• Tidak ada hasil yang ditemukan

JURNAL RISET MANAJEMEN DAN BISNIS

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "JURNAL RISET MANAJEMEN DAN BISNIS "

Copied!
34
0
0

Teks penuh

PENGAMBILAN KEPUTUSAN, DEMOGRAFI, DAN KEPUASAN PASCA PEMBELIAN PADA KELOMPOK LOYAL MEREK DAN NON-LOYAL MEREK. Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan, hubungan demografis dan perbedaan kepuasan pasca pembelian pada harga tinggi dan harga rendah dalam pengambilan keputusan pada kelompok loyal merek dan tidak loyal merek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan orientasi toko dan kriteria pembelian pada kelompok brand loyal dan brand disloyal jeans dan kemeja.

Tidak ada hubungan antara usia dan pendapatan untuk jeans dan kemeja kelompok loyal merek dan non-brand loyal. Selain itu, tidak ada perbedaan kepuasan pasca pembelian antara kelompok loyalitas merek harga tinggi dan kelompok loyalitas merek harga rendah untuk celana jeans, tetapi ada perbedaan untuk kemeja. H2: Terdapat perbedaan kriteria pembelian pada kelompok konsumen loyal merek dan tidak loyal merek.

Sebaliknya, Farley (1964) dalam Oh dan Fiorito (2002) menemukan bahwa konsumen berpendapatan tinggi dapat menjadi konsumen yang tidak loyal terhadap merek. Dengan demikian, kelompok konsumen setia merek harga tinggi dan kelompok konsumen setia merek harga rendah dibandingkan dalam kepuasan pasca pembelian mereka dengan atribut pakaian jadi. Konsep harga sebagai selisih antara konsumen yang loyal terhadap merek pada variabel kepuasan pasca pembelian diuji dengan menggunakan hipotesis.

H5 : Terdapat perbedaan kepuasan pasca pembelian antara konsumen loyal merek harga tinggi dan konsumen loyal merek harga rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk variabel loyalitas merek Jeans yaitu kelompok loyalitas merek Jeans dan kelompok tidak loyal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk variabel loyalitas merek kaos, kelompok loyalitas merek kaos dan kelompok tidak loyal merek.

Tabel 2 (Lanjutan)
Tabel 2 (Lanjutan)

PEMBAHASAN

Karena nilai uji Chi-Square secara signifikan di atas 0,05 menunjukkan bahwa usia tidak memiliki hubungan dengan kelompok loyal merek Jeans dan kelompok tidak loyal merek Jeans. Karena nilai uji Chi-Square secara signifikan di atas 0,05 menunjukkan bahwa usia tidak memiliki hubungan dengan kelompok loyalitas merek baju dan kelompok ketidakloyalan merek kemeja. Tidak ada hubungan usia dengan kelompok konsumen yang loyal terhadap merek dan kelompok konsumen yang tidak loyal terhadap merek.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa umur tidak berhubungan dengan kelompok konsumen yang loyal terhadap merek dan tidak loyal terhadap merek untuk kedua produk yaitu jeans dan kemeja. Dapat disimpulkan bahwa hipotesis 3 yang menyatakan bahwa usia berhubungan dengan kelompok konsumen yang loyal terhadap merek dan kelompok konsumen yang tidak loyal pada kedua produk yaitu jeans dan kemeja ditolak. Karena nilai uji chi-square memiliki signifikansi di atas 0,05, berarti pendapatan tidak berhubungan dengan kelompok loyal merek Jeans dan kelompok tidak loyal merek Jeans.

Karena nilai uji Chi-Square di atas 0,05 menunjukkan bahwa pendapatan tidak memiliki hubungan dengan kelompok loyal merek baju dan kelompok tidak loyal merek baju. Pendapatan tidak terkait dengan kelompok pelanggan yang setia merek dan tidak setia merek. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendapatan tidak berhubungan dengan kelompok konsumen loyal merek dan kelompok konsumen non loyal merek untuk kedua produk yaitu celana jeans dan kemeja.

Dalam penelitian ini, konsumen berpendapatan tinggi dapat menjadi konsumen loyal merek dan konsumen tidak loyal merek. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis 4 ditolak, dimana terlihat bahwa pendapatan memiliki hubungan dengan kelompok konsumen yang loyal terhadap merek dan kelompok konsumen yang tidak loyal terhadap merek untuk kedua produk yaitu celana jeans dan kemeja. Berdasarkan hasil analisis chi-square, hasil uji t menunjukkan bahwa konsumen setia merek Jeans mahal dan konsumen setia merek Jeans murah menunjukkan kepuasan pasca pembelian.

Kemudian berdasarkan hasil pengujian, hasil uji t menunjukkan bahwa konsumen setia merek kemeja harga mahal dan kelompok konsumen setia merek kemeja harga murah merasa puas setelah melakukan pembelian. Kelompok loyal merek dengan harga tinggi dan kelompok loyal merek dengan harga rendah berbeda kepuasannya setelah membeli produk kemeja merek tersebut. Dapat disimpulkan bahwa hipotesis 5 diterima sebagian, yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan kepuasan pasca pembelian antara konsumen loyal merek harga tinggi dan konsumen loyal merek harga murah untuk kemeja, tetapi sebaliknya tidak diterima untuk produk jeans. .

