Home > Archives > Vol 1, No 1 (2010)
Vol 1, No 1 (2010)
Table of Contents Articles
SEBUAH PEMIKIRAN TENTANG DISEMINASI KARYA PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PERGURUAN TINGGI INDONESIA
PDF Sundani Nurono Soewandhi
GUMI BANTEN: UNIT PEMBIBITAN TANAMAN RITUAL (UPAKARA)
LEMBAGA PENGBADIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS UDAYANA PDF I Ketut Sardiana
BALI SHANTI: UNIT LAYANAN KONSULTASI ADAT-BUDAYA BALI Ni Luh Gede Astariyani, I Ketut Sardiana, Wayan P. Windia
UNIT USAHA BATUBARAK: PATUNG KERAMIK GANESHA DENGAN WARNA GLASIR PIGMEN ANORGANIK ALAMI BATUBARAK (SEBUAH INISIASI PRODUKSI CENDRAMATA KHAS UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA)
I Wayan Karyasa
PENINGKATAN KEPEDULIAN MASYARAKAT SEKOLAH TERHADAP LINGKUNGAN MELALUI PROGRAM EKOSISTEM POHON
PDF I Wayan Karyasa, I Wayan Rai, Ni Wayan Rati
PEMBERDAYAAN PENGERAJIN FURNITURE BAMBU DALAM USAHA PENINGKATAN JUMLAH SERTA MUTU EKSPOR KERAJINAN BAMBU DI KABUPATEN GIANYAR BALI
I Ketut Widnyana, Made Budiasa, Putu Sujana
PENINGKATAN KUALITAS DAN KUANTITAS KOPI ARABIKA KINTAMANI DALAM UPAYA MENINGKATKAN KOMODITAS EKSPOR SEKTOR
PERKEBUNAN
I Ketut Arnawa, Ni Gst.Ag.Gd. Eka Martiningsih, I Made Budiasa, I Gede Sukarna PENINGKATAN PRODUKSI DAN PENDAPATAN PETANI MANGGIS MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI PEMBUAHAN MANGGIS DI LUAR MUSIM DI SELEMADEG, TABANAN
I Ketut Sumantra, IGN.Alit Wiswasta, I Putu Sujana, I Ketut Widnyana PERCEPATAN PEMBANGUNAN PERDESAAN MELALUI PENATAAN KELEMBAGAAN
PDF Ni Gusti.Agung Gde Eka Martiningsih, Tri Djoko Setiyono, I Ketut Widnyana, I Gusti
LINGKUNGAN
I Ketut Arnawa, Ni Gst.Ag.Gd. Eka Martiningsih, I Made Budiasa, I Gede Sukarna
© 2012 Undiksha. All rights reserved.
Maintenance and Powered by Undiksha eJournal Team
UNIT USAHA BATUBARAK: PATUNG KERAMIK GANESHA DENGAN WARNA GLASIR PIGMEN ANORGANIK ALAMI BATUBARAK
(SEBUAH INISIASI PRODUKSI CENDRAMATA KHAS UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA)
I Wayan Karyasa1,2
1Program IbIKK Pigmen Anorganik Alami dan Industri Kreatif Turunannya, LPM Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Bali
2Jurusan Pendidikan Kimia, Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Bali [email protected]
Ringkasan Eksekutif
Cendramata merupakan salah satu kenang-kenangan yang menandai sebuah even penting dalam kehidupan baik dalam berbagai acara resmi maupun acara-acara sosial. Sampai saat ini dalam hampir setiap acara-acara penting di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja seperti wisuda, dies natalis, orientasi mahasiswa baru, temu alumni dan berbagai acara-acara akademik seperti seminar, konferensi ilmiah dan pelatihan-pelatihan menggunakan cendramata sebagai kenangan-kenangan kepada para peserta dan tamu universitas. Namun cendramata tersebut belum menunjukkan kekhasan Undiksha dan masih berupa produk umum seperti kain endek dan kacang kapri yang di beli di luar kampus serta Undiksha belum memproduksi sendiri cendramata. Pengembangan unit usaha untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan kampus dan mendatangkan pendapatan negara non pajak bagi Undiksha menjadi permasalahan mendasar yang perlu dipecahkan dalam penyiapan otonomi perguruan tinggi di Undiksha. Hal inilah yang merupakan salah satu inspirasi dari kegiatan program Ipteks bagi Inovasi dan Kreativitas Kampus (IbIKK) Pigmen Anorganik Alami dan Industri Kreatif Turunannya (yang dinamai Unit Usaha Batubarak). Metode implementasi Iptek dilaksanakan terpadu dengan pembelajaran kewirausahaan berbasis proyek inisiasi produksi cendramata khas Undiksha berturut-turut adalah (1) uji terap pemanfaatan pigmen anorganik batu merah yang berasal dari Desa Tajun Kecamatan Kubutambahan Buleleng (dikenal sebagai batubarak) sebagai pewarna glasir patung keramik Ganesha, (2) pameran produk untuk pengenalan