (Santi et al.,2018; Rini,2016). Hal tersebut pula membuat beberapa seniman Banyuwangi termotivasi untuk menciptakan pengembangan Tari Gandrung dengan ciri khasnya masing-masing dari variasi gerak tari yang dibawakan hingga syair
gendhing yang digunakan selama pertunjukan seni tari tersebut (Anggraini,2023). Tari Gandrung Gurit Mangir menjadi salah satu pengembangan dari berbagai Tari Gandrung terdahulu yang umumnya dijadikan sebagai salah satu adegan dalam pementasan Gandrung yang termasuk dalam adegan Paju Gandrung, yaitu adegan tari penari yang menarik perhatian penonton untuk menari bersama dengan sang penari. Tarian ini sebagai awal pembuka untuk penonton diizinkan ikut menari bersama para penari yang diidentikkan dengan menarik perhatian penonton menggunakan sampurnya (Afcarinaet al.,2020; Nurullita.,2015).
b. Rumah Adat
Rumah adat adalah bagunan dengan bentuk khusus yang melambangkan kebudayaan dari masyarakat daerah tersebut. Rumah adat yang dimiliki oleh Indonesia sangat beragam dengan berbagai bentuk khas setiap daerah (Nurfauziah dan Putra, 2022). Fungsi rumah adat tidak hanya dijadikan sebagai tempat tinggal, namun menjadi sumber budaya dan pembelajaran yang menyiratkan nilai filosofi di dalamnya (Rahmadani dan Riza, 2022).
Rumah adat pada zaman dahulu yang memiliki ukiran indah menunjukkan kasta dari pemilik bangunan tersebut. Kayu rumah adat yang diukir sangat indah dan berkualitas umumnya dimiliki oleh keluarga kerajaan atau pemimpin adat setempat (Abdulghani dan Sati, 2019).
Indonesia memiliki rumah adat sebanyak 35 macam yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, diantaranya seperti rumah joglo, rumah panjang, rumah honai, dan rumah gadang.
Rumah tradisional Jawa memiliki beberapa kelompok tingkatan mulai joglo hingga kampung.
Rumah joglo memiliki pola tata elemen arsitektural dan tata ruang khusus yang melambangkan kedudukan yaitu ningrat. Joglo memiliki ornamen dengan ragam hiasan yang menekankan peran semesta, ragam fauna melambangkan keberanian, ragam flora melambangkan kesucian (Cahyandari, 2012). Rumah panjang adalah rumah tradisional khas dari daerah Kalimantan dengan tinggi tiga hingga lima meter dari tanah yang berfungsi untuk menghindari adanya bencana banjir ketika musim hujan. Rumah panjang melambangkan ikatan persaudaraan dan kesatuan yang merupakan warisan leluhur (Affrilyno, 2020). Rumah honai adalah rumah adat asal Papua yang bentuk dasarnya lingkaran dengan atap berbentuk kerucut. Rumah honai hanya memiliki satu pintu tanpa jendela dan luas ruangan sekitar lima meter berfungsi untuk menciptakan udara hangat di dalam ruangan (Wibisono dan Prabasmara, 2023; Tarigan et.al., 2019). Rumah gadang merupakan rumah adat daerah Sumatera Barat yang berupa rumah panggung besar dan memiliki atap gonjong yang menjadi karakteristik dari arsitektur Minangkabau. Rumah gadang memiliki tiga tingkat dengan 72 tonggak sebagai penyangga utama dan 11 gojong. Atap rumah gadang yang lancip memiliki fungsi untuk membebaskan endapan air hujan pada ijuk yang berlapis sehingga air akan meluncur dengan cepat. Ornamen ukiran pada rumah gadang memiliki 58 jenis motif yang berbeda dan berwarna-warni (Rahmawati dan Muchlian, 2019).
c. Bahasa Daerah
Bahasa daerah merupakan kekayaan Indonesia yang menjadi citra suatu masyarakat.
Indonesia disebut sebagai negara multikultural karena memiliki beragam bahasa bahasa daerah. Bahasa daerah yang dimiliki Indonesia sekitar 748 bahasa daerah (Widianto, 2019).
