• Tidak ada hasil yang ditemukan

JURNAL PENDIDIKAN - Jurnal Universitas Serambi Mekkah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "JURNAL PENDIDIKAN - Jurnal Universitas Serambi Mekkah"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

VOLUME 24 NOMOR 1 MARET 2016

 Aktivitas Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Sistem Ekskresi dengan Menggunakan Metode Peta Konsep Di SMPN 2 Banda Aceh

Anita Noviyanti (1-7)

 Meningkatkan Hasil Belajar Rangkaian R-L-C melalui Jigsaw Siswa Kelas XII TKJ.2 SMK Negeri 1 Bireuen

Bima Albert (8-17)

 Meningkatkan Hasil Belajar Tekanan Hidrostatis melalui NHT Siswa Kelas X TPTU SMK Negeri 1 Bireuen

Fatimah Abubakar (18-27)

 Perkembangan Budaya Politik Di Indonesia

M. Yusuf (28-34)

 Meningkatkan Hasil Belajar Norma Masyarakat Indonesia melalui STAD Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Jeumpa

Yusrawati (35-44)

 Meningkatkan Ketrampilan Menyusun RPP Berbasis K13 melalui Modeling KKKS Gugus III SD Negeri 28 Peusangan Kabupaten Bireuen

Zainuddin (45-55)

 Antisipasi Lembaga Perbankan Di Kota Banda Aceh dalam Mencegah Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang Dilakukan oleh Nasabah dan Korporasi

Zulfan Yusuf (56-66)

 Kajian Pedagogical Content Knowledge Calon Guru

Rini Sulastri (67-70)

 Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IX-2 Semester I Tahun 2013/2014 Materi Sejarah Terjadinya Uang dan Pengertian Uang melalui Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) Di SMP Negeri 1 Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya

Usmayani (71-87)

 Peningkatan Hasil Belajar Siswa Materi Teks Teks Iklan dalam Surat Kabar melalui Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Kelas IX-2 Semester I Tahun Ajaran 2014/2015 SMP Babul Istiqamah Susoh

A.Rani (88-105)

 Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Materi Organ Pernafasan melalui Metode Alat Peraga Kelas V Semester I Tahun Pelajaran 2015/2016 pada SD Negeri 12 Blangpidie Kabupaten Aceh Barat Daya

Aidar (106-119)

 Peningkatan Hasil Belajar Siswa Materi Penulisan Laporan Perjalanan dengan Menggunakan Metode Penugasan Di Kelas VIII-1 Semester I Tahun 2014/2015 SMP Negeri Tunas Nusa Kabupaten Aceh Barat Daya

Hasmanidar (120-132)

Diterbit Oleh

FKIP Universitas Serambi Mekkah Banda Aceh Jurnal

Pendidikan Serambi Ilmu

Volume 24 Nomor 1 Hal

1-132

Banda Aceh Maret

2016

(2)

35

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR NORMA MASYARAKAT INDONESIA MELALUI STAD SISWA KELAS VIII

SMP NEGERI 1 JEUMPA

Oleh Yusrawati*

Abstrak

Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan judul: Meningkatkan Hasil Belajar Norma Masyarakat Indonesia Melalui STAD Siswa Kelas VIII SMP Negri 1 Jeumpa, subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jeumpa, bertujuan untuk mengetahui cara, efektifitas dan tingkat keberhasilan melalui model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jeumpa. Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 2 siklus. Setiap siklus terdiri perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, analisa data dan refleksi. Data yang terkumpul mengunakan analisis kuantitatif dan analisis kualitatif. Untuk analisis kuantitatif digunakan analisis deskriptif yaitu skor rata-rata dan persentase, nilai minimum dan maksimum, ketuntasan dan persentase pada setiap siklus. Sedangkan untuk analisis kualitatif dengan mengolah nilai berdasarkan rentangan nilai dan KKM dengan tes tertulis, terdiri atas 6 soal pilihan ganda materi norma masyarakat Indonesia, sedangkan mengobservasi keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dengan mengunakan skor total aspek, skor setiap indikator, rata-rata dan kualifikasi pada setiap siklus. Salah satu alternatif pembelajaran PPKn yang inovatif dan kreaktif adalah dengan mengunakan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD). STAD dapat digunakan untuk meningkatkan interaksi atau kerja sama dalam aktivitas siswa dan guru selama kegiatan belajar mengajar kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik, dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep, meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik dan membantu siswa menumbuhkan cara berpikir kritis, melatih untuk memberi pendapat dan membuat siswa lebih aktif dan kreatif. Hasil penelitian berdasarkan nilai KKM, dari hasil belajar sejumlah 25 siswa mencapai ketuntasan berdasarkan nilai KKM 75 pada pra siklus 12 siswa (48%) tuntas dan 13 siswa (52%) tidak tuntas, sedangkan pada siklus I siswa mencapai ketuntasan belajar sebanyak 17 siswa (68%) dan tidak tuntas 8 siswa (32%) serta pada siklus II semua siswa berjumlah 25 siswa (100%) tuntas belajar.