dan uji tanggap pasar, dan (3) penjalinan mitra usaha produksi dan pemasaran. Karya utama kegiatan ini adalah patung keramik Ganesha dan pangsa pasar produk tersebut. Uji terap penggunaan pigmen anorganik alami batubarak sebagai pewarna glasir patung keramik menunjukkan bahwa pigmen tersebut memenuhi kelayakan sesuai standar SNI nomor 7275 tahun 2008 sebagai pewarna glasir keramik stoneware dan bahkan penggunaannya dapat menambah kuat tekan badan keramik patung Ganesha. Patung keramik Ganesha yang berglasir dengan pewarna batubarak mendapat respon positif dari pengunjung Pameran Produk Inisiasi IbIKK dan ditanggapi sangat baik oleh pasar sebagai cendramata khas Undiksha. Keberlanjutan produksi dilaksanakan melalui jalinan kemitraan dengan Bali Pot Denpasar dan pemasaran dengan Unit Layanan Barang dan Jasa Surya Ganesha. Kegiatan ini memberikan dampak tumbuhnya jiwa kewirausahaan di
kalangan sivitas Undiksha dan memberikan pembelajaran entrepreuneur yang sangat berarti bagi pelaksana kegiatan ini.
Kata-kata kunci: Batu merah, patung keramik, pewarna berglasir, cendramata.
Executive Summary
Souvernir is one of memory symbol for signing of the important events of our live not only among formal events but also social activities. Unfortunately, until now almost all of important events at the Ganesha University of Education (GUE) Singaraja such as graduation ceremony, dies natalis, freshman student’s orientation, alumni’s meetings, and various academic events such as seminar, conference and in- house training gave souvernirs to attendances and the university’s guests. However, the gives were not showing the unicness of Undiksha and only as usual souvernir found commonly in markets outside campus of GUE such as endek pabrics and kapri peanuts. Moreover GUE’s civitas itself did not yet produce such unic souvernir.
Development of bussiness unit in order to cultivate entrepreneurship spirit as well as to generate non taxes revenue for GUE is a basic problem to be solven in preparing higher education autonomy if GUE. It became one of inspiration to conduct the program activities of Science and Technology for Campus Inovation and Creativity Program (STfCIC) Natural Inorganic Pigment and its generated creative industries (further called Batubarak Bussines Unit). Science and technology implementation method that was conducted integratedly with project based entrepreneurship learning in initiating of the production of GUE’s unic souvernir was in respective as follows:
(1) apply proofing of the use of red stone inorganic pigment from Tajun Village, the District of Kubutambahan, the Regency of Buleleng (well known in Bali as batubarak) as glassure color of ceramic statue of Ganesha; (2) product exhibition to introduce and to proof market responces; and (3) gaining bussines partnerships of production and marketing. The main outputs of the current activity were Ganesha’s ceramic statue and market of the product. Application proofs of the use of the natural inorganic pigment batubarak as glassure color of the ceramic showed that the pigment could fullfil the requirements of Indonesian National Standards number 7275 year 2008 as stoneware ceramic glassure color, and moreover it could enhance the compressive sthrength of the ceramic body of the Ganesha statue. The Ganesha statue got positive response from the attendances of the STfCIC Initiation Products Exhibition and also very good market impresion as a unic souvernir of GUE. The sustainability of the ceramic production is conducted through cooperation with Bali Pot Denpasar and its market with the Surya Ganesha service unit of good and services. The outcomes of this activity are namely (1) cultiving of entrepreneurship spirit among GUE cavities and (2) giving very meanigfull entrepreurship learning for the people involved in the activity.
