Open Shortest Path Routing Protocol (OSPF) OSPF adalah protokol routing internal yang merupakan singkatan dari Open Shortest Path First. Perancangan topologi ini nantinya akan dianalisis kinerja protokol routing RIP dan OSPF pada QoS berdasarkan delay, throughput dan packet loss. Rata-rata packet loss untuk protokol routing RIP dan protokol routing OSPF (Tabel 6) adalah sama yaitu 2%. a) Terdapat 5 PC yang mendownload file dari server A dengan bandwidth 1 Mb/s.
Saat mengirimkan paket data dari PC D1 ke PC A2, kedua protokol routing tersebut berisi paket data yang hilang. TELEFORTECH 2020 : Jurnal Telematika dan Teknologi Informasi 6 Rata-rata packet loss pada protokol routing OSPF. Throughput protokol routing RIP lebih rendah dari OSPF karena beberapa paket data hilang ketika kabel yang menghubungkan router terputus.
Kehilangan paket rute protokol RIP lebih besar daripada OSPF karena beberapa paket data hilang ketika kabel penghubung router dicabut. Pengiriman paket data dari komputer sumber ke komputer tujuan pada saat trafik sedang sibuk dapat diteruskan dengan baik, dimana rata-rata delay pada routing protokol RIP lebih kecil dibandingkan dengan protokol routing OSPF yaitu 269,76 ms untuk RIP dan 472,8 ms untuk OSPF. Rata-rata penundaan perutean protokol RIP adalah 187,8 ms dan rata-rata penundaan perutean protokol OSPF adalah 475,36 ms.
Rata-rata throughput protokol routing RIP adalah 0,0616 kbps dan rata-rata throughput protokol routing OSPF adalah 0,0326 kbps.
Kesimpulan
FILTERING SPAM EMAIL MENGGUNAKAN METODE NAIVE BAYES
Aria Wibisono 1) , Sampurna Dadi Rizkiono 2) , Agus Wantoro 3) Program Studi Informatika, Universitas Teknokrat Indonesia
- Pendahuluan
- Landasan Teori 1. Klasifikasi Teks
- Pengertian Corpus
- Spam
- Email Filtering
- Naive Bayes
- Klasifikasi Teks Menggunakan Naive Bayes Di dalam proses klasifikasi menggunakan multinomial
- Preprocessing
- Klasifikasi Email
- Metode Penelitian
- Preprocessing E-mail
- Hasil Dan Pembahasan 1.1. Implementasi Perangkat Lunak
- Tampilan Awal
- Menu Data Dokumen Latih
- Menu Filter Kata
- Saran
Pada tahap pelatihan dilakukan proses analisis terhadap dokumen sampel berupa pemilihan kosakata, yaitu kata-kata yang dapat muncul dalam kumpulan dokumen sampel yang dapat mewakili dokumen tersebut semaksimal mungkin. Inner token merupakan bagian dari kosakata yang digunakan untuk klasifikasi dan merupakan jumlah token yang ada di dalamnya. Hal ini dapat mengakibatkan masalah underflow Masalah underflow merupakan masalah yang terjadi pada dokumen yang mempunyai jumlah kata yang sangat banyak.
Hasil perkalian nilai probabilitas bersyarat dari semua kata yang jumlahnya sangat banyak akan menyebabkan variabel hasil mempunyai nilai yang sangat kecil. Hasil penjumlahan probabilitas log sebelumnya dan bobot fitur merupakan ukuran berapa banyak kemunculan dokumen dalam suatu kelas, dan Persamaan (2.3) memilih kelas dengan bukti terbanyak. Stop word adalah kata yang frekuensi kemunculannya tinggi dalam dokumen, namun tidak mempunyai nilai informasi yang tinggi.
Ekstrak semua kata dari semua dokumen dalam dokumen pelatihan dan kemudian buat representasi tabel dari dokumen pelatihan. Pada penelitian ini, pada tahap preprocessing, penulis tidak melakukan proses lemmatisasi fitur dan eliminasi stopword karena dataset Lingspam yang digunakan sudah melakukan proses tersebut terlebih dahulu. Dengan menggunakan Persamaan (2.3), terlihat jika Ham > atau Spam, Doc 6 termasuk dalam kelas “Ham”.
Terdapat 3 menu bar pada sistem ini yaitu menu start, menu data dokumen latih dan menu filter kata. Kemudian pada menu filter kata terdapat kolom untuk memasukkan kata-kata yang sering muncul pada dokumen, namun tidak mempunyai nilai informasi yang tinggi (misalnya: the, and, a, of, in, is, that, dan sebagainya). , seperti pada Gambar 4.3 di bawah ini. Pada menu start terdapat kotak bagian dokumen pelatihan ham lengkap dan kotak bagian dokumen pelatihan spam umum untuk melihat jumlah kelas/kata yang sering muncul pada 3 file ham dan 2 file spam yang dimuat seperti yang ditunjukkan pada Gambar 4.4.