Kata Kunci : Hasil Belajar, Norma Masyarakat Indonesia, STAD.

PENDAHULUAN

Kegiatan pembelajaran dalam dunia pendidikan bertujuan untuk memenuhi amanah dari Undang-Undang Dasar 1945 yaitu mampu mencerdaskan kehidupan kehidupan bangsa, karena itu setiap guru berkewajiban untuk memenuhi tuntutan tersebut. Para guru hendaknya selalu berusaha menciptakan suatu kondisi yang ideal dalam setiap kegiatan pembelajaran di kelas, komunikasi dua arah secara timbal balik sangat diharapkan dalam proses pembelajaran. Selain itu juga semakin aktif guru dan siswa mengambil bagian dalam kegiatan pembelajaran, maka makin besar keberhasilan kegiatan pembelajaran tersebut,

sehimgga hasil belajar siswa sesuai dengan harapan.

Kenyataannya pada penilaian akhir pembelajaran PPKn tepatnya materi norma masyarakat Indonesia pada kelas VIII dari 25 siswa hanya 2 siswa (8 %) memperoleh baik, 10 siswa (40 %) memperoleh nilai cukup, 11 siswa (44 %) lagi memperoleh nilai kurang dan 2 siswa (8 %) tidak lulus, ini berarti siswa tidak tuntas belajar 52 % dari jumlah 25 siswa.

Melihat data yang ada, hasil belajar tidak sesuai harapan, perlu adanya perbaikan yang terarah baik dalam perangkat pembelajaran, model pembelajaran yang sesuai dan pengelolaan kelas yang baik, hal ini dapat Jurnal Pendidikan Serambi Ilmu, Edisi Maret 2016 Volume 24 Nomor 1

(3)

membangkitan motivasi belajar dan percaya diri siswa dalam belajar sehinga menghasilkan hasil belajar yang baik.

Solusinya adalah guru memiliki kemampuan untuk menciptakan situasi belajar yang merlibatkan siswa secara aktif sekaligus membangun motivasi siswa, mampu memperbaiki cara mengajar dalam proses pembelajaran. Salah satu alternatif pembelajaran PPKn yang inovatif dan kreaktif adalah dengan mengunakan model pembelajaraan Student Teams Achievement Divisions (STAD), model ini termasuk salah satu tipe model pembelajaran kooperatif, yang menekankan pada struktur khusus yang dirancang untuk mempengaruhi pola belajar mandiri dalam kelompok, mempunyai strategi pembelajaran yang mengutamakan adanya kerjasama antar siswa dalam kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah diarahkan untuk mempelajari materi menjelajah masyarakat Indonesia. Tujuan dibentuknya kelompok adalah untuk memberikan kesempatan kepada siswa agar dapat terlibat secara aktif dalam proses berpikir dan menumbuhkan rasa tanggung jawab siswa sehingga siswa mampu aktif dalam memahami suatu persoalan dan menyelesaikan secara kelompok.

Berdasarkan uraian yang ada, peneliti sangat tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul: “Meningkatkan Hasil Belajar Norma Masyarakat Indonesia Melalui STAD Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Jeumpa”.

Rumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah yang telah diungkapkan diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :

a. Bagaimana meningkatkan hasil belajar norma masyarakat Indonesia pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jeumpa?.

b. Apakah melalui STAD dapat meningkatkan hasil belajar norma masyarakat Indonesia pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jeumpa ?.

c. Bagaimana tingkat hasil belajar norma masyarakat Indonesia melalui STAD pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jeumpa?.

Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini yaitu : 1. Untuk mengetahui cara melakukan

peningkatan hasil belajar norma

masyarakat Indonesia pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jeumpa.

2. Untuk mengetahui efektifitas STAD dalam meningkatkan hasil belajar norma masyarakat Indonesia pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jeumpa.