Keywords: red stone, ceramic statue, glassure color, souvernir
A. PENDAHULUAN
Cendramata atau souvernir adalah salah satu bentuk kenang-kenangan yang menandai sebuah even penting dalam kehidupan baik dalam berbagai acara resmi maupun acara-acara sosial. Sampai saat ini dalam hampir setiap acara-acara penting di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja seperti wisuda, dies natalis,
orientasi mahasiswa baru, temu alumni dan berbagai acara-acara akademik seperti seminar, konferensi ilmiah dan pelatihan-pelatihan menggunakan cendramata sebagai kenangan-kenangan kepada para peserta dan tamu universitas. Namun cendramata tersebut belum menunjukkan kekhasan Undiksha dan masih berupa produk umum seperti kain endek dan kacang kapri yang di beli di luar kampus serta Undiksha sendiri belum memproduksi sendiri cendramata.
Hasil evaluasi diri terhadap kewirausahaan di Undiksha dapat disampaikan berberapa hal. Pertama, produk-produk akademik dosen masih banyak yang belum dikembangkan menjadi produk-produk akademik yang siap diaplikasikan baik di industri terkait maupun di masyarakat pengguna. Hal ini disebabkan oleh (1) jiwa enterpreneurship para peneliti belum dibangkitkan, (2) produk-produk penelitian masih tertumpuk sebagai laporan penelitian, publikasi ilmiah bereputasi nasional (terakreditasi) dan publikasi internasional (jurnal ilmiah internasional) masih sangat jarang demikian juga halnya dengan HAKI/Paten, (3) road map penelitian dasar – penelitian pengembangan – penelitian terapan – pengembangan teknologi atau rekayasa sosial/budaya belum berpayung secara inovatif dan kompetetif, dan (4) kerjasama penelitian dengan dunia usaha dan industri (DUDI) maupun dengan pihak pengguna ataupun pihak asing masih minim. Kedua, Undiksha belum menyelengarakan pendidikan kewirausahaan yang sistemik dan terpadu untuk menumbuhkan budaya enterpreneur di kalangan masyarakat kampus. Pendidikan entrepreneur masih diselenggarakan secara parsial untuk jurusan-jurusan tertentu atau program-program hibah tertentu tanpa skema keberlanjutan yang jelas. Hal ini mengakibatkan potensi mahasiswa dengan keunggulan berkompetisi dalam PKM dan potensi dosen dengan keunggulan berkompetisi dalam meraih Hibah Penelitian belum dapat dikelola secara optimal untuk menghasilkan peluang-peluang bisnis.
Para peneliti (termasuk mahasiswa dan dosen) belum siap untuk menjadi technopreneur atau edupreneur karena ketidakberanian keluar dari fase kenyamanan dan mengambil resiko (risk taking). Dengan demikian, unit-unit usaha baru yang inovatif dan kreatif menjadi sulit tumbuh dan berkembang. Ketiga, Kegiatan- kegiatan usaha kampus yang telah terselenggara seperti koperasi, kantin, unit layanan barang dan jasa, unit layanan bahasa, unit layanan bimbingan dan konseling, unit layanan laboratorium, pusat layanan kewirausahaan dan industri kecil LPM, unit penerbitan dan berbagai kegiatan usaha kampus lainnya belum dikelola secara profesional, terpadu dan sinergis. Koordinasi yang sistemik diantara unit-unit usaha belum berjalan dengan baik. Sebagai akibatnya, potensi-potensi yang ada belum dimanfaatkan secara optimal dan kontribusi PNBP Undiksha dari unit-unit tersebut masih minimal.
Berdasarkan uraian tersebut di atas, pengembangan unit usaha untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan kampus dan mendatangkan pendapatan negara non pajak bagi Undiksha menjadi permasalahan mendasar yang perlu dipecahkan dalam penyiapan otonomi perguruan tinggi di Undiksha. Salah satu kegiatan yang diupayakan menjadi pemicu terwujudnya budaya wirausaha di kalangan akademis adalah Program IPTEKS bagi Inovasi dan Kreativitas Kampus (IbIKK). IbIKK Pigmen Anorganik Alami Batu Merah Tajun (Batubarak) dan Industri Kreatif Turunannya merupakan salah satu inisiasi untuk menumbuhkembangkan teknoprenuership di kalangan sivitas kampus Undiksha.