Faktor-faktor yang mempengaruhi adanya keberagaman bahasa daerah adalah setiap daerah memiliki kebudayaan yang berbeda, seperti antara daerah Kalimantan dengan Jawa. Faktor selanjutnya adalah sejarah perbedaan cara berkomunikasi yang diturunkan oleh leluhur di daerah tersebut. Demografi merupakan faktor yang mempengaruhi beragamnya bahasa daerah karena Indonesia memiliki daerah dengan dataran yang berbeda sehingga berdampak pada penggunaan bahasa yang singkat, padat, dan jelas, serta intonasi saat berkomunikasi (Putri, 2021).
d. Kain Batik dan Ulos
Indonesia memiliki keragaman budaya dalam berbagai bentuk, salah satunya adalah budaya kain. Batik merupakan salah satu bentuk budaya leluhur Indonesia. Batik berasal dari Bahasa Jawa yaitu “amba” yang berarti tulis dan “ntik” yang memiliki arti titik. Gabungan dari kedua kata tersebut berarti proses pembuatan motif dengan menulis titik-titik. Batik adalah suatu cara untuk memberikan ornamen pada kain melalui proses penutupan bagian tertentu menggunakan perintang seperti lilin. Zat perintang tersebut digunakan untuk membuat motif
pada kain yang memiliki makna dan ciri khas tersendiri. Budaya batik diawali saat berkembangnya kerajaan Majapahit, Solo, dan Yogyakarta. Batik menjadi suatu adat istiadat yang diturunkan dari leluhur yang mengakibatkan suatu motif batik menjadi ciri khas daerah tertentu. Batik memiliki beberapa motif yang melambangkan keluarga kerajaan dan hanya dapat dipakai oleh orang tertentu. Motif batik tidak digambarkan secara sembarangan karena dalam setiap motif memiliki filosofi dan makna tertentu. Keberagaman budaya Indonesia menjadi faktor terbentuknya beragam motif batik tradisional dengan ciri khas setiap daerah (Trixie, 2020). Indonesia memiliki kebudayaan dalam bentuk kain selain batik, yaitu kain ulos.
Ulos adalah kain tenun khas yang dibuat oleh perempuan Batak. Masyarakat Batak Toba menggunakan kain ulos dalam upacara adat seperti upacara perkawinan, kematian, tujuh bulanan, dan memasuki rumah baru. Setiap jenis kain ulos memiliki peranan masing-masing dalam upacara adat. Jenis kain ulos yang digunakan saat upacara adat perkawinan adalah panssamot, holong, dan sadum, sedangkan untuk upacara kematian menggunakan kain ulos jenis saput, tunjung, ragihotang, sampetua, dan holong. Ulos yang digunakan dalam upacara memasuki rumah baru adalah ulos sampetua, sedangkan ulos untuk tujuh bulanan adalah kain ulos bintang, maratur, dan mulagabe (Agustina, 2016).
e. Lagu Daerah
Lagu merupakan keberagaman nada yang berirama yang dinyanyikan oleh satu orang atau lebih. Lagu resmi yang dimiliki oleh Indonesia adalah lagu nasional, sedangkan lagu daerah dinyanyikan menggunakan bahasa daerah. Lagu daerah merupakan salah satu kekayaan dan karya seni yang dimiliki oleh Indonesia. Lagu daerah yang dimiliki oleh bangsa Indonesia kurang lebih sebanyak 485 lagu daerah dengan keunikan setiap daerahnya (Saputro et al., 2017). Bentuk lagu daerah memiliki ciri khas yaitu sederhana dan menggunakan bahasa daerah dengan keunikan tersendiri yang menggambarkan daerah asal. Lagu daerah secara umum tidak diketahui penciptanya karena masyarakat menganggap milik bersama dan menjadi bagian dari daerah tersebut. Lagu daerah umumnya dinyanyikan pada saat tradisi tertentu. Fungsi lagu daerah berguna sebagai sarana hiburan dan pengiring upacara adat atau ritual adat. Lirik lagu yang ada di dalam lagu daerah umumnya berisi nasihat dan rasa syukur kepada Tuhan (Ramadhani et al., 2023). Alat musik yang digunakan untuk mengiringi lagu daerah berasal dari alat musik tradisional daerah tersebut. Lagu daerah menjadi pengingat bahwa setiap lagu daerah memiliki identitas setiap daerah dan tidak dapat diganti cara pelafalannya (Santosoet al., 2023).