3. Untuk mengetahui tingkat keberhasilan belajar norma masyarakat Indonesia melalui STAD pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jeumpa

Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah, antara lain :

a) Bagi siswa, Mampu meningkatkan motivasi dan kreatifitas dalam belajar konsep norma masyarakat Indonesia b) Bagi guru, sebagai Sebagai pengalaman dan

latihan terhadap pelaksanaan STAD dalam materi norma masyarakat Indonesia c). Bagi sekolah, Sebagai referensi bacaan

penggunaan model STAD untuk meningkatkan hasil belajar siswa diperpustakaan sekolah

TINJAUAN PUSTAKA Hasil belajar

Pengertian hasil belajar menurut Slameto (2003:10) yaitu: “Sebagai perubahan yang dicapai seseorang setelah mengikuti proses belajar”, dimana dalam hal ini proses pembelajaran merupakan proses belajar mengajar yang mengharapkan suatu hasil belajar yang baik. Sedangkan menurut Sudjana (2009:3) mendefinisikan:”Hasil belajar siswa pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar dalam pengertian yang lebih luas mencakup bidang kognitif, afektif dan psikomotorik”. Dalam hal ini bahwa hasil belajar siswa mempunyai tiga aspek yang perlu diterapkan yaitu pengetahuan, sikap dan keterampilan. Dimana belajar merupakan suatu aktivistas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan nilai sikap.

Perubahan itu bersifat relative konstan dan berbekas, ini menunjukkan bahwa perubahan yang terjadi karena belajar tidak timbul begitu saja sehingga belajar lebih banyak membutuhkan kegiatan yang disadari suatu aktivitas psikis dan latihan-latihan Proses belajar terjadi karena adanya perangsang- perangsang dari luar individu yang

(4)

37

mengakibatkan perubahan dalam hubungan aspek kepribadian Jadi hasil belajar merupakan hal yang terpenting dalam proses pembelajaran sehingga terjadi proses perubahan dalam diri seseorang siswa setelah mendapat nilai belajar yang sesuai harapannya.

Aspek-aspek yang Mempengaruhi Hasil Belajar.

Motivasi belajar, Kegiatan proses pembelajaran tanpa adanya motivasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar, boleh dikatakan proses pembelajaran tersebut tidak memenuhi target yang diharapkan. Motivasi belajar siswa perlu dibangkitkan, sehingga pada kegiatan proses pembelajaran berjalan seperti apa yang diharapkan guru. Menurut Hamalik (1992:173) menyebutkan tentang motivasi bahwa “Suatu masalah didalam kelas, motivasi adalah proses membangkitkan, mempertahankan dan mengontrol minat- minat”, dimana motivasi belajar sangat mempengaruhi keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran. Membangkitkan motivasi siswa merupakan tugas seorang guru dalam proses pembelajaran baik dari segi perangkat sarana pembelajaran, metode pembelajaran, pendekatan moral, mengembangkan dan mengontrol minat siswa yang ada, sehingga menghasilkan pembelajaran yang sesuai harapan.

Keaktifan Siswa, Kegiatan dalam proses pembelajaran selain motivasi siswa adalah keaktifan siswa dalam mengikuti semua kegiatan proses pembelajaran. Dimana dalam hal ini motivasi dan keaktifan siswa berjalan seiring bersama-sama dalam proses pembelajaran, sehingga hasil belajar siswa sesuai dengan harapan. Menurut Moh User Usman (2002:26) cara yang dapat dilakukan guru untuk memperbaiki keterlibatan siswa antara lain sebagai berikut:

1) Tingkatkan persepsi siswa secara aktif dalam kegiatan belajar mengajar yang membuat respon yang aktif dari siswa 2) Masa transisi antara kegiatan dalam

mengajar hendaknya dilakukan secara cepat dan luwes

3) Berikan pengajaran yang jelas dan tepat sesuai dengan tujuan mengajar yang akan dicapai.

4) Usahakan agar pengajaran dapat lebih memacu minat siswa.

Dalam hal ini peran guru disini mampu pendekatan moral dan membimbing siswa secara kekeluargaan, serta guru mampu mengkaitkan pengetahuan kedalam perkembangan anak didik, mengambil solusi yang tepat sehingga siswa dapat aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran.

Interaksi ,Interaksi guru dengan siswa, siswa dengan siswa maupun sebaliknya perlu dibina dalam proses pembelajaran. Adanya interaksi dalam proses pembelajaran membuat siswa percaya diri dalam setiap kegiatan proses pembelajaran. Menurut S. Nasution (2006:360) menyatakan: “Hasil belajar adalah hasil dari suatu interaksi tindak belajar mengajar dan biasanya ditunjukkan dengan nilai tes yang diberikan guru”, hal ini interaksi siswa dengan teman sekelasnya dan guru, perlu diterapkan dalam proses pembelajaran untuk membangkitkan rasa percaya diri, saling kerja sama dalam diskusi kelompok sehingga terbentuknya interaksi antar siswa yang dapat menghasilkan hasil belajar, setelah mendapat nilai belajar yang sesuai harapannya. Menurut Winkel (2004:34) menyatakan:”Hasil belajar adalah perubahan pengetahuan, keterampilan dan sikap darlam diri siswa sebagai akibat interaksi aktif dengan lingkungannya”.

