• Tidak ada hasil yang ditemukan

JWB UAS MATLTEKNIK W.S.R_2022133101

Setiarosa Karaeng Kawang

Academic year: 2023

Membagikan "JWB UAS MATLTEKNIK W.S.R_2022133101"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

UJIAN AKHIR SEMESTER TAHUN AKADEMIK 2022/2023

Mata Kuliah : Material Teknik Dosen : Alain Kusmoko

Hari/Tanggal : 7 Juli 2023 Waktu :

Sifat Ujian : Open Book

Dikerjakan oleh, Nama : Wahyudi

Setia Rosa

NIM : 20221331011 Kelas : P2K Prodi: Teknik Mesin

Soal & Jawaban

1. Dari gambar dibawah ini, hitung jumlah atomnya, Atomuc packing factor atau kerapatan atom, berapa jumlah atom dalam 1 unit sel

Jawaban;

1. Atomic Packing Factor (APF) ialah Fraksi Volume yang diisi oleh atom, yang secara matematis diperoleh dari Volume atom pada unit cell satuan dibagi dengan Volume unit cell satuan. Dirumuskan dengan:

APF=NatomsVatom Vunit cell atom

Dimana: N atom : Jumlah atom V atom : Volume atom

V unit cell atom : Vulme per unit sel atom Jadi untuk FCC (Face Centred Cubic) nilai APF-nya:

(2)

APF dugunakan untuk mengetahui tingkat kepadatan susunan kristas logam.

Semakin tinggi nilai APF-nya semakin tinggi pula tingkat kepadatan susunan kristal atom itu. Dengan kata lain semaikin sedikit pula ruang kosong antara ikatan atom-atom penyusun logam. Sebaiknya semakin rendah nilai APF-nya semakin rendah pula tingkat kepadatan susunan kristal atom dam semakin banyak ruang kosong antara atom penyusun logam.

Atau,

N = (n

e

x

1

/

8

) + (n

f

x ½) +ni

Keterangan n = jumalah atom tiap units sel

Ne = jumlah atom yang ada tiap sudut unit sel Nf = jumlah atom yang ada pada sisi muka unit sel Ni = jumlah atom yang ada pada ruang unit sel

N = (8 x

1

/

8

) + (6 x ½) + 0 = 1 +3+0 = 4

Jadi jumlah atom FCC ada 4 atoms APF

=

4x

4 3 π r³ a³

; Relasi r dan a; Diagonal sisi kubus

= 4r ; a

2

+ a

2

= (4r)

2

2 a

2

= (4r)

2

= √2a

2

= 4r = a√2 = 4r ; r =

a

2

4

; r

3

= a

3 a

2

64

APF

=

4x43π a³2

2641

a³

= 0.7401 = 0.74 =

jadi APF FCC 0.74 secara geometri dan matematika

1 unit sel terisi 74% oleh atom.

- Artinya hanya 74% ruang kubus kristal terisi oleh atom,dan sisanya 26 % adalah ruang kosong.

2. Pada komposisi alloy 0.50 with %C (hypoeutectoid) pada

temperature sedikit dibawah Eutektoid, Disertai gambar tie line dan lever rule, tentukan:

a) fraksi total fasa ferrite dan cementite (eutectoid ferrite + proeutectoid alpha)

b) fasa proeutectoid ferrite dan pearlite c) fraksi eutectoid ferrite (W𝛼�)

Jawaban:

(3)

a) fraksi total ferrite W α = U+V+X

T+U+V+X= 6.70−0.50

6.70−0.022=¿ 6,20/ 6,678 = 0,928

WFe3C’ = 1 – W α = 1 – 0,928 = 0,072 b) fasa proeutectoid ferrite dan pearlite

W α '=¿ U

T+U= 0 .7 6−0.50

0 .7 6−0.022=¿ = 0,26/ 0,738 = 0,35 Wp = 1 - W α ' = 1 – 0,35 = 0,64

c) fraksi eutectoid ferrite ( W α e )

W α e = W α - W α ' ′ = 0,928- 0,35 = 0,57

3. Disertai gambar tie line dan lever rule. Tentukan 4 kg Austenite dengan komposisi 1.20 wt% C, didinginkan hingga dibawah suhu 727°�.

a) Apa fasa proeutectoid yang terjadi?

b) Berapa kg masing-masing total ferrite dan cementite yang terjadi?

c) Berapa kg masing-masing total pearlite dan proeutectoid yang terjadi?

d) Buat sketsa dan beri label pada mikrostruktur tersebut?

Jawaban:

a) Apa fasa proeutectoid yang terjadi?

Hypereutectoid, proeutectoid Fe3C.

(4)

- W α = X

T+U+V+X=6.70−1.20

6.70−0.022=¿ 5,5/ 6,678 = 0,824 - WFe3C = 1 - W α = T+U+V

T+U+V+X=¿ 1- 0,824 = 0,176 - Massa cementite= m . WFe3C = 4 . 0.176% = 0,00704 kg

c) Berapa kg masing-masing total pearlite dan proeutectoid yang terjadi?