2. Pengenalan sejarah Indonesia dan Universitas Jember a. Kerajaan di Indonesia
Indonesia memiliki beragam etnis, agama, suku, dan bahasa salah satu penyebabnya disebabkan karena adanya kerajaan-kerajaan. Kerajaan pertama yang berdiri di Nusantara adalah kerajaan Kutai. Letak kerajaan Kutai berada di Pulau Kalimantan (Sarip, 2020). Salah satu kerajaan yang terkenal di Indonesia adalah kerajaan Samudra Pasai yang menjadi pusat kerajaan Islam selama tiga abad dan memegang peranan penting dalam penyebaran agama Islam di beberapa daerah di Asia Tenggara seperti pesisir Utara Jawa, Malaka, Patani, serta Brunai. Batu nisan marmer dari Gujarat India seperti makam Malik Al-Zahir menjadi salah satu bukti dari berdirinya kerajaan Samudra Pasai (Al-fatihet al., 2023). Kerajaan yang sangat dikenal lainnya adalah kerajaan Mataram Kuno. Penguasa pertama dari kerajaan Mataram Kuno adalah Sang Ratu Sanjaya. Istilah “Ratu” dalam gelar tersebut bukan mengartikan tentang penguasa perempuan, melainkan untuk penyebutan seorang penguasa. Bukti berdirinya Kerajaan Mataram Kuno dibuktikan dengan adanya beberapa prasasti dan candi, seperti candi guning wukir (Adji, 2018)
b. Destinasi Wisata
Indonesia merupakan negara dengan keberagaman sumber daya alam yang dapat memberikan daya guna bagi negara, salah satunya yaitu dengan menciptakan destinasi wisata pada daerah tersebut. Destinasi wisata menjadi aspek penting kemajuan perekonomian Indonesia. Tingkat kunjungan wisatawan ke Indonesia dari tahun ke tahun cenderung naik sehingga meningkatkan peluang lapangan kerja dan kesempatan berusaha dalam sektor pariwisata. Objek wisata dan sarana pariwisata dalam suatu daerah memiliki fungsi sebagai
sarana pelayanan ruang publik untuk olahraga, hiburan, dan berwisata. Fungsi lain dari objek wisata dan sarana pariwisata yaitu sebagai media pengembangan pengetahuan, menjadi investasi jangka panjang berupa sumber pendapatan daerah, dan sebagai sumber pendapatan pajak bidang pariwisata (Setiawan, 2015).
Setiap daerah di Indonesia memiliki destinasi wisata yang khas tergantung kondisi daerah tersebut. Jember memiliki berbagai destinasi wisata yang sangat dikenal di Indonesia dan negara lain, yaitu Taman Nasional Meru Betiri (TNMB). Kawasan Taman Nasional Meru Betiri tersebut merupakan destinasi wisata dengan kawasan hutan hijau dan memiliki biodiversitas hayati yang tersebar luas. Kawasan TNMB memiliki beberapa tipe vegetasi, diantaranya adalah vegetasi hutan pantai, vegetasi hutan mangrove, vegetasi hutan rawa, vegetasi hutan rheophytic, dan vegetasi hutan hujan dataran rendah (Kamila, 2008). Jember juga memiliki destinasi wisata lain yang juga menjadi andalan kota tersebut yaitu Pantai Papuma. Letak Pantai Papuma berada pada Kecamatan Wuluhan yang memiliki jarak sekitar 37 km dari kota Jember. Nama ”Papuma” berasal dari akronim Pantai Pasir Putih Malikan.