Dimana dalam hal ini interaksi harus dibina oleh guru dalam proses pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran akan tercapai sesuai dengan harapan.

Prestasi Belajar Siswa

Hasil akhir proses pembelajaran yang diharapkan guru adalah prestasi belajar siswa, prestasi belajar merupakan suatu hal yang diharapkan siswa yang belajar serta guru yang mengajar dalam proses pembelajaran, Menurut Winkel (2004:34) menyatakan: ”Hasil belajar seseorang sesuai dengan tingkat keberhasilan sesuatu dalam mempelajari materi pelajaran yang dinyatakan dalam nilai atau rapor setiap bidang studi setelah mengalami proses pembelajaran dan dapat diketahui setelah diadakan evaluasi”, sedangkan menurut Saifuddin Azwar (1998:45) adalah: “Prestasi merupakan hasil yang telah dicapai dari apa yang telah dilakukan dan dikerjakan secara optimal”, Prestasi belajar siswa akan tercapai bila pembelajaran tersebut dilakukan dengan adanya dukungan, sarana dan prasarana pengajaran, situasi yang aman dan tertib, dengan demikian dapat mendorong siswa Yusrawati, Meningkatkan Hasil Belajar Norma Masyarakat Indonesia

(5)

dalam meningkatkan prestasi belajar. Prestasi belajar juga dapat disebut sebagai tingkat keberhasilan siswa didalam proses pembelajaran.

Pendekatan Student Teams Achievement Divisions (STAD)

Pendekatan Student Teams Achievement Divisions (STAD) termasuk salah satu tipe model pembelajaran kooperatif yang pertama kali dikembangkan oleh Slavin di Universitas John Hopkin Amirika Serikat. Model pembelajaran STAD merupakan salah satu penerapan pembelajaran tipe kooperatif.

Menurut Slavin (Trianto 2007:52) model pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah suatu model pembelajaran kooperatif dimana siswa belajar dalam kelompok yang beanggotakan 4-5 orang secera heterogen dengan memperhatikan tingkat prestasi siswa, jenis kelamin dan suku. Apabila dalam kelas terdiri atas jenis kelamin, ras dan latar belakang yang relative sama, maka pembentukan kelompok hanya didasarkan pada prestasi akademik siswa. Menurut

Sugiyanto (2008:41)

menyatakan:“Pembelajaran kooperatif mempunyai beberapa keuntungan diantaranya memungkinkan para siswa saling belajar mengenai sikap, ketrampilan, informasi, perilaku sosial dan pandangan-pandangan”, sedangkan menurut Mulyana (2005: 4) menyatakan: “Pembelajaran kooperatif adalah suatu sikap atau prilaku bersama dalam bekerja atau membantu diantara sesama dalam stuktur kerja sama yang teratur dalam kelompok”, dalam hal ini siswa dapat mengembangkan sikap sosial, saling menghargai dan memberi informasi dalam kelompok. Model STAD merupakan strategi pembelajaran yang mengutamakan adanya kerjasama antar siswa dalam kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran. Para siswa dibagi kedalam kelompok-kelompok kecil dan diarahkan untuk mempelajari materi pelajaran yang telah ditentukan. Tujuan dibentuknya kelompok kooperatif tipe STAD adalah untuk memberikan kesempatan kepada siswa agar dapat terlibat secara aktif dalam proses berpikir dan dalam kegiatan-kegiatan belajar.

Menurut Slavin (Trianto 2007:52) langkah-langkah model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD) sebagai berikut :

1. Persiapan, dalam tahap ini guru mempersiapkan rancangan pelajaran dengan membuat perangkat pembelajaran, yang sesuai dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD

2. Menyajikan informasi, Guru menyajikan dan menjelaskan materi pembelajaran.

3. Mengorganisir siswa kedalam tim belajar STAD, Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien membagi para siswa menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 4-5 orang siswa

4. Membantu kerja tim dan belajar, Guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat siswa mengerjakan tugas maupn diskusi

5. Mengevaluasi. Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya

6. Memberi pengakuan atau penghargaan, Guru mencari cara-cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil nilai belajar individu dan kelompok

Sudah tentu dalam pelaksanaan setiap model pembelajaran mempunyai kelebihan dan kekurangannya, begitu juga dengan STAD.