SIMPULAN DAN SARAN

Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian Chauduri dan Holbrook (2001) yang menemukan bahwa konsumen yang loyal terhadap merek tertentu akan bersedia membayar lebih karena persepsi bahwa merek tersebut memiliki nilai yang tak tergantikan. Dalam studi ini, kelompok konsumen setia merek Jeans memandang tinggi rendahnya harga Jeans sebagai nilai yang tak tergantikan. Hal ini terbukti dari hasil penelitian yang menemukan bahwa konsumen setia merek Jeans diuntungkan karena cenderung memperhatikan kenyamanan memakai Jeans pada kepuasan pasca pembelian, sehingga kelompok loyal merek mahal dan kelompok Loyalis rendah. -harga merek tidak berbeda dalam hal kepuasan pembelian dengan produk merek Jeans.

Sebaliknya, kelompok konsumen yang loyal terhadap merek baju mempersepsikan tinggi rendahnya harga suatu produk sebagai gengsi/prestise karena orang lain melihat kegunaan produk tersebut. Hal ini terbukti dari hasil penelitian yang menemukan bahwa konsumen setia merek kaos lebih prestise/gengsi karena cenderung memperhatikan warna kaos dalam kepuasan pasca pembeliannya. Pertama, penelitian hanya dilakukan pada konsumen satu industri yaitu pakaian dengan dua kategori produk yaitu jeans dan kemeja sebagai obyek penelitian.

Apalagi hasil pencarian responden dalam penelitian ini cukup didominasi oleh merek-merek ternama yang beredar di pasaran. Hasil penelitian ini tidak bisa begitu saja digeneralisasikan kepada konsumen di industri clothing dengan kategori produk selain jeans dan kemeja. Ketua, kuesioner dalam penelitian ini juga hanya disebar ke tiga kampus, hal ini menyebabkan tingkat generalisasinya tidak tinggi.

Ketiga, kriteria penentuan kelompok loyal dan tidak loyal dalam penelitian ini adalah dengan membagi dua. Jumlah soal sebanyak 6 soal diperoleh dari jumlah hasil tertinggi yaitu 30 ditambah jumlah hasil terendah yaitu 6 dibagi 2 sehingga ditentukan angka 6 sampai 18 dinyatakan untuk kelompok tidak setia sedangkan angka 19 sampai 30 dinyatakan sebagai kelompok yang setia. Keempat, karakteristik responden pada kelompok brand-loyal dan brand-disloyal dalam penelitian ini adalah homogen yaitu usia dan pendapatan.

Akibatnya, kedua kelompok tersebut tidak terkait dengan usia dan pendapatan, serta tidak berbeda dalam pengambilan keputusan dan kepuasan pasca pembelian. Rantai efek dari kepercayaan merek dan pengaruh merek terhadap kinerja merek: Peran loyalitas merek. Konsumen dan merek: Sebuah studi tentang pengaruh kongruensi prediksi citra diri pada preferensi merek dan kepuasan.

INDEKS SUBYEK

JURNAL RISET MANAJAMEN & BISNIS (JRMB)

INDEKS PENULIS

PEDOMAN PENULISAN

Abstrak berisi uraian minimal tentang tujuan, metode, hasil utama dan kesimpulan yang ditulis dalam satu tempat. Pendahuluan berisi tentang latar belakang, konteks penelitian, literatur pendukung, tujuan penelitian dan harapan terhadap hasil penelitian. Semua paragraf pengantar disajikan secara terpadu dalam bentuk paragraf, dengan panjang 5-15% dari total panjang artikel.

Berisi tentang penjelasan dan prediksi teoritis, model teoritis dan hasil penelitian sebelumnya tentang isu atau fenomena yang dibahas dan deskripsi pengembangan hipotesis. Metode berisi penjelasan berupa bagian-bagian tentang desain penelitian, tujuan penelitian (populasi dan sampel), teknik pengumpulan data, pengembangan pengukuran dan teknik analisis data dengan panjang 10-20% dari total panjang artikel. . Pembahasan menjelaskan mengapa hasil penelitian seperti itu, menyajikan logika hasil temuan, menginterpretasikan hasil dan mengaitkannya dengan teori atau temuan penelitian yang relevan.

Pembahasan (khususnya tulisan konseptual atau pemikiran) memuat gambaran tentang masalah yang diteliti, bersifat analitis, argumentatif, logis, kritis, dan yang terpenting menunjukkan sikap atau sikap penulis. Untuk lebih dari satu referensi, kutipan didasarkan pada kronologi tahun atau urutan abjad jika ada tahun yang sama. Berisi hanya referensi yang dikutip dalam artikel dan ditulis menurut abjad berdasarkan huruf pertama nama penulis pertama.

New Jersey: John Willey & Son, Inc. Membandingkan Underpricing Penawaran Umum Perdana Perusahaan Keuangan dan Non Keuangan di Pasar Modal Indonesia: Pengujian Hipotesis Asimetri Informasi. Prosiding Simposium Nasional Keuangan dalam rangka Dies Natalis Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada ke-47; Yogyakarta, 28 September 2002. Judul ilustrasi ditulis dengan huruf Times New Roman ukuran 10 point, dimasukkan satu tab (5 ketukan) dari kiri, kata pertama huruf kapital, spasi 1.

Keterangan tabel ditulis di kiri bawah dengan menggunakan huruf Times New Roman ukuran 10 titik dipisahkan dengan spasi. Penulisan desimal dalam bentuk tabel untuk bahasa Indonesia dipisahkan dengan koma (,) dan untuk bahasa Inggris digunakan tanda titik.

Gambar

Tabel 2 (Lanjutan)

Referensi

Dokumen terkait

2 EXPLORING AUTONOMOUS AND SELF-REGULATED VOCABULARY LEARNING OF THE LATE SEMESTER STUDENTS IN UNIVERSITY OF ISLAM MALANG SKRIPSI Presented to Faculty of Teacher Training and