- Wp = X

V+X=6.70−1.2 0

6.70−0.76 = 5,5 / 5,94 = 0,925 - Massa perlite = m x Wp = 4 x 0,925% = 0,037 kg

- WFe3C’ = 1 – Wp = X

V+X = 1 – 0,925 = 0,075 Massa proeutectoid = m. WFe3C’ = 5.0,066%= 0,0033kg d) Buat sketsa dan beri label pada mikrostruktur tersebut?

4. Pada suatu konfigurasi Pb-Sn dengan 40 wt% Sn dan 60 wt% Pb.

Tentukan komposisi total 𝛼, total �, eutectic microconstituent WE. primary 𝛼 dan eutectic 𝛼?

Kasus keempat. Gunakan aturan lever.

Jawaban:

4. Diagram Fasa Pb-Sn .Pada suatu konfigurasi Pb-Sn dengan 40 wt% Sn dan 60 wt% Pb.Tentukan komposisi Total 𝛼, total �, eutectic microconstituent WE. primary 𝛼 dan eutectic 𝛼?Kasus keempat. Menggunakan aturan lever.

W𝛼 (total 𝛼) eutectic 𝛼 dan primary 𝛼.

W𝛼 (total 𝛼) = Q+R

P+Q+R= 97.8−40

97.8−18.3=¿ 57,8/ 79,5 = 0,727

(5)

W(total ) = P

P+Q+R= 40−18.3

97.8−18.3=¿ 21,7/ 79,5 = 0,273 WE = WL (titik l ) = P

P+Q= 40−18.3

61.9−18.3=¿ 21,7/ 43,6 = 0,497 W𝛼’ = Q

P+Q= 61.9−40

61.9−18.3=¿ 21,9/ 43,6 = 0,502 WE𝛼 = W𝛼 - W = 97.8−40

97.8−18.3− 61.9−40

61.9−18.3=¿ 0,727 – 0,502 = 0,225

5. Dengan menggunakan diagram diagram transformasi alloy iron- carbon untuk komposisi eutectoid. Tentukan struktur akhir dari specimen 100% austenite yang berada pada suhu 760°�.

a) Didinginkan dengan cepat ke suhu 300°�, ditahan 104 detik, kemudian diquench ke suhu kamar.

b) Didinginkan dengan cepat ke suhu 230°�, ditahan 102 detik, kemudian di quench ke suhu kamar.

c) Didinginkan dengan cepat ke suhu 650°�, ditahan selama 20 detik, didinginkan kembali ke suhu 400°�. ditahan selama 103 detik, kemudian di quench ke suhu kamar.

Jawaban:

Dengan menggunakan diagram transformasi isotermal yang disediakan untuk paduan besi-karbon

(6)

suhu berikut. Dalam setiap kasus, asumsikan bahwa spesimen dimulai pada 760 ° C dan telah ditahan pada suhu ini cukup lama untuk mencapai struktur austenitik yang lengkap dan homogen.

a) Dinginkan dengan cepat hingga 300 ° C, tahan selama 10.000 detik, lalu padamkan hingga suhu kamar, dan amati pada suhu kamar

(a) 100% austenit (b) 100% martensit

(c) 50% perlit/50% austenit

(7)

(e) Bainite

b) Dinginkan spesimen hingga 230 °C dan tahan di sana selama 100 detik (a) Martensi tempered

(b) 100% spheroidite (c) 100% perlit kasar

(d) ) 50% perlit/50% martensit (e) austenit

c) Dinginkan dengan cepat hingga 650 °C, tahan selama 20 detik, dinginkan dengan cepat hingga 400 °C, tahan selama 1000 detik, lalu padamkan hingga suhu kamar.

(a) 25% martensit/25% bainit/50% perlit (b) 50% martensit/50% bainit

(c) 100% bainit

(d) 50% perlit/50% bainit

Referensi

Dokumen terkait

Soal UAS / Ulangan Akhir Semester 1 (Ganjil) Kelas 8 / VIII SMP / MTs MapelAqidah Akhlak I. Pilihlah jawaban yang paling tapat dengan cara memberi tanda silang (x) pada huruf a, b, c, atau d pada lembar jawaban yang tersedia

Jika ada tumbukan jadwal, harap segera menghubungi Panitia UAS Gasal 2017/2018 Jurusan Teknik Mesin, di Ruang Serbaguna E5 Lt.2. Komplain tumbukan Jadwal dilayani sampai dengan

aoc.uma.ac.id/cetak.php?m=kartu.absen.cetak.uts.uas.uma&op=uts 1/51. PS PR UTS UAS

aoc.uma.ac.id/cetak.php?m=kartu.absen.cetak.uts.uas.uma&op=uas 1/5.. PS PR UTS UAS

SK Panitia

soal gambar teknik,contoh soal gambar teknik,soal dan jawaban gambar teknik,Apa perbedaan gambar rancangan dengan gambar kerja,contoh soal mekatronika,soal uas menggambar

Soal UAS Ganjil Tematik Integratif SD Kelas 5 Kurikulum 2013 tema Sehat itu Penting1. Isilah titik-titik pada soal berikut dengan jawaban

Mahasiswa yang bebas UAS tetap hadir untuk menandatangani