Adapun kelebihan dan kekurangan pada STAD adalah sebagai berikut:

Kelebihan STAD

1. Adanya interaksi atau kerja sama dalam aktivitas siswa dan guru selama kegiatan belajar mengajar.

2. Siswa cenderung aktif dalam pembelajaran dan kemampuan kerjasama siswa terbangun

3. Dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep

4. Meningkatkan kinerja siswa dalam tugas- tugas akademik dan membantu siswa menumbuhkan cara berpikir kritis

Kekurangan STAD

1. Sejumlah siswa mungkin bingung karena belum terbiasa dengan perlakuan metode STAD.

2. Alokasi waktu kurang mencukupi Norma Masyarakat Indonesia

(6)

39

Menurut Kemdikbud (2010:79) Negara Indonesia merupakan potret sebuah negara yang memiliki keragaman budaya yang lengkap dan bervariasi. Bangsa Indonesia memiliki bermacam-macam suku bangsa dan setiap suku bangsa memiliki ciri-ciri kebudayaannya sendiri sesuai dengan latar belakang masing-masing. Keragaman bangsa Indonesia merupakan anugerah dengan keberagaman maka membuat hidup bangsa Indonesia menjadi indah.

a). Norma dan kebiasaan antar daerah di Indonesia

Tiap daerah memiliki corak dan budaya masing-masing yang menjadi ciri khas masyarakat tersebut. Contoh adat istiadat;

rambu tuka ditanah Toraja, ngaben di Bali dan pendaan tubuh suku Dayak

b). Arti penting keberagaman konteks norma dan kebiasaan antar daerah di Indonesia 1. Bagi diri sendiri

Dalam konstek pribadi, manusia sebagai mahkluk ciptaan Tuhan terlahir sebagai mahkluk individu. Namun sering dengan perubahannya, kodrat manusia bergeser menjadi mahkluk sosial. Hal ini disebabkan sejak lahir sampai meninggal manusia senantiasa membutuhkan pertolongan dan bantuan-bantuan lainnya. Dalam pergaulan dengan manusia lainnya, tiap-tiap manusia mempunyai keinginan atau kepentingan sendi-sendi memori, ada manusia yang mempunyai kepentingan yang sama dan ada pula yang mempunyai kepentingan yang berbeda.

2. Bagi Masyarakat

Dalam kehidupan bermasyarakat norma memiliki arti yang sangat penting, norma mengatur kehidupan masyarakat agar menjadi tertib dan damai. Keinginan setiap orang dalam masyarakat pasti berbeda. Adanya berbagai keinginan dan lebih jauhnya kepentingan dalam masyarakat ini menyebabkan dalam masyarakat mudah menjadi pertentangan. Agar pemenuhan kebutuhan setiap manusia itu berjalan secara teratur, tidak terjadi benturan-benturan antara kepentingan manusia yang satu dengan kepentingan sesama diperlukan pengaturan petunjuk hidup , aturan atau patokan yang biasa disebut norma.

Kerangka Berpikir

Peningkatan keberhasilan belajar siswa terhadap pembelajaran PPKn khususnya materi menjelajah masyarakat Indonesia dengan menggunakan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD) yang relevan. Penggunaan model pembelajaran yang terprogam, terarah dapat meningkatkan motivasi siswa yang terlibat langsung secara aktif dalam proses berpikir dan dalam kegiatan-kegiatan belajar di kelas, sehingga tingkat keberhasilan belajar siswa akan tercapai sesuai dengan harapan

Hipotesis Tindakan

Berdasarkan berbagai teori yang telah dikumpulkan, maka peneliti merumuskan hipotesis tindakan yaitu:“Melalui STAD dapat meningkatkan hasil belajar norma masyarakat Indonesia pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jeumpa”.

METODE PENELITIAN

Penelitian yang dilakukan oleh peneliti merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) atau “Classroom Action Reserh”, lokasi penelitian dilaksanakan adalah Kelas VIII SMP Negeri 1 Jeumpa jalan Banda Aceh- Medan Km 211-212 Kode Pos 24251 Kecamatan Jeumpa Kabupaten Bireuen Provinsi Aceh. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan, mulai dari tanggal 24 Juli s.d 22 Oktober 2015. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII/4 SMP Negeri 1 Jeumpa semester ganjil tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 25 siswa, dimana 13 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa sebagai subyek penelitian. Data dari hasil tes tertulis.

Tes tertulis dengan materi norma masyarakat Indonesia dilaksanakan pada setiap akhir siklus. Selain siswa sebagai sumber data, peneliti juga menggunakan dua teman sejawat sesama guru kelas sebagai sumber data dalam mengobservasi keaktifan siswa dalam pembelajaran setiap siklus. Teknik dan alat pengumpulan data, Teknik pengumpulan data mengenai peningkatan penguasaan materi diambil dari tes hasil belajar setiap siklus. Data tentang keaktifan siswa diambil dengan menggunakan lembar observasi. Alat pengumpulan data pada penelitian ini meliputi:

Tes tertulis, terdiri atas 6 soal pilihan ganda Yusrawati, Meningkatkan Hasil Belajar Norma Masyarakat Indonesia

(7)

materi norma masyarakat Indonesia. Lembar observasi dan dokumen.