B. SUMBER INSPIRASI
Sumber inspirasi dari kegiatan ini adalah hasil-hasil penelitian tentang pigmen anorganik alami batu merah Tajun (batubarak) yang telah dikerjakan sejak tahun 20051-5. Pigmen batu merah Tajun (batubarak) memiliki prospek yang sangat tinggi untuk dikembangkan sebagai pewarna dan aditif untuk memperkuat benda-benda keramik bakar seperti bata merah, gerabah dan genteng. Disamping itu, saat ini dalam hampir setiap acara-acara penting di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja seperti wisuda, dies natalis, orientasi mahasiswa baru, temu alumni dan berbagai acara-acara akademik seperti seminar, konferensi ilmiah dan pelatihan-pelatihan menggunakan cendramata sebagai kenangan-kenangan kepada para peserta dan tamu universitas. Namun cendramata tersebut belum menunjukkan kekhasan Undiksha. Selain itu, Undiksha sendiri belum mampu memproduksi sendiri cendramata khas Undiksha. Di lain pihak, pengembangan unit usaha untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan kampus dan mendatangkan pendapatan negara non pajak bagi Undiksha telah disadari oleh sivitas Undiksha sebagai permasalahan mendasar yang perlu segera dipecahkan dalam penyiapan otonomi perguruan tinggi di Undiksha. Dengan demikian, pendirian unit usaha yang merupakan hasil inovasi dan kreatifitas kampus untuk memproduksi produk inovatif seperti souvenir khas Undiksha adalah sumber inspirasi utama dari kegiatan ini, terlebih-lebih ada peluang bahwa kota Singaraja dan bahkan Kabupaten Buleleng belum memiliki cendramata khas yang mewakili wilayah ini.
C. METODE
Kegiatan ini menggunakan metode implementasi IPTEKS khususnya penerapan ilmu kimia zat padat, teknologi keramik, pengglasiran dan pewarnaan.
Hasil penelitian tentang pigmen anorganik alami batu merah Tajun (batubarak) yang telah dilakukan oleh penulis1-4 diterapkan pada pewarnaan glasir keramik patung Ganesha. Desain patung Ganesha diadopsi dari simbol/lambang Undiksha (gambar dua dimensi) dengan seni desain ditransformasikan ke dalam bentuk tiga dimensi dengan berbagai ukuran (tinggi 11 cm, 21 cm dan 33 cm) yang besarnya patung diproporsikan dari tinggi yang telah ditentukan. Sebelum dibuat patung, benda keramik bahan dasar patung dibuat cetakan keramik (benda uji) dengan ketebalan ukuran panjang x lebar x tebal = 5 x 2 x 1 cm. Selanjutnya benda uji sebanyak 20 buah dibakar seperti halnya membuat keramik biasa sesuai perlakuan yang dipersyaratkan standar mutu keramik stoneware SNI nomor 7275 tahun 2008.
Sebanyak 10 benda uji diglasir tanpa warna dan 10 benda uji diglasir dengan perbandingan pigmen batubarak dan bahan glasir yang ditemukan terbaik berdasarkan hasil penelitian sebelumnya5. Setelah benda uji selesai dibuat, dilakukan pengujian mutu keramik berglasir sesuai SNI. Berdasarkan hasil pengujian ini maka dibuat patung keramik Ganesha berglasir dengan warna glasir pigmen anorganik batubarak.
Metode implementasi IPTEKS ini dipadukan dengan metode belajar kewirausahaan project based learning. Pembelajaran entrepreurship ini pada hakekatnya mempraktekkan prinsip-prinsip entrepreneurship khususnya technopreurship dalam sebuah proyek Patung Keramik Ganesha sebagai souvernir
khas Undiksha. Proyek ini diyakini oleh penulis sebagai sebuah model pengembangan kewirausahaan kreatif, dimana peluang diciptakan secara inovatif yaitu barangnya belum ada dan permintaannya juga belum ada. Jadi, pasar dikreasi dari penciptaan produk. Hasilnya adalah produk kreatif yang kompetitif dan pasar yang diciptakan. Output dari metode ini adalah pasar yang prospektif dari produk yang kreatif.