0.6, dimana 3 adalah dokumen pelatihan pada kelas ham, 5 adalah jumlah total dokumen pelatihan, dan kelas spam. Probabilitas bersyarat adalah menghitung kata dari setiap kelas untuk menentukan nilai yang digunakan dalam dokumen pengujian nantinya. Jadi yang digunakan adalah nilai nomor 4 untuk ham dan nilai nomor 2 untuk spam karena kata/fitur pada dokumen pengujian tidak sama dengan pada dokumen pelatihan.
Pada dokumen pengujian terdapat 12 kata yang paling banyak muncul, kata mcnamara, nama, toutolog, nilai muncul 3 kali, kata konstruksi, reduplikasi dan kalimat muncul 2 kali dan seterusnya. Banyaknya data latih sangat berpengaruh dalam proses klasifikasi, karena jika semakin banyak kata yang sering muncul pada setiap kelas dan semakin banyak dokumen latih pada setiap kelas maka akan meningkatkan nilai akurasi kelas tersebut.
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PEKERJAAN PART TIME BERBASIS MOBILE DI WILAYAH BANDAR LAMPUNG
Metodologi
Pekerja paruh waktu adalah seseorang yang bekerja hanya sebagian dari jam kerja normalnya. Menurut Badan Pusat Statistik, pekerjaan paruh waktu adalah pekerjaan di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam per minggu). Yang dimaksud dengan pekerjaan paruh waktu yang dilakukan oleh mahasiswa dan pekerjaan tersebut merupakan pekerjaan sampingan yang dilakukan di luar kegiatan studi di universitas.
Secara umum Extreme Programming (XP) dapat digambarkan sebagai suatu pendekatan pengembangan perangkat lunak yang mencoba meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas suatu proyek pengembangan perangkat lunak dengan menggabungkan berbagai ide sederhana tanpa mengurangi kualitas perangkat lunak yang akan dibangun [7]. Untuk dapat menggunakan aplikasi penyedia layanan dapat melakukan registrasi, setelah mendapatkan user dapat melakukan login ke dalam sistem. Setelah penyedia layanan mengunggah lowongan, pencari kerja dapat mencari informasi pekerjaan yang tersedia.
Berdasarkan hasil uji kelayakan sistem yang dibangun dengan skala likert mencapai 83,46% dengan kesimpulan bahwa sistem informasi kerja paruh waktu berbasis mobile di wilayah Bandar Lampung mempunyai tingkat kelayakan “baik”.
Kesimpulan
Dengan demikian, total hasil pengujian sistem informasi seluler paruh waktu ini mencapai 83,46% dan dapat dikatakan “baik” dan layak digunakan. Sistem ini juga dapat digunakan sebagai salah satu alternatif penyajian informasi pekerjaan paruh waktu di Area Bandar Lampung.
Saran
APLIKASI PEMBELAJARAN TEKNIK DASAR FUTSAL MENGGUNAKAN AUGMENTED REALITY BERBASIS ANDROID
Sanriomi Sintaro 1) , Ade Surahman 2) , Nofri Khairandi 3)
Hasil dan Pembahasan A. Rancangan Sistem
Halaman Loading Splash Screen menampilkan logo aplikasi pembelajaran “Teknik Dasar Futsal” dan loading bar. Menu tersebut meliputi tombol pengatur animasi teknik dasar futsal saat marker dipindai, terdapat tombol play/stop, rotasi, zoom in/out dan panel deskripsi gerakan. Menu Futsal merupakan halaman yang berisi materi Teknik Dasar Futsal dan terdapat tombol back, next, return dan scroll materi.
ARBook merupakan buku yang berisi materi pengenalan tentang sepak bola dalam ruangan, sejarah sepak bola dalam ruangan, peraturan sepak bola dalam ruangan dan materi tentang teknik dasar sepak bola dalam ruangan. Dimana pada bagian Teknik Dasar Sepak Bola terdapat marker yang dapat dipindai untuk membuat simulasi 3D sebagai demonstrasi dari teori yang ada. Pengujian aplikasi dasar pembelajaran teknik futsal menggunakan Augmented Reality berbasis Android menggunakan pengujian alpha dan beta.
Pengujian alpha terhadap aplikasi pembelajaran Teknik Dasar Futsal 3D AR dilakukan dengan menggunakan black box yang akan diuji berdasarkan fungsionalitas sistem yang berjalan pada aplikasi. Pengujian beta pada aplikasi Pembelajaran Teknik Dasar Futsal 3D AR dilakukan dengan menggunakan kuisioner yang akan diuji berdasarkan persepsi kegunaan, kemudahan, konten animasi dan minat menggunakan aplikasi yang dibagi dalam berbagai indikator yaitu mempercepat pekerjaan, meningkatkan kinerja, meningkatkan produktivitas, efisiensi, menjadikan pekerjaan lebih mudah, bermanfaat, mudah dipelajari, terkendali, jelas dan mudah dipahami, fleksibel, mudah dikuasai, mudah digunakan, menyelesaikan pekerjaan, sesegera mungkin, penggunaan terencana, penggunaan masa depan, terencana lanjutan penggunaan, penggunaan lanjutan, konten animasi, frekuensi. Tes ini ditujukan kepada pengguna yaitu pemain Futsal yang bertujuan untuk mencari informasi tentang manfaat mempelajari teknik Dasar Futsal.