Teknik Analisis Data

Data yang terkumpul mengunakan analisis kuantitatif dan analisis kualitatif.

Untuk analisis kuantitatif digunakan analisis deskriptif yaitu skor rata-rata dan persentase, nilai minimum dan maksimum, ketuntasan dan persentase pada setiap siklus. Sedangkan untuk analisis kualitatif dengan mengolah nilai berdasarkan rentangan nilai dan kriteria ketuntasan minimal (KKM). Data hasil observasi (pengamatan) yang dibantu oleh dua teman sejawat guru yang mengobservasi keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dengan mengunakan skor total aspek, skor setiap indikator, rata-rata dan kualifikasi pada setiap siklus.

Indikator Keberhasilan

Indikator keberhasilan proses tindakan adalah apabila kemampuan siswa kelas VIII memenuhi nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) sebesar 75 (C). Observasi keaktifan siswa belajar dalam setiap siklus perlu dilakukan sebagai perbandingan dalam keberhasilan pembelajaran yang akan menghasilkan hasil belajar sesuai harapan.

Observasi dilaksanakan oleh dua teman sejawat dalam pembelajaran setiap siklus.

Prosedur Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang ditandai dengan adanya siklus, adapun dalam penelitian ini terdiri atas 2 siklus. Setiap siklus terdiri atas perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, analisa data dan refleksi. hal ini terlihat seperti pada gambar alur penelitian sebagai berikut:

Gambar 1. Alur Penelitian Siklus I

Hasil kondisi awal (pra siklus) setelah diadakan penilaian akhir pembelajaran materi norma masyarakat Indonesia pada kelas VII dari 25 siswa hanya 2 siswa (8%) memperoleh baik, 10 siswa (40%) memperoleh nilai cukup, 11 siswa (44%) lagi memperoleh nilai kurang dan 2 siswa (8%) tidak lulus, ini berarti siswa tidak tuntas belajar 52 % dari jumlah 25 siswa.

Permasalahan ini akan dianalisis pada kondisi awal (pra siklus).

Perencanaan tindakan I, Penyusunan RPP materi dengan model pembelajaran STAD.

Penyiapan skenario pembelajaran dengan model STAD. 25 siswa dibagi menjadi 6 kelompok. Pelaksanaan tindakan I, Pelaksanaan proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran STAD.

Observasi I; Observasi yang dibantu oleh dua teman sejawat guru yang mengobservasi keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dengan mengunakan skor total aspek, skor setiap indikator, rata-rata dan kualifikasi pada siklus I. Analisa data I yang diperoleh dari hasil tes dan data hasil observasi pada siklus I.

Refleksi I; Dalam tahap ini, merefleksi seluruh

(8)

41

kegiatan atau peristiwa selama pelaksanaan tindakan berlangsung, membandingkan hasil pra siklus dengan siklus I dan mengidentifikasi kembali hal-hal yang masih kurang dan mempertahankan hal yang dianggap baik. Dan apabila pelaksanaan tindakan pada siklus I belum memuaskan, maka akan ditindak lanjut lagi pada siklus II sampai tujuan berhasil.

Siklus II

Perencanaan tindakan II, Penyusunan RPP untuk materi norma masyarakat Indonesia disesuaikan dengan model pembelajaran STAD. Penyiapan skenario pembelajaran dengan model STAD, 25 siswa dibagi menjadi 4 kelompok, dimana pada setiap kelompok ada dua siswa yang berprestasi. Pelaksanaan tindakan II, Melaksanakan Proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran STAD pada materi norma masyarakat Indonesia. Observasi II; Observasi yang dibantu oleh dua teman sejawat guru yang mengobservasi keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dengan mengunakan skor total aspek, skor setiap indikator, rata-rata dan kualifikasi pada siklus II. Analisa data II yang diperoleh dari hasil tes dan data hasil observasi pada siklus II dan mengambil kesimpulan.

Refleksi dalam tahap ini, membandingkan hasil belajar pada siklus I dengan siklus II dimana peneliti mengharapkan siswa dapat meningkatkan hasil belajar norma masyarakat Indonesia sesuai dengan harapan.

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian

Hasil kondisi awal (pra siklus) setelah diadakan penilaian akhir pembelajaran materi norma masyarakat Indonesia pada kelas VIII dari 25 siswa hanya 2 siswa (8%) memperoleh baik, 10 siswa (40%) memperoleh nilai cukup, 11 siswa (44%) lagi memperoleh nilai kurang dan 2 siswa (8%) tidak lulus, ini berarti siswa tidak tuntas belajar 52% dari jumlah 25 siswa..