D. KARYA UTAMA
Karya utama dari kegiatan ini adalah patung keramik Ganesha berglasir dengan pewarna glasir menggunakan pigmen anorganik. Karya patung ini telah dipakai oleh Undiksha sebagai souvenir untuk wisudawan sejak wisuda Undiksha ke VIII bulan Februari 2010.
Gambar 1. Patung Keramik Ganesha Berglasir Dengan Pewarna Batubarak.
Selain itu kegiatan ini berusaha membuat pasar sendiri untuk produk-produk souvenir keramik berglasir dengan pewarna batubarak yang dihasilkan melalui usaha-usaha atau kiat-kiat inovatif selain mengembangkan pasar secara konvensional. Kiat-kiat membangun pasar untuk produk-produk souvenir ini diantaranya dilakukan melalui pameran, pengenalan produk kepada pengambil kebijakan atau kepada event-event organizer, dan pembangunan jejaring sosial.
E. ULASAN KARYA
Patung keramik Ganesha yang merupakan salah satu produk unggulan dalam program kewirausahaan kampus ini terbuat dari bahan keramik yang biasa tersedia di pasaran dengan mutu keramik berstandar nasional, demikian juga bahan glasirnya.
Kekhasan dari patung keramik Ganesha ini adalah (1) patung Ganesha didesain berdasarkan simbol/lambang Undiksha yang ditransformasi dari bentuk dua dimensi ke bentuk tiga dimensi, (2) patung keramik ini menggunakan pewarna glasir dari pigmen anorganik alami batu merah Tajun (batubarak) yang merupakan hasil
penelitian yang telah dilakukan sebelumnya1-5, dan (3) patung keramik ini jauh lebih kuat dibandingkan dengan patung keramik yang biasa ada di pasaran dengan kekuatan yang jauh lebih baik dari standar mutu SNI seperti terlihat pada Tabel 1.
Seperti yang disampaikan oleh beberapa literatur6-8, pewarnaan dapat memberikan nilai tambah terhadap produk keramik berglasir6. Pewarna keramik yang digunakan merupakan pewarna anorganik yang merupakan kombinasi antara elemen mineral yang mengandung logam-logam transisi dalam senyawa-senyawa oksida, sulfida, silikat dan karbonat7-8. Berdasarkan hasil pengujian, pewarna galsir batubarak mampu memperkuat badan keramik sehingga menunjukkan kuat tekan yang jauh lebih besar dari kuat tekan keramik berglasir tanpa pewarna batubarak (lihat Tabel 1 di bawah ini). Hal ini kemungkinan adanya difusi ion-ion logam yang terdapat pada pewarna glasir ke badan keramik pada saat pembakaran keramik berglasir pada suhu 1200C. Difusi ion-ion logam pada padatan pada saat pemanasan suhu tinggi dikenal sebagai efek Kirkendall9.
Tabel 1 Hasil Pengujian Mutu Patung Keramik Berglasir Dengan Pewarna Pigmen Batubarak Dibandingkan Dengan SNI.
Komponen Standar Mutu Glasir Keramik SNI nomor 7275 tahun 200810
Patung Ganesha keramik berglasir dengan pewarna
pimen batubarak Sifat Tampak Tidak boleh kelihatan ada
noda-noda lubang jarum (pin hole) dengan diameter lebih besar dari 0,1 mm, gelembung udara, retak, glasir
mengelupas, glasir harus menutupi semua permukaan.
Semua sampel uji tidak teramati adanya pin hole, gelembung udara, keretakan, glasir mengelupas. Teramati bahwa sebaran glasir merata menutupi seluruh permukaan Batas kelarutan
maksimum Pb
Datar: 1,7 mg/dm2
Berongga: < 1100 ml: 5 mg/l Berongga: 1100 ml: 2,5 mg/l
Hasil pengukuran dengan AAS tidak dapat teramati adalanya Pb dan Cd terlarut untuk semua sampel uji..