Dari data respon responden berdasarkan persepsi kegunaan diperoleh total skor aktual sebesar 522, sedangkan rentang skor ideal sangat setuju yaitu 600, sehingga dapat dikatakan 87% responden setuju dengan Aplikasi Pembelajaran Teknik Dasar Futsal 3D AR berguna atau berguna. Dari data tanggapan responden berdasarkan persepsi terhadap konten animasi aplikasi, total skor sebenarnya adalah 433, sedangkan rentang skor ideal sangat setuju yaitu 600, sehingga dapat dikatakan 87% responden setuju dengan adanya 3D AR Futsal Penerapan Pembelajaran Teknis Dasar konsisten dengan konten animasi yang disajikan. Hasil tanggapan responden berdasarkan persepsi minat menggunakan aplikasi dapat dilihat pada Tabel 7. Tabel 7. Tanggapan Responden Berdasarkan Persepsi
497, sedangkan rentang skor ideal sepenuhnya setuju yaitu 600, sehingga dapat dikatakan 83% responden tertarik menggunakan aplikasi pembelajaran teknik dasar futsal 3D AR. Berbasis Android merupakan aplikasi pembelajaran berbasis Android yang digunakan sebagai media pengajaran teknik dasar futsal dengan simulasi 3D yang dapat digunakan pada perangkat seluler berbasis Android tanpa memerlukan koneksi Internet. Aplikasi Pembelajaran Teknik Dasar Futsal AR 3D yang dibuat berisi informasi tentang teknik dasar futsal dalam bentuk animasi 3D, sehingga pengguna dapat memperoleh informasi berupa visualisasi digital teknik dasar futsal dan pengguna dapat berinteraksi dengan objek tersebut secara 3D.
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMBERIAN KREDIT MOBIL DENGAN FUZZY TSUKAMOTO(STUDI KASUS : PT CLIPAN FINANCE)
Daniel Prasetyo Tarigan 1) , Agus Wantoro 2) , Setiawansyah 3)
Pendahuluan Latar Belakang
Secara umum use case digunakan untuk mengetahui fungsi-fungsi apa saja yang terdapat pada suatu sistem informasi dan siapa saja yang berhak menggunakan fungsi-fungsi tersebut [6].
Metodologi Penelitian
- Variabel Pendapatan
- Variabel Pengeluaran
- Variabel Jarak
- Variabel Angsuran
Analis kredit adalah orang yang menganalisis semacam studi kelayakan terhadap pemohon kredit perorangan atau perusahaan. Kelayakan yang ditentukan oleh perusahaan pembiayaan terutama mencakup beberapa variabel yang saling berkaitan untuk mendukung apakah pemohon layak dikreditkan menurut kriteria tersebut, yaitu pendapatan, pengeluaran, jarak, umur dan angsuran. TELEFORTECH 2020: Jurnal Telematika dan Teknologi Informasi 34 inilah besaran pendapatan yang didapat pemohon kredit.
Dalam hal ini besarnya pendapatan yang dikeluarkan oleh pemohon kredit dinilai berdasarkan jangka waktu 30 hari (1 bulan). Variabel Jarak merupakan salah satu variabel yang menjadi pertimbangan Analis Kredit untuk menentukan dapat atau tidaknya seorang pemohon kredit diberikan pinjaman. Variabel Usia merupakan salah satu variabel yang menjadi pertimbangan Analis Kredit dalam memberikan rekomendasi apakah suatu pinjaman dapat diberikan atau tidak.
Variabel Input Angsuran merupakan variabel angsuran yang harus dibayar oleh debitur yang ingin mengambil kredit.
Hasil dan Pembahasan 1 Contoh Kasus
Nilai pada tabel di atas merupakan nilai keanggotaan setiap variabel, nilai predikat α diperoleh dari fungsi MIN setiap baris aturan. Tahap selanjutnya adalah tahap defuzzifikasi, tahap defuzzifikasi merupakan tahap penentuan batasan nilai angsuran yang akan diterima oleh pemohon kredit berdasarkan rule base yang dibuat sedemikian rupa sehingga nantinya diperoleh nilai rata-rata angsuran. jumlah angsuran yang diterima akan diperoleh. Layar login ini berisi nama pengguna dan kata sandi yang harus dimasukkan pengguna untuk melanjutkan ke layar berikutnya.