Berdasarkan hasil tes pra siklus yang tidak sesuai dengan harapan dengan ketuntasan belajar dari 25 siswa hanya 12 siswa yang tuntas (48%) dan tidak tuntas 13 siswa (52%) serta nilai rata-rata 67 masih dibawah nilai KKM, dipadukan lagi dengan hasil observasi pra siklus dengan kualifikasi kurang aktif (C).

Maka perlu tindakkan untuk perbaikan agar siswa lebih aktif lagi dalam pembelajaran.

Data yang diperoleh dari hasil tes dan data hasil observasi pada siklus I. Hasil siklus I pada kelas VIII dari 25 siswa hanya 8 siswa (32%) memperoleh baik, 9 siswa (36%) memperoleh nilai cukup dan 8 siswa (32%) lagi memperoleh nilai kurang. Pada pra siklus dibawah KKM sebanyak 13 siswa dan pada akhir siklus I berkurang menjadi 8 siswa.

Nilai rata-rata kelas meningkat dari 67 menjadi 73. Jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan siklus I. Refleksi dalam tahap ini, keberhasilan belajar pada siklus I lebih baik dari pra siklus, namun demikian hasil pembelajaran belum semaksimal mungkin yang sesuai dengan harapan. Dengan memperhatikan hasil observasi keaktifan masih ada siswa yang kurang aktif dalam proses pembelajaran, oleh karena itu diperlukan perbaikan pada pembelajaran siklus II.

Data yang diperoleh dari hasil tes dan data hasil observasi pada siklus II Hasil siklus II pada kelas VIII dari 25 siswa hanya 10 siswa (40%) memperoleh baik, 15 siswa (60%) memperoleh nilai cukup, Refleksi dalam tahap ini, hasil siklus I dengan hasil tes siklus II dapat dilihat adanya pengurangan jumlah siswa yang masih di bawah KKM. Pada siklus I dibawah KKM sebanyak 8 siswa dan pada akhir siklus II semua lulus sesuai dengan nilai KKM. Nilai rata-rata kelas meningkat dari 73 menjadi 82. Jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan siklus I. Disamping hasil tes pada siklus II sangat memuaskan, juga keberhasilan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran sisklus II ada peningkatan dibandingkan dengan proses pembelajaran pada siklus I, dari kualifikasi C (kurang aktif) dengan skor nilai rata-rata 54,78 pada siklus I meningkat menjadi B (Aktif) dengan skor nilai rata-rata 67,89. Menurut data yang ada, bahwa keberhasilan belajar pada siklus II lebih baik dari siklus I maupun pada pra siklus, dengan demikian hasil pembelajaran sudah semaksimal mungkin yang sesuai dengan harapan.

Pembahasan

Dengan melihat perbandingan hasil tes pra siklus (kondisi awal), siklus I dan siklus II ada peningkatan yang cukup signifikan, baik dilihat dari ketuntasan belajar maupun hasil Yusrawati, Meningkatkan Hasil Belajar Norma Masyarakat Indonesia

(9)

perolehan nilai rata- rata siswa meningkat 8,57% dari nilai rata-rata 67 pada pra siklus menjadi 73 pada siklus I , dan meningkat 7,59% dari nilai rata-rata 76 pada siklus I

menjadi 82 pada siklus II. Selain itu dapat dilihat pada data dan diagram nilai rata-rata, nilai tertinggi dan nilai terendah pada setiap siklus dibawah ini :

.

Tabel 1. Hasil Belajar Berdasarkan Nilai Siswa

No Keterangan Pra Siklus Siklus I Siklus II

1 Nilai tertinggi 84 86 88

2 Nilai Terendah 50 60 76

Nilai Rata-rata 67 73 82

Gambar 2. Diagram Hasil Belajar Berdasarkan Nilai Siswa Dari hasil belajar sejumlah 25 siswa

mencapai ketuntasan berdasarkan nilai KKM 75 (C), pada pra siklus 12 siswa (48%) tuntas dan 13 siswa (52%) tidak tuntas, sedangkan pada siklus I siswa mencapai ketuntasan belajar sebanyak 17 siswa (68%) dan tidak

tuntas 8 siswa (32%) serta pada siklus II semua siswa berjumlah 25 siswa (100%) tuntas, berikut data dan diagram ketuntasan pada pra siklus, siklus I dan siklus II sebagai berikut :

Tabel 2. Hasil Belajar Siswa Berdasarkan KKM

No. Ketuntasan Belajar

Pra Siklus Siklus I Siklus II Jlh.

Siswa

Persen (%)

Jlh.