Batas kelarutan maksimum Cd
Datar: 0,17 mg/dm2
Berongga: < 1100 ml: 0,5 mg/l Berongga: 1100 ml: 0,25 mg/l
Ketahanan Retak Glasir
Tidak terjadi retakan Tidak terjadi retakan dengan pengujian menggunakan
auotoclav pada tekanan 2,7 Bar atau 0,27 MPa selama 4 jam Kuat Tekan 400 Kg/cm2 Kontrol (0% pigmen batubarak,
100% glasir): 408,16 Kg/cm2 Rerata untuk patung keramik 544,22 Kg/cm2
Penyerapan Air 0-15% Kontrol (0% pigmen batubarak,
100% glasir): 9,76%
Rerata untuk patung keramik 5,82%
Pasar yang telah dibangun terhadap produk souvernir ini adalah penggunaan patung keramik Ganesha berglasir untuk kenang-kenangan wisudawan yang dimulai dari Wisuda Undiksha ke 8 bulan Februari 2010. Pada acara tersebut telah digunakan sebanyak 851 patung. Tanggapan wisudawan terhadap patung Ganesha rerata berkatagori sangat baik (93%) dari 60 responden yang diambil acak dari wisudawan periode Februari 2010. Masukan yang diberikan oleh responden adalah agar ukuran dan warna patung dibedakan antara lulusan vokasi (D2-D3) dengan lulusan S1 dan juga lulusan paska sarjana (S2). Menanggapi hal ini, usaha yang dilakukan adalah membuat tiga jenis ukuran patung yaitu dengan tinggi 11 cm (warna tipe I: coklat merah muda), 21 cm (warna tipe II: coklat merah sedang) dan 33 cm (warna tipe III:
coklat merah gelap). Undiksha melaksanakan wisuda untuk kelulusan mahasiswanya sebanyak dua kali setahun yaitu bulan Februari dan bulan September. Jumlah wisudawan setiap tahun berkisar antara 2500 – 3000 wisudawan dimana jumlah wisudawan wisuda peride bulan September umumnya lebih dari dua kali jumlah wisudawan bulan Februari karena periode ini adalah periode akhir tahun ajaran sehingga lebih banyak mahasiswa yang menamatkan kuliahnya di akhir tahun perkuliahan.
Selain untuk event wisuda, souvernir patung Ganesha juga telah dijual untuk kenang-kenangan pada acara-acara bertingkat nasional diantaranya adalah (1) Temu Ilmiah dan Rapat Koordinasi Forum MIPA LPTK Indonesia yang diselenggarakan oleh FMIPA Undiksha pada tanggal 16 s/d 18 April 2010 di Hotel Melka Singaraja dan (2) Konvensi Nasional V Asosiasi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Indonesia (APTEKINDO) di Hotel Nikki Bali Jalan Gatot Subroto IV / 18 Denpasar berlangsung pada tanggal 29 April hingga 2 Mei 2010. Event-event akademik di kampus Undiksha seperti Seminar Nasional Menakar Kualitas Pendidikan Dasar, tanggal 24 April 2010, Pelatihan P2M Propinsi Bali pada Juni 2010, Fokus Group Kewirausahaan Balitbang Kemendiknas pada bulan Juli 2010 dan acara-acara akademik lainnya juga menjadi sasaran pemasaran souvernir ini.
Pameran merupakan salah satu cara untuk memperkenalkan produk-produk souvernir yang dikembangkan oleh Unit Usaha Batubarak program IbIKK Pigmen Anorganik Alami dan Industri Kreatif Turunannya ini. Pameran pertama yang dilaksanakan adalah Pameran Produk Inisiasi IbIKK yang dilaksanakan pada tanggal 19 – 30 Oktober 2009 di Gedung Sportsmart Undiksha Jalan Udayana Singaraja.
Selanjutnya pameran kedua pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) di Universitas Mahasaraswati Denpasar tanggal 21-23 Juli 2010 dan pameran ketiga adalah pada acara Pameran Pembangunan Kabupaten Buleleng dalam rangka Perayaan Hari Kemerdekaan RI yang dilaksanakan tanggal 8 – 30 Agustus 2010.
Pengunjung pameran yang menyaksikan karya ini rata-rata sangat terkesan dengan penampilan patung keramik Ganesha dan cukup antusias untuk ingin mengetahui kelebihan patung keramik ini dibandingkan dengan patung keramik lainnya yang umum ada di pasaran. Hampir semua patung yang dipajang pada pameran diminati oleh pengunjung. Pameran juga menjadi ajang temu usaha bagi para pengusaha atau pengerajin dan para penggemar/hobi keramik.
