PENDAHULUAN
Latar Belakang
Balapan liar dikatakan ada karena kegiatan akselerasi kendaraan bermotor tidak mempunyai izin dari instansi yang berwenang berupa izin umum dari pihak kepolisian serta tidak mempunyai aturan yang jelas mengenai kegiatan tersebut. Balapan ilegal berbeda dengan balap resmi, dimana balap resmi berlangsung di lintasan balap atau jalan umum yang diubah menjadi lintasan balap dan mempunyai izin dari instansi terkait serta aturan yang jelas dalam kegiatannya. Kabupaten Wajo yang juga merupakan salah satu daerah di Sulawesi Selatan merupakan salah satu tempat para generasi muda melakukan aktivitasnya yaitu balap liar. Alhasil, kenakalan remaja dalam hal ini balap liar santer terdengar dan cukup merajalela di Kabupaten Wajo. meresahkan, salah satunya adalah fakta.
Dari kenyataan di atas maka permasalahan kenakalan remaja dalam hal ini balap liar perlu mendapat perhatian yang serius dan terfokus untuk mengarahkan remaja ke arah yang lebih positif dengan penekanan pada penciptaan sistem untuk menangani balap liar di Indonesia khususnya. di Kabupaten Wajo. diri.
Rumusan Masalah
Balapan Liar (Bali) anak muda di Wajo dinilai nekat karena berlangsung di pusat kota yang ramai dan di sejumlah tempat yang dinilai strategis. Berangkat dari seluruh uraian di atas, maka penulis mengangkat permasalahan tersebut dalam sebuah proposal yang berjudul, “Ras Ilegal (Studi Perilaku Menyimpang pada Masyarakat Maniangpajo Kabupaten Wajo.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR
TINJAUAN PUSTAKA
- Masalah Sosial
- Balap Liar
- Kejahatan Dan Kriminologi
- Sumber Dan Faktor Perilaku Menyimpang
Jenis Penelitian
Penelitian ini juga mendeskripsikan remaja yang mengikuti balap liar di depan Pertamina Callaccu. Berikut latar belakang remaja yang menjadi informan dalam penelitian ini. a) Midunk merupakan salah satu remaja yang mengikuti balap liar. Rasa puas, gembira dan bangga saat berkendara liar membuat para remaja kembali melakukan balap liar.
Hasnah mengamini pernyataan warga masyarakat lainnya yang juga merasakan dampak dari balap liar yang dilakukan remaja. Remaja yang melakukan balap liar memang sangat meresahkan masyarakat karena masyarakat merasa terganggu dengan kebisingan kendaraan pembalap liar. Hasil penelitian yang saya lakukan menunjukkan bahwa remaja yang terlibat dalam balap liar juga mengalaminya.
Dalam melaksanakan kompetisi liar, para remaja ini juga memiliki kelompok sebagai teman hobinya. Kelompok dalam penelitian ini adalah remaja yang terlibat dalam balap liar. sedangkan masyarakatnya berasal dari daerah Maniangpajo. Penyimpangan dalam permasalahan ini adalah adanya balap liar yang dianggap oleh warga masyarakat Maniangpajo sebagai tindakan negatif.
Masyarakat wilayah Maniangpajo merupakan kelompok mayoritas, sedangkan remaja yang mengikuti balap liar merupakan kelompok minoritas. Sebaiknya diadakan pertemuan antara masyarakat, remaja yang melakukan balapan liar dan juga pemerintah setempat.
Waktu dan Lokasi Penelitian
Informan Penelitian
Informan penelitian dalam penelitian ini adalah sebagian masyarakat yang ada di Kecamatan Maniangpajo Kabupaten Wajo. Purposive sampling adalah suatu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu, dimana peneliti cenderung memiliki responden yang bervariasi berdasarkan (alasan), sehingga penelitian ini menggunakan sampling variasi yang maksimal. Penelitian kualitatif tidak bertujuan untuk membuat generalisasi dari hasil penelitian yang dilakukan sehingga subjek penelitian yang tercermin dalam fokus penelitian sengaja ditentukan.
Subyek penelitian adalah informan yang akan memberikan berbagai jenis informasi yang diperlukan selama proses penelitian. Informan penelitian ini ada tiga jenis, yaitu informan kunci, informan utama, dan informan tambahan. Sedangkan informan tambahan adalah mereka yang dapat memberikan informasi meskipun tidak terlibat langsung dalam interaksi sosial yang diteliti.