Pantai Papuma terkenal dengan pasir putih dan ombak khas laut pantai selatan sehingga banyak wisatawan yang berkunjung ke pantai tersebut (Tjayadhi, 2018).
c. Keragaman Flora dan Fauna
Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan karena memiliki 17.500 pulau dengan garis pantai sepanjang 95.151 km. Letak Indonesia berada di kawasan tropis diantara dua benua yaitu Benua Asia dan Australia, dan dua samudera yaitu Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Kondisi geografis yang mendukung menyebabkan Indonesia memiliki nilai biodiversitas tropis yang sangat tinggi. Indonesia menempati urutan ketujuh sebagai negara dengan jumlah spesies flora mencapai 20.000 spesies. Indonesia diperkirakan memiliki 25%
dari jenis flora berbunga. Orchidaceae merupakan famili tumbuhan dengan anggota spesies paling banyak dijumpai di Indonesia dengan jumlah spesies sebanyak 4.000 spesies. Jenis paku-pakuan memiliki nilai keanekaragaman yang tinggi yaitu mencapai 4000 spesies dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Keanekaragaman genetik tumbuhan budidaya sangat tinggi sehingga Indonesia tercatat sebagai pusat Vavilov (Kusuma dan Hikmat, 2015).
Indonesia tidak hanya terkenal dengan keanekaragaman flora saja, namun juga memiliki keanekaragaman fauna yang tinggi. Keanekaragaman jenis fauna di Indonesia dipengaruhi oleh ketinggian tempat yang mempengaruhi keberadaan dan kesamaan spesies (Rohmanet al., 2021).
d. JemberFashion Carnavaldan Universitas Jember
Jember adalah salah satu kota yang ada di Jawa Timur dengan luas 3.293,34 km2dan terletak pada ketinggian antara 0-3.330 mdpl. Kota Jember memilikieventyang sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia. Jember Fashion Carnavaladalah penampilan seni yang dikemas dalam bentuk pawai atau karnaval. Jember menjadi kota pelopor karnaval fashion dan barometer karnaval di Indonesia. Event JFC dalam kurun waktu 15 tahun mampu mendapatkan banyak penghargaan di dalam dan di luar negeri karena telah menjadi pelopor dalam kegiatan karnaval modern. Prestasi yang telah didapatkan JFC yaitu menjadi karnaval terbaik di Indonesia dan berada di posisi keempat sebagai karnaval terheboh dan unik di dunia (Proborini, 2017). Jember juga memiliki kawasan hijau ramah lingkungan yang menjadi kawasan pendidikan yaitu Universitas Jember. Kampus Universitas Jember memiliki luas 112,03 ha dengan keanekaragaman tumbuhan yang menghasilkan kondisi lingkungan yang sehat dan indah sehingga mampu mendukung kegiatan akademik maupun non akademik.
Universitas Jember merupakan kampus negeri unggulan yang ada di Jawa Timur (Qomahet al., 2015). Universitas Jember memiliki banyak prestasi salah satunya adalah mobil listrik Fakultas Teknik Universitas Jember berhasil meraih trofi di ajang Shell Eco Marathon Asia Pasific and Middle East2023.
3. Pengenalan makanan dan minuman khas Indonesia
Food and beverage memiliki visi utama untuk mengenalkan makanan tradisional indonesia. Makanan dan minuman yang akan didisplay terlebih dahulu dilakukan praktek pembuatan. Praktek pembuatan minuman wedang uwuh dilakukan di Laboratorium Botani, Fakultas MIPA, UNEJ. Wedang uwuh merupakan minuman tradisional khas daerah
Yogyakarta yang telah dilaporkan memiliki aktivitas antioksidan tinggi. Bahan-bahan dari wedang uwuh berupa rempah-rempah, yaitu kayu secang, jahe, sereh, kayu manis, kapulaga, dan cengkeh. Masing-masing komponen rempah tersebut memiliki manfaat dan kandungan yang baik untuk kesehatan tubuh.
Selain wedang uwuh, tim F&B juga melakukan praktek pembuatan nasi tumpeng dan pecel untuk mengoptimalkan metode pembuatan yang sesuai dengan alat dan bahan di Jerman.
Tumpeng yang dibuat digunakan untuk memeriahkan hari kemerdekaan dan exhibition.