Gambar 2 Pameran Produk Inisiasi IbIKK Pigmen Anorganik Alami Batubarak (kanan: acara penutupan pameran)
F. KESIMPULAN
Produk Souvernir Patung Keramik Ganesha berglasir dengan pewarna batubarak telah mendapatkan apresiasi yang cukup tinggi dari sivitas Undiksha khususnya dan konsumen pada umunya sebagai satu-satunya souvernir khas Undiksha pada acara akademik dan non akademik yang diselenggarakan Undiksha atau stakeholder lainnya. Pengembangan jenis dan varian-varian souvernir berbasis batu merah Tajun perlu dikembangkan tidak saja menjadi souvernir khas Undiksha tetapi juga souvernis khas Kota Singaraja dan kabupaten Buleleng. Oleh karena itu, Unit Usaha Kreatif dan Inovatif (UU-Kreanova) Batubarak layak untuk dikembangkan menjadi salah satu unit usaha kampus untuk mendongkarak PNBP Undiksha dalam rangka menyiapkan otonomi perguruan tinggi di Undiksha.
G. DAMPAK DAN MANFAAT KEGIATAN
Kegiatan ini bermanfaat untuk memberikan variasi pemanfaatan produk utama IbIKK Pigmen Batubarak yaitu pigmen anorganik alami batubarak sebagai pewarna glasir keramik yang telah terbukti tidak saja layak digunakan sebagai pewarna glasir keramik juga dapat menambah kekuatan dari badan keramik yang diglasir. Pemanfaatan pigmen anorganik alami batu merah Tajun sebagai pewarna keramik dapat menurunkan biaya produksi dan meningkatkan kualitas produk patung keramik berglasir. Pigmen glasir warna merah dan warna coklat cukup mahal, dengan harga Rp. 275.000 – Rp. 350.000 per kilogram tergantung tingkat kemurnian dan ukuran partikelnya, sementara harga pigmen batu merah Tajun hanya Rp. 5.000 per kilogram, hampir 1/55 -1/70 kali harga pigmen pasaran. Di samping itu, pigmen batu merah Tajun ini juga memperkuat badan keramik yang diwarna glasir, sehingga mengurangi cacat/pecah saat packanging.
Manfaat lain dari kegiatan ini diantaranya adalah meningkatnya permintaan pigmen anorganik alami batu merah Tajun sehingga berdampak pada penambahan nilai dari bahan tambang batu merah Tajun dan diharapkan dapat membantu penambahan pendapatan para penambang batu merah. Batu merah tajun saat ditambang (di tempat) dijual dengan harga Rp. 800.000,00/truk. Jika isi truk kira-kira
2 ton batu merah maka harga per kilogramnya adalah Rp.400,00. Dengan biaya produksi tidak lebih dari Rp. 1.600,00/kg dan harga pigmen batu merah ini Rp.
5.000,00/kg. Maka keuntungan finansial yang diperoleh dari penjualan pigmen anorganik alami batu merah per kilogram adalah Rp. 3.000,00. Dengan demikian terlihat jelas bahwa semakin besar permintaan pigmen maka semakin besar keuntungan yang diperoleh. Hal ini akan sangat berdampak pada penghidupan para penambang dan pemilik lahan batu merah Tajun.
Patung Ganesha dipercaya oleh sebagian orang sebagai simbol suci kemahakuasaan Tuhan Yang Maha Esa dalam ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
Hal ini meruapakn salah satu pilosofi pengunaan Ganesha sebagai simbol dan nama universitas negeri satu-satunya di Bali Utara ini. Nilai spiritual yang dikandung patung Ganesha menyebabkan banyak orang menggemari patung ini. Terlebih-lebih digunakan sebagai souvernir khas Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), usaha kreatif souvenir patung Ganesha akan berdampak positif pada pembelajaran kewirausahaan di kalangan akademisi kampus Undiksha. Hal ini akan menjagi pemicu untuk meningkatkan kualitas produk-produk akademik sebagai produk- produk yang siap dipasarkan sehingga spirit kewirausahaan di Undiksha dapat tumbuh dengan subur.