Jumlah responden atau informan dalam penelitian kualitatif belum diketahui sebelum peneliti melakukan kegiatan pengumpulan data lapangan. Hal ini dikarenakan pengumpulan data pada penelitian kualitatif bertujuan untuk mencapai kualitas data yang memadai, sehingga sampai pada sebagian responden datanya sudah tidak berkualitas lagi yang artinya sudah mencapai titik jenuh karena responden tidak lagi memberikan informasi baru, yaitu , responden bercerita sama seperti responden sebelumnya.
Fokus Penelitian
Fokus penelitian dalam penelitian kualitatif erat kaitannya dengan rumusan masalah, dimana rumusan masalah dalam penelitian dijadikan acuan dalam menentukan fokus penelitian. Dalam hal ini fokus penelitian dapat berkembang atau berubah sesuai dengan perkembangan permasalahan penelitian di lapangan. Hal ini sejalan dengan sifat pendekatan kualitatif yang fleksibel yang mengikuti cara berpikir induktif empiris, segala sesuatu dalam penelitian ini ditentukan dari hasil akhir pengumpulan data yang mencerminkan keadaan sebenarnya.
Bugin menyatakan fokus penelitian berisi penjelasan dimensi mana saja yang menjadi pusat dan akan dibahas secara mendalam dan menyeluruh.
Instrumen Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Teknik observasi juga memungkinkan untuk melihat dan mengamati sendiri dan kemudian mencatat perilaku dan kejadian sebagaimana adanya. Observasi memungkinkan penelitian mencatat peristiwa dalam situasi yang berkaitan dengan pengetahuan proposisional dan pengetahuan yang diperoleh langsung dari data. Menurut James dan Dean dalam Paizaluddin dan Ermalinda, wawancara adalah suatu kegiatan komunikasi verbal dengan tujuan memperoleh informasi, memperoleh gambaran menyeluruh dan juga memperoleh informasi penting.
Wawancara merupakan suatu cara pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan secara lisan kepada subjek penelitian.Instrumen ini digunakan untuk memperoleh informasi tentang fakta, keyakinan, perasaan, maksud, dan lain-lain. Dalam wawancara terstruktur, pertanyaan dan alternatif jawaban yang diberikan kepada subjek telah ditentukan sebelumnya oleh peneliti. Dokumentasi merupakan suatu metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data berupa dokumen, baik dokumen tertulis maupun gambar.
Menurut Lexy J. Moleong dalam Paizaluddin dan Ermalinda, dokumen digunakan dalam penelitian sebagai sumber data karena dapat digunakan untuk menguji, menafsirkan bahkan meramalkan. Data yang diperoleh dari dokumen ini dapat digunakan untuk melengkapi bahkan memperkuat data wawancara dan observasi. Secara partisipatif, peneliti terlibat dalam aktivitas sehari-hari orang-orang yang diamati atau yang dijadikan sumber data penelitian.
Dengan observasi partisipan maka data yang diperoleh akan lebih lengkap, tajam, dan mengungkap tingkat makna dari setiap perilaku yang terlihat. Dengan kata lain observasi ini memerlukan suasana yang natural sehingga tidak terkesan peneliti sedang melakukan penelitian.
Teknik Analisis Data
Data yang direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai hasil wawancara dan observasi. Verifikasi yaitu mengambil kesimpulan berdasarkan data yang telah ditampilkan sebelumnya, sehingga lebih mudah dipahami dan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai permasalahan yang ada di daerah.
Teknik Keabsahan Data
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Pelajar di salah satu SMA Negeri di Maniangpajo dan masih duduk di bangku kelas 2. Memiliki sepeda motor yang disegani di kancah balap liar. Nah, banyak yang mengikuti balap liar bisa berprestasi di ajang drag bike resmi karena sudah terlatih di jalan raya). wawancara tanggal 9 Juli 2015). Dari pernyataan di atas kita dapat melihat bahwa balap liar dapat memenuhi passion dan bakat mereka.