Tumpeng memiliki makna tersendiri oleh masyarakat suku jawa mulai dari warna nasi yang digunakan sebagai tumpeng sampai dengan jenis lauk pauk yang digunakan juga memiliki arti tersendiri. Tumpeng menjadi simbol komunikasi spiritual antara masyarakat Jawa terhadap sang pencipta, apabila hanya memotong bagian atasnya saja seakan memotong hubungan masyarakat jawa dengan sang pencipta. Makanan khas Indonesia yang dibuat selain tumpeng atau nasi kuning yaitu pecel. Pecel merupakan salah satu makanan khas yang sudah ada sejak zaman dahulu. Pecel biasanya terbuat dari rebusan sayuran yang dihidangkan dengan disiram sambal kacang. Konsep hidangan pecel mirip dengan hidangan salad. Keduanya sama-sama menggunakan sayuran segar sebagai bahan utama, perbedaannya adalah jika salad menggunakan mayonaise sebagai dressing, maka pecel menggunakan sambal kacang. Bahan makanan dan minuman yang disiapkan kemudian disimpan dalam kondisi baik selama perjalanan Jember hingga Jerman.
Kegiatan exhibition dilaksanakan selama dua hari, berupa kesan dan pesan selama kegiatan berlangsung. Mahasiswa mengenalkan dan memberikan edukasi mengenai makanan dan minuman khas Indonesia antara lain wedang uwuh, sinom, abon, pecel, dan nasi kuning.
Edukasi ini meliputi pengenalan dan sejarah singkat terkait nama makanan, rempah-rempah yang digunakan, proses pembuatan, dan khasiat masing-masing makanan dan minuman melalui diskusi secara langsung dan video. Tujuan dari kegiatan ini adalah memperkenalkan makanan khas Indonesia di Jerman sebagai bentuk promosi budaya Indonesia dan meningkatkan hubungan antara kedua negara dengan menyajikan makanan khas, warga asing dapat memahami dan menghargai budaya Indonesia dan meningkatkan multikulturalisme.
Edukasi meliputi pengenalan dan sejarah singkat terkait nama makanan, rempah-rempah yang digunakan, proses pembuatan, dan khasiat masing-masing makanan dan minuman melalui diskusi secara langsung dan menggunakan media seperti pamflet, video, dan standing banner. Pengenalan makanan dan minuman khas Indonesia melalui diskusi langsung dan video dapat menciptakan pengalaman yang berharga bagi warga asing dan membantu mempromosikan budaya, kuliner, dan nilai-nilai Indonesia tingkat global. Metode ini adalah cara efektif untuk membangun pemahaman lintas budaya dan mendukung hubungan positif antar bangsa. Pengunjung tampak antusias dan aktif bertanya mengenai makanan dan minuman yang dihidangkan. Menurut mereka makanan khas Indonesia didominasi dengan rasa pedas dan asam namun mereka menyukainya. Mayoritas pengunjung menyukai nasi kuning dan wedang uwuh yang kaya rempah-rempah
Selama kegiatan exhibition berlangsung, Pengunjung tampak antusias dan aktif bertanya. Pengunjung yang datang berasal dari berbagai negara seperti India, Pakistan, Irlandia, UK, dan Germany. Keberagaman asal negara ini juga menyebabkan perbedaan preferensi makanan. Menurut pengunjung preferensi makanan di Indonesia cenderung memiliki rasa asam dan pedas, hal ini berbeda dengan preferensi makanan di beberapa negara eropa seperti Jerman cenderung ke rasa yang lebih netral. Meskipun demikian, pengunjung yang datang menyukai setiap makanan dan minuman yang disajikan. Pengalaman ini dapat memperkaya pengalaman multikulturalisme.
4. Pengenalan UMKM Jember sebagai bakti mahasiswa KKN Internasional
UMKM merupakan usaha yang memproduksi barang dan juga jasa yang menggunakan bahan baku utama berbasis pengolahan sumber daya alam sekitar, bakat dan karya seni tradisional dari daerah setempat. UMKM memiliki ciri-ciri bahan bukunya mudah didapatkan, teknologi yang digunakan sederhana, keterampilan dasar dapat dilakukan secara
turun temurun, menyerap tenaga kerja yang banyak, peluang pasar cukup luas, sebagian besar produknya terserap di berbagai macam pasar lokal dan berpotensi untuk diekspor. Beberapa komoditi tertentu memiliki ciri khas sesuai dengan karya seni budaya setempat serta melibatkan masyarakat setempat serta melibatkan masyarakat yang memiliki ekonomi lemah (Halim, 2020).