Berdasarkan uraian di atas, usaha patung keramik berglasir Ganesha yang menggunakan pewarna pigmen anorganik alami batu merah Tajun memberi manfaat dan dampak ekonomi, sosial budaya dan spirit kewirausahaan. Hal ini diharapkan dapat memacu tumbuhnya entrepreneural university di Undiksha
H. DAFTAR PUSTAKA
(1) Karyasa, I.W, & Sudria, I.B.N. 2005. Explorasi Bahan Pigmen Anorganik Alami dari Batu Merah di Desa Tajun (Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng) dan Sekitarnya. Laporan Penelitian. Research Grant DUE-like, IKIP Negeri Singaraja.
(2) Karyasa, I. W, & Kirna, I. M. 2006. Analisis Logam-logam Transisi dan Identifikasi Senyawa-senyawa Kimia pada Batu Merah di Desa Tajun dan sekitarnya (Kabupaten Buleleng, Bali) (Studi Pendahuluan tentang Potensi Batu Merah sebagai Pigmen Anorganik Alami). Laporan Penelitian. Jurusan Pendidikan Kimia Universitas Pendidikan Ganesha. Dipublikasikan pada Seminar Nasional Himpunan Kimia Indonesia) di IPB Bogor tahun 2006.
(3) Karyasa, I.W, Murwani, I.K, Artawan, I.K, & Lanang Wiratma, I.G. 2007.
Pengembangan Landasan Ilmiah dan Teknologi Material Pembuatan Bata Merah Unggul Tahan Lumut Berbantukan Pigmen Anorganik Alami Untuk Bangunan Arsitektur Bali. Laporan Penelitian. Jurusan Pendidikan Kimia, Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja. (Bagian-bagian hasil penelitian dipublikasikan pada Internatioanal Conference on Mathematics and Natural Scinces (ICMNS) di ITB Bandung tahun 2007 dan Seminar Nasional Himpunan Kimia Indonesia (SNHKI) tahun 2008 di Unud Denpasar.
(4) Karyasa, I.W., Artawan, I. K., dan Vivi Oviantari, 2009. Pengembangan Teknologi Pembuatan Bata Merah Unggul Tahan Lumut Berbantukan Abu
Sekam Padi dan Pigmen Anorganik Alami Batu Merah Tajun. Laporan Penelitian (tidak diterbitkan). Jurusan Pendidikan Kimia, Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja.
(5) Karyasa, I. W dan Diantarrasa, P. 2010. Pemanfaatan Batu Merah Tajun Sebagai Pewarna Glasir Keramik Stoneware. In press.
(6) Budiyanto, W. G. 2008. Kriya Keramik. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.
(7) Wahyu, 2007. Kriya Keramik. Diakses pada tanggal 12 November 2009 dari www.Ilmuku.com.
(8) Razak, R. A. 1999. Industri Keramik. Jakarta: Balai Pustaka.
(9) Bhadesia, 2007. The Kirkendall Effect. Diakses pada tanggal 12 November 2009 dari http://www.wikipedia.com.
(10) SNI Nomor 7275 tahun 2008, Diakses pada tanggal 20 Maret 2009 dari http://www.wikipedia.com.
I. PERSANTUNAN
Ucapan terima kasih dan penghargaan diberikan kepada DP2M Dikti atas dana Program IbIKK tahun 2010. Penghargaan juga diberikan kepada Rektor Undiksha yang telah memberikan dana pendampingan dan memfasilitasi Pameran Produk Inisiasi IbIKK Undiksha. Ucapan terima kasih atas kehadiran Ibu Desmelita selaku Kasubdit PPM DP2M Dikti, dan Bapak Asisten III mewakili Bupati Buleleng, Ketua PHRI Buleleng, Ketua Bappeda Buleleng, SKPD Kabupaten Buleleng dan undangan lainnya pada acara pameran tersebut. Penghargaan juga disampaikan kepada Ketut Yasa dari Bali Pot Denpasar atas kerjasama dalam memproduksi patung keramik dan mahasiswa bimbingan skripsi penulis yaitu Putu Diantarrasa atas usaha keras menyelesaikan penelitian berkaitan dengan uji kelayakan pigmen anorganik alami batu merah tajun sebagai pewarna glasir keramik stoneware.