Persepsi Masyarakat Terhadap Balapan Liar di Kecamatan Maniangpajo Persepsi masyarakat merupakan respon masyarakat terhadap suatu objek tertentu dan didahului dengan proses penginderaan. Indra pendengaran mendengar suara-suara keras, hal serupa juga dialami oleh Pak Dahing yang setiap sore mendengar suara-suara keras dari kendaraan remaja yang berlari liar. Kekhawatiran akibat polusi suara akibat aktivitas balap liar juga dirasakan sebagian besar warga sekitar lingkungan Pertamina Callaccu.
Kakak Akbar mempunyai pendapat tersendiri mengapa ia tidak menyukai kegiatan balap liar dan menganggap pembalap remaja ilegal itu nakal. Untuk itu, Saudara Akbar menilai remaja yang berkeliaran di Pertamina Callaccu, Kecamatan Maniangpajo, termasuk dalam kategori remaja nakal. Dari hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa balap liar di wilayah pertamina memberikan dampak buruk bagi sebagian besar warga di wilayah pertamina.
Aksi balap liar di sekitar wilayah Pertamina di Kecamatan Maniangpajo terjadi pada pukul 16.30 WIB hingga adzan Maghrib dan pukul 05.00 WIB. 2 Dahing Banyak remaja yang terjatuh dari sepeda motornya pada saat balapan liar sehingga menimbulkan luka yang cukup serius, dan terkadang balap remaja sering kali melibatkan perjudian dan perkelahian.
Pembahasan
Kegiatan balap liar dapat memenuhi kebutuhan sosial remaja yaitu kebutuhan akan pengakuan, kebutuhan kelompok, kebiasaan dan aktualisasi diri. Setiap remaja yang melakukan balap liar sebaiknya mempunyai kelompoknya masing-masing, di Maniangpajo terdapat beberapa kelompok balap liar remaja antara lain GBR, Gaspol, A2G, Salima Tattongkang. Dari hasil penelitian di atas terlihat bahwa balap liar dapat memenuhi passion dan bakat mereka.
Balapan liar di sini dapat diartikan sebagai kejahatan, dan kejahatan merupakan akibat dari konflik antar kelompok dengan komunitasnya. Penandaan juga menyebabkan mereka tetap beraktivitas seperti biasa tanpa ada perubahan, yakni tetap melakukan aktivitas balap liar. Penandaan di sini terjadi akibat reaksi warga kawasan Maniangpajo terhadap aktivitas remaja yaitu balap liar di sekitar wilayahnya dan mereka terkena dampak langsung dari aktivitas tersebut.
Selama bulan Ramadhan, para remaja melakukan lomba lari liar setiap sore sebelum berbuka puasa dan pada hari Minggu setelah salat subuh. Beberapa kelompok remaja berkumpul, ada yang mengadakan balapan liar, ada pula yang sekadar menonton. Jika ada penantang, maka dua buah sepeda motor berjejer dalam satu lintasan atau dalam bahasa remaja yang menyukai balap liar disebut ma'bala' (balapan cepat dengan dua sepeda motor di lintasan lurus).
Berawal dari balap liar, mereka menjadi pembalap yang mampu berprestasi dan mencari nafkah dari dunia balap. Atau dengan kata lain: aksi balap liar ini adalah tindakan ilegal dan bertentangan dengan standar hukum.
KESIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Pencemaran suara meresahkan masyarakat di sekitar Pertamina, terutama saat azan Maghrib, karena masyarakat membutuhkan ketenangan untuk beribadah kepada Tuhan pada saat itu.
Sehingga penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh sebagian remaja dapat diminimalisir dan generasi penerus bangsa menjadi individu yang beretika. Studi Banding Sikap dan Tindakan Remaja Terhadap Seksualitas Siswa SMA, Disertasi, Makassar: Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Statistika Universitas Hasanuddin Makassar. Jakarta: Kencana http://pastime-net.blogspot.com/2014/01/makalah-tangan-bahaya-balap-liar.html https://www.google.com/search?q=partiscipatif+penkumbun+data&ie= edf-.
8&oe=utf-8#q=participatory+in+collection+data http://www.scribt.com/doc/6241288/KRIMINALITAS_REMAJA http://www. Teknologiku.info/search/article-makalah-sebuah-balap- wild http://ruhcitra.wordpress.com kanakalan- Teen/. 10 Ajenk 16 Siswa “Bagus, kamu bisa mendapatkan uang untuk memperbaiki motormu dan membeli baju baru serta menambah uang jajan jika memenangkan taruhannya hehehehe.”