Setiap daerah yang berada di Indonesia saat ini sedang mencanangkan untuk memajukan perekonomian melalui UMKM. Pengembangan UMKM perlu mendapat perhatian yang besar baik dari pemerintah maupun masyarakat agar berkembang lebih baik dan kompetitif. Kebijakan pemerintah mengupayakan agar lebih kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya UMKM di Indonesia. UMKM di Jember khususnya diwadahi oleh pemerintah melalui website yang menghubungkan antara penjual dengan pembeli. Penjual memasukkan produk yang dijual menggunakan website yang dikelola oleh pemerintah.
Salah satu kegiatan lainnya yang dilakukan oleh tim KKN Internasional UNEJ adalah mengenalkan beberapa produk UMKM yang berada di daerah Jember khususnya di industrI makanan ringan lokal. Mahasiswa KKN Internasional UNEJ melakukan berbagai Upaya untuk mendongkrak usaha UMKM yang berada di kawasan Jember dengan mempresentasikan produk tersebut selama kegiatan berlangsung. Presentasi pertama yang dilakukan oleh tim KKN Internasional UNEJ adalah mengenalkan melalui media sosial Instagram. Pengenalan terhadap produk UMKM dilakukan dengan menampilkan produk yang bekerjasama dan disajikan dengan video dengan durasi pendek. Pengenalan ini dipilih karena merupakan salah satu metode pengiklanan yang mudah dilakukan dan memiliki pengaruh terhadap penjualan
Pemilihan produk yang digunakan sebagai representasi selama kegiatan pameran ini berlangsung dilakukan berdasarkan dari kemasan produk, ketahanan produk, potensi dan nilai jual produk di pasar jerman. Analisis ini dilakukan dengan mengamati produk makanan ringan yang umum dikonsumsi oleh masyarakat yang berada di Jerman. Bentuk representasi dari produk dimana tim KKN Internasional UNEJ mengambil produk untuk representasi memiliki kemasan yang mudah dibawa dan menarik. Produk yang paling banyak ditampilkan sebagai representasi adalah kripik-kripik khas yang ada di Jember. Selain kripik-kripik khas yang ada di Jember, tim juga membawa produk lain seperti kopi dan kue yang merupakan salah satu makanan pendamping utama oleh masyarakat jerman. Karakteristik pemilihan produk yang hampir sama ditujukan untuk mempermudah pendekatan terhadap masyarakat jerman untuk lebih mengetahui makanan yang ditampilkan selama kegiatan di pameran.
Cara yang dilakukan untuk mempresentasikan produk dilakukan dengan meletakkan produk di bagian pintu masuk kegiatan Independence Day yang dilakukan di ruang H204.
Setiap pengunjung kegiatan tersebut dapat melihat lebih dekat terkait dengan produk UMKM yang ditampilkan di suatu meja yang diletakkan di bagian depan meja resepsionis kegiatan berlangsung. Bentuk dokumentasi yang dilakukan dalam mempromosikan industri tersebut dengan menampilkan produk yang bekerja sama dengan KKN Internasional UNEJ ke dalam kegiatan pameran kebudayaan dilakukan. Produk UMKM yang dipresentasikan dalam kegiatan ini mendapatkan berbagai reaksi positif dari masyarakat jerman. Beberapa dari mereka memiliki kesan positif dan menyukai berbagai produk yang ditawarkan. Produk yang disukai oleh masyarakat cenderung yang memiliki rasa yang gurih dan tidak terlalu manis.
Keberhasilan dari tujuan pengenalan UMKM ini ditunjukkan dengan beberapa produk yang diminati oleh masyarakat jerman habis terjual selama kegiatan pameran berlangsung.
Kegiatan penjualan produk ini dapat membuka kesempatan bagi produk yang ditampilkan selama kegiatan ini untuk memasuki pangsa pasar jerman. Peluang ini merupakan salah satu bentuk bakti mahasiswa KKN Internasional UNEJ untuk memajukan UMKM khususnya yang berada di lingkungan sekitar Jember. Selain dengan usaha yang sudah dilakukan oleh mahasiswa KKN Internasional UNEJ, diharapkan kedepannya dengan sedikit bantuan dari pemerintah di Jember dapat memaksimalkan potensi yang sudah diinisiasi oleh tim KKN Internasional UNEJ.