Siswa

Persen (%)

Jlh.

Siswa

Persen (%)

1. Tuntas 12 48 17 68 25 100

2. Tidak Tuntas 13 52 8 32 - -

Jumlah 25 100 25 100 25 100

Gambar 3. Diagram Hasil Belajar Siswa Berdasarkan KKM

(10)

43

Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran juga mengalami peningkatan, dimana keaktifan siswa mempunyai peningkatan sebesar 19,60% dari keaktifan siswa pada pra siklus ke siklus I dan 21,37% dari siklus I ke

siklus II, sehingga mendukung keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran. Berikut data dan diagram observasi keaktifan siswa mulai dari pra siklus, siklus I dan siklus II

Tabel 3. Hasil Observasi Keaktifan Siswa

Keaktifan Siswa Pra Siklus Siklus I Siklus II

a . Skor rata-rata 45,00 54,78 67,89

b. Kualifikasi Kurang aktif (C) Kurang aktif (C) Aktif (B)

Gambar 4. Diagram Hasil Observasi Keaktifan Siswa

Dari hasil penelitian dan pembahasan yang ada, dapatlah dikatakan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran STAD pada pembelajaran PPKn dalam materi norma masyarakat Indonesia siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jeumpa dapat meningkatkan hasil belajarnya sesuai dengan harapan.

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa :

1.

Meningkatkan hasil belajar norma masyarakat Indonesia pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jeumpa, dimana melalui STAD mempunyai strategi pembelajaran yang mengutamakan adanya kerjasama antar siswa dalam kelompok untuk memberikan kesempatan kepada siswa terlibat secara aktif dalam proses berpikir dan menumbuhkan rasa tanggung jawab siswa sehingga siswa mampu aktif dalam memahami suatu persoalan dan menyelesaikan secara kelompok, sehingga mendapatkan hasil belajar sesuai harapan.

2.

Efektifitas STAD dalam meningkatkan hasil belajar norma masyarakat Indonesia

pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jeumpa, dimana keaktifan siswa mempunyai peningkatan sebesar 19,60%

dari keaktifan siswa pada pra siklus ke siklus I dan 21,37% dari siklus I ke siklus II, sehingga dengan adanya keaktifan siswa membuat efektifitas belajar dalam proses pembelajaran.

3.

Tingkat keberhasilan belajar norma masyarakat Indonesia melalui STAD pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jeumpa, dimana tingkat hasil belajar sejumlah 25 siswa mencapai ketuntasan berdasarkan nilai KKM 75 (C), pada pra siklus 12 siswa (48%) tuntas dan 13 siswa (52%) tidak tuntas, sedangkan pada siklus I siswa mencapai ketuntasan belajar sebanyak 17 siswa (68%) dan tidak tuntas 8 siswa (32%) serta pada siklus II semua siswa berjumlah 25 siswa (100%) tuntas belajar.

Saran

Berkaitan dengan kesimpulan hasil penelitian di atas, maka dikemukakan saran bahwa guru hendaknya menerapkan model STAD sesuai dengan materi yang diajarkan, Yusrawati, Meningkatkan Hasil Belajar Norma Masyarakat Indonesia

(11)

untuk efektifitas dan meningkatkan hasil belajar siswa.

DAFTAR PUSTAKA

Ari Kunto, Suharsimi. 2008. Penelitian Tindakan Kelas, cet VI. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Kemendikbud. 2014. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Pembukuan Balitbang.

Ibrahim, M. dkk. 2000. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya.

Mulyana, Etin Solihatin. 2005. Menjadi Guru Profesional, Memciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung: PT Remeja Rosdakarya Offset.

Moh User Usman. 2002. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Oemar, Hamalik. 1992. Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung: Sinar Baru.

Saifudin Azwar. 1998. Tes Prestasi II.

Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta:

Rineka Cipta.

S. Nasution. 2006. Berbagai Pendekatan Dalam Proses Belajar & Mengajar.

Bandung: PT Bumi Aksara.

Sudjana, Nana. 2009. Belajar dan Faktor- Faktor yang Mempengaruhinya.

Jakarta: Rineka Cipta.

Suharjono. 2009. Penelitian Tindakan. Malang : LP3UM.

Sugiyanto, 2008. Model-Model Pembelajaran Inovatif. Surakarta: PSG Rayon 13.

Suprijono, Agus. 2010. Cooperative Learning Teori & Apilkasi Paikem.

Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Trianto. 2009. Mendesaian Model Pembelajaran Inovatif Progresif.

Surabaya:Kencana.

Referensi

Dokumen terkait

However, instructors have to decide which topics to include in the course, how to handle students with different levels of Excel exposure, and how to effectively teach technology to a