5. KESIMPULAN
Kegiatan pengenalan budaya merupakan salah satu cara untuk memberikan pengetahuan terkait dengan suatu kebudayaan di wilayah tertentu. Kegiatan pengenalan yang dilakukan oleh tim KKN Internasional UNEJ di Flensburg, Jerman adalah untuk memberikan pengetahuan terkait dengan budaya yang ada di Indonesia mulai dari tradisi, rumah adat, lagu daerah, makanan dan minuman yang berasal dari Indonesia. Kegiatan ini dilakukan dengan menampilkan pameran budaya dan kuliner yang ada di Indonesia di tanggal 17 dan 24-25 Agustus 2023. Kegiatan ini mendapatkan respon yang baik dari masyarakat Jerman yang penasaran dengan berbagai macam hal yang ada di Indonesia.
Pengabdian yang dilakukan oleh tim KKN Internasional UNEJ adalah dengan memperkenalkan kekayaan sosial budaya Indonesia dan kekayaan alamnya beserta UMKM yang ada di Jember.
DAFTAR PUSTAKA
Adji, K. B. (2018).Ensiklopedi Raja-Raja dan Istri-Istri Raja di Tanah Jawa dari Wangsa Sanjaya hingga Hamengku Buwono IX. Araska Publisher.
Affrilyno, A. (2020). Rumah Panjang: Nilai Edukasi Dan Sosial Dalam Sebuah Bangunan Vernakular Suku Dayak Di Kalimantan Barat.Jurnal Arsitektur Pendapa,3(1), 1-12.
Cahyandari, G. O. I. (2012). Tata Ruang dan Elemen Arsitektur pada rumah jawa di Yogyakarta sebagai wujud kategori pola aktivitas dalam rumah tangga. Jurnal Arsitektur Komposisi,10(2), 103-118.
Kalima, T. (2008). Profil keragaman dan keberadaan spesies dari suku Dipterocarpaceae di Taman Nasional Meru Betiri, Jember. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 5(2), 175-191.
Putri, N. W. (2021). FENOMENA KEBERAGAMAN BAHASA DI KOTA BANDAR LAMPUNG.
Prasasti: Journal Of Linguistics,6(1), 106-119.
Qomah, I., Hariani, S. A., & Murdiyah, S. (2017). Identifikasi tumbuhan berbiji (spermatophyta) di lingkungan kampus universitas jember.Bioedukasi,13(2).
Rahmawati, Y., & Muchlian, M. (2019). Eksplorasi etnomatematika rumah gadang minangkabau Sumatera Barat.Jurnal Analisa,5(2), 123-136.
Ramadhania, A., Geifira, G., & Santoso, G. (2023). Mengenal Lagu Daerah dan Lagu Nasional Republik Indonesia sebagai Pendidikan Multikultural bagi Mahasiswa. Jurnal Pendidikan Transformatif,2(2), 325-335.
Ramadhania, A., Geifira, G., & Santoso, G. (2023). Mengenal Lagu Daerah dan Lagu Nasional Republik Indonesia sebagai Pendidikan Multikultural bagi Mahasiswa. Jurnal Pendidikan Transformatif,2(2), 325-335.
Rohman, N. A., Qohar, I. A., Puspita, N. T., Harianto, S. P., Winarno, G. D., & Dewi, B. S. (2021).
Analisis Keanekaragaman Fauna Study Kasus pada 24 (Dua Puluh Empat) Taman Nasional di Indonesia.Jurnal JOPFE,9(2), 1-10.
Tarigan, N. P., Ghina Arya, S., Zakiyyah, Z. A., Lidyawati, N., Kasnalin Hadiatna, D., Azahra, S., &
Milleano, D. Arsitektur untuk Disabilitas yang Relevan bagi Kehidupan Masa Depan yang Mandiri dalam Konteks Kewarganegaraan yang Berbasis Arsitektur Komunitas.
Wibowo, S. H. B., & Prabasmara, P. G. (2023). Penerapan Simbolisasi Noken dan Rumah Honai pada Disain Bentuk Arsitektur Pusat Budaya Noken Papua di Nabire. JURNAL ARSITEKTUR PENDAPA,6(1), 24-36.
Widianto, E. (2018). Pemertahanan bahasa daerah melalui pembelajaran dan kegiatan di sekolah.
KREDO: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra,1(2